Skip to playerSkip to main content
  • 7 hours ago
Episode 9A Love & 10 Million Dollars
Transcript
00:03Bu, ada tamu mau ketemu, katanya penting.
00:10Siapa?
00:12Saya.
00:22Helena?
00:32Saya udah tahu semuanya, kamu, Dias, Rian.
00:40Oh, jadi Rian udah buka semuanya ke kamu.
00:45Prenksek.
00:46Saya gak akan jual Anbaya, jangan harap.
00:50Anbaya akan tetap berdiri, dan akan sukses.
00:56Dan saya akan bawa ini ke jalur hukum.
01:00Silahkan aja.
01:02Emangnya kamu pikir muda?
01:04Keluarga saya itu dekat sekali dengan kepala kepolisian.
01:10Jadi mereka mana mungkin ada yang berani?
01:13Oh.
01:14Dan sekarang juga yang bantuin kamu siapa?
01:17Arman.
01:20Dia udah mau punya apa-apa.
01:23Kamu boleh punya rencana.
01:28Tapi saya gak akan nyerah.
01:30Sekalipun kamu punya koneksi, atau kerjasama dengan siapapun.
01:36Dan...
01:38Termasuk Dias dan mafianya.
01:45Gak sesuai jagoan sama Elina.
02:09Gak sesuai jagoan sama Elina.
02:10Ini...
02:11Aku mau diangkat coba.
02:23Gak sesuai jagoan sama Elina.
02:33Gak sesuai jagoan sama Elina.
02:52Ayo.
02:53I was.
02:59Lo kan yang janjiin Anfaya udah aman lagi?
03:03Jadi, kapan tepatnya?
03:06Anfaya jadi jalur gue.
03:09Masih proses, bos.
03:12Bos, tenang aja ya.
03:15Lo jangan main-main sama gue.
03:18Enggak, enggak.
03:19Enggak berani, bos.
03:21Enggak, enggak.
03:22Tapi,
03:25gue butuh waktu dikit lagi.
03:29Semua under control.
03:31Iya.
03:34Eh,
03:36denger ya?
03:38Kepercayaan gue,
03:39mahal harganya.
03:41Kalau sampai bulan ini,
03:44Anfaya gak bisa jadi jalur gue,
03:46gue bikin lenyap dari dunia ini.
03:50Iya, bos.
03:51Tenang aja.
03:53Percaya sama gue.
04:02Vero?
04:04Iya, Vero.
04:05Ada si Dias juga sama si Rian.
04:11Tapi,
04:12ini good news-nya, men.
04:13Anfaya gak jadi dijual.
04:15Anfaya siap bangkit.
04:16Bahkan Elina,
04:17mau ikut pendanaan internasional.
04:23Pendanaan dari?
04:26Global,
04:27Eternal Capital.
04:35Angkanya?
04:37Lumayan, bro.
04:3830 juta dolar.
04:4030 juta dolar?
04:45Harusnya cukup sih itu.
04:47Angka 30 juta dolar
04:49untuk pemulihan company,
04:52untuk restock inventory,
04:54upgrade facilities,
04:56modal awal ekspor.
04:58Oh my God, man, man.
04:59Bukan itu masalahnya.
05:01Elina tuh gak pernah ikut
05:02international funding.
05:04Dia termasuk nekat, loh.
05:06Lu gak pengen terjun bantuin dia, gitu?
05:10Oke, oke.
05:10Gue tahu,
05:11lagi gak ada duit sekarang,
05:12nama lu dirusak.
05:13Tapi lu tahu persis dunia investasi
05:15dan cara jalanin company, kan?
05:38Nah,
05:40Harman bisa sampai di titik ini.
05:43Nah, segalanya sukses.
05:48Selain karena Mama,
05:50Rizmo juga gak lepas jadi.
05:54Dari Elina, Ma.
05:57Dari Arman kecil
05:58sampai sekarang,
05:59Arman masih dan selalu mencintai Elina.
06:04Arman benar-benar sayang sama Elina, Ma.
06:11Maafin Arman, ya, Ma.
06:29Love you, Ma.
06:37Tante?
06:38Besok pagi,
06:40Arman harus berangkat ke Bali.
06:42Karena Arman ada sedikit urusan.
06:45Selama Arman di Bali,
06:48titip Mama, ya, Tante?
06:49Hati-hati, ya, Ma.
06:51Thank you, Tante.
07:01Kak El.
07:06Asik.
07:08Udah oke tuh tangan kayaknya.
07:10Iya, udah aman sekarang, Ma.
07:13Hmm, Kak.
07:15Hardy udah siap untuk bantu di Anfaya.
07:19Serius?
07:20Emangnya lo oke sama tawaran gue?
07:23Dua rius malah.
07:24Why not?
07:25Kak ada mana juga?
07:27Hmm.
07:36Aku ajak Hardy keliling-keliling dulu ya, Kak.
07:38Iya.
07:38Oke.
07:39Aku duluan ya.
07:40Hmm.
07:41Hai.
07:55Hai.
08:07Anfaya.
08:09Masih buka lawangan kerja nggak?
08:13Kalau masih aku mau daftar.
08:16Atau mungkin kalau perlu orang konsultan,
08:20kita bisa kerjasama.
08:23Ya, aku bisa...
08:25bikin proposal untuk itu.
08:28Yang bantuin kamu,
08:31aku nggak cuma Hardy doang kok.
08:34Aku juga mau bantu kamu.
08:37Maksudnya?
08:40Kamu mau nggak terima bantuan aku
08:43untuk menerima pendanaan internasional.
08:48Tapi kamu,
08:49it's okay kalau masih nggak yakin.
08:52Aku bisa kirimin kamu portfolio aku.
08:57Kayaknya kalau nggak mau ngirimin aku portfolio,
08:59seminggu kayaknya nggak bakal selesai juga di aku bacanya.
09:08Aku juga pengen bangkit, Elina.
09:11Sama seperti kamu.
09:15Memang aku tahu bahwa
09:16keuangan aku udah nggak kayak dulu.
09:19Tapi,
09:21kalau untuk cariin koneksi,
09:22untuk dapetin pendanaan internasional,
09:26aku akan lakuin yang terbaik.
09:29Asalkan kamu mau dibantu.
09:33Tapi,
09:35Oh, iya.
09:38Yaudah, aku tahu kok jawaban kamu.
09:42Kamu mau ngelakuin semuanya sendirian, kan?
09:46Kan emang dari dulu gitu?
09:51Bukan sih.
09:54Maksud aku,
09:55tapi aku tuh,
09:58aku tuh kayaknya nggak sanggup deh gaji kamu.
10:01Aku harus ngejualin mesin-mesin aku
10:03biar bisa mampu gaji kamu.
10:07Kamu tuh,
10:09udahlah nggak usah mikirin soal gaji.
10:13Nggak penting buat aku.
10:15Yang paling penting,
10:17Kamu mau terima bantuan aku.
10:20Itu cukup.
10:29Makasih, Arman.
10:41Aku masih nggak percaya, El.
10:45Rian,
10:46Selama ini.
10:50Jadi sekarang,
10:52kamu mempertahankan Anfaya?
10:55Iya, Pak.
10:59Ini kesempatan kamu terakhir.
11:04Kalau kamu gagal lagi,
11:07kamu urus bisnis keluarga.
11:10Iya, Pak.
11:11Tapi,
11:12kali ini Elina nggak sendirian kok.
11:14Aku punya tim yang solid,
11:15dan partner yang hebat.
11:19Partner?
11:21Siapa?
11:27Arman.
11:29El.
11:31Kamu yang benar aja.
11:33Setelah semua yang ada kejadian.
11:45El.
11:47Aku dukung kamu dan Anfaya.
11:51Tapi, Arman.
11:53Sorry.
11:56Iya, aku...
11:58Aku ngerti kakak nggak bakal setuju.
12:00Tapi aku tahu apa yang aku lakuin.
12:02Dan,
12:03aku tuh memang butuh orang yang
12:05paham betul akalan bayi berdiri.
12:07Dan orang itu Arman.
12:33Selamat, Bu.
12:34Selamat.
12:43Hari ini,
12:45kita akan menyaksikan
12:46awal baru dari Anfaya.
12:48Bersama orang-orang yang tepat,
12:52Anfaya akan bangkit
12:53lebih besar dari sebelumnya.
12:56Saya ingin memperkenalkan
12:57Hardy.
12:59Dia yang akan memperkuat
13:00pemasaran
13:01dan distribusi Anfaya.
13:03Dan,
13:04Arman,
13:07dia akan menjadi
13:08partner strategis
13:09sekaligus
13:10konsultan pendanaan
13:12internasional kita.
13:21Ya, ini ruangan kamu.
13:25Ya, aku tahu sih,
13:26ini pasti beda banget sama ruangan kamu sebelumnya.
13:29Nggak semua sih.
13:36Ini cukup banget buat aku.
13:39Oh iya,
13:40kamu berarti sekarang tinggalnya sama
13:42Hardy atau
13:43gimana?
13:46Ya, kalau untuk saat ini
13:49kebetulan teman aku
13:50kasih pinjem rumahnya.
13:52Jadi, aku bakal ke Jogja dulu,
13:55nemenin Mama pindahan,
13:57terus baru
13:57balik ke sini.
14:00Tapi, itu
14:01tante kamu
14:02nemenin Mama, kan?
14:04Iya.
14:06Mama juga butuh banget sama
14:07tante, kan?
14:08Pasti.
14:10Oke.
14:11Oh iya, ini tuh ada
14:12beberapa berkas yang harus kamu cek, ya?
14:16Oke.
14:27Oh iya,
14:28kalau
14:29pendanaan ini berhasil,
14:312 juta dolar kamu
14:32aku kembalikan ya.
14:35Masa?
14:37Iya, nggak mungkin aku tolak juga, kan?
14:40Kamu juga pasti kekeh.
14:43No?
14:51Elina,
14:53kalau semuanya lancar,
14:56kita nikah, ya?
14:59Hmm?
15:03Kamu nggak usah jawab sekarang,
15:05kamu pikirin dulu baik-baik.
15:09Tapi aku serius.
15:24Hai.
15:26Hai.
15:27Hai, bu-bu.
15:37Malam minggu,
15:40kita
15:41tinder yuk.
15:46Bebiw,
15:48kan kita bakal lembur
15:49sama Elina,
15:50sama Arman.
15:51Terus,
15:51Sabtu Minggu juga bakal
15:52persiapan presentasi pendanaan, kan?
15:55Kayaknya nggak bisa deh.
16:01Iya ya?
16:09Apaan itu?
16:16Apaan sih?
16:17Apaan nggak?
16:18Ini apa sih?
16:23Apaan nggak?
16:23Apaan sih?
16:30Sepi,
16:30bisa kali.
16:34Jangan nakal ya,
16:35kalau ya.
16:36Nggak nakal dikit doang.
16:37Nggak, nggak?
16:38Bicet doang.
16:40Bisa, bisa, bisa.
16:46Bisa.
16:53Pokoknya,
16:53bulannya bilang,
16:54Sabtu kesana ya.
16:55Eh, maaf.
16:57Berkesan ketinggalan.
16:58Oh iya.
17:01Emangnya aman
17:02kalau lo balik lagi ke sini?
17:04Ya aman,
17:05nggak aman lah.
17:06Gue mau gimana lagi?
17:07Udah nggak ada duit
17:08buat sewa tempat lain.
17:10Eh, sekarang yang penting,
17:12Anfaya itu
17:13udah harus di tangan kita.
17:14Itu mafia udah kasih kita deadline lo.
17:17Iya, gue juga tahu.
17:19Gue juga dikasih deadline
17:20sama bokap.
17:25Rengsek ya.
17:27Mana sekarang Anfaya
17:28mau ikut pendanaan
17:29internasional lagi?
17:31Oh iya?
17:32Iya.
17:33Arman sekarang jadi
17:34strategic partner
17:35dan konsultan
17:36buat Anfaya.
17:38Apa?
17:39Gue kira dia udah
17:41nggak bisa ngapa-ngapain.
17:43Tias.
17:45Arman aja
17:46bisa selamatin
17:47perusahaan bokap gue
17:48yang hampir bangkrut.
17:49Bahkan lebih maju
17:50pas dia pegang.
17:51Ini bahaya banget sih
17:52menurut gue.
17:53Kalau sampai
17:54Arman pegang Anfaya,
17:56Anfaya akan jadi
17:57bisnis yang nggak main-main.
18:00Sebelum itu terjadi,
18:02kita harus gagalin.
18:04Mereka nggak boleh
18:05dapat pendanaan itu.
18:07Terus setelah itu?
18:10Nanti kita pikirin.
18:12Yang penting,
18:13kalau di situ mereka gagal,
18:16pasti
18:16mereka akan kesulitan, kan?
18:22Oh iya?
18:24Lu tahu nggak
18:25kapan hari H
18:26acara mereka itu?
18:38Gimana?
18:39Kamu udah siap?
18:41Wait.
18:42Udah kok?
18:43Udah siap.
18:44Jadi gini,
18:45aku udah dapet kabar,
18:48so the board director
18:49untuk investor panelisnya itu
18:51namanya Pak Rangga Duitama.
18:53Oke.
18:54Aku kenal sama dia.
18:57Ya,
18:58nggak kenal-kenal banget,
18:59tapi
18:59bisa dibilang aku tahu dia.
19:01Tapi memang dia orangnya itu
19:03susah banget untuk
19:03diyakinin.
19:04Tapi
19:05itu
19:06Desi,
19:07kamu
19:07nggak rapih?
19:10Nggak rapih?
19:11Iya.
19:12Mana?
19:12Bentar sini.
19:13Bapak-bapak.
19:14Aku rapin, aku rapin.
19:24Terima kasih.
19:27Terima kasih.
19:28Kak El,
19:28Kak,
19:29Kak Gawat, Kak.
19:30Lihat,
19:30media ini tersenang nulis
19:32anfaya perusahaan yang bermasalah.
19:34Gudang hampir bangkrut,
19:35terus
19:35Gudang kebakar.
19:36Pokoknya mereka yang liat,
19:37kita tuh
19:38nggak kredibel.
19:40Ini Black Campaign.
19:42Artikel ini baru naik sejam yang lalu.
19:43Dan kacau ya,
19:45udah di-share sama ribuan orang.
19:47Investor pasti udah baca.
19:48Wah, kita sih udah nggak ada waktu.
19:50Mana biasanya kita harus presentasi lagi?
19:52Udah nggak apa-apa.
19:53Kita nanti jelasin semuanya ke mereka.
19:56Aku minta tolong sama kalian.
19:58Di,
19:58tolong.
19:59Cari tahu
20:01siapa dalang di balik artikel ini.
20:03Oke, Bang.
20:04Udah,
20:04kita jalan sekarang.
20:06Ya udah.
20:07Hati-hati ya, Pak.
20:08Ya.
20:25Ini kan udah jalan.
20:26Udah siap-siap.
20:28For now,
20:29potensial investors
20:30are left with one critical question.
20:32Is Anvaya truly ready
20:34for global expansion?
20:35Or is it just another
20:36troubled brand
20:37chasing cash to survive?
20:39Udah,
20:40kamu nggak usah baca, Elina.
20:40Ya, tapi kan aku harus siap nanti
20:42kalau ditanya-tanya.
20:43Ini tuh media
20:44International Business Observer.
20:46Aku cuman nggak tahu ini media apa.
20:48Udah mendingan
20:49kamu tuh fokus aja
20:50sama presentasinya.
20:52Kalau kamu baca yang ada,
20:53kamu akan terus terdistraksi.
21:01Ah!
21:02Ah!
21:07Pak,
21:08papa nggak apa-apa.
21:09Eh!
21:10Kok nampak dia?
21:11Lu bawa mobil nggak liat-liat.
21:13Aduh.
21:13Kok gimana sih?
21:14Orang bapak yang motong jalur saya?
21:16Eh, eh, eh.
21:17Ada apa ini?
21:18Ini, Pak.
21:19Bawa mobil nggak jalan-jalan.
21:20Jalan-jalan ini, Pak.
21:23Begini, Pak.
21:24Ya.
21:24Kita selesaikan saja
21:25secara baik-baik.
21:27Saya ada semua buktinya
21:28di dashcam saya.
21:29Itu akan terekam semua
21:31tentang kejadiannya
21:32seperti apa, Pak.
21:32Oh.
21:33Eh, kita lihat di dashcam.
21:34Ya.
21:34Ayo.
21:34Arman, Arman, Arman.
21:35Ini udah.
21:36Mampet banget.
21:37Aku udah harus pergi.
21:42Eh, Lina.
21:44Maaf banget, tapi
21:46kamu pergi duluan aja
21:47naik taksi.
21:48Karena aku harus ngurusin ini
21:49sampai selesai.
21:50Aku nggak mungkin ninggalin.
21:51Iya.
21:51Serius?
21:52Iya, ya.
21:52Maaf, aku nggak bisa nemenin.
21:54It's okay.
21:55Kamu, Mama,
21:56tiap-tiap kabarin aku.
21:57Ya.
21:58Lancar-lancar semuanya.
21:59Aku duluan, ya.
21:59Oke.
22:13Pak Raga, Pak.
22:16Maaf, saya Lina dari Anvaya Wines.
22:20Tolong izinkan saya untuk presentasi kepada para Raga dan para investor.
22:25Kamu terlambat.
22:26Dan saya baru aja partah artikel.
22:29Kalau para investor itu harus hati-hati dengan Avaya Wines.
22:32Iya.
22:33Saya mohon maaf, Pak, sebelumnya.
22:35Jadi,
22:36tolong izinkan saya
22:38untuk
22:39nguruskan ini semua,
22:40untuk menjelaskan ini semua kepada Bapak dan para investor.
22:44Oke.
22:45Kamu saya kasih kesempatan.
22:47Tapi minggu depan.
22:49Dan jangan lupa
22:50bahwa semua bukti-buktinya.
22:51Kalau semua itu nggak benar.
22:54Baik.
22:54Terima kasih banyak, Pak.
22:55Ya.
23:07Dias.
23:10Mulai sekarang.
23:11Mission accomplished.
23:21Hah?
23:22Satu minggu?
23:24Iya.
23:25Kita cuma dapat satu kesempatan
23:27untuk presentasi
23:28dan ngasih bukti minggu depan.
23:31Kita udah coba
23:33buat hubungin
23:34liat internasional itu.
23:36Tapi
23:36no response.
23:38Aku juga udah coba cari penulis artikelnya.
23:41Ada namanya
23:41Credible
23:42tapi nggak bisa dihubungin.
23:46Ya udahlah.
23:48Makasih ya.
24:07Alina.
24:08Hey, we will be able to do this all.
24:19Trust me, okay?
24:23Whatever happens with Anfaya, I will stay here.
24:30We will do this all together.
24:36Okay. Thank you.
24:50Kenapa, Man? Masih busing. Gara-gara Elinda masih ragu sama lu.
24:57Wajarinlah. Jangan masih kepikiran Anfaya banget sekarang.
25:03Kayaknya Elinda tuh masih pengen banget terima lu.
25:10Beneran.
25:12Ya beneran, dia tuh udah siap.
25:15Cuma keganjel aja masalah Restu.
25:18Restu dari bokapnya.
25:20Dari kakaknya.
25:22Mereka tuh kayak ngeliat lu sekarang.
25:25Bukan pilihan yang pertama.
25:33Dan satu lagi masalah ya, Ma.
25:36Restu dari nyokap lu.
25:37Lu tau sendiri nyokap lu kayak gimana.
25:43Menurut gua sih lu harus ngelakuin sesuatu yang bikin ini semua bakal jadi clear.
25:49Temuin bokapnya Elina mungkin.
25:52Tapi kayak gini kalo bisa.
25:54Pas juga tuh.
25:55Elina kan mau dateng ke Jakarta.
25:57Nah kalo masalah nyokap lu.
26:00Either lu bisa temuin dulu sama Elina mungkin.
26:04Atau lu bisa tenangin dulu hati nyokap lu.
26:07Pokoknya kalo menurut gua gini, Ma.
26:10Jangan sampe ini diturut-tunda lagi.
26:16Lu sendiri gimana sama Amanda?
26:20Lu jadi lamar?
26:23Gua...
26:24Gua sih...
26:28Ada rencana...
26:30Planning staycation sama Amanda ya.
26:33Tapi lu ke Jakarta aja sama Elina ya.
26:36Jangan rusak momen gua sama Amanda.
26:38Ya, please.
26:39Oke.
26:48Jadinya nulis artikel itu Andrew McKay.
26:51Jurnalis.
26:52Iya.
26:53Katanya Amanda sih gitu.
26:54Dia tuh ga bisa dihubungin, Kak.
26:57Kakak, oh aku boleh minta tolong ya.
26:59Soalnya...
27:00Dia itu katanya juga lulusan Stanford.
27:03Iya, nanti aku cuma cari tau ya.
27:05Iya tolong ya, Kak.
27:07Permisi, Mbak.
27:08Ada tamu.
27:10Katanya mau ketemu Bapak sama Bu Nasa.
27:14Siapa, Bi?
27:15Katanya Pak Arman.
27:16Selamat siang.
27:18Katanya Pak Arman.
27:18Bagus!
27:18Jangan disini.
27:19Jangan disini.
27:20Tsengah!
27:20Tengah!
27:21Tengah!
27:21Mbak!
27:21I'm waking and I'm...
Comments

Recommended