Skip to playerSkip to main content
Pertempuran Pelusium pada 525 Sebelum Masehi menjadi saksi strategi perang yang tak biasa. Saat itu, Kekaisaran Persia di bawah Cambyses II berhadapan dengan Mesir yang dipimpin Firaun Psamtik III.
#pertempuranpelsium #pertempuran

Category

📚
Learning
Transcript
00:04Pertempuran Pelusium pada 525 Sebelum Masehi menjadi saksi strategi perang yang tak biasa.
00:11Saat itu, Kekaisaran Persia di bawah Cambyses II berhadapan dengan Mesir yang dipimpin Fir'aun Psamtik III.
00:19Namun, yang membuat perang ini begitu terkenal bukan sekadar karena dampak politiknya,
00:25melainkan taktik unik Persia, di mana mereka memanfaatkan kucing, hewan suci bagi bangsa Mesir, sebagai senjata psikologis di medan tempur.
00:36Kekaisaran Persia, atau Ahemenia, merupakan salah satu kekaisaran terkuat dan terluas di dunia kuno.
00:43Didirikan oleh Cyrus Agung pada abad ke-6 Sebelum Masehi, wilayahnya membentang dari lembah Indus hingga perbatasan Yunani.
00:51Setelah Cyrus Wafat, Cambyses II naik takhta pada 530 Sebelum Masehi dan melanjutkan ambisi ayahnya.
00:59Target berikutnya ialah Mesir, kekuatan besar di bawah dinasti ke-26.
01:04Mesir saat itu dikenal sebagai peradaban maju dalam arsitektur, matematika, dan seni.
01:11Namun hubungan kedua bangsa kian tegang.
01:14Di satu sisi, Fir'aun Psamtik III waspada terhadap ekspansi Persia.
01:19Di sisi lain, Persia melihat penaklukan Mesir sebagai langkah strategis untuk memperluas kekuasaan dan prestise.
01:26Di Mesir kuno, kucing memegang posisi yang unik dan dihormati.
01:31Penghormatan yang mendalam terhadap kucing ini terjalin erat dengan kepercayaan agama dan praktik budaya orang Mesir,
01:38yang menjadikan mereka lebih dari sekadar hewan di mata masyarakat.
01:42Kucing, atau, mau, sebagaimana dikenal di Mesir kuno, dikaitkan dengan Dewi Bastet,
01:49yang juga dikenal sebagai Bast, Bastet, sering digambarkan sebagai singa betina dalam representasi awalnya
01:55dan kemudian sebagai kucing domestik, adalah Dewi rumah, kesuburan, dan persalinan.
02:02Ia juga merupakan pelindung Fir'aun dan Dewa Matahari Rah.
02:05Hubungan ini memberi kucing aura suci, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kehidupan keagamaan dan budaya di Mesir kuno.
02:14Orang Mesir percaya bahwa kucing dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan.
02:19Mereka dipelihara di rumah sebagai jimat pelindung, dan gambarnya digunakan dalam seni dan perhiasan,
02:25membunuh kucing, bahkan secara tidak sengaja, dianggap dosa besar dan dapat dihukum mati.
02:31Penghormatan ini meluas hingga pada titik di mana, saat terjadi kebakaran,
02:37orang Mesir akan fokus menyelamatkan kucing sebelum mencoba memadamkan api.
02:41Kucing juga dimumikan dan dikubur bersama pemiliknya, dan kuburan kucing yang luas telah ditemukan oleh para arkeolog.
02:49Hal ini semakin membuktikan status sakral mereka.
02:54Terima kasih telah menonton!
03:04Terima kasih telah menonton!
Comments

Recommended