Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV Penyerangan air keras ke Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus tengah jadi sorotan publik.

Ia diserang di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima perintah langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi meminta masyarakat untuk mendoakan tim yang saat ini bekerja di lapangan agar bisa segera mengungkap kasus penyiraman tersebut.

Sementara itu Ketua Komisi III DPR Habiburokhman meminta kepolisian bergerak cepat mengusut kasus tersebut serta menangkap seluruh pihak yang terlibat.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Vila

Baca Juga Arus Mudik Lebaran, 21 Bus Diberangkatkan dari Terminal Kalideres Jakarta | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/657004/arus-mudik-lebaran-21-bus-diberangkatkan-dari-terminal-kalideres-jakarta-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/657017/aktivis-kontas-diserang-kapolri-menteri-ham-hingga-anies-baswedan-buka-suara-parasot
Transkrip
00:00Posko pengaduan, sehingga masyarakat yang mungkin mengetahui dan kemudian ingin menginformasikan, maka bisa memberikan laporan lagung.
00:15Tidak boleh membiarkan premanisme hidup di negara ini.
00:20Negara ini adalah negara yang damai, aman, tapi tidak boleh ada kekerasan terjadi kepada siapapun termasuk aktivis.
00:39Terima kasih telah menonton!
01:00Tidak boleh membiarkan premanisme hidup di negara ini.
01:03Negara ini adalah negara yang damai, aman, tapi tidak boleh ada kekerasan terjadi kepada siapapun termasuk aktivis dan civil society.
01:13Meminta kepolisian harus putus tuntas supaya sampai mendapatkan rasa keadilan bagi mereka dan keluarga korban.
01:22Saya sekali lagi minta kepolisian harus serius dan putus tuntas.
01:29Dengan perkembangan dari penyerapan aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden
01:42untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan, dan tentunya langkah-langkah yang kita lakukan
01:55dan tentunya tetap mengedepankan scientific crime investigasi.
01:59Saat ini kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi, dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu persatu.
02:14Kami juga akan membuat posku pengaduan sehingga masyarakat yang mungkin mengetahui dan kemudian ingin menginformasikan,
02:27maka bisa memberikan laporan langsung ke posku pengaduan, nanti akan kita bimbing.
02:34Yang jelas seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat, yang membantu kami, kita akan memberikan jaminan perlindungan.
02:48Saya kira itu.
02:49Untuk tahapan-tahapan selanjutnya, saat ini anak buah saya sudah siap minta untuk bekerja,
02:56dan nanti secara rutin, setelah ada perkembangan dari hasil pengumpulan informasi yang kita dapat,
03:08akan kita informasikan.
03:10Baik dari Buku Pengaduan, ataupun dari Humas Pori,
03:17yang tentunya kita minta untuk memberikan informasi,
03:24karena memang ini menjadi perhatian serius dari Bapak Presiden.
03:29Kalau libur kan menyesuaikan.
03:33Masih setelah-setelah, kalau libur, menyesuaikan tidak ada jangka-jangka.
03:38Berjalan, Pak.
03:4120, tanggal 20, eh, tanggal...
03:4618, 18, 18, 18, 18, 18, 18.
03:4925.
03:5018 sampai 25 disiadakan, ya, Pak?
03:54Iya.
03:55Pak Sama, izin itu nanya satu itu lain, Pak,
03:59soal kasus penyerangan air keras ke asli kolkras itu,
04:03abis nanganannya seperti apa, Pak?
04:05Identitas pelaku dari kendaraannya sudah teridentifikasi dari sini,
04:08jadi mungkin...
04:09Jadi, Pak Bapak, masih melakukan pendalaman.
04:14Apatasi masih bekerja.
04:15Bisa terakhir, doangnya saja bisa terungkap.
04:17Tidak, Pak.
04:18Oke?
04:18Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
04:21Tersenama Komisi 3 di PRRI,
04:23kami mengecam keras aksi penyeraman air keras
04:25pada aktivis kontras Andri Yunus.
04:28Kami sudah berkomunikasi dengan Kapoldami Terjaya
04:31dan meminta agar kepolisian bergerak cepat
04:33mengusut kasus ini dan menangkap para pelakunya,
04:37baik yang melakukan langsung
04:38ataupun yang memerintahkan untuk melakukan.
04:41Terhadap saudara Andri Yunus,
04:43juga harus dilakukan pengawalan maksimal
04:45agar beliau benar-benar aman dari ancaman kekerasan susulan.
04:49Kita tidak boleh mentolerir
04:52segala bentuk kekerasan kepada warga negara.
04:54Apapun bentuk perbedaan pendapat,
04:57harusnya tidak boleh direspon
04:58dengan kekerasan dan premanisme.
05:01Pasal 28G Undang-Undang Dasar 1945 secara jelas
05:05mengatur bahwa
05:06setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi
05:09setelah berhak atas rasa aman
05:11dan perlindungan dari ancaman ketakutan
05:13untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu
05:16yang merupakan hak asasi.
05:17Kami pastikan,
05:18Komisi 3 di PRRI akan terus mengawal kasus ini
05:21agar penyidikannya berjalan dengan cepat dan profesional.
05:25Kami minta negara menanggung penuh biaya pengobatan
05:29terbaik agar Andri Yunus bisa segera pulih kembali.
05:33Ada beberapa catatan ya.
05:35Pertama, keberanian Andri Yunus ini
05:40itu memberikan bukti bahwa
05:44masih banyak orang-orang yang memiliki
05:49keberanian untuk memikirkan negeri ini,
05:57memikirkan masa depan,
05:59lebih daripada memikirkan keselamatan dirinya.
06:03Andri ini termasuk orang-orang pertama
06:06dan juga aktivis-aktivis yang lain
06:08yang mendeteksi tanda-tanda kemunduran demokrasi.
06:13Lalu aktif menyuarakan usaha untuk
06:16mencegah kemunduran demokrasi.
06:19Andri dan teman-teman aktivis adalah bukti keberanian itu.
06:22Jadi, kita semua tentu marah.
06:29Kita semua tentu ingin ada segera langkah-langkah hukum
06:35untuk menangkap pelakunya.
06:39Tapi juga kemarahan itu tidak boleh membabi buta.
06:42Tapi juga jangan kemudian jadi takut karena peristiwa ini.
06:45Kemarahan ini harus disalurkan secara terstruktur,
06:51secara rapi,
06:53sehingga dia menjadi daya tekan
06:55untuk bisa ada penyelidikan sampai tuntas.
07:00Dan kita percayakan kepada aparat kepolisian
07:06untuk bisa mencari pelakunya,
07:10menemukan pelakunya.
07:11lalu sampai kepada pemberi perintahnya.
07:17Bukan hanya pada eksekutor di lapangan,
07:19tapi pemberi perintahnya.
07:21Dan ditegakkan keadilan yang seadil-adilnya.
07:26Dan saya rasa itu yang menjadi harapan,
07:29harapan saya dan kita semua.
07:31Andri kan termasuk dari anggota tim
07:33mencari fakta demo rusuk-anggolistus.
07:35Bapak Ibu, ada hubungan?
07:37Saya tidak mau berspekulasi soal itu.
07:41Tapi menurut saya,
07:44lakukan penyelidikan sampai tuntas.
07:46Tapi ini kira-kira ada hubungannya dengan
07:48kasus yang sedang dikawal?
07:50Saya tidak mau spekulasi.
07:51Karena ini kan bukan kriminal,
07:53kode biasa ya.
07:54Oh iya, jelas.
07:57Saya rasa Pak Novel bisa cerita.
08:00Ya, begini.
08:02Kalau kita perhatikannya,
08:04dari CCTV paling tidak,
08:06itu menggambarkan bahwa pelakunya itu
08:10bukan satu saja.
08:12Bukan satu motor.
08:13Maksudnya motor-satu motor kan berdua ya.
08:15Itu mereka berkelompok.
08:17Dan melakukannya seperti,
08:19apa namanya,
08:21sangat organisir.
08:22Sehingga saya juga menduga,
08:24sebelum melakukan tindakan,
08:26mereka pasti ada kayak briefing.
08:28Jadi,
08:29seterorganisir seperti itulah pelakunya ini.
08:32Yang kedua,
08:34pastinya kalau polanya seperti itu,
08:37untuk menyerang pastinya sudah mengikuti,
08:40mempelajari,
08:40dan banyak hal yang dilakukan.
08:42Ini yang menunjukkan bahwa pelakunya terorganisir.
08:45Sebelumnya saya pernah menyampaikan itu ke media juga.
08:48Dan tentunya saya mendesak
08:49agar proses pengungkapannya juga harus dilakukan segera.
08:52Dan siapapun yang melakukan,
08:54dari pihak manapun,
08:55itu harus dihukum dengan seberat-beratnya,
08:57dan diusut dengan tuntas.
08:59Pertanyaan sudah diprofiling sebelumnya,
09:02soal berapa lama?
09:02Iya, saya yakin pastinya.
09:04Tapi soal berapa lama tentunya nggak tahu.
09:06Minimal kalau tiga hari lewat.
09:07Lebih dari tiga hari sudah diprofiling,
09:09sudah diikuti, dibuntuti.
09:11Sehingga kemudian penyerangan itu dilakukan
09:13di tempat yang memang diperkirakan yang paling sepil.
09:18Terhubungan dengan pasukan yang sedang siandri kawan?
09:21Iya, semuanya kemungkinan itu ada.
09:24Tapi pada dasarnya penyelidikan atau penyelidikan itu
09:26harus dilakukan dengan tuntas
09:28apa adanya objektif.
09:29Dan disitulah nanti faktanya akan kelihatan.
09:31Pak Novel sudah lihat CCTV-nya atau belum?
09:33Sudah.
09:34Kalau Pak Novel lihat,
09:35menurut Pak Novel gambaran seperti apa?
09:36Apa itu?
09:37Kriminal biasa, murni, atau ada motivasi?
09:40Yang pasti ini bukan kejahatan spontan,
09:44atau istilahnya kriminal murni yang disampaikan tadi ya.
09:47Tapi sesuatu perbuatan yang dilakukan dengan motif.
09:50Motifnya apa?
09:51Itu nanti yang mestinya dibuktikan
09:52di proses penyelidikan dan penyelidikan.
09:54Dan tentunya kita ingin agar proses ini dilakukan dengan tuntas.
09:59Tadi Pak Anies juga sampaikan,
10:01kita berharap aktor intelektualnya pun harus dihukum berat.
10:05Dan kita tidak ingin kalau ini diproses dengan sekedarnya,
10:08maka akan terulang lagi cara-cara yang seperti ini.
10:11Dan ini sangat brutal dan biadab.
10:12Kira-kira polisi mampu nggak?
10:14Kalau lihat kasus Pak Novel kan,
10:16kalau saya ingat sama,
10:17tiga tahun berpengungkap ya?
10:18Kira-kira polisi mampu?
10:20Saya yakin mampu.
10:21Harusnya mampu.
10:22Dan oleh karena itu,
10:25dukungan dari semua pihak penting.
10:27Makanya saya katakan,
10:30bahkan dari Presiden pun harus memberikan perhatian soal ini.
10:33Kenapa?
10:34Karena kalau kita lihat,
10:35ini adalah orang yang memperjuangkan kepentingan umum.
10:39Kepentingan kemanusiaan.
10:40Tadi diantaranya demokrasi dan seterusnya.
10:43Kalau orang begini diserang,
10:45maka ya rugi kepentingan negara.
10:47Kalau kemudian orang-orang muda,
10:50anak-anak muda kemudian,
10:51nggak mau lagi karena takut diserang,
10:53atau seperti ini,
10:55maka kita nggak akan punya harapan ke depan.
10:57Tapi kalau kita mendorong orang
10:59untuk mau peduli dengan negaranya,
11:01nah ini suatu hal penting menurut saya.
11:03Sehingga setiap penyerangan itu
11:05harus dilihat sebagai persoalan yang sangat serius.
11:07Kira-kira nanti polisi berani untuk menggap dalangnya nggak ya Pak?
11:10Harus berani.
11:11Sekarang nggak ada kata-kata untuk dibilang nggak berani.
11:13Karena kejahatan yang separah ini,
11:16nggak ada istilah yang nggak berani.
11:17Dan siapapun yang berbuat,
11:19dia itu penjahat.
11:20Penjahat harus ditepatkan tempat yang semestinya.
11:22Dan kalau boleh saya teruskan dikit ya,
11:26sepertinya soal ini.
11:27Jadi,
11:30masih ada sebagian
11:32yang memandang kritik itu sebagai ancaman.
11:38Padahal kritik itu adalah pengawasan.
11:41Nah,
11:42orang-orang yang memandang kritik sebagai ancaman ini,
11:45itu kemudian muncul dalam peristiwa seperti ini.
11:48Karena Andri,
11:51vokal,
11:52lalu dia
11:54merasakan sekarang ini
11:57serangan,
11:58dan serhana sekali.
12:00Ini berarti masih ada unsur-unsur
12:02di negeri ini
12:04yang menganggap kritik itu sebagai ancaman.
12:07Karena itu ditiadakan.
12:09Bukan.
12:09Ini bukan ancaman yang harus ditiadakan.
12:11Itu sebabnya kenapa?
12:12negara,
12:13pemerintah
12:14harus melindungi
12:16supaya
12:17kehidupan demokrasi kita
12:18tidak mengalami kemunduran.
12:20Dan kita bersyukur,
12:22bangga masih banyak aktivis-aktivis
12:23seperti Andri.
12:24Itu optimisnya.
12:27Tapi di sisi lain,
12:28serangan seperti ini menunjukkan
12:29bahwa masih ada unsur dalam bangsa kita
12:31yang sanggup melakukan
12:33kekerasan yang
12:34biadab,
12:36yang brutal
12:36seperti yang dialami oleh Andri.
12:38Akibat apa?
12:39Akibat
12:39ada kritik.
12:41Nah ini berbahaya.
12:44Karena itu negara
12:45berkewajiban
12:46menuntaskan
12:47sampai selesai.
12:49Supaya peristiwa ini
12:51tidak berulang
12:52dan pelaku
12:54sampai
12:55pemberi perintahnya
12:57itu diungkap
12:59dan dihukum
13:01yang menjeratkan.
13:02Dengan begitu
13:03demokrasi kita
13:04akan terjaga.
13:06Kalau sampai ini
13:07tidak terbukti,
13:08tidak terungkap,
13:12maka
13:13muncul pertanyaan
13:16apakah
13:17ini
13:19ada negara
13:20di dalamnya
13:21atau tidak?
13:23Apa negara
13:24sengaja membiarkan?
13:25Karena
13:26secara
13:26proses investigasi
13:27seperti jelaskan Pak
13:28novel tadi
13:29sesuatu yang bisa
13:30diungkap
13:31dan harusnya cepat.
13:32tapi perkataan
13:34dari keterasan
13:35atau aktivis
13:36itu kan sering terjadi
13:37dengan kawan-kawan terakhir
13:37juga mengarah
13:39dan masih banyak
13:40yang belum terungkap juga ini
13:41akhirnya seperti apa?
13:42Kita berharap
13:43ini pemerintahan baru
13:44pemerintahan baru
13:45akan berbeda
13:46dengan yang sebelum-sebelumnya.
13:47Di pemerintahan baru ini
13:49kami percaya
13:50Pak Prabowo
13:51akan bisa memberikan perintah.
13:53Karena begitu
13:54diperintahkan
13:54dari paling tinggi
13:55pasti ke bawah
13:56bisa jalan.
13:57Harusnya terungkap?
13:58Harusnya terungkap.
13:59Begitu ada perintah
13:59pasti jalan.
14:06Tadi kami berjumpa
14:08dengan
14:08ibu dan ayahnya
14:10dan membesarkan hatinya
14:13tentu mereka
14:14dalam situasi
14:15yang
14:15terpukul
14:17atas
14:17peristiwa yang dialami
14:19oleh putranya.
14:21Ini kan dua bersaudara
14:22tadi adiknya
14:23dari situ juga
14:24dan
14:24kami sampaikan
14:26bahwa simpati
14:26dari masyarakat
14:27sangat luas
14:28itu juga yang mereka rasakan.
14:29mereka merasakan
14:31dukungan masyarakat
14:32perhatian masyarakat
14:34dan
14:34rekan-rekan kontras
14:36yang membuat
14:37orang tua
14:38Andri itu
14:40merasa nyaman
14:40berada di sini.
14:41Karena dukungan
14:42dari teman-teman kontras
14:43yang luar biasa
14:44jadi mereka sampaikan
14:45membuat mereka
14:46merasa
14:46di dalam situasi
14:49yang berat ini
14:50terasa diringankan.
14:53sadar memang.
14:54Cuma memang
14:55tidak bisa jumpa
14:56karena memang
14:56tidak bisa ketemu
14:57siapapun juga.
14:58Jadi keluarga pun
14:59saat ini
15:00sesudah operasi
15:00belum bisa ketemu.
15:02Belum boleh.
15:02Karena
15:04beliau pernah mengalamin
15:05sudah seperti ini
15:06tidak boleh ada
15:07interaksi apapun.
15:10Kalau sedang begini
15:11tidak boleh ada interaksi
15:12karena potensi infeksinya tinggi.
15:21itu pesan saja
15:24untuk dibacakan
15:26kepada Andri.
15:30Oke, cukup.
15:39Iya, kemudian dokter
15:40nanti yang bisa dijelaskan.
15:41Saya belum
15:41ada gambaran
15:42karena tadi baru ketemu
15:43orang tuanya saja.
15:44akan ada potensi
15:47untuk dibawa
15:47pengobatan
15:47di pengobatan
15:48mungkin gak sih?
15:48Saya belum tahu
15:49soal itu.
15:50Tentunya kita berharap
15:51diberikan pengobatan
15:52yang terbaik.
15:53Dimanapun
15:54yang terbaik.
15:59Kecepatan informasi
16:01dan akurasi data
16:02adalah komitmen kami.
16:04Satu langkah
16:05lebih dekat,
16:06satu langkah
16:07lebih terpercaya.
16:08Saksikan
16:09Sapa Indonesia Malam
16:10di Kompas TV
16:12Channel 11
16:13di televisi Anda.
16:14Sampai jumpa di video
Komentar

Dianjurkan