Skip to playerSkip to main content
🧡🍏 🔥
(2026) - FULL ENGSUB | Reelshort Hot HD
Full Chinese Movie EngSub
Chinese Drama English Sub Full HD
#shortdrama #bestdrama #actionmovie #Drama #Film #Show #Anime #Movie #cdrama #Movies #BILLIONAIRE #shortdrama #dramashort #shortfilmdrama #minidrama #shortstorydrama #webdrama #indiedrama #shortfilmseries #shortdramaseries #dramashorts #englishmovie #cdrama #drama #movieshortfull
#BillionaireObsession #VirginAuction #MrDelaney #AlphaRomance #DarkDesire #SoldToHim #DailymotionDrama
#goodfilms romance #bestfilmromance #romance #filmromance #drama romance
#fullmovie2026 #Dramavideo #trending
Transcript
00:00I had 4 kids first.
00:034 Raja Alpha level SSS
00:05which has four kerajaan.
00:07Raja Naga,
00:08Kaisar Beruang,
00:09Rubah Brekor 9,
00:11Penguasa Phonix.
00:12I'm going to love to them all.
00:14I'm going to love to them all.
00:16I'm going to love to them all.
00:17I'm going to love to them all.
00:21Until it came,
00:23who likes to love their friend.
00:26He said I'm going to love.
00:28Raja Naga menjahit mulutku rapat-rapat.
00:31Rubah berekor sembilan melemparku ke dalam gua laba-laba bayangan.
00:35Laba-laba itu makan mata kiriku.
00:37Kaisar beruang lempar aku ke sarang liar.
00:40Selama tiga tahun, aku jadi budak birahi.
00:43Dicakar, digigit, ditunggangi sambil berdarah-darah.
00:47Aku roh pelindung ibumu.
00:49Dia pengelana dari dunia lain.
00:51Anakku yang malam.
00:52Saat ibumu mengetahui bahwa kau masih hidup,
00:54dia ingin bawa kau kembali ke dunianya.
00:56Laras, ibumu putus asa banget.
00:58Sejak tahu kau hidup.
00:59Apa kau bersedia?
01:00Aku meraih sebilah pisau berkarat dan menekannya ke leherku.
01:03Bagus.
01:04Ibu masih hidup.
01:06Aku bakal segera menemuinya.
01:08Kebahagiaan murni menenggelamkan ketakutanku pada kematian.
01:10Tepat saat aku menggores ke bawah,
01:12sebuah kaki berjakar menendang pisau itu dari tanganku.
01:15Laras, kau mau coba bunuh diri?
01:19Ayah keempat.
01:22Jangan panggil aku begitu!
01:23Aku sudah putuskan ikatan kita bertahun-tahun yang lalu!
01:28Jangan panggil aku begitu.
01:29Aku sudah putuskan ikatan kita bertahun-tahun yang lalu.
01:31Saat aku masih kecil,
01:32seorang panglima perang liar menculiku.
01:34Ayah keempat mencariku sendirian.
01:36Dia berlutut di hadapan musuh terbesarnya
01:38dan membiarkan sayapnya dirobek.
01:39Semua itu demi membawaku pulang.
01:41Ayah keempat yang paling mencintaiku.
01:43Sampai empat tahun lalu,
01:45saat ayah kedua membawa Gita kembali dari perbatasan,
01:48semua orang bilang ibuku adalah pasangan takdir dari keempat ayahku.
01:51Tapi saat upacara pernikahan,
01:53ibu Gita,
01:54Gina muncul.
01:55Saat itu juga mereka berempat alihkan cinta mereka padanya dalam semalam.
01:58Mereka bilang,
01:59ibuku jadi gila karena cemburu.
02:01Dia siksa Gina
02:02dan tenggelamkan diri ke sumber.
02:04Setelah ibu meninggal,
02:05Gina juga menghilang.
02:07Cuma saat Gita kembali,
02:08barulah mereka tahu kebenarannya.
02:10Gina pergi karena rasa bersalah.
02:12Aku nggak pernah percaya itu,
02:14tapi keempat ayah nggak mempercayai ku.
02:17Jadi tiap kali aku bertengkar sama Gita,
02:20mereka memilihnya.
02:22Aku berubah dari wanita paling berharga di alam ini
02:24jadi budak di sarang liar.
02:26Ayah keempat mengambil pisau yang terjatuh.
02:28Melihat luka di leherku,
02:30lalu membalik pisau dan mengarahkannya pada aku.
02:32Aku tersentak mundur.
02:34Ujungnya menyayat kulitku.
02:35Darah segar mengalir.
02:37Kalau kau sangat ingin mati,
02:38kenapa kau menghindar?
02:39Kau persis kayak ibu mularas,
02:42menyedihkan.
02:43Kalian berdua menyakiti diri demi perhatian.
02:45Tapi dia lebih cerdas.
02:47Dia melakukannya di depan kami berempat.
02:49Kau memilih tempat busuk ini.
02:51Bodoh.
02:53Kau memilih tempat busuk ini.
02:55Bodoh.
02:56Aku mulai menjelaskan.
02:57Lalu aku ingat mereka nggak pernah mendengarkan.
03:00Aku menundukkan kepala.
03:02Kau benar tuanku.
03:04Apa kau jauh-jauh kesini
03:06cuma buat menonton pertunjukan?
03:07Jangan sanjung dirimu sendiri.
03:09Hari ini ulang tahun Gita.
03:10Dia bakal dinobatkan jadi wanita suci.
03:12Dia bilang dia bakal memaafkanmu.
03:14Aku disini buat membawamu kepadanya.
03:17Wanita suci.
03:18Sebuah gelar yang dijanjikan keempat ayah padaku
03:20sejak aku umur 10 tahun dulu.
03:22Kalau ada yang ambil milikku,
03:24aku bakal hancurkan kerajaan ini.
03:26Sekarang aku cuma bilang,
03:29aku nggak mau pergi.
03:32Itu bukan pilihanmu.
03:34Dia menyuruhku mandi dan ganti baju.
03:37Lalu memanggil kereta langitnya.
03:39Sebuah kereta emas yang ditarik dua ular bersayang di perjalanan.
03:42Ayah keempat nggak berhenti bicara.
03:44Tunjukkan lehermu saat kau melihat Gita.
03:46Jangan pancing amarahnya.
03:47Tunduk padanya.
03:49Dedaku sakit.
03:51Semakin tinggi kami terbang,
03:53semakin keras suara ibu memanggil di kepalaku.
03:56Aku berdiri,
03:57membuka pintu kereta,
03:58dan melompat.
04:02Teriakannya membelah udara di belakangku.
04:04Di ketinggian ini,
04:06aku pasti mati.
04:07Tapi aku mendarat di pelukan hangat.
04:09Ayah keempat menangkapku.
04:11Sayapnya melingkupi kami.
04:13Kami menghantam daratan dan berguling dua kali.
04:16Raungan marahnya,
04:18mengguncang udara.
04:19Laras!
04:20Dengar!
04:21Apa kau sudah gila?
04:24Darah dari luka di dahinya menetes di wajahku.
04:27Aku ulurkan tangan buat mengusap darahnya.
04:29Berhenti bermain-main.
04:30Kau cuma ingin lihat apa aku masih peduli.
04:33Aku nggak peduli.
04:34Aku nggak peduli.
04:35Aku bakal tangkap setiap makhluk yang jatuh secara refleks.
04:37Kalau aku tahu itu kau,
04:38aku nggak bakal repot.
04:39Lain kali kalau kau mau mati, silakan saja.
04:41Aku nggak bakal peduli.
04:45Bagus.
04:46Ingat itu, Rahmat.
04:56Ayah keempat hampir tenggelam saat masih kecil.
04:58Air dalam itu ketakutan terbesarnya.
05:01Dia sendiri yang bilang dia nggak bakal menyelamatkanku.
05:04Arus dingin membanjiri paru-paruku.
05:06Aku bahagia.
05:07Akhirnya,
05:07aku bakal pulang ke tempat ibu.
05:10Aku nggak tahu berapa lama kegelapan itu berlangsung.
05:12Sebuah tangan menampar wajahku.
05:15Ayah ketiga berdiri di depanku dengan marah.
05:17Dasar jalan egois.
05:20Kau tahu Rahmat hampir tenggelam saat menyelamatkanmu.
05:24Dari keempat ayah,
05:25aku paling dekat sama dia.
05:27Dia mengajariku membaca jejak bau.
05:29Mengenali tumbuhan obat.
05:31Dia selalu lembut.
05:33Nggak peduli apa salahku.
05:34Dia nggak pernah menghukumku.
05:37Sampai kita kembali,
05:38dia menyuntuh ular berbisa dan digigit.
05:41Dia merencanakannya.
05:42Ekor ayah ketiga mencambuk punggungku.
05:45Ini salahku, Laras.
05:47Aku nggak mendidikmu dengan benar.
05:50Kemudian Gita diracun lagi.
05:52Ayah ketiga melemparku ke dalam lubang racun.
05:55Makhluk menggali dalam ke dagingku.
05:57Dan meremes keluar berlumuran darah.
05:59Bahkan setelah ayah ketiga menyembuhkanku,
06:01aku kehilangan mata kiriku.
06:03Melihat kehandinganku sekarang.
06:04Dia anggap itu sebuah pengakuan.
06:05Tenanglah.
06:06Hari ini upacara penobatan Gita.
06:09Laras mungkin nggak sanggup menahannya.
06:10Dia coba bunuh diri tiga kali di depanku.
06:13Kau terlalu lama jauh dari lingkungan istana.
06:15Dia lakukan trik ini puluhan kali selama empat tahun.
06:17Cuma buat cari perhatian lagi.
06:19Jadi begitu rupanya.
06:22Laras, hari ini ulang tahun Gita.
06:23Jangan buat keributan di depan ayah pertama dan ayah kedua.
06:26Kau tahu gimana sifat mereka.
06:27Sebelum dia selesai bicara,
06:29aku raih kotak obat di belakangnya.
06:31Mengambil obat yang paling beracun.
06:33Dan menelannya.
06:34Racun itu membakar pembuluh nadiku.
06:37Tapi aku tersenyum.
06:38Ayah ketiga pernah memberitahuku.
06:39Racun ini nggak ada penawarnya.
06:41Kalau aku menelannya,
06:43aku bakal mati.
06:44Ayah ketiga terpaku selama dua detik.
06:48Dan menyuduk jarinya ke tenggorokanku.
06:52Apa kau sudah gila?
06:53Apa kau tahu apa yang baru kau telan?
06:55Dia memaksaku muntah.
06:57Lalu menekan telapak tangannya ke dadaku.
06:59Tiga ekornya melili tubuhku.
07:01Dia menyalurkan energi spiritualnya ke tubuhku.
07:04Memaksa agar racunnya keluar.
07:05Darah hitam merembes keluar dari pori-poriku.
07:08Akhirnya dia mengelan nafas lega.
07:10Laras.
07:11Itu cuma sebuah gelar.
07:12Apa beneran layak buat mati karenanya?
07:14Laras, tolong hentikan ini.
07:16Kemarin kami sudah bicara sama Gita.
07:17Dia bersedia memaafkanmu.
07:19Setelah hari ini kau bisa kembali ke istana.
07:20Ayah pertama juga bakal memberimu gelar wanita suci.
07:23Aku janji.
07:23Air mata mengalir di wajahku.
07:25Tolong.
07:26Aku mohon padamu.
07:27Biarkan aku mati saja.
07:30Laras, apa kau nggak mengerti?
07:32Aku mengerti.
07:33Tapi aku nggak ingin kembali.
07:36Aku ingin pulang ke rumah.
07:37Ketempat ibu.
07:39Aku memberitahu mereka suara di kepalaku.
07:41Bahwa ibu masih hidup di dunia lain.
07:43Dan aku cuma harus mati buat menemuinya.
07:46Wajah mereka berubah dari bingung jadi sesuatu yang lebih buruk.
07:49Akhirnya ayah ketiga menarikku berdiri.
07:52Laras.
07:54Dengarkan aku.
07:56Ibumu sudah mati.
08:00Ibu tenggelamkan diri di sungai.
08:02Ayah pertama menariknya keluar.
08:04Tapi nggak ada yang berhasil.
08:06Mereka menyaksikan dagingnya membusuk.
08:08Ayah ketiga bilang kalau suara yang aku dengar itu cuma hayalan.
08:11Aku tahu apa yang ku dengar itu nyata.
08:12Tapi apapun yang ku katakan.
08:14Mereka menolak mempercayai ku.
08:15Ayah ketiga menghela nafas.
08:17Kalau kau nggak sanggup kembali ke istana, tinggallah di sini bersamaku.
08:21Saat aku bakal menolaknya, tenang berguncang.
08:23Langkah kaki berat dan geraman rendah bergema di sepanjang koridor.
08:25Ayah pertama dan ayah kedua masuk tergesa-gesa dengan mata melotok.
08:28Apa kau melihat Gita?
08:29Dia menghilang.
08:31Ayah ketiga dan ayah keempat mematuh.
08:34Suara ayah kedua terdengar parau.
08:37Pagi ini dia bertanya di mana sarang liar itu.
08:41Dia ingin bawa laras kembali.
08:44Aku menolak.
08:46Tapi dia pasti tetap pergi.
08:48Mereka berempat menoleh dan menatapku.
08:50Aku tahu tatapan itu.
08:51Sebelum mereka sempat bicara, aku sudah gelengkan kepala.
08:55Bukan aku.
08:56Gimana mungkin bukan kau?
08:58Cakar ayah keempat mencengkeram leherku.
09:00Menghantam tubuhku ke dinding.
09:03Pantas saja kau mau mati pagi ini.
09:05Di mana kau sembunyikan dia?
09:08Cengkeramannya menguat.
09:10Air mata mengalir di wajahku.
09:12Tapi aku terus gelengkan kepala.
09:14Aku nggak pernah melihatnya.
09:16Mata ayah keempat berkilat marah.
09:18Dia menekanku ke lantai dan melepaskan kekuatan mentalnya.
09:22Aku nggak bisa bernafas.
09:24Pandanganku memutih.
09:25Dia menarik diri tepat sebelum aku pingsan.
09:28Aku tanya terakhir kali.
09:29Di mana Gita?
09:32Aku tahu mereka nggak bakal mempercayaiku.
09:34Jadi aku tersenyum.
09:38Aku membunuhnya.
09:39Kampatnya membekuh.
09:40Ayah pertama menggerai.
09:42Apa yang baru saja kau katakan?
09:44Aku tertawa.
09:46Aku membunuhnya.
09:47Aku membiarkan sekelompok penjahat merusaknya terlebih dahulu.
09:50Kau selalu bilang dia suci.
09:51Dan sekarang dia lebih kotor dari aku.
09:54Jadi apa yang kau tunggu?
09:56Bunuh aku.
09:57Sesuatu dalam diri mereka pecah.
09:59Ayah pertama berubah jadi naga.
10:01Dan menekan tubuhku.
10:03Wujud beruang ayah kedua muncul.
10:04Cakarnya merobek tubuhku.
10:06Mencabik daging dari tulang.
10:08Mereka lakukan itu bergantian.
10:10Cakar, taring, racun, tekanan energi spiritual.
10:14Awalnya aku masih bisa menjerit.
10:16Lalu suara jeritanku hilang.
10:18Semakin sakit.
10:19Aku semakin senang.
10:21Aku bakal segera bertemu ibu.
10:23Kempat ayah berbalik buat pergi.
10:25Mereka ingin banget mencari Gita.
10:27Tepat saat mereka melangkah keluar, seorang pelayan muda datang terburu-buru.
10:31Tuan, wanita suci telah ditemukan.
10:35Ayah pertama mencengkramnya.
10:37Di mana?
10:38Dia hidup.
10:39Dia tersesat di jalan menuju sarang liar dan sekarang lagi di jalan pulang.
10:42Ayah kedua bertanya dengan suara tercekat.
10:44Dia masih hidup.
10:45Pelayan itu mengangguk bingung.
10:46Iya, Tuan.
10:48Wajah keempatnya berubah pucah.
10:50Lalu aku berteria.
10:52Mereka memutar tubuh dan membuka pintu.
10:55Aku mengangkat belati.
10:57Dan menusukkannya ke jantungku.
11:01Rasa sakitnya gak tertahankan.
11:04Aku hampir gak bisa menahan air mata.
11:05Tapi ini berarti aku bisa bertemu ibu.
11:08Melalui penglihatan yang kabur.
11:09Aku lihat keempat ayah berlari ke arahku.
11:12Ayah pertama robek jubau pacaranya.
11:15Dan menekannya ke dadaku.
11:17Ayah kedua mencabut belatinya.
11:20Ayah ketiga menjejalkan pil roh ke mulutku.
11:22Ayah keempat terus memanggil namaku.
11:25Laras.
11:27Laras.
11:28Jangan penjamkan matamu.
11:29Cara mereka panik.
11:31Mengingatkanku pada saat aku sakit waktu masih kecil dulu.
11:34Saat itu adalah titik balik musim dingin.
11:36Kempat ayah merayakannya bersamaku.
11:38Aku bermain terlalu lama di salju dan demam.
11:41Mereka mengelilingi tempat tidurku dan memujukku lembut.
11:44Kempat ayah dulu baik banget padaku.
11:46Bahkan setelah semua mereka lakukan buat kita.
11:49Aku masih ingat kebaikan mereka.
11:50Aku menatap wajah mereka satu persatu buat yang terakhir kali.
11:54Lalu aku pejamkan mataku.
11:55Sesaat kemudian, rasa sakitnya hilang.
11:58Saat aku terbangun lagi, aku terbaring di kamar ayah ketiga.
12:01Lukaku sudah diobati.
12:02Kempat ayah duduk kelelahan.
12:05Mereka terlihat kayak gak tidur berhari-hari.
12:08Gita ada di samping tempat tidurku.
12:10Dia tersenyum lebar saat aku membuka mata.
12:12Kak Laras, kau akhirnya sadar.
12:14Ayah ketiga memeriksa denyut seperti tuaku dan berkata dingin.
12:18Belatinya gak sepenuhnya menembus jantungmu.
12:20Karena hal itu dan pil kebangkitan adalah satu-satunya alasan kau selamat.
12:23Kau sudah gak sadarkan diri selama lima hari.
12:27Lima hari.
12:29Ayah ketiga terbang ke tempat suci gurunya buat memohon pil itu.
12:33Aku tersenyum pahit.
12:34Buang-buang sesuatu yang berharga banget.
12:37Aku masih ingin mati.
12:38Ayah kedua mendekat.
12:40Laras,
12:41kalau kau gak sakiti Gita,
12:43kenapa kau gak jujur pada kami?
12:45Kenapa harus berbuat sejauh itu dan buat semua orang khawatir?
12:48Yang lain mengangguk setuju.
12:49Mereka semua salahkan aku karena sembrono.
12:52Cuma Gita satu-satunya yang membelaku.
12:54Tolong hentikan memarahinya.
12:56Ini semua salahku.
12:57Aku tersesat waktu mau beli hadiah buat Kak Laras.
13:00Matanya memerah saat berbicara.
13:02Ayah pertama menetapku dengan tajam.
13:04Laras,
13:05Gita khawatir banget padamu.
13:07Dia bahkan gak rayakan ulang tahunnya sendiri.
13:09Dan begini caramu membalasnya.
13:11Minta maaf sekarang juga.
13:15Minta maaf.
13:16Buat apa?
13:17Dia yang tersesat.
13:19Gimana itu bisa jadi salahku?
13:21Alis ayah ketiga berkerut.
13:22Kau masih keras kepala banget.
13:24Gimana sama semua yang sudah kau lakukan padanya selama bertahun-tahun?
13:27Apa kau gak berhutang permintaan maaf padanya?
13:29Aku gak berhutang apa-apa padanya.
13:30Aku gak pernah memukulnya.
13:31Gak pernah meracuninya.
13:32Gak pernah menyuruh orang mengejarnya.
13:34Dia memfitnahku.
13:35Kenapa kalian selalu mempercayainya?
13:37Kenapa kalian biarkan dia ambil semua milikku?
13:41Rasa sakit bertahun-tahun langsung tertumpahkan keluar.
13:45Semua orang di ruangan itu mematung.
13:47Wajah kita berkerut.
13:49Dia langsung menangis terseduh-seduh.
13:51Kalaras, kau salah paham.
13:53Aku gak pernah ingin mengambil milikmu.
13:54Aku, aku gak perlu jadi wanita suci.
13:57Kau bisa mengambilnya kembali.
13:59Dia raih lengan baju ayah pertama sambil menangis.
14:03Ayah pertama, pulangkan aku ke Padang Utara.
14:07Disitulah tempatku.
14:09Hati keempat ayah langsung luluh.
14:11Mereka buru-buru menghiburnya.
14:13Lalu mereka menatapku.
14:14Wajah ayah pertama mengeras.
14:16Laras, kau persis kayak ibumu yang sudah mati.
14:19Selalu menyiksa Gita.
14:21Aku membalas ucapannya.
14:23Dan dia persis kayak ibunya yang sudah mati.
14:25Pakai trik murahan buat memfitnaku.
14:27Cukup!
14:29Ayah ketiga menampar wajahku.
14:30Kalau ibumu melihatmu sekarang, dia pasti malu.
14:33Air mata mengalir di wajahku.
14:35Apa hakmu menyebut ibuku?
14:37Dia pertaruhkan nyawa buat selamatkan kalian berempat.
14:40Dia bantu merebut kembali wilayah kalian.
14:42Dia kembalikan kehormatan garis keturunan kalian.
14:44Dan gimana cara kalian membalasnya?
14:46Kalian singkirkan dia demi wanita yang baru kalian kenal.
14:49Kalian bersumpah bakal melindunginya seumur hidup.
14:51Tapi kalian mendorongnya menuju kematiannya.
14:53Gak ada seorang undi empat kerajaan yang berani panggil mereka dengan nama sebenarnya.
14:57Wajah mereka semua berubah pucat.
14:59Setelah ibu meninggal, ayah pertama melarang siapapun sebut namanya.
15:03Dia hancurkan semua fotonya.
15:05Siapapun yang dekat dengannya diusir.
15:08Semua orang bilang, itu karena kenangannya menyakitkan banget.
15:11Cuma aku yang tahu kebenarannya.
15:13Mereka marah.
15:14Marah karena kematian ibu buat Gina pergi.
15:17Karena setiap kali mereka sebut nama ibu, wajah mereka berkerut penuh kebencian.
15:25Waktu kecil, aku beneran percaya ibuku jahat.
15:29Sampai aku bertemu Leah, pelayan pribadi ibuku.
15:32Dia tinggal di pavilion yang ditelantarkan.
15:34Aku jatuh ke halaman itu saat memanjat pohon.
15:37Begitu Leah melihatku, dia tahu aku anak siapa.
15:40Kau mewarisi matanya.
15:42Dia sentuh wajahku.
15:44Tetapannya lembut penuh kerinduan.
15:45Leah yang beritahu aku kebenarannya.
15:47Ibu bukan penjahat.
15:49Dia itu korban.
15:50Dia bebaskan ayah pertama dari tawanan.
15:53Obati luka ayah kedua.
15:55Jadi obat penawar hidup buat ayah ketiga.
15:58Dan bantu ayah keempat temukan cinta lamanya yang hilang.
16:01Wanita sebaik itu.
16:02Bagaimana mungkin mereka gak mencintainya?
16:04Jadi keempat ayahku jatuh cinta padanya.
16:07Leah bilang, awalnya ibu cinta ayah pertama.
16:09Ayah pertama janji bakal jadikan ibu pasangan terikatnya.
16:12Tapi di malam pesta pengikatan mereka, Gina muncul.
16:15Dia putus ikatan itu.
16:17Dan buat ibu jadi bahan tertawaan.
16:19Kemudian, ibu bersama ayah keempat.
16:21Buat beberapa saat, dia siap pergi bersamanya.
16:24Tapi dia dengar ayah keempat mengaku pada Gina.
16:27Kaulah yang beneran kuinginkan.
16:29Tapi selama dia ada di sini, dia cuma bakal buat masalah buatmu dan kakak pertama.
16:32Biarkan aku membawanya pergi.
16:34Dan kau bebas.
16:38Biarkan aku membawanya pergi.
16:40Dan kau bebas.
16:41Jadi ayah keempat juga cinta Gina.
16:43Segala yang dia katakan tentang kabur dan pergi bersama ibu.
16:46Ternyata cuma umpan buat menyingkirkannya.
16:48Setelah itu, ibu dipenjara sama ayah kedua dan ayah ketiga buat sementara waktu.
16:53Lalu Gina memfitnahnya.
16:55Kempat ayah menyiksanya.
16:57Dia gak sanggup menahan semuanya lagi.
16:59Dia menenggelamkan diri di sungai.
17:01Leah bilang.
17:02Semua orang bilang dia melompat karena dia patah hati.
17:05Tapi sebenarnya hari itu dia bahagia.
17:07Dia bilang padaku bahwa akhirnya dia pulang.
17:09Aku bingung.
17:10Bukankah ini rumahnya?
17:12Leah gelengkan kepalanya.
17:14Dia bilang rumahnya ada di dunia lain.
17:16Dan kau juga bisa pergi ke sana.
17:18Dunia lain.
17:19Saat itu aku gak mengerti.
17:21Tapi ketika suara itu muncul, semuanya jadi masuk akal.
17:27Rumahku juga bukan di sini.
17:29Dunia ibu adalah rumahku.
17:30Mungkin karena ucapanku bangkitkan kenangan lama.
17:34Kempat ayah melunak.
17:35Saat mereka bicara padaku lagi, suara mereka terdengar lebih lembut.
17:39Ayah keempat melangkah maju.
17:41Dan mengelus rambutku kayak dulu.
17:43Laras.
17:44Ikut ayah.
17:45Kita tinggalkan istana.
17:47Berpetualang di tanah bebas.
17:48Bukankah kau selalu bilang mau jadi kayak ayah?
17:50Kehangatan menderetnya mengejutkan yang lain.
17:53Kilatan kebencian melintas di wajah Gina.
17:56Tapi aku bisa lihat maksud ayah keempat.
17:58Rahman.
17:59Kau bawa aku pergi karena kasihan padaku.
18:02Atau karena mau aku pergi biar aku gak ganggu kita.
18:05Kepanikan muncul di matanya.
18:06Laras.
18:07Ayah lakukan ini demi kebaikanmu.
18:08Selama kau di sini, kau bakal terus pikir kita menyakitimu.
18:11Kalau kupisahkan kalian, rasa iri bakal hilang.
18:13Kau bakal kembali normal.
18:14Aku tertawa gak percaya.
18:16Jadi dia pikir aku rusak.
18:18Ayah ketiga maju.
18:19Rahman, jangan bawa dia pergi.
18:20Dia luka parah.
18:21Dia harus sembuh.
18:22Beri aku waktu.
18:23Aku bakal bawa dia ke rumah suci.
18:25Gak seorang pun dari kalian boleh membawanya.
18:27Biarkan dia kembali ke sarang liar.
18:29Dia sudah berperilaku baik di sana selama tiga tahun.
18:31Aku tertawa dingin.
18:34Mengirimku kembali ke sarang itu.
18:35Marwan, bukannya monster buasmu sudah cukup menghancurkanku.
18:38Ayah kedua menatapku dengan tatapan gak percaya.
18:40Laras, apa yang kau bicarakan?
18:41Aku mengirimmu ke sana cuma buat bekerja gak lebih.
18:45Apa maksudmu?
18:49Ayah kedua bukan satu-satunya yang terkejut.
18:51Aku juga.
18:53Hari dia membuangku ke sarang itu.
18:55Dia menyuruh pengembah wujud menjagaku dengan baik.
18:58Tak lama kemudian,
19:00sekelompok orang menyerbu selku.
19:01Mereka bilang Raja Beruang yang beri perintah.
19:04Sejak malam itu aku jadi budak birahi baru.
19:07Seseorang datang setiap malam.
19:08Kadang tiga orang sekaligus.
19:10Tapi aku meminum akar mandul.
19:13Aku gak pernah lahirkan anak.
19:15Aku ceritakan semuanya pada mereka.
19:17Wajah mereka memucat.
19:19Bibir ayah ketiga bergetar.
19:21Akar mandul mengikis tulangmu sampai keropos.
19:23Gimana kau bisa menahannya?
19:25Masih lebih baik daripada melahirkan.
19:27Ayah keempat cengkeram kerah baju ayah kedua.
19:30Kau bilang sarang itu bakal membuatnya kuat.
19:32Inikah yang kau sebut membuatnya kuat?
19:34Dia layangkan kekuat.
19:36Ayah kedua gak menghindar.
19:37Aku gak pernah beri perintah itu.
19:39Kawananku gak bakal pernah lakukan hal ini.
19:41Mungkinkah?
19:41Lalu Gita berbicara lembut.
19:43Kak Laras bohong.
19:44Aku tahu itu.
19:45Laras, bukankah ini kelewatan?
19:47Bahkan buat menarik perhatian.
19:51Indira gak pernah meninggalkan ponselnya.
19:52Kemana kalian bakal kirim barang-barangnya?
19:54Wanita itu ragu.
19:55Gak menyangka pertanyaannya.
19:58Aku bibiknya Indira.
19:59Kami harus kemasi barangnya dan mengirimnya ke rumah suaminya.
20:01Ke rumah suaminya?
20:03Jadi Indira bersiap buat kembali tinggal bersamaku.
20:06Itu masuk akal.
20:07Dia memang berencana bawa dia kembali setelah ritual klaim.
20:10Gak biarkan dia sendirian lagi di kediaman murti.
20:13Bibi.
20:14Soal ritual klaim malam ini.
20:16Ada sedikit kekeliruan.
20:17Apa Indira bilang sesuatu?
20:18Dia tahu kalau beberapa keluarga lakukan ritual klaim malam ini.
20:21Itu yang Indira katakan.
20:22Meski mendengar kata-kata itu, rasa gelisah menyeruak di hatinya.
20:25Oh, aku gak bisa bicara lagi.
20:27Kami lagi sibuk mengemas.
20:28Indira dan Nadira diklaim malam ini.
20:30Kami harus siapkan barang-barang mereka.
20:32Gita membawaku ke kamarnya.
20:34Bulu apa yang kau mau buat tempat tidurmu?
20:37Pelayan mana yang kau suka?
20:39Satu detik.
20:40Senyuman memenuhi wajahnya.
20:42Tapi saat keempat ayah pergi, topeng wajahnya terjatuh.
20:44Anak buahnya memaksaku berlutut.
20:48Jadi kau bawa aku ke sini buat menyiksaku?
20:50Adalah, sana apa lagi?
20:51Apa kau beneran mengira aku bakal memanjakanmu?
20:53Laras.
20:54Ibumu bunuh ibuku.
20:55Aku bakal balas dendam.
20:58Bagus.
20:59Kalau begitu bunuh aku.
21:02Kau pikir aku gak bakal melakukannya?
21:04Eh, ibumu itu pelacir perusahaan rumah tangga.
21:07Wanita murahan.
21:08Yang buka paha untuk setiap alfa yang melihatnya.
21:11Beraninya kau bicara tentang ibuku?
21:12Gita menerjangku.
21:14Dan menampar wajahku.
21:15Dia keluarkan pisau dan menekannya ke leherku.
21:18Ibuku buka sampah redahan.
21:20Dia sebenarnya.
21:21Dia itu.
21:21Nona Gita.
21:23Hati-hati.
21:25Gita berkedip.
21:27Kesedarannya kembali.
21:28Dia tertawa pelan.
21:30Kau hampir buatku terkecoh, Laras.
21:31Kau beneran ingin mati ya?
21:33Sayang banget.
21:35Aku gak bakal biarkan kau mati.
21:39Aku ingin kau sehat dan bernapas.
21:43Biar kau bisa lihat aku ambil semuanya darimu.
21:46Dia berdiri dan bertepuk tangan.
21:48Beberapa pria berbadan besar masuk.
21:56Jantungku berhenti berdetak.
21:57Mereka orang dari sarang liar.
21:59Tubuhku mulai gemetar.
22:00Gita gak mungkin bisa memerintah kawanan Raja Beruang.
22:03Kalau mereka ada di sini.
22:04Itu cuma berarti satu hal.
22:05Selama tiga tahun ini.
22:07Setiap laki-laki yang datang ke selku adalah orang milikmu.
22:10Gita mendonggakan kepala dan tertawa.
22:13Cukup lama kau menyadarinya.
22:14Aku memilih satu persatu untukmu.
22:16Aku baik banget kan?
22:18Dia menjijikan.
22:19Tapi gimana cara dia melakukannya?
22:20Aku mengujinya.
22:21Apa kau gak takut Raja Beruang bakal tahu?
22:24Kalau aku berani melakukannya.
22:25Aku pastikan dia gak bakal pernah tahu.
22:27Khawatirkan saja dirimu.
22:29Dia menepuk tangannya sekali dan para laki-laki itu menyerbuku.
22:33Perutku terasa muak.
22:36Gita gak bakal biarkan aku mati.
22:38Tapi dia juga gak bakal membiarkanku hidup dengan tenang.
22:40Setiap hari terasa sakit.
22:42Saat tubuh melemah.
22:43Dia memaksaku meminum pil penyembuh.
22:46Setengah bulan kemudian.
22:47Aku bukan apa-apa.
22:48Selain tulang dan mata yang kosong.
22:51Mereka yang abaikan aku bertahun-tahun tiba-tiba mulai muncul.
22:53Gita gak pernah biarkan mereka melihatku.
22:55Dia memberitahu mereka kalau aku terlalu rapuh.
22:57Setelah ditolak beberapa kali.
22:59Mereka mulai curiga.
23:01Aku harus membawanya ke rumah suci.
23:03Sebelum pertemuan.
23:04Gita mendesis di telingaku.
23:06Kau tahu apa yang harus kau katakan dan apa yang enggak.
23:08Jangan lupa para ayah kesayanganmu.
23:10Bakal selalu percaya padaku daripada padamu.
23:13Tapi saat aku melihat mereka.
23:14Aku meraih tangan ayah ketiga.
23:17Selamatkan aku.
23:18Laki-laki di sini.
23:19Mereka semua orangnya Gita.
23:20Dia rencanakan kudeta.
23:22Wajah Gita memucat.
23:25Kak Laras.
23:25Apa yang kau katakan?
23:27Delusinya semakin parah.
23:28Dia sudah katakan ini berhari-hari.
23:30Satya.
23:31Dengarkan aku.
23:32Ini.
23:32Cukup.
23:34Laras.
23:34Aku pikir berada di sini bakal membantu memerenung.
23:37Tapi kau masih melakukan semuanya untuk memfitah Gita.
23:40Aku sudah muak.
23:40Aku gak bakal kembali lagi.
23:42Dia berbalik dan keluar tanpa sepatah kataku.
23:44Secerca harapan terakhirku pun sirna.
23:46Gita membungkuk dan berbisik di telingaku.
23:48Laras.
23:49Kapan kau bakal belajar?
23:50Gita melambaikan tangan memanggil para laki-laki itu masuk.
23:53Mereka membawa alat-alat baru yang belum pernah kulihat sebelumnya.
23:56Dia mengambil camuk.
23:58Merendamnya di air garam.
23:59Mencambuk munggungku.
24:00Tawanya menyeramkan.
24:01Habisi dia malam ini.
24:01Gak ada yang bakal menyelamatkannya lagi.
24:03Sebelumnya, pria-pria itu menahan diri biar gak meninggalkan bekas.
24:07Sekarang, mereka sama sekali gak menahan diri.
24:09Aku memajamkan mata dalam keputus asaan.
24:11Tiba-tiba terdengar keributan di luar.
24:12Pintunya ditendang sampai terbuka.
24:14Empat ayah berdiri di ambang pintu.
24:15Sekalinya mereka melihat kejadian di dalam.
24:17Wajah mereka langsung berubah.
24:18Ayah pertama masuk dan menendang laki-laki itu menjauh dariku.
24:21Lalu menoleh ke arah Gita.
24:22Gita, apa-apaan ini?
24:25Dominasi dari kaisar beruang membuat kaki Gita lemas.
24:29Ayah, biar aku jelas, Kak.
24:31Aku cuma bermain sama Kak Laras.
24:33Dia takut laki-laki.
24:34Jadi aku bantu dia mengatasinya.
24:35Maka anjing liar gak bakal percaya itu.
24:37Itu yang kau sebut bermain.
24:39Lalu gimana sama kawanan yang kau dirikan di puncak utara?
24:44Ayah kedua melepaskan sesuatu ke kakinya.
24:46Benda itu berguling di lantai dan berhenti.
24:49Sebuah kepala yang terputus.
24:50Wajah Gita langsung pucat pasih.
24:53Baru saat itu aku paham.
24:54Ternyata ayah ketiga percaya padaku sepanjang waktu.
24:57Setelah aku genggam tangannya.
24:58Dia sadar kalau pelayan di sekitarku memiliki aroma yang sangat.
25:01Aroma tajam, maskulin, dan agresif.
25:03Pengintai milik ayah kedua ungkap kebenarannya.
25:06Ibunya Gita, Gina.
25:07Bukan cuma perempuan pengembara biasa.
25:09Dia pewaris terakhir dari garis darah lama.
25:11Yang sudah digulingkan sama keempat ayah.
25:13Dia habiskan waktu bertahun-tahun buat rencanakan balas dendam.
25:16Dia melihat ibu adalah pengikat yang menyatukan keempat ayah.
25:19Jadi dia memfitnah ibu.
25:20Membuat para ayah membencinya.
25:21Saat ibu coba bongkar ke duk Gina.
25:23Gina sudah bunuh dia terlebih dahulu.
25:25Ibu gak bunuh diri.
25:26Gina yang membunuhnya.
25:29Kami juga baru tahu soal ini.
25:31Setelah Gina membunuhnya, dia melarikan diri.
25:34Lalu ayah kedua kebetulan menemukan Gita dan membawanya pulang.
25:37Gina sudah bertahun-tahun tanamkan kebencian pada Gita.
25:41Gita pakai semua trik yang ibunya pakai pada ibuku.
25:43Dan itu berhasil.
25:44Hampir terasa lucu.
25:46Ibu dan aku punya dirita nasib yang sama.
25:48Dan keempat laki-laki ini membiarkannya terjadi.
25:50Dua kali.
25:51Ayah, dengarkan aku.
25:54Gita merangkak menuju ayah pertama.
25:56Memeluk jubahnya.
25:58Aku putri kandung kalian.
26:00Kau bukan putriku.
26:01Aku gak pernah mengklaim ibumu.
26:03Kau cuma anak liar.
26:04Kata-kata itu menembus hati Gita.
26:06Dia menggelengkan kepala dengan liar.
26:08Lalu mulai tertawa.
26:10Aku anak liar.
26:11Laraslah anak liar itu.
26:12Sampai hari ini, kalian bahkan gak tahu anak siapa dia sebenarnya.
26:15Kalian pikir cuma mereka yang kupunya.
26:17Aku punya petarung di sarang ini.
26:19Dia melepas sedangkan energi seperti itu.
26:21Para pengubah wujud liar menyerbu dari setiap bayang.
26:24Dua kubu bertarung.
26:25Aku menonton sejenak.
26:26Lalu berdiri dan sampai di dinding luar.
26:29Memancet ke puncak tertinggi.
26:30Lalu aku berdiri di atas.
26:32Bulan purnama malam ini besar dan teras.
26:34Akhirnya aku bakal pulang.
26:35Aku menekuk lutut siap melompat.
26:37Tiba-tiba suara gak asing terdengar dari belakang.
26:39Laras, jangan!
26:41Aku menoleh.
26:42Kempat ayah berdiri di belakangku.
26:44Semua berluburan darah.
26:45Wajah mereka tegang karena takut.
26:47Laras, kami salah.
26:49Kami salah menilaimu.
26:50Jangan lakukan ini.
26:51Aku bakal beri gelar pasangan terikat pada ibumu.
26:54Kehormatan yang pantas dia dapatkan.
26:56Laras, tolong jangan lompat.
26:57Kami bakal perbaiki semuanya.
26:58Kami janji.
26:59Kami janji.
26:59Aku tetap wajah mereka yang penuh kesedih.
27:01Aku tersenyum tipis dan berkata.
27:03Sudah terlambat.
27:04Lalu aku melompat tanpa ragu.
27:06Dilingnya tinggi.
27:07Aku lihat keempat ayah ikut melompat mengejarku.
27:12Saat aku buka mata lagi.
27:14Semuanya tampak terang.
27:16Pintu terbuka.
27:17Nah, seorang wanita berambut pendek dan berpakaian aneh masuk.
27:21Saat dia melihat air mata mengalir dari matanya.
27:23Dia berbisik.
27:25Laras, dari satu kata itu aku tahu.
27:29Dia itu ibuku.
27:30Kami berpelukan dan nangis lama banget.
27:33Ibu memberitahuku bahwa ini dunia modern.
27:35Kempat ayah cuma tokoh dalam cerita.
27:38Dia katakan banyak hal yang gak aku mengerti.
27:40Tapi itu gak jadi masalah.
27:42Nama ibu adalah Santi.
27:44Dia katakan dia jalankan usaha kecil dan punya sedikit uang.
27:48Awalnya dia masuk ke dunia itu buat misi selamatkan keluarganya.
27:52Misinya gagal.
27:53Tapi keluarganya berhasil bertahan sendiri.
27:55Saat itu dia meminta ke roh pelindung.
27:57Selama kami berdua mati, kami bisa kembali bersama.
28:01Dia pikir kalau dia mati, aku juga gak bakal selamat.
28:03Dia gak pernah menyangka kalau penyembuhan ayah ketiga cukup membuatku tetap hidup.
28:07Kemudian, dia menyewa guru buat mengajarkanku soal dunia ini.
28:11Beberapa bulan kemudian, aku masuk SMA di dunia ini.
28:15Laki-laki dan perempuan setara.
28:18Teman-teman sekelasku menghormatiku.
28:20Sikap ibu padaku lembut.
28:22Buat pertama kalinya aku rasakan kehangatan yang belum pernah aku rasakan.
28:26Kemudian roh penjaga menemuiku lagi.
28:28Kematianmu hancurkan keempat ayahmu.
28:30Amarah mereka hancurkan dunia itu.
28:32Dan orang-orang menderita.
28:34Mereka mau tebus kesalahan mereka padamu.
28:35Apa kau mau kembali?
28:40Saat aku ragu-ragu, roh itu mendesak lebih keras.
28:43Kau bukan bagian dari dunia ini.
28:45Kau cuma buat ibumu kesulitan.
28:47Dia punya orang yang mencintainya.
28:49Tapi setelah kau muncul, mereka bertengkar.
28:51Apa kau tega melihatnya menuda sendirian?
28:54Aku membeku.
28:55Aku gak pernah tahu ibu kehilangan kesempatan buat mencintai karena aku.
28:59Saat aku lagi bimbang, sebuah suara terdengar.
29:04Baiklah, kita bakal kembali.
29:06Aku mendongat.
29:08Ibu tersenyum padaku.
29:10Aku bakal pergi bersamanya.
29:12Kempat ayah menunggu di aula.
29:14Tempat aku dulu tinggal.
29:15Setiap dari mereka tampak mengenaskan.
29:17Begitu pintu terbuka.
29:18Mereka berempat berdiri.
29:28Laras, kau beneran kembali, Laras.
29:30Apa kau rindu sama kami?
29:32Kami buat kau yang madu kesukaanmu.
29:33Dan ayunan yang kau sukai waktu kecil masih ada di sana.
29:35Mereka berkerubung di sekelilingku.
29:37Tapi saat salah satu mencoba meraihku, sebuah tangan menariku mundur.
29:41Jangan setuh dia.
29:43Tempat ayahku membeku.
29:45Begitu mereka melihat ibu, mereka kayak binatang lapar yang mencumangsa.
29:49Santi, apa itu kau?
29:50Benarkah itu kau?
29:51Kau hidup.
29:53Kau beneran hidup.
29:57Aku gak pernah berpikir bakal melihatmu lagi.
29:59Syukur pada para dewa.
30:03Kau beneran kembali sama Laras.
30:05Sekarang kita kembali jadi keluarga.
30:07Akhirnya kita bisa hidup damai.
30:09Masing-masing dari mereka maju.
30:11Aku ayahmu, tinggal bersamaku.
30:12Aku mohon, kembalilah bersamaku.
30:14Ikutlah denganku, ikutlah denganku.
30:16Ibu bicara.
30:17Siapa yang bilang kami kembali buat tinggal bersama kalian?
30:22Kempatnya terdiam.
30:24Mereka menetap ibu dengan bingung.
30:26Lalu kenapa kau kembali?
30:29Sesuatu muncul di tangan ibu.
30:32Senjata yang gak pernah mereka lihat sebelumnya.
30:34Santi arahkan ke mereka berempat dan merembar.
30:36Satu tembakan buat masing-masing.
30:39Roh penjaga mencerit kayak teko air mendidih.
30:42Santi!
30:43Apa yang kau lakukan?
30:44Balas denda.
30:46Ibu menetap mereka kayak daging mentah.
30:48Menyiksaku demi gina itu satu hal.
30:51Tapi anakku,
30:53kalian juga menghancurkannya.
30:55Dia tahu apa yang keempat ayah lakukan padaku.
30:58Kalau kau bunuh mereka,
30:59dunia ini bakal runtuh.
31:01Biarkan saja runtuh.
31:04Dunia yang diseimbangkan sama empat idiot ini.
31:07Gak pantas buat ada.
31:09Dia berjalan mendekati keempat ayah itu selangkah demi selangkah.
31:13Kehadirannya menakutkan banget.
31:14Sampai mereka berempat mundur.
31:16Santi tenangkan dirimu.
31:18Kita mau manipulasi kami.
31:20Kami bakal lakukan apa saja buat memperbaikinya.
31:22Aku mohon.
31:27Mereka terlihat kayak bakal petik bintang
31:29dari langit kalau ibu memintanya.
31:32Sayangnya,
31:33ibu gak mau bintang-bintang itu.
31:34Dia mau mereka mati.
31:36Jangan minta kesempatan padaku.
31:38Mohonlah pada dewa manapun yang menunggu kalian di sisi lain.
31:42Terdengar suara tembakan lagi.
31:44Mereka menutup mata dengan putus asa.
31:46Aku cuma punya satu pikiran.
31:49Ibuku luar biasa banget.
31:52Empat orang ini pantas mati.
31:53Roh pelindung itu menjerit lagi.
31:55Kau bunuh mereka semua.
31:57Apa yang bakal terjadi sama dunia ini sekarang?
31:59Siapa yang bakal pimpin empat klan itu?
32:01Rakyat bakal menderita.
32:02Diam!
32:03Ibu mengernyit.
32:05Kalau begitu,
32:06cari pemimpin baru.
32:08Kami tinggal di dunia itu hampir setahun.
32:10Ibu temukan pengganti buhat keempatnya.
32:12Sebelum kami pergi,
32:14kata-kata roh pelindung itu tetap mengganggu ku.
32:16Kalau ibu beneran kehilangan kesempatan cintanya gara-gara aku.
32:19Tapi dia baca pikiranku.
32:21Dia menarikku ke dalam pelukannya.
32:23Saya,
32:24laki-laki datang dan pergi.
32:25Tapi cuma kau keluarga ku satu-satunya.
32:27Aku gak bisa kehilanganmu.
32:29Aku berbisik.
32:31Tapi kalau aku jadi penghalang,
32:34lupakan apa yang roh bodoh itu katakan.
32:36Gak ada seorang pun dari mereka yang pantas buat kita menyerah.
32:38Tepat sebelum kami melangkah melewati pinj.
32:40Satu pertanyaan terakhir terlintas di benakku.
32:43Aku mendongak menatapnya.
32:45Ibu siap ayah kandungku?
32:47Ibu tersenyum dan menyebut satu nama dengan lembut.
32:50Mataku membelalat.
32:51Aku gak percaya.
32:53Gimana mungkin?
32:54Gimana bisa itu dia?
32:55Ibu siap ayah kandungku.
Comments

Recommended