00:01Saudara pemerintah Kabupaten Bovendigul, Papua Selatan akan terus memperbaiki infrastruktur pada tiga titik wilayah dengan penduduk penderita stunting terbanyak.
00:10Namun, minimnya anggara membuat Pemkap Bovendigul tak bisa berbuat maksimal.
00:17Infrastruktur jalan menjadi salah satu target Pemkap Bovendigul di masa pemerintahan Bupati Rony Omba.
00:24Target ini berdasarkan permintaan warga saat Dinas Kominfo Kabupaten Bovendigul turun mendata keluhan dan harapan warga untuk pemerintah kabupaten.
00:36Menurut Kepala Dinas Kominfo, perbaikan jalan menjadi harapan warga Bovendigul agar bisa segera menikmati fasilitas jalan penghubung yang memadai
00:46untuk mendukung kegiatan perekonomian seperti menjual hasil bumi dan mengakses pendidikan.
00:52Info publik ini kan langsung ke pemerintah pusat, jadi ada beberapa aduan yang masyarakat biasa keluhkan itu pertama yaitu terkait
01:00dengan jalan.
01:01Kenapa? Jalan adalah penghubung yang bisa memudahkan mereka untuk berjualan, memudahkan mereka untuk melakukan aktivitas gitu kayak kota.
01:14Kepala Dinas PU Kabupaten Bovendigul mengatakan pihaknya menargetkan pembangunan ada tiga titik utama,
01:22yakni wilayah dengan penduduk stunting terbanyak, wilayah 3T, dan wilayah food estate.
01:30Namun, saat ini persoalan anggaran masih menjadi kendala utama untuk mewujudkan target tersebut.
01:37Ada tiga ruas, ruas Arimbek, Bukit Ujung Manggelung, kemudian Mindir Tanah Pumbut, terus Ampirak Pumbut.
01:49Itu ruas-ruas jalan yang memang secara statusnya memang pertama awalnya status Kabupaten,
01:56karena kekurangan anggaran kami sehingga kami mencoba untuk dibantu dari provinsi.
02:03Sehingga dibuatkan SK Jalan Provinsi.
02:08Infrastruktur jalan yang masih jauh dari harapan masih menjadi persoalan utama di Papua Selatan,
02:15tak terkecuali di Kabupaten Bovendigul.
02:19Syarif Jimar, Kompas TV Bovendigul, Papua Selatan.
02:24Saudara kita bawa sebagaimana pembangunan infrastruktur Jalan Bovendigul, Papua Selatan
02:29di tengah efisiensi anggaran bersama Bupati Bovendigul, Bapak Rony Omba.
02:35Selamat pagi Pak Bupati.
02:36Bapak, apa yang menjadi prioritas dalam pembangunan di Bovendigul ini selama masa jabatan ini, Bapak?
02:42Ya, selamat pagi.
02:45Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:49Om siastiastu, namo budaya, salam kebajikan, salam sehat.
02:53Terima kasih atas kesempatan dari Kompas TV untuk mengangkat berita ataupun informasi dari Kabupaten Bovendigul.
03:06Untuk saat ini kami beberapa waktu lalu meninjau lapangan, kemudian kami mencoba untuk berdiskusi,
03:18menyampaikan arahan kepada dinas terkait, kemudian kami coba dorong di Musrembang,
03:25baik di Musrembang Kabupaten maupun Musrembang Provinsi.
03:29Demikian.
03:31Baik, kalau untuk pembangunan infrastruktur begitu ya Bapak, ya wilayah mana yang menjadi prioritas di Bovendigul ini, Pak?
03:39Sebenarnya kalau mau dilihat ada banyak, cuman kami lihat yang prioritas ada beberapa aktivitas padat penduduk di situ
03:47dan ada aktivitas ekonomi produktif di situ, dan juga wilayah perbatasan.
03:53Dan sehingga kami coba fokus dan dorong di wilayah Mindip Tanah Kombud,
03:58karena itu memang salah satu wilayah perbatasan juga dengan negara tetangga, negara Papua Neguni.
04:05Dan kalau mau dilihat di wilayah Papua Selatan ada dua kabupaten yang berbatasan langsung dengan Papua Neguni,
04:13yaitu Merauke dan Bovendigul.
04:15Dan kami Bovendigul wilayah terpanjang untuk wilayah perbatasan sehingga kami fokus di wilayah itu,
04:23dari Mindip Tanah Kombud, kemudian Arimbet, Ujung, dan Bukit, dan juga ke Distrik Manggelum ataupun ke Camatan Manggelum.
04:34Memang akses ini juga sangat sulit, bisa lewat juga udara maupun sungai,
04:41cuman keterbatasan dengan waktu sehingga, dan juga aktivitas masyarakat untuk bawa hasil bumi ke kota memang terbatas.
04:52Sehingga kami coba dorong untuk akses jalan sehingga bisa lebih maksimal.
04:56Dan juga dari Ampera ke Fofi, banyak aktivitas penduduk juga di sana.
05:05Dan juga dari, yang kami coba dorong juga dari Ini Andit ke Anyumka. Demikian.
05:16Baik, sejauh ini apa saja yang menjadi kendala dalam membenahi efrak struktur di Bovendigul ini termasuk,
05:22dan terkhususnya ini efrak struktur jalan, Bapak?
05:25Kendala banyak. Pertama faktor cuaca, kemudian juga anggaran.
05:31Dan juga luas wilayah.
05:32Hampir kebanyakan di Papua ini kan mayoritas jalannya masih tanah,
05:39sehingga cuaca juga berpengaruh dan juga anggaran. Demikian.
05:46Baik, anggaran begitu ya Pak yang menjadi kendala.
05:48Jadi, untuk solusi yang diambil oleh Pemkat Bovendigul ini sendiri, untuk kandalannya ini seperti apa, Pak?
05:54Seperti apa, Pak?
05:56Kami coba ambil solusi dengan anggaran yang ada, kita maksimalkan.
06:01Ya memang banyak program yang akan kami lakukan, namun dengan keterbatasan anggaran,
06:06karena efisiensi, maka kami coba lihat mungkin mana yang urgen itu yang kami dorong.
06:12Tidak bisa semua kami bisa dorong ataupun kerjakan, karena anggaran terbatas.
06:16Jadi, kita lihat yang sangat urgen sekali ya, pelan-pelan coba kita dorong.
06:22Demikian.
06:23Baik, apa harapan Bapak dalam memajukan Bovendigul ini selama prode kepemimpinan, Bapak?
06:29Ya, harapan kami, Pemerintah Kabupaten Bovendigul, dan masyarakat wilayah perbatasan,
06:36kami di Bovendigul, Papua Selatan ini wilayah terpanjang perbatasan dengan negara tetangga,
06:41negara Papua Neguni, dan juga awal kemerdekaan Republik Indonesia dicetuskan oleh Bung Hatta,
06:48itu dari Bovendigul.
06:50Sehingga keharapan.
06:58Baik, Bapak.
07:02Maaf, Bapak, sepertinya audionya terputus.
07:12Bapak Rony bisa mendengar suara saya?
07:19Baik, Pak Rony, terima kasih sudah bergabung bersama kami di Jurnal Nusantara,
07:25sudah berbagi bagaimana keadaan di Bovendigul.
07:27Terima kasih, Bapak. Selamat pagi.
07:30Saudara Usai,
Komentar