Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 jam yang lalu
Kementerian Sosial menegaskan data tersebut masih didalami sebelum menentukan langkah lanjut.

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:07Kemudian ada beberapa sebab lain yang gagal salur karena mungkin pindah tempat,
00:17belum bisa buka rekening, dan lain-lain, sehingga kita tidak bisa salurkan.
00:23Dan ditangguhkan karena teridentifikasi transaksi judi online.
00:31Jadi cukup besar juga, ada 1 juta lebih, 1.494.652 keluarga penerima manfaat
00:45yang terindikasi judi online berdasarkan data yang kami terima dari PPATK.
00:57Hari-hari ini kita sedang menelusuri, mendalami, dan ini lebih tinggi
01:06dibanding tahun 2025 yang lalu yang jumlahnya mencapai hampir 600 ribu.
01:13Tetapi tahun ini, ini cukup mengejutkan juga ternyata angkanya hampir mencapai
01:221 juta setengah keluarga penerima manfaat yang terindikasi main judol.
01:29Ini sedang kita dalami, sedang kita telusuri, dan tentu kita akan ambil satu tindakan
01:39jika memang ada keluarga penerima manfaat yang dengan sengaja,
01:44apalagi mengulang yang sudah kita sampaikan pada tahun 2025.
01:50Tentu kita akan alihkan dan tidak akan salurkan lagi kepada keluarga-keluarga
01:55penerima manfaat yang main judi online.
Komentar

Dianjurkan