00:00Di sebuah aula hotel mewah, keluarga Lin sedang merayakan ulang tahun sang Nyonya besar.
00:05Di tengah kemeriahan itu, muncullah Luyan, menantu yang dianggap tak berguna.
00:09Ia mengenakan jaket kurir yang kotor, sambil membawa sebuah kotak makanan kecil sebagai hadiah.
00:15Melihat kedatangannya, Nyonya Lin langsung murka.
00:18Ia mengambil hadiah itu dan melemparnya ke lantai.
00:21Beraninya kamu datang ke sini, menantu sampah yang cuma bisa antar makanan.
00:25Kamu benar-benar mempermalukan keluarga Lin, teriaknya.
00:29Luyan mencoba menjelaskan,
00:30Ibu, ini bukan makanan biasa.
00:32Ini adalah obat herbal langka yang saya cari berbulen-bulen demi kesehatan ibu.
00:37Namun, belum selesai ia bicara,
00:40Jawe, seorang tuan muda kaya yang juga hadir, tertawa sinis.
00:44Sambil menuangkan wine mahal ke sepatu Luyan, ia berkata,
00:48Herbal sampah, lihat ini.
00:50Aku memberikan kalung zamrut seharga 2 miliar.
00:53Kamu, bahkan harga sepatuku lebih mahal dari nyawamu.
00:56Di tengah penghinaan itu, Lin Seah, istrinya, hanya bisa menunduk dan berbisik.
01:02Luyan, sebaiknya kamu pergi.
01:04Jangan membuat situasi semakin rumit.
01:06Hati Lu, Yan, hancur.
01:08Ia berjalan ke sudut aula untuk menenankan diri.
01:11Tanpa sengaja, ia mendengar percakapan rahasia antara Jawe dan ibu mertuanya.
01:16Onyalin, jika Anda memaksa Lin Seah menceraikan si sampah itu dan menikah denganku.
01:22Aku akan memberikan investasi 50 miliar untuk perusahaan Anda, kata Jawe.
01:26Onyalin terdengar sangat gembira.
01:29Tentu, tuan muda zau, dia hanya menantu titipan.
01:33Besok mereka akan resmi bercerai.
01:35Mendengar itu, darah Luyan mendidih.
01:38Tangannya mengepal erat.
01:40Dalam hati ia berkata,
01:41Tiga tahun aku menyembunyikan identitasku demi janji pada kakek untuk hidup sederhana.
01:46Aku menahan segala macam penghinaan demi cintaku pada Lin Seah.
01:50Tapi kalian sendiri yang memilih untuk menghancurkan kesabaranku?
01:54Ternyata, kesetiaan dan pengorbanannya selama ini tak ada artinya sama sekali.
01:59Keesokan paginya, di depan kantor catatan sipil, Lin Seah menunggu dengan perasaan campur aduk.
02:04Ia siap mengakhiri pernikahannya.
02:06Tiba-tiba, pemandangan luar biasa terjadi.
02:09Iring-iringan sepuluh mobil Rolls Royce hitam berhenti tepat di depannya.
02:13Ratusan pria berjas hitam keluar serempak,
02:16membentuk barisan dan membungkuk hormat ke arah salah satu mobil.
02:19Pintu mobil terbuka,
02:21dan seorang asisten pribadi berkata dengan lantang,
02:24Tuan muda lu, masa pengasingan Anda telah berakhir.
02:28Seluruh aset grup lu di seluruh dunia telah diaktifkan kembali atas perintah Anda.
02:32Lalu, keluarlah Luyan.
02:34Bukan lagi Luyan si kurir miskin,
02:36tapi seorang pria dengan aura bangsawan mengenakan setelan jas mewah yang dibuat khusus.
02:41Dengan tatapan dingin, ia memberi perintah.
02:44Siapkan kontrak akuisisi untuk perusahaan keluarga Lin dan grup Jau.
02:48Aku ingin mereka bangkrut dalam waktu satu jam.
02:50Lin Seah yang melihat semua itu terkejut hingga menjatuhkan tasnya.
02:54Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
02:57Luyan, apa yang terjadi?
02:59Siapa kamu sebenarnya?
03:00Tanyanya dengan suara bergetar.
03:03Tak lama kemudian, di kantor keluarga Lin,
03:06Nyonya Lin dan Jauwe sedang bersulang merayakan kesepakatan mereka.
03:10Tiba-tiba, pintu kantor didobrak.
03:13Luyan masuk dengan langkah tegap, diikuti para pengawalnya.
03:16Kamu lagi, penjaga, usir pengantar makanan ini.
03:19Teriak Jauwe arogan.
03:21Luyan hanya tersenyum dingin, lalu melempar setumpuk dokumen ke meja.
03:26Aku, aku adalah pemilik grup Lu, pemegang saham tunggal yang baru saja membeli seluruh hutang keluargamu, Jauwe.
03:33Wajah Jauwe langsung pucat pasih.
03:36Nyonya Lin gemetar ketakutan.
03:38Ia mencoba meraih tangan Luyan, menantuku.
03:40Oh tidak, Tuan Lu.
03:43Ini pasti salah paham.
03:45Ucapnya memelas.
03:46Luyan menepis tangan itu dengan kasar.
03:49Tadi Anda bilang saya sampah.
03:50Sekarang, sampah ini adalah pemilik rumah yang Anda tinggali, mobil yang Anda naiki, dan perusahaan yang Anda banggakan.
03:57Silakan kemasi barang Anda.
03:58Dalam lima menit.
03:59Malam itu, di puncak sebuah gedung pencakar langit, Luyan menatap gemerlap lampu kota.
04:05Linzia berdiri di belakangnya dengan penuh penyesalan.
04:07Mengapa kamu tidak pernah memberitahuku siapa dirimu sebenarnya?
04:11Tanyanya lirih.
04:12Luyan menoleh.
04:14Tatapannya tajam, namun penuh luka.
04:16Aku mencari cinta yang tulus, bukan seseorang yang mencintai kekuasaanku.
04:21Linzia, panggilnya.
04:23Perusahaan itu kuberikan padamu atas namamu sendiri, sebagai ganti tiga tahun ini.
04:28Tapi hubungan kita sudah berakhir di meja perjamuan semalam.
04:33Setelah mengucapkan itu, Luyan berjalan pergi menuju helikopter pribadi yang telah menunggunya.
04:38Meninggalkan Linzia yang menangis terseduh-seduh, meratapi pria hebat yang dulu ia remehkan.
04:43Sebuah pelajaran pahit, jangan pernah menghina seekor naga, bahkan saat ia sedang tertidur.
Comments