00:00Saudara, bencana alam yang melanda wilayah Sumatera beberapa waktu lalu tidak hanya menyisakan duka mendalam.
00:06Masyarakat pun kesulitan untuk bangkit menata hidup karena rumah mereka hancur lebur dihantam banjir bandang.
00:12Tak hanya itu, infrastruktur penunjang seperti jembatan juga rusak berat.
00:17Kepolisian Negara Republik Indonesia hadir membantu warga terdampak dengan membangun hunian tetap bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal.
00:24Serta membangun kembali jembatan yang rusak untuk menghubungkan konektivitas demi masa depan yang lebih baik.
00:51Kepolisian Negara Republik Indonesia konsisten menunjukkan komitmennya dalam penanggulangan bencana di Sumatera.
00:58Tidak hanya saat masa tanggap darurat, upaya kepolisian juga berlanjut hingga fase masa pemulihan.
01:05Pada tahap ini, penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga penyediaan fasilitas penunjang.
01:14Di masa ini, Polri ikut berkontribusi dengan membangun kembali infrastruktur dan membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.
01:23Kebutuhan akan tempat tinggal yang layak menjadi salah satu prioritas.
01:28Polri juga membangun beberapa sarana-prasarana seperti hunian tetap, kemudian saluran air dan sebagainya
01:42untuk menjadi kebangkitan dari para anggota atau para korban bencana untuk menata kembali kehidupan mereka.
01:52Nah ini bukan sekedar pembangunan fisik, pembangunan rumah, tetapi juga membangun kembali harapan,
01:58rasa percaya diri dan optimisme masyarakat untuk melanjutkan kehidupan setelah mengalami bencana.
02:06Salah satu wilayah pembangunan hunian tetap oleh Polri adalah Dusun Kelapasari, Kabupaten Aceh, Tamiang.
02:13Pada lahan seluas 4,5 hektare, di tahap pertama dibangun sebanyak 150 unit rumah.
02:19Ada tiga jenis rumah yang dibangun, yaitu rumah prikes, rumah unggul sistem panel instan atau ruspin, dan rumah kayu.
02:27Sementara pada tahap kedua, akan dibangun sebanyak 100 hunian tetap dengan dua jenis rumah, yaitu konvensional dan ruspin.
02:36Sedangkan pada lahan seluas 6 hektare, dibangun sebanyak 300 unit rumah tipe 36,
02:42yang terdiri dari 50 unit rumah prikes, 50 unit rumah kayu, 100 unit rumah ruspin, dan 100 unit rumah konvensional.
02:51Polri tentunya ingin menghadirkan rasa aman, ketenangan emosional, dan motivasi untuk bangkit bagi keluarga yang memulai kehidupan baru, pasca bencana.
03:03Harapan kami, hunian ini menjadi tempat yang menghadirkan rasa aman, kenyamanan, serta menjadikan titik awal tungguhnya kehidupan yang lebih baik.
03:14Kami ingin juga masyarakat merasakan bahwa masyarakat tidak sendiri dalam menghadapi bencana,
03:21tapi negara hadir melalui Polri untuk melakukan pendampingan-pendampingan untuk masyarakat segera bangkit,
03:28sehingga masyarakat bisa meningkatkan kembali kehidupan yang berkualitas untuk jangka panjang.
03:35Selain hunian tetap, Kepolisian Negara Republik Indonesia juga mempercepat pembangunan infrastruktur jembatan presisi
03:42di wilayah bencana Sumatera untuk memulihkan konektivitas dan membuka akses daerah terisolasi.
03:49Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang lebih baik.
03:57Jembatan yang kita buat, jembatan presisi yang dibuat oleh Polri, itu adalah akses penghubung untuk intinya mencetakkan masyarakat.
04:05Dalmatian, akses penghubung untuk perkundingan masyarakat, kemudian untuk akses kesehatan,
04:12dan khususnya untuk pendidikan anak-anak sekolah itu.
04:15Dengan jembatan presisi ini, membuat akses lebih mudah,
04:20karena banyak juga warga yang melambung pergi ke pasar, kemudian juga untuk kesehatan,
04:27seperti yang saya sampaikan tadi, termasuk anak-anak sekolah, khususnya anak-anak sekolah tingkat dasar.
04:32Itu yang menjadi inti dari jembatan presisi yang dibuat.
04:37Hingga saat ini, terdapat 286 unit jembatan presisi yang dibangun di berbagai daerah.
04:45185 unit di antaranya telah selesai dan dimanfaatkan masyarakat.
04:50Polri juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama merawat jembatan yang telah dibangun,
04:55agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan bagi generasi mendatang.
05:01Tapi yang lebih berat adalah bagaimana bersama-sama merawat jembatan itu,
05:07karena jembatan itu tidak untuk hari ini saja,
05:10tapi untuk kehidupan masa depan khususnya bagi anak-anak kita.
05:15Jadi semuanya harus ikut merawat jembatan itu sendiri.
05:19Jadi jembatan merah putih presisi menghubungkan harapan masyarakat dengan masa depan yang lebih baik.
05:26Polri akan terus hadir, mengabdi, dan membangun negeri.
05:31Polri memastikan akan terus hadir dan berkontribusi dalam setiap tahapan pemulihan bencana
05:36sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
05:40Dan hunian tetap, serta jembatan presisi yang dibangun, bukan sekadar infrastruktur,
05:47melainkan kehadiran negara secara langsung di tengah masyarakat,
05:50membuka akses wilayah terisolasi,
05:53serta mempercepat pemulihan ekonomi dan kesejahteraan warga pasca bencana.
Komentar