Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Projo Budi Arie mengakui Jusuf Kalla memiliki peran penting dalam perjalanan politik Joko Widodo, khususnya saat Pilpres 2014.

Menurutnya, sebagai pasangan wakil presiden, Jusuf Kalla tentu memberi dampak elektoral bagi kemenangan saat itu. Namun Budi Arie menegaskan, kemenangan Jokowi pada 2014 juga merupakan gelombang dukungan rakyat.

Ia menyebut Pilpres 2014 sebagai fenomena baru dalam politik nasional. Di tengah polemik yang berkembang, Budi Arie meminta semua pihak tidak mengadu domba para pemimpin bangsa.

Sementara itu, Juru Bicara Jusuf Kalla Husain Abdullah menyebut pesan tersebut sudah disampaikan ke berbagai pihak, termasuk pendukung Jokowi.

Husain mengatakan, Jusuf Kalla hanya ingin publik memahami posisinya.

Ia pun menilai polemik yang berkembang seharusnya diakhiri.

"Dan Pak Budi Arie juga sudah mengemukakan untuk apa sih kita ribut-ribut ini. Jadi, saya rasa barang ini sudah ketemu," katanya.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/DvAE3Xqoq5g

#jokowi #jusufkalla #politik

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/665168/sebut-jk-punya-peran-bersama-jokowi-di-pilpres-2014-budi-arie-jangan-adu-domba-pemimpin-bangsa
Transkrip
00:00Dan Anda sepakat bahwa Pak JK lah yang berperan dalam ini?
00:02Ya Pak JK punya peran.
00:04Punya peran dalam pengertian dari Gubernur gitu loh.
00:07Bahwa punya kontribusi gitu loh.
00:10Kontribusi karena sebagai wapas pasangan kan gak mungkin.
00:13Gak memberi dampak elektoral gitu.
00:15Tetapi bahwa ini gerakan rakyat.
00:18Ini kan yang teman-teman sampaikan bahwa ini 2014 ini kan fenomena baru.
00:22Dalam politik nasional.
00:24Bagaimana seorang rakyat jelata bisa jadi presiden.
00:28Begitu loh.
00:28Kalau tadi kan Pak Uceng sudah bilang.
00:31Kalau dengan Projo atau Bara itu ya kawan-kawan yang berjuang bersama.
00:35Ya 2014 kita berjuang bersama-sama.
00:37Nah kalau gitu ya nanti gara-gara di media sosial itu siapa sih?
00:39Gini loh gini.
00:40Saya gak mau menyalahkan teman-teman gini loh.
00:44Pendukung Pak Jokowi ini banyak.
00:45Baik yang terorganisir maupun yang pribadi-pribadi.
00:50Yang ekspresinya masing-masing karena kecintaan terhadap Pak Jokowi.
00:54Pak Jokowi ini kalau ada apa-apa itu yang semua orang bisa bereaksi.
00:59Misalnya Pak Jokowi dihina, reaksinya bisa individual, bisa non-organik dan sebagainya gitu loh.
01:06Tetapi maksud saya saya juga hormatin pikiran dan pendapat teman-teman.
01:10Teman-teman di forum ini saya mau himbah udahlah.
01:12Jangan kita mengadu domba sesama pemimpin bangsa, tokoh-tokoh bangsa.
01:19Itu sudah disampaikan juga atau tidak ke orang-orang yang ada pendukung Jokowi?
01:23Beberapa saya sudah sampaikan.
01:25Dan di forum ini saya ingin sampaikan sekali lagi.
01:28Gak ada gunanya juga ngapain sih?
01:31Urusan Republik ini masih banyak.
01:33Yang harus kita beresin.
01:34Mungkin kan sesuatu yang tidak berbeda, kenapa mesti kita bertentang kan?
01:41Begitu.
01:42Dan Anda juga, apa sih Pak Jika setelah konferensi persi itu?
01:46Dengan tadi juga Pak Budiari bilang bahwa ya kalau dari Projo enggak,
01:49tapi memang ada orang-orang yang menyampaikan pendapatnya dengan cara seperti itu Pak Jika.
01:52Saya kira semua sudah jelas juga, clear, dan Pak Jika sudah menyampaikan,
01:56sudah mengeluarkan apa yang harus diketahui secara publik oleh semua kita,
02:02termasuk pendukung-pendukung Pak Jokowi tadi,
02:04supaya paham posisinya.
02:06Pak Jika, wah kurang apa saya ini?
02:08Kok digituin lagi kan?
02:10Nah itu saya kira sudah nyampe.
02:11Dan Pak Budiari juga sudah mengemukakan bahwa untuk apa sih kita ribut-ribut ini.
02:18Jadi saya rasa barang ini sudah ketemu.
02:22Dan Pak Jika sendiri sesudah jumpa pers kemarin, itu lebih cooling down.
02:29Meskipun ada sesudahnya lebih kepada bagaimana mengembalikan marwah beliau,
02:35terutama menyangkut masalah penistaan agama itu.
02:38Lalu beberapa toko-toko dari Poso, dari Ambon,
02:42itu berdatangan memberikan testimoni untuk menegaskan bahwa apa yang disampaikan Pak Jika itu,
02:49itu memang seperti itu realitas sosialnya pada saat itu.
02:52Itu bukan penistaan agama.
02:54Memang pada saat kejadian di Poso, Ambon itu,
02:57baik Islam maupun Kristen,
03:01itu membunuh orang-orang tidak bersalah dengan,
03:03apa namanya, ya tanpa batas lah.
03:06Tanpa batas perikemanusiaan.
03:08Di situ ada peran Pak Jika berperan besar untuk mendamaikan.
03:12Nah, ini juga kan masuk dalam satu materi konferensi pers.
03:15Saya catat paling tidak ada tiga isu utama.
03:17Soal ijasa, soal potongan ceramah saat di UGM,
03:21juga soal tudingan kredit puluhan triliun.
03:24Sebenarnya dari tiga isu tersebut,
03:25mana yang paling membuat Pak Jika terusik, Pak UCK?
Komentar

Dianjurkan