00:00Praktik tidak manusiawi di daycare atau tempat penitipan anak Little Aresha akhirnya terbongkar.
00:0753 anak balita menjadi korban kekerasan.
00:10Sementara itu, 30 pengasuh dan pengurus yayasan diperiksa polisi.
00:30Di balik tempat penitipan anak yang seharusnya aman terungkap dugaan kekerasan terhadap puluhan balita.
00:36Kasus kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha terungkap setelah masyarakat melaporkan adanya kejanggalan pada kondisi anak-anak yang dititipkan.
00:46Sejumlah orang tua mengaku, anak mereka sering menangis dan menunjukkan rasa takut setiap kali akan ditinggal di daycare.
00:54Kecurigaan ini akhirnya mendorong polisi menggerebek lokasi dan hasilnya mengejutkan.
01:00Dari 103 anak yang dititipkan, 53 diantaranya diduga menjadi korban kekerasan.
01:07Sebagian besar korban masih berusia di bawah 2 tahun.
01:10Kekerasan diduga telah terjadi lebih dari 1 tahun.
01:14Korban itu kalau untuk total semua itu, jadi itu kan agak beda-beda mas ya.
01:19Ada yang umur dari 0 sampai 3 bulan, itu berbeda-beda.
01:26Tapi kalau jumlah semua kita lihat itu 103.
01:30Tapi kalau untuk yang kita lihat ada tindakan kekerasannya itu sekitar 53 orang.
01:40Dari penggerebekan, polisi menemukan dugaan kekerasan pada sejumlah bayi yang dititipkan di daycare.
01:4630 orang diperiksa termasuk pengasuh serta pengurus yayasan.
01:50Polisi menemukan adanya dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak di tempat tersebut.
01:56Informasi awal menyebutkan terjadi penganian fisik dan penelantaran oleh oknum pengasuh.
02:02Bahkan dalam temuan awal, anak-anak diduga dibiarkan dalam kondisi tidak layak.
02:08Peristiwa ini langsung memicu kepanikan di kalangan orang tua.
02:11Pasca penggerebekan, sejumlah orang tua dan warga mendatangi lokasi daycare.
02:16Mereka datang dengan penuh kecemasan untuk memastikan kondisi anak mereka.
02:22Selama ini mereka mengaku sebenarnya sudah menyimpan kecurigaan.
02:26Anak-anak sering menangis saat diantar, namun menjadi diam saat berada di dalam.
02:31Kondisi ini dianggap sebagai tanda.
02:33Adanya tekanan atau kekerasan yang tak terungkap.
02:37Tadi saya juga lihat di akunnya UPDDPPA, mereka juga membuka konsul.
02:47Konsul apabila anak yang mungkin secara fisik dia tidak luka, namun secara kejiwaan dia ada keganggu,
02:56UPDDPPA siap melakukan pendampingan di sekolah.
03:00Tak hanya mendatangi lokasi, orang tua juga berdatangan ke Polresta Yogyakarta.
03:05Mereka ingin mendapatkan kepastian sekaligus mengawal proses hukum kasus ini.
03:11Menurut salah satu orang tua, polisi telah melakukan gelar perkara.
03:15Hingga kini, Polresta Yogyakarta masih menyelidiki motif dan terus memeriksa saksi-saksi.
03:22Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya pengawasan ketat terhadap lembaga penitipan anak.
03:28Tempat yang seharusnya memberi rasa aman, justru dikhawatirkan menyisakan trauma tak terucap.
03:35Kepercayaan yang pernah dititipkan, kini berujung luka yang tak terungkap.
03:41Tim Liputan, Kompas TV
03:47Saudara, kasus kekerasan di daycare Little Aresha Yogyakarta terus berkembang.
03:53Puluhan bali tadi duga menjadi korban dan polisi masih mengungkap bagaimana proses hukum yang berjalan.
03:59Kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV, Michael Aryawan di Yogyakarta.
04:03Selamat siang, Mika.
04:05Bagaimana proses hukum dan perkembangan dari kasus dugaan kekerasan di daycare Little Aresha Yogyakarta?
04:12Ya, selamat siang. Perkembangan dari kasus ini masih terus dalam penyelidikan.
04:18Namun, memang gelar perkara telah dilakukan oleh pihak kepolisian pada Sabtu malam.
04:23Dan dari 30 orang yang ditahan, 13 diantaranya telah dinyatakan sebagai tersangka.
04:30Namun, catatannya 13 orang ini masih dalam pengembangan sehingga bisa saja nanti jumlahnya bertambah ataupun berkurang.
04:38Nah, untuk detailnya, kepolisian Resort Kota Yogyakarta berjanji akan menggelar konferensi pers pada Senin besok.
04:50Detailnya seperti apa peran dari masing-masing mereka yang dinyatakan sebagai tersangka nanti akan diungkap dalam konferensi pers pada Senin
05:00besok.
05:00Namun yang jelas, beberapa diantaranya yang menjadi tersangka adalah kepala Yayasan, kemudian kepala daycare-nya, dan beberapa pengurus inti dari
05:12daycare tersebut.
05:14Demikian.
05:16Mika, lalu adakah pendampingan untuk korban dan keluarga korban yang mungkin saja mengalami luka atau terganggu psikisnya akibat mengalami trauma?
05:27Ya, pendampingan diberikan oleh pemerintah kota Yogyakarta dan juga bekerjasama dengan pihak kepolisian tentunya.
05:34Namun, tadi kami bertemu dengan wali kota Yogyakarta, Hastawardoyo.
05:38Disebutkan mereka masih melakukan pendataan.
05:40Mereka masih mengajak korban-korban untuk mau bergabung dalam pendampingan mereka karena memang dibutuhkan treatment khusus dalam menangani kasus kejiwaan
05:52apalagi yang terkait dengan anak-anak kecil.
05:55Maka dari itu mereka melakukan pendampingan dengan sangat hati-hati.
06:00Nantinya pendampingan sudah dimulai pada hari ini, besok pemerintah kota Yogyakarta akan membuka poskor resminya dan mereka akan mengajak dari
06:10berbagai kalangan termasuk dari kampus, dari Universitas Gajah Mada, kemudian dari pemerhati masalah sosial untuk bersama-sama menangani kasus trauma
06:24yang menimpa pada anak-anak korban.
06:26Demikian.
06:27Baik, hingga saat ini polisi telah melakukan gelar perkara dan memeriksa sejumlah orang.
06:31Sementara itu beberapa diantaranya, ada 30 orang yang telah diperiksa dan beberapa diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.
06:37Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Michael Aryawan.
Komentar