00:00Apakah ini cara keluarga Lin mendidik putri mereka?
00:02Laporan sampah ini mencerminkan betapa rendahnya kualitas Anda.
00:06Sekretaris Lin,
00:07Tuan Lu, saya sudah bekerja lembur tanpa tidur selama 3 hari.
00:11Jika ada bagian yang tidak memuaskan, saya akan memperbaikinya segera.
00:15Tapi jangan menghina keluarga saya.
00:17Jangan gunakan wajah malang itu untuk mencari simpati.
00:20Ingat, Anda di sini hanya untuk membayar hutang nyawa ayah Anda pada keluarga saya.
00:25Anda adalah tawanan, bukan tamu di perusahaan ini.
00:28Di larut malam, Lin Xiaosi, sekretaris yang terus menerus ditekan oleh CO dingin Lu Yan Cheng,
00:33akhirnya pingsan di mejanya karena kelelahan kronis.
00:36Yan Cheng, yang kebetulan kembali untuk mengambil kunci mobilnya,
00:40tertegun melihatnya tak sadarkan diri.
00:42Saat itulah, matanya tertuju pada deretan obat-obatan di atas meja.
00:47Dengan hati yang tiba-tiba terasa berat, ia menggendong Xiaosi.
00:51Mengapa kamu selalu menyembunyikan rasa sakitmu?
00:53Apakah membenciku jauh lebih penting daripada nyawamu sendiri?
00:56Ponsel Xiaosi yang menyala di meja menampilkan sebuah memo.
01:00Cicilan terakhir hutang ayah.
01:01Hampir bebas.
01:03Hati Yan Cheng serasa diremas.
01:05Tiga tahun aku menyiksamu, agar aku bisa melupakan rasa cintaku padamu.
01:10Tapi mengapa melihatmu hancur, justru membunuhku perlahan.
01:13Saat Xiaosi terbangun, ia mendapati dirinya berada di ruang istirahat pribadi, Yan Cheng.
01:18Hal yang lebih mengejutkan adalah, Yan Cheng sendiri sedang mengompres keningnya dengan handuk basah.
01:23Wajahnya menunjukkan kecemasan yang belum pernah Xiaosi lihat sebelumnya.
01:27Lepaskan saya, Tuan Lu. Kontrak saya akan segera berakhir.
01:30Saya tidak butuh belas kasihan dari pria yang telah menghancurkan keluarga saya.
01:35Aku tidak menghancurkan keluarga Lin.
01:37Yan Cheng menahan bau Xiaosi.
01:38Suaranya terdengar parau.
01:40Ayahku yang melakukannya.
01:41Dan aku.
01:42Aku hanya mencoba menahanmu di sisiku dengan satu satania cara yang aku tahu.
01:47Meski itu membuatmu membenciku.
01:49Dengan cara menyiksaku, Anda membuatku merasa seperti debu di bawah sepatu Anda.
01:54Isak tangis Xiaosi.
01:56Pecah.
01:56Yan Cheng menariknya ke dalam pelukan yang erat namun hangat.
01:59Maka aku akan menjadi debu yang sama.
02:01Xiaosi, kumohon jangan pergi.
02:04Aku akan memberikan segalanya.
02:05Asal kamu tetap di sini.
02:07Tiba-tiba, pintu terbuka dengan kasar.
02:10Nyonya Lu, Ibu Yan Cheng, masuk dengan wajah penuh amarah dan jijik.
02:14Yan Cheng, apa yang kamu lakukan dengan wanita pembawa sial ini?
02:17Dia hanya parasit yang ingin menguras harta kita.
02:21Yan Cheng segera berdiri.
02:22Melindungi Xiaosi di belakangnya.
02:24Ibu, jika dia adalah parasit, maka aku adalah inangnya.
02:28Jika ibu mengusirnya, maka saat ini juga aku menanggalkan margalu dan pergi bersamanya.
02:33Kamu berani menentang ibu demi dia.
02:35Aku sudah hampir kehilanganmu sekali saat remaja.
02:38Aku tidak akan membiarkan kebodohan yang sama terjadi dua kali.
02:41Ketegasan dalam suara Yan Cheng membuat Nyonya Lu terdiam membeku.
02:45Di sebuah teras rumah tradisional yang indah, di bawah langit senja yang damai, babak baru dimulai.
02:51Yan Cheng dengan lembut memasangkan sebuah cincin giyok yang indah di jari manis Xiaosi.
02:55Apakah tuan Lu yang dingin? Sudah bener-bener menghilang?
02:59Tanya Xiaosi dengan senyum iseng.
03:01Yan Cheng membalas dengan senyuman tipis yang langka.
03:04Dia hanya akan muncul jika ada pria lain yang berani menatapmu.
03:07Untukmu, aku hanyalah Yan Chengmu.
03:09Ia mencium kening Xiaosi dengan penuh cinta.
03:12Terkadang, kebencian hanyalah cara hati untuk menyembunyikan cinta yang terlalu dalam untuk diungkapkan.
03:18Terima kasih sudah menonton.
03:20Jangan lupa subscribe untuk kisah-kisah menarik lainnya.
03:23Sampai jumpa.
Comments