00:00Yang orang bilang sampai sekarang masih juga belum move on dengan putusan 90.
00:05Sampai hari ini, yang namanya Gibran selbagai bakpres,
00:10datang baru berapa kali ketemu saya.
00:13Kalau saya begini, adik-adik sekalian,
00:17hidup saya ini,
00:22kata ada sebuah amanah,
00:32sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat bagi manusia lain.
00:38Jadi selama saya hidup, apapun ya akan saya laksanakan.
00:45Tetapi yang pasti, apapun dan dimanapun saya ditugaskan,
00:51saya niatnya bukan untuk mencari popularitas seperti tadi,
00:57dalam video tadi sudah dijelaskan.
00:59Saya bekerja itu niatnya satu, ibadah.
01:05Ya inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamatu lillahi rabdullahi.
01:11Sesungguhnya hidupku, matiku.
01:15Lillahi, hanya untuk Allah.
01:18Jadi kalaupun misalnya tadi sesuai pertanyaan dan sesuai dengan sambutan Pak Suhardoyo tadi,
01:26misalnya, ya kalau memang dipercaya dimanapun akan,
01:31insya Allah saya laksanakan setelah saya menyelesaikan tugas di MA dengan Husnul Fatimah ya.
01:39Sudah ada tawaran atau sudah ada gambaran gitu Pak?
01:42Nah itu begini, gambaran atau tawaran, ya udahlah cukup untuk saya aja.
01:49Tapi jelas habis ada nasi analik kan Pak?
01:52Ya nggak tahu deh saya ada ketugas, ya gini, gini, gini.
01:55Yang pasti begini ada-ada sekali.
01:58Tahu kan, kemarin peristiwa yang menggembarkan.
02:03Ya yang orang bilang sampai sekarang masih juga belum move on dengan putusan 90.
02:09Oh ya, itu diuraikan punah juga?
02:11Oh udah jelas.
02:12Tanpa diuraikan punah ini, ini saya makasih tahu adik-adik.
02:16Coba cari podcast Prof. Jim Lee yang mengakui bahwa putusan itu diambil berdasarkan asumsi.
02:28Tuh.
02:30Jadi, dengan kata lain bukan fakta.
02:35Itu ada, mungkin belum dengar itu pengakuan Prof. Jim Lee bahwa putusan itu.
02:40Dan beliau mengakui bahwa ternyata tidak ada cawe-cawe Pak Jokowi.
02:46Apalagi yang berkaitan dengan rupanya ada informasi, ada persebaran uang melalui Menteri...
02:55Saya juga kaget setelah, kok sejauh itu ya.
03:00Tapi menurut, bukan menurut ya, memang faktanya begitu Prof. Jim Lee sudah mengakui.
03:06Tapi sayang pengakuan itu setelah lahirnya putusan pengadilan Tun Jakarta yang mengatakan bahwa saya dikembalikan harkat dan matanya.
03:20Apa sih hidupnya anak-anak atau adik-adik sekalian?
03:24Harkat, martabat, nama baik itu yang utama.
03:28Bayangkan kalau saya meninggal, mati.
03:32Sebelum nama baik saya, harkat dan martabat belum dikembalikan, ya Allah.
03:37Dan saya tidak akan meninggalkan MK itu dengan sekala duka, nistafa, tidak seperti hari ini.
03:45Saya belum, makanya tadi sambutan saya, saya ibarat meninggalkan MK ini seperti bayi, seperti kertas putih, tanpa ada catatan.
03:57Cintri ya Pak?
03:58Ya, ya memang begitu.
04:00Untuk lebih jelasnya, diadik sekalian, baca putusan pengadilan Tun nomor 604.
04:07Ya, yang terkait dengan ini.
04:08Kaitkan dengan keputusan MK-MK nomor 02 itu yang oleh Pak Jimli.
04:14Dan tentunya kaitkan dengan keputusan nomor 90.
04:21Apalagi dihubungkan dengan keputusan-keputusan lain.
04:25Lalu adik-adik bisa menyimak wawancara Prof. Arief Hidayat dalam podcast-nya di beberapa tempat.
04:36Tapi yang pertama itu dengan, yang utama itu dengan ini, Akbar Faisal.
04:43Di situ beliau mengatakan bahwa selama beliau jadi hakim MK lebih kurang 13 tahun,
04:50Lebih lama saya ya, tadi sudah dijelaskan oleh Pak Soehartolo tadi.
04:55Tidak pernah ada istilah konflik kepentingan dalam pengujian undang-undang.
05:01Kenapa tiba-tiba dalam putusan 90 itu, MK-MK melalui Prof. Jimli mengatakan ada konflik kepentingan.
05:09Terlepas dari siapa yang mengajukan, tidak ada hubungan dengan saya.
05:12Apalagi dengan Gibran.
05:14Mohon maaf, saya bukannya mau mengasingkan diri.
05:18Sampai hari ini, yang namanya Gibran, selbagai Pak Pres,
05:24Tidak tahu baru berapa kali ketemu saya.
05:26Ya, itu tanya Mas Malom tuh, yang tahu persis.
05:32Ya, ketemunya waktu nikah dengan bibinya.
05:37Kemudian satu pesawat ya, pulang ya.
05:40Sekali itu aja.
05:42Kemudian kalau ada acara di Solo, itu pun ya tidak selalu, kadang-kadang aja.
05:51Boleh dihitung selama jadi pamannya ya.
06:01Sampai di, apa, bocor halus mungkin udah dengar ya.
06:05Bocor halus tempoh aja.
06:07Udah belak-belakan saya ngomong.
06:09Sampai ditanya sama Hussein.
06:10Gak apa-apa ya, saya panggil paman Anwar.
06:13Loh, memang pamannya Gibran kok.
06:15Tapi kalau dikaitkan dengan itu.
06:22Tidak ada, sungguh.
06:26Karena memang tidak ada kaitan dengan Gibran.
06:29Ya kan jadi pintu aja.
06:30Enggak, itu bukan pintu untuk Gibran.
06:33Untuk semua anak muda.
06:35Nah, itulah kesalahan persepsi.
06:37Tadi dengar ya, saya menjatuhkan putusan itu,
06:41membela kebenaran, hukum, dan keadilan.
06:44Itu amanah Allah.
06:45Saya pendidikannya, ya tadi udah jelaskan ya.
06:48Pendidikan agama.
06:50Enggak.
06:51Saya udah 40 tahun lebih jadi hakim.
06:54Sekalipun tidak ada pernah,
06:57atau tidak pernah berhubungan dengan
06:59KY, Badan Pengawas Mahkamah Agung.
07:02Ya, saya kan hakim karir tadi.
07:05Enggak pernah ada.
07:07Bahkan tadi kan dijelaskan.
07:08Justru saya menjadi anggota MK-MK.
07:13Majelis Kehormatan.
07:15Berangkap Sekretaris yang ketuanya, Pak.
07:19Ibu Sukma tadi.
07:21Jadi saya udah plong sekarang.
07:23Terus serang aja.
07:24Makanya saya terharu meneteskan air mata.
07:27Bukan sedih karena
07:29meninggalkan Jepun.
07:30Enggak lah.
07:32Putusan Petun, ya.
07:35Itu sudah mengembalikan harka dan martabat saya.
07:38Baca putusan.
07:39Ya, mohon maaf.
07:40Justru dalam putusan itu dikatakan bahwa
07:42yang melanggar etik adalah Prof. Jimli.
07:45Mohon maaf.
07:46Saya tidak bermaksud untuk
07:48mendiskredikan beliau.
07:49Tapi ini fakta.
07:50Fakta hukum.
07:52Ketika
07:54kode etik
07:55sudah menjadi hukum positif,
07:57siapapun tidak boleh melanggar.
08:00Misalnya kode etik
08:02hakim positif.
08:03Tidak boleh hakim positif.
08:04Itu hukum positif.
08:05Termasuk
08:07para anggota MKM4.
08:09Gitu.
08:11Apalagi?
08:12Iya, sebentar lagi.
08:13Masih ada.
08:14Maghrib agak panjang sedikit lagi.
08:16Ini biar-biar
08:17ini kesempatan juga.
08:18Biar pelong juga.
08:20Nah, ini pertanyaan lagi.
08:23Saya itu hamba Allah yang taat.
08:26Bukan hanya taat konstitusi.
08:28Taat perintah Allah.
08:30Ya, apapun yang
08:33ya kalau menurut Allah
08:35saya harus
08:36bagaimana-bagaimana
08:37saya itu saja.
08:38Gitu.
08:39Jadi kesempatan ini juga
08:41Mas Lalong
08:41terus-terang.
08:43Makanya
08:43kemarin kan saya
08:44nggak bisa ngomong seperti ini
08:45karena saya masih
08:46menyandang hakim konstitusi.
08:49Ya, sama dengan
08:50Prof. Arief kemarin kan
08:51ngomong di berbagai
08:52tapi ada benarnya juga itu.
08:55Cuman yang
08:56beliau juga kurang jelas
08:57mengenai
08:59ada pencabutan
09:01kemudian dibatalkan.
09:02Itu memang begini.
09:03Saya selaku ketua
09:06ya tidak bisa
09:06ikut campur terlalu jauh.
09:09Ya, apakah orang itu
09:10mencabut permohonannya
09:11atau tidak
09:12itu hak masing-masing orang.
09:14Tetapi yang pasti
09:16setiap ada
09:17pencabutan permohonan
09:19harus diadili kembali
09:21melalui forum
09:24panel, majelis panel.
09:27Kemudian majelis panel
09:28mengkonfirmasi
09:29apakah permohonannya ini
09:30benar atau tidak
09:31atau bagaimana-gimana
09:32nanti majelis panel
09:33yang menentukan
09:34dan melakukan
09:35ke Pleno RPH.
09:37Kalau memang
09:38beralasan
09:39nanti
09:40ya dikabulkan
09:41kalau tidak
09:42ya tetap lanjut.
09:44Kalau misalnya
09:45diputuskan
09:47bahwa ini
09:49beralasan
09:50untuk
09:51dikabulkan
09:52lalu ada ketetapan.
09:54Kalau sudah ada ketetapan
09:56nah itu
09:57tidak boleh lagi
09:58diajukan.
09:59Jadi selama
10:00belum ada ketetapan
10:01ya harus
10:03dibawa dulu
10:05ke RPH.
10:06Kemudian
10:07diadili dulu
10:08disidangkan dulu
10:09oleh majelis panel
10:10hasil
10:12majelis panel
10:12dibawa ke RPH
10:13di Pleno
10:14Pleno
10:15memutuskan
10:16yaudah
10:17kita tolak
10:18permohonan itu
10:20atau kita kabulkan
10:21berarti
10:21berkara lanjut
10:22seperti itu.
10:23Dan majelis panelnya
10:24waktu itu
10:24pandang kelihatan?
10:25Oh majelis panel
10:26sesuai dengan
10:27pertama
10:27ada dua perkara kan
10:29yang 190 itu
10:31majelis panelnya
10:32Pak Suartoyo
10:32Guntur Hanjah
10:34sama
10:35Pak Daniel ya
10:36kalau tidak salah
10:37Pak Daniel
10:38kemudian
10:3891 kan
10:39sama-sama dicabut
10:40Pak Arief sendiri
10:41kemudian
10:42anggota-anggota
10:43jadi sudah clear
10:44sebenarnya
10:44jadi tidak ada
10:46urusan saya
10:47misalnya
10:49atas
10:49misalnya
10:51Anitra
10:52mengaburkan
10:53pencabutan
10:54bukan pencabutan
10:55itu yang
10:56dijadikan dasar
10:57hasil sidangnya
10:59nanti
11:00apakah ada
11:01pencabutan
11:01atau tidak
11:02tidak ada
11:02masalah
11:03gitu
11:04kayaknya harus
11:06beli bukunya
11:06gimana belinya
11:08oh nanti
11:09mana ada bukunya tebal
11:11mana
11:11yang sudah ada
11:12buku di senting
11:13oh yang di senting
11:15ada
11:16yang kotak Pandora
11:17kotak Pandora itu
11:19gimana kita bisa beli Pak
11:21udah nanti
11:21tenang aja
11:22nanti akan diundang lah
11:23hati-hati-hati
11:24nanti
11:24udah
11:25hukum
11:27ya nanti
11:27untuk
11:28ininya itu
11:29akan diundang
11:31ya
11:31oke
11:32ada planning bikin podcast
11:33juga gak
11:35ya tergantung
11:37kesana
11:38sekarang kan udah bebas
11:40kemarin kan
11:41terus serang aja
11:42itu pertama
11:44itu yang bocor halus
11:45itu
11:46itu pun atas permintaan
11:48Mas Husein
11:49temannya Mas Malo
11:52jadi ini
11:53jadi gak ada
11:54insya Allah
11:55jadi supaya
11:56yang pasti hari ini
11:57saya ibarat
11:58bayi baru lahir
11:59tadi saya dijelaskan
12:01gak ada beban
12:02nama baik saya
12:04harkan matabas
12:05sudah dikembalikan
12:05oleh pengadilan
12:06tata usaha negara
12:07sehingga waktu
12:09putusan
12:099
12:10apa
12:11putusan M4
12:12saya gak merasa
12:13apa
12:14mungkin ingat kan
12:15tanggapan saya
12:17putusan tanggal 7
12:18November 2003
12:19besoknya saya
12:20siaran pers
12:21apa yang saya katakan
12:24dalam sirup
12:24jadi kenyataan
12:27putusan 9
12:28itu kan
12:28sampai menghormankan
12:30jabatan
12:30oh gak apa
12:31itu perasaannya
12:33enggak
12:33saya bilang tadi
12:34jabatan milik Allah
12:36setiap saat
12:37Allah menghendaki
12:38untuk dicabut
12:41atau disahatkan
12:41tapi ingat
12:43ingat
12:44ada janji Allah
12:45ya bagi adik-adik
12:46yang beragama Islam
12:47dalam Al-Quran
12:48yang dikatakan
12:50ketika kamu
12:51kehilangan sesuatu
12:53ini saya
12:54aku berarti
12:55yang jauh
12:55lebih indah
12:56dan bagus
13:06kecepatan informasi
13:08dan akurasi
13:09adalah komitmen kami
13:11satu langkah
13:13lebih dekat
13:13satu langkah
13:15lebih terpercaya
13:16saksikan
13:17Kompas Petang
13:18di Kompas TV
13:19channel 11
13:20di televisi Anda
13:21selamat menikmati
13:21selamat menikmati
13:21selamat menikmati
Komentar