Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
Demi menyelamatkan karier mereka yang meredup, sekelompok kreator konten nekat mendatangi sebuah desa terpencil yang hilang dari peta. Namun, apa yang mereka kira sebagai setingan demi views, ternyata adalah gerbang menuju ritual kuno yang menuntut nyawa.

Alur Cerita
Bagian 1: Ambisi di Ambang Batas
Andi, seorang YouTuber ambisius, bersama timnya—Rara (videografer), Kemal (pemberani namun teledor), dan Maya (sang pembawa acara yang mulai skeptis)—sedang berada di titik nadir. Saluran misteri mereka kehilangan jutaan pengikut. Putus asa mencari konten viral, Andi membeli sebuah koordinat rahasia dari pasar gelap deep web yang mengarah ke sebuah tempat bernama Kampung Keramat. Konon, kampung ini dikutuk dan dihuni oleh entitas yang tidak membiarkan siapa pun pergi hidup-hidup.

Bagian 2: Desa Tanpa Bayangan
Perjalanan mereka tidak mudah. Setelah menembus hutan kabut yang pekat di pedalaman Jawa, mereka menemukan desa tersebut. Anehnya, kampung itu terlihat makmur dan penduduknya sangat ramah, dipimpin oleh seorang tetua adat misterius bernama Ki Sastro. Namun, Rara menyadari ada yang salah: tidak ada satu pun penduduk desa yang memiliki bayangan, dan setiap jam dinding di sana berhenti di angka 12.

Malam pertama, Kemal tanpa sengaja melanggar pantangan berat dengan merekam area terlarang—sebuah pohon beringin raksasa yang dikelilingi kain kafan hitam. Sejak detik itu, atmosfer ramah berubah menjadi neraka.

Bagian 3: Teror Malam Satu Suro
Satu per satu anggota tim mulai mengalami teror mengerikan. Kemal menghilang secara misterius, hanya menyisakan kameranya yang merekam dirinya sendiri sedang berjalan ke dalam hutan sambil menari histeris. Saat Andi dan yang lain mencoba melarikan diri, mereka menyadari bahwa jalan keluar dari kampung tersebut telah lenyap, berubah menjadi dinding kabut hitam yang pekat.

Maya akhirnya menemukan kebenaran yang mengerikan: Kampung Keramat sebenarnya telah musnah dalam sebuah ritual pesugihan massal ratusan tahun lalu. Penduduk yang mereka lihat hanyalah jasad yang digerakkan oleh iblis kuno bernama Nyai Sangker. Kedatangan tim YouTuber ini ternyata sudah direncanakan oleh Ki Sastro sebagai tumbal baru untuk memperpanjang keabadian desa tersebut.

Bagian 4: Klimaks
Di malam puncak ritual, Andi, Rara, dan Maya harus bertahan hidup di tengah kepungan warga desa yang telah berubah wujud menjadi makhluk mengerikan. Di antara pilihan untuk menyelamatkan diri sendiri atau saling melindungi, mereka harus memecahkan teka-teki ritual sebelum fajar tiba, atau menjadi bagian dari keabadian Kampung Keramat selamanya.

Tema & Nuansa Film
Genre: Horor / Misteri / Folk-Horror

Nuansa: Gelap, claustrophobic (merasa terjebak), dengan ketegangan yang dibangun perlahan (slow-burn horror) lalu meledak di paruh akhir.

Pesan Moral: Kritik sosial tentang keserakahan manusia di era digital yang rela menukar keselamatan dengan validasi dan popularitas semu.
Transkrip
00:00:08Terima kasih telah menonton
00:00:46Terima kasih telah menonton
00:01:20Terima kasih telah menonton
00:01:30Terima kasih telah menonton
00:01:45Terima kasih telah menonton
00:02:06Terima kasih telah menonton
00:02:13Terima kasih telah menonton
00:02:41Terima kasih telah menonton
00:02:55Terima kasih
00:02:56Terima kasih telah menonton
00:03:18Terima kasih telah menonton
00:03:35Terima kasih telah menonton
00:04:11Terima kasih telah menonton
00:04:42Terima kasih
00:04:54Terima kasih telah menonton
00:05:28Terima kasih telah menonton
00:05:37Terima kasih telah menonton
00:06:09Terima kasih telah menonton
00:06:20Terima kasih telah menonton
00:06:32Harus lu tahu yang penting kak maya kak
00:06:36Wit
00:06:39Nihak aku lagi
00:06:46Gak mungkin Wit
00:06:48Lihat tuh sekarang maya kaya gimana mas ini
00:06:53Tapi kak
00:06:54Demi beneran lho kak
00:07:12PEMBICARA 1
00:07:27selamat menikmati
00:07:54mulai hari ini
00:07:56adik kamu kita rawat di rumah saja
00:08:00ibu akan berusaha cari bantuan ketemu ibu
00:08:03sampai kita bisa mengumpulin uang buat operasi maya
00:08:09besok aku bakal minta tolong sama dokter Budi untuk kesini bu
00:08:14beliau itu dokter ahli syaraf
00:08:17ya walaupun dari rumah tapi
00:08:22tapi kita harus cari yang terbaik buat maya
00:08:25erla kamu kan calon dokter
00:08:29seharusnya kamu tahu cara mengobati adik kamu
00:08:32bukannya kita susah kayak gini cari pengobatan buat dia
00:08:45istirahat ya
00:08:51kak
00:08:52ibu itu kenapa sih kak
00:08:55ibu sama sekali gak pernah mikirin kita kak
00:08:59dia senapnya aja sama kita
00:09:02mentang-mentang kita cuma anak tiri
00:09:06dia senapnya aja sama kita
00:09:11aku tuh igit sama kamaya
00:09:17dia masih punya ibu kandung
00:09:20walaupun
00:09:21namanya kayak gitu
00:09:26dek
00:09:30emangnya bapak pernah ngajarin kita
00:09:32untuk ngomong kayak gitu
00:09:36bapak gak pernah ngajarin kita ngomong kayak gitu
00:09:41oh iya
00:09:44kakak lupa nanya sama kamu
00:09:48emang di rumah sakit tadi kamu ngeliat apa?
00:09:51ada sesuatu yang ngikutin kak maya kak
00:09:55aku juga gak tau tujuannya untuk apa tapi
00:09:57tapi aku yakin
00:09:59kak maya tuh begini bukan karena kecelakaan kak
00:10:01pastikan ada sesuatu yang lain kak
00:10:05ikutin
00:10:07dek hasil konsernya aja udah keluar
00:10:10udah jelas kalo kak maya
00:10:11dia itu ada faktur
00:10:13di tulang punggung
00:10:15dan di kaki kirinya
00:10:17tapi apakah kau ngecuriga?
00:10:19kak maya aja gak leluh kakak
00:10:24kamu kan tau kakak
00:10:27emang kakak percaya sama hantu gitu gitu?
00:10:33kakak tau deh
00:10:35pasti kamu takut tidur sendiri ya nanti malem kan?
00:10:41ntar malem kakak temenin tidur
00:10:44kakak
00:10:45karena kabar dulu aja nih
00:11:00kakak
00:11:01kakak
00:11:02kakak
00:11:02kakak
00:11:02kakak
00:11:02kakak
00:11:02kakak
00:11:06kakak
00:11:06kakak
00:11:07kakak
00:11:11kakak
00:11:20Maya!
00:11:22Maya!
00:11:34May, kamu dapat begitu, May?
00:11:37Maya!
00:11:45Maya!
00:11:55Maya!
00:11:57Maya!
00:11:59Maya!
00:12:01Maya!
00:12:04Maya!
00:12:04Maya!
00:12:06Maya!
00:12:08Maya!
00:12:09Maya!
00:12:09Maya!
00:12:11Maya!
00:12:22Kak?
00:12:25Kamu ya?
00:12:30Kak?
00:12:34Kak?
00:12:43Kak?
00:12:45Kak?
00:13:12Dek!
00:13:23Dek!
00:13:24Dek!
00:13:30Bu!
00:13:33Bu!
00:13:35Bu!
00:13:36Bu!
00:13:39Bu!
00:13:40Bu kok tiduran di sini sih?
00:13:48Ayo bangun dulu
00:13:53Ibu kenapa?
00:13:54Bu!
00:14:14Dek!
00:14:16Bu!
00:14:20Kamu gak apa?
00:14:23Dek!
00:14:27Aku gak apa-apa kok, Kak
00:14:30Kamunya juga gak apa-apa
00:14:33Kakak denger kamu tereak tadi, Den
00:14:37Dek!
00:14:37Ternyata apa, Kak?
00:14:39Aku gak cakap apa-apa kok
00:14:44Kalo gitu
00:14:46Aku gak kamar duluan ya, Kak?
00:14:49Bu!
00:14:50Ya
00:15:00Halo, Pak
00:15:01Pak
00:15:03Kayaknya Bapak bener
00:15:05Maya bukan sakit biasa
00:15:08Bawa
00:15:09Maya berdua aku aneh
00:15:12Aku udah bilang ke Bapak
00:15:15Aku percaya Bapak sekarang
00:15:18Apa kan Bapak bilang
00:15:20Bapak gak pernah salah
00:15:27Pak
00:15:33Bapak sakit lagi
00:15:35Bapak masih minum ya?
00:15:43Malam ini Bapak berangkap
00:15:45Pagi sampai
00:15:49Bapak
00:15:50Bapak
00:15:51Bapak
00:16:04Bapak
00:16:05Tidak!
00:16:07Tidak!
00:16:17Tidak!
00:16:18Tidak!
00:16:21Tidak!
00:16:30Tidak!
00:16:39Tidak!
00:16:39Saya bingung.
00:16:42Perasaan baru beberapa hari yang lalu,
00:16:44saya mendiagnosa dan memfonis Maya.
00:16:48Sepertinya dia akan mengalami kelumpuhan yang cukup lama.
00:16:54Ya setahu saya memang kalau habis ngalamin kecelakaan yang kayak gitu,
00:17:01Akan memakan waktu yang cukup lama
00:17:03Untuk kemuliaannya dong
00:17:05Betul
00:17:07Sepertinya
00:17:08Maya tidak memerlukan kursi roda lagi
00:17:14Saya masih gak ngerti
00:17:17Tapi ya
00:17:18Saya bersyukur
00:17:21Mungkin ini jadi
00:17:23Mugizat buat adik saya
00:17:27Oke
00:17:28Saya kesihir, Chef
00:17:41Saya permisi
00:17:42Baik dong, terima kasih banyak dong
00:17:44Iya
00:18:06Erlan
00:18:09Ajak adik kamu beres-beres
00:18:11Besok kakek kamu jemput
00:18:14Kita harus berangkat ke kampung pagi-pagi
00:18:16Ya
00:18:18Apa gak bisa ditunda dulu
00:18:21Kan ibu udah denger sendiri dari dokter
00:18:24Kalau kondisi Maya sekarang udah membaik
00:18:30Gak bisa Erlan
00:18:32Adik kamu gak akan bisa sembuh
00:18:34Kalau kamu cuma ngandilin dokter
00:18:37Kamu tahu kakek kamu kan
00:18:39Dia tahu kalau masalah penyakit harus pergi kemana
00:18:43Ngerti kamu
00:18:47Kita itu sekarang udah hidup di jaman modern
00:18:49Mau sampe kapan ibu percaya sama kayak gituan
00:18:55Udah Erlan
00:18:56Kamu ikut aja
00:18:58Daripada kamu nyusahin ibu sama adik kamu
00:19:00Ya
00:19:01Ya
00:19:02Ya
00:19:12Ya
00:19:13Ya
00:19:14Ya
00:19:14Ya
00:19:26Kak
00:19:28Ibu tuh kenapa sih kak
00:19:30Ini tuh jahat banget ya sama kita
00:19:32Semenjak baku udah gak ada
00:19:35Ibu gak pernah baik lagi sama kita
00:19:38Ibu itu gak jahat kok deh
00:19:44Mungkin ibu lagi banyak pikiran aja
00:19:49Sebenernya kakak juga gak setuju
00:19:52Kalau misalnya Maya dibawa ke kamu kakek
00:19:58Itu barang-barang siapa?
00:20:02Kamu?
00:20:03Ya tahu kak
00:20:05Pas kita pulang dari rumah sakit itu udah ada
00:20:19Kamu?
00:20:35Amin.
00:20:55Kakak, itu persis mahal mengikuti Kak Maya di rumah sakit, Kak.
00:21:00Hah?
00:21:05Kak!
00:21:11Itu suara Maya!
00:21:12Kak Maya!
00:21:15Kak Maya!
00:21:21Kak Maya!
00:21:23Maya!
00:21:24Kak Maya!
00:21:43Maya?
00:21:44Maya?
00:21:45Kamu ngapain, nak?
00:21:47Ibu, daripada saja.
00:21:49Maya!
00:21:50Ibu, kenapa lama sekali?
00:21:53Bapak mana, ibu?
00:21:59May, ini ibu, nak?
00:22:04Ibu takut!
00:22:13May!
00:22:14Maya!
00:22:15Ayah!
00:22:15Ayah, aku ngapain!
00:22:22May!
00:22:27May!
00:22:38May!
00:22:39May!
00:22:43Ay! Ay!
00:23:10Ay! Ay! Ay! Ay!
00:23:14Ay! Ay! Ay!
00:23:50Pak, Bapak punya mobil siapa ini?
00:23:53Enggak, enggak perlu tanya masuk saja ya Pak.
00:24:17Tidak.
00:24:19Tidak.
00:24:20Tidak.
00:24:44Masih sekolah dokter?
00:24:46Masih Tok.
00:24:48Bulan depan pendidikan profesi aku selesai.
00:24:51Di kampung kita, kedokteran itu tidak ada gunanya.
00:24:55Sudah, kamu fokus menyetik.
00:25:13Tidak.
00:25:15Tidak, putar tanah.
00:25:20Tidak, putar tanah?
00:25:24Tidak.
00:25:24Tidak!
00:25:39Sudah 15 tahun aku gak pulang ke rumah pak
00:25:43Aku kangen sama emak
00:25:49Siapa yang suruh kamu kawin dengan orang kota
00:25:52Si Komar
00:25:54Gak berguna
00:25:56Tinggalin anak dua
00:25:57Ayo masuk
00:26:30Terima kasih telah menonton!
00:26:40Terima kasih telah menonton!
00:26:54Terima kasih telah menonton!
00:27:06Terima kasih telah menonton!
00:27:40Kak!
00:28:00Terima kasih telah menonton!
00:28:15Terima kasih telah menonton!
00:28:25Terima kasih telah menonton!
00:28:58Terima kasih telah menonton!
00:29:20Terima kasih telah menonton!
00:29:40Terima kasih telah menonton!
00:30:08Terima kasih telah menonton!
00:30:14Terima kasih telah menonton!
00:30:37Terima kasih telah menonton!
00:30:56Terima kasih telah menonton!
00:31:00Terima kasih telah menonton!
00:31:04Terima kasih telah menonton!
00:31:20Terima kasih telah menonton!
00:31:50Soalnya aku masih harus ngejalani praktek bimu sakit
00:31:54Ini juga
00:31:56Buat kepentingan biaya siswa aku
00:31:59Kemungkinan besok
00:32:00Aku udah harus pulang
00:32:04Erlan
00:32:06Adik kamu masih sakit
00:32:08Kamu gak bisa ya ngalah sebentar buat adik kamu
00:32:13Ruth
00:32:15Kalau dia gak bisa lami gak ape
00:32:18Disini dokter gak ada gunanya
00:32:22Rume sakit dari sini 6 jam
00:32:25Disini gak ada listrik gak ada telepon
00:32:29Pernah ada dokter dikirim kesini
00:32:31Tapi warga kampung gak ada yang percaya sama dokter
00:32:36Besoknya dokter itu pergi entah kemana
00:32:40Seminggu setelah itu
00:32:41Keramat muncul dengan sendirinya
00:32:44Dan wabah menghilang
00:32:47Warga yang tersisa disini cuma
00:32:49Bajang, Johar, emak dan bapakmu
00:32:52Emak dan bapakmu masih setia dengan keramat disini
00:32:58Emak yakin
00:32:59Keramat bisa melindungi keluarga kita
00:33:03Dari bala dan penyakit
00:33:07Zaman udah modern masih aja percaya sama yang kayak gituan
00:33:12Han, Erlan
00:33:13Kenapa kamu bilang
00:33:14Kamu jangan sembarangan
00:33:17Han
00:33:18Kamu tau
00:33:19Apa yang sudah keramat berikan kepada keluarga kita
00:33:22Tau
00:33:24Dan lihat
00:33:25Apa yang keramat berikan kepada
00:33:27Maya Besok
00:33:28Lihat
00:33:58Jangan lupa
00:34:10Sampai jumpa di video selanjutnya.
00:34:29Sampai jumpa.
00:35:13Sampai jumpa.
00:35:40Sampai jumpa.
00:35:49Sampai jumpa.
00:36:02Sampai jumpa.
00:36:13Sampai jumpa.
00:36:30Sampai jumpa.
00:36:31Sampai jumpa.
00:36:59Sampai jumpa.
00:37:27Sampai jumpa.
00:37:30Sampai jumpa.
00:37:51Sampai jumpa.
00:37:54Sampai jumpa.
00:37:57Sampai jumpa.
00:38:10Sampai jumpa.
00:38:18Sampai jumpa.
00:38:26Sampai jumpa.
00:38:29Sampai jumpa.
00:38:37Sampai jumpa.
00:38:46Sampai jumpa.
00:38:48Sampai jumpa.
00:38:51Sampai jumpa.
00:39:04Sampai jumpa.
00:39:08Sampai jumpa.
00:39:10Sampai jumpa.
00:39:21Sampai jumpa.
00:39:24Sampai jumpa.
00:39:26Sampai jumpa.
00:39:35Sampai jumpa.
00:39:39Sampai jumpa.
00:39:42Sampai jumpa.
00:39:51Sampai jumpa.
00:40:01Sampai jumpa.
00:40:03Sampai jumpa.
00:40:07Sampai jumpa.
00:40:08Sampai jumpa.
00:40:10Sampai jumpa.
00:40:15Sampai jumpa.
00:40:17Sampai jumpa.
00:40:18Sampai jumpa.
00:40:20Sampai jumpa.
00:40:21Sampai jumpa.
00:40:22Sampai jumpa.
00:40:22Sampai jumpa.
00:40:37selamat menikmati
00:41:05selamat menikmati
00:41:33selamat menikmati
00:41:53demi penguasa
00:41:56tanah keramat
00:42:22selamat menikmati
00:42:25apa yang gak cari?
00:42:28gak ada ikut ke keramat?
00:42:30enggak
00:42:32adek karena diobati
00:42:34mending gak pulang
00:42:35suri macam ini
00:42:37gak baik berkeliling kampung
00:42:39aku gak percaya sama kayak gituan
00:42:42lagi pula juga aku gak bisa pulang
00:42:45karena aku lagi nyari adek aku
00:42:55adek gak?
00:42:57ikutku ke rumah
00:42:58aku gak percaya
00:42:59awa
00:43:03awa
00:43:04awa
00:43:06awa
00:43:12awa
00:43:14awa
00:43:15awa
00:43:16awa
00:43:19awa
00:43:20awa
00:43:25awa
00:43:32Sampai jumpa.
00:44:01Sampai jumpa.
00:44:26Sampai jumpa.
00:44:56Sampai jumpa.
00:45:11Sampai jumpa.
00:45:17Minum.
00:45:46Sampai jumpa.
00:46:17Sampai jumpa.
00:46:43Sampai jumpa.
00:46:56Sampai jumpa.
00:46:59Sampai jumpa.
00:47:02Sampai jumpa.
00:47:10Sampai jumpa.
00:47:20Sampai jumpa.
00:47:23Sampai jumpa.
00:47:25Sampai jumpa.
00:47:26Sampai jumpa.
00:47:41Sampai jumpa.
00:47:42Sampai jumpa.
00:47:49Sampai jumpa.
00:47:59Sampai jumpa.
00:48:01Sampai jumpa.
00:48:02Sampai jumpa.
00:48:09Sampai jumpa.
00:48:37Sampai jumpa.
00:48:56Sampai jumpa.
00:49:09Sampai jumpa.
00:50:06Sampai jumpa.
00:50:14Sampai jumpa.
00:50:42Sampai jumpa.
00:50:45Sampai jumpa.
00:51:36Sampai jumpa.
00:51:54Sampai jumpa.
00:52:17Sampai jumpa.
00:52:46Sampai jumpa.
00:52:48Sampai jumpa.
00:53:42Sampai jumpa.
00:54:02Ebu.
00:54:18Sampai jumpa.
00:54:53Sampai jumpa.
00:55:18Sampai jumpa.
00:55:26Sampai jumpa.
00:55:35Sampai jumpa.
00:56:03Sampai jumpa.
00:56:08Sampai jumpa.
00:56:09Sampai jumpa.
00:56:14Sampai jumpa.
00:56:50Sampai jumpa.
00:56:59Sampai jumpa.
00:57:39Sampai jumpa.
00:57:41Sampai jumpa.
00:57:48Sampai jumpa.
00:58:00Sampai jumpa.
00:58:21Sampai jumpa.
00:58:29Sampai jumpa.
00:58:57Sampai jumpa.
00:59:02Sampai jumpa.
00:59:30Sampai jumpa.
00:59:38Sampai jumpa.
00:59:52Sampai jumpa.
01:00:00Sampai jumpa.
01:00:08Sampai jumpa.
01:00:17Sampai jumpa.
01:00:22Sampai jumpa.
01:00:26Sampai jumpa.
01:00:31Sampai jumpa.
01:00:38Sampai jumpa.
01:01:01Sampai jumpa.
01:01:02Sampai jumpa.
01:01:09Sampai jumpa.
01:01:15Sampai jumpa.
01:01:20Sampai jumpa.
01:01:23Sampai jumpa.
01:01:27Sampai jumpa.
01:01:29Nyawa dengan nyawa, mengganti yang sakit dengan yang sehat.
01:01:39Berarti, jiwa Maya?
01:01:42Keramat yang sudah menonton Bajang melakukan itu.
01:01:53Tapi ada satu jarah jika kau ingin adikmu selamat.
01:02:00Jika kau memukar keramat itu,
01:02:03mungkin adikmu dan arwah-arwah yang ada di sini akan keselamanku.
01:02:19Dek! Dek!
01:02:31Tolong!
01:02:35Tolong!
01:02:40Tolong!
01:02:41Tolong!
01:02:42Tolong!
01:02:43Tolong!
01:02:43Mas bisa ngomong?
01:02:44Tolong!
01:02:46Tolong!
01:02:47Sekarang atau minta tolong sama aku?
01:02:50Keluarga kita bisa kayak gini gara-gara siapa?
01:02:54Hah?
01:02:56Sudah dari awal aku bilang,
01:02:59kalau Maya itu harus dirawat.
01:03:03Dan sekarang semuanya malah jadi kacau gara-gara siapa, tolonglah.
01:03:08Keluarga kita bisa jadi kayak gini gara-gara siapa.
01:03:13Dan lebih parahnya lagi, sekarang adik kandung aku kemana, tolonglah.
01:03:18Wini kemana?
01:03:20Wini kemana, tolong?
01:03:25Ini semua gara-gara.
01:03:28Ini semuanya salah.
01:03:39Keramat, tak nak terima persembahan engkau Jabo.
01:03:48Sebaiknya engkau fikirkan lagi keputusan yang engkau buat sendiri.
01:04:05Terima kasih telah menonton!
01:04:41Sampai jumpa di sini!
01:04:48Kau.
01:04:48Kau tersusunan berdiri,
01:04:48jatuh-sup.
01:04:49Masih-sup.
01:04:50Pernahanku.
01:04:50Kau.
01:04:51Kau.
01:04:51Kau tersusunan berdiri.
01:04:53Kau?
01:04:54Telekau-tsung.
01:04:57Kau!
01:05:00Kau.
01:05:02Bapak benar, ayah bukan sakit biasa. Aku percaya bapak sekarang.
01:05:07Apa kan bapak bilang? Bapak nggak pernah salah.
01:05:13Pengobatan di kampung jauh lebih bagus daripada di kodak.
01:05:19Pak, bapak sakit lagi? Bapak masih bingung?
01:05:22Bu ya, ini bukan urusan kamu. Kamu urus anak-anak.
01:05:27Malam ini bapak berangkat, pagi sampai rumah.
01:05:40Udah beres? Udah, ini kuncinya, Pak. Kasih ya? Iya, Pak.
01:06:14Jadi, aku nggak perlu bantu. Aku nggak perlu tolong.
01:06:31Mereka? Mereka? Tunggu, tembak?
01:06:36Apakah para para para kohongan?
01:06:40Mereka? Tunggu.
01:06:42Mereka? Mereka, silahkan.
01:06:44Mereka? Mereka? Mereka?
01:06:44Mereka?
01:06:44Kau!
01:06:49Kau!
01:06:52Kau!
01:06:54Kau!
01:06:55Kau!
01:06:57Kau!
01:06:58Kau!
01:07:10Ben!
01:07:27Kau!
01:07:29Kau!
01:07:30Kau!
01:07:30Kau!
01:07:32Kau!
01:07:32Kau!
01:07:33Kau!
01:07:34Kau!
01:07:35Kau!
01:07:35Kau!
01:07:36Kau!
01:07:37Kau!
01:07:38Kau!
01:07:45Terima kasih.
01:08:16Terima kasih.
01:08:39Bangun. Bangun, nak.
01:08:41Nak, bangun.
01:08:44Hanya kau yang bisa menyelamatkan adikmu dan kamu ini.
01:08:48Cepat bangun.
01:08:50Di depan sana sudah saya siapkan sepuluh dan menerak.
01:08:54Cepat.
01:08:54Cepat.
01:08:58Cepat lagi.
01:09:26Cepat lagi.
01:09:35Beraninya engkau merusak keramat, Erlan.
01:09:47Tidak ada yang boleh ganggu keluarga gue.
01:09:50Wah, semacam-macam sama keluarga gue.
01:09:52Keluarga engkau dah mati, Erlan.
01:09:55Mereka semua dah jadi bangkai.
01:10:00Lu jaga mulut lu.
01:10:03Gue gak takut sama lu.
01:10:05Dan gue yakin.
01:10:08Kalau adik-adik gue masih di sini.
01:10:19Ngapain?
01:10:21Demi penguasa tanah.
01:10:24Tidak ada yang berhati.
01:10:26Auzubi wajillah hilkarin.
01:10:28Wabi kalimatilah hitam bala tilawizimlah yusah bin marin.
01:10:32Wamin syarilah ima.
01:10:39Abiku.
01:10:41Auzubi wajillah.
01:10:42Kenapa?
01:10:44Auzubi wajah?
01:10:45Auzubi wajah.
01:10:46Darahkan jiwa ku turun.
01:10:49Ku sembah.
01:10:51Yang hidup.
01:10:53Auzubi wajah.
01:10:55Yang mati.
01:10:56Yang mati, akan hidup agi.
01:11:03Wa mencari wakti.
01:11:06Wa mencari kuliman.
01:11:08Wa mencari naik naik.
01:11:10Naik naik.
01:11:10Naik turuku bil khairin.
01:11:11Ya Rahman.
01:11:22Ayolah, cari adikmu.
01:11:24Selamatkan.
01:11:41Jahanam!
01:11:45Apa kau pernah berfikir bila engkau lebih bosok dari iblisku?
01:11:52Aku dah lama menunggu engkau dan keluarga engkau.
01:12:03Dan keluarga engkau mati.
01:12:06Seperti yang pernah engkau lakukan terhadap keluarga.
01:12:11Ah!
01:12:15Ah!
01:12:25Dek!
01:12:44Mai! Mai! Dek!
01:12:52Dek!
01:12:55Mai!
01:13:02Cepat!
01:13:03Janganlah!
01:13:07Aduh!
01:13:13Aduh!
01:13:14Aduh!
01:13:20Aduh!
01:13:24Aduh!
01:13:27Aduh!
01:13:34Aduh!
01:13:35Aduh!
01:14:00Aduh!
01:14:09Aduh!
01:14:12Aduh!
01:14:20Aduh!
01:14:28Aduh!
01:14:29Aduh!
01:14:32Aduh!
01:14:42Aduh!
01:14:43Aduh!
01:14:46Aduh!
01:14:51Assalamualaikum!
01:14:53Waalaikumsalam!
01:14:57Aduh!
01:14:59Aduh!
01:15:00Aduh!
01:15:12Aduh!
01:15:23Aduh!
01:15:24Aduh!
01:15:26Aduh!
01:15:27Aduh!
01:15:27Aduh!
01:15:49Aduh!
01:15:58Aduh!
01:16:01Aduh!
01:16:11Aduh!
01:16:17Aduh!
01:16:19Aduh!
01:16:21Aduh!
01:16:37Aduh!
01:16:46Aduh!
01:16:49Aduh!
01:16:52Sampai jumpa di video selanjutnya.
01:17:28Terima kasih telah menonton!
01:18:06Terima kasih telah menonton!
01:18:24Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan