00:045 Pemilu
00:05Bayangin deh, kamu datang ke tempat pemutan suara,
00:07tapi kandidatnya bukan cuma 2 atau 3,
00:10melainkan puluhan bahkan belasan nama.
00:12Emang ada pemilu kayak gitu di dunia?
00:15Yuk kita bahas.
00:16Halo Sobat MTV and Lens,
00:17kembali lagi di segmen More in Minute kali ini bersama aku Dimas.
00:21Nah, kita bakal bahas sesuatu yang unik dalam dunia politik,
00:24yaitu 5 pemilu dengan jumlah kandidat terbanyak di dunia.
00:27Nah, fenomena banyaknya kandidat dalam pemilu
00:30biasanya terjadi di negara dengan sistem demokrasi terbuka,
00:33di mana siapapun punya peluang untuk mencalonkan diri.
00:36Pertama ada Peru.
00:37Pada pemilu presiden 2021,
00:39negara ini mencatat sekitar 18 kandidat yang ikut bertarung.
00:43Banyaknya kandidat nih membuat suara pemilih jadi sangat terpecah.
00:46Yang kedua ada Brazil.
00:48Dalam pemilu presiden tahun 1989 setelah berakhirnya rezim militer,
00:52ada lebih dari 20 kandidat yang maju.
00:54Ini jadi salah satu pemilu yang paling ramai dalam sejarah Brazil.
00:59Yang ketiga ada Indonesia.
01:00Juga pernah mengalami hal yang serupa.
01:02Pada pemilu tahun 1155,
01:05tercatat puluhan partai politik ikut serta
01:07dengan ratusan calon legislatif yang bersaing di berbagai daerah.
01:10Yang keempat nih ada Afghanistan.
01:13Dalam pemilu presiden tahun 2019,
01:15ada sekitar 18 kandidat yang mencalonkan diri,
01:18mencerminkan dinamika politik yang kompleks di negara tersebut.
01:21Dan terakhir ada Iran.
01:22Dalam beberapa pemilu presidennya,
01:24ratusan orang mendaftar sebagai kandidat.
01:26Meskipun akhirnya hanya sebagian orang yang lolos seleksi
01:29untuk benar-benar ikut pemilihan.
01:31Banyaknya kandidat ini punya dua sisi.
01:34Di satu sisi menunggalkan demokrasi yang terbuka,
01:36tapi di sisi lain bisa membuat pemilih bingung
01:39dan suaranya menjadi terpecah.
01:40Nah, menurut kamu lebih baik pemilih dengan banyak kandidat
01:43biar lebih bebas memilih,
01:45atau justru lebih efektif kalau kandidatnya sedikit saja?
01:48Oke, sampai di sini saja,
01:50dan kita ketemu lagi di War in Minute selanjutnya ya!
02:18Terima kasih.
02:48Terima kasih.
03:18Terima kasih.
03:18Terima kasih.
03:19Terima kasih.
Komentar