- 2 days ago
Meet me again i want share my vlog I rode a motorcycle from Tangerang to Jakarta part 2. Enjoy this video. Thanks for watching.
Category
🛠️
LifestyleTranscript
00:00I'm going to play it today Panjaitan asisten 5 colonel infantry ah dipanggil Pak Panjaitan
00:10itu selama satu malam itu Pak Panjaitan nggak bisa tidur tidak bisa tidur dipanggil betanya
00:16besoknya ini dipanggil Bung Karno beliau tidak bisa tidur satu malam suntuk beliau tidak bisa tidur
00:20akhirnya jam 6 pagi jam 5 sekitar jam 5.30 beliau berangkat dari kediamannya di kebayaran
00:26kebayaran baru menuju ke istana merdeka ya istana merdeka jadi pada saat itu beliau sampai jam 7
00:33pagi ya kurang lebih itu jam 7 pagi beliau dan disambut oleh Bung Karno dan ya Bung Karno
00:40menyanyakan tuh pada saat itu tentang RRI itu apakah dia mendukung atau tidak singkat saja
00:46pertemuan beliau hanya 10 menit tapi situ beliau pulang dan kembali ke kantornya begitu ceritanya
00:50pada saat itu ya menjadi menpangat Nah inilah jabatan terakhir beliau pada saat gue sampai
00:57beliau gugur Nah kalau kita bertanya kalau kita bertanya kenapa sih Pak Panjaitan dijadikan sebagai
01:04sasaran ya padahal kan banyak juga tuh general-general jadi perlu kita ketahui bahwa
01:10G30 SPKI ini sebenarnya adalah sebuah gerakan persaingan ya persaingan secara politis antara dua
01:19kubur disini angkatan darat dengan PKI Bung Karno sebagai pemimpin besar revolusi itu melihat
01:25politik angkatan darat itu nggak bisa dikendaliin waduh jadi Bung Karno perlu penyeimbang M konsep
01:31nasakom itu lahirlah konsep nasakom dan sebenarnya konsep nasakom sendiri itu adalah konsep yang sudah
01:37dipikirkan oleh Bung Karno pada tahun 1920-an ketika Bung Karno masih muda itu bagaimana menyatukan
01:44tiga kekuatan besar itu untuk menyelesaikan revolusi kita untuk kemerdekaan Republik Indonesia
01:49nah ceritanya sudah lain ini karena kita sudah merdeka ini cerita lain lagi Bung Karno masih
01:55menganggap PKI punya pemikiran yang sama dengan apa yang waktu dia pikirkan sekitar tahun 20-an itu
02:02makanya jadi dia memberi angin kepada Partai Komunis Indonesia sementara angkatan darat itu sangat
02:08tidak suka melihat Bung Karno dekat-dekat dengan pimpinan-pimpinan PKI karena rata-rata general-general
02:14yang menjadi korban ini anti-komunis semua Pak Harto anti-komunis panas anti-komunis Pak Yanni juga
02:18anti-komunis semua itu sama persamaannya beliau itu adalah anti-komunis meskipun ya dalam angkatan
02:24darat pada saat itu terpecah menjadi beberapa kubu ya guys ya jadi terpecah menjadi beberapa kubu ada
02:31kubunya Pak Anas ada kubunya Pak Yanni ada kubunya Pak Harto yang ternyata memang ya begitulah tidak terlalu
02:38diperhitungkan jadi banyak cerita-cerita yang beredar kalau kita bicara tentang gerakan 30 September jadi
02:45ada peristiwa-peristiwa sebelumnya yang harus kita pahami yang harus kita mengerti seperti itu kenapa
02:52papanjaitan dijadikan sesarankan ketika menjabat asisten empat nah ia membawa kartu rahasia penyeludupan
02:58100.000 senjata ringan dari Republik Rakyat Tiongkok atau Partai Komunis untuk Partai Komunis Indonesia
03:05karena kan tuntutan PKI pada saat itu adalah mempersenjatai buru dan tani ini yang sangat ditentang
03:11oleh Pak Yanni tidak perlukan ada pertahanan sipil ngapain dipersenjatai buru dan tani ada hansip
03:16pertahanan sipil Pak Yanni mengatakan itu akan menimbulkan keruatan maupun kesusahan dalam baris
03:23komando pada saat ini kalau misalnya kita dipersenjatai bisa-bisa-bisa-bisa chaos kata Pak Yanni ini nggak bisa ini
03:29nggak
03:30bener ngapain sangat menentang usulan PKI karena pada saat apa namanya PKI mengusulkan pembentukan
03:37angkatan kelima ya silahkan disebarkan itu ke beberapa angkatan disetujui atau tidak angkatan
03:42darat sangat menolak pada saat itu angkatan darat saat menolak kalau angkatan udara ya mungkin karena
03:48angkatan udara kan melah apa ikut Bung Karno ya itu dia tadi produk politiknya ikut Bung Karno mungkin
03:53beberapa angkatan pada saat itu banyak yang menolak tapi angkatan darat sangat menolak pembentukan
03:59angkatan kelima dari karena Pak Panjaitan itu mengetahui ya senjata-senjata tersebut dimasukkan ke
04:07dalam peti-peti bahan bangunan yang akan dipakai dalam pembangunan Ganevo kompensi of new emerging
04:12forces ini panjang lagi kalau kita bahas maka senjata-senjata itu kemudian diseludupkan Nah
04:16itulah yang dibongkar oleh Pak Panjaitan pada saat dia menjadi asisten 5 Menteri Panglima Angkatan
04:21dan darat dan itu juga lah yang menjadi pemicunya beliau dijadikan sasaran daripada gerakan 30 September
04:31ya alasannya jadi kenapa Pak Panjaitan dijadikan sasaran yaitu tadi beliau membongkar itu jadi
04:39sebenarnya gini kalau kita bicara G30s nah baru-baru ini kan tahun ini dibicarakan ya baru-baru tahun
04:45ini di dapat di diingkat lihat masalah selalu menarik sih tidak pernah tidak menarik persoalan ini
04:51meskipun sudah 59 tahun hampir 60 tahun persoalan ini tuh selalu menarik untuk dibicarakan ya guys ya
04:58selalu menarik dibicarakan nah kalaupun misalnya Anda juga menyimak Anda tidak boleh bisa membaca Anda
05:05Anda jangan membaca 12 buku Anda harus membaca banyak buku ada banyak-banyak buku ada di luar negeri
05:11ada dari dalam negeri kalau ada baca bukunya apa namanya Cornel paper ya berarti Anda tidak bisa
05:19membaca Cornel paper itu hanya menelan mentah-mentah John Rose ada bukunya saya punya menelan mentah-mentah
05:24itu konflik internal antatan darat salah itu harus luas sangat luas pengetahuan kita harus kita baca juga
05:31teperpuk yang saya punya buku teperpu tim pemeriksa pusat gimana sih ini siapa namanya yang melakukan
05:39pembunuhan keji di lubang buaya itu karena pada peniksaan Nah itu itulah disebut dengan kecelakaan
05:45sejarah yang terjadi di negara kita maka dari itulah kita harus selalu waspada tentang bahaya latin komunis
05:53Oke guys kita lanjut lagi yoo Nah inilah yang disebut dengan tadi menyambung kecelakaan sejarah jadi
06:00tadi kita membicarakan tentang beliau berjen TNI Panjaitan yang tadi maaf ya dia beliau menjabat
06:07sebagai asistem lima menteri Panglima angkatan darat maka sangat-sangat memang dimasukkan oleh
06:13PKI sebagai orang yang betul-betul istilahnya eh berpotensi untuk menghalangi Partai Komunis Indonesia
06:21untuk tumbuh dan berkembang karena tadi Pak Panjaitan sudah menggagalkan rencana penyeludupan
06:28senjata 100 ribu pucuk senjata ringan yang dilapisi oleh bahan bangunan akan tetapi pemerintah dari
06:33Tiongkok menganggap itu adalah eh apa namanya pemberian secara resmi yaitulah Masakal Ceni itu
06:40Masakal Ceni mengatakan ini pemberian secara resmi kami tanda tangan Pak Subandrio tanda tangan waktu
06:46itu maka dari itulah Pak Panjaitan sangat tidak disukai oleh eh apa namanya eh dari PK apa Partai
06:54Republik Rakyat Cina ya maksudnya Partai Komunis Cina itu sangat tidak menyukai Pak Panjaitan dan
06:59disitulah sejak itu beliau terkenal tuh disitu sebagai asisten lima Panglima angkatan darat
07:04itu ada tanda tangan beliau not mou dengan Subandrio tentang apa namanya 100 ribu pucuk senjata ringan
07:11yang disumbangkan jadi Pak Panjaitan termasuk salah satu eh apa namanya salah satu eh tokoh yang harus
07:20harus diculik dan kemudian dihilangkan supaya kalau kita merujuk ya peristiwa yang terjadi di
07:25rumah beliau itu adalah pukul 4 pagi nih pukul 4 pagi Pak Panjaitan tuh kan biasanya tidur pada malam
07:32ya sekitar jam 11 jam 12 pada saat itu kalau kita lihat filmnya gerakan 30 September PKI itu pada saat
07:39itu memang kelihatan bahwa kalau beliau tengah menulis sesuatu ya sambil mendengarkan beliau seorang
07:46yang apa namanya Nasrani sambil mendengarkan eh apa namanya hutbah atau apa eh ya serba sama ayat-ayat
07:55suci dikit Alkitabnya beliau kemudian tidur tuh setelah tidur sekitar pukul 4 pagi ada apa namanya
08:03beberapa pasukan cakra birawa tuh masuk ke rumah beliau masuk ke rumah beliau dan kemudian pada saat itu
08:09ini juga dibangunkan oleh istri beliau Ibu Maria ketambunan ada ada rampok pak katanya ah ada rampok
08:16padahal sebenarnya pasukan cakra birawa tuh yang masuk dan ketika pasukan cakra birawa ini masuk
08:21melalui pintu belakang ini langsung membuka kamarnya apa ya langsung ke bawah itu pintu bawah kemudian
08:27menyebar tuh pasukan dan salah satu korbannya juga dari pasal lain Pak Panjaitan jadi korban adalah
08:32ponakannya beliau yaitu Albert Ninebot nah Albert ini juga ponakannya beliau yang bersekolah dia di
08:40salah satu universitas di Jakarta beliau datang beliau tinggal di rumahnya apa namanya tulangnya dia jadi
08:47kalau bahasa bahasa Indonesia kan paman bahasa bataknya tulang tulang itu artinya paman jadi pada
08:53saat itu beliau mau ambil senjata keburu ditembak oleh pasukan cakra birawa yang akhirnya kugur disitu dan
09:00ada satu orang lagi ditembak juga akhirnya cacat itu dia itu akibat peristiwa itu kemudian pasukan
09:06cakra birawa kemudian merangsak masuk dan menahan beberapa asisten rumah tangganya Pak Panjaitan itu
09:13ada dua yaitu asisten rumah tangganya beliau itu ditahan di sana kemudian disitu ditendang disuruh
09:21mengatakan mana Doromu ayo bilang mana Doromu ada di kamar atas nah akhirnya pasukan cakra birawa ini
09:28menembak menembak menembak seluruh masa isi rumah tuh berbau misiu ini kesaksian Ibu Diri
09:33Panjaitan berbau misiu ditembak seluruhnya kristal-kristalnya beliau kemudian apa-apa yang
09:40ada di dalam rumah itu pokoknya hancur berantakan diratakan air general turun kalau tidak saya ratakan
09:47rumah ini kata dia akhirnya Pak Panjaitan dengan sangat ini kemudian menggunakan seragam PD PDH ya
09:54pakaian dinas harian berpangkat prijen waktu itu berganti pakaian tapi sebelumnya itu dia ambil
09:59stand gun apa kayak semacam senjata yang singgun gitu apa sih kayak aku karena 47 tapi semacam senjata
10:07untuk melawan tuh para orang-orang itu tapi senjatanya macet kemudian pada saat itu beliau
10:13menyuruh anak beliau ketibu ketrin lagi deh itu tolong di telepon itu Om Samosir maksudnya
10:18Junus Samosir my JNT ini pernah berawang Junus Samosir itu masih temennya Pak Panjaitan mungkin
10:24ada hubungan keluarga sama-sama orang dari Sumatera Utara kan itu ditelepon-telepon sudah terputus
10:31nah jadi RRI sudah dikutup telekomunikasi sama RRI sudah dikuasai jadi itu ya nanti kita bahas
10:37pasukan-pasukannya gimana jadi pada saat itu sudah dikuasai dan memang diambil alih telepon diputus
10:43kemudian nggak bisa menelepon tuh akhirnya Pak Panjaitan nggak punya waktu ya udah beliau menyerah
10:48beliau berpakaian PDH turun ke bawah tuh melihat anak-anaknya dulu baru dia turun ke bawah pada saat
10:54itulah beliau keluar dan minta izin untuk berdoa dulu jadi pada saat itu memperdoa dulu sekalinya
11:01mengatakan Ayo General katanya kita habis waktu ini udah lama ini apa namanya berdoanya akhirnya
11:07karena sakrabirawa kehabisan akal maka beliau langsung dipengen dipukul dengan senjata beliau
11:14menanggis dan pada saat beliau diberondong diberondong tembakan ya yang bersarang di sekitaran kepala
11:21beliau tuh sampai beliau meninggal sampai beliau diseret jadi tidak diangkat diseret seperti
11:27binatang sama seperti Pak Yani kemudian dari bayangkan tinggi pagar itu dua meter dilempar sampai ke
11:34truk begitu tidak manusiawinya itu akhirnya karena peristiwa tersebut di Buketrin Panjaitan
11:40turun ke bawah langsung mengambil darah ayahnya diusapin kemukaan itu diusapin kemukaannya ada
11:46ya itulah itu peristiwa itu kata Buketrin dan mungkin Ibu Riri juga mengatakan bahwa itu cepat
11:52sekali Buketrin pada saat itu udah remaja udah berusia sekitar 17 tahun 16-17 kalau Ibu Riri masih
12:008 tahun pada saat itu peristiwa itu nah akibat dari peristiwa ini kan juga apa ya dendam jadi
12:07ada dendam yang diceritakan oleh Buketri ada dendam juga dari Buketri Buketri sendiri kalau kita
12:12tahu dia butuh waktu 20 tahun untuk memperbaiki dia punya ingatan untuk memperbaiki dia punya apa
12:20namanya eh memaafkan untuk karena kalau setiap teringat itu dia selalu histeris menangis jadi
12:27kayak semacam apa ya traumatik jadi ada trauma disitu belum lagi Ibu Riri Panjaitan juga menderita
12:33traumatik di kalau mengenang peristiwa itu adalah mengakuan beliau sendiri beberapa podcast di beberapa
12:40apa namanya wawancara jadi memang peristiwa ini adalah sebuah peristiwa yang sangat-sangat memilukan
12:47dan memang kita nggak boleh menganggapin itu sudah lewat maka orang-orang yang mengalami itu akan
12:53terus-terusan tuh seperti kata Bu Amelia Mayani kami akan mengingat peristiwa ini sampai kami menutup mata
12:59gitu loh jadi memang betul-betul peristiwa-peristiwa yang sangat di luar nalar lah artinya di luar
13:06pri kemanusiaan karena diangkat dilempar kemudian dia dimasukkan ke dalam sumur sumur tujuh orang
13:14mungkin nanti apa namanya di lubang buaya nanti saya tunjukkan gambarnya sumur tujuh orang posisinya
13:21seperti apa diangkat karena sudah terendam tiga hari bayangkan guys terang tiga hari di dalam apa
13:28namanya di dalam sumur itu dan apa sih namanya ya udah bau kan nah sampai-sampai ada yang mengangkatnya
13:34dari tim itu pakai apa namanya tabung itu oksigen gitu ya itu sudah buntah-buntah karena
13:42masih ada satu Pak Panjaitan di dalam tuh akhirnya Kapten Winanto turun sendiri yang memimpin itu
13:47rombongan turun mengikatkan apa namanya tali ke jenazah yang ada pada di bawah itu itu mengingatkan
13:54ke tali jenazah Pak Panjaitan lalu kemudian diangkat ke atas jadi diangkat jadi Pak Winanto dulu naik dulu
14:02baru dia tariklah jenazah itu ke atas ya udah lengkap tujuh pahlawan revolusi yang sudah digugur di lubang buaya
14:08jadi ya bayangkan saja belum lagi nanti saya akan menceritakan tentang Pak Yani ya nanti mungkin di
14:15vlog selanjutnya ini ini adalah sebuah peristiwa yang tidak bisa kita pandang mata sebagai sebuah
14:20peristiwa yang berlalu begitu saja tapi ini adalah peristiwa yang harus kita ingat terus bahwa ini adalah
14:27kekejaman daripada gerakan 30 September guys jadi itu ya jadi kita harus mempelajari sejarah dan kita
14:33harus memahami sejarah Oke jangan lupa like share Instagram terus channel Bills TV TV nya kita
14:38semua dan nantikan saya di museum tempat-tempat bersejarah ataupun tempat-tempat berbakalai
14:42atau travel motor terima kasih ya assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh see you next time
15:16Sampai jumpa
15:25The
15:27The
15:27The
15:30The
15:31Thank you very much.
16:01all the rooms were shot. When he was out, he was asked for a prayer, because he was a general
16:09and religious. Then he was shot, and then he was shot. Then he was shot. He was shot.
16:15He was shot. He was shot. He was shot. He was shot. He was shot. This is the room from
16:21Majen Pd. Androberta D.I. Banjaika.
Comments