- 2 days ago
Meet me again I want share my vlog I rode a motorcycle from Tangerang to South Jakarta. Enjoy this video. Thanks for watching.
Category
🛠️
LifestyleTranscript
00:06Okay, let's get back with Ka Arvan, DibilzTV, TV-nya kita semua
00:09Kali ini Ka Arvan sedang dalam perjalanan, ya
00:13Sedang dalam perjalanan dari Tangerang, guys
00:16Tepatnya di Tangerang Kota, ya
00:17Nah, Tangerang Kota menuju ke Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
00:22Nah, kalau kita lihat di sini, Ka Arvan ini lewat mana, nih?
00:26Ada yang bisa tebak, nggak?
00:27Ini Ka Arvan lewat ke arah Ciledug, guys
00:30Nah, ini Ciledug, ya
00:32Jadi, Ka Arvan itu sekarang berada di Tangerang Kota, ya
00:35Sekitaran Cipondok, gitu lah, ya
00:37Dan sekarang dari sini saya ingin berangkat menuju ke
00:42Ini, guys, berangkat menuju ke salah satu rumah para lawan revolusi
00:47Yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
00:51Ya, jadi naik motor ini sekalian bikin vlognya aja sekalian, ya, guys
00:55Ya, jadi perlu ditahu juga bahwa kalau misalnya di perjalanan ini itu memakan waktu kurang lebih 40 menit, ya, guys
01:04Kalau kita berangkat dari Tangerang, ya, arah-arah Cipondo, arah Ciledug, arah Tangerang Kota, itu kita akan belok ke arah
01:11Ciledug
01:12Nah, kalau memang di Tangerang itu memang sudah dekat dengan Jakarta lah, guys
01:16Nah, contoh misalnya, kalau kita berangkat misalnya arah-arah poris
01:20Nah, itu kan misalnya dari Cilopo Cipondo itu ada poris, kita belok kiri dulu
01:24Dari berkah kaca Cipondo
01:26Kemudian kalau kita misalnya mau ke arah barat, ya, Jakarta Barat, itu kita lurus aja
01:30Belok kiri lurus, terus mengikuti jalan dan menyebrang dari rel kereta api
01:35Kemudian kita lurus, kita keluar, itu udah jalan daan mogot Kaliderus
01:41Ya, jadi kita muter dulu di situ
01:43Kemudian di situ, muter, muter di situ, dan di situ lah
01:47Kita akan menuju ke Kaliderus, kalau ke arah kanan, kalau dari Cipondo, ya
01:51Kalau ke arah kiri, kita balik lagi ke Tangerang Kota
01:54Nah, kalau kita misalnya ingin ke arah, maaf, ke arah apa namanya?
02:01Ke arah Jakarta Pusat, kemudian Jakarta Barat, eh, Jakarta Pusat, maaf, Jakarta Timur
02:08Ya, kita lewat di Ciledug, guys, ya
02:10Nah, di Ciledug ini sebenarnya, apa ya, perjalanannya ini mungkin memakan waktu agak lama
02:16Nah, di sini kita akan melihat nih, dalam satu di sini, dalam satu kalau kita lewat Ciledug ini, itu ada
02:23dua jalur
02:24Yang pertama, kalau kita belok kiri, itu kita ke arah Pondok Bahar
02:28Nah, Pondok Bahar itulah arahnya kekembangan Jakarta Barat, misalnya kita mau ke Palmerah
02:34Mungkin bisa juga, sebenarnya lewat situ masih bisa
02:37Nah, kalau kita belok ke arah kanan lurus
02:40Nah, itu kita bisa arahnya ke Jakarta Selatan, kebayoran lama
02:44Dan berbagai tempat yang ada di sekitaran sana
02:49Nah, seperti ini, guys, ya
02:50Ini yang saya tunjukkan ala kiri dengan arah kanan, ini dekat lampu merah
02:56Oke, guys, nah, sekarang ini saya sudah belok ke arah kanan, ya
03:00Ke arah lurus, jadi kalau ke arah lurus ini kita akan melewati
03:04Untuk menuju ke kebayoran lama
03:07Nah, ini kita masih arah-arah Ciledug, ya guys
03:12Meskipun sebenarnya di sini juga bisa, kita berangkat ke Jakarta juga
03:16Bisa tembus ke Jakarta Barat juga, guys
03:18Tapi di sini ada perapatan nih, arah-arah misalnya ke kiri itu
03:22Arah-arah perapatan ke Jakarta, ada kok penunjuk jalannya sendiri
03:25Itu arah ke Jakarta tembus di daerah kembangan, kalau nggak salah
03:29Itu masih tembus di daerah kembangan juga
03:30Nah, kalau tadi kita belok kiri sebelum lampu merah
03:33Itu kita bisa tembus ke arah Jakarta Barat juga, guys
03:38Nah, Jakarta Barat juga itu bisa ke Jakarta Pusat, kalau belok kanan
03:42Jadi kita melalui sebuah jalur agak-agak, gimana ya
03:46Agak-agak, nggak semigang lah
03:49Semigang artinya mobil tidak bisa masuk di situ, hanya motor saja
03:53Nanti di depannya itu agak-agak melewati kayak semacam
03:57Apa ya, sungai, bukan sungai sih, apa sih
04:00Waduk gitu loh, melewati semacam waduk
04:03Nanti saya buatkan vlognya
04:04Kemudian kalau kita ke kiri, ya itu sama juga ke Jakarta
04:08Ke kanan itu ke Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara
04:12Kalau misalnya ke kiri itu, ya itu ke arah Jakarta Timur misalnya
04:17Nah, ini saya masih di Jalan Raya Ciledug, ya
04:21Nah, ini sangat banyak atau misalnya dalam kondisi yang kurang begitu padat
04:30Terlalu lintas, karena memang hari Sabtu, akhir Mekan, ya guys, ya
04:33Nah, ini kita berbicara nih, perjalanan menuju ke rumah salah satu pahlawan revolusi di Jakarta Selatan
04:40Ada yang bisa tebak gak? Rumah pahlawan revolusi siapa yang ada di Jakarta Selatan
04:44Itu daerah kebayoran baru
04:45Nah, rumah beliaunya adalah rumah
04:49Majen TNI Anumerta Donal Isat Panjaitan
04:54Yang kita tahu, beliau adalah salah satu pahlawan revolusi yang berasal dari Sumatera Utara, ya
04:59Jadi, orang Batak beliau
05:01Jadi, gini
05:02Beliau itu adalah waktu, sewaktu terjadinya penculikan dan perpenuhan di rumah beliau
05:08Tanggal 1 Oktober pagi pukul 4 lewat
05:10Itu, tanggal 1 Oktober pagi tahun 1965
05:14Itu sebenarnya adalah
05:15Beliau berpangkat Brigjen, ya
05:19Atau berpangkat Brigjen
05:20Jadi, pada saat itu beliau membabat sebagai asisten 5 Menteri Panglima Angkatan Darat
05:25Ya, di bidang logistik, kalau gak salah
05:28Nah, itu beliau pada saat itu di rumah sedang
05:32Ya, ada skannya di situ
05:33Skannya ketika malam 30 September sebelum beliau tidur ya
05:37Itu sudah tengah malam
05:39Nah, ada yang tahu gak nih, Pak Panjaitan seperti apa?
05:42Ayo, ada yang bisa memberikan sedikit gambaran gak?
05:46Pak Panjaitan itu seperti apa?
05:47Nah, kalau kita lihat itu, Pak Panjaitan itu adalah seorang pahlawan revolusi
05:58Nah, itu juga ada buku yang membahas tentang beliau adalah
06:20Gugur dalam seragam kebesaran
06:22Itu disusun oleh Maria Ketambunan
06:25Istri beliau, yaitu istrinya Pak Panjaitan
06:28Nah, beliau sebelum ini kita harus tahu dulu nih
06:31Pak Panjaitan itu siapa?
06:33Kita harus kenal para pahlawan revolusi
06:35Karena dia yang mempertahankan dasar negara kita
06:38Yaitu Pancasila
06:40Dari ajaran-ajaran komunisnya
06:42Nah, itu dia
06:43Jadi, Majenteni Anumerta Donald Izakus Panjaitan
06:46Itu lahir di Balige
06:499 Juni 1925
06:50Dan pada saat gugur
06:521 Oktober 1965
06:54Beliau sudah berusia 40 tahun
06:57Pada saat itu dia
06:58Balige, Tapanuli, Hindia, Belanda
07:00Istrinya adalah Maria Ketambunan
07:03Nah, kalau kita lihat sebenarnya disini adalah
07:06Beliau itu, riwayatnya itu
07:10Beliau pada saat dini hari ya
07:13Pada saat dini hari seperti yang saya bilang tadi
07:14Beliau menyelesaikan pendidikannya
07:17Kita bicara masalah pendidikannya dulu
07:19Pendidikan formalnya beliau itu diselesaikan
07:22Di sekolah dasar disebut Sandy
07:24Sekolah dasar 2 tahun bersekolah
07:26Nah, kemudian ayahnya beliau
07:28Mendaftarkannya di Kristeljahis di Noromonda
07:31Selamatnya dari Kristeljahis di Noromonda
07:34Kemudian Pak Panjaitan melanjutkan pendidikan
07:37Di Kristeljahis Mulo di Tarutung
07:39Jadi, itu sama dengan SD
07:41Mulo itu setingkat SMP
07:43Pada saat itu
07:44Pada tahun itu ya
07:45Nah, pada tanggal 13 Maret 1942
07:48Setelah pendudukan Jepang mendarat di Medan
07:51Nah, segera menyebar itu hingga tanpa nuli
07:54Berapa hari kemudian pasukan Jepang menduduki Tarutung
07:57Nah, oleh karena itu antipati terhadap sekolah bernuansa barat
08:00Nah, Jepang menutup sekolahnya Pak Panjaitan tuh
08:03Kristeljahis itu Mulo di Tarutung
08:05Nah, pada saat itu Pak Panjaitan masih menumput tuh
08:08Pendidikan kelas 3 SMP pada saat itu
08:11Setingkat ini ya Mulo
08:12Nah, tibatnya karena Jepang yang datang
08:15Nah, itu sekolah lah Pak Panjaitan
08:17Nah, akhirnya pula sekolah yang menjadi pedagang
08:19Beliau menjadi pedagang bawang dan lembu asal Tarutung
08:24Di Baru
08:24Nah, kemudian setelah itu
08:26Dengan berbekal rapot dari Mulo
08:30Dijahisnya beliau
08:31Dan kemampuannya berbahasa Belanda
08:33Inggris, Jerman
08:34Karena Pak Panjaitan tuh jago bahasa itu ada tiga
08:37Nah, Pak Panjaitan memutuskan untuk merantau tuh ke Pekanbaru
08:40Nah, di sana
08:42Di Pekanbaru
08:43Beliau sempat ditahan di polisi Bank Kinang
08:46Kemudian
08:47Ya, kenapa beliau ditahan di sana?
08:49Karena dicurgai
08:49Beliau adalah mata-mata Blok Sekutu
08:51Blok Sekutu maksudnya tuh
08:53Inggris gitu ya
08:54Nah, karena kamus bahasa Belanda dan bahasa Inggrisnya
08:57Sering dibawa oleh beliau
08:58Karena kan beliau memang orang yang suka belajar ya
09:01Suka belajar dan
09:02Nah, itulah
09:03Maka beliau ditahan
09:05Nah, ini pun diselesaikan
09:07Karena beliau ditahan dan
09:09Akhirnya beliau bisa bebas
09:11Karena ada sejumlah keluarga beliau yang datang
09:14Langsung ke Bang Kinang dan menjemputnya langsung ke Pekanbaru
09:17Nah, pada saat itu juga
09:19Matsumura sebagai kepala perusahaan
09:21Atakas Sanyo Kubuski Kaisa
09:23Yang merupakan atasan atau tempat kerabatnya bekerja
09:25Itu membutuhkan pegawai baru yang menguasai bahasa Inggris sama Jepang
09:29Nah, setelah itu
09:31Dua bulan setelah kejadian itu
09:32Matsumura memanggil Pak Panjaitantu
09:34Untuk bekerja di perusahaannya
09:35Nah, Pak Panjaitantu bekerja di sana selama dua bulan
09:38Nah, setelah itu dipindahkanlah beliau ke kantor cabang
09:42Di perusahaan Selaksri Indrapura
09:45Jadi, itulah
09:46Apa namanya
09:47Masa muda beliau
09:48Pada saat beliau masih belia
09:50Dan pada saat beliau masih di Sumatera
09:57Oke
09:58Tapi, pada tahun 1943
10:00Pak Panjaitan bekerja di perusahaan kayu
10:02Yang dikeleluah oleh pemerintah Jepang
10:05Bernama Oba
10:05Nah, perusahaan itu didirikan di buatan
10:08Daerah Hilir Sungai Syak
10:09Dan diberi nama L40 atau Panglong 40
10:12Pak Panjaitan kemudian ditunjuk sebagai wakil manajer
10:15Yang mengawasi delapan pekerja
10:17Boys, luar biasa Pak Panjaitan ya
10:19Nah, semua pekerja itu diwajibkan tuh
10:21Mengikuti pelajaran baris berbaris
10:24Dan latihan dasar kemiliteran Jepang
10:26Ya guys ya
10:27Nah, ini saya sudah masuk ke arah kembangan ini
10:30Jadi, kalau kita ke kiri itu
10:32Itu arahnya ke arah Ciputat ya
10:34Ciputat lurus
10:36Karena ada perempatan tuh di situ
10:37Nah, kalau kita mau ke kebayoran lama
10:39Ya, kita turun di sini
10:40Oke, kita lanjut lagi
10:42Kemudian pada saat itulah Pak
10:44Karena pelatihan baris berbaris
10:47Nah, itu pelatihan itu dipimpin oleh Pak Panjaitan
10:50Dengan menggunakan bahasa
10:52Atau aba-aba ya
10:53Berbahasa Jepang
10:55Nah, pada saat itulah Pak Panjaitan
10:56Timbul keinginannya tuh
10:58Wah, saya mau jadi prajurit militer ini
11:00Nah, akhirnya dia mengikuti tuh berita-berita
11:03Mengikuti pemberitaan-pemberitaan
11:05Tentang peterimaan calon Opsir Gyugun
11:08Jadi, dia mendaftar menjadi seorang Opsir Gyugun Jepang ya
11:12Jadi, dulu tuh ada Gyugun Jepang, Peta dulu ya
11:15Ketika pendaftarannya terbuka
11:18Pak Panjaitan itu
11:21Memberitahukan niatnya tuh
11:23Kepada Oba sebagai direkturnya
11:25Pada saat itu
11:26Pimpinan perusahaannya
11:27Pokoknya dia kan wakil tuh
11:29Nah, pada saat itu
11:33Pimpinan perusahaan tersebut
11:34Itu Pak Oba itu keberatan
11:36Wah, jangan
11:36Kamu kalau udah bagus posisinya disini
11:38Ngapain sih jadi prajurit?
11:40Nah, tapi karena Pak Panjaitan itu
11:42Nggak, saya harus menjadi prajurit
11:43Saya bersih kekeras ya
11:45Bersih keras
11:46Mengingin mendaftar ya
11:48Mau nggak mau
11:49Akhirnya Pak Oba juga memutuskan
11:51Untuk yaudah dah
11:52Nggak apa-apa
11:52Nah, akhirnya diadakan lah tuh
11:54Acara perpisahan untuk
11:55Apa ya
11:56Memberi acara perpisahan tuh
11:59Untuk
11:59Apa namanya
12:00Pak Panjaitan itu
12:04Sudah
12:05Sudah
12:06Mundurkan diri lah
12:07Di perusahaannya
12:08Padahal beliau masih sangat dibutuhkan disana
12:10Pada saat itu
12:11Jadi gitu
12:12Luar biasa ya
12:13Coba kalau beliau masih disitu
12:15Mungkin tidak terjadi seperti ini ya
12:17Mungkin beliau tidak akan ditenang
12:18Sebagai pahlawan revolusi
12:20Nah
12:22Diterimalah beliau di sebuah sekolah
12:23Opsir Giyugur di Pekanbaru
12:25Ya, tempatnya dia mendaftar pada tanggal 14 Februari 1944
12:28Ya, setahun sebelum perdekaan ya
12:30Kemudian salah satu latihan
12:32Nah
12:32Beliau kan kalau kita udah masuk ke Akmil
12:35Biasanya ditugaskan tuh
12:36Ditempatkan dimana, dimana, dimana
12:38Nah, beliau termasuk ditempatkan
12:40Sebagai anggota Giyugur di Pekanbaru Riau
12:41Nah, disitulah beliau ditempatkan
12:44Hingga Indonesia merdeka
12:46Nah, saya siap
12:48Memperbaikan keberdekannya
12:50Nah, ketika Indonesia sudah meraih kemerdekaan
12:52Nah, bersama para pemuda lainnya
12:54Itu beliau yang memperkaksa juga
12:56Untuk terbentuknya yang dimamakan
12:58Tentara Keamanan Rakyat atau TKR
13:00Yang kemudian berubah menjadi TRI
13:02Tentara Republik Indonesia
13:03Dan kemudian menjadi TNI
13:05Nah, di TKR sendiri
13:08Atau di TNI sendiri
13:09Belum ini ya
13:10Pada saat itu masih TKR
13:11BKR dulu sih sebenarnya
13:13Ya, BKR dulu sih sebenarnya
13:13BKR baru berbentuk di TKR
13:15Baru menjadi TRI
13:16Baru menjadi Tentara Rasional Indonesia
13:18Nah, di TKR sendiri
13:20Ya, pertama kali ditugaskan
13:22Menjadi Komandan Batalion waktu itu
13:24Kemudian menjadi Komandan Pendidikan
13:26Dekisi 9
13:27Benteng di Bukit Tinggi
13:29Pada tahun 1948
13:31Nah, seterusnya
13:33Jadilah beliau
13:34Kepala Staff Umum
13:35Empat
13:36Komandan
13:37Komandemen Tentara Sumatera
13:38Dan ketika pasukan Belanda
13:40Melakukan agresi militer
13:41Yang kedua
13:42Itu ya
13:43Agresi militer
13:43Karena agresi militer pertama
13:45Belanda
13:45Menyalahi perjanjian refill
13:47Itu waktu pada saat itu
13:48Itu tahun 48
13:50Desember itulah
13:51Terjadi agresi militer
13:52Belanda yang pertama
13:53Sebelumnya agresi itu
13:55Apa ya
13:56Terjadi pemerontakan PKI Madiun
13:58Nah, Pak Panjaitan
13:59Termasuk orang yang terlibat
14:00Untuk menumpas
14:01Pemerontakan PKI Madiun
14:02Nah, dia diangkat
14:04Kemudian menjadi
14:05Pertiran Pembekalan
14:06Perjuangan Pemerintah
14:07Darurat Republik Indonesia
14:08Karena pada tahun 48
14:10Itu kan
14:10Akibat agresi militer Belanda
14:12Itu kita terpaksa
14:14Tuhan
14:14Bung Karno
14:15Menyerah kepada
14:16Sebenarnya
14:17Kepala Belanda
14:17Waktu itu
14:18Beberapa
14:18Tuhan
14:18Bung Hatta
14:19Haji Agus Salim
14:20Itu pun dia
14:21Ingin menempuh
14:22Jalan Diplomasi
14:22Tapi Pak Dirman
14:23Tidak ingin
14:24Menempuh Jalan Diplomasi
14:26Jadi Pak Dirman
14:27Sudah melihat
14:28Masa depan TNI
14:29Akhirnya TNI itu
14:30Masuk hutan
14:31Bersama dengan
14:32Para anak buahnya beliau
14:33Pak Dirman yang luar biasa
14:35Beliau
14:35Apa namanya
14:38Mengembara sejauh
14:39Sejauh seribu kilometer
14:41Untuk menghancurkan
14:43Belanda
14:44Dan membuktikan
14:44Bahwa TNI masih ada
14:45Nah
14:46Seiringnya
14:47Dengan berakhirnya
14:48Agresi militer Belanda
14:49Kedua
14:49Indonesia pun mengakui
14:51Maka memperoleh
14:52Pengakuan
14:54Kedaulatan
14:54Panjaitan pada saat itu
14:56Sudah diangkat
14:58Sebagai kepala staf
14:59Operasi tentara
15:00Dan teritorium
15:01Satu Bukit Barisan
15:02Di Medan
15:02Nah itu
15:03Yang dulu tuh
15:04Bukit Barisan
15:05Masih ada sekarang ya
15:06Kodam Satu Bukit Barisan
15:07Itu masih ada
15:08Sampai sekarang
15:09Kalau di Aceh
15:10Itu namanya
15:11Kodam Iskandar Muda
15:12Jadi ada beberapa
15:13Kodam di Sumatera
15:14Ada tiga
15:15Kalau gak salah
15:15Kodam Sriwijaya
15:16Itu kurang dua
15:17Yang membawahi
15:18Lampung
15:19Palembang
15:20Lampung
15:21Sampai Lampung ke bawah
15:22Kalau Medan kan
15:23Ada Kodam Satu Bukit Barisan
15:24Pusat Pekan Baru
15:25Kemudian kalau Aceh
15:27Ya memang dia istimewa
15:28Oke
15:29Setelah mengikuti
15:30Khususus militer
15:31Jadi pada saat
15:32Pak Panjaitan
15:32Di
15:34Sana
15:34Pada tahun 50-an
15:35Yang sudah masuk
15:36Beliau mengikuti
15:37Khusus militer
15:38Atasan militer
15:39Tahun 1956
15:40Nah ditugaskanlah beliau
15:42Sebagai atasan militer
15:43Dipon
15:44Jerman
15:45Pada saat itu
15:45Pangkatnya masih
15:46Letkol beliau ya
15:47Ketika masa tugasnya
15:49Telah berakhir
15:49Nah berakhir
15:50Masa tugas beliau
15:51Sebagai atasan militer
15:52Pulang ke Indonesia
15:54Pulang ke Indonesia
15:54Jadi gini
15:55Pada tahun 56 itu
15:56Beliau sekolah dulu
15:57Sekolah
15:58Kemudian kurang lebih
15:59Dua tahunnya
16:00Sampai 58
16:01Kemudian beliau
16:02Naik pangkat
16:03Letkol
16:03Kemudian pada saat
16:05Tahun 62
16:06Kan pada saat itu
16:07Dia pulang ke Indonesia
16:08Kan menjadi
16:09Atasan militer
16:11Tahun 60
16:12Tahun 60 itulah
16:13Naik pangkat
16:14Beliau menjadi
16:14Letang
16:15Kuliah telah di
16:16Letkol
16:16Menjadi kolonel
16:17Nah jadi pada saat itu
16:18Dia sudah menjadi
16:19Atasan militer
16:20Di Bonjerman
16:22Pak Harto
16:22Karena menjadi
16:23Atasan militer
16:23Di Bonjerman
16:24Kemudian pada saat itu
16:25Beliau pulang
16:27Beliau pulang ke Indonesia
16:28Nah tidak lama
16:30Setelah itu
16:30Tahun 1962
16:31Sudah berpangkat
16:32Masih
16:33Sudah pangkat
16:34Itu menimba ilmu
16:35Di Associates Command
16:36General Staff
16:37Colleg
16:37Amerika Serikat
16:38Nah
16:39Ini beliau nih
16:40Pernah ke Amerika
16:42Bersama
16:43Majen
16:44Apa namanya
16:46Jusuf Samosir
16:47Jusuf Samosir
16:48Itu
16:49Masih keluarganya beliau
16:51Junus Samosir
16:52Maaf
16:52Bukan Jusuf Samosir
16:53Junus Samosir
16:54Majen
16:54Perlawan
16:55Junus Samosir
16:56Nah di film itu
16:57Dia bilang
16:57Catherine
16:58Telepon Om Samosir
16:59Nah itulah maksudnya
17:00Maksudnya Om Samosir
17:01Junus Samosir
17:02Pada saat itu
17:03Pada saat beliau
17:04Mau melawan
17:04Pemperontak-pemperontak itu
17:05Nah ya
17:07Pada saat itulah
17:08Setelah saya
17:08Melampungkan pendidikan beliau
17:10Ditunjuklah beliau menjadi
17:11Asisten 4
17:12Menteri Panglima
17:13Angkatan Darat
17:14Nah dari pangkat kolonel
17:16Pada saat menjadi atas militer
17:17Tahun 60
17:18Sekitar tahun 62 ya
17:19Itu Pak Ayani
17:21Naik pangkat
17:21Menjadi Majen
17:22Nah udah
17:22Pak Panjaitan tuh
17:23Ada cerita lagi disitu
17:24Ketika Pak Panjaitan itu
17:26Apa ya
17:28Dicurigai sebagai
17:29Penyokong PRRI
17:31PRRI
17:32Bukan PRRI di Sumatera
17:33Tapi penyokong PRRI
17:35Yang ada di Sulawesi
17:36Menado
17:36Karena pada saat beliau
17:38Kan ada namanya
17:39Lieutenant
17:39Kolonel
17:40HV
17:42Orang apa siapa
17:43Saya lupa
17:44Nah disitu ada
17:45Yang pernah menjadi
17:47Eh Sumual
17:48Jadi kolonel Sumual itu
17:50Pernah menjadi
17:51Atas militer
17:52Di Amerika
17:53Nah dia pulang
17:54Sebelum pulang
17:55Itu dinasihati
17:56Pama Pak Panjaitan
17:57Jangan begitu
17:58Harus kita setia
17:59Kepada NKRI
18:00Tapi Pak
18:00Pak Sumual
18:01Waktu itu pulang
18:02Kemudian bergabung
18:04Dengan PRRI
18:04Pada saat itu
18:05Di Sulawesi Utara
18:06Karena beliau
18:07Usulah orang
18:07Nah ini
18:09Pak Panjaitan
18:10Pak Panjaitan
18:11Menafihati
18:11Nah ada intelnya
18:13Bung Karno
18:14Mengatakan bahwa
18:15Beliau itu
18:15Apa namanya
18:18Memdukung
18:19Jadi PRRI
18:20Nah pada saat
18:21Di dalam bukunya
18:22Karya istri beliau
18:24Itu Maria Ketambudan
18:25DI Panjaitan
18:26Gugur dalam sebuah
18:27Seragam kebesaran
18:29Itu dicerita tuh
18:29Pak Panjaitan itu
18:30Diminta bertemu
18:31Bung Karno
18:31Karena pada saat
18:32Pak Yani
18:34Diangkat menjadi
18:34Menteri Panglimangkatan
18:35Darat tahun 62
18:36Bung Karno ingin melihat
18:37Siapa nih
18:38Staffnya
18:39Siapa deputinya
18:40Yang dia pilih
18:41Nah salah satu
18:42Bung Karno ingin melihat
18:44Bung Karno ingin melihat
18:45Bung Karno ingin melihat
Comments