Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai tuntutan mahasiswa untuk menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa

Merah Putih (KDMP) sulit direalisasikan karena keduanya merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Rasanya Koperasi Desa Merah Putih dan MBG tidak mungkin dihentikan. Yang mungkin dilakukan adalah efisiensi dan memastikan program tersebut benar-benar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Adi di dialog Sapa Pagi, Sabtu (13/6/2026).

Ia menilai anggaran besar yang dialokasikan untuk kedua program tersebut harus dibarengi dengan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Dan yang paling penting sebenarnya,, salah satu bentuk kritik yang paling mendasar dari protes adik-adik mahasiswa adalah agar APBN tidak digunakan secara berlebihan dan tidak salah sasaran. Selain itu, anggaran negara diharapkan lebih difokuskan untuk mengantisipasi kondisi ekonomi yang sedang dihadapi saat ini. Karena itu, yang menjadi sasaran kritik adalah program-program populis yang dinilai menggunakan APBN dalam jumlah sangat besar, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)," ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan anggaran negara dalam jumlah besar akan selalu menjadi perhatian publik.

Karena itu, pemerintah perlu menunjukkan bahwa dana yang digelontorkan benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

Baca Juga Terekam CCTV! Begal Bersenjata Api Rampas Motor Perempuan di Palembang | BORGOL di https://www.kompas.tv/regional/674766/terekam-cctv-begal-bersenjata-api-rampas-motor-perempuan-di-palembang-borgol



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/674773/5-tuntutan-mahasiswa-pengamat-soroti-publik-yang-menanti-langkah-prabowo
Transkrip
00:00Tapi bagaimana untuk kalangan mendengar? Kompensasi apa yang bisa diberikan kepada kalangan mendengar dari pemerintah?
00:06Ya tentu adalah bentuk hal-hal lain yang sifatnya, saya sebut tadi terukur ya, misalnya supaya tidak ada kenaikan-kenaikan
00:13apapun dalam konteks ini.
00:14Meski tentu kalkulasinya secara ekonomi tidak mudah untuk tidak menaikan apapun dalam kondisi yang semacam ini.
00:20Perlu juga misalnya bahwa bantalan-bantalan sosialnya menyasar kelompok-kelompok tertentu yang sifatnya vulnerable
00:26ataupun merasa terancam dari segi ekonomi kalau ada kenaikan-kenaikan khususnya yang juga menyecar kelompok-kelompok menengah.
00:33Dan yang paling penting sebenarnya Adisti, salah satu bentuk kritik yang paling dalam, salah satunya adalah protes adik-adik mahasiswa
00:40itu
00:41supaya APBN itu kan tidak jorjoran ya, tidak salah sasaran.
00:44Dan kemudian memang difokuskan bagaimana untuk mengantisipasi kondisi ekonomi kita saat ini.
00:50Makanya yang disasar itu adalah program-program populis yang dinilai menggunakan APBN yang cukup fantastis ya.
00:58Salah satunya adalah MBG dan KDMP itu.
01:00Ini yang saya kira menjadi titik fokus supaya hal-hal yang sifatnya bombastis menggunakan dana yang cukup luar biasa
01:07itu sebisa mungkin juga mulai dievaluasi secara sikritikan dan dialokasikan kepada kelompok-kelompok yang cepatnya rentan secara ekonomi,
01:14kelas menengah, bawah yang saya kira ini adalah sebagai sebuah situasi yang tidak gampang-gampang saja.
01:21Itulah yang saya kira pentingnya ada feedback, ada kemudian protes seperti aksi demonstrasi yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa.
01:28Tujuannya adalah supaya saling mengingatkan kalau ada sesuatu yang nyerong-nyerong, tidak baik,
01:33ada sesuatu yang sifatnya perlu dikoreksi, saya kira pemerintah dalam hal ini juga mesti akan mendengarkan secara terbuka, Adisti.
01:40Oke, kalau dari lima tututan yang kita tahu dari mahasiswa ini kan ada lima.
01:44Tadi kalau menurut Bung Doli, yang poin ketiga menghentikan program MBG dan pembangunan kooperasi Desa Merah Putih,
01:51KDMP itu tidak dimungkinkan untuk menghentikan kedua program flagship dari pemerintah.
01:57Nah, menurut Anda dari sisi politik, Mas Adi Pray, dari lima poin itu,
02:02kalau satu tidak bisa dihentikan, ada berapa poin lagi yang dalam tanda kutip ya realistis saat ini untuk bisa dipenuhi
02:10oleh pemerintah?
02:11Ya, per hari ini paling realistis adalah sebagai upaya untuk melakukan penguatan terhadap nilai tukar rupiah.
02:17Kan itu sudah dilakukan dalam sehari dua hari.
02:20Yang kedua tentu kita mendengarkan pernyataan dari pemerintah,
02:22rasa-rasanya KDMP dan Kopdes, Kooperasi Desa Merah Putih dan MBG itu kan tidak mungkin di-stop,
02:29tapi sebisa mungkin kan ada efisiensi.
02:31Jangan ratusan triliun, tapi digunakan kepada masyarakat dan adik-adik kita,
02:36ataupun ibu hamil yang betul-betul membutuhkan adisti.
02:40Sehingga anggaran untuk program makan bergizi tidak ratusan triliun seperti sekarang.
02:45Bisa saja itu jauh lebih sedikit kan,
02:47kalau kemudian memang ada reko-focusing dan tepat sasaran.
02:50Dan yang paling penting, evaluasi-evaluasi yang semacam ini
02:54tujuannya adalah untuk menyehatkan kembali ekonomi.
02:56Dan kalau mau jujur sebenarnya,
02:58kalau pun toh ini tidak bisa dihentikan program populis kerakyatan,
03:02Koperasi Desa termasuk juga adalah MBG,
03:05yang paling penting dalam praktiknya itu sesuai dengan harapan adisti.
03:08Betul tidak bahwa akan terjadi misalnya ekosistem ekonomi itu terbentuk di desa-desa.
03:13Kalau itu yang tidak terjadi,
03:15maka anggaran-anggaran yang digunakan,
03:17APBN yang cukup luar biasa digunakan,
03:19itu pastilah diprotes.
03:21Tapi kalau efeknya betul terjadi ekosistem ekonomi,
03:25petani terberdaya, pedagang-pedagang sekitarnya juga terberdaya,
03:28ya rasa-rasanya memang kritik-kritik publik itu akan semakin mengurang.
03:32Problemnya adalah ketika menggunakan APBN yang cukup luar biasa
03:36di MBG ataupun di KDMP,
03:38tapi praktiknya banyak compang-camping,
03:40disitulah kemudian modul protes-protes publik.
03:43Jadi pada level implementasi juga harus dibenahi.
03:46Betul tidak bahwa masyarakat di daerah, di pedesaan yang selama ini mungkin termarginal,
03:52suaranya tidak pernah diperhatikan secara signifikan,
03:54secara ekonomi itu kemudian mampu tumbuh secara ekonomi.
03:58Kalau ekonomi-ekonomi desa itu terbangun dengan adanya proyek strategis ini,
04:03makan bergitik,
04:03saya kira publik akan membuka secara terang-menderang bahwa ratusan triliun yang digunakan di pemerintah itu memang tujuannya adalah untuk
04:12menciptakan ekosistem ekonomi di pedesaan itu.
04:15Kan itu pembuktian yang mesti dibuktikan sebenarnya.
04:17Oke, kita akan tunggu bagaimana langkah atau upaya pemerintah untuk bisa merespon dari 5 tuntutan mahasiswa yang kemarin disuarakan,
04:27tidak hanya di Jakarta juga, tapi juga di sejumlah daerah.
04:29Terima kasih Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Mas Adi Prayitno,
04:33dan juga ada Wakil Ketua Umum dari Partai Golkar, Bung Ahmad Doli Kurnia.
04:37Sehat selalu Bapak-Bapak, Assalamualaikum.
04:39Selamat pagi.
04:40Selamat salam.
Komentar

Dianjurkan