- 2 hours ago
UMAR BAKRI (Bucek), guru idola di SMA Nawasena, khususnya bagi siswi bernama MARIA (Nurra Datau). Di balik dedikasinya, ia juga seorang ayah tunggal yang merawat putri semata wayangnya, MAGDA (Arla Ailani), gadis berusia 17 tahun yang hidup dengan polio namun tumbuh mandiri dan bersemangat. Kehidupan sederhana mereka terasa lengkap, hingga sebuah insiden di sekolah mengubah segalanya. Rekaman Umar menampar seorang siswa bernama MARLON (Zeyn Datau), putra pengusaha kaya, viral di media sosial. Publik menuntut jawaban, tetapi Umar memilih bungkam demi menyimpan rahasia besar yang bisa menghancurkan masa depan anak didiknya. Dalam sekejap, Umar dihujat publik, dikucilkan, dan akhirnya dibawa ke meja hijau.
Di persidangan, semua pihak menuntut alasan di balik tindakannya, namun Umar memilih bungkam. Bagi Umar, ada kebenaran yang terlalu berharga untuk diungkap—sebuah rahasia yang bisa menghancurkan masa depan murid-muridnya sendiri. Ketika tiba saatnya untuk membela diri, ia mengucapkan kalimat yang mengguncang ruang sidang: “Apalah arti kebenaran, jika kebenaran itu membunuh masa depan murid-murid saya.” Film ini menjadi potret getir tentang pilihan seorang guru: membela nama baiknya sendiri, atau mengorbankan segalanya demi masa depan generasi muda.
Di persidangan, semua pihak menuntut alasan di balik tindakannya, namun Umar memilih bungkam. Bagi Umar, ada kebenaran yang terlalu berharga untuk diungkap—sebuah rahasia yang bisa menghancurkan masa depan murid-muridnya sendiri. Ketika tiba saatnya untuk membela diri, ia mengucapkan kalimat yang mengguncang ruang sidang: “Apalah arti kebenaran, jika kebenaran itu membunuh masa depan murid-murid saya.” Film ini menjadi potret getir tentang pilihan seorang guru: membela nama baiknya sendiri, atau mengorbankan segalanya demi masa depan generasi muda.
Category
🎥
Short filmTranscript
00:00:37Hi tips lovers. Good morning. Sekarang gue lagi di sekolah.
00:00:42Mau siap-siap masuk ke kelas. Mau lihat gak kelas gue yang mana?
00:00:45Nah ini dia kelas gue guys.
00:00:49Lihat guys, ada yang lagi berantem.
00:00:53Yang lagi marah-marah tuh namanya Maria.
00:00:56Dia itu cewek baik-baik, cantik, bagai, idaman para cowok-cowok deh pokoknya.
00:01:03Ya, sabar gue iri sih sama dia, pengisian dia.
00:01:06Cuman tetap gue yang paling famous.
00:01:09Dan yang cowok tuh namanya Marlon.
00:01:11Nah si Marlon ini bengal banget loh guys.
00:01:14Lihat deh tampangnya. Biasa aja kan?
00:01:17Tapi dia itu incelan para cewek-cewek.
00:01:20Mau tau gak kenapa?
00:01:21Kenapa-kenapa? Karena dia itu anak impotir daging sapi.
00:01:25Yang udah pasti tajur melintir guys.
00:01:29Matiin gak?
00:01:30Matiin.
00:01:31Nah, lu langsung aja terus tuh.
00:01:33Sampai sosial media gitu.
00:01:36Tuh, rakam-rakam terus tuh.
00:01:38Kalau marik yang rumah gue ya.
00:01:40Ini gue cari konten yang lain.
00:01:47Hai, kita lanjut ya guys.
00:01:49Wait, wait, wait, wait.
00:01:51Guys, ada dua orang siswa yang lagi dihukum.
00:01:54Tengah lapangan sama guru killer.
00:01:56Kira-kira kenapa ya?
00:01:58Yuk guys, kita kepoin langsung yuk.
00:01:59Berapa kali saya sudah bilang dan saya sudah ajarkan?
00:02:04Disiplin!
00:02:06Susah banget sih untuk disiplin.
00:02:12Aturan sekolah untuk pakai sepatu warna hitam aja kok susah.
00:02:16Itu tanggung jawab yang simpel.
00:02:19Mau jadi manusia macam apa kalian nanti?
00:02:25Kamu.
00:02:28Beri alasan sama saya.
00:02:30Kenapa tidak pakai sepatu warna hitam?
00:02:33Sebenarnya sepatu hitam saya ada dua, bu.
00:02:35Yang satu, dicuci dan belum kering.
00:02:38Dan yang satu lagi, basah dan hujan kemarin, bu.
00:02:42Alasan kamu gak mempan.
00:02:45Kamu lihat, teman-teman kamu aja bisa pakai sepatu warna hitam.
00:02:50Mungkin sepatu mereka ada tujuh, bu.
00:02:52Perantua saya cuma mampu membeli dua.
00:03:00Kamu?
00:03:01Tadi saya pakai sepatu hitam, bu.
00:03:04Waktu saya berangkat sekolah, saya sengaja.
00:03:06Saya nginjek tai anjing tetangga yang galak banget.
00:03:09Bau saya jijik, makanya saya ganti sepatunya.
00:03:13Kotoran.
00:03:14Bukan tai.
00:03:16Pakai bahasa Indonesia yang baik.
00:03:19Memang guru bahasa Indonesia kamu gak mengajarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar?
00:03:24Kata Pak Umar, kata tai, ada dalam kemus besar bahasa Indonesia, bu.
00:03:29Kenapa tidak boleh digunakan?
00:03:33Bukannya gak boleh.
00:03:34Iya, itu betul.
00:03:36Tapi dalam berbahasa itu ada etika.
00:03:40Ngerti?
00:03:45Apapun alasan kalian, kalian sudah melanggar peraturan sekolah.
00:03:50Dan kalian tahu itu sebenarnya.
00:03:54Berdiri di sini, sampai saya suruh masuk kelas.
00:03:58Ngapain?
00:03:59Kamu ngapain?
00:04:01Mabuk.
00:04:05Oke guys, setelah gue kepoin, ternyata mereka persoalan sama sepatu.
00:04:10Mangkanya dihukum.
00:04:11Hmm, gak penting banget.
00:04:12Hah?
00:04:13Oh my God!
00:04:14Hah, ini dia yang kita tunggu-tunggu.
00:04:16Akhirnya datang juga.
00:04:18Oh my God!
00:04:19Guru-idola kita guys!
00:04:21Kenapa dia bisa jadi guru-idola di sekolah ini?
00:04:24Mau tahu kenapa?
00:04:26Kenapa, kenapa, kenapa?
00:04:27Karena dia itu funky bro!
00:04:30Dia itu tegas, tapi tetap ramah.
00:04:33Lihat deh, friendly banget kan ke semua murid?
00:04:35Dan denger-dengar mie-nya, katanya dia itu dudak lho.
00:04:41Hai pak!
00:04:43Saya hai!
00:04:44Semangat pagi!
00:04:47Semangat!
00:04:48Pagi!
00:04:56Kalian berdua, kenapa?
00:05:00Soal sepatu pak.
00:05:06Pagi-pagi.
00:05:14Pagi.
00:05:16Pagi, Pak Umat.
00:05:18Pagi, Ibu Kuri.
00:05:20Pagi.
00:05:26Ibu Kuri?
00:05:28Iya.
00:05:31Itu John Aidy dan Kurnia, ibu yang hukum di lapangan.
00:05:35Iya.
00:05:37Kenapa?
00:05:38Ada masalah?
00:05:40Enggak.
00:05:41Saya cuma tanya aja.
00:05:46Saya merasa ada tendensi yang tidak suka dengan tindakan saya.
00:05:54Ibu terlalu berlebihan.
00:05:57Oh, ya maaf kalau begitu.
00:06:02Tapi memang iya.
00:06:04Saya harus menghukum mereka.
00:06:07Hanya karena warna sepatu?
00:06:14Warna sepatu itu hanyalah sebuah konteks.
00:06:18Esensi yang sebenarnya adalah tanggung jawab.
00:06:21Masa dikasih tanggung jawab sesimpel itu aja mereka tidak patuh.
00:06:25Gimana suatu saat nanti mereka harus tanggung jawab dengan sesuatu yang lebih besar.
00:06:32Jadi ini masalah kepatuhan.
00:06:39Menurut ibu, mereka pantas dihukum seperti itu?
00:06:43Iya, sangat pantas.
00:06:46Toh hukuman yang seperti itu sudah mentradisi di sekolah manapun.
00:06:50Apa enggak ada cara yang lebih kreatif untuk menghukum mereka daripada masih membanggakan cara-cara feudalistik seperti itu?
00:07:00Misalnya?
00:07:04Misalnya membaca buku lalu minta mereka untuk mereviewnya.
00:07:10Atau membuat satu konten kreatif yang bersifat positif dan meminta mereka presentasi kita di kelas.
00:07:17Kayaknya akan lebih baik dibanding sekedar mempermalukan mereka di hadapan teman-temannya.
00:07:24Ide yang bagus?
00:07:26Jadi yang kita hukum adalah pikirannya.
00:07:29Kita ciptakan ulu hara di otaknya.
00:07:31Sehingga akan merangsang mereka untuk berpikir.
00:07:36Oke Pak Umar, saya tidak ada waktu untuk berdebat.
00:07:41Saya mesti masuk kelas.
00:07:43Saya juga ada kelas.
00:07:47Bung Umar,
00:07:50debat kita belum selesai ya.
00:07:52Kita lanjut nanti.
00:08:02Selamat pagi Mas Dewan.
00:08:04Eh.
00:08:04Mar, sehat dong?
00:08:06Alhamdulillah sehat.
00:08:07Maka gimana kabarnya?
00:08:09Baik Mas.
00:08:09Dia sekarang sibuk dengan dunia barunya.
00:08:12Oke.
00:08:13Kalau kata generasi sekarang itu dunia konten kreator.
00:08:17Tapi itu membuat dia lebih fresh.
00:08:19Ah, bagus, bagus.
00:08:20Mas,
00:08:22kalau nanti malam ada waktu,
00:08:24mampir ke Dewa Papu,
00:08:26saya main dengan Mas Tanto.
00:08:28Wah, boleh tuh.
00:08:29Kebetulan,
00:08:30istri lagi pulang kampung ke Palemba.
00:08:33jenuh juga di rumah seharian.
00:08:35Ya, saya ngajar dulu.
00:08:37Monggo, monggo, monggo.
00:08:40Eh, Far, kemungkinan besar saya akan ajak Ibu Kuri, ya.
00:08:48Silahkan Mas.
00:08:53Tidak usah terlalu dipusingkan.
00:09:18Tidak usah terlalu dipusingkan.
00:09:49Nah, ini ada puisi.
00:09:50Jadi, saya ingatkan.
00:09:52Jadi, saya ingatkan sekali lagi.
00:09:53Dalam mempelajari sesuatu,
00:09:56coba untuk jangan menghafal.
00:09:58Tapi coba untuk mengerti.
00:10:00Karena kalau kita sudah mengerti,
00:10:03maka hafalan itu gak penting lagi.
00:10:06Apabila dalam mencoba mengungkapkan sesuatu ada yang salah,
00:10:11tidak masalah.
00:10:12Yang penting, mengerti.
00:10:14Maka, jangan pernah takut salah.
00:10:18Karena salah belum tentu bodoh.
00:10:22Ayo, bebaskan diri kalian dari ketidaktahuan.
00:10:27Bebaskan jiwa.
00:10:29Bebaskan tubuh sebebas-bebasnya.
00:10:31Bergerak, bergejolak, melompat-lompat seperti kuantum kena apa?
00:10:36Karena kita hidup hanya satu kali.
00:10:40Oke, Maria, silahkan.
00:10:43Maik ke meja, baca puisinya.
00:10:46Jangan takut.
00:10:47Bebas, lepas, tanpa batas.
00:10:51Ayo.
00:10:54Hari ini saya akan membacakan puisi karya Salci Tompul berjudul Perpisahan.
00:11:02Tetes angin, namamu ku tinggalkan dulu.
00:11:07Sejak pupus di mimpi purba,
00:11:09semilir mengendap-endap di pangkuan langit.
00:11:13Namamu ku lupakan.
00:11:15Terkubur di puncak awan.
00:11:19Dipucuk nafas yang mengikatku.
00:11:37Wahai Presiden, kami yang baru.
00:11:43Kamu harus dengar suara ini.
00:11:51Suara yang keluar dari dalam kau.
00:11:58Gua yang penuh lu kebosanan.
00:12:06Walau hidup adalah permainan.
00:12:13Walau hidup adalah hiburan.
00:12:21Tetapi kami tak mau dipermainkan.
00:12:28Dan kami juga bukan hiburan.
00:12:36Turunkan harga sejepat.
00:12:43Berikan kami bekerja.
00:12:49Pasti kuangkatan kau menjadi manusia setengah dewa.
00:13:24Pukuri.
00:13:27Bagaimana pandangan Pukuri terhadap Pak Rumah.
00:13:34Unik, cenderung aneh sih.
00:13:39Tapi di tempat seperti ini, dia sangat berbeda.
00:13:47Ya, di titik yang berbeda, di ruang, dan waktu yang berbeda, peran seseorang pun jadi ikut berbeda.
00:13:59Contohnya.
00:14:02Tapi menarik.
00:14:04Turunkan harga sejepatnya.
00:14:12Berikan kami bekerja.
00:14:19Tegakkan hukum setegah-tegahnya.
00:14:26Adil dan tegas.
00:14:31Tidak pandangku.
00:14:33Pasti kuangkatan kau menjadi manusia setengah dewa.
00:15:02Bija.
00:15:08Bija.
00:15:10Pak.
00:15:12Pak.
00:15:13Pak.
00:15:13Maaf, Dik. Saya pulang terlambat.
00:15:17Gak apa-apa, Pak.
00:15:19Mahda udah makan?
00:15:21Sudah.
00:15:22Walah sudah tidur, Pak.
00:15:24Terima kasih, Biki.
00:15:25Saya panggil pulang, Pak.
00:15:26Ya.
00:15:27Pak.
00:15:28Pak.
00:15:33Pak.
00:15:40Pak.
00:15:44Pak.
00:15:46Pak.
00:15:47Pak.
00:15:49Pak.
00:15:50Pak.
00:15:58Pak.
00:16:00Pak.
00:16:23Ayah.
00:16:25Ya?
00:16:26I want to eat today.
00:16:29What is it?
00:16:31How much is it?
00:16:32It's high.
00:16:36It's good.
00:16:38Okay, if it's good.
00:16:56I want every day to eat.
00:16:59If it's good.
00:17:01If it's good.
00:17:01Let's make me a little bit.
00:17:04Let's leave it below.
00:17:06I don't want to buy it.
00:17:08I want to buy it.
00:17:09Do you have money?
00:17:11Do you have money?
00:17:13Where are you?
00:17:15I like to make small content.
00:17:19I'm posting.
00:17:21Viewers are a lot.
00:17:23I have money from the platform.
00:17:26What are the content you make?
00:17:29The content of my activities is just a day.
00:17:32From sleep.
00:17:35Gosling,
00:17:36taking water,
00:17:38washing the water.
00:17:39It's like that.
00:17:41It's only for my followers.
00:17:44That's what I'm doing.
00:17:46That's cool.
00:17:49Sometimes I'm streaming live.
00:17:51I'm streaming.
00:17:51That's cool.
00:17:53Maybe because there are some sympathy with me.
00:17:56So,
00:17:57they're going to donate to me.
00:18:01Then there are a lot of people like that.
00:18:03That's cool.
00:18:06That's cool.
00:18:07That's cool.
00:18:09I want to make a content that's a bit serious.
00:18:12Content serious.
00:18:14Content serious like what?
00:18:17Ungkapan pribadi.
00:18:19Seperti?
00:18:20Ya.
00:18:21Tentang...
00:18:22Tentang ibu.
00:18:24Tentang ayah.
00:18:26Tentang bijah.
00:18:28Kalau tentang ayah pasti yang jelek-jelek.
00:18:31Rahasia dong.
00:18:33Makanya...
00:18:34Sekali-sekali tonton dong karya anak cantiknya ayah ini.
00:18:41Mentang-mentang muridnya banyak.
00:18:43Anaknya dilupain.
00:18:47Udah, langsung dipikirin.
00:18:49Jadi, boleh kan nanti aku beli kompor sama meja kecilnya?
00:18:56Kalau tak nak nak
00:19:21Puena tak pegulah.
00:19:23How did you do it?
00:19:24I was going to leave the toilet, then I left the toilet and I left the toilet.
00:19:27I took it.
00:19:28You took it.
00:19:29I took it.
00:19:33Even if you were young, your phone is really a big deal.
00:19:37You can buy it again.
00:19:39It's a mess.
00:19:41It's a mess.
00:19:41It's a mess.
00:19:43It's a mess.
00:19:43It's a mess.
00:19:44It's a mess.
00:19:48I know not that when I left, I left my phone.
00:20:02Good morning, everyone.
00:20:04Good morning.
00:20:04Good morning.
00:20:05Good morning.
00:20:06Good morning, I'm sorry.
00:20:06Good morning.
00:20:08Good morning.
00:20:09Good morning.
00:20:14Marlon, what about you?
00:20:17How are you?
00:20:18How are you?
00:20:19nyuri kamu yakin itu dicuri atau terselit jatuh jatuh nggak mungkin Pak tadi saya chatting sama
00:20:28saya di sini terus tinggal toilet balik-balik udah nggak ada mau jatuh gimana Oke kalau
00:20:35begitu menduduk ya tunggu situ Ayo semua masuk dalam kelas ya semuanya yuk
00:20:46hai oke sekarang saya minta semua lihat ke depan ya semuanya lihat mata saya
00:21:30oke sekarang tinggalkan kelas simpan semua handphone gadget atau apapun
00:21:39disaku kalian ke dalam tas tinggalkan di meja ya Ayo semuanya keluar
00:21:53Marlon HPmu tipenya apa mereknya apa tulis
00:21:57hai hai hai
00:22:32Marlon, sebentar.
00:22:35Tidak ketemu, tidak ketemu.
00:22:40Ini HP kamu?
00:22:43Ketemu di mana ini, Pak?
00:22:45Sudah, tidak penting.
00:22:48Oke, semuanya sekarang silahkan masuk dalam kelas.
00:22:57Kita lanjutkan pelajaran.
00:23:00Oke, kita lanjutkan pembahasan materi minggu lalu.
00:23:05Ada yang masih ingat materi apa yang kita bahas minggu lalu?
00:23:08Maria?
00:23:11Masih ingat?
00:23:15Tentang permainan bahasa, Pak.
00:23:18Ingatan yang bagus, permainan bahasa.
00:23:22Permainan bahasa harus laras dengan permainan makna.
00:23:27Hal itu tumbuh dari pikiran manusia mengenai aktivitas ruang kehidupan.
00:23:33Artinya, ruang kehidupan sama dengan ruang makna.
00:23:38Ruang makna sudah membuka pintu kesadaran kita bahwa hidup ini adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan.
00:23:46Aktivitas permainan.
00:23:47Dan hidup adalah tempat bermain.
00:23:51Jadi, ayo.
00:23:53Semua banyak-banyak bermain.
00:23:56Hadapi persoalan hidup dengan main.
00:23:58Karena main dapat memproduksi hormon kegembiraan.
00:24:03Senang.
00:24:04Kenapa kita harus senang?
00:24:06Karena kita hidup hanya...
00:24:08...satu kali.
00:24:13Pak Umar.
00:24:16Saya dengar ada kasus pencurian di kelas Anda. Benar?
00:24:20Bukurin dapat info dari siapa?
00:24:22Isu yang tidak baik menyebar dengan cepat di sekolah ini, Pak.
00:24:27Terus gimana? Udah ketemu pencurinya?
00:24:29Sudah.
00:24:30Lalu?
00:24:31Lalu?
00:24:32Lalu kenapa?
00:24:32Iya, lalu Anda apakan? Anda hukum? Anda biarin aja?
00:24:37Enggak. Sudah saya tanggalin. Sudah.
00:24:39Minimal harus dilaporkan kepada guru BK, Pak.
00:24:42Kenapa gitu?
00:24:44Supaya pihak sekolah yang bisa menangani ini.
00:24:47Karena saya tahu Anda bukan tipe guru yang bisa dan tega untuk menghukum murid.
00:24:52Tapi ini bukan kasus pele, Pak.
00:24:56Saya tidak anggap itu spele, Bu.
00:24:59Lalu?
00:25:01Gini.
00:25:01Kejadiannya di ruang kelas saya.
00:25:03Saya bisa atasi.
00:25:05Lalu itu kan hak saya untuk tidak melibatkan orang lain.
00:25:09Oke.
00:25:10Mungkin Anda lupa kalau ini menyangkut kredibilitas sekolah.
00:25:14Nawasena adalah sekolah yang terfavorit, Pak.
00:25:18Saya ketakut aja nanti suatu saat kalau ada kasus pencurian ini terulang lagi
00:25:23dengan metode pembiaran yang Anda terapkan,
00:25:26Anggenda dapat sanksi etis dari sekolah, Pak.
00:25:28Wah.
00:25:29Terima kasih ya Anda sudah mengkhawatirkan saya.
00:25:33Gak rela, Pak.
00:25:34Dengan tentang kebicaraan, Pak.
00:25:36Dia ngapain saya mesti khawatir dengan sosok komplikatif kayak Anda?
00:25:41Gak fokus, gak dialogis.
00:25:44Wow.
00:25:45Segitu dasyat saya di mata Bukuri.
00:25:48Menyebalkan bukan dasyat.
00:25:51Menyebalkan kan bukan berarti buruk, Bu.
00:25:54Anti-etika.
00:25:57Hahaha.
00:25:58Terima kasih, Pak.
00:26:00Ya, ya.
00:26:01Pak, mulai, Pak.
00:26:02Ayo, hati-hati.
00:26:03Pak, Pak.
00:26:04Ya, hati-hati.
00:26:06Mari.
00:26:07Bukuri.
00:26:09Pak.
00:26:10Anti-etika.
00:26:13Iya banget.
00:26:16Etika itu tidak baku.
00:26:18Dia terus berevolusi.
00:26:21Tuh, kan?
00:26:24Bye.
00:26:25Bye.
00:26:30Pak.
00:26:31Saya boleh minta waktunya sebentar gak?
00:26:35Boleh.
00:26:36Tentang apa?
00:26:37Eh, mengenai pencurian Maru.
00:26:40Sudah.
00:26:41Gak usah dibicarakan.
00:26:43Ya?
00:26:43Oke?
00:26:44Pulang aja.
00:26:45Tapi, Pak.
00:26:46Saya.
00:26:47Sudah.
00:26:48Ingat.
00:26:50Perkataan saya.
00:26:51Hidup ini hanya tempat bermain.
00:26:54Ya?
00:26:54Hati-hati di jalan.
00:27:18Guys.
00:27:19Ingat ya.
00:27:21Jangan gampang nyerah.
00:27:23Kita harus menggunakan.
00:27:27Keterbatasan kita.
00:27:29Dan menjadikan itu sebuah sumber kekuatan.
00:27:35Nah.
00:27:37Gitu.
00:27:40Ayahku seorang guru.
00:27:42Menurut ayah, kini ibu telah tenang di alam keabadiannya.
00:27:50Tapi, menurutku, ibu tenang karena ayah selalu merindukannya.
00:27:56Terus.
00:27:58Ini ibu ku.
00:28:00Lihat.
00:28:01Nah.
00:28:02Cantik ya?
00:28:04Tapi ini lukisannya belum jadi.
00:28:06Nanti kalau udah jadi, aku kasih lihat lagi.
00:28:09Oke?
00:28:34Sarihala
00:28:34G Computernika
00:28:38Sarihala
00:28:38Keraki
00:28:38G Oprah
00:28:56Hi Maria. Hello, Pak. Sudahlah menunggu. Ah, sekitar satu jaman. Maaf ya, Pak, saya dateng nggak bilang dulu kurang sopan.
00:29:07Nggak apa-apa, nggak apa-apa. Ayo, masuk, masuk. Ayo, silahkan. Ayah? Nah, kamu kenalkan lu dengan anak gadis gue
00:29:15yang paling cantik ini, Magda. Magda? Maria. Kalian berdua ngobrol dulu sini, ya? Murid ayah, ya? Iya. Silahkan duduk.
00:29:35Ayah, kalau lagi ngajar galak nggak?
00:29:40Eee... enggak sih. Tegas, iya. Tapi asik kok.
00:29:45Oke. Terus, kalau sama murid-murid lain, sama bulu-bulu lain gimana?
00:29:49Eee... Kam. Andi dulu, ya. Udah sore, ya?
00:29:54Ya, Bi. Eee... Maaf, Maria. Ditunggu bapak di teras belakang. Yuk, diantar.
00:30:02Teras belakang aja. Enak buat ngobrol.
00:30:11Silahkan, Pak. Ayo, Maria. Duduk.
00:30:25Saya sengaja mencuri hape Marlon, Pak.
00:30:29Saya mau menghapus foto dan video saya dan siswi lainnya yang direkam secara diam-diam.
00:30:36Tapi setelah itu saya berniat mengembalikannya, Pak.
00:30:40Memang foto dan video apa yang dibikin Marlon?
00:30:42Dia sering menggunakan ballpoint kameranya untuk merekam diam-diam underwear para siswi.
00:30:52Terus, setelah itu dia membuat kuis dengan gengnya untuk menebak apa warna underwear kami.
00:30:57Sakit jiwa, Pak.
00:31:00Pengel.
00:31:08Jadi alasan saya kesini, pertama, mau membicarakan yang tadi.
00:31:14Kedua, saya mau berterima kasih, Pak.
00:31:19Terima kasih untuk?
00:31:21Karena Bapak tidak mempermalukan saya dan menghukum saya di depan teman-teman.
00:31:29Maaf, Pak.
00:31:31Nor Magda bilang,
00:31:32kalau bicaranya sudah selesai,
00:31:34Nor Maria ditunggu di kamarnya.
00:31:36Ya, Bisa.
00:31:37Terima kasih.
00:31:40Ya sudah.
00:31:42Kamu ke Magda sana.
00:31:53Hei, hei, hei, kids lovers.
00:31:55Tadi kamu sudah lihat, kan?
00:31:56Pegawai TU habis kasih pengumuman.
00:31:59Mau tahu pengumumannya apa?
00:32:00Mau tahu, mau tahu, mau tahu.
00:32:02Pengumumannya adalah pelajaran pagi khusus kelas gue diliburkan.
00:32:07Ya, itu lihat teman-teman gue,
00:32:08ada para di luar kelas.
00:32:09Kayaknya mereka senang banget deh.
00:32:11Tapi gue enggak.
00:32:12Gue enggak senang karena yang ngajar itu guru-idola gue.
00:32:16Kenapa enggak pas pelajaran matematika aja?
00:32:18Pak Umar.
00:32:19Maaf, Pak Umar.
00:32:21Bapak dipanggil sama kepala sekolah di ruangannya.
00:32:33Mas.
00:32:34Ini kan enggak fair, mas.
00:32:36Ini perampasan hak siswa.
00:32:38Saya tahu.
00:32:39Saya juga enggak suka.
00:32:40Tapi yang maksa untuk meeting sekarang itu pengurus ya, Yasad.
00:32:44Kamu sudah gimana?
00:32:46Nah, parah mereka tuh.
00:32:49Kamu sikat aja nanti pas meeting.
00:32:52Boleh, mas.
00:32:53Boleh.
00:32:55Tapi ngomongnya sedikit metafor.
00:33:01Selamat pagi.
00:33:03Mohon maaf, rapat kami adakan secara mendadak.
00:33:07Karena poin yang akan kita bahas dianggap sangat penting oleh pihak yayasan.
00:33:12Bisa kita mulai?
00:33:15Silahkan.
00:33:16Baik, terima kasih.
00:33:18Saudara Umar, saudara kami panggil untuk dimintai keterangan karena ada beberapa hal yang menjadi problem di kelas saudara.
00:33:29Saudara, merujuk dari laporan yang kami terima bahwa saudara banyak menggunakan metode yang indisipliner dalam proses ajar-mengajar di kelas
00:33:37anda.
00:33:38Apakah benar?
00:33:42Bisa dijelaskan poinnya.
00:33:45Saudara Umar, apakah benar saudara melakukan pembiaran atas peristiwa pencurian yang terjadi di kelas anda?
00:33:58Tepatnya menyelesaikan, Pak.
00:34:00Bukan membiarkan.
00:34:02Seharusnya kang saudara laporkan kepada pihak sekolah atau kepada guru BK.
00:34:06Karena kalau saya mampu menyelesaikan sebuah persoalan, lalu kenapa saya harus melibatkan pihak lain?
00:34:13Saudara Umar, mencuri itu adalah tindakan kriminal dan pelakunya harus mendapat sanksi dari sekolah.
00:34:25Mohon maaf, Pak Zairin.
00:34:28Kalau begitu, saya lebih tertarik untuk kita membahas soal pencurian hak belajar siswa yang kita lakukan pagi ini.
00:34:37Apakah itu termasuk tindakan kriminal?
00:34:44Senang banget akhirnya punya kompor.
00:34:47Jadi aku bisa berkontribusi di rumah.
00:34:50Aku nggak cuma nungguin ayah masakin aku.
00:34:51Aku juga bisa masakin ayah.
00:34:53Apalagi ayah kerjaannya itu tiap hari pulangnya sore.
00:34:56Jadi aku bisa bantuin ayah menyiapkan makan malam, terus bijah juga aku bisa bantuin.
00:35:03Jadi nanti bijah yang motong-motong, aku yang masak.
00:35:08Nah, terus nanti kita tinggal tunggu matang, terus kita balik, terus kita makan.
00:35:18Itulah, cuma mau sharing aja sebenarnya hari ini aku udah dapet meja kecil sama kompor aku.
00:35:23Dan itu sesuatu yang bikin aku excited banget.
00:35:26Yaudah, nanti sampai ketemu di vlog berikutnya ya.
00:35:28Bye-bye.
00:35:30Ngomong lagi jam istirahat, kita live streaming ya.
00:35:33Hai, hai yang baru join, jangan lupa like, like, like.
00:35:36Oh ya, by the way, gue lagi sama pegawai TU gue yang gaul abis.
00:35:41Dia itu katanya mau ngeceh-ngoceh di live streaming gue.
00:35:43Tapi nggak tau sih mau ngomongin apa, langsung aja kita denger.
00:35:45Yaudah, let's go!
00:36:13Para pemirsa, lagi-lagi insiden terjadi di dunia pendidikan Indonesia.
00:36:17Seorang guru melakukan kekerasan terhadap siswanya.
00:36:20Beberapa hari yang lalu, sebuah video yang diambil dari live streaming salah satu siswi SMU Nawasena Bogor,
00:36:26seorang guru menampar siswa beredar di media sosial.
00:36:29Kasus kekerasan yang dilakukan oleh Oknum Guru membuat para orang tua murid ikut melaporkannya kepada polisi.
00:36:36Beredarnya video penamparan seorang guru kepada anak dirinya yang viral di media sosial,
00:36:41membuat lembaga pendidikan anak Indonesia atau LPAI yang kerencara.
00:36:46LPAI mendesak untuk Oknum Guru tersebut dituntut secara pidana.
00:36:50Guru tersebut dinyatakan melanggar Undang-Undang Pelindungan Anak.
00:36:54Dari pendampingan kepada korban yang sudah divisum mengalami luka memar, goresan, dan pendengarannya terganggu.
00:37:00Padahal, kesalahan yang dilakukan baru sekali.
00:37:03LPAI menilai bahwa kekerasan fisik terhadap anak diri tidak dapat dibenarkan
00:37:08karena masih banyak cara lain yang dilakukan untuk membuat efek jerah.
00:37:11Ini masalah krisis moral ini.
00:37:14Guru diminta untuk lebih kreatif lagi dalam menghadapi fisik.
00:37:27Terima kasih telah menonton!
00:37:54Terima kasih telah menonton!
00:38:20Terima kasih telah menonton!
00:39:00Terima kasih telah menonton!
00:39:22Terima kasih telah menonton!
00:39:33Terima kasih telah menonton!
00:39:47Terima kasih telah menonton!
00:39:49Terima kasih telah menonton!
00:40:07Terima kasih telah menonton!
00:40:11Terima kasih telah menonton!
00:40:15Terima kasih telah menonton!
00:40:19Terima kasih telah menonton!
00:40:35Terima kasih telah menonton!
00:40:46Terima kasih telah menonton!
00:41:05To the best of all the parties, for the moment you don't activate, until the situation is really conducive.
00:41:18Baik Mas, saya mengerti. Boleh saya pamit dengan siswa-siswa saya?
00:41:26Sebaiknya jangan. Saya nggak mau menimbulkan kegaduhan, karena opini baru mereka.
00:41:32Ya, jangan dulu.
00:41:33Baik Mas.
00:41:51Baik Mas.
00:42:05Wah, wah, wah, wah.
00:42:10Apa rupanya ini?
00:42:12Tolong bang, diperiksa kempes itu.
00:42:15Aduh, guys. Masa guru dan kegeng ini masih siksi sama muridnya.
00:42:20Sekarangnya musim bocor bang.
00:42:23Maksudnya apa?
00:42:24Ya ini. Bocor bang. Bocor hujan. Bocor pajak. Bocor rahasia pejabat. Bocor rahasia utang negara. Bocor semuanya bang.
00:42:38Cuma satu yang belum bocor.
00:42:40Apa itu?
00:42:41Dia nasib ini bang. Masih begini-begini aja.
00:42:52Mbah.
00:42:54Ada orang terkenal rupanya.
00:42:57Umar bakri kan? Nama bapak.
00:43:00Kau guru yang suka menampar murid itu kan?
00:43:04Hei bang.
00:43:05Jangan ketambal-kebar bentuknya.
00:43:09Sudahlah deh. Bapak ini rezeki pertama kita hari ini.
00:43:13Tak usah lah kau ketampur lah.
00:43:17Hei.
00:43:18Jangan kau bela orang macam itu bang.
00:43:21Hei.
00:43:22Siapa yang yang ku bela?
00:43:24Ini masalah hepen.
00:43:26Iblis pun kalau bawa hepen.
00:43:28Kan ku kerjakan deh.
00:43:29Asuslah.
00:43:30Awas kalau mau sampai kerjakan.
00:43:32Hei.
00:43:32Hei.
00:43:33Hei.
00:43:34Hei.
00:43:35Hei.
00:43:39Sekarang dia yang gocok.
00:43:40Tenang kau kerjakan nanti ya.
00:43:42Tenang. Tenang.
00:43:49Makin viral video itu semakin tersiksa gue tau nggak.
00:43:53Ah.
00:43:56Bangsek.
00:43:58Sumpah gue nggak nyangka gara-gara live streaming gue.
00:44:00Bakal se-viral sekarang tau nggak.
00:44:03Hmm.
00:44:04Hmm.
00:44:05Gimana dong?
00:44:06Santai aja kali.
00:44:08Santai-santai Pak Lalu.
00:44:10Hmm.
00:44:11Enteng lo ngomong kayak gitu.
00:44:12Pak Umar tuh guridola gue.
00:44:22Dari tadi diem aja.
00:44:25Kenapa sih?
00:44:31Maria.
00:44:33Hmm.
00:44:35Kamu kenapa?
00:44:41Nggak apa-apa.
00:44:43Aku sedih aja liat.
00:44:46Berita.
00:44:47Semua orang pada ngejoj ayah kamu.
00:44:52Tapi aku percaya sama ayah.
00:44:55Nggak mungkin dia ngelakuin itu tanpa alasan yang bagus.
00:45:00Ayah kamu pernah cerita nggak?
00:45:03Kenapa dia nampar Marlon?
00:45:08Nggak.
00:45:23Maria.
00:45:24Hmm?
00:45:26Aku boleh nanya nggak?
00:45:29Boleh.
00:45:29Tapi jawabnya jujur.
00:45:32Hmm.
00:45:33Janji?
00:45:34Janji.
00:45:35Oke.
00:45:38Sebagai murid,
00:45:41apa pendapatmu tentang ayahku?
00:45:44Hmm.
00:45:45Dia guru yang baik.
00:45:49Terus,
00:45:51konkretnya apa?
00:45:52Hmm.
00:45:56Tegas.
00:45:58Humble.
00:45:59Karismatik.
00:46:01Bikin muridnya seneng ikut pelajarannya.
00:46:05Pokoknya beda dia dari guru-guru lain.
00:46:10Emang seperfek itu dia?
00:46:11Hmm.
00:46:19Mas Bik.
00:46:20Pak.
00:46:21Magda lagi apa?
00:46:22Ada di kamar sama non Maria.
00:46:24Oh, ada Maria?
00:46:26Sudah pada makan?
00:46:27Sudah.
00:46:28Terima kasih, Bik.
00:46:29Iya.
00:46:32Eh, Pak.
00:46:35Tadi ada surat untuk Bapak di dalam.
00:46:39Oh, iya.
00:46:40Terima kasih.
00:46:42Pertanyaan terakhir.
00:46:45Sebagai perempuan,
00:46:46apa pendapatmu tentang ayahku?
00:46:48Ganteng dan keren.
00:46:50Ih.
00:46:51Hati-hati.
00:46:52Ntar jatuh cinta loh.
00:46:54Dih.
00:46:55Didih apa?
00:46:55Kok Dih?
00:46:56Apaan sih?
00:46:57Apaan sih?
00:46:57Mukanya udah merah gitu.
00:46:59Katas aja.
00:47:00Iya, aku aja.
00:47:01Nggak aku.
00:47:03Eh, apaan?
00:47:03Didih, didih.
00:47:04Aku aja.
00:47:05Hai, cewek cantik.
00:47:06Hai, cowok ganteng.
00:47:09Eh, bentar.
00:47:11Cewek cantiknya buat aku atau buat Maria?
00:47:15Kali ini untuk dua-duanya.
00:47:29Cewek cantik yang satunya nggak dicium juga?
00:47:40Eh, apaan?
00:47:43Apaan?
00:47:43Apaan-apaan?
00:47:45Malu udah malu, udah malu.
00:47:46Makau panggil aja.
00:47:47Ayo, jangan aja.
00:47:48Turut belakang.
00:47:49Ah, mas malu banget.
00:47:54Kami meminta saudara untuk membuat rilis permintaan maaf.
00:47:58baik itu secara lisan maupun tulisan
00:48:02yang ditujukan kepada
00:48:041. Saudara Marlon sebagai korban
00:48:082. Keluarga besar Bapak Adi Pradana sebagai orang tua dari korban
00:48:143. Yayasan SLTA Nawasena Kota Bogor
00:48:194. Persatuan Guru seluruh Indonesia
00:48:23dan 5. Lembaga Perlindungan Anak
00:48:27rilis ini harus saudara sebarluaskan
00:48:32melalui media cetak, media elektronik, sosial media, dan sejenisnya
00:48:39dan yang terakhir
00:48:42apabila dalam pertemuan ini
00:48:45saudara atau kita tidak menemukan kata sepakat
00:48:50maka kami akan membawa kasus ini ke jalur hukum
00:48:57apa rencanamu menghadapi kasus ini?
00:49:08belum ada mas
00:49:11waduh
00:49:15masih bertahan dengan diam
00:49:20diam
00:49:21diam lebih baik daripada bicara
00:49:25sebab saya juga belum mengerti bagaimana cara menghadapi hukum sosial seperti ini
00:49:32lebih baik diam
00:49:35kamu merasa salah
00:49:39pasti mas
00:49:41makanya saya siap menghadapi sinistik publik
00:49:43kemarahan
00:49:45dan tembaran kebencian saat ini
00:49:50kenapa ya zaman sekarang itu
00:49:53semakin banyak orang
00:49:54yang mencari
00:49:57suplai moral
00:49:58dari kemarahan
00:50:26jangan berbicara
00:50:31soal idealisme
00:50:34soal idealisme
00:50:36mari bicara
00:50:42berapa banyak uang di kantong kita
00:50:50atau berapa dasyatnya ancaman yang membuat kita terpaksa
00:51:07jangan berbicara
00:51:12soal
00:51:14soal
00:51:15runtuhnya moral
00:51:24lagunya oke
00:51:25pemain harmoni kanyap
00:51:28guru premon
00:51:29guru predator
00:51:32kacau
00:51:33turunnya turun, turun, turun
00:51:36I don't know
00:51:41I don't know
00:51:45I don't know
00:52:01Okay, so we break first
00:52:04Setengah jam, nanti kita ketemu lagi
00:52:12Gila, gak nyangka sih
00:52:14Segitunya dampak komentar netizen, Bang
00:52:19Yang lebih gila lagi
00:52:20Gue pikir sikap-sikap kayak tadi itu
00:52:22Cuman dateng dari strata sosial rendah, Bang
00:52:25Ternyata semua sama
00:52:26Rata
00:52:31Apalagi
00:52:33Sampai ke cafe ini
00:52:34Gak pake, Bang
00:52:37Gong
00:52:39To the point aja
00:52:43Lo tau kan, Bang
00:52:44Bukan gue yang ambil keputusan
00:52:48Big Boss
00:52:49Minta
00:52:51Minta gue berhenti manggung
00:52:57Iya, Bang
00:53:00Santai, Gong
00:53:01Gue ngerti
00:53:04Yang penting
00:53:05Kita tetap sahabat, kan?
00:53:07Ya, itu kan pastilah, Bang
00:53:11Thank you, Bang
00:53:13Kita minum udah lagi di bawah
00:53:17Bang
00:53:18Gimana?
00:53:20Masalah
00:53:21Biasa, Bang
00:53:22Resiko peradaban
00:53:23Bang, kita sampai jumpa di berikutnya
00:53:30Oke guys
00:53:31Jadi waktu itu aku janji
00:53:34Kalau udah selesai aku kasih lihat
00:53:35Nah
00:53:36Tada
00:53:37Ya oke lah menurut aku
00:53:39Lumayan
00:53:40Semoga
00:53:41Semoga ibu bangga
00:53:42Kalau ngeliat aku ngelukis dia
00:53:44Semoga dia gak ngerasa aku
00:53:46Bikin
00:53:48Gambarnya dia
00:53:49Fotonya dia jadi jelek
00:53:52Untuk poin yang ini
00:53:53Kamu pastikan sama mereka
00:53:56Kalau mereka mau berlanjut
00:53:57Ikuti cara kita
00:53:58Ya
00:53:59Baik, Bu
00:54:02Bu
00:54:03Ya
00:54:03Ini laporan revisi kontrak yang kemarin
00:54:06Hmm, oke
00:54:08Kamu bisa langsung kirim sekarang ya
00:54:09Baik, Bu
00:54:10Terima kasih
00:54:12Pasas keperlukan yang dilakukan oleh Pubit
00:54:14Akhirnya ditinjaklajuti dalam proses hukum
00:54:17Lembaga Pelindungan Anak Indonesia
00:54:19Atau LPAI
00:54:20Telah melampirkan sumasi kepada UB
00:54:22Dalam jangka waktu yang singkat
00:54:28Halo Pak Dewan
00:54:30Apa kabar
00:54:32Sehat-sehat Pak
00:54:35Lumayan, lumayan banyak Pak
00:54:39Ya beragam Pak
00:54:41Ada kasus sengketa tanah
00:54:43Korupsi
00:54:44Bahkan sampai perceraian serbiti
00:54:48Ya tapi memang belakangan ini yang mendominasi
00:54:51Itu kasus kekerasan Pak
00:54:55Nah itu
00:54:56Justru sekarang saya lagi menyaksikan berita itu Pak
00:55:00Jujur saya sedih Pak
00:55:02Kok ini bisa terjadi di SMA Alma Mater saya ya
00:55:08Oh begitu
00:55:11Kebetulan sekali besok saya off
00:55:12Bisa kita ketemu Pak
00:55:14Oke Lena
00:55:15Sampai ketemu ya
00:55:28Ayah
00:55:28Ayah
00:55:29Aku boleh nanya gak?
00:55:32Boleh dong
00:55:33Tapi nanti pas jawab
00:55:35Jangan melihat aku ya
00:55:36Lanjutin aja kerjaannya
00:55:39Kenapa?
00:55:41Pokoknya jangan
00:55:43Emang ini ada apa sih?
00:55:45Jangan
00:55:45Lanjutin aja
00:55:46Aku gak mau ngeliat ekspresi ayah
00:55:48Pas jawab pertanyaan aku
00:55:49Oke?
00:55:53Oke
00:55:54Oke bos
00:55:57Menurut ayah
00:55:59Ada gak
00:56:00Seseorang yang bisa gantiin posisi ibu?
00:56:05Kenapa ada pertanyaan itu?
00:56:07Ayah
00:56:08Kan aku yang nanya
00:56:10Jangan tanya balik dong
00:56:12Oke oke
00:56:13Maaf bos
00:56:14Maaf
00:56:18Sampai saat ini gak ada
00:56:20Dan
00:56:21Terpikir juga belum pernah
00:56:25Lagian ayah kan sudah tua
00:56:26Mana ada yang mau
00:56:28Siapa bilang
00:56:30Kemarin kata Maria
00:56:31Ayah ganteng dan keren
00:56:34Maria?
00:56:35Iya
00:56:36Aku curiga
00:56:37Dia naksir sama ayah
00:56:39Kalau dia beneran naksir
00:56:40Gimana tuh ayah?
00:56:43Emangnya kamu mau
00:56:44Punya ibu tiri yang
00:56:45Sunguran kamu?
00:56:48Ngarang
00:56:49Oke
00:56:50Pertanyaan terakhir
00:56:56Setelah
00:56:57Ibu meninggal
00:56:58Ayah pernah gak
00:57:00Ngerasa kesepian?
00:57:10Pada akhirnya
00:57:11Yang tersisa di hidup manusia
00:57:13Hanyalah sepi
00:57:15Jadi diakrapi aja
00:57:21Natiana
00:57:22Ya pak
00:57:24Yuk segera bereskan
00:57:26Berkas yang harus dikirim
00:57:27Ke kepolisian sekarang juga ya
00:57:28Ya pak
00:57:29Saya mau dan rapat
00:57:30Dengan ibu menteri
00:57:30Oke
00:57:32Sebentar pak
00:57:34Maaf
00:57:34Beberapa jam lagi
00:57:35Waktu somasi
00:57:36Ya
00:57:39Dua jam 53 detik lagi
00:57:41Waktu somasi kita
00:57:42Untuk Omar Bakri habis
00:57:43Betul pak
00:57:44Jadi
00:57:45Yuk segera siapkan
00:57:47Laporan ke polisi
00:57:48Dan jangan lupa
00:57:49Sertakan itu
00:57:50Aduan dari
00:57:51Firma kuasa hukum korban
00:57:53Oke
00:57:53Oke pak domenik
00:57:54Akan segera saya siapkan
00:57:56Thank you
00:57:56You're welcome
00:58:12Bijah
00:58:14Nih pak
00:58:15Bi tolong bukakan pintu pagar
00:58:18Aduh
00:58:19Gak apa-apa pak
00:58:20Roger dari WTV melaporkan
00:58:22Kali ini saya ada di rumah
00:58:24Bapak Omar Bakri
00:58:25Seorang burua
00:58:26Pelaku kekasih terhadap siswa
00:58:43Hei hei bentar
00:58:44Ini siapa
00:58:45Masuk wilayah saya
00:58:47Tanpa izin
00:58:48Loh
00:58:49Bapak ini siapa
00:58:50Saya ini RT disini
00:58:52Anda siapa masuk wilayah saya
00:58:53Oh ketua RT
00:58:55Now you can get out of the box.
00:58:56Get out of the box.
00:58:57Get out of the box.
00:59:01I'm guessing she's not in the case.
00:59:09She's not in the case.
00:59:12She's not in the case.
00:59:13I'm very angry with her thinking.
00:59:18Out of the box.
00:59:22What is there?
00:59:24Now,
00:59:28I hope
00:59:31you want to help Pak Umar
00:59:33to become the power of hukum.
00:59:39What did Pak Dewan talk about this?
00:59:43Hehehe.
00:59:45Hello.
00:59:47I'm inisiatir.
00:59:49Hehehe.
00:59:53That's Omar.
00:59:55Omar!
01:00:03Kenalkan,
01:00:04Lena,
01:00:04alumni alma mater kita.
01:00:07And now she's become the president of Jakarta.
01:00:09Wow!
01:00:10Bravo, bravo.
01:00:12Apa kabar?
01:00:13Okay Lena, Pak.
01:00:16I'll just say,
01:00:18to the point.
01:00:19In my opinion,
01:00:21there is a lot of protection.
01:00:24First, for you.
01:00:26Second, for our own.
01:00:29So, we all are now here.
01:00:34And also...
01:00:35...
01:00:36...
01:00:36...
01:00:40...
01:00:415 minutes.
01:00:43Ibu Negara Adhidayah kontrol.
01:00:46Sayang.
01:00:49Ya Sayang, bener kok di sini?
01:00:52Ya, nggak kemana-mana.
01:01:01Dari informasi yang saya dapat,
01:01:03But, I'm going to take a deep breath in this case.
01:01:11It's not that, I'm going to take a deep breath in this case.
01:01:14I'm going to take a deep breath in this case.
01:01:18Maaf.
01:01:20Are you asking me to talk or are you going to talk to me?
01:01:26Maaf, I'm not saying that.
01:01:30Biasalah, I'm going to take a deep breath.
01:01:32Profesi.
01:01:33Jadi kalau berbicara to the point.
01:01:36Gak apa-apa.
01:01:38Saya lebih suka kayak gitu.
01:01:42Maumar merasa takut?
01:01:47Ada cara lain mengantisipasi rasa takut selain bersikap diam?
01:01:57Sudah ada upaya bantuan hukum?
01:01:59Belum.
01:02:02Belum atau tidak?
01:02:06Belum.
01:02:12Biasanya jika seseorang berhadapan dengan situasi ekstrim, dia dipaksa untuk memilih.
01:02:21Ya, tapi terlepas dari ini semua, saya perhatikan Pak Umar adalah sosok yang enak untuk diajak berbicara.
01:02:29Sebenarnya dari tadi saya agak terganggu.
01:02:31Karena selalu dipanggil bapak.
01:02:35Mestinya?
01:02:37Panggil nama aja boleh.
01:02:58Ayah.
01:03:01Kalian gak apa-apa?
01:03:03Iya, gak apa-apa.
01:03:05Emang ada apa ya?
01:03:11Gak apa-apa.
01:03:11Cuma tanya.
01:03:18Pak Umar.
01:03:20Ini kadus Pak Umar?
01:03:21Bukan.
01:03:25Bapak dimana, Bibi?
01:03:27Di teras, Pak.
01:03:29Coba-coba, ini bukan.
01:03:39Wah, semangat kau, Pak.
01:03:43Sempan aja, Bibi Dambun.
01:03:50Jadi, apakah kasus ini akan dilanjutkan ke jalur hukum, Pak?
01:03:55Betul sekali.
01:03:56Karena sampai batas somasi kami, sodara UB tidak ada niatan baik.
01:04:02Untuk itu, kami dari Lembaga Perlindungan Anak melakukan hal ini
01:04:06berdasarkan aduan tertulis dari pihak keluarga korban
01:04:09dan juga aduan dari masyarakat anti kekerasan terhadap anak di Indonesia secara online.
01:04:16Begitu kira-kira.
01:04:17Ya?
01:04:21Pak, ada kiriman makanan untuk Bapak nih.
01:04:25Dari siapa?
01:04:29Pengirimnya atas nama Ibu Kuri.
01:04:35Halo?
01:04:37Ibu Kuri?
01:04:38Jadi, kiriman makanannya sudah sampai.
01:04:41Terima kasih, ya.
01:04:43Sama-sama.
01:04:45Semoga suka dengan makanannya.
01:04:48Gimana kabarnya?
01:04:50Mahda dan saya sehat.
01:04:52Terima kasih.
01:04:55Beberapa lama kita nggak jumpa,
01:04:58kamu jadi sosok yang berbeda.
01:05:01Anda juga.
01:05:03Berarti kita banyak kesamaannya, dong.
01:05:06Eh, kalau itu saya tidak setuju.
01:05:09Saya suka dengan perbedaan.
01:05:12Kenapa?
01:05:14Karena perbedaan itu saling menumbuhkan.
01:05:17Sedangkan persamaan dalam jangka waktu yang cukup lama
01:05:20bisa terjadi pembusukan.
01:05:23Kali ini saya setuju sama kamu.
01:05:25Jadi, cuma kali ini aja, nih.
01:05:31Saya rindu wajah galakmu.
01:05:40Saya tersanjung.
01:05:45Pak Umar,
01:05:48boleh saya minta sesuatu?
01:05:51Boleh.
01:05:52Apa itu?
01:05:54Mulai sekarang,
01:05:57jangan panggung saya bukuri lagi, ya.
01:06:01Saya masih nona, loh.
01:06:05Siap, nona kuri.
01:06:09Apa?
01:06:13Minja.
01:06:14Ya, Pak.
01:06:17Ya, Pak.
01:06:20Maaf, kemarin gajinya terlambat.
01:06:23Ini kamprop gajinya kemarin.
01:06:25Ini satu lagi buat keamanan dan...
01:06:28buat sampah.
01:06:30Enggak usah, Pak.
01:06:32Kemarin semuanya sudah ditransfer sama non-mada.
01:06:37Ribet kan, non-mada?
01:06:40Ya, Mi.
01:06:42Pak.
01:06:44Ini ada surat.
01:06:47Tapi saya gak berani taruh di situ.
01:06:52Soalnya saya takut ketahuanan Magda.
01:06:56Ini...
01:06:58dari polisi.
01:07:04Makasih, Mi.
01:07:07Makasih, Mi.
01:07:07Makasih, Mi.
01:08:20Selamat pagi.
01:08:22Beberapa menit yang lalu, guru pelaku penamparan terhadap urinnya yang viral di media sosial
01:08:27datang ke kantor polisi dan menyerahkan dirinya tanpa perlawanan.
01:08:31Bye-bye.
01:11:10Okay, ungkapin aja apa syaratnya?
01:11:14Komitmennya adalah fakta sebenarnya harus tetap tersimpan, termasuk saat pengadilan nanti.
01:11:21Kamu bersedia?
01:11:28Oke.
01:11:36Lebih suka kalau kurang kayak sci-fi gitu.
01:11:40Aku lebih suka sci-fi, sci-fi gitu.
01:11:42Blok dah.
01:11:44Kenapa?
01:11:45Kenapa?
01:11:45Kayak Tante Lena suka sama ayah kamu deh.
01:11:49Hah?
01:11:53Hmm.
01:11:56Hmm.
01:11:56Jemburu.
01:11:57Wah.
01:12:04Wah.
01:12:05Sekarang saya ngerti kenapa Mas Umar menghabiskan dia.
01:12:09Karena kebenaran yang diiklankan itu monafik.
01:12:14Tapi Mas, dengan kamu menyembunyikan kebenaran, namanya kamu mendukung untuk musuhmu terbuai dalam kedustakan.
01:12:25Kadang kita harus mengambil jalan yang salah untuk sampai di tempat yang benar.
01:12:34Kamu mau menjadi hero ya di mata murid-muridmu?
01:12:39Saya hanya mau jadi seorang guru.
01:13:19Pemirsa siang ini kita akan menyaksikan sidang pembacaan pembacaan pembacaan pembacaan pembacaan pembacaan pembacaan.
01:13:22Terimunan mel 보는 guru UB atas kiasios dugaan kekerasan terhadap muridnya berini sel M siswa kelas 11 dari SMA Nawasena.
01:13:31Sebelumnya, mari kita saksikan wawancara eksklusif dengan pengacara guru UB berikut ini.
01:13:37Pada kesempatan ini saya ingin mengungkapkan kebenaran yang selama ini disembunyikan oleh klien saya demi melindungi siswa dan masa depannya.
01:13:55I'll see you next time.
01:14:22...in tindak pelecehan seksual...
01:14:26...terhadap seorang siswi di sekolah tersebut.
01:14:31Setelah kasus ini terkuat, maka saya menyimpulkan...
01:14:38...bahwa...
01:14:40...di dalam kebohongan ada kebenarannya sendiri.
01:15:13Mas Umar, sebagai lawyermu, baik yang sudah atau sedang saya lakukan.
01:15:24Semuanya itu semata-mata hanya untuk melindungi kamu dari jerang hukum.
01:15:31Ternyata Anda bukan hanya seorang lawyer.
01:15:35Tapi juga liar.
01:15:39It's okay.
01:15:42Saya terima hinan.
01:15:45Tapi saya melakukan serangan balik kemarin.
01:15:49Atas dasar definisi saya terhadap strategi lawan.
01:15:54Ketelibatan media masa, institusi, komunitas, bahkan juga opini masyarakat...
01:16:00...sangat menentukan keputusan hakim, Mas.
01:16:03Oleh sebab itu, dengan timing yang tepat...
01:16:05...saya ledakan bom itu.
01:16:08Bahwa opini publik harus dilawan dengan opini publik.
01:16:12Tapi Anda sudah melanggar komitmen kita.
01:16:14Saya tidak takut memarginalkan komitmen.
01:16:18Untuk menguak kebenaran yang selama ini kamu sembunyikan.
01:16:22Terus cepat atau lambat semuanya akan terungkap, Mas.
01:16:29Tolong.
01:16:29Biarkan saya sendiri.
01:16:54Mas Umar.
01:16:59Saat ini saya sedang menjalankan fungsi peran saya sebagai pengacara kamu.
01:17:05Peran itu menuntut saya untuk bersikap hormat terhadap kebenaran.
01:17:13Saya permisi.
01:17:28Saudara Umar Bakri,
01:17:31atas dasar dakwaan penuntut umum yang telah dibacakan,
01:17:37bahwa Anda telah melakukan tindak kekerasan,
01:17:40tepatnya menampar wajah saudara Marlon
01:17:44yang diketahui sebagai murid Anda.
01:17:49Apakah itu benar?
01:17:54Benar, Yang Mulia.
01:17:57Atas dasar apa Anda melakukan hal tersebut?
01:18:03Bapak Hakim, Yang Mulia.
01:18:06Tadi pagi, pengacara saya sudah berbicara di televisi
01:18:09dan juga di berbagai sosial media.
01:18:13Jangan bertele-tele.
01:18:16Anda harus fokus.
01:18:18Jawab saja pertanyaan saya.
01:18:27Bapak Hakim, Yang Mulia.
01:18:30Saya hanya seorang guru.
01:18:34Dan bagi saya, profesi guru bukan saja sekedar pilihan,
01:18:39tapi merupakan panggilan hidup saya.
01:18:44Atas dasar itu,
01:18:47saya memilih hak untuk melindungi murid saya.
01:18:57Saudara Umar Bakri,
01:19:00Anda masih belum menjawab pertanyaan saya.
01:19:03Saya ingatkan sekali lagi,
01:19:04Anda di bawah sumpah.
01:19:06Jadi jawab saja dengan jujur.
01:19:10Atas dasar apa Anda melakukan tindakan kekerasan
01:19:14terhadap saudara Marlon, murid Anda?
01:19:22Bapak Hakim, Yang Mulia.
01:19:27Saya tidak ingin hal itu terucap dari mulut saya.
01:19:34Saya mengerti kalau institusi peradilan ini
01:19:39diciptakan untuk mencari kebenaran.
01:19:43Tapi apa arti kebenaran?
01:19:46Bila kebenaran itu bisa membunuh masa depan murid saya.
01:20:02Semangat malam, sobat-sobat.
01:20:06Malam ini mau nyanyi, sendirian lagi tapi apa ya.
01:20:13Biasanya ditemenin sama sahabat gue nih,
01:20:16Diatyup Harmonika.
01:20:19Nah, rasa Bapak Berbun ini membuat gue terinspirasi untuk membuat lagu tentang dia,
01:20:30guru yang menjadi dambahan republik ini.
01:20:36Cuma karena terburu-buru, judulnya belum dibuat.
01:20:45Belum dikasih judul.
01:20:47Oke.
01:20:51Ini lagunya.
01:20:53Terpaksa harus dikasih judul.
01:20:55Terpaksa harus dikasih judul.
01:21:39Terpaksa harus dikasih judul.
01:21:57Terpaksa harus dikasih judul.
01:22:01Terpaksa harus dikasih judul.
01:22:01Terpaksa harus dikasih judul.
01:22:02Terpaksa harus dikasih judul.
01:22:02Terpaksa harus dikasih judul.
01:22:04Terpaksa harus dikasih judul.
01:22:05Terpaksa harus dikasih judul.
01:22:06Terpaksa harus dikasih judul.
01:22:10Terpaksa harus dikasih judul.
01:22:18Terpaksa harus dikasih judul.
01:22:19Terpaksa harus dikasih judul.
01:22:22Panasnya mentari, hamuskan hati
01:22:30Sampai saat kita nyaris tak percaya
01:22:36Bahwa roda nasi memang berputar
01:22:43Sahabat, masih ingatkan
01:22:48Kau
01:22:58Sementara hari terus berganti
01:23:03Engkau pergi dengan dengap lembaran
01:23:10Di hati
01:23:39Sementara hari terus berganti
01:24:11Sementara hari terus berganti
01:24:12Sementara hari terus berganti
01:24:14Sementara hari terus berganti
01:24:18Sementara hari terus berganti
01:24:23Sementara hari terus berganti
01:24:28Sementara hari terus berganti
01:24:30Sementara hari terus berganti
01:24:33Sementara hari terus berganti
01:24:36Sementara hari terus berganti
01:24:47Cukup lama aku jalan sendirimu
01:24:54Tanpa teman yang sanggup menangatimu
01:25:00Hingga saat kita jumpa hari ini
01:25:07Tajamnya matamu dikang jiwaku
01:25:13Kau tamu bangkitkan hati
01:25:28Selamatlah hari terus berganti
01:25:33Engkau pergi dengan dendam membalas
01:25:40Selamatlah hari terus berganti
01:25:47Engkau pergi dengan dendam membalas
01:25:55Selamatlah hari terus berganti
01:26:00Engkau pergi dengan dendam membalas
01:26:07Engkau pergi dengan dendam membalas
01:26:14Engkau pergi dengan dendam membalas
01:26:17Engkau pergi dengan dendam membalas
Comments