Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Syafa mulai menemukan kebahagiaan dan kekuatan untuk bangkit. Sementara itu, Gina semakin terobsesi dengan kehidupan Syafa meskipun hubungan Syafa dan Rangga sudah berada di ambang kehancuran.

Syafa begins to find happiness and the strength to move on. Meanwhile, Gina becomes increasingly obsessed with Syafa’s life, even though Syafa and Rangga’s relationship is already on the verge of collapse.


#jalinanterlarang #episode9 #dramaindonesia #sinetronindonesia #sinetronviral #jalinanterlarangepisode9
Transkrip
00:10Terima kasih.
00:31Terima kasih.
01:00Rangga.
01:03Estiva Rangga.
01:07Buru!
01:08Buru aku!
01:11Buru!
01:13Buru kamu.
01:14Sekarang juga kamu angkat kaki dari rumah ini.
01:18Pergi dan jangan ganggu anak saya lagi.
01:37Ya dak, kalau gitu aku langsung mempulang ya, Syafa.
01:40Sekali lagi, makasih.
01:41Ya.
01:49Assalamualaikum.
01:51Waalaikumsalam.
01:54Syafa.
01:56Kamu kemana aja?
01:59Sama naruhan.
02:01Berduakan ya.
02:04Aku baru habis nganterin surat cerai ke Rangga.
02:09Alhamdulillah.
02:11Sama.
02:14Akhirnya kamu sadar juga.
02:18Ini memang jalan yang terbaik buat kamu.
02:21Kamu, kamu kan masih muda.
02:23Jalan kamu masih panjang.
02:26Kamu masih bisa mulai hidup yang baru.
02:28Dengan cinta pertama kamu, Marwan.
02:33Ini cuma mamanya yang senang anaknya cerai.
02:37Belum juga resmi.
02:39Udah mau dijodoh-jodohin aja sama laki-laki lain.
02:42Eh, mama kan cuma pengen kamu bahagia.
02:46Marwan itu baik banget.
02:49Baik banget.
02:50Sayang banget juga sama kamu.
02:53Bahagia versi siapa?
02:56Aku gak ngerti kenapa ya.
02:58Rasanya semua orang tuh selama ini kayak merasa paling tahu apa yang paling baik buat aku.
03:05Apa yang paling bikin aku bahagia.
03:07Tapi gak pernah ada satupun yang nanya ke aku.
03:09Syafa, kamu maunya apa?
03:15Sekarang kamu mau salahin mama.
03:18Kamu mau salahin keluarga kamu juga.
03:21Enggak.
03:22Aku gak salahin kalian.
03:25Enggak.
03:26Aku nyalain diriku sendiri.
03:29Aku nyalain diri aku.
03:31Kenapa selama ini aku gak pernah bisa ngakuin aku itu hidup di tengah-tengah mamah dan keluarga yang toksik.
03:36Apa?
03:37Mau sampai kapan mamah jual aku?
03:38Kamu ngomong sembarangan.
03:39Kamu jangan ngomong sembarangan ya.
03:41Kapan mama jual kamu?
03:42Kapan?
03:44Aku gak pernah ngajarin kamu jadi laki-laki yang sebodoh tadi.
03:50Udah kehilangan istri.
03:52Kamu mau dipenjara karena melukai anak orang?
03:56Iya.
03:58Urusan istri kamu biar ibu yang beresin semuanya.
04:03Biar ibu yang beresin?
04:05Ibu mau beresin apa, Bu?
04:06Semua ini jelas-jelas gara-gara ibu.
04:12Tadi kamu salahkan Gina.
04:14Sekarang kamu salahkan ibu.
04:16Kapan kamu mesalahkan diri kamu sendiri?
04:19Semua ini gak akan terjadi kalau kamu gak kegoda rayuan anak kemarin sore itu.
04:26Memalukan.
04:28Iya, Bu.
04:29Iya, aku bodoh.
04:31Iya, aku malu-malu ini.
04:32Iya.
04:33Tapi ibu selalu membuat aku itu terjebak di antara ibu dan juga istri aku.
04:39Aku gak pernah tahu situasi apa.
04:41Terangga.
04:43Ibu itu cuma berusaha buat menjaga kamu.
04:47Keluarga siapa itu benar lu buat kamu?
04:53Ibu gak mau kalau nanti ibu gak ada.
04:57Kamu akan dihabisin, diporotin sama mereka.
05:02Bisa apa kamu tanpa ibu?
05:05Bu, tapi aku udah dewasa, Bu.
05:08Aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri.
05:10Aku tuh udah gede, Bu.
05:12Rangga.
05:13Ngurus soal Gina aja kamu gak bisa.
05:16Ya, karena ibu selalu meneritaku seperti anak kecil, Bu.
05:20Ibu selalu menuntut aku untuk menuruti semua kemauan ibu.
05:24Semua peraturan ibu.
05:27Sekolah, kuliah, pilihan ibu.
05:30Sampai tempat dimana aku bekerja itu pilihan ibu.
05:34Aku tuh cuma boneka buat ibu.
05:36Tapi ibu tahu yang terbaik buat kamu.
05:39Kamu itu satu-satunya anak ibu.
05:41Ibu gak mau kalau kamu nantinya seperti bapaknya.
05:44Tapi hidup aku, Bu.
05:46Bukan hidup ibu.
05:47Bukan hidup aku.
05:51Kapan mama pernah jual aku?
05:54Ma, aku masih SMA.
05:56Aku masih kecil.
05:57Mama bawa-bawa aku ke hotel.
05:58Mama bawa-bawa aku ke bar buat dikelilingi ke laki-laki kaya.
06:00Supaya mereka jadi suami aku.
06:01Mama lupa itu.
06:02Mama mau ngejual aku.
06:04Mama tuh ngejual aku ke Pak Richard buat bayar hutang.
06:06Mama.
06:06Mama lupa.
06:08Mama tahu kenapa aku buru-buru mau nikah sama Rangga?
06:11Karena aku takut begitu kita pindah ke Jakarta.
06:13Mama akan mau langsung ngejual aku lagi ke laki-laki lain.
06:19Mama tuh perempuan.
06:21Tapi mama gak pernah bisa jaga dan ngelindungi anak perempuan mama sendiri.
06:25Siapa?
06:26Mama gak pernah bermaksud menjual kamu?
06:29Enggak.
06:30Wajar dong.
06:32Wajar kalau mama pengen kamu punya suami kaya.
06:35Karena kamu tuh cantik.
06:37Karena kamu pintar.
06:39Kamu pantas dapet yang terbaik.
06:41Terbaik versinya siapa?
06:44Terbaik buat aku?
06:46Atau terbaik buat mama?
06:47Apa?
06:50Buat mama?
06:54Kamu bilang buat mama?
06:58Siapa?
07:08Mama sudah sudah susah payah.
07:12Mama sudah susah payah besarin kamu.
07:16Besarin kakak kamu.
07:19Besarin adik kamu dengan susah payah.
07:23Dan sekarang ini.
07:24Ini balasan kamu.
07:26Ini balasan kamu.
07:30Bapak kamu itu tukang selingkuh.
07:35Dia gak peduli sama kita.
07:39Ibu harus buktikan kalau kamu itu bukan dia.
07:44Itu, Bu.
07:47Itu masalahnya.
07:50Masalahnya aku bukan Bapak.
07:53Bu jangan sama yang aku sama Bapak, Bu.
07:54Tapi kamu piring.
07:57Kamu persis kayak Bapak.
08:01Sama-sama suka seni.
08:04Gak bisa kerja.
08:06Gak bisa berbisnis atau apapun.
08:10Semua usaha gagal.
08:13Tapi tetap saja.
08:15Banyak perempuan yang suka sama Bapak.
08:22Semua ibu lakukan.
08:25Tapi malahan kamu semakin lama semakin mirip sama dia.
08:31Ibu udah gagal membesarkan kamu.
08:36Bu.
08:39Ibu gak gagal.
08:43Aku suka seni, iya, Bu.
08:45Aku gak bisa bisnis.
08:46Aku gak bisa kerja kantoran, iya.
08:50Tapi aku gak akan seperti Bapak, Bu.
08:53Aku bukan Bapak.
08:58Pergi.
08:59Kamu pergi dari rumah ini.
09:01Aku?
09:01Iya, aku yang pergi.
09:02Aku yang pergi dari sini.
09:04Kamu pergi.
09:05Gak salah, Ma.
09:06Ini rumah.
09:07Kalau ada tagihan, siapa yang bayar?
09:09Aku yang pergi, ya?
09:11Kalau ada yang rusak, siapa yang benerin?
09:14Siapa yang ngurus rumah ini selama ini?
09:16Siapa?
09:17Aku yang jaga rumah ini.
09:22Terus kenapa kamu bilang?
09:24Kamu bilang tadi.
09:26Kamu bilang sama Mama.
09:28Kamu bayar semuanya.
09:30Tapi kamu merasa paling tersisang, iya, kan?
09:32Jadi buat apa lagi kamu tinggal di sini?
09:34Aku akan bawa siapa pulang.
09:36Dan hanya ada satu perempuan dalam hati aku.
09:40Iya, aku gak bisa janji.
09:42Aku akan menjadi sukses ataupun punya banyak uang.
09:46Tapi yang bener-bener sejadi satu hal sama ibu.
09:50Aku gak akan pernah jadi seperti bapamu.
09:54Aku.
09:55Aku.
09:55Aku.
10:07Terima kasih.
10:37Terima kasih.
10:56Terima kasih.
11:38Terima kasih.
11:56Terima kasih.
12:27Terima kasih.
12:44Terima kasih.
12:45Terima kasih.
13:18Selamat siang, Pak Larwan.
13:19Siang.
13:19Betul yang pesan ruang VIP room?
13:21Ya.
13:22Mari saya antar, Pak.
13:31Jangan sampai ada yang tangguh, ya?
13:32Baik, Pak.
13:54Kau mau apa lagi?
13:58Aku minta nih pertemuan kita yang terakhir, ya, Gina.
14:03Aku nggak pengen sampai ada orang lain tahu tentang hubungan kita.
14:10Aku nggak mau.
14:12Masa lalu kita ngerusak masa depan.
14:15Dan, lo dimana sih?
14:18Lo ngajari dateng nih?
14:20Lo ngasih banget sih lo.
14:23Ngapain lo lah?
14:24Aduh, apaan sih?
14:26Raya, lo beneran ngajari dateng.
14:27Ini gue udah...
14:27Gue udah nyampe loh.
14:29Oh, kenapa nggak bilang dari tadi kamu ngajari dateng?
14:32Ini gue udah nyampe.
14:33Masa Lori juga dateng sih?
14:35Ah, nggak jelas sama pada bilang dari tadi, kek.
14:42Kayaknya kita senasib, ya?
14:44Sama-sama di PHP-nya sama teman-teman kita.
14:54Aku boleh gabung nggak?
15:22Itu pasaran 6 bulan, Mas.
15:29Aku kasih semuanya buat kamu.
15:35Kamu itu pertama, aku tahu.
15:41Terus kamu ngilang.
15:45Nggak ada kabar, nggak ada yang menjawab.
15:51Kamu ghosting aku gitu aja.
15:54Aku begitu...
15:57Karena kamu obses sama aku, Gina.
16:02Kamu selalu minta...
16:04Yang lebih dari hubungan kita.
16:08Padahal aku jujur dari awal.
16:11Aku nggak pernah kasih harapan apapun sama kamu.
16:14Aku nggak pernah janjiin apapun buat kamu.
16:19Kepikir...
16:21Dengan aku tunjukin sayang aku ke kamu...
16:25Kamu akan berubah.
16:31Atau nggak?
16:33Gina, kamu tuh...
16:35Kamu masih terlalu muda buat aku.
16:38Kamu nggak akan pernah bisa jadi istri aku.
16:41Dunia kita berbeda.
16:42Tujuan kita beda.
16:44Ya, I know.
16:46Aku happy sama kamu.
16:48We have a good times.
16:50Aku nggak bisa bohong.
16:51Ya, aku hamil, Mas Marwan.
16:53Kamu tahu aku nyari namun karang gila waktu itu.
16:57Terus aku sadar.
16:58Ternyata aku nggak kenal kamu siapa.
17:01Aku nggak tahu kamu kerjanya di mana.
17:03Aku nggak tahu kamu tinggalnya di mana.
17:05Bahkan aku nggak tahu teman-teman kamu siapa.
17:06Mana social media kamu ada nggak?
17:08Nggak.
17:08Bahkan selama ini aku nggak tahu...
17:10Kalau nama asli kamu tuh...
17:11Marwan.
17:13Selama ini aku taunya...
17:15Nama kamu...
17:17Ardi Romeo.
17:19Romero, ya.
17:21Romero itu nama kucing aku.
17:29Aku selalu bilang sama kamu.
17:32Minum bilnya.
17:34Tapi kamu nggak minum.
17:38We know the risk, kan?
17:40Kamu juga tahu itu bahaya.
17:42Kamu sengaja ngelakuin itu supaya kamu hamil.
17:46Dan aku tanggung jawab.
17:48Dan aku nikahin kamu.
17:50Aku...
17:51Aku emang bukan si baik-baik gila.
17:53Ya.
17:54Aku main sama premp.
17:56One salah sini, salah sini.
17:58Tapi aku nggak pernah cari keuntungan sama mereka.
18:02Semua aku lakuin atas keinginan sama-sama.
18:07Kita nggak punya kepentingan apapun.
18:09Bahkan sama kamu, aku aku pikir juga kayak gitu kok.
18:12Terus kamu mau nikah sama Kak Syava?
18:18Ya.
18:21Aku pengen nikah sama Syava.
18:22Dan jujur.
18:24Dan jujur.
18:52Istri yang ideal buat aku.
19:00Siapa sangka kita ketemu lagi di tempat Kak Syava?
19:03Ya aku juga nggak nyangka.
19:05Bisa ketemu sama kamu dan ternyata kamu pacarnya Fahri.
19:09Terus kamu malah bilang ke Fahri untuk tes DNA.
19:13Bodoh banget sih kamu.
19:14Hah?
19:15Gimana caranya bodoh banget kayak gitu?
19:17Ya karena aku nggak tahu kok pacaran sama Fahri.
19:24Ya aku pikir kamu tuh...
19:27Dari isu.
19:30Kamu kayaknya suka sama Cang lebih tua.
19:48Untuk ada Bang Al.
19:53Kalau nggak kayaknya mas Rangga nggak akan pernah bisa buka hatinya dia untuk aku.
19:59Tapi kamu harus hati-hati sama Al.
20:03Dia udah manfaatin kamu kan?
20:05Kamu udah diperas sama dia.
20:06Ya tapi dia ada gunanya.
20:11Palat dulu.
20:40Sampai jumpa di video selanjutnya.
20:42Fahri.
21:03Aduh sayang.
21:05Hati-hati dong sayang.
21:06Hati-hati ya.
21:21Ini semua sia-sia mas.
21:24Karena aku dengar mas Rangga bilang ke Tante Dina.
21:26Kalau misalnya dia nggak akan menceraikan Kak Syahpah.
21:29Terus kita gimana?
21:34Nah oke.
21:36Rangga sama Syahpah tetap akan cerai.
21:39Rangga mohon-mohon minta maaf.
21:41Apapun yang dia lakukan.
21:43Nggak ada gunanya.
21:45Karena video dari Al itu bukti yang kuat dan bikin Rangga kalah di pengadilan.
21:50Jadi sekarang kamu tenang ya.
21:53Kamu tetap dekatin Rangga.
21:54Ya oke ya.
21:56Nanti dia pengacara aku.
21:59Yang bakar isu ini terus.
22:01Oke?
22:02Ya?
22:03Oke.
22:06Mas.
22:08Dulu.
22:13Dulu kamu beneran sayang nggak sama aku?
22:20Dulu.
22:21Ya.
22:23Ya.
22:24Dulu.
22:25Waktu itu ya.
22:27Ya.
22:27I care about you.
22:30Kamu baik.
22:31Ya.
22:32Kamu manis Gila.
22:36Aku nggak pernah nyesel kenal sama kamu.
22:39Dan aku yakin kamu akan bahagia sama Rangga.
22:43Kita nggak akan salah pilih.
22:45Sedepan kita.
22:47Kita nggak akan nyeseling pilihan kita oke?
22:52Ya.
22:54Aku rasa.
22:55Kumpiak.
23:00Satu lagi Gila.
23:05Jangan pernah hubungin aku.
23:08Dan jangan pernah ngajak aku ketemu lagi.
23:34Jangan.
23:34Jangan.
23:44tapi kamu ikut-ikutan salahin Mama
24:07Nah
24:10Tarif
24:11Gak saling lama sama sekali enggak
24:17Terima tarif dahil ya
24:19Mau membaikin yang sama Kak Siapa
24:22Karena udah semalam
24:24Kamu ini sampe pulang ke rumah orang pulangnya lagi ma
24:27Gak enak para liatin
24:30Gak anak, gak menantu
24:32Semuanya sama
24:33Semuanya hobinya sama
24:35Suka bikin mama pusing
24:45Maaf ya
24:47Tapi ngomong anak kamera emang ada beneran juga ma
24:51Farik
24:52Bang Al
24:54Kami berdua kan laki-laki
24:56Tapi justru apa
24:57Kak Siapa yang perempuan
Komentar

Dianjurkan