- 11 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya memaparkan kondisi ekonomi dan fiskal Indonesia terkini di hadapan Komite IV DPD RI.
Ia menegaskan bahwa ekonomi nasional tetap resilien di tengah ketidakpastian global, dengan pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi terkendali di 3,08%, serta neraca perdagangan surplus selama 72 bulan berturut-turut hingga April 2026.
Selain itu, cadangan devisa dan penyaluran kredit juga disebut tetap kuat dengan tren positif di berbagai indikator domestik.
Dalam paparannya, Menkeu menekankan bahwa disiplin fiskal tetap dijaga dengan defisit di bawah 3% PDB serta rasio utang yang terkendali.
Ia juga memaparkan strategi ekonomi 2027 yang menargetkan pertumbuhan lebih tinggi melalui sinergi fiskal, moneter, sektor keuangan, dan investasi.
APBN diarahkan sebagai katalis pembangunan, sementara kebijakan fiskal difokuskan pada program prioritas nasional untuk mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/676300/full-menkeu-purbaya-paparkan-kondisi-ekonomi-terkini-ri-tumbuh-5-61-inflasi-di-bawah-3-pdb
Ia menegaskan bahwa ekonomi nasional tetap resilien di tengah ketidakpastian global, dengan pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi terkendali di 3,08%, serta neraca perdagangan surplus selama 72 bulan berturut-turut hingga April 2026.
Selain itu, cadangan devisa dan penyaluran kredit juga disebut tetap kuat dengan tren positif di berbagai indikator domestik.
Dalam paparannya, Menkeu menekankan bahwa disiplin fiskal tetap dijaga dengan defisit di bawah 3% PDB serta rasio utang yang terkendali.
Ia juga memaparkan strategi ekonomi 2027 yang menargetkan pertumbuhan lebih tinggi melalui sinergi fiskal, moneter, sektor keuangan, dan investasi.
APBN diarahkan sebagai katalis pembangunan, sementara kebijakan fiskal difokuskan pada program prioritas nasional untuk mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/676300/full-menkeu-purbaya-paparkan-kondisi-ekonomi-terkini-ri-tumbuh-5-61-inflasi-di-bawah-3-pdb
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Para yang terdiri dari dua building block, yang pertama adalah dinamika dan perekonomian fiskal terkini, dan yang kedua nanti, strategi
00:08ekonomi dan fiskal tahun 2027.
00:11Untuk memulai, kami akan lebih dahulu menguraikan mengenai dinamika dan perekonomian dan fiskal terkini.
00:19Apabila kita cermati, next, langsung slide nomor 24.
00:24Apabila kita cermati, perekonomian global masih dibayangin ketidakpastian, namun tekanannya sudah mulai menurun,
00:32utamanya dalam satu pekan terakhir dengan adanya perdamaian hampir damai antara Amerika dan Iran yang peluangnya semakin terbuka.
00:42Hal ini ditunjukkan oleh beberapa indikator politikitas dan ketidakpastian pasar yang mulai meredah.
00:48Di tengah gejolak global, hampir seluruh dunia juga menghadapi tekanan, namun kinerja ekonomi Indonesia masih lebih baik dibanding beberapa negara
00:58piers.
01:00Hal ini ditunjukkan dari pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang masih relatif terkendali.
01:13Alhamdulillah, di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan resiliensi.
01:18Hal ini terlihat dari pertumbuhan yang satu yang tumbuh 5,61 persen, inflasi masih di level 3,08 persen terkendali.
01:27Perajaan perdagangan surplus selama 72 bulan bertutur hingga April 2026,
01:33cadangan divisa memadai setara 5,6 bulan impor.
01:38Penyaluran kredit tumbuh double digit dengan likuiditas yang sangat memadai.
01:43Kredit angka terakhir tumbuhnya hampir 12 persen di bulan Mei.
01:48Jadi, emang ekonomi masih berjalan.
01:51Jadi, angka itu bukan angka yang dibuat oleh pemerintah.
01:58Itu kan data dari perbankan.
02:01Jadi, pertumbuhan ekonomi yang kuat, yang masih kuat.
02:04Ini menunjukkan memang ada betul-betul perbaikan di perekonomian.
02:10Kerja kinerja sektor manapak itu juga sekarang dalam zona ekspansif.
02:13Kalau kita lihat situ, PMI-nya sudah di 50 lagi walaupun di level yang pas.
02:19Tapi, kita lihat trennya membalik ke atas.
02:22Next.
02:23Demikian juga dengan aktivitas ekonomi domestik yang terus menunjukkan tren membaik.
02:27Kita lihat konsumsi masyarakat masih kuat.
02:30Tercimin dari aktivitas belanja dalam Mandiri Spending Index dan Index Yakinan Konsumen dari Bank Indonesia.
02:36Kalau kita lihat yang gambar kiri atas itu, yang biru tebal adalah Mandiri Spending Index.
02:42Sekarang terakhir di level 1, 2, 3, 2.
02:45Tapi, kita lihat trennya naik terus dari bulan ke bulan.
02:48Jadi, memang ada perbaikan yang real di daya beli masyarakat.
02:53Jadi, angka ini menunjukkan atau menunjang angka pertumbuhan ekonomi di tulang pertama tahun 2026 ini yang 5,61%.
03:03Jadi, kita kalau melihat data, lihat data PDB, kita bandingkan dengan data-data yang lain, inline apa enggak.
03:10Sepertinya sekarang masih inline.
03:12Kita lihat juga total penjualan listrik, itu yang bawah, itu masih naik di bulan April.
03:18Yang kanan atas, kita lihat itu adalah penjualan mobil dan motor, itu masih data bulan April, Mei agak turun sedikit.
03:27Tapi, kita lihat di bulan April, setelah lebaran itu tumbuhnya cukup kencang, di 55%, sementara penjualan motornya di 28%.
03:36Jadi, memang ada perbaikan yang real di perekonomian, saya juga tadi teg-degan apakah betul keluhan yang disuarakan di banyak
03:47medsos itu berdasar.
03:49Kita lihat, ketika lihat angkanya tumbuh, saya agak lega, berarti tidak seburuk yang diperkirakan, artinya masih ada kota daya beli
03:57yang menguat, yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
03:59Jadi, kalau Anda lihat bawah tengah, konsumsi semen domestik di bulan April, itu tumbuhnya 35,6% year on year.
04:08Itu biarnya inline dengan aktivitas investasi juga.
04:13Sementara manufaktur yang bawah sudah turun, tapi mulai naik lagi.
04:16Jadi, dari sini, bukan dari angka PDB saja ya, angka yang bukan PDB yang saya pakai untuk mengecek pertumbuhan ekonomi
04:27kita,
04:27sepertinya memang masih cukup kuat.
04:30Tadinya saya khawatir di bulan kedua akan jatuh tajam, tapi dari sini saya agak lega.
04:37Ternyata cukup kuat, dan di bulan Mei, pertumbuhan saya bilang tadi, pertumbuhan ekonomi kredit 20% hampir 12%.
04:42Artinya memang ada aktivitas real di perekonomian, yang mungkin luput dari pengawasan atau pengamatan kalangan yang memang ingin bilang jelek
04:53saja.
04:59Kami menjadari dalam beberapa bulan terakhir, pasar keuangan menghadapi tekanan.
05:03Namun dengan kondisi, dengan koordinasi dan kolaborasi yang solid, antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan,
05:12nilai tukar rupiah mulai menguat, IHSG mulai rebound, yield menurun, dan arus modal mencatatkan inflow.
05:20Hal ini mengindikasikan market confidence meningkat, dengan peluang perdamaian IHSG yang terbuka,
05:26diharapkan akan semakin meningkatkan stabilitas nilai tukar, cost of funds semakin kompetitif,
05:32investasi semakin menguat, dan pada akhir momentum, dan pada akhir momentum pertumbuhan dapat terus diperkuat.
05:41Artinya momentum pertumbuhan harusnya membaik ke depan, karena kan kita tahu salah satu tekanan yang kita alami adalah ketika harga
05:48minyak dia naik,
05:49kita terpaksa menaikkan sebagian harga BBM yang tidak bersubsidi, walaupun yang bersubsidi kita pertahankan.
05:56Tapi itu kan sudah menimbulkan kegaduhan. Tapi saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia,
06:04harga pertamak dan lain-lain pun akan turun, sehingga fondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat.
06:13Jadi memang ketika ketidakpastian meningkat seperti kemarin, harga minyak dunia tinggi sekali,
06:19kita dalam ujian yang berat. Tapi kalau dari ketidakpastian yang kita lihat sekarang,
06:24sepertinya kita sudah melewati masa ujian itu ke depan, tinggal memperbaiki fondasi yang sudah ada,
06:33supaya dengan perbaikan yang ada kita bisa tumbuh lebih optimal.
06:38Jadi keadaan memang bukan ideal, tapi yang jelas kita terpaksa mengambil tindakan
06:43untuk memitigasi dampak global, supaya kita masih bisa bertahan,
06:47dan Alhamdulillah sampai dengan sekarang masih bisa tumbuh baikan.
06:51Saya harap ke depan dengan tadinya tadi,
06:55prospek membaiknya kondisi di perang-erang-erang dan harga minyak yang lebih rendah,
07:01harusnya kita akan lebih baik di power ke-2 tahun ini.
07:07Mudah-mudahan hal ini terjadi terus.
07:11Sebaliknya ini mengindikasikan market confidence meningkat dengan peluang perdamaian ASD yang terbuka,
07:17diharapkan akan semakin meningkatkan stabilitas nilai tukar,
07:20cost of funds semakin kompetitif,
07:23investasi menguat, dan pada akhir momen itu sudah saya baca tadi ya.
07:27Syukur Alhamdulillah, Indonesia termasuk yang sangat menjaga disiplin fiskal,
07:33hal tersebut tercemin dari depisit senantiasa dijaga di bawah 3% PDB dan rasio utang terkendali di bawah 60%
07:41PDB.
07:42Jadi, di tengah tekanan harga minyak yang tinggi,
07:48kita tetap menjaga tadi harga depisit ke PDB-nya di bawah 3%.
07:54Untuk tahun 2025, kita bisa tekan di bawah 3% di 2,81%.
07:59Sebelumnya kita umumkan 2,9%, ternyata lebih bagus daripada 2,9% ke 2,81%.
08:05Untuk 2026, juga di tengah kenaikan beban pembayaran subsidi BBM dan listrik,
08:13kita masih bisa menekan defisitnya di bawah 3%,
08:18kita desain sekarang mendekati 2,9% atau lebih rendah lagi.
08:21Saya yakin kalau harga minyaknya dia turun ke bawah ke level yang sebelumnya,
08:27di bawah kedua tahun ini,
08:30defisit kita akan bisa diturun ke bawah 2,9%.
08:34Dan kalau diperlukan, itu mungkin memberikan ruang kepada kita
08:38untuk sedikit memperkuat perekonomian daerah tergantung petunjuk Bapak Presiden nanti.
08:45Jadi, ruang kita ada sebetulnya.
08:49Tapi, itu semua tergantung kepada Bapak Presiden.
08:53Bapak Presiden cukup fleksibel, Pak.
08:55Waktu bencana Aceh,
08:58Aceh dan Sumatera itu, bencana Sumatera,
09:01kan di sana dirubah semua.
09:03Dibalikin tanpa kedaiannya seperti semula,
09:05tanpa pemotongan.
09:06Jadi, kalau diperlukan, itu bisa dilakukan.
09:10Yang saya bilang adalah,
09:13fiskal cukup fleksibel,
09:15tanpa mengganggu atau membahayakan posisi defisit terhadap PDB-nya.
09:21Kita bisa melakukan hal itu.
09:23Tapi, tentunya tidak bisa kalau semuanya minta naik,
09:26karena kan keadaan seperti ini.
09:28Tapi, kalau nanti harga minyaknya stabil,
09:31ruang untuk mengembalikan insentif ke daerah,
09:35akan terbuka lebar.
09:37Gantung beliau sama pembinaan di atas.
09:40Bisa, kan? Saya bayar.
09:49Jadi, kita mengambil tindakan itu
09:54bukan ingin menyusahkan ekonomi,
09:57tapi kita mengambil tindakan yang optimal,
10:00yang memberi ruangan untuk ekonomi situ
10:02yang bukan maksimal, yang optimal,
10:05sambil menjaga keterbatasan-batasan ini.
10:08Karena kan kita dilihat oleh lembaga pemerintah dunia.
10:11Bisa nggak Indonesia menjaga defisitnya di bawah 3%?
10:15Padahal yang lain udah di atas 3%, Pak.
10:18Malaysia, Vietnam, India, Singapura di bawah saja kita.
10:23Amerika, 5%.
10:24Hanya kita yang disorot.
10:26Saya juga agak bingung sebetulnya kenapa.
10:28Ya nggak, Pak.
10:30Kita stick ke disiplin yang mereka terapkan.
10:32Nanti kita tunjukin ke mereka bahwa yang terbaik adalah kita.
10:36Negara para harus contoh kita.
10:38Karena banyak negara Eropa udah di atas 3%.
10:41Defisitnya dan rasio utang KPDB-nya besar-besar.
10:4460%, Jerman aja 60% lebih.
10:47Amerika 100%,
10:48Jepang 275%.
10:51Besar-besar.
10:53Tapi kita yang diinjar, Pak.
10:54Saya nggak tahu kenapa.
10:55Mungkin kita masih kurang doa, Pak.
11:00Karena di atas kerta secara keilmuan selesai, Pak.
11:03Kita nggak bisa dikritik mana-mana.
11:05Tapi di luar, di praktek, pada prakteknya seperti itu.
11:08Jadi ya kita lihat aja marka seperti apa.
11:13Dan untuk mengurangi tekanan seperti itu.
11:18Kan itu hubungannya ke hutang-hutang kan.
11:21Peringkat hutang yang berhubungan dengan bunga nantinya.
11:24Kemarin kami ke China untuk melakukan diversifikasi sumber pembiayaan.
11:27Supaya tekanan kita berkurang sedikit.
11:30Di China tuh pandabon,
11:32Kita expect lebih murah ya bunganya dibanding Amerika.
11:37Dollar base.
11:38Jadi kita harapkan nanti ada alternatif pembiayaan dari kita yang membuat kita
11:43Agak leluasa ketika melakukan pembiayaan untuk defisit anggaran kita.
11:50Next.
11:51Saya menyadari hingga saat ini perekonomian global masih bergerak.
11:55Sangat dinamis.
11:56Untuk itu, kebijakan fiskal senantiasa dijaga tetap responsif.
12:00Dan antisipatif untuk memitigasi ketidakpastian.
12:04Antara lain melalui sembilan kebijakan strategis.
12:08Yang pertama, menjaga stabilitas harga BBM di subsidi.
12:11Yang kedua, menjaga stabilisasi harga pangan.
12:14Yang ketiga, menjaga pengasokan energi dan stok beras pada level yang aman.
12:20Satu, dua, tiga ini orang-orang melihat
12:25Seperti sesuatu yang wajar aja.
12:27Padahal ini dampaknya keanggaran cukup besar.
12:31Jadi pemerintah sudah menganggarkan uang untuk harga BBM, harga pangan, dan energi
12:38untuk menjaga daya beli masyarakat.
12:41Ini yang kadang-kadang masyarakat lupa.
12:45Kita sudah memberi bantuan besar-besaran untuk menjaga daya beli dan stabilitas sosial politik
12:52dan juga menjaga stabilitas perekonomian.
12:56Memang tidak sempurna, tapi dalam keadaan seperti sekarang,
13:01kan memang ada keterbatasan kita nggak bisa menghasil semuanya tanpa membahayakan fiskal kita.
13:06Kemudian yang keempat, kita menjaga depisi fiskal dengan mengendalikan depisi di bawah 3% VDB.
13:12Mendorong efisiensi dan refocusing belanja.
13:16Yang keenam, optimalisasi pendapatan berbasis SDA,
13:20sekaligus menjaga stabilitas makro antara lain melalui pengaturan depisi hasil ekspor
13:25dan perbaikan tata kelola ekspor SDA strategis.
13:28Yang ketujuh, memberikan paket stimulus untuk menjaga daya beli, keberlanjutan usaha, dan menopang pertumbuhan.
13:36Yang kedelapan, perbaikan pola penyerapan belanja agar lebih cepat dan merata,
13:41sehingga kuat menopang pertumbuhan ekonomi.
13:46Ya akhirnya kita kalau belanja pemerintah itu belanjanya akhir tahun saja.
13:50Sekarang kita geser supaya merata sepanjang tahun.
13:52Tentanya di awal tahun, ketika belanjanya kencang,
13:56biasanya akan tumbuh agak tumbuh besar.
13:57Normal karena kajaknya belum masuk.
14:00Itu yang menimbulkan waktu itu kekhawatiran kita akan menembus 3% PDB defisitnya.
14:07Karena tiga bulan pertama defisitnya 0,9.
14:10Mereka kali 4 jadi 3,6.
14:13Tapi ketika di bulan April, Mei turun ke 0,7,
14:19itu kalau Mei 0,7 x 15 per 2 itu sekitar 2%,
14:23orang nggak ngitung seperti itu.
14:25Tentunya setiap 3% gitu.
14:27Jadi ada ketidak konsistenan ketika memprediksi defisit kita.
14:36Tapi nggak apa-apa.
14:38Sampai tahun ini kita akan tetap stabil defisitnya di bawah 3% secara signifikan.
14:43Yang ke-8, kita memperkuat sinergi dan kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter
14:50untuk menjaga stabilitas sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi.
14:54Kuatnya pendapatan ekonomi domestik dan didukung kebijakan yang semakin solid
14:59menjadi landasan yang kokoh untuk menyongsong dinamika tahun 2027.
15:05Jadi saya ingatkan lagi di sini sedikit bahwa pertumbuhan kita di turunan pertama 5,6
15:12dan turunan kedua yang masih cukup tinggi itu terjadi di tengah pasien global yang tinggi.
15:17Jadi prestasi ekonomi Indonesia lumayan baik.
15:21Next.
15:22Pemimpinan dan Bapak-Ibu anggota Komite 4 DPD yang kami hormati.
15:28Selanjutnya kami akan mengolaikan arah dan strategi ekonomi dan fiskal tahun 2027.
15:34Kem PPKF tahun 2027 sangat spesial dan memiliki nilai yang sangat strategis.
15:41Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah disampaikan langsung oleh Bapak Presiden.
15:47Hal ini mencerminkan kuatnya komitmen pemerintah dalam memastikan arah kebijakan ekonomi
15:51dan fiskal ke depan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.
15:59Melalui KMPPKF tahun 2027, pemerintah memastikan sinargi kebijakan fiskal,
16:04moneter, sektor keuangan, dan dana antara berjalan semakin kuat
16:07untuk mendukung agenda pembangunan.
16:10Pada saat yang sama, pemerintah terus mendorong efektivitas program perlindungan sosial
16:15serta memberikan fleksibilitas pengelolaan APBD
16:18guna mendorong kualitas layanan publik, pemerintahan pembangunan, dan kesejahteraan ASN di daerah.
16:27Dengan mencermati perkembangan terkini dan prospek perekonomian ke depan,
16:31strategi ekonomi tahun 2027 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi
16:37sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan melalui sinargi kebijakan fiskal,
16:43moneter, sektor keuangan, serta dukungan daya umkit investasi dari dan antara.
16:49Pemerintah menempatkan APBN sebagai katalis pembangunan,
16:52fokus pada pembiayaan kebutuhan publik, serta akselerasi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.
16:59Dari antara diarahkan untuk akselerasi investasi pada sektor strategis sehingga akan mendorong transformasi ekonomi.
17:08Sementara itu, kebijakan moneter dan sektor keuangan diarahkan untuk menjaga stabilitas
17:13sekaligus menopang pertumbuhan melalui ketersediaan likuiditas yang memadai
17:18dengan cost of fund yang kompetitif sehingga transmisi pada aktivitas sektoril menjadi lebih kuat.
17:25Melalui strategi pro-growth, pro-welfare, pemerintah menarikkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi
17:33dan kesejahteraan lebih cepat.
17:36Tagar upaya untuk mendorong pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan berjalan lebih efektif,
17:41maka kebijakan fiskal dipokuskan untuk mendukung 8 kluster program kerja prioritas nasional PKPN
17:48dan 1 program pendukung enabler yang secara seluruh menjadi 60 program kerja.
17:53Kedelapan kluster PKPN tersebut adalah
17:56Kelawatan pangan, kemandir energi dan air, pendidikan, kesehatan,
18:03hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana,
18:10penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa,
18:12dan yang kedelapan adalah penurunan kemiskinan.
18:15Sementara itu, program enabler adalah
18:18pendukungan penguatan di bidang pertahanan dan keamanan,
18:22penegakan hukum, tata keolah pemerintah,
18:25percepatan digitalisasi, dan diplomasi ekonomi.
18:30Untuk itu, APBN dijaga tetap sehat,
18:34kredibel, dan berkelanjutan
18:35melalui optimalisasi pendapatan negara
18:38dengan tetap menjaga iklim investasi,
18:42penguatan kualitas belanja,
18:43serta mendorong pembiayaan yang inovatif,
18:46dan berkelanjutan.
18:48Mungkin di sini saya bisa tambahkan sedikit,
18:51untuk optimalisasi pendapatan negara,
18:54sampai sekarang pendapatan pajak itu punya itu
18:5622 persen, 22.1 persen dibanding tahun lalu.
19:01Jadi ada perbaikan yang signifikan di perpajakannya,
19:05karena pada reorganisasi dipajak,
19:08penggantian orang-orang,
19:09dan fokus kerja yang lebih jelas ke depannya.
19:15Next.
19:16Selain dengan arah kebijakan nasional tersebut,
19:19pembuatan fiskal daerah menjadi salah satu
19:21instrumen yang penting
19:23untuk meningkatkan kualitas belanja
19:25dan menorong pertumbuhan yang lebih merata.
19:28Tadi Pak Tamsil atau Pak Ahmad yang minta
19:35berita yang lebih cerah untuk daerah tahun depan.
19:40Jadi kira-kira untuk sekarang,
19:43itu sementara ada peningkatan sekitar 40 triliun
19:47untuk daerah,
19:48tapi rangenya bisa aik sampai 90 triliun,
19:52tergantung nanti diskusi di APBN-nya seperti apa ya.
19:57Jadi ruang itu terbuka.
20:01Naik.
20:02Pasti naik.
20:04Cuman kan maunya naik yang besar,
20:06tapi tetap kita lihat keadaan-naik kita seperti apa.
20:09Karena kita salah satu acuanya adalah
20:11jangan sampai kita lewat 3 persen.
20:13Karena kita diawasin oleh lembaga-lembaga dunia yang
20:17melihat apakah kita bisa menjalankan kebijakan yang perudahan atau tidak.
20:22Begitu tidak perudahan mereka akan menghukum kita.
20:23Jadi saya hati-hati di sekali di situ.
20:27Palingkan itu,
20:28penguatan kebijakan fisikal ke daerah dipokuskan pada
20:30upaya optimalisasi pendapatan,
20:33penguatan belanja yang berkualitas,
20:35dan mendorong pembiayaan yang kreatif dan inovatif.
20:39coba Pak Askolani coba pembiayaan inovatif
20:41untuk daerah yang bisa dipakai selama ini yang dipaktikan,
20:44yang bisa membantu program pembangunan daerah.
20:48Terima kasih, Pak Menteri.
20:50Pak Ketua, Pak Petrus Kalian.
20:52Salah satu adalah melakukan pinjaman dukungan dari SMI, Pak Menteri.
20:57Dengan tiket bunga yang sangat rendah.
20:59Banyak proyek yang bisa dilakukan pemenda, Pak.
21:02Mulai dari bangun sekolah, bangun rumah sakit,
21:05BDAM, bangun jalan,
21:07yang tentunya ini kita juga dukung ke depan.
21:10Macu datangnya berapa tahun?
21:12Bisa sampai lima tahun, Pak Petrus.
21:16Atau lebih ya?
21:17Oh, lima tahun.
21:18Jadi ada sumber pembiayaan dari SMI
21:22untuk pembentangan daerah yang bisa dimanfaatkan
21:24dengan bunga yang kreatif rendah,
21:27macuannya lima tahun atau lebih.
21:29Jadi daerah masih tetap bisa membangun
21:32walaupun misalnya ada kekurangan sedikit di anggaran.
21:36Mulai langkah-langkah tersebut diharapkan
21:38kapasitas fiskal daerah semakin kuat,
21:40sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi
21:42yang berkelanjutan,
21:44pemerataan pembangunan,
21:45dan peningkatan kejahatan masyarakat di daerah.
21:48Next.
21:50Untuk memastikan agar penguatan kebijakan fiskal daerah
21:52dapat berjalan efek-ref dan berkelanjutan,
21:55pemerintah terus memperkuat kerangka
21:57hubungan keuangan pusat dan daerah atau HKPD
22:00melalui berbagai reformasi tata keolah
22:03hubungan keuangan pusat dan daerah.
22:05Tandarisasi proses bisnis transfer ke daerah,
22:08penguatan fiskal daerah,
22:10sinergi fiskal pusat dan daerah,
22:12termasuk melalui penyusunan KMPPKF regional.
22:16Di samping itu,
22:18sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas,
22:21pemerintah terus mendorong pelaksanaan
22:23monitoring dan evaluasi
22:24yang lebih terintegrasi,
22:26serta mendukung pengembangan
22:28manajemen risiko fiskal daerah yang lebih solid
22:31untuk menjaga stabilitas dan kesenamungkan fiskal ke depan.
22:39Berikutnya.
22:44Ini gambar prokster fiskal tahun 2027,
22:48tapi kalau kita lihat di situ yang 2026,
22:51yang merah itu depo Cikita
22:53hanya 2,81,
22:56jadi cukup rendah di bawah 3 persen.
22:582026 mungkin masih 2,68,
23:02sekarang akan lebih sedikit,
23:03tapi yang jelas di bawah 3.
23:052027 itu antara 1,8 sampai 2,4 persen.
23:10Ini komentar Bapak Presiden
23:12untuk memastikan fiskal kita tetap pro dan...
23:20Asitektor kebijakan fiskal tahun 2027
23:22didesain dengan tetap ekspansif
23:24secara kolaboratif,
23:26terarah dan terukur,
23:27defisitnya 1,8 sampai 2,4 seperti yang disebutkan tadi.
23:31Untuk mendukung hal tersebut,
23:33pendapatan negara diproyekkan pada kisaran
23:3511,8 persen hingga 12,40 persen terhadap PDB.
23:39Sementara itu,
23:41belanja negara direncanakan berada pada kisaran
23:4313,62 persen hingga 14,80 persen terhadap PDB.
23:49Next.
23:51Ini asumsi dasarnya seperti ini,
23:54saya pikir saya tidak perlu mengulangi lagi
23:56tadi karena sudah dibacakan oleh Pak Nawardi ya,
24:00Pak Nawardi membacakan ini pertumbuhan ekonomi seperti itu,
24:03inflasi terkendali,
24:04suku bunganya seperti itu,
24:06rupiah antara 16 sampai 17.500,
24:09dan seterusnya.
24:11Cuma kan pasti ada yang bertanya,
24:15bagaimana bisa tumbuh 58,5 sampai 6,5 persen?
24:21Kita akan aktifkan semua musim pertumbuhan ekonomi
24:24pusat daerah termasuk sektor real.
24:26Kita pastikan perbankan
24:28cukup likuiditas untuk mendukung
24:30pertumbuhan sektor swasta,
24:32sehingga tahun depan saya terkaitkan sih mendekati 6 atau lebih ya, Pak ya.
24:37Jadi itu akan menjadi kerandasan yang lebih kuat
24:40untuk kita tumbuh lebih cepat
24:42sesuai dengan janji Bapak Presiden.
24:48Mungkin demikian yang biasa saya sampaikan,
24:50terima kasih.
24:51Kami kembalikan kepada pimpinan.
24:52Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
24:55Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar