Keluarga Yang Tak Dirindukan Episode 48 #keluargayangtakdirindukan #series #seriesindonesia #filmterbaru #filmterbaru2026 #fyp #viral
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:12Terima kasih.
00:30Itu bukan karena dia menghindari cinta.
00:32Dia datang karena dia milih kamu.
00:35Dia justru merjuangin kamu.
00:37Dia terus-menerus memperjuangkan cintanya.
00:40Papa mengerti perasaan kamu, Angka.
00:43Tapi untuk saat ini, kamu pulang, ya?
00:45Papa janji sama kamu untuk memujuk Mama.
00:48Mau ikuti semua yang kamu mau.
00:50Ibu, Ibu, di mana, ya?
00:52Ini rumah siapa sebagus ini?
00:57Ibu, ini rumah baru Ibu.
01:01Kamu itu benar-benar, ya, Torik.
01:03Bukannya kamu itu tobat atau enggak?
01:05Ini malah bikin rencana baru lagi yang jahat lagi.
01:09Ini pasti punya Zahra.
01:12Nice.
01:14Sebenarnya, aku tahu siapa ayah kandung kamu sebenarnya, Zah.
01:18Dia, Pak Bagas.
01:20Ayah angkatnya, Misal.
01:21Torik juga tahu, Zah.
01:23Dan dia akan melakukan sesuatu
01:26untuk bisa menghancurkan kamu dan Pak Bagas.
01:29Ayah kandung kamu sendiri.
01:49Ini Nurang ini sama Torik kemana sih?
01:54Kok mereka berdua enggak balik lagi?
01:57Kandung kemana sih?
02:03Tuhan, Zahra.
02:04Tuhan, Zim.
02:05Jadi ini semua mulahnya Mas Torik.
02:08Sehingga dia memeras Michelle.
02:11Iya, Zahra.
02:19Torik tahu kalau Michelle itu selalu ketakutan.
02:23Kalau sampai ayahnya tahu tentang kamu.
02:27Baik, tapi...
02:30Tapi kenapa sampai Michelle berpikiran kayak gitu, ya?
02:34Ya, karena dia berpikir kamu akan merebut ayahnya.
02:37Ya, wajarlah, Zah.
02:39Setelah apa yang dia rasain
02:40kalau kamu itu merebut Angga dari Michelle,
02:42terus sekarang kamu mau merebut lagi bapaknya.
02:45Lu sadar nggak sih?
02:47Kalau lu udah merebut tenangan orang...
02:54Maksud kamu apa, ya, Michelle?
03:00Ternyata pelakor di mana-mana sama aja ya template-nya.
03:03Soal lugu dan munafik.
03:06Astagfirullahaladzim, Mas Torik.
03:08Bahkan dia tuh udah sampe nyeret Bu Farida dalam perbuatan yang ini.
03:12Sekarang dia maunya apa, Mbak?
03:13Aku juga nggak tahu, Sinta.
03:15Rencana apa lagi yang mau dia buat.
03:17Tapi tadi...
03:18Torik datang ke rumah sakit.
03:20Dia minta bantuan aku dan Mas Firza.
03:30Dia bilang...
03:31dia butuh sesuatu dari kamu
03:33untuk ngelakuin tes DNA.
03:44Tapi aku langsung lolak kok, Zah.
03:46Dan aku berpikir aku...
03:49Harus kasih tahu kamu semuanya.
03:58Mbak tahu ini dari mana?
04:00Dari rekaman hape detektif yang disewa sama Pak Bagas.
04:04Tapi sayangnya detektif itu meninggal karena serangan jantung.
04:09Tapi...
04:09aku ada aku handphonenya.
04:11Terus sekarang hape-nya di mana, Mbak?
04:14Panik, kan?
04:15Jadi...
04:19Hah?
04:21Kalau kamu mau handphonenya itu...
04:23bawa pergi jauh dari sini.
04:25Jangan di sini, aktifinya.
04:26Udah sana pergi.
04:27Nur, Nur.
04:27Pergi.
04:28Eh, Nur.
04:30Di Torik.
04:36Zah.
04:38Aku minta tolong sama kamu.
04:40Secepatnya kamu harus bisa hentikan rencana Torik.
04:44Zah, kali ini Mbak Nur benar.
04:47Kita harus lakuin sesuatu, Zah.
04:57Ini prosesnya bisa beberapa hari ya, Pak?
05:00Saya nggak punya waktu.
05:01Selama itu sih, Pak.
05:02Harus cepat.
05:04Nggak bisa gitu dipercepat.
05:07Sebenarnya kami ada opsi untuk melakukan tes lebih cepat.
05:11Ya udah, saya ambil opsi itu aja.
05:13Kami punya repi DNA.
05:15Tapi biasanya kami lakukan untuk kasus-kasus khusus.
05:19Dan biayanya cukup mahal, Pak.
05:21Apapun itu, yang penting saya perlu hasilnya secepatnya.
05:25Hari ini juga, Pak.
05:26Mau berapapun harganya, saya akan bayar.
05:28Kira-kira berapa lama?
05:30Saya menunggu hasilnya keluar.
05:33Kurang lebih 90 menit ya, Pak.
05:35Ya udah, bagus.
05:36Langsung kerjain aja, Pak.
05:38Saya perlu cepat banget.
05:40Nanti hubung saya kalau hasilnya udah keluar.
05:43Baik, Pak. Ditunggu ya.
05:45Saya permis dulu.
05:46Ya, Pak.
05:52Kita lihat aja, Pak Bagas.
06:03Kamu ya, Ken?
06:04Kamu ya, Pak.
06:38Sel, kamu ngapain kesini?
06:40Kamu pasti tahu alusan aku datang kesini, Sel.
06:44Kamu udah tahu?
06:47So, setelah tahu kebenarannya,
06:49kamu datang kesini buat ngambil kembali tempat kamu, gitu.
06:52Dulu angga, sekarang papa.
06:55Kamu kayaknya nggak sabar ya?
06:57Punya ayah yang kaya dan semua hartanya.
06:59Kamu salah, Sel.
07:01Aku kesini bukan untuk itu.
07:02Kamu nggak usah bohong.
07:04Kalau kamu nggak mau apa-apa,
07:06kamu nggak akan kesini.
07:07Aku udah bilang aku datang kesini
07:08bukan untuk itu, Sel.
07:10Really?
07:11Aku punya orang tua.
07:13Aku dibesarkan dengan penuh cinta,
07:16dengan penuh kasih sayang.
07:18Aku nggak butuh itu dari papa kamu.
07:20Tapi ikatan darah nggak akan hilang
07:21hanya karena kamu nggak menginginkannya, Zara.
07:24Tama aja dengan cinta, Michelle.
07:26Itu nggak akan lenyap gitu aja
07:27karena kamu takut kehilangan.
07:40Tapi kalau papa tahu?
07:41Kalau papa kamu tahu,
07:43itu bukan karena aku.
07:45bilang sama papa kamu.
07:47Dan jangan pernah bilang masalah ini
07:49ke orangtuaku.
07:50Aku nggak mau sang burung itu
07:52aku terluka, Chow.
07:53Walaupun kami ada ikatan darah,
07:55itu nggak akan pernah bikin aku
07:56jadi anaknya, Chow.
07:58Aku nggak butuh semua harta,
08:00pengakuan, nama apapun itu.
08:01Aku nggak butuh, Michelle.
08:03Aku anak perempuan,
08:05bapak dan ibu aku.
08:07Aku nggak akan pernah ninggalin mereka, Chow.
08:16Aku yakin, Michelle.
08:18Kamu bisa ngeyakinin dia soal ini, kan?
08:20Karena kamu juga menginginkan hal yang sama.
08:23Sampai-sampai kamu harus ngasih uang ke Mas Torik.
08:26Padahal kalau kamu bilang dari awal sama aku,
08:28kamu nggak perlu nge-repot-repot
08:30untuk ngakuin itu semua, Michelle.
08:31Dan kamu nggak perlu takut.
08:42Mas Torik tuh nggak layak, wih.
08:44Buat dapetin sepeserpun dari papi, dari mami.
08:46Sepulysyutability
08:48ayo calories
08:48ayo
08:54ayo
08:56ayo
08:58ayo
09:05ayo
09:20Ah, ini dia.
09:22Terima kasih.
09:31Mari kita mulai.
09:38Halo?
09:39Halo?
09:40Halo?
09:52Ya, Pak.
09:53Telepon bagi berapa dengan Anda, Pak.
10:19Selamat siang, Pak Bagas.
10:22Selamat siang, Pak Bagas.
10:39Apa kamu bilang?
10:40Kamu tahu anak kandung saya?
10:52Ini nggak lucu, dong?
10:54Udah-udah, kamu jangan bercanda.
10:55Sayangnya saya tidak bercanda ya, Pak.
10:57Saya punya buktinya.
11:01Semua orang juga akan bisa bilang seperti itu.
11:03Tapi saya tidak akan termakan dengan kebohongan kamu.
11:09Terserah.
11:10Tapi yang saya punya itu adalah bukti tes DNA.
11:15Tidak mungkin.
11:17Ya sudah, kalau menurut Anda ini semua tidak mungkin.
11:21Kenapa harus Anda repot-repot menyewa detektif untuk mencari anak Anda?
11:35Kamu tahu dari mana ini semua, Pak?
11:40Sepertinya Anda belum mendapatkan informasi apa-apa ya?
11:44Dari detektif Anda.
11:45Kenapa ya, Pak?
11:47Apa karena detektifnya keburu meninggal?
11:51Kamu itu mau apa sih sebenarnya?
11:53Hah? Mau apa?
12:02Itu dia.
12:04Itu pertanyaan yang saya tunggu dari tadi.
12:07Anda punya waktu hanya dua jam ya, Pak?
12:10Untuk apa?
12:11Saya akan kirimkan alamat.
12:14Bapak ke sini temui saya.
12:16Dan ingat, jangan terlambat.
12:18Kalau terlambat, Bapak akan kehilangan kesempatan
12:22untuk mengetahui kebenaran tentang anak Anda.
12:25Terima kasih.
12:28Halo?
12:29Halo?
12:53Kamu sudah punya rencana, Zah.
12:59Mbak itu takut.
13:01Mbak itu takut, Mas Tori itu bakal manfaatin informasi ini
13:04buat dapat uang dari Pak Bagas, Zah.
13:07Terlebih lagi, dia bisa aja loh
13:10menggeret Bu Farida sama Pak Santoso dalam rencananya nanti.
13:14Apa nggak sebaiknya, kamu kasih tahu Bapak sama Ibu duluan, Zah?
13:19Karena, kalau mereka sampai tahu dari orang lain,
13:23mereka pasti lebih terluka, Zah.
13:35Nggak ada pilihan lebih baik lagi, Mbak.
13:39Cara bakal tetap merahasiai masalah ini dari Bapak sama Ibu.
13:43Aku nggak mau bikin Ibu sama Bapak terluka.
13:46Lagipula, nggak semua rahasia harus diungkapkan, Mbak.
13:50Yang membesarkan aku, memberikan aku kasih sayang kehangatan sampai sekarang.
13:56Bapak sama Ibu.
13:58Tapi gimana kalau Pak Bagas sampai nebun mereka duluan?
14:01Mbak tahu ini tuh nggak gampang.
14:03Tapi bukannya lebih baik terluka karena kebenaran.
14:06Daripada kamu harus sembunyi dalam kebohongan.
14:09Ya kan, Zah?
14:10Enggak, Mbak.
14:13Lagipula, Pak Bagas kan punya Michelle.
14:16Dia anaknya bukan aku, Mbak.
14:19Terus kamu maunya gimana sekarang?
14:21Kamu udah rencana apa?
14:23Aku bakal ngelawan orang-orang yang...
14:25mau memisahkan aku sama Bapak dan Ibu.
14:29Oke.
14:32Aku boleh minta bantuan kamu nggak, Mbak?
14:35Boleh dong, apa tuh?
14:37Andrina, aku ke tempatnya Pak Bagas ya, Mbak?
14:40Oh.
14:41Sekarang?
14:42Tapi buat apa, Zah?
14:44Aku mau menyelesaikan semuanya.
14:46Aku mau bilang siapa Bagas.
14:48Kalau aku bukan anaknya sekarang.
14:53Tidak.
14:54Tidak.
15:01Tidak.
15:05Tidak.
15:08Tidak.
15:08Tidak.
15:08Tidak.
15:08Tidak.
15:20Tidak.
15:30Terima kasih.
15:50Hanyalah ada satu hati yang tetap menjaga.
15:58Tenang, ku tetap untukmu.
16:03Walau semua menjauh dan tak menaruh rindu.
16:10Saat kau kehilangan tempat untuk dituju.
16:19Izinkanku jaya menemuimu.
16:25Tapi ada yang masih berdiri.
16:29Tanpa diminta menguatkanmu meski dirinya terluka.
16:39Tenang, ku tetap untukmu.
16:44Walau semua menjauh dan tak menaruh rindu.
16:50Saat kau kehilangan tempat untuk dituju.
17:00Izinkanku jaya menemuimu.
17:06Biar waktu sembuhkan yang hilang darimu.
17:12Ku kan tetap bertahan di sisimu.
17:21Terima kasih.
17:30Sampai jumpa.
17:59Selamat siang, Pak Bagas.
18:13Ternyata kamu, Torik.
18:17Permainan apa lagi yang kamu mainkan?
18:20Kamu itu cuma...
18:22Sudah.
18:24Coba ini, dia lihat.
18:26Saya sudah berhasil membawa buktinya.
18:30Bukti tes DNA Bapak.
18:33Dan yang ini tes DNA Putri Bapak.
18:43Anak Bapak yang selama ini Bapak cari loh.
18:46Kita lihat ya.
18:47Hasilnya itu cocok.
19:00Rupanya ini cara lain kamu untuk memerasa ya.
19:04Pemerasan cara baru.
19:07Rupanya ini bisnis kamu sekarang.
19:11Pak Bagas.
19:12Anda itu kan selama ini nyewa detektif ya.
19:17Buat mencari dan mengumpulkan bukti-bukti yang ada.
19:20Nah ini saya lihatnya baik loh.
19:22Saya bantuin Bapak.
19:24Menghemat waktunya Bapak.
19:26Alhamdulillah ketemu.
19:28Buktinya.
19:31Laporan seperti ini bisa saja dipalsukan.
19:35Kamu pikir saya tidak pernah lihat dokumen palsukan?
19:38Ya saya tahu sih.
19:40Anda pasti gak akan langsung percaya sama ini semua.
19:44Tapi yang jelas.
19:46Pak Bagas kan bisa tes ulang.
19:57Nih di deket sini ya Pak Bagas.
20:00Ada laboratorium tes DNA.
20:03Datangin aja.
20:05Langsung tes lagi deh di sana.
20:13Sudah.
20:14Kamu gak usah banyak ngomong.
20:16Bilang saja sama saya.
20:17Siapa gak disitu.
20:20Kamu jangan main-main dengan saya Pak.
20:22Enggak saya gak main-main.
20:24Enggak main-main kok.
20:25Saya serius.
20:26Kan kita lagi negosiasi.
20:29Ngerti kan?
20:32Pak Bagas.
20:33Kalau Pak Bagas memang mau ketemu sama Putri Bapak.
20:39Mau tahu siapa namanya.
20:41Sekarang tinggal di mana.
20:43Terus juga secantik apa wajahnya.
20:47Atau...
20:47Berapa?
20:53Ah itu dia.
20:56Itu pertanyaan yang aku tunggu-tunggu dari tadi.
20:59Oke.
21:01Satu M.
21:07Rupanya sudah gila ya Kamu Tori.
21:09Aduh sekarang jadi 1,1 miliar berarti.
21:17Pokoknya waktu Bapak itu cuma sampai jam...
21:208 malam hari ini.
21:22Jangan sampai telat.
21:24Nanti kalau telat setiap 30 menitnya akan nambah 100 juta.
21:29Ya udah dipikir-pikir aja dulu.
21:30Ya.
21:31Saya udah bawain buktinya.
21:33Saya tunggu ya.
21:34Kabar baik.
21:38Jangan telat.
21:44Dibaca-baca dulu.
21:50Wah.
22:14Kamu itu dari mana aja sih Noor?
22:17Bisa-bisanya kamu ninggalin aku sendirian.
22:19Udah tau kondisi aku lagi kayak gini.
22:22Aku habis ketemu sama Zahra.
22:25Zahra?
22:27Ya bilang kamu habis.
22:29Udah.
22:29Aku udah kasih tau semuanya, Mas.
22:34Kamu gimana sih? Ngapain sih kamu bilang sama dia?
22:37Ya aku harus bilang, Mas.
22:39Zahra berhak tau.
22:40Dan aku juga gak mau nyimpen beban.
22:44Aku ke kamar mandi dulu.
23:14Walaupun kami ada ikatan darah,
23:16itu gak akan pernah bikin aku jadi anaknya, Sal.
23:19Aku gak butuh semua harta, pengakuan, nama, apapun itu.
23:22Aku gak butuh, Sal.
23:24Aku anak perempuan bapak dan ibu aku.
23:28Aku gak akan pernah ninggalin mereka, Sal.
23:47Kalau aku terus membunyikan ini ke Papa,
23:50Tariq gak akan pernah pergi dari hidup kami.
23:56Tapi...
23:57Kalau aku bilang semua ini ke Papa...
24:01Apa Papa masih milih aku?
24:05Kamu harus tau, Misha.
24:08Papa melakukan ini bukan berarti...
24:12Papa itu ingin menggantikan kebenaran kamu, sayang.
24:17Bukan berarti Papa itu gak sayang sama kamu.
24:24Kamu putri Papa yang juga sangat berharga.
24:34Tapi tetap raja, Papa.
24:37Papa gak bisa begitu saja melepahkan putri Papa itu.
24:59Apa yang udah kamu bilang sama dia?
25:01Semuanya.
25:03Tentang Pak Bagas,
25:05Pemerasan si Torek dan...
25:07Si detektif itu.
25:10Kenapa kamu harus lakuin itu, Nur? Kenapa?
25:13Aku ngelakukan apa yang benar, Mas.
25:16Aku udah capek banget.
25:18Terus-menerus ngerasa bersalah.
25:21Udah capek, Mas.
25:28Aku mohon ya, Mas, sama kamu.
25:30Tolong jangan lanjutkan ini lagi.
25:32Cukup semuanya.
25:34Berhenti sampai di sini, Mas.
25:36Kita mulai semuanya dari awal lagi.
25:39Aku gak mau sampai semuanya terlambat, Mas.
25:43Udah-udah jangan mulai lagi ya.
25:45Itu udah kewajiban aku untuk mengingatkan kamu, Mas.
25:48Aku gak mau keluarga kita hancur.
25:51Kamu liatkan semuanya apa yang sudah terjadi sama keluarga kita.
25:56Semoga Allah melembutkan hati kamu, Mas.
25:58Hah? Banyak omong.
26:00Aku gak mau tau.
26:02Tokonya aku mau pulang.
26:03Urus kepulangan aku sekarang juga.
26:08Mbak.
26:08Zah.
26:10Sebelum kamu masuk, Mbak mau tanya.
26:14Kamu udah yakin, Zah?
26:16Soal semua ini?
26:20Aku yakin, Mbak.
26:23Aku gak mau ibu sama bapak sampai tau masalah ini.
26:27Cuma mau aku aja yang tau.
26:29Mbak.
26:30Pak Bagas yang orang tua kandung aku.
26:33Tapi yang membesarkan Zahra.
26:36Yang memberikan Zahra makan.
26:39Kasih sayang.
26:40Cinta.
26:41Bapak Santoso dan Bu Farida.
26:44Zahra gak mau, Mbak.
26:46Rumah itu direbut begitu aja.
26:49Iya.
26:50Ini rumah aku.
26:56Ya.
26:57Gak aja.
26:59Kalau ini memang jalan terbaik yang kamu pilih,
27:03Mbak pasti support kok, Zah.
27:11Makasih ya, Mbak.
27:13Makasih juga tadi udah nganterin aku.
27:16Mbak.
27:18Ya udah.
27:19Kamu masuk, Zah.
27:20Mbak tetep salam untuk bapak ibu ya.
27:22Mbak gak mau masuk dulu.
27:24Mbak juga ada keperluan.
27:27Zah.
27:27Kalau ada apa-apa,
27:29tinggal hubungin Mbak Anshay ya.
27:33Makasih ya, Mbak.
27:37Mesti rahati.
27:38Hati-hati ya, Mbak.
27:40Ini teh mewah.
27:43Mewah?
27:46Gulanya dikit mewah dari mana?
27:49Assalamualaikum.
27:50Waalaikumsalam.
27:51Waalaikumsalam.
27:55Mbak tuh cuma khawatir sama Kamu, Zah.
28:02Hei, nak.
28:03Gimana?
28:04Alhamdulillah.
28:06Semuanya dibantu sama Mbak Sinta.
28:08Mbak Sinta bantu urus pembayarannya juga.
28:10Jadi semuanya udah bareng.
28:12Oh.
28:14Alhamdulillah.
28:15Ini adalah kemenangan dari semua masa-masa sulit yang sudah kita lalui.
28:22Alhamdulillah.
28:23Ya betul, Pak.
28:24Pokoknya.
28:26Sekarang gak ada tangisan lagi deh.
28:29Ibu juga udah capek.
28:31Ya.
28:32Yang penting kita bahagia terus.
28:34Untuk merayakan hari kemenangan,
28:36gimana kalau kita makan malam yang enak?
28:40Bapak yang traktir.
28:42Mau dong.
28:47Kamu kenapa?
28:49Pak, kok terharu?
28:50Udah.
28:50Gak boleh terharu-terharu lagi.
28:52Gak boleh nangis-nangis lagi dong.
28:54Enggak.
28:54Hah?
28:56Iya.
28:57Gak mau ini terharu bahagia, Pak.
28:59Emangnya gak boleh terharu bahagia, Bu?
29:01Iya, iya.
29:06Sampai kapanpun,
29:07Bapak sama Ibu akan tetap jadi orang tua aku.
29:19Nah, kita itu memang harus bersyukur dan memang hari ini adalah hari kemenangan.
29:26Karena kita sudah melewati masa sulit kita.
29:30Dah, gak boleh.
29:31Sedih-sedih lagi.
29:32Gak boleh ada nangis-nangis lagi.
29:34Sekarang kita tinggal menikmati hidup dengan bahagia dan tenang.
29:40Amin.
29:44Siap, Mi. Mau makan di mana? Terserah kamu.
29:47Bapak tinggal bayang, bayang.
29:51Eh, budget masing-masing Rp75.75.
29:55Bapak itu memendingan Ibu masak.
29:59Ya udah, terserah. Kamu pilih sama Ibu. Udah.
30:09Pa?
30:13Angga mana?
30:15Angga gak ikut pulang sama Papa?
30:19Dia masih banyak urusan, Ma.
30:21Urusan?
30:22Urusan apa, Pa?
30:24Urusan sama Zahra lagi ya?
30:25Iya.
30:28Ya ampun.
30:29Perempuan itu emang gak ada kapoknya ya.
30:31Seleng banget dia tuh terus-terusan cari gara-gara sama Mama.
30:34Dia bilang dia gak akan merebut Angga dari keluarganya, Pa.
30:38Tapi ya, Pa.
30:38Ma.
30:39Udah, Ma.
30:41Mama ini gak capek ya?
30:43Hah?
30:44Nuduh Zahra terus.
30:46Nuduh gimana maksud Papa?
30:47Udah jelas-jelas tujuan dan maksudnya Zahra adalah memisahkan kita sama Angga, Pa.
30:53Ma.
30:54Mau sampai kapan sih Mama menyangkal?
30:56Mama sadar gak? Dengan sikap Mama seperti ini,
31:00akan menjauhkan Angga dari kita, Ma.
31:02Mama tuh sering kayak gini.
31:03Engga sekali dua kali.
31:07Ma.
31:08Kalau Mama bersikap seperti ini terus,
31:10jangan pernah salahkan Angga.
31:13Dia akan pergi dan gak akan balik lagi.
31:32Enola siapa yang pandang aku, Mbak?
31:35Dia, Pak Bagas.
31:37Ayah angkatnya Michelle.
31:41So, setelah tahu kebenarannya, kamu datang ke sini buat ngambil kembali tempat kamu, gitu.
31:47Dulu angga, sekarang papa.
31:49Kamu kayaknya gak sabar ya?
31:51Punya ayah yang kaya dan semua hartanya.
32:33Zahra, sayang.
32:35Sini, kamu cariin siapa sih?
32:38Mas Mirza dan Mas Orik.
32:41Lagi main?
32:44Tapi rambut kamu masih basah.
32:47Ibu keringin dulu ya, nak ya?
32:49Tapi Zahra mau main sama Mas Mirza dan Mas Orik, Bu.
32:54Boleh dong, tapi biar kamu makin cantik, ibu keringin sedikit aja.
32:59Boleh?
33:04Karena kalau rambut kamu basah, nanti takutnya kamu pusing, sayang.
33:09Ibu keringin ya rambutnya ya.
33:11Ini juga nih masih basah nih.
33:13Ininya masih basah.
33:17Pusing, Kak.
33:19Ibu sisir yang cantik, biar Zahra makin cantik.
33:24Tuh, rambut kamu bagus banget, sayang.
33:27Ibu tuh kalau liat rambut kamu kayak bintang iklan sampo.
33:35Bintang iklan itu apa, Bu?
33:37Sama ya bintang yang kayak di langit.
33:41Kamu lucu banget sih pertanyaannya.
33:44Pastinya beda, sayang.
33:47Kalau bintang iklan itu kayak...
33:52Kayak ada di TV gitu loh yang suka ada di TV.
33:55Kamu tahu Nabila Sabira nggak?
33:58Tahu.
33:59Nah, kayak kayak gitu.
34:02Oh.
34:04Yaudah, besok ibu janji...
34:07Kalau kamu pulang sekolah...
34:10Terus rambutnya basah, ibu keringin...
34:13Ibu beliin bando yang cantik-cantik gitu, mau?
34:17Mau, Bu.
34:20Makasih ya, Bu.
34:22Zahra sayang sama ibu.
34:24Ibu juga apalagi.
34:26Sayang banget sama Zahra.
34:28Ya.
34:30Sekarang boleh main.
34:32Zahra mau main sama Mas Tarik dan Mas Pirda dulu ya, Bu?
34:36Iya.
34:38Bye-bye, sayang.
34:39Bye-bye.
34:40Hati-hati mainnya ya.
34:52Nah.
34:55Zahra.
34:56Ibu.
35:01Maaf, tadi aku nggak denger sama sekali ibu masuk.
35:04Gak apa-apa.
35:05Kamu tuh kenapa, nak?
35:08Gak apa-apa.
35:10Cuman...
35:12Kamu tuh rambutnya berantakan.
35:15Ibu sisir ya.
35:19Ibu mau sisir rambut bintang iklan.
35:27Ibu tuh masih nyayat aja ya?
35:30Dua waktu masih kecekan, aku juga sering banget disisirin sama ibu.
35:36Zahra, ibu mana ada yang lupa sih memori sama kamu.
35:41Kamu itu malaikat kecil ibu.
35:45Ibu sayang banget.
35:47Ya.
35:51Enggak akan ada yang berubah.
35:53Sampai kapampun mereka berdua adalah orangtuaku.
35:57Rumahku.
35:58Aku gak bakal mau nuker mereka dengan apapun.
36:09Sinta.
36:10Eh, papi.
36:12Duduk sini.
36:13Maaf, pi. Aku gak liat.
36:14Oh, pi.
36:20Kamu bukannya tadi habis ketemu sama Zahra, ya?
36:25Maksud, tapi begini.
36:26Kamu ketemu sama Zahra itu apa ada masalah?
36:29Iya, pi.
36:30Tadi Sinta habis nganterin Zahra.
36:32Dan masalahnya...
36:36Masalahnya tentang orang tua kandungnya Zahra, pi.
36:41Dan malah siapa yang kandung aku, mbak?
36:44Dia, Pak Bagas.
36:46Ayah yang angkatnya misal.
36:48Pak Bagas?
36:51Ayah yang kandung aku.
36:57Jadi...
36:58Jadi Pak Bagas itu...
37:00Dia orang yang sama...
37:02Yang jeblosin ibu Faridah ke penjara, pi.
37:06Begini ya, Sinta.
37:09Kamu itu jangan lupa...
37:11Kenapa Pak Bagas melakukan itu.
37:14Mungkin yang pertama, Pak Bagas itu gak tahu...
37:19Kalau Zahra itu sempat diasuh.
37:24Dan jadi anaknya Pak Santoso dan Bu Faridah.
37:27Yang kedua, mungkin Pak Bagas merasa dibohongi oleh Torik.
37:32Tapi Papi itu yakin...
37:35Kalau memang Zahra menemukan ayah kandungnya...
37:40Mungkin Zahra ini pasti bisa memaafkan...
37:43Dengan ayah kandungnya itu.
37:45Di sisi lain...
37:46Papi juga sangat senang sekali...
37:49Di saat Zahra itu sudah menemukan ayah kandungnya...
37:52Dan ternyata itu Pak Bagas.
37:54Kehidupan Zahra pasti berubah.
37:57Zahra tidak perlu bekerja keras lagi.
38:00Itu yang harus kamu ingat.
38:01Perihal itu aku setuju sama Papi.
38:03Dan memang Zahra menerima itu.
38:06Tapi masalahnya sekarang...
38:08Ya Zahra itu gak mau ngakuin Pak Bagas...
38:10...sebagai orang tua kandungnya, Pi.
38:12Tapi Papi juga bisa ngerti kan, Pi?
38:14Di sisi lain...
38:16Ya yang merawat Zahra sejak kecil...
38:18Yang ada buat Zahra...
38:20Pak Santoso dan Bu Faridah.
38:22Jadi mereka itu sudah seperti orang tua kandungnya Zahra sendiri, Pi.
38:41Loh, Misha?
38:42Kamu ngapain duduk gelap-gelapan di sini?
38:46Gak apa-apa kok, Pak.
38:48Cuman lagi pengen gelap-gelap aja.
38:51Kamu ada-ada aja.
38:55Ya udah, kalau gitu Misha ke kamar dulu ya.
39:05Gua harus siapin uangnya.
39:15Ya, halo.
39:17Iya, iya, iya.
39:18Saya tahu waktunya tinggal 50 menit lagi.
39:22Saya butuh waktu untuk perjalanan.
39:23Dan menyiapkan apa yang kamu mau.
39:26Saya jamin...
39:29Saya akan datang tempat waktu dan bawa uangnya.
39:31Iya, iya.
39:32Iya, iya.
39:42Papa mau ketemu sama siapa ya?
39:57Jangan-jangan Papa mau ketemu sama Torik.
39:59Tidak, aku enggak bisa biarin.
40:03Papa!
40:11Papa!
40:13Papa!
40:28Iya, halo.
40:29Saya sudah di jalan menuju ke sana.
40:33Pak Bagas.
40:35Ya udah, saya udah ada di titik lokasi, titik temu.
40:38Jadi, temuin saya sekarang secepatnya.
40:41Ya.
40:42Ingat, Pak.
40:43Jangan terlambat.
40:44Waktu Bapak terbatas.
40:47Jangan terhati Begin.
40:47Mari ya.
40:58Terima kasih telah menonton
41:25Terima kasih telah menonton
41:57Terima kasih telah menonton
42:07Terima kasih telah menonton
42:10Terima kasih telah menonton
42:36Terima kasih telah menonton
43:10Terima kasih telah menonton
43:37Terima kasih telah menonton
43:49Terima kasih telah menonton
44:22Terima kasih telah menonton
44:40Terima kasih telah menonton
45:32Tidak
45:51Terima kasih telah menonton
46:03Terima kasih telah menonton
46:58Terima kasih telah menonton
47:38Terima kasih telah menonton
47:45Terima kasih telah menonton
48:32Terima kasih telah menonton
48:53Terima kasih telah menonton
49:04Terima kasih telah menonton
49:13Terima kasih telah menonton
49:28Terima kasih telah menonton
49:29Terima kasih telah menonton
49:30Terima kasih telah menonton
49:49Terima kasih telah menonton
49:50Terima kasih telah menonton
49:51Terima kasih telah menonton
Komentar