Skip to playerSkip to main content
  • 19 hours ago
Pengkhianatan Empat Alfa🧡🍏 🔥 ENGSUB Hot HD
Transcript
00:01I had a four-year-old, four-year-old alpha level SSS,
00:05which has four-year-old kerajaan.
00:07Raja Naga, Kaisar Beruang, Rubah Berekor IX,
00:11Penguasa Phonix.
00:12I was born to love with them all.
00:15I was born to the power of level S-Ibuku.
00:18I was the woman who was the most famous world in the world.
00:22Until we came,
00:24the husband of their friends before.
00:27She said I was going to hug her.
00:28Raja Naga menjahit mulutku rapat-rapat.
00:31Rubah Berekor IX melemparku ke dalam gua laba-laba bayangan.
00:36Laba-laba itu makan mata kiriku.
00:38Kaisar Beruang lempar aku ke sarang liar.
00:40Selama tiga tahun, aku jadi budak birahi.
00:43Dicakar, digigit, ditunggangi sambil berdarah-darah.
00:48Raku roh pelindung ibumu.
00:49Dia pengelana dari dunia lain.
00:51Anakku yang malam.
00:52Saat ibumu mengetahui bahwa kau masih hidup,
00:54dia ingin bawa kau kembali ke dunianya.
00:56Laras, ibumu putus asa banget.
00:58Sejak tahu kau hidup,
01:00apa kau bersedia?
01:01Aku meraih sebila pisau berkarat dan menekannya ke leherku.
01:04Bagus.
01:05Ibu masih hidup.
01:06Aku bakal segera menemuinya.
01:08Kebahagiaan murni menenggelamkan ketakutanku pada kematian.
01:11Tepat saat aku menggores ke bawah,
01:13sebuah kaki bercakar menendang pisau itu dari tanganku.
01:16Laras,
01:17kau mau coba bunuh diri?
01:19Ayah keempat.
01:22Jangan panggil aku begitu.
01:24Aku sudah putuskan nikatan kita bertahun-tahun yang lalu.
01:28Jangan panggil aku begitu.
01:29Aku sudah putuskan nikatan kita bertahun-tahun yang lalu.
01:31Saat aku masih kecil,
01:32seorang panglima perang liar menculiku.
01:35Ayah keempat mencariku sendirian.
01:36Dia berlutut di hadapan musuh terbesarnya
01:38dan membiarkan sayapnya dirobek.
01:40Semua itu demi membawaku pulang.
01:41Ayah keempat yang paling mencintaiku.
01:43Sampai empat tahun lalu,
01:45saat ayah kedua membawa Gita kembali dari perbatasan.
01:48Semua orang bilang ibuku adalah pasangan takdir dari keempat ayahku.
01:51Tapi saat upacara pernikahan,
01:54ibu Gita,
01:55Gina muncul.
01:55Saat itu juga mereka berempat alihkan cinta mereka padanya dalam semalam.
01:58Mereka bilang,
01:59ibuku jadi gila karena cemburu.
02:01Dia siksa Gina
02:02dan tenggelamkan diri ke sumber.
02:04Setelah ibu meninggal,
02:06Gina juga menghilang.
02:07Cuma saat Gita kembali,
02:09barulah mereka tahu kebenarannya.
02:11Gina pergi karena rasa bersalah.
02:13Aku gak pernah percaya itu.
02:14Tapi keempat ayah gak mempercayai ku.
02:18Jadi tiap kali aku bertengkar sama Gita,
02:20mereka memilihnya.
02:22Aku berubah dari wanita paling berharga di alam ini
02:25jadi budak di sarang liar.
02:26Ayah keempat mengambil pisau yang terjatuh.
02:29Melihat luka di leherku,
02:30lalu membalik pisau dan mengarahkannya pada aku.
02:33Aku tersentak mundur.
02:34Ujungnya menyayat kulitku.
02:36Darah segar mengalir.
02:37Kalau kau sangat ingin mati,
02:39kenapa kau menghindar?
02:40Kau persis kayak ibu mularas.
02:42Menyedihkan.
02:43Kalian berdua menyakiti diri demi perhatian.
02:46Tapi dia lebih cerdas.
02:47Dia melakukannya di depan kami berempat.
02:49Kau memilih tempat busuk ini.
02:51Bodoh.
02:54Kau memilih tempat busuk ini.
02:56Bodoh.
02:56Aku mulai menjelaskan.
02:58Lalu aku ingat mereka gak pernah mendengarkan.
03:00Aku menundukkan kepala.
03:03Kau benar, tuanku.
03:04Apa kau jauh-jauh kesini?
03:06Cuma buat menonton pertunjukanku.
03:08Jangan sanjung dirimu sendiri.
03:09Hari ini ulang tahun Gita.
03:11Dia bakal dinobatkan jadi wanita suci.
03:13Dia bilang dia bakal memaafkanmu.
03:15Aku disini buat membawamu kepadanya.
03:17Wanita suci.
03:18Sebuah gelar yang dijanjikan keempat ayah padaku sejak aku umur 10 tahun.
03:22Dulu.
03:23Kalau ada yang ambil milikku, aku bakal hancurkan kerajaan ini.
03:26Sekarang aku cuma bilang.
03:29Aku gak mau pergi.
03:32Itu bukan pilihanmu.
03:35Dia menyuruhku mandi dan ganti baju.
03:37Lalu memanggil kereta langitnya.
03:39Sebuah kereta emas yang ditarik dua ular bersayang.
03:42Di perjalanan.
03:43Ayah keempat gak berhenti bicara.
03:44Tunjukkan lehermu saat kau melihat Gita.
03:46Jangan pancing amarahnya.
03:48Tunduk padanya.
03:49Dedaku sakit.
03:51Semakin tinggi kami terbang.
03:53Semakin keras suara ibu memanggil di kepalaku.
03:56Aku berdiri.
03:57Membuka pintu kereta.
03:59Dan melompat.
04:02Teriakannya membelah udara di belakangku.
04:05Di ketinggian ini, aku pasti mati.
04:08Tapi aku mendarat di pelukan hangat.
04:10Ayah keempat menangkapku.
04:12Sayapnya melingkupi kamu.
04:14Kami menghantam daratan dan berguling dua kali.
04:17Raungan marahnya.
04:19Mengguncang udara.
04:20Laras!
04:21Dengar.
04:22Apa kau sudah gila?
04:24Darah dari luka di dahinya menetes di wajahku.
04:27Aku ulurkan tangan buat mengusap darahnya.
04:30Berhenti bermain-main.
04:31Kau cuma ingin lihat apa aku masih peduli.
04:33Aku gak peduli.
04:34Aku gak peduli.
04:35Aku bakal tangkap setiap makhluk yang jatuh secara refleks.
04:38Kalau aku tahu itu kau, aku gak bakal repot.
04:39Lain kali kalau kau mau mati, silahkan saja.
04:41Aku gak bakal peduli.
04:46Bagus.
04:47Ingat itu, Rahmat.
04:56Ayah keempat hampir tenggelam saat masih kecil.
04:59Air dalam itu ketakutan terbesarnya.
05:01Dia sendiri yang bilang dia gak bakal menyelamatkanku.
05:04Arus dingin membanjiri paru-paruku.
05:06Aku bahagia.
05:07Akhirnya, aku bakal pulang ke tempat ibu.
05:10Aku gak tahu berapa lama kegelapan itu berlangsung.
05:13Sebuah tangan menampar wajahku.
05:15Ayah ketiga berdiri di depanku dengan marah.
05:18Dasar jalan egois.
05:21Kau tahu Rahmat hampir tenggelam saat menyelamatkanmu.
05:24Dari keempat ayah, aku paling dekat sama dia.
05:28Dia mengajariku membaca jejak bau.
05:30Mengenali tumbuhan obat.
05:31Dia selalu lembut.
05:33Gak peduli apa salahku.
05:35Dia gak pernah menghukumku.
05:37Sampai Gita kembali.
05:39Dia menyuntuh ular berbisa dan digigit.
05:41Dia merencanakannya.
05:43Ekor ayah ketiga mencambuk punggungku.
05:45Ini salahku, Laras.
05:47Aku gak mendidikmu dengan benar.
05:51Kemudian Gita diracun lagi.
05:53Ayah ketiga melemparku ke dalam lubang rakyat.
05:56Makhluk menggali dalam ke dagingku.
05:57Dan meremes keluar berlumuran darah.
06:00Bahkan setelah ayah ketiga menyembuhkanku.
06:02Aku kehilangan mata kiriku.
06:03Melihat kehandinganku sekarang.
06:04Dia anggap itu sebuah pengakuan.
06:06Tenanglah.
06:07Hari ini upacara penobatan Gita.
06:09Laras mungkin gak sanggup menahannya.
06:11Dia coba bunuh diri tiga kali di depanku.
06:13Kau terlalu lama jauh dari lingkungan istana.
06:15Dia lakukan trik ini puluhan kali selama empat tahun.
06:17Cuma buat cari perhatian lagi.
06:19Jadi begitu rupanya.
06:22Laras, hari ini ulang tahun Gita.
06:24Jangan buat keributan di depan ayah pertama dan ayah kedua.
06:26Kau tahu gimana sifat mereka.
06:28Sebelum dia selesai bicara,
06:30aku raih kotak obat di belakangnya.
06:32Mengambil obat yang paling beracun.
06:34Dan menelannya.
06:35Racun itu membakar pembuluh nadiku.
06:38Tapi aku tersenyum.
06:38Ayah ketiga pernah memberitahuku.
06:40Racun ini gak ada penawarnya.
06:42Kalau aku menelannya,
06:44aku bakal mati.
06:45Ayah ketiga terpaku selama dua detik.
06:49Dan menyodok jaringnya ke tenggorokanku.
06:53Apa kau sudah gila?
06:54Apa kau tahu apa yang baru kau telan?
06:56Dia memaksaku muntah.
06:57Lalu menekan telapak tangannya ke dadaku.
07:00Tiga ekornya melilih tubuhku.
07:01Dia menyalurkan energi spiritualnya ke tubuhku.
07:04Memaksa agar racunnya keluar.
07:06Darah hitam merembes keluar dari pori-poriku.
07:08Akhirnya dia mengelan apa selega.
07:10Laras.
07:11Itu cuma sebuah gelar.
07:13Apa beneran layak buat mati karenanya?
07:15Laras, tolong hentikan ini.
07:16Kemarin kami sudah bicara sama Gita.
07:18Dia bersedia memaafkanmu.
07:19Setelah hari ini kau bisa kembali ke istana.
07:21Ayah pertama juga bakal memberimu gelar wanita suci.
07:23Aku janji.
07:24Air mata mengalir di wajahku.
07:26Tolong.
07:27Aku mohon padamu.
07:28Biarkan aku mati saja.
07:31Laras, apa kau gak mengerti?
07:33Aku mengerti.
07:34Tapi aku gak ingin kembali.
07:36Aku ingin pulang ke rumah.
07:38Ketempat ibu.
07:39Aku memberitahu mereka suara di kepalaku.
07:42Bahwa ibu masih hidup di dunia lain.
07:44Dan aku cuma harus mati buat menemuinya.
07:47Wajah mereka berubah dari bingung jadi sesuatu yang lebih buruk.
07:50Akhirnya ayah ketiga menarikku berdiri.
07:54Laras, dengarkan aku.
07:57Ibumu sudah mati.
08:01Ibu tenggelamkan diri di sungai.
08:03Ayah pertama menariknya keluar.
08:05Tapi gak ada yang berhasil.
08:06Mereka menyaksikan dagingnya membusuk.
08:08Ayah ketiga bilang kalau suara yang aku dengar itu cuma hayalan.
08:11Aku tahu apa yang ku dengar itu nyata.
08:13Tapi apapun yang ku katakan, mereka menolak mempercayai ku.
08:16Ayah ketiga menghela nafas.
08:18Kalau kau gak sanggup kembali ke istana, tinggallah disini bersamaku.
08:21Saat aku bakal menolaknya, tenang berguncang.
08:23Langkah kaki berat dan geraman rendah bergemar di sepanjang koridor.
08:26Ayah pertama dan ayah kedua masuk tergesa-gesa dengan mata melotot.
08:29Apa kau melihat kita?
08:30Dia menghilang.
08:32Ayah ketiga dan ayah keempat mematuh.
08:34Suara ayah kedua terdengar parau.
08:38Pagi ini dia bertanya di mana sarang liar itu.
08:42Dia ingin bawa laras kembali.
08:45Aku menolak.
08:46Tapi dia pasti tetap pergi.
08:48Mereka berempat menoleh dan menatapku.
08:50Aku tahu tatapan itu.
08:52Sebelum mereka sempat bicara, aku sudah gelengkan kepala.
08:55Bukan aku.
08:57Gimana mungkin bukan kau?
08:59Cakar ayah keempat mencengkeram leherku.
09:01Menghantam tubuhku ke dinding.
09:04Pantas saja kau mau mati pagi ini.
09:06Di mana kau sembunyikan dia?
09:09Cengkeramannya menguat.
09:11Air mata mengalir di wajahku.
09:13Tapi aku terus gelengkan kepala.
09:15Aku nggak pernah melihatnya.
09:16Mata ayah keempat berkilap marah.
09:19Dia menekanku ke lantai dan melepaskan kekuatan mentalnya.
09:22Aku nggak bisa bernapas.
09:25Pandanganku memutih.
09:26Dia menarik diri tepat sebelum aku pingsan.
09:29Aku tanya terakhir kali.
09:30Di mana Gita?
09:33Aku tahu mereka nggak bakal mempercayaiku.
09:36Jadi aku tersenyum.
09:38Aku membunuhnya.
09:40Kampatnya membekuh.
09:41Ayah pertama menggerang.
09:43Apa yang baru saja kau katakan?
09:45Aku tertawa.
09:46Aku membunuhnya.
09:48Aku membiarkan sekelompok penjahat merusaknya terlebih dahulu.
09:51Kau selalu bilang dia suci.
09:52Dan sekarang dia lebih kotor dari aku.
09:55Jadi apa yang kau tunggu?
09:57Bunuh aku.
09:58Sesuatu dalam diri mereka pecah.
10:00Ayah pertama berubah jadi naga dan menekan tubuhku.
10:03Wujud beruang ayah kedua muncul.
10:05Cakarnya merobek tubuhku.
10:07Mencabik daging dari tulang.
10:09Mereka lakukan itu bergantian.
10:11Cakar, taring, racun, tekanan energi spiritual.
10:15Awalnya aku masih bisa menjerit.
10:17Lalu suara jeritanku hilang.
10:19Semakin sakit.
10:20Aku semakin senang.
10:21Aku bakal segera bertemu ibu.
10:24Kempat ayah berbalik buat pergi.
10:26Mereka ingin banget mencari Gita.
10:28Tepat saat mereka melangkah keluar, seorang pelayan muda datang terburu-buru.
10:32Tuan, wanita suci telah ditemukan.
10:36Ayah pertama mencengkramnya.
10:38Di mana?
10:39Dia hidup.
10:40Dia tersesat di jalan menuju sarang liar dan sekarang lagi di jalan pulang.
10:43Ayah kedua bertanya dengan suara tercekat.
10:45Dia masih hidup.
10:46Pelayan itu mengangguk bingung.
10:47Iya, Tuan.
10:49Wajah keempatnya berubah pucah.
10:51Lalu aku berteriak.
10:53Mereka memutar tubuh dan membuka pintu.
10:56Aku mengangkat belati.
10:58Dan menusukkannya ke jantungku.
11:02Rasa sakitnya nggak tertahankan.
11:04Aku hampir nggak bisa menahan air mata.
11:06Tapi ini berarti aku bisa bertemu ibu.
11:08Melalui penglihatan yang kabur.
11:10Aku lihat keempat ayah berlari ke arahku.
11:13Ayah pertama robek jubah upacaranya.
11:16Dan menekannya ke dadaku.
11:18Ayah kedua mencabut belatinya.
11:21Ayah ketiga menjejalkan pil roh ke mulutku.
11:24Ayah keempat terus memanggil namaku.
11:26Laras.
11:28Laras.
11:29Jangan pejamkan matamu.
11:30Cara mereka panik.
11:32Mengingatkanku pada saat aku sakit waktu masih kecil dulu.
11:35Saat itu adalah titik balik musim dingin.
11:37Kempat ayah merayakannya bersamaku.
11:39Aku bermain terlalu lama di salju dan demam.
11:42Mereka mengelilingi tempat tidurku dan memujukku lembut.
11:45Kempat ayah dulu baik banget padaku.
11:47Bahkan setelah semua mereka lakukan buat Gita.
11:50Aku masih ingat kebaikan mereka.
11:51Aku menatap wajah mereka satu persatu buat yang terakhir kali.
11:54Lalu aku pejamkan mataku.
11:56Sesaat kemudian.
11:57Rasa sakitnya hilang.
11:59Saat aku terbangun lagi.
12:00Aku terbaring di kamar ayah ketiga.
12:02Lukaku sudah diobati.
12:03Kempat ayah duduk kelelahan.
12:05Mereka terlihat kayak nggak tidur berhari-hari.
12:09Gita ada di samping tempat tidurku.
12:11Dia tersenyum lebar saat aku membuka mata.
12:13Kak Laras, kau akhirnya sadar.
12:15Ayah ketiga memeriksa denyut seperti tuaku dan berkata dingin.
12:19Belatinya nggak sepenuhnya menembus jantungmu.
12:21Karena hal itu dan pil kebangkitan adalah satu-satunya alasan kau selamat.
12:24Kau sudah nggak sadarkan diri selama lima hari.
12:28Lima hari.
12:30Ayah ketiga terbang ke tempat suci gurunya buat memohon pil itu.
12:34Aku tersenyum pahit.
12:35Buang-buang sesuatu yang berharga banget.
12:37Aku masih ingin mati.
12:39Ayah kedua mendekat.
12:41Laras,
12:42kalau kau nggak sakiti Gita,
12:44kenapa kau nggak jujur pada kami?
12:45Kenapa harus berbuat sejauh itu dan buat semua orang khawatir?
12:49Yang lain mengangguk setuju.
12:50Mereka semua salahkan aku karena sembrono.
12:53Cuma Gita satu-satunya yang membelaku.
12:55Tolong hentikan memarahinya.
12:57Ini semua salahku.
12:58Aku tersesat waktu mau beli hadiah buat Kak Laras.
13:01Matanya memerah saat berbicara.
13:03Ayah pertama menetapku dengan tajam.
13:05Laras,
13:07Gita khawatir banget padamu.
13:08Dia bahkan nggak rayakan ulang tahunnya sendiri.
13:10Dan begini caramu membalasnya.
13:12Minta maaf sekarang juga.
13:16Minta maaf?
13:17Buat apa?
13:18Dia yang tersesat.
13:20Gimana itu bisa jadi salahku?
13:22Alis ayah ketiga berkerut.
13:23Kau masih keras kepala banget.
13:25Gimana sama semua yang sudah kau lakukan padanya selama bertahun-tahun?
13:28Apa kau nggak berhutang permintaan maaf padanya?
13:30Aku nggak berhutang apa-apa padanya.
13:31Aku nggak pernah memukulnya.
13:32Nggak pernah meracuninya.
13:33Nggak pernah menyuruh orang mengejarnya.
13:35Dia memfitnahku.
13:36Kenapa kalian selalu mempercayainya?
13:38Kenapa kalian biarkan dia ambil semua milikku?
13:43Rasa sakit bertahun-tahun langsung tertumpahkan keluar.
13:46Semua orang di ruangan itu mematuh.
13:48Wajah Gita berkerut.
13:50Dia langsung menangis terseduh-seduh.
13:52Kak Laras, kau salah paham.
13:54Aku nggak pernah ingin mengambil milikmu.
13:56Aku...
13:56Aku nggak perlu jadi wanita suci.
13:58Kau bisa mengambilnya kembali.
14:00Dia raih lengan baju ayah pertama sambil menangis.
14:04Ayah pertama, pulangkan aku ke Padang Utara.
14:08Disitulah tempatku.
14:10Hati keempat ayah langsung luluh.
14:12Mereka buru-buru menghiburnya.
14:14Lalu mereka menatapku.
14:15Wajah ayah pertama mengeras.
14:17Laras, kau persis kayak ibumu yang sudah mati.
14:20Selalu menyiksa Gita.
14:22Aku membalas ucapannya.
14:24Dan dia persis kayak ibunya yang sudah mati.
14:26Pakai trik murahan buat memfitnaku.
14:29Cukup!
14:30Ayah ketiga menampar wajahku.
14:31Kalau ibumu melihatmu sekarang, dia pasti malu.
14:34Air mata mengalir di wajahku.
14:36Apa hakmu menyebut ibuku?
14:38Dia pertaruhkan nyawa buat selamatkan kalian berempat.
14:41Dia bantu merebut kembali wilayah kalian.
14:43Dia kembalikan kehormatan garis keturunan kalian.
14:45Dan gimana cara kalian membalasnya?
14:47Kalian singkirkan dia demi wanita yang baru kalian kenal.
14:50Kalian bersumpah bakal melindunginya seumur hidup.
14:52Tapi kalian mendorongnya menuju kematiannya.
14:54Nggak ada seorang undi empat kerajaan yang berani panggil mereka dengan nama sebenarnya.
14:58Wajah mereka semua berubah pucat.
15:00Setelah ibu meninggal, ayah pertama melarang siapapun sebut namanya.
15:04Dia hancurkan semua fotonya.
15:07Siapapun yang dekat dengannya diusir.
15:09Semua orang bilang, itu karena kenangannya menyakitkan banget.
15:12Cuma aku yang tahu kebenarannya.
15:14Mereka marah.
15:15Marah karena kematian ibu buat Gina pergi.
15:18Karena setiap kali mereka sebut nama ibu,
15:20Wajah mereka berkerut penuh kebencian.
15:27Waktu kecil, aku beneran percaya ibuku jahat.
15:30Sampai aku bertemu Leah, pelayan pribadi ibuku.
15:33Dia tinggal di pavilion yang ditelantarkan.
15:36Aku jatuh ke halaman itu saat memanjat pohon.
15:39Begitu Leah melihatku, dia tahu aku anak siapa.
15:42Kau mewarisi matanya.
15:43Dia sentuh wajahku.
15:45Tatapannya lembut penuh kerinduan.
15:47Leah yang beritahu aku kebenarannya.
15:49Ibu bukan penjahat.
15:50Dia itu korban.
15:51Dia bebaskan ayah pertama dari tawanan.
15:54Obat diluka ayah kedua.
15:56Jadi obat penawar hidup buat ayah ketiga.
15:59Dan bantu ayah keempat temukan cinta lamanya yang hilang.
16:02Wanita sebaik itu.
16:04Bagaimana mungkin mereka gak mencintainya?
16:06Jadi keempat ayahku jatuh cinta padanya.
16:08Leah bilang, awalnya ibu cinta ayah pertama.
16:10Ayah pertama janji bakal jadikan ibu pasangan terikatnya.
16:13Tapi di malam pesta pengikatan mereka, Gina muncul.
16:16Dia putus ikatan itu.
16:18Dan buat ibu jadi bahan tertawaan.
16:20Kemudian, ibu bersama ayah keempat.
16:22Buat beberapa saat, dia siap pergi bersamanya.
16:25Tapi dia dengar ayah keempat mengaku pada Gina.
16:28Kaulah yang beneran ku inginkan.
16:30Tapi selama dia ada di sini, dia cuma bakal buat masalah buatmu dan kakak pertama.
16:34Biarkan aku membawanya pergi.
16:35Dan kau bebas.
16:39Biarkan aku membawanya pergi.
16:41Dan kau bebas.
16:42Jadi ayah keempat juga cinta Gina.
16:44Segala yang dia katakan tentang kabur dan pergi bersama ibu.
16:47Ternyata cuma umpan buat menyingkirkannya.
16:49Setelah itu, ibu dipenjara sama ayah kedua dan ayah ketiga buat sementara waktu.
16:54Lalu Gina memfitnahnya.
16:56Kempat ayah menyiksanya.
16:58Dia gak sanggup menahan semuanya lagi.
17:01Dia menenggelamkan diri di sungai.
17:03Leah bilang.
17:04Semua orang bilang dia melompat karena dia patah hati.
17:06Tapi sebenarnya hari itu dia bahagia.
17:09Dia bilang padaku bahwa akhirnya dia pulang.
17:11Aku bingung.
17:12Bukankah ini rumahnya?
17:13Leah gelengkan kepalanya.
17:15Dia bilang rumahnya ada di dunia lain.
17:17Dan kau juga bisa pergi ke sana.
17:19Dunia lain.
17:20Saat itu aku gak mengerti.
17:22Tapi ketika suara itu muncul,
17:24semuanya jadi masuk akal.
17:28Rumahku juga bukan di sini.
17:30Dunia ibu adalah rumahku.
17:32Mungkin karena ucapanku bangkitkan kenangan lama keempat ayah melunak.
17:37Saat mereka bicara padaku lagi, suara mereka terdengar lebih lembut.
17:40Ayah keempat melangkah maju.
17:42Dan mengelus rambutku kayak dulu.
17:45Laras, ikut ayah.
17:47Kita tinggalkan istana.
17:48Berpetualang di tanah bebas.
17:50Bukankah kau selalu bilang mau jadi kayak ayah?
17:52Kehangatan meneraknya mengejutkan yang lain.
17:54Kilatan kebencian melintas di wajah Gina.
17:57Tapi aku bisa lihat maksud ayah keempat.
17:59Rahman, kau bawa aku pergi karena kasihan padaku.
18:04Atau karena mau aku pergi biar aku gak ganggu Gita.
18:06Kepanikan muncul di matanya.
18:08Laras, ayah lakukan ini demi kebaikanmu.
18:10Selama kau di sini, kau bakal terus pikir Gita menyakitimu.
18:12Kalau kupisahkan kalian, rasa iri bakal hilang.
18:14Kau bakal kembali normal.
18:16Aku tertawa gak percaya.
18:18Jadi dia pikir aku rusak.
18:19Ayah ketiga maju.
18:21Rahman, jangan bawa dia pergi.
18:22Dia luka parah, dia harus sembuh.
18:23Beri aku waktu.
18:24Aku bakal bawa dia ke rumah suci.
18:26Gak seorang pun dari kalian boleh membawanya.
18:28Biarkan dia kembali ke sarang liar.
18:30Dia sudah berperilaku baik di sana selama tiga tahun.
18:33Aku tertawa dingin.
18:35Mengirimku kembali ke sarang itu.
18:36Marwan, bukannya monster buasmu sudah cukup menghancurkanku.
18:39Ayah kedua menatapku dengan tatapan gak percaya.
18:41Laras, apa yang kau bicarakan?
18:43Aku mengirimmu ke sana cuma buat bekerja, gak lebih.
18:46Apa maksudmu?
18:50Ayah kedua bukan satu-satunya yang terkejut.
18:53Aku juga.
18:54Hari dia membuangku ke sarang itu.
18:57Dia menyuruh pengubah wujud menjagaku dengan baik.
18:59Tak lama kemudian,
19:01sekelompok orang menyerbu selku.
19:03Mereka bilang Raja Beruang yang beri perintah.
19:05Sejak malam itu aku jadi budak birahi baru.
19:08Seseorang datang setiap malam.
19:10Kadang tiga orang sekaligus.
19:12Tapi aku meminum akar mandul.
19:15Aku gak pernah lahirkan anak.
19:17Aku ceritakan semuanya pada mereka.
19:19Wajah mereka memucat.
19:21Bibir ayah ketiga bergetar.
19:22Akar mandul mengikis tulangmu sampai keropos.
19:25Gimana kau bisa menahannya?
19:26Masih lebih baik daripada melahirkan.
19:29Ayah keempat cengkeram kerah baju ayah kedua.
19:31Kau bilang sarang itu bakal membuatnya kuat.
19:33Inikah yang kau sebut membuatnya kuat?
19:36Dia layangkan kekuatan.
19:37Ayah kedua gak menghindar.
19:39Aku gak pernah beri perintah itu.
19:40Kawananku gak bakal pernah lakukan hal ini.
19:42Mungkinkah lalu Gita berbicara lembut?
19:45Kak Laras bohong.
19:46Aku tahu itu.
19:47Laras, bukankah ini kelewatan?
19:48Bahkan buat menarik perhatian.
19:52Indira gak pernah meninggalkan ponselnya.
19:54Kemana kalian bakal kirim barang-barangnya?
19:55Wanita itu ragu.
19:57Gak menyangka pertanyaannya.
19:59Aku bibiknya Indira.
20:01Kami harus kemasi barangnya dan mengirimnya ke rumah suaminya.
20:03Ke rumah suaminya?
20:05Jadi Indira bersiap buat kembali tinggal bersamaku?
20:07Itu masuk akal.
20:09Dia memang berencana bawa dia kembali setelah ritual klaim.
20:11Gak biarkan dia sendirian lagi di kediaman murti.
20:14Bibi.
20:15Soal ritual klaim malam ini.
20:17Ada sedikit kekeliruan.
20:19Apa Indira bilang sesuatu?
20:20Dia tahu kalau beberapa keluarga lakukan ritual klaim malam ini.
20:23Itu yang Indira katakan.
20:24Meski mendengar kata-kata itu rasa gelisah menyeruak di hatinya.
20:27Oh, aku gak bisa bicara lagi.
20:29Kami lagi sibuk mengemas.
20:30Indira dan Nadira diklaim malam ini.
20:32Kami harus siapkan barang-barang mereka.
20:34Gita membawa aku ke kamarnya.
20:36Bulu apa yang kau mau buat tempat tidurmu?
20:39Pelayan mana yang kau suka?
20:41Satu detik.
20:42Senyuman memenuhi wajahnya.
20:43Tapi saat keempat ayah pergi, topeng wajahnya terjatuh.
20:46Anak buahnya memaksaku berlutut.
20:49Jadi kau bawa aku ke sini buat menyiksaku?
20:52Adalah sanapa lagi?
20:53Apa kau beneran mengira aku bakal memanjakanmu?
20:55Laras.
20:56Ibumu bunuh ibuku.
20:57Aku bakal balas dendam.
21:00Bagus.
21:01Kalau begitu bunuh aku.
21:04Kau pikir aku gak bakal melakukannya?
21:06Ibumu itu pelacir perusahaan rumah tangga.
21:09Wanita murahan.
21:10Yang buka paha untuk setiap alfa yang melihatnya.
21:12Beraninya kau bicara tentang ibuku?
21:14Gita menerjangku.
21:15Dan menampar wajahku.
21:17Dia keluarkan pisau dan menekannya ke leherku.
21:20Ibuku bukan sampah rendahan.
21:22Dia sebenarnya, dia itu...
21:23Nona Gita.
21:25Hati-hati.
21:26Gita berkedip.
21:29Kesadarannya kembali.
21:30Dia tertawa pelah.
21:31Kau hampir buatku terkecoh, Laras.
21:33Kau beneran ingin mati, ya?
21:35Sayang banget.
21:36Aku gak bakal biarkan kau mati.
21:41Aku ingin kau sehat dan bernapas.
21:45Biar kau bisa lihat aku ambil semuanya darimu.
21:48Dia berdiri dan bertepuk tangan.
21:50Beberapa pria berbadan besar masuk.
21:57Jantungku berhenti berdetak.
21:59Mereka orang dari sarang liar.
22:00Tubuhku mulai gemetar.
22:02Gita gak mungkin bisa memerintah kawanan Raja Berbu.
22:04Kalau mereka ada di sini, itu cuma berarti satu hal.
22:07Selama tiga tahun ini, setiap laki-laki yang datang ke selku adalah orang milikmu.
22:12Gita mendonggakan kepala dan tertawa.
22:14Cukup lama kau menyadarinya.
22:16Aku memilih satu persatu untukmu.
22:18Aku baik banget, kan?
22:19Dia menjijikkan.
22:20Tapi gimana cara dia melakukannya?
22:22Aku mengujinya.
22:23Apa kau gak takut Raja Beruang bakal tahu?
22:25Kalau aku berani melakukannya, aku pastikan dia gak bakal pernah tahu.
22:29Khawatirkan saja dirimu.
22:31Dia menepuk tangannya sekali dan para laki-laki itu menyerbuku.
22:35Perutku terasa muak.
22:37Gita gak bakal biarkan aku mati.
22:39Tapi dia juga gak bakal membiarkanku hidup dengan tenang.
22:42Setiap hari terasa sakit.
22:44Saat tubuh melemah, dia memaksaku meminum pil penyembuh.
22:47Setengah bulan kemudian, aku bukan apa-apa.
22:50Selain tulang dan mata yang kosong,
22:52Mereka yang abaikan aku bertahun-tahun tiba-tiba mulai muncul.
22:55Gita gak pernah biarkan mereka melihatku.
22:57Dia memberitahu mereka kalau aku terlalu rapuh.
22:59Setelah ditolak beberapa kali,
23:01Mereka mulai curiga.
23:02Aku harus membawanya ke rumah suci.
23:05Sebelum pertemuan, Gita mendesis di telingaku.
23:08Tahu-tahu apa yang harus kau katakan dan apa yang enggak.
23:10Jangan lupa para ayah kesayanganmu.
23:12Bakal selalu percaya padaku daripada padamu.
23:15Tapi saat aku melihat mereka,
23:16Aku meraih tangan ayah ketiga.
23:19Selamatkan aku.
23:20Laki-laki di sini.
23:21Mereka semua orangnya Gita.
23:22Dia rencanakan kudeta.
23:23Wajah Gita memucat.
23:26Kak Laras, apa yang kau katakan?
23:29Delusinya semakin parah.
23:30Dia sudah katakan ini berhari-hari.
23:32Satya, dengarkan aku ini.
23:34Cukup!
23:36Laras, aku pikir berada di sini bakal membantu memerenung.
23:39Tapi kau masih melakukan semuanya untuk memfitah Gita.
23:42Aku sudah muak.
23:42Aku gak bakal kembali lagi.
23:44Dia berbalik dan keluar tanpa sepatah kataku.
23:46Secerca harapan terakhirku pun sirna.
23:48Gita membungkuk dan berbisik di telingaku.
23:50Laras, kapan kau bakal belajar?
23:52Gita melambaikan tangan memanggil para laki-laki itu masuk.
23:55Mereka membawa alat-alat baru yang belum pernah kulihat sebelumnya.
23:58Dia mengambil camuk.
23:59Merendamnya di air dan mencambuk punggungku.
24:02Tawanya menyerapkan.
24:02Habisi dia malam ini.
24:03Gak ada yang bakal menyelamatkannya lagi.
24:06Sebelumnya, pria-pria itu menahan diri biar gak meninggalkan bekas.
24:09Sekarang, mereka sama sekali gak menahan diri.
24:11Aku memajamkan mata dalam keputus asaan.
24:13Tiba-tiba terdengar keributan di luar.
24:14Pintunya ditendang sampai terbuka.
24:16Tempat ayah berdiri di amal pintu.
24:17Sekalinya mereka melihat kejadian di dalam.
24:19Wajah mereka langsung berubah.
24:20Ayah pertama masuk dan menendang laki-laki itu menjauh dariku.
24:23Lalu menoleh ke arah Gita.
24:24Gita, apa-apaan ini?
24:27Dominasi dari kaisar beruang membuat kaki Gita lemas.
24:31Ayah, biar aku jelaskan.
24:33Aku cuma bermain sama Kak Laras.
24:35Dia takut laki-laki, jadi aku bantu dia mengatasinya.
24:37Bahkan anjing liar gak bakal percaya itu.
24:39Itu yang kau sebut bermain.
24:41Lalu gimana sama kawanan yang kau dirikan di puncak utara?
24:46Ayah kedua melempar sesuatu ke kakinya.
24:48Benda itu berguling di lantai dan berhenti.
24:51Sebuah kepala yang terputus.
24:52Wajah Gita langsung pucat pasih.
24:55Baru saat itu aku paham.
24:56Ternyata ayah ketiga percaya padaku sepanjang waktu.
24:59Setelah aku genggam tangannya.
25:00Dia sadar kalau pelayan di sekitarku memiliki aroma yang sangat.
25:03Aroma tajam, maskulin, dan agresif.
25:05Pengintai milik ayah kedua ungkap kebenarannya.
25:08Ibunya Gita, Gina.
25:09Bukan cuma perempuan pengembara biasa.
25:11Dia pewaris terakhir dari garis darah lama.
25:13Yang sudah digulingkan sama keempat ayah.
25:15Dia habiskan waktu bertahun-tahun buat rencanakan balas dendam.
25:18Dia melihat ibu adalah pengikat yang menyatukan keempat ayah.
25:21Jadi dia memfitnah ibu.
25:22Membuat para ayah membencinya.
25:23Saat ibu coba bongkar ke dok Gina.
25:25Gina sudah bunuh dia terlebih dahulu.
25:27Ibu gak bunuh diri.
25:28Gina yang membunuhnya.
25:31Kami juga baru tahu soal ini.
25:33Setelah Gina membunuhnya, dia melarikan diri.
25:36Lalu ayah kedua kebetulan menemukan Gita dan membawanya pulang.
25:39Gina sudah bertahun-tahun tanamkan kebencian pada Gita.
25:42Gita pakai semua trik yang ibunya pakai pada ibuku.
25:45Dan itu berhasil.
25:46Hampir terasa lucu.
25:48Ibu dan aku punya dirita nasib yang sama.
25:50Dan keempat laki-laki ini membiarkannya terjadi.
25:52Dua kali.
25:54Ayah, dengarkan aku.
25:56Gita merangkak menuju ayah pertama.
25:58Memeluk jubahnya.
26:00Aku putri kandung kalian.
26:02Kau bukan putriku.
26:03Aku gak pernah mengklaim ibumu.
26:05Kau cuma anak liar.
26:06Kata-kata itu menembus hati Gita.
26:08Dia menggelengkan kepala dengan liar.
26:10Lalu mulai tertawa.
26:12Aku anak liar.
26:13Laraslah anak liar itu.
26:14Sampai hari ini, kalian bahkan gak tahu anak siapa dia sebenarnya.
26:17Kalian pikir cuma mereka yang kupunya.
26:19Aku punya petarung di sarang ini.
26:21Dia melepas sedangkan energi sebetulnya.
26:24Para pengubah wujud liar menyerbu dari setiap bayang.
26:26Dua kubu bertarung.
26:27Aku menonton sejenak.
26:29Lalu berdiri dan sampai di dinding luar.
26:31Memancat ke puncak tertinggi.
26:32Lalu aku berdiri di atas.
26:34Bulan purnama malam ini besar dan teras.
26:36Akhirnya aku bakal pulang.
26:37Aku menekuk lutut siap melompat.
26:39Tiba-tiba suara gak asing terdengar dari belakang.
26:41Laras, jangan!
26:43Aku menoleh.
26:44Kempat ayah berdiri di belakangku.
26:46Semua berluburan darah.
26:48Wajah mereka tegang karena takut.
26:49Laras, kami salah.
26:51Kami salah menilaimu.
26:52Jangan lakukan ini.
26:53Aku bakal beri gelar pasangan terikat pada ibumu.
26:56Kehormatan yang pantas dia dapatkan.
26:58Laras, tolong jangan lompat.
26:59Kami bakal perbaiki semuanya.
27:00Kami janji.
27:01Kami janji.
27:02Aku tetap wajah mereka yang penuh kesedih.
27:03Aku tersenyum tipis dan berkata.
27:05Sudah terlambat.
27:06Lalu aku melompat tanpa ragu.
27:08Dindingnya tinggi.
27:09Aku lihat keempat ayah ikut melompat mengejarku.
27:14Saat aku buka mata lagi.
27:16Semuanya tampak terang.
27:18Pintu terbuka.
27:19Seorang wanita berambut pendek dan berpakaian aneh masuk.
27:23Saat dia melihat air mata mengalir dari matanya.
27:25Dia berbisik.
27:27Laras.
27:28Dari satu kata itu aku tahu.
27:31Dia itu ibuku.
27:32Tapi berpelukan dan nangis lama banget.
27:35Ibu memberitahuku bahwa ini dunia modern.
27:37Kempat ayah cuma tokoh dalam cerita.
27:40Dia katakan banyak hal yang gak aku mengerti.
27:42Tapi itu gak jadi masalah.
27:44Nama ibu adalah Santi.
27:46Dia katakan dia jalankan usaha kecil dan punya sedikit uang.
27:50Awalnya dia masuk ke dunia itu.
27:52Buat misi selamatkan keluarganya.
27:54Misinya gagal.
27:55Tapi keluarganya berhasil bertahan sendiri.
27:57Saat itu dia meminta ke roh pelindung.
28:00Selama kami berdua mati.
28:01Kami bisa kembali bersama.
28:03Dia pikir kalau dia mati.
28:04Aku juga gak bakal selamat.
28:06Dia gak pernah menyangka kalau penyembuhan ayah ketiga cukup membuatku tetap hidup.
28:10Kemudian.
28:10Dia menyewa guru buat mengajarkanku soal dunia ini.
28:13Berapa bulan kemudian.
28:15Aku masuk SMA di dunia ini.
28:18Laki-laki dan perempuan setara.
28:20Teman-teman sekelasku menghormatiku.
28:22Sikap ibu padaku lembut.
28:24Buat pertama kalinya aku rasakan kehangatan yang belum pernah aku rasakan.
28:28Kemudian roh penjaga menemuiku lagi.
28:30Kematianmu hancurkan keempat ayahmu.
28:32Amarah mereka hancurkan dunia itu.
28:34Dan orang-orang menderita.
28:36Mereka mau tebus kesalahan mereka padamu.
28:38Apa kau mau kembali?
28:42Saat aku ragu-ragu, roh itu mendesak lebih keras.
28:46Kau bukan bagian dari dunia ini.
28:47Kau cuma buat ibumu kesulitan.
28:49Dia punya orang yang mencintainya.
28:51Tapi setelah kau muncul, mereka bertengkar.
28:54Apa kau tega melihatnya menuda sendirian?
28:56Aku membeku.
28:58Aku gak pernah tahu ibu kehilangan kesempatan buat mencintai karena aku.
29:01Saat aku lagi bimbang, sebuah suara terdengar.
29:06Baiklah, kita bakal kembali.
29:09Aku mendongar.
29:10Ibu tersenyum padaku.
29:12Aku bakal pergi bersamanya.
29:14Kempat ayah menunggu di aula.
29:16Tempat aku dulu tinggal.
29:17Setiap dari mereka tampak mengenaskan.
29:19Begitu pintu terbuka, mereka berempat berdiri.
29:31Laras, kau beneran kembali, Laras.
29:33Apa kau rindu sama kami?
29:34Kami buat kau yang madu kesukaanmu.
29:35Dan ayunan yang kau sukai waktu kecil masih ada di sana.
29:38Mereka berkerubung di sekelilingku.
29:39Tapi saat salah satu mencoba meraihku,
29:41sebuah tangan menariku mundur.
29:43Jangan setuh dia.
29:45Tempat ayahku membeku.
29:47Begitu mereka melihat ibu,
29:49mereka kayak binatang lapar yang mencumangsa.
29:51Santi, apa itu kau?
29:53Benarkah itu kau?
29:54Kau hidup.
29:55Kau beneran hidup.
29:59Aku gak pernah berpikir bakal melihatmu lagi.
30:01Syukur pada para dewa.
30:05Kau beneran kembali sama Laras.
30:08Sekarang kita kembali jadi keluarga.
30:10Akhirnya kita bisa hidup damai.
30:11Masing-masing dari mereka maju.
30:13Aku ayahmu, tinggallah bersamaku.
30:14Aku mohon kembalilah bersamaku.
30:16Ikutlah denganku.
30:17Ikutlah denganku.
30:18Ibu bicara.
30:19Siapa yang bilang kami kembali buat tinggal bersama kalian?
30:25Kempatnya terdiam.
30:26Mereka menetap ibu dengan bingung.
30:28Lalu kenapa kau kembali?
30:31Sesuatu muncul di tangan ibu.
30:34Senjata yang gak pernah mereka lihat sebelumnya.
30:36Santi arahkan ke mereka berempat dan menembak.
30:38Satu tembakan buat masing-masing.
30:41Roh penjaga menjarit kayak teko air mendidih.
30:44Santi!
30:45Apa yang kau lakukan?
30:46Balas dendam.
30:48Ibu menetap mereka kayak daging mentah.
30:50Menyiksaku demi gina itu satu hal.
30:53Tapi anakku, kalian juga menghancurkannya.
30:57Dia tahu apa yang keempat ayah lakukan padaku.
31:00Kalau kau bunuh mereka, dunia ini bakal runtuh.
31:04Biarkan saja runtuh.
31:06Dunia yang diseimbangkan sama empat idiot ini.
31:10Gak pantas buat ada.
31:12Dia berjalan mendekati keempat ayah itu selangkah demi selangkah.
31:15Kehadirannya menakutkan banget.
31:17Sampai mereka berempat mundur.
31:19Santi, tenangkan dirimu.
31:20Kita mau manipulasi kami.
31:22Kami bakal lakukan apa saja buat memperbaikinya.
31:25Aku mohon.
31:29Mereka terlihat kayak bakal petik bintang dari langit kalau ibu memintanya.
31:34Sayangnya, ibu gak mau bintang-bintang itu.
31:37Dia mau mereka mati.
31:38Jangan minta kesempatan padaku.
31:40Mohonlah pada dewa manapun yang menunggu kalian di sisi lain.
31:44Terdengar suara tembakan lagi.
31:46Mereka menutup mata dengan putus asa.
31:49Aku cuma punya satu pikiran.
31:52Ibu ku luar biasa banget.
31:54Empat orang ini pantas mati.
31:56Roh pelindung itu menjerit lagi.
31:58Kau bunuh mereka semua.
31:59Apa yang bakal terjadi sama dunia ini sekarang?
32:01Siapa yang bakal pimpin empat klan itu?
32:03Rakyat bakal menderita.
32:04Diam!
32:06Ibu mengernyit.
32:07Kalau begitu, cari pemimpin baru.
32:10Kami tinggal di dunia itu hampir setahun.
32:12Ibu temukan pengganti buhat keempatnya.
32:15Sebelum kami pergi, kata-kata roh pelindung itu tetap mengganggu ku.
32:18Kalau ibu beneran kehilangan kesempatan cintanya gara-gara aku.
32:22Tapi dia baca pikiranku.
32:24Dia menarikku ke dalam pelukannya.
32:26Saya, laki-laki datang dan pergi.
32:28Tapi cuma kau, keluarga ku satu-satunya.
32:30Aku gak bisa kehilanganmu.
32:32Aku berbisik.
32:33Tapi kalau aku jadi penghalang,
32:36lupakan apa yang roh bodoh itu katakan.
32:38Gak ada seorang pun dari mereka yang pantas buat kita menyerah.
32:41Tepat sebelum kami melangkah melewati pin.
32:43Satu pertanyaan terakhir terlintas di benakku.
32:45Aku mendongak menatapnya.
32:47Ibu siap ayah kandungku.
32:49Ibu tersenyum dan menyebut satu nama dengan lembut.
32:52Mataku membelalak.
32:54Aku gak percaya.
32:55Gimana mungkin?
32:56Gimana bisa itu dia?
Comments

Recommended