Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, akan terus memperbaiki infrastruktur pada 3 titik wilayah dengan penduduk penderita stunting terbanyak.

Namun, minimnya anggaran membuat Pemkab Boven Digoel tak bisa berbuat maksimal.

Infrastruktur jalan menjadi salah satu target Pemkab Boven Digoel di masa pemerintahan Bupati Roni Omba.

Target ini berdasarkan permintaan warga saat Dinas Kominfo Kabupaten Boven Digoel turun mendata keluhan dan harapan warga untuk pemerintah kabupaten.

Menurut Kepala Dinas Kominfo, perbaikan jalan menjadi harapan warga Boven Digoel agar bisa segera menikmati fasilitas jalan penghubung yang memadai untuk mendukung kegiatan perekonomian seperti menjual hasil bumi dan mengakses pendidikan.

Selain itu, Bupati Boven Digoel juga kerap turun meninjau langsung kondisi jalan di wilayahnya.

Sementara, Kepala Dinas PU Kabupaten Boven Digoel mengatakan pihaknya menargetkan pembangunan ada 3 titik utama, yakni wilayah dengan penduduk stunting terbanyak, wilayah 3T, dan wilayah food estate.

Namun, saat ini persoalan anggaran masih menjadi kendala utama untuk mewujudkan target tersebut.

Upaya yang dilakukan Dinas PU dengan mengharapkan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan pada 3 titik utama, yakni jalur Ujung Manggellu, jalur Mindiptana-Kombut, dan Ampera Fofi.

#infrastruktur #pembangunan #bovendigoel #papua

Baca Juga PPIH Imbau Jemaah Haji soal Larangan Siaran Langsung Dari Dalam Masjid Nabawi |JURNAL NUSANTARA di https://www.kompas.tv/regional/665438/ppih-imbau-jemaah-haji-soal-larangan-siaran-langsung-dari-dalam-masjid-nabawi-jurnal-nusantara



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/665439/full-bupati-boven-digoel-soal-pembangunan-infrastruktur-jalan-di-tengah-efisiensi-anggaran
Transkrip
00:01Saudara pemerintah Kabupaten Bovendigul, Papua Selatan akan terus memperbaiki infrastruktur pada tiga titik wilayah dengan penduduk penderita stunting terbanyak.
00:10Namun, minimnya anggara membuat Pemkap Bovendigul tak bisa berbuat maksimal.
00:17Infrastruktur jalan menjadi salah satu target Pemkap Bovendigul di masa pemerintahan Bupati Rony Omba.
00:24Target ini berdasarkan permintaan warga saat Dinas Kominfo Kabupaten Bovendigul turun mendata keluhan dan harapan warga untuk pemerintah kabupaten.
00:36Menurut Kepala Dinas Kominfo, perbaikan jalan menjadi harapan warga Bovendigul agar bisa segera menikmati fasilitas jalan penghubung yang memadai
00:46untuk mendukung kegiatan perekonomian seperti menjual hasil bumi dan mengakses pendidikan.
00:52Info publik ini kan langsung ke pemerintah pusat, jadi ada beberapa aduan yang masyarakat biasa keluhkan itu pertama yaitu terkait
01:00dengan jalan.
01:01Kenapa? Jalan adalah penghubung yang bisa memudahkan mereka untuk berjualan, memudahkan mereka untuk melakukan aktivitas gitu kayak kota.
01:14Kepala Dinas PU Kabupaten Bovendigul mengatakan pihaknya menargetkan pembangunan ada tiga titik utama,
01:22yakni wilayah dengan penduduk stunting terbanyak, wilayah 3T, dan wilayah food estate.
01:30Namun, saat ini persoalan anggaran masih menjadi kendala utama untuk mewujudkan target tersebut.
01:37Ada tiga ruas, ruas Arimbek, Bukit Ujung Manggelung, kemudian Mindir Tanah Pumbut, terus Ampirak Pumbut.
01:49Itu ruas-ruas jalan yang memang secara statusnya memang pertama awalnya status Kabupaten,
01:56karena kekurangan anggaran kami sehingga kami mencoba untuk dibantu dari provinsi.
02:03Sehingga dibuatkan SK Jalan Provinsi.
02:08Infrastruktur jalan yang masih jauh dari harapan masih menjadi persoalan utama di Papua Selatan,
02:15tak terkecuali di Kabupaten Bovendigul.
02:19Syarif Jimar, Kompas TV Bovendigul, Papua Selatan.
02:24Saudara kita bawa sebagaimana pembangunan infrastruktur Jalan Bovendigul, Papua Selatan
02:29di tengah efisiensi anggaran bersama Bupati Bovendigul, Bapak Rony Omba.
02:35Selamat pagi Pak Bupati.
02:36Bapak, apa yang menjadi prioritas dalam pembangunan di Bovendigul ini selama masa jabatan ini, Bapak?
02:42Ya, selamat pagi.
02:45Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:49Om siastiastu, namo budaya, salam kebajikan, salam sehat.
02:53Terima kasih atas kesempatan dari Kompas TV untuk mengangkat berita ataupun informasi dari Kabupaten Bovendigul.
03:06Untuk saat ini kami beberapa waktu lalu meninjau lapangan, kemudian kami mencoba untuk berdiskusi,
03:18menyampaikan arahan kepada dinas terkait, kemudian kami coba dorong di Musrembang,
03:25baik di Musrembang Kabupaten maupun Musrembang Provinsi.
03:29Demikian.
03:31Baik, kalau untuk pembangunan infrastruktur begitu ya Bapak, ya wilayah mana yang menjadi prioritas di Bovendigul ini, Pak?
03:39Sebenarnya kalau mau dilihat ada banyak, cuman kami lihat yang prioritas ada beberapa aktivitas padat penduduk di situ
03:47dan ada aktivitas ekonomi produktif di situ, dan juga wilayah perbatasan.
03:53Dan sehingga kami coba fokus dan dorong di wilayah Mindip Tanah Kombud,
03:58karena itu memang salah satu wilayah perbatasan juga dengan negara tetangga, negara Papua Neguni.
04:05Dan kalau mau dilihat di wilayah Papua Selatan ada dua kabupaten yang berbatasan langsung dengan Papua Neguni,
04:13yaitu Merauke dan Bovendigul.
04:15Dan kami Bovendigul wilayah terpanjang untuk wilayah perbatasan sehingga kami fokus di wilayah itu,
04:23dari Mindip Tanah Kombud, kemudian Arimbet, Ujung, dan Bukit, dan juga ke Distrik Manggelum ataupun ke Camatan Manggelum.
04:34Memang akses ini juga sangat sulit, bisa lewat juga udara maupun sungai,
04:41cuman keterbatasan dengan waktu sehingga, dan juga aktivitas masyarakat untuk bawa hasil bumi ke kota memang terbatas.
04:52Sehingga kami coba dorong untuk akses jalan sehingga bisa lebih maksimal.
04:56Dan juga dari Ampera ke Fofi, banyak aktivitas penduduk juga di sana.
05:05Dan juga dari, yang kami coba dorong juga dari Ini Andit ke Anyumka. Demikian.
05:16Baik, sejauh ini apa saja yang menjadi kendala dalam membenahi efrak struktur di Bovendigul ini termasuk,
05:22dan terkhususnya ini efrak struktur jalan, Bapak?
05:25Kendala banyak. Pertama faktor cuaca, kemudian juga anggaran.
05:31Dan juga luas wilayah.
05:32Hampir kebanyakan di Papua ini kan mayoritas jalannya masih tanah,
05:39sehingga cuaca juga berpengaruh dan juga anggaran. Demikian.
05:46Baik, anggaran begitu ya Pak yang menjadi kendala.
05:48Jadi, untuk solusi yang diambil oleh Pemkat Bovendigul ini sendiri, untuk kandalannya ini seperti apa, Pak?
05:54Seperti apa, Pak?
05:56Kami coba ambil solusi dengan anggaran yang ada, kita maksimalkan.
06:01Ya memang banyak program yang akan kami lakukan, namun dengan keterbatasan anggaran,
06:06karena efisiensi, maka kami coba lihat mungkin mana yang urgen itu yang kami dorong.
06:12Tidak bisa semua kami bisa dorong ataupun kerjakan, karena anggaran terbatas.
06:16Jadi, kita lihat yang sangat urgen sekali ya, pelan-pelan coba kita dorong.
06:22Demikian.
06:23Baik, apa harapan Bapak dalam memajukan Bovendigul ini selama prode kepemimpinan, Bapak?
06:29Ya, harapan kami, Pemerintah Kabupaten Bovendigul, dan masyarakat wilayah perbatasan,
06:36kami di Bovendigul, Papua Selatan ini wilayah terpanjang perbatasan dengan negara tetangga,
06:41negara Papua Neguni, dan juga awal kemerdekaan Republik Indonesia dicetuskan oleh Bung Hatta,
06:48itu dari Bovendigul.
06:50Sehingga keharapan.
06:58Baik, Bapak.
07:02Maaf, Bapak, sepertinya audionya terputus.
07:12Bapak Rony bisa mendengar suara saya?
07:19Baik, Pak Rony, terima kasih sudah bergabung bersama kami di Jurnal Nusantara,
07:25sudah berbagi bagaimana keadaan di Bovendigul.
07:27Terima kasih, Bapak. Selamat pagi.
07:30Saudara Usai,
Komentar

Dianjurkan