Episode 49 Keluarga yang Tak Dirindukan
Setelah mulai ada tanda-tanda membaik, hubungan keluarga masih terasa canggung. Luka lama belum benar-benar sembuh, jadi suasana masih gampang memanas.
Salah satu anggota keluarga yang sebelumnya pergi akhirnya kembali, tapi kedatangannya tidak langsung diterima. Masih ada rasa sakit hati dan kekecewaan dari masa lalu.
Di sisi lain, kondisi ayah semakin membuat semua orang tersentuh. Mereka mulai sadar bahwa waktu bersama keluarga itu sangat berharga.
Terjadi momen penting saat salah satu anggota keluarga mengungkapkan penyesalan dan meminta maaf dengan tulus. Ini jadi titik awal perubahan, walaupun belum semua langsung bisa menerima.
After signs of improvement, the family relationship still feels awkward. Old wounds haven’t fully healed, making tensions easy to rise again.
One family member who left finally returns, but is not immediately accepted. There is still pain and disappointment from the past.
Meanwhile, the father’s condition deeply affects everyone, reminding them how valuable family time is.
A key moment happens when one member expresses sincere regret and apologizes, becoming the starting point of change—even though not everyone can accept it right away.
#KeluargaYangTakDirindukan
#SinetronIndonesia #DramaKeluarga
#FamilyDrama #DramaSeries
Setelah mulai ada tanda-tanda membaik, hubungan keluarga masih terasa canggung. Luka lama belum benar-benar sembuh, jadi suasana masih gampang memanas.
Salah satu anggota keluarga yang sebelumnya pergi akhirnya kembali, tapi kedatangannya tidak langsung diterima. Masih ada rasa sakit hati dan kekecewaan dari masa lalu.
Di sisi lain, kondisi ayah semakin membuat semua orang tersentuh. Mereka mulai sadar bahwa waktu bersama keluarga itu sangat berharga.
Terjadi momen penting saat salah satu anggota keluarga mengungkapkan penyesalan dan meminta maaf dengan tulus. Ini jadi titik awal perubahan, walaupun belum semua langsung bisa menerima.
After signs of improvement, the family relationship still feels awkward. Old wounds haven’t fully healed, making tensions easy to rise again.
One family member who left finally returns, but is not immediately accepted. There is still pain and disappointment from the past.
Meanwhile, the father’s condition deeply affects everyone, reminding them how valuable family time is.
A key moment happens when one member expresses sincere regret and apologizes, becoming the starting point of change—even though not everyone can accept it right away.
#KeluargaYangTakDirindukan
#SinetronIndonesia #DramaKeluarga
#FamilyDrama #DramaSeries
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:02Udah, udah, udah. Sekarang kamu teman dulu, ya. Oke? Sekarang ceritakan semuanya sama papa.
00:20Aku punya orang tua. Aku dibesarkan dengan penuh cinta, dengan penuh kasih sayang. Aku nggak butuh itu dari papa kamu.
00:29Tapi ikatan darah nggak akan hilang hanya karena kamu nggak menginginkannya, Zara.
00:33Sama aja dengan cinta, Michelle. Itu nggak akan banyak gitu aja karena kamu takut kehilangan.
00:42Sebenernya foto-foto yang aku bilang itu nggak, nggak ada, pah.
00:54Dan aku takut sama Tori karena ada alasan lain.
00:59Alasan lain?
01:00Tori memeras aku karena aku tahu anak kandung papa itu siapa.
01:05Dan aku terlalu takut untuk ngasih tahu papa karena aku khawatir papa akan ninggalin aku.
01:13Kayak Angga milih dia.
01:18Maksud kamu anak papa adalah...
01:21Iya, iya, iya, pak.
01:23Anak kandung papa itu Zara.
01:44Maaf, pak.
01:45Maaf, pak.
01:47Maaf, pak.
01:47Tadi kamu sekali nggak sanggah, pak.
01:49Tadi saya buru-buru.
01:51Nggak, nggak, nggak, nggak, nggak, nggak.
01:52Iya, pak.
01:53Saya nggak ngomonger.
01:54Itu Zara.
01:56Bisa dibilang...
01:58Dia adalah salah satu orang yang paling berjasa.
02:00Untuk hubungan Angga dan Michelle...
02:04...bisa sampai di tindak ini.
02:07Mulai besok.
02:08Kamu nggak usah datang lagi ke Mbak Bek.
02:11Kamu dikecam.
02:14Berani-berani yang kamu bicara seperti itu di depan anak saya.
02:17Saya tuh sempat percaya loh sama kamu.
02:19Tapi sekarang...
02:20...kamu benar-benar menjatuhkan diri kamu.
02:23Pa.
02:27Pa, pa, pa, pa, pa, pa.
02:29Tolong, pa.
02:30Aku nggak mau papa sakit hati.
02:33Dia nggak akan mau hakuin papa.
02:36Pa, aku mohon.
02:38Jangan nemuin dia, pa.
02:43Jangan temuin dia, ya.
02:51Pa.
02:53Terima kasih kamu sudah mau jujur sama papa.
02:57Tapi papa harus tetap nemuin dia, nak.
03:01Seenggaknya...
03:02...papa harus minta maaf sama Zara, sayang.
03:33Mana sih?
03:35Datang-datang juga.
03:36Enggak.
03:40Ini udah satu jam lebih nungguin.
03:44Banget.
03:46Mau main-main ya dia.
04:11Bajak lagi.
04:15Assalamualaikum.
04:20Assalamualaikum.
04:24Assalamualaikum.
04:26Permisi.
04:27Assalamualaikum.
04:51Apaan sih nih?
04:55Dia udah ngangkat tuh.
04:56Bu, bu, bu.
04:57Permisi.
04:58Mau tanya yang punya tempat ini kemana ya?
05:01Pasantoso.
05:02Iya, iya.
05:03Udah pindah, Pak, Pasantosonya.
05:05Pindah kemana ya, bu?
05:06Wah, saya kurang tahu, Pak.
05:09Terima kasih, ya, bu.
05:10Permisi, ya, Pak.
05:10Iya.
05:20Halo.
05:22Ah, akhirnya Pak Bagas diangkat juga.
05:25Eh, kenapa aku nggak datang-datang?
05:27Ini saya udah satu jam nungguin Bapak.
05:29Nggak datang-datang juga.
05:31Kan saya udah bilang.
05:32Jangan sampai telat dan bawa uang yang saya minta.
05:38Nggak mungkin dong, Pak Bagas nggak punya uang yang saya minta itu nggak mungkin, kan?
05:43Atau jangan-jangan, Pak Bagas nih udah nggak peduli lagi?
05:47Udah nggak mau dan nggak butuh informasi tentang siapa anak Bapak sebenarnya?
05:52Iya.
05:53Kamu tidak bisa memerah saya lagi, Torin.
05:55Karena saya sudah tahu siapa dia.
06:07Halo?
06:09Halo?
06:10Hah?
06:13Udah tahu?
06:14Tau diri siapa?
06:16Justru aku malah sekarang mau ngasih tahu semuanya ke Zahra.
06:19Jangan, no.
06:19Aku akan telefon Zahra.
06:20Aku bakal bilang semuanya apa yang aku tahu.
06:24Termasuk rencana kamu.
06:26Oh, Rani.
06:28Nggak mungkin kan mas Ampan, Rani.
06:32Cukup.
06:36Tidak.
06:46Tidak.
07:11Tidak.
07:12Tidak.
07:40Perasaan tadi kayak ada bunyi telpon?
07:42Kok gak ada sih?
07:44Kenapa?
08:12Terima kasih kerana menyerahkan.
08:14Dan sampai tahanan tadi.
08:23namanya juga restoran mahal ya pisang goreng kalau disini paling harganya berapa si pul 5.000 10.000
08:30gilirannya fried banana kayak semalem 45.000 nasi goreng nasi goreng paling berapa bu 25.000
08:44french fries 73.000 assalamualaikum
09:03mau kemana kita mumpung ada cucu kita gimana kalau kita main di Taman Pak ayo cari balon ayo ayo kita
09:12bawa ke Taman dulu ya
09:13dulu ya Bu ya ya silahkan nengenek dulu ya sayang
09:19mbak Sintai silahkan duduk mbak terima kasih
09:26Mbak mau nanya apa mbak kamu gimana berubah pikiran gak
09:34Zah ibu mana ada yang lupa sih memori sama kamu kamu itu malah yang terkecil ibu sayang
09:44jalan di back-back aja jadi saya bisa nemenin bapak jangan kalau nggak kita mencari aja bisa diam dulu ya
09:50kamu itu baru sembuh baru recovery mending kamu disini nemenin ibu karena kalau jalan nggak ada tempat istirahat buat kamu
09:58aja sudah bisa laris sekarang tuh
10:00mulai bukinya
10:03bau
10:04banyak sekali Ibu
10:07Masya Allah
10:09itu dapurnya gede banget makanan ibu pasti lebih enak dari sepenuhnya nih
10:14ibu nggak keren mau ke dapur
10:16wangi dapurnya nggak kayak dapur
10:18geprek bu
10:20wangi bersih
10:22Makasih, makasih Bapak, makasih Dara.
10:26Enggak, Mbak.
10:28Ini udah jadi keputusan aku.
10:31Kamu yakin, Zah?
10:33Seenggaknya sekali aja ketemu.
10:36Gimana?
10:38Enggak perlu, Mbak.
10:41Menurut Dara juga...
10:45Pak Bagas kan benci sama Dara.
10:52Mulai bersama, kamu gak usah datang lagi ke Bapak ini.
10:56Kamu dipecah.
10:58Saya tuh sempat percaya loh sama kamu.
11:01Tapi sekarang, kamu benar-benar menjatuhkan diri kamu.
11:05Amba mau aku ambil minum gak?
11:08Mudah, santai aja. Makasih ya.
11:13Saya mohon bantuannya, Pak Hendra.
11:15Tolong bantu saya untuk ketemu sama Zahra.
11:20Iya, Pak.
11:23Terima kasih, Pak Hendra.
11:26Ini tahinya, Pak.
11:29Makasih, Asya.
11:33Pak, maafin Michelle, ya.
11:39Iya.
11:40Papa udah maafin kamu, Pak Sen.
11:42Aku benar-benar takut
11:44Papa pergi dari aku.
11:47Aku cengguru sama Zahra.
11:49Michelle pikir...
11:51Zahra punya ibunya.
11:54Ibu punya ayahnya.
11:56Tapi Michelle cuma punya Papa.
11:59Dan...
12:00Aku gak mau kehilangan Papa.
12:16Papa gak akan meninggalkan kamu, Sayang.
12:20Kamu harus percaya sama Papa.
12:24Maafin ya, Pak.
12:26Ah.
12:26Maafin ya, Pak.
12:50Maafin ya, Pak.
12:52Gara-gara dia nih kaki aku jadi kayak gini nih
13:07Kan ya mas
13:08Mandar mas ngelak
13:11Iya
13:13Kamu tau gak
13:15Sekarang usaha ibu sama bapak itu makin lancar
13:19Aku ikut seneng liatnya
13:20Terus katanya mereka udah pindah ke kontrakan yang lebih bagus
13:36Kok kamu baru bilang kalau mereka udah pindah ke kontrakan yang lebih bagus?
13:40Sekarang kan keadaan kamu udah jauh lebih pulih mas
13:43Makanya aku baru bisa bilang
13:47Gimana sih Nur?
13:48Kamu suka untuk mikir
13:50Cari cara
13:52Gimana caranya supaya mereka
13:54Gak hidup seneng-seneng kayak gitu
13:56Enak-enak kan mereka ya?
13:58Di saat kondisi aku lagi kayak gini
14:00Mereka sekarang hidup seneng
14:02Gak bisa dibiarkan
14:04Pokoknya
14:04Gimanapun caranya
14:06Aku juga bisa harus dapet kebahagiaan seperti mereka
14:09Mau gimana pun juga aku masih anaknya mereka
14:13Tidak berbalah sih mas
14:15Aku tuh gak ngerti ya sama jalan pikiran kamu
14:18Kamu tau gak?
14:18Selama kamu kritis
14:20Ibu sama bapak itu yang udah doain kamu
14:23Dia yang udah nge-support kamu
14:24Dia yang udah nge-biain kamu
14:25Udah udah udah
14:26Tobat deh mas
14:29Kamu tuh ya
14:29Sok-soan nyuruh aku tobat
14:31Kamu tuh istri aku
14:34Kamu harusnya nurut kata suami
14:37Bukannya malah sok-soan guruin aku
14:45Sok-soan nyuruh aku tuh berasa paling bener aja
14:55Tolik aku balik yang gendut deh
14:57Tolik
14:59Tolik balik yang gendut dia
15:00Tolik
15:16Baru aja tobat
15:17Gaya-gayaan
15:42Di hari kau terjatuh
15:46Dunia berubah sepi
15:49Mereka yang dulu dekat
15:54Perlahan pergi
15:56Janji yang kau percaya
16:00Hilang dalam sunyi
16:03Dan semua yang kau punya
16:07Tak kembali
16:10Tak ada yang bertahan
16:13Di saat kau terlukan
16:16Hanya ada satu hati yang tetap menjaga
16:24Tenang
16:26Ku tetap untukmu
16:30Wow
16:31Semua menjauh dan tak menaruh rindu
16:36Saat kau kehilangan
16:41Tempat untuk dituju
16:46Izinkanku
16:47Jadi yang menemuimu
16:51Tapi ada yang masih berdiri
16:55Tanpa diminta
16:58Menguatkanmu
16:59Terlukanmu
17:00Meski dirinya terluka
17:06Tenang
17:07Ku tetap untukmu
17:10Wow
17:12Semua menjauh dan tak menaruh rindu
17:17Saat kau kehilangan
17:22Saat kau kehilangan
17:23Tempat untuk dituju
17:27Izinkanku
17:28Izinkanku
17:29Jari yang menemuimu
17:32Biar waktu sembuhkan
17:36Yang hilang darimu
17:39Ku kan tetap bertahan
17:42Di sisimu
17:46Ku tetap untukmu
17:59Seharusnya
17:59Kita minta naikin uang makan siang gak?
18:03Kenapa gitu mas?
18:05Uang segini
18:06Untuk pemuda seumuran kita
18:07Gak cukup lah
18:11Ya kalo mau hemat bawa bekal dari rumah mas
18:15Saya ini belum menikah gak?
18:18Kalo bawa bekal pasti ribet lah
18:21Beda lagi kalo ada yang buatin
18:26Coba aja
18:27Calon saya masih ada
18:31Setiap kali saya kerja
18:33Pasti enak dibuatin bekal terus
18:38Tapi sayangnya
18:40Dia sudah meninggal
18:42Tiga bulan sebelum saya menikahin dia
18:46Padahal
18:47Saya sangat-sangat sayang sama dia
18:50Ya ampun mas
18:51Saya terlihat benuka ya mas
18:54Kalo saya dikasih kesempatan
18:57Saya pengen banget bertemu sama dia
19:01Menggengang tangannya
19:02Biarpun cuma semenit gak?
19:05Pokoknya
19:07Kamu harus bener-bener manfaatin waktu
19:09Untuk orang yang kamu sayang
19:12Aku capek Zah
19:15Rasanya capek harus bolak-balik
19:16Memohon membujuk
19:18Antara kamu
19:21Atau mama
19:32Jangan
19:37Jangan
19:38Jangan
19:40Jangan
19:41Jangan
19:41Jangan
19:42Jangan
19:43Jangan
19:43Jangan
19:44Jangan
19:44Jangan
19:50Jangan
19:51Jangan
19:56Jangan
19:57Jangan
19:57Jangan
19:57Jangan
19:59Jangan
20:00Jangan
20:01Jangan
20:01Jangan
20:01Jangan
20:03Jangan
20:03Jangan
20:10Jangan
20:11Mau main ke rumahnya Mas Firza?
20:15Waalaikumsalam
20:16Waalaikumsalam
20:18Mbak Nur
20:23Mbak Nur
20:25Ada yang mau aku bicarain sama kamu
20:35Kita masuk aja dulu ya
20:37Kita ngobrol di dalem
20:50Gak beres nih
20:55Kamu mau minum apa?
20:57Biar Mbak buatin
20:57Oh gak usah Mbak
20:59Aku sebentar doang kok
21:08Ada apa?
21:11Benernya aku mau minta tolong sama Mbak Noy
21:17Tolong?
21:19Kenapa Zah?
21:25Belum kelihatan sih
21:29Aku mau minta tolong Mbak
21:33Untuk rahasiain ke Pak Bagas
21:36Kalau aku ini anak kandungnya
21:52Gara minta tolong ya Mbak
21:55Rahasiain ini
21:57Ya
21:57Kenapa Zah?
21:59Mbak kan tau ya
22:00Aku dibesarin sama ibu dan Bapak
22:04Sampai kapanpun aku gak akan pernah ninggalin ibu dan Bapak Mbak
22:09Sampai kapanpun
22:12Aku mau mereka yang jadi orangtuaku Mbak
22:16Sampai kapanpun
22:17Rumah untuk aku pulang yang mereka
22:22Mbak
22:23Semoga kamu ngerti posisi aku ya Mbak
22:27Tolong ya Mbak
22:31Zah
22:33Apapun alasan kamu
22:35Mbak akan coba untuk mengerti
22:39Karena Mbak lihat
22:41Kamu sangat tulus sama ibu dan Bapak
22:47Makasih banyak ya Mbak
22:58Ya gitu aja Mbak
23:01Aku pamit ya Mbak
23:03Iya
23:04Oke
23:08Natalia
23:10Tertus
23:30Kenapa Mbak?
23:33Aku benerPH minta maaf ya
23:35Atas semua kesalahan aku sama kamu
23:40Harusnya
23:42Kamu lebih tahu dari awal
23:44Soal kamu anaknya Pak Bagas
23:56Jadi selama ini Zara udah tahu
23:58Soal dia anaknya Pak Bagas
24:02Atau zaman-zaman
24:03Pak Bagas ini udah gak peduli lagi
24:06Udah gak mau dan gak butuh informasi
24:09Tentang siapa anak Bapak sebenarnya
24:11Kamu tidak bisa memerah saya lagi
24:13Karena saya sudah tahu
24:15Siapa dia
24:25Yaudah kalau gitu aku pamit Be
24:28Iya Zah
24:29Hati-hati ya
24:31Assalamualaikum
24:32Lagi yang salah
24:48Eh Zara
24:51Storik
24:52Mau ngapain lagi Man
24:53Eh
24:55Gak usah berlagak berani ya sama aku ya
25:00Kamu tuh
25:01Sama sekali
25:02Gak ada rasa bersalah ya
25:05Kamu tuh gak punya hati nurani sebagai manusia
25:08Apa gimana sih Man
25:11Kamu gak ngerasa bersalah kamu udah nyakitin orang tua kamu sendiri
25:18Apa sih
25:18Denger ya
25:19Aku cuma mau kasih peringatan aja sama kamu
25:22Mas
25:23Aku
25:24Sama sekali gak takut sama peringatan kamu
25:26Lepasin
25:27Lepasin atau aku teriak sekarang Mas
25:55Ayo
25:57Ya
26:05Sekarang aku udah gak takut lagi sama kamu, Mas
26:16Mas
26:21Mas
26:27Mas Firza? Mas Firza? Mas? Mas?
26:41Oh, jadi ini tempat tinggal ibu sama bapak yang baru?
26:51Mas Firza?
26:58Oh
26:59Mau ngapain lagi kamu kesini, Mas?
27:02Dari mana kamu tahu alamat rumah ibu sama bapak?
27:05Jadi bener ya?
27:07Ini adalah rumah bapak dan ibu yang baru
27:10Aku datang kesini karena aku mau datang sama orang tua kandungku
27:16Mas
27:17Apa sih?
27:18Berhenti ya? Aku gak akan ngebiarin kamu untuk ketemu sama bapak sama ibu
27:21Aku gak akan kasih izin, Mas
27:23Kamu tuh cuma anak kumut ya? Kamu gak punya hak buat ngatur-ngatur aku
27:26Kapan aja aku mau ketemu sama orang tua kandungku, Gerti?
27:31Mas, aku gak akan ngebiarin kamu ngelukain ibu sama bapak
27:34Maling kamu pergi sekarang, kalau kamu gak pergi
27:39Aku bakal aku ring kamu ke polisi sama masalah kamu yang kemarin
27:43Udah langsung aja deh, jadinya gimana?
27:45Oke, sesuai ketepakatan kita
27:46Kita bagi 2
27:51Cash!
27:51No transfer, transfer biar aman
27:54Semua happy kan?
27:55Ya, happy sih
27:56Lebih happy lagi kalau 2M
27:57Udah sih, syukurin aja
27:59Sebenernya juga udah lumayan
28:01Alhamdulillah
28:10Zara!
28:11Zara!
28:12Buka pintunya dulu, Zara!
28:13Zara!
28:20Zara!
28:21Anak kumut sialan
28:23Lihat aja ya
28:25Apa rencana aku selanjutnya?
28:29Ya Allah
28:31Gimana sih mas Firza?
28:47Mas Firza?
28:50Makasih pak
28:57Bisa
28:59Makasih pak
28:59Ya makasih pak
29:04Kamu tuh abis dari mana aja sih mas?
29:07Awas
29:08Aku
29:09Abis dari rumahnya bapak sama ibu
29:11Dan kamu tau
29:12Si anak kumut itu malah ngusir aku dari sana
29:15Lihat aja
29:17Aku bakal bales perlakuan anak kumut itu
29:20Udah mas, udah cukup
29:22Kamu tuh kenapa sih masih aja keras kepala
29:26Udah lah
29:27Kamu tuh bilang aja kamu tuh seneng kan
29:29Suami kamu diperlakukan kayak gini
29:31Dipermalukan di depan mereka
29:32Ya kan?
29:34Sama aja ke anak kumut itu
29:37Mas
29:37Mas
29:37Mas
29:37Mas
29:37Mas
29:38Mas
29:46Mas
29:46Mas
29:46Mas
29:46ADAM
29:47Mas
29:47Mas
29:47Mas
29:47Mas
29:47Mas
29:48Mas
29:48Padahal nggak? Dengar sikap Mama seperti ini, akan menjauhkan Angga dari kita, Ma.
29:54Mama tuh sering kayak gini, nggak sekali dua kali.
29:58Ma, kalau Mama bersikap seperti ini terus, jangan pernah salahkan Angga.
30:03Dia akan pergi dan nggak akan balik lagi.
30:09Maaf ya, Tante.
30:11Zara mau minta tolong sama Tante untuk kasih pemahaman ke Angga.
30:15Untuk stop.
30:16Oh, jangan mendekati keluarga saya lagi.
30:24Kamu memang nggak pernah bilang mau bawa Angga pergi.
30:28Tapi Tante, kenapa?
30:30Sekarang Angga hanya melihat orang tuanya sebagai pihak yang selalu nuntut dan seolah-olah nggak pernah kasih dia kebebasan.
30:36Ma, stop lah, Ma. Stop nyalain Zara, Ma.
30:39Udah, Ma.
30:40Ma.
30:44Gimana kalau saya ikut, Tante?
30:50Siapa tahu ginjal mau kotak untuk anak kubu.
30:58Ternyata Tuhan telah mengirimkan seorang malaikat untuk menyelamatkan anak kami.
31:04Dan kamu adalah malaikatnya, Zara.
31:07Kamu pasti baik-baik aja.
31:09Terima kasih.
31:19Ada apa, Pak?
31:22Ada apa, Pak?
31:39Kamu baik-baik aja, kan?
31:41Kamu sehat?
31:43Sehat.
31:43Ya Allah.
31:45Kamu senang banget, kamu pulang.
31:47Pak!
31:47Papa!
31:49Pak, Angga pulang.
31:54Akhirnya kamu pulang, Angga?
31:59Engga.
32:00Pak, kamu bawa Zara ke rumah, ya?
32:06Mama mau minta maaf sama Zara.
32:16Kali ini, Mama terus dari lubuk hati Mama yang paling dalam.
32:22Kali ini, Mama benar-benar merusti kalian, sayang.
32:28Mama janji...
32:30Mama gak akan menghalang-halangi kamu...
32:33...untuk berhubungan sama Zara.
32:42Nanti ya, Mama.
32:44Nanti aku bawa Zara ke sini.
32:46Tapi, aku harus ambil haknya Zara sekali lagi.
32:50Aku harus memperbaiki hubungan kami.
32:55Tapi...
32:57Tapi kamu...
32:58Kamu gak nyerah, kan?
33:01Memangnya kamu menyerah, enggak?
33:04Ya, jelas enggak lah, Pak.
33:06Nah.
33:08Aku gak akan pernah nyerah untuk Zara.
33:12Maafin Mama, ya.
33:15Ya.
33:41Ya?
33:44Enggak.
33:44Enggak.
33:47Enggak.
33:48Kamu ngapain di sini?
33:51Kamu...
33:53Kamu tahu dari mana tempat tinggalmu sekarang?
33:55Aku akan selalu temuin kamu, dimanapun kamu berada.
34:07Karena hati aku akan selalu membawa aku kemana pun kamu pergi.
34:12Siapa yang kasih tahu?
34:14Dari Mbak Sinta.
34:16Dan aku kesini mau ngomong sama kamu kalau aku gak akan pernah nyerah.
34:21Dan kamu tahu kan?
34:22Aku gak bisa hidup tanpa kamu, Zah.
34:25Dan aku akan memperjuangkan kamu.
34:28Memperjuangkan kita.
34:30Jadi please...
34:31Tolong kasih aku kesempatan ya.
34:34Mama kamu gimana ya?
34:37Mama kamu setuju sama hal ini?
34:39Aku udah ngomong sama Mama kok.
34:40Dan sekarang...
34:42Mama sepenuhnya mendukung kita.
34:49Kali ini Mama tulus dari lubuk hati Mama yang paling dalam.
34:55Kali ini Mama bener-bener maru stay kalian sayang.
34:59Tenang.
35:00Kutut tabung kamu.
35:01Ini bener ya?
35:05Ya...
35:06Ya sebenernya...
35:10Aku kangen sih sama kamu enggak.
35:13Aku juga lebih kangen tahu sama kamu.
35:14Tempat untuk dituju.
35:19Izinkanku jaya menemuimu.
35:25Tempat yang kabar mentah lagi kau miliki.
35:30Ini...
35:31Ini...
35:32Ini...
35:33Ini...
35:53Ini...
35:55Iya ya Bo.
35:56Ya pak.
35:57Kayak nggak tahu siapa anaknya.
36:00Pak Zahra itu nggak mau banget kita berdua ini banyak pikiran.
36:06Dia itu selalu memendam pikirannya sendiri.
36:10Nggak mau nyusahin kita kan pak?
36:13Ya Bismillah ya pak ya.
36:15Angga akan membuat dia bahagia dan ceria
36:21Gila ntar mau dilihat ini sama Ibu
36:23Mau masuk ke dalam deh?
36:27Boleh
36:27Yuk
36:34Bu
36:36Pak
36:41Bu, Pak
36:42Angga baru datang bersama
36:45Iya
36:45Pak, lihat
36:50Mau pergi kan?
36:53Pergi
36:54Bu, disini aja
36:57Kalau di rumah bikin kalian tidak nyaman untuk ngobrol
37:02Cari tempat yang nyaman berdua ngobrol kan enak
37:06Ke situ kan ada cafe yang enak
37:08Yang ada golfnya, ya kan?
37:11Yaudah, kalau gitu aku izin bawa Zahra pergi dulu ya
37:15Yaudah, diizinin
37:18Bentar ya, ambil tes dulu
37:21Yaudah
37:23Yaudah
37:24Hati-hati, ingat
37:26Jangan diapa-apain di hati Bapak
37:29Siapa?
37:33Assalamualaikum
37:33Waalaikumsalam
37:35Katiana
37:36Ya
37:37Eh, kabarin kalau udah mau bulan
37:39Iya
37:39Ya
37:41Tetap, jadi kasih waktu
37:43Loh, nanti yang bukain pintu siapa?
37:46Kalau kita di kamar, ah
37:50Mas, aku nggak akan ngebiarin kamu
37:53Muka ini kibu sama Bapak
37:54Mening kamu pergi sekarang
37:55Kalau kamu nggak pergi
37:58Aku bakal akorin kamu ke polisi
37:59Sama masalah kamu yang kemarin
38:08Papa cepet sembuh ya
38:12Iya sayang
38:15Kamu nggak usah khawatir ya
38:18Nanti, kalau Papa udah sembuh
38:20Kita bisa keramanya kakek sama nenek lagi
38:23Mereka punya rumah baru loh
38:26Dinda pengen tidur di sana
38:32Lihat Dinda, Mas
38:37Demi dia
38:38Kamu kan minta maaf sama ibu dan Bapak
38:49Kamu harus taubat, Mas
38:52Minta ampun sama ibu dan Bapak
38:55Atas semua kesalahan-kesalahan kamu yang kamu lakukan
39:05Kamu udah nyolong rumah saya
39:07Dan sekarang kamu sombong
39:09Siapa yang meletakkan batu pertama di sini?
39:12Istriku, perempuan yang melahirkan kamu
39:15Dia yang bangun rumah ini
39:17Dia yang membuat hidup kita jadi naman di sini
39:20Membesarkan kamu
39:23Bahkan mereka aja mau maafin aku
39:27Apalagi kamu anaknya
39:29Mereka pasti langsung maafin kamu, Mas
39:35Aku nggak mau kamu jadi katorik, Mas
39:42Lihat dia sekarang
39:44Hidupnya berkeliaran
39:46Dia nggak punya arah dan tujuan
39:51Tolong dong, Mas
39:52Please, Mas
39:52Please, aku tuh udah dikejar-kejar terus, Mas
39:54Sama pereman-pereman ya, Mas
39:55Aku nggak tenang
39:56Nih, kamu sekarang dalam bahaya
39:58Kamu dikejar-kejar sama pereman
39:59Terus kamu datang ke sini
40:00Itu sama aja kamu ngumpahin aku sama keluarga aku dalam bahaya juga
40:05Allah udah kasih kamu kesempatan kedua di hidup ini
40:11Nggak semua orang bisa ngedapetinnya, Mas
40:15Atau berarti ya
40:17Minta maaf sama ibu dan bapak
40:38Pelan-pelan, pelan-pelan
40:39Oh, ini mau dibawa kemana sih?
40:41Udah, tutup mata dulu
40:42Awas ya, sampai tempat aneh-aneh
40:45Enggak, udah duduk
40:46Duduk, pelan-pelan, duduk
40:48Duduk, pelan-pelan
40:49Duduk kemana?
40:49Iya, pelan-pelan
40:52Satu
40:53Dua
40:55Tiga
41:06Ini
41:07Eh, bentar, bentar
41:10Jangan bilang
41:11Iya, betul sekali
41:12Kita akan nonton film di sini
41:15Ya ampun
41:17Ya ampun
41:18Nggak kamu sampai repot-repot loh kayak gini
41:21Sudah, aku nggak apa-apa merepotkan diri aku sendiri demi kamu
41:25Iya, gombal
41:27Kayaknya gombal, Bu
41:29Kalo di dalam sama orang malu sih
41:31Nggak apa-apa
42:01Hehehe
42:02Halusnya aku yang berterima kasih sama kamu
42:13Nur
42:15Nur
42:15Iya, Mas
42:18Iya, Mas
42:19Ayo kita pergi sekarang
42:22Lagi kemana?
42:25Ketemu Bapak sama Ibu
42:28Aku mau minta maaf sama mereka
42:30Aku mau minta maaf sama mereka
42:37Kamu serius?
42:41Iya, aku serius
42:44Kamu lihat kondisi kaki aku sekarang?
42:46Iya, mungkin
42:48Mungkin
42:49Yang kamu bilang selama ini ada benernya
42:52Mungkin semuanya akan berubah
42:54Kalo aku udah minta maaf sama mereka
42:58Alhamdulillah
42:59Iya, ayo Mas
43:00Aku panggil Dinda ya
43:01Dinda
43:03Dinda
43:04Ma
43:05Sayang
43:05Kenapa Ma?
43:06Kita siap-siap ya
43:08Nanti kita pergi ke rumahnya kakek sama nenek
43:11Karena Papa
43:12Mau minta maaf sama kakek nenek
43:16Beneran, Pak
43:19Alhamdulillah
43:28Ayo cepetan
43:30Ayo sayang kita siap sama
43:41Buong
43:43Enapa
43:43Buong
44:03Bisa
44:06Nur
44:09Bisa
44:11Kakek, Rina
44:12Ya Allah
44:14Tutup kakek, sehat
44:20Cantiknya
44:24Nur
44:36Fir
44:37Enak-enak
44:38Ini
44:43Bu
44:49Tapi tak maaf ya Pak
44:52Fir jauh depannya salah selama ini
45:09Eh, eh Pak
45:12Aku sadar aku salah
45:13Aku banyak salah sama Bapak
45:16Tolong maafin aku
45:19Jadi aku minta sama Bapak
45:22Ayo Pak
45:25Ayo kita pulang
45:27Demi Dinda
45:32Maafin aku
45:33Aku minta ampun
45:34Aku sadar Bu
45:37Aku banyak dosa sama Ibu
45:38Aku salah selama ini
45:39Maafin aku udah jadi anak durhaka ya Bu
45:41Tapi sekarang aku udah sadar Bu
45:44Aku udah sadar Bu
46:01Anganmu masih menghantumi
46:05Di setiap langkah kau pilih jalan sendiri
46:14Meninggalkanku di dalam sepi
46:18Dan senia menyelimuti hati
46:25Kau hancurkan semua haram
46:31Tak pernah ku sangka kau bisa begitu kejam
46:38Sejauh apa kau lupa
46:42Hingga tawaran aku dalam doamu
46:51Kau melukai hati
46:54Dan hancurkan mimpi-mimpi
46:58Sisakan luka tak terobati
47:02Tapi ku tetap disini
47:06Terima kasih
Komentar