Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Penanganan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menjadi sorotan publik. Perkara ini dinilai sebagai ujian terhadap komitmen penegakan hukum, khususnya ketika proses hukum menyentuh pejabat yang memiliki posisi strategis.

Perhatian publik juga tertuju pada rangkaian penggeledahan yang dilakukan penyidik, termasuk di rumah dan kafe milik Febrie Adriansyah. Proses tersebut diwarnai pengamanan dari aparat bersenjata, serta dinamika antara institusi yang kemudian menjadi perhatian masyarakat.

Di tengah perkembangan perkara, Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin ke Istana Negara.

Kasus ini dinilai menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas aparat penegak hukum. Selain itu, pembenahan sistem pengawasan, peningkatan sinergi antarinstansi, serta penegakan hukum yang konsisten dipandang penting agar pemberantasan korupsi berjalan efektif dan mampu menumbuhkan kepercayaan publik.

Perkembangan perkara ini juga menjadi perhatian setelah proses penanganannya dilimpahkan ke Kejaksaan Agung. Publik menantikan proses hukum yang berjalan secara profesional, independen, dan transparan.

#FebrieAdriansyah #Korupsi #TPPU #Polri #KejaksaanAgung

Baca Juga Di Balik Rp476 Miliar dan Emas 74 Kilogram, Transparansi Penanganan Tiga Kasus Korupsi Diuji di https://www.kompas.tv/nasional/680085/di-balik-rp476-miliar-dan-emas-74-kilogram-transparansi-penanganan-tiga-kasus-korupsi-diuji

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/680089/kasus-febrie-adriansyah-rivalitas-atau-ujian-penegakan-hukum-dalam-pemberantasan-korupsi
Transkrip
00:00Ujian bagi penegakan hukum di negeri ini sesungguhnya baru terjadi saat prosesnya menyentuh mereka yang sedang berkuasa atau punya pengaruh
00:09kuat dalam penyelenggaraan negara.
00:11Di titik inilah, publik akan menilai apakah penegakan hukum adalah panglima atau sekedar retorika politik saja.
00:20Dan kini ujian itu sedang berlangsung dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang yang menyeret ex-Jaksa Agung Muda Tindak
00:29Pidana Khusus atau Jampitsus, Febri Adriansyah, sebagai tersangka.
00:34Bahkan publik sudah disajikan tontonan drama menegangkan yang terjadi saat berlangsungnya proses penggeledahan barang bukti di kafe dan rumah milik
00:43Jampitsus saat itu.
00:51Dua institusi penegak hukum berhadap-hadapan dengan senjata lengkap.
00:56Penyidik polisi yang menggeledah datang dengan kawalan pasukan BRIMOB bersenjata.
01:01Begitu pula pihak kejaksaan yang meminta bantuan tentara bersenjata laras panjang untuk berjaga di rumah kediaman ex-Jampitsus.
01:09Bahkan esok harinya, di bawah komando seorang jenderal, sejumlah prajurit TNI mendatangi polda Metro Jaya
01:16untuk meminta kembali bukti-bukti yang sudah disita polisi.
01:20Apa yang dipertontonkan ke publik ini membuat kita sulit untuk tidak menyebut bahwa ujian dalam penegakan hukum
01:27di kasus dugaan korupsi yang menyeret ex-Jampitsus Febri Adriansyah adalah rivalitas antara polisi dan juga kejaksaan.
01:42Presiden Prabowo pun turun tangan.
01:45Tidak saja menegur aparat penegak hukum untuk introspeksi,
01:48tetapi juga memanggil Menteri Pertahanan, Gaporri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung Keistana Negara.
01:56Perseteruan antara sesama institusi penegak hukum dalam pemberantasan korupsi
02:00tidak saja memprihatinkan, tetapi juga memalukan sikap kooperatif dan kepatuhan kepada hukum
02:07harus kalah dari gengsi jabatan atau institusi.
02:12Belum lagi, bila ada praktik backing yang melibatkan pejabat tinggi negara
02:16dan terjadi politisasi kasus, maka penegakan hukum akan semakin tumpul ke atas.
02:28Oleh karenanya, Presiden Prabowo dan aparat penegak hukum harus menjadikan kasus dugaan korupsi
02:34yang menyeret ex-Jampitsus Febri Adriansyah
02:38sebagai momentum bersih-bersih penegak hukum dari korupsi.
02:41Bersih-bersih ini harus diikuti dengan pembenahan sistem, penguatan mekanisme pengawasan,
02:47dan sinergitas antar institusi, peningkatan akuntabilitas, serta keberanian menindak siapapun
02:55yang menyalahgunakan kewenangan, sehingga setiap pengungkapan kasus korupsi
02:59bisa betul-betul menimbulkan efek jerah bagi pelaku, baik yang sudah tertangkap ataupun yang belum.
03:06Hal ini perlu dipastikan kembali karena kasus korupsi masih terus saja terjadi.
03:11Negara tidak boleh terjebak dalam pertarungan antar lembaga,
03:15tetapi fokus untuk memastikan proses hukum berjalan profesional, independen, dan juga transparan.
03:27Inilah yang jadi ujian selanjutnya, Saudara.
03:30Pasca pelimpahan kasus kekejaksaan, baik polisi dan kejaksaan harus bisa menjawab skeptisme publik
03:37bahwa penanganan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang dengan tersangka ex-Jampitsus Febri Adriansyah
03:44akan berjalan independen dan transparan.
03:47Jaga profesionalitas dan juga tumbuhkan budaya rasa malu,
03:52sehingga tidak ada lagi rivalitas di antara sesama aparat negara.
03:55Apalagi, hal itu terjadi karena untuk melindungi pejabat korup atau semata,
04:01hanya menjaga gengsi institusi.
04:06Terima kasih telah menonton!
04:06Terima kasih telah menonton!
04:07Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan