- 8 menit yang lalu
Drama serial tv Terbaru tahun 2026
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:10Terima kasih.
00:30Terima kasih banyak ya, Bang.
00:31Sudah mengingatkan kita semua.
00:33Alhamdulillah.
00:34Kalau semua orang masih takut sama Allah,
00:36berarti tidak ada kejahatan lagi.
00:37Pinter banget kamu, Ajijah.
00:39Mau silah, aku tengoknya.
00:40Mak, bantu lah, Mak.
00:42Lamarkanlah aja, Mak.
00:43Kau kuliah saja tidak lulus.
00:45Yang kepikirnya cinta itu bisa menghidupi anak orang.
00:49Yang terpenting, mantu ayah itu yang takut sama Allah.
00:52Kalau sama Allah saja dia berani melanggar,
00:55apalagi janyi sama Ajijah.
00:57Iya.
00:58Ih, decek kali jalannya ini.
01:00Sati-hati, loncat aja.
01:01Loncat aja.
01:03Aduh.
01:08Kok kalau jalan pakai mata lah, teo-teo anak apa?
01:11Ya kalian aja jangan pakai mata.
01:13Ngapain kalian meser-meseran di jalan kayak gini,
01:15kayak yang gak ada tempat lain.
01:15Ih, sekua-suka kami lah.
01:17Orang kami suami istri, diam.
01:19Kau pula heboh.
01:20Serah lah, Mak, suka hati kalian.
01:22Bang, kenapa kawan-kau ini?
01:23Enggak, seterusnya dia mikirin mau ngelamar Ajijah.
01:27Ih, aku tahu loh.
01:29Eh, Mi, ya bagus lah kalau Oki ngelamar Ajijah.
01:33Mi, bagus dari mananya.
01:35Tengoklah bentuannya.
01:38Maksudmu?
01:39Bang, kau tengoklah bentuan kawanmu.
01:42Terus kau ingat-ingat lagi si Ajijah kayak mana?
01:44Udah cantik, soleha, mau bercanik pula sama dia.
01:53Ajijah.
01:55Ajijah.
02:00Ajijah.
02:01Ajijah, Ajijah.
02:02Tau sadari enggak?
02:06Kenapa kau beka, Pak?
02:08Maria!
02:09Iya kau.
02:11Aku cokel biji patahmu nanti ya.
02:12Lu!
02:14Seterusnya kuda ini.
02:16Suri, suri, suri, suri.
02:17Ih lah, si lah.
02:18Ngarep kali dia majijah ya, Fi.
02:21Eh, ada bercanik lagi, Fi.
02:22Poncat aja ya.
02:23Oh, si, hati, hati, hati, hati.
02:24Oh, satu.
02:25Satu.
02:27Dua.
02:29Amin, dah apa-apa?
02:30Tak.
02:32Diriwayatkan oleh imam muslim, barang siapa mendekatiku satu jengkau, maka Allah akan mendekatinya satu hasta.
02:45Barang siapa mendekatiku dengan satu hasta, maka Allah akan mendekatinya satu depak.
02:51Dan barang siapa mendekatiku dengan berjalan, maka Allah akan mendekati kita dengan berlari.
02:58Jadi paham ya?
02:59Paham.
03:01Dari kesimpulannya, bukan Allah yang meninggalkan kita.
03:06Ya, tapi manusia yang jauh dari Allah.
03:09Kalau kita berlari, Allah atur, bang.
03:12Nah, ini pokoknya Allah lebih cepat, lebih dekat dengan kita.
03:16Bang, peling, peling, enggak?
03:18Enggak.
03:19Dan ngerti omongan lu.
03:24Mak, betul nggak itu?
03:26Si Oki.
03:29Mau ngelamar si Ajija yang cantik, jelita, dan soleha itu, ya?
03:33Kenapa rupanya kok betul?
03:35Si Oki laki-laki, si Ajija perempuan.
03:38Apa yang salah di situ?
03:42Oh.
03:43Udah, Bi?
03:43Shh, shh, shh.
03:44Bibi, tenanglah, Bibi.
03:46Nggak ada rupanya cermin rumah mak tua, ya?
03:48Maksud kau apa, Maria?
03:51Maksudku, bagaikan pungguk merindukan bulan mak tua.
03:57Maksudku, ya?
03:57Si Oki.
03:59Aja.
04:02Kok merah aja, mak tua?
04:03Belum selesai aku ngomong, mak tua.
04:06Udah lama, nih.
04:08Ih, pipi.
04:10Seru pun aku.
04:11Wes, ini jadi berapa ini?
04:13Cabai 20 ribu.
04:14Iya.
04:14Tapi 100 ribu, 100 ribu.
04:16Iya.
04:17Ini, ini.
04:17Jadi.
04:1950 ribu.
04:20Oke.
04:20Ya, ambil aja kalau ada kembaliannya.
04:24Terima kasih, Ma.
04:25Iya.
04:25Tapi ini, pas-pas nggak ada kembaliannya.
04:28Loh.
04:29Kan aku bilang, kalau ada.
04:31Iya.
04:32Iya kan?
04:32Aku udah bohong loh tadi.
04:34Iya kan?
04:36Iya, iya, iya.
04:37Makal ya keluar ini.
04:38Iya, ada-ada aja loh.
04:39Kayaknya, kik, usaha aku hanya kurang keras.
04:41Bilang sama mamamu, kalau si Ajija itu bentuk-bentuk cinta matimu.
04:46Bingung aku, kayak manalah caranya ngeyakinin mama, biar bisa ngelamar Ajija.
04:53Gue denger lo.
04:54Mau ngelamar Aziz, Zaki, ngaca lo di triplek.
04:58Mau apa sih sebenarnya Bang Jali ini?
05:00Sabar, sabar, sabar.
05:01Pakai kepala dingin kalau ngapain dia.
05:04Palenya emang udah dingin, lo gak liat.
05:06Rambutnya aja lo ongsor.
05:08Begini nih, biar lo tau.
05:09Orang kalau miskin, orang susah, dompetnya dalam merecian, emosinya emang tinggi.
05:15Sumbung kali lah musuhnya Nabi ini.
05:18Is Tuhan.
05:20Lo liat tuh anak gue, si Malik.
05:23Orangnya cool, ganteng, kulitnya putih.
05:25Kuliahnya aja di Sorbonne Ferris.
05:29Gak kayak lo.
05:31Kuliah lo di kampus Ruko.
05:33Dia dosen lo namanya Cibaduyut.
05:39Kau, kau pulang ke siapa di sini.
05:41Kau pulang yang marah.
05:42Mesti kalah kok.
05:42Eh, eh, eh, orang kaya yang dilawan.
05:46Eh, gue cabut dulu.
05:49Bentar dulu ya.
05:51Cibaduyut.
05:52Dosen gue sepatu.
05:53Sama ya kok kayak Pak Jahal.
06:02Eh, Mama Oki.
06:04Mau kemana?
06:05Mau ke tempat Ajijako.
06:06Mau kerempat?
06:07Enggak.
06:07Aku mau menyampaikan misi rahasia.
06:11Misi apa tuh?
06:12Bisikin dong.
06:13Ya, kalau rahasia.
06:14Gak perlu dibisik-bisikin.
06:15Masa aku berkor-kor untuk rahasia.
06:17Ini menyangkut masa depan dinasti keluarga.
06:20Halah, gaya.
06:22Rahasia apaan?
06:23Satu kecamatan juga udah tahu kali.
06:25Mama mau jodohin Bang Oki kan?
06:26Sama Kak Azizah.
06:28Biar dapat mantu spek beda dari salon.
06:30Kok tahu kau, Cantika?
06:33Udah sampai kemana-mana ini beritanya ya?
06:35Iya, Mak.
06:35Udah jadi trending topic.
06:37Tapi kayaknya Kak Azizah emang agak-agak suka sih sama Bang Oki.
06:41Betul kan, firasat Mama.
06:44Eh, Cantika.
06:45Kira-kira si Ajijako itu cocok gak bersanding sama si Oki?
06:49Ya, cocok-cocok aja sih, Mak.
06:52Kayak tutup panci sama tutup kerupuk.
06:53Kan bisa bersatu tuh.
06:55Betul kok, Cantika.
06:57Ini semua demi memperbaiki keturunan.
06:59Kau kan temennya Ajijah.
07:00Jadi percayalah aku sama omongan ini.
07:03Pigi dulu aku ya.
07:05Dutup, Mak.
07:06Iya.
07:22Hai, Ajijah.
07:24Assalamualaikum.
07:26Waalaikumsalam.
07:27Kamu, Ajijah.
07:28Kamu cantik banget.
07:30Kamu berubah banget.
07:31Kayak lebih beautiful.
07:33Hafizong.
07:34Pokoknya ten out of ten.
07:36Apaan sih?
07:37Kayaknya sama aja deh.
07:38Lagian kamu jauh-jauh ke Paris masih gombal aja.
07:41Ya, gitu deh.
07:45Mantasan saja si Yoke anakku yang tergila-gila sama si Ajijah.
07:51Cantik.
07:52Soleha.
07:53Mapan pula.
07:54Mami, kamu masih nganggep sama.
07:56Ya, Mami sih masih nganggep aku kayak bocah, Zah.
08:00Tapi nih, aku mau ngebuktiin ke Mami kalau aku udah bukan bocah.
08:03Dengan cara mengenalin kamu ke Mami.
08:05Kan udah kenal.
08:07Kita kan semua kenal dari kecil.
08:09Dengan cara yang lebih serius.
08:12Apaan sih?
08:19Mamak tua tahu itu siapa, kan?
08:22Kenal anakmu.
08:24Ya kan?
08:25Tapi sorry dulu.
08:26Kenapa?
08:26Kok gak mirip kalian ya?
08:28Jauh kali.
08:30Mamak tua, orang kaya tuh biasa.
08:33Bapaknya gak cakep tapi anaknya ganteng kulitnya putih.
08:36Karena makanan bergizi dan buah-buahan.
08:39Itu, malik itu, ya.
08:42Kuliahnya aja di Sorbon, Feris.
08:46Tahu Feris?
08:47Aris, kalau gak tahu.
08:48Lihat.
08:49Gak kayak anak lu si Oki.
08:51Sekolahnya aja di pinggir kali.
08:52Sekolahannya dari triplek.
08:55Terus kau meninggi?
08:56Kelangit sana kau terus?
08:58Ih, kalau gue mau pantas tinggi.
09:00Gue kaya, duit gue banyak.
09:01Lu sombong gak pantas.
09:03Apa yang lu mau sombongin?
09:05Anak lu si Oki modelnya kayak botol dukun.
09:08Cocoknya muncung kau itu kusumpet pakai batu.
09:10Biar diam.
09:11Sebentar, mak tua.
09:12Udah begitu naksir lagi sama Aziza.
09:14Kalau anak lu kawin sama Aziza,
09:17itu cucu lu jambu kancing kecil dan asem.
09:20Makin stres aku kalau ngomong sama kau.
09:23Demis gorden.
09:25Kayak ayam biang, loh.
09:28Galak bener.
09:29Arang miskin.
09:34Mama si Oki.
09:36Alu kali deh ya, anaknya aja.
09:39Dompetnya isinya cuma KTP.
09:41Berani pulang lah,
09:43si Ajijian cantik itu.
09:44Padahal beda alam loh orang itu.
09:46Nih, udahlah istighfar loh nih.
09:48Jodoh itu rahasia Gusti Allah.
09:51Ya, anggap aja liat kita.
09:53Pipi yang seorang tukang galon,
09:55sedapetin Mimi.
09:57Ajaib kan?
09:58Apa maksudmu sama-sama yang pernikahan kita
10:00sama kejadian orang itu?
10:02Orang itu tragedi, tau.
10:04Kajaiban-kajaiban musibah ya?
10:07Wah, parah lu yuk.
10:09Masa pernikahan lu berdua
10:10sama-sama yang musibah?
10:13Parah itu, gak bisa begitu.
10:15Gimana sih, Man?
10:17Ya, bukannya begitu loh, Mi.
10:20Ya, tapi kan Mi,
10:21gimana-mana keajaiban itu
10:24selalu datang pada orang susah,
10:26orang miskin.
10:27Eh, orang sabar maksudnya.
10:30Ajaiban terus yang kau bahas.
10:32Oh, aku tahu.
10:33Kau belai keluarga hal itu
10:35karena kau solidaritas
10:37jadi beban istri, kayak gitu, iya?
10:39Ya Allah, Mi.
10:40Pipi ini kerja keras
10:42membanting tulang.
10:43Tulang yang mana?
10:44Tulang rawan, iya?
10:45Ih, kau masak itu sendiri.
10:47Mau aku masak.
10:55Sisi!
10:57Sisi!
10:58Ya, Mak.
10:59Sisi kau!
11:01Kenapa lagi malak?
11:03Malak kali aku sama musuhnya nabi itu.
11:05Terus diceritainya si Oki, dihina-hinanya.
11:10Pak Jahal.
11:10Iyalah, siapa lagi?
11:12Si kumis gorteng itu?
11:16Dikiranya kurasa si Ajijah itu suka sama anaknya.
11:20Padahal kan belum tentu.
11:22Ya kan namanya jodoh di tangan Tuhan, Mak.
11:25Ya.
11:25Siapa tahu Bang Oki berjodoh sama Ajijah?
11:28Kan kita nggak ada yang tahu.
11:30Bentar kali kau ya.
11:32Tapi jodoh itu harus dicari, kayak rejeki.
11:35Kalau nggak dicari, nggak ketemu itu.
11:38Ya makanya, Mak.
11:39Bang Oki itu kan lagi berusaha itu.
11:42Lagi Anton, umurnya udah cocok lah untuk nikah.
11:45Mama nggak mau rupanya punya cucu?
11:47Mau lah.
11:47Kok sih mau punya ponakan ya?
11:50Tapi menurutmu sama siapa dia yang cocok menikah?
11:53Sama kambing?
11:55Sama Azizah lah.
11:57Tuhan dong pula.
12:00Tapi Mak, kalau nggak buru-buru dilamar,
12:02diambil orang nanti Ajijah.
12:03Mak, bantulah Mak.
12:04Lamarkanlah Ajijah, Mak.
12:06Begini nih, Lok.
12:06Biar lo tahu.
12:07Orang kalau miskin, orang susah,
12:10dompetnya dalam mericihan.
12:12Emosinya emang tinggi.
12:13Kalau anak lo kawin sama Azizah,
12:15itu cucu lo jambu kancing kecil dan asem.
12:18Nggak ada rupanya cermin dari Mama Tua ya?
12:21Maksud kau apa, Maria?
12:22Maksudku, bagaikan pungguk merindukan bulan, Mak Tua.
12:29Mama kenapa sedih kayak gitu?
12:32Mikirin Bang Oki lagi?
12:33Selain si Oki, siapa lagi yang kupikirkan sih?
12:37Kau kan tahu,
12:38kita merantau ke sini kan karena abangmu.
12:42Tapi kasian juga lah Bang Oki, Mak.
12:45Jangan pula Mama sampai benci sama dia, loh.
12:48Siapa yang benci sama dia?
12:50Sayang kali aku sama abangmu itu, Sih.
12:53Karena ya, Mak.
12:54Kalau menurut Sisi,
12:56Bang Oki itu salah pergaulan ajanya itu.
12:58Mama tahu nggak?
13:00Kalau kita berkawan sama tukang minyak wangi,
13:03wangi kita.
13:04Tapi kalau kita berkawan sama tukang ikan,
13:06bawa amis kita.
13:08Kayak gitu juga itu Bang Oki rasaku.
13:10Kawannya pun taknya mana-mana.
13:13Salah pergaulan, Nadia.
13:15Lama-lama kau kayak pencerama yang di sosmed itu ya, Sih.
13:19Makanya aku bilang, Mak.
13:21Kalau Kak Azizah sama Bang Oki,
13:24siapa tahu Bang Oki bisa berubah?
13:26Dia jadi alim,
13:28kerjanya bagus,
13:30bisa dia buat banget bangga.
13:32Secara pendampingnya pun keren.
13:34Mantap.
13:45Andai dunia tanpa Tuhan,
13:50hidup bebas tanpa aturan.
13:54Hidup tanpa pegangan,
13:58lebih mentingin kekuasaan.
14:02Tanpa Tuhan, siapa yang ngawasin?
14:05Sibuk urus dunia,
14:07ibadahnya ditinggalin.
14:10Mau nak kau bebas,
14:11tapi hati nggak yakin.
14:14Akhirnya sadar hidup,
14:16butuh yang ingatin.
14:22Astagfirullahaladzim,
14:23walau ceritanya dunia tanpa Tuhan,
14:27nyatanya mulut masih spontan,
14:32hati masih nyari pegangan.
14:35Tanpa Tuhan,
14:37siapa yang ngawasin?
14:39Sibuk urus dunia,
14:41ibadahnya ditinggalin.
14:43Mau nak kau bebas,
14:45tapi hati nggak yakin.
14:47Akhirnya sadar hidup,
14:49butuh yang ingatin.
15:17Eh, Mama.
15:18Mama mau ketemu Ajija.
15:20Oh, yaudah.
15:21Aku panggilnya.
15:22Masuk, Mama sekalian.
15:23Nggak, nggak.
15:23Aku di luar aja dan duduk di sini.
15:25Semoga, Mama.
15:26Terima kasih, ya, Dek.
15:34Assalamualaikum.
15:36Waalaikumsalam.
15:41Ada apa, Mama?
15:42Kok nggak masuk ke dalam?
15:44Kita ngobrol di sini aja, Jijah.
15:47Nggak enak didengar orang-orang nanti di dalam, ya kan?
15:50Oke.
15:51Jijah,
15:52kau tahukah anak-anak Mama si Oki
15:54yang nyari sarjana itu?
15:57Iya.
16:01Ini harga diri lu di duinjek-injek depan umum.
16:05Harusnya lu marah.
16:07Marah.
16:08Ayo.
16:11Benar, Yoh.
16:12Benar, Mat.
16:13Ini udah bisa ini, Mat.
16:14Emosi.
16:15Maria!
16:15Iya.
16:16Hmm.
16:17Cakep.
16:18Aku?
16:22Aku?
16:23Aku?
16:24Aku, aku, aku apa?
16:24Hah?
16:25Apa?
16:26Aku apa?
16:27Mama yang jelas.
16:28Talak.
16:28Gas.
16:29Ayo.
16:30Aku talak tiga.
16:32Aku sayang sepenuhnya Lidi sama Mimi.
16:35Kamu jangan marah-marah gitu.
16:37Nanti cantiknya hilang.
16:40Mimi.
16:41Mimi.
16:42Tunggu lho, Mimi.
16:43Mimi, maafin Pipi.
16:44Maafin Pipi.
16:45Ya, maafin Pipi.
16:46Yang kadang suka kepeleset lidahnya lho, Mimi.
16:49Masa iya.
16:50Pipi disuruh masak sendiri.
16:51Tahu sendiri kan Pipi gak bisa masang lho, Mimi.
16:54Alah, kepeleset tuh, Obi.
16:56Harusnya itu sebagai suami harus jadi pelindung istri.
17:01Bukannya malah netral.
17:02Kalau orang lagi ngomongin orang, belain lah istrinya.
17:05Yoh.
17:07Harusnya suami itu diatasnya istri.
17:12Istri harus ngedengerin apa kata suami.
17:14Karena elu tuh imamnya, Yoh.
17:17Makanya sekarang elu marah, emosi, dan talak dia.
17:23Yoh.
17:25Ayy dapet duit dari Mani ya.
17:27Buat beli baju sekolahnya Rara.
17:31Gimana nih, jawab apaan ya ini?
17:34Berhenti, lo Zim.
17:37Bang, bang.
17:38Ngapain lagi kemari?
17:41Gua keingetan si Rara.
17:44Kapan lagi sekolah anaknya.
17:48Ngomong-ngomong soal sekolah nih.
17:50Ayah juga lagi bingung.
17:52Tadi si Rara nge-chat ayah.
17:55Bilang katanya hari ini, sore ini dia kudu bayar duit buat seragamnya.
17:59Tapi ayah kan belum punya duit.
18:04Men, hari ini abang kasih ya.
18:06Tungguin aja, sabar.
18:08Yuk.
18:12Men pergi aja.
18:14Semoga bener deh.
18:19Action.
18:20Eh!
18:21Bisa diam gak cokor kau bang?
18:22Kau tengok, kau tengok, tengok deh.
18:24Gara-gara mulutnya kayak gitu nasibnya.
18:26Cuma bisa nengok-ngok janda doang lewat-lewat.
18:28Bener, bener, Mi.
18:29Diam, Sampi Armat.
18:30Diam!
18:31Aduh, aku marah sama gua.
18:33Dengar ya, Pi.
18:34Suami istri itu satu.
18:36Suami itu harus belain istri.
18:38Kalau istrinya dihina orang, jangan diam aja.
18:40Jangan pengak-pengok.
18:42Dibelain.
18:42Kok perlu orang yang hina-hina istri kau tuh kok gigit dia?
18:45Lah?
18:45Hah?
18:46Ya, aku barusan kena belain Mimi.
18:48Ya, toh?
18:49Aku janji, Mi, mulai sekarang.
18:51PP itu akan belain Mimi terus apapun yang diucap sama Mimi.
18:55Yuk, ngertiin lah, Mi.
18:56Ini kan masih training.
18:58Belum berpengalaman jadi suami.
19:01Lemah!
19:03Ini harusnya komedi.
19:05Bukan drama Turki.
19:07Ah!
19:09Ah!
19:10Tengok.
19:11Itulah.
19:11Kayak gitu nasibnya.
19:13Hah?
19:14Kok kok sikit-sikit otakmu?
19:15Udah, Pak, ayo ikuti aku.
19:17Udah, ya, pelu-pelu.
19:17Si, Mamat mau ke Turki.
19:20Mak!
19:22Oh, Mak!
19:24Mamat keluar dia tadi.
19:26Kesalan aja, katanya.
19:27Ngapain dia?
19:28Gimana aku tahu?
19:29Ada bisnis katanya.
19:30Ini siapa nih sama Ajija?
19:31Penasaran gak lah aku sama Mama inilah.
19:33Ada aja tingkah.
19:36Apa itu?
19:36Ngapain kau?
19:37Ada ide, Bang.
19:40Ngomong kalau udah gitu.
19:41Oh, iya.
19:42Ini pasti Mamatmu lagi ngerayu si Ajija nih, biar Mamat sama kau.
19:47Ada aja Mamatmu.
19:48Bikin penasaran aja dia.
19:50Eh, mau kemana kok, Bang?
19:56Apa?
19:56Ajija.
19:57Hah?
19:57Ajija?
19:59Apa ini hari gelak-gelaknya ini?
20:01Ajija.
20:05Eh, kenapa itu Bangok?
20:07Ajija.
20:07Ajija.
20:08Ah, dia ini.
20:09Kumat dia ini.
20:10Kumat dia ini, kumat.
20:14Sadar kau adikmu ini sisi-sisi.
20:16Tak apa-apa ini aku tengok.
20:17Hah?
20:19Hah?
20:20Sakit kok, Ki.
20:21Kau kenapa, Bang?
20:22Enggak.
20:23Mau dia kadang datang tiba-tiba.
20:25Dada, asing-asing kok, Bang.
20:29Loh.
20:30Dayo.
20:31Mana kita?
20:32Dayo ikut kok.
20:35Bagus juga motor kok, ya.
20:36Ini lah sisi-sisi dari jahal, Pak.
20:39Tak jahal.
20:40Iya.
20:43Kau jaga rumah, Dek.
20:45Iya.
20:51Teringatnya motor baru, Pak.
20:53Aku lah.
20:53Eh, Pak.
20:54Eh, Pak.
20:56Eh, Pak.
20:56Eh, Pak.
20:56Eh, eh.
20:58Aduh.
20:59Jangan ngalingin jalanan gua dong, lo.
21:02Ini kan jalanan aku minggir lah, Pak.
21:04Lo bagaimana orang miskin emang emosinya gede.
21:07Kan gua duluan.
21:08Palaknya masuk.
21:09Udah, udah, udah.
21:10Nggak usah kok lawan ini nih.
21:11Turunan Pir Aun ya, Deni.
21:12Udah kita ke Salon Ajija aja.
21:13Udah.
21:14Oh, selamat.
21:15Gua denger-denger lo demen Mak Aziza Ki.
21:17Nggak pantes.
21:18Ngaca lo di danau.
21:20Aziza pantesnya sama anak gua tuh si Malik.
21:23Gapan?
21:23Gapas.
21:24Udah, mas.
21:25Oh, selamat.
21:26Pak Jahalah.
21:27Ah, lo yang minggir motor lo kan murahan.
21:29Ya, udah, udah.
21:30Kita yang kalah.
21:31Udah, udah, udah.
21:34Udah, udah.
21:35Udah, udah.
21:37Udah, udah.
21:37Udah, udah.
21:40Udah.
21:40Udah.
21:41Udah tau kan Pak Jahal yang sombong itu.
21:44Tau, Mak.
21:45Dia kan punya anak si Malik.
21:47Udah.
21:48Udah.
21:49Orangnya yang sombong.
21:50Kaya sih.
21:51Tapi, suka kali mengina-ina orang.
21:56Hati-hatiku sama dia.
21:58Emang kenapa, Mak?
22:00Anaknya Pak Jahal?
22:02Ingat pepatah mengatakan.
22:04Like father, like son.
22:07Udah.
22:08Udah.
22:09Udah.
22:10Udah.
22:11Udah.
22:12Udah.
22:13Udah.
22:15Udah.
22:20Udah.
22:21Hati-hati.
22:21Tersetih ya, dia.
22:22Sama kayak almarhum bapaknya
22:24Oh.
22:27Udah.
22:27Iya, Mak.
22:29Imam mau potong rambut kapan?
22:31Bisa tunggu nggak?
22:33MJake.
22:33Ngisibu an kau.
22:34Orang lagi bicara.
22:35Imam belum sadarnya sama.
22:36Imam belum telahnya.
22:37Di dalam banyak pilihan sih.
22:38Imam bisa pilih-pilih.
22:39Nanti kalau sedang juga pilih,
22:41Nanti kalau nanti Maf pick up.
22:42Nanti kawa aku Rambut.
22:44Én, bilang oke aku ya.
22:47Ya udah.
22:50Kau pikirkanlah yang mama bilang itu, kan jelas beda kan?
22:55Iya lah, kayak gitu kelakuannya, laku aja ngeri.
22:59Iya, Mak.
23:00Jangan nyai aja.
23:02Iya.
23:10Mak!
23:11Eh, ngalingin lagi lagi nih, ceng gondok.
23:16Assalamualaikum, Pak Jahal.
23:17Waalaikumsalam.
23:18Sehariannya seneng banget, Pak Jahal.
23:21Seneng dari mana orang Pak Jahal buru-buru?
23:23Makanya seneng sering amal.
23:26Enggak usah lu ajarin, Pak Jahal udah sering beramal.
23:29Sama acan belum.
23:30Udah udah dikasih nih.
23:32Nih, kasih tuh.
23:34Bagus.
23:35Thank you, Pak Jahal.
23:37Ya, sama-sama deh.
23:38Lain kali kalau amal sama anak yatim.
23:43Assalamualaikum.
23:43Salam.
23:44Salam.
23:45Bang Jahal jangan lupa cukur kumisnya.
23:49Cukur kumis?
23:51Bibir gue kayak bajai dong.
23:53Eh, bisa aja.
23:55Perasaan dia bukan anak yatim.
23:58Ah, ketipu lagi gue.
24:01Aduh.
24:03Dia lepas berapa nih, Bang?
24:05Kalau lo kasih cash, itu 3 juta.
24:07Kalau lo kredit, ya paling gope kali sebulan.
24:11Tapi jatuhnya lebih mahal, Wid.
24:12Eh, buset deh, Bang.
24:14Wid, udah kayak ngomong sama sales motor aja.
24:17Udah, gini aja.
24:17Sekarang abang lepas berapa?
24:203 juta, Wid.
24:221 juta.
24:23Kontan.
24:25Tambahin deh, Wid.
24:28Ya udah, kalau abang kagak mau.
24:30Wid kagak jadi beli.
24:31Eh, jangan, Wid.
24:32Wih disini mana dah.
24:33Gak apa-apa.
24:34Deal ya?
24:35Deal.
24:36Asyik.
24:37Wid pake motor baru.
24:39Wid mau jalan-jalan, Bang.
24:39Iya.
24:40Nah, ini, Bang.
24:42Udah, gak usah dihitung, Bang.
24:44Nah.
24:45Udah pas, Bang.
24:47Makasih, ye.
24:48Makasih, Wid.
24:48Iya, sama-sama.
24:56Pak.
25:07Ini.
25:10Kalau gue perhati-perhatiin.
25:13Tambah hari itu.
25:15Mungkin lo tambah bercahaya aja.
25:17Pak Jahal ngapain lagi sih, Pak Jahal?
25:19Dimari.
25:20Kagak puas.
25:21Udah bikin hati ayah sakit.
25:23Oh, yang urusan si Lolok ya?
25:25Sebetulnya itu si Lolok aja yang kegeerang.
25:28Padahal si Lolok usul datang ke lo buat ngelamarin lo buat gue.
25:33Pak Jahal, Pak Jahal.
25:34Kagak kapok-kapok ya.
25:36Perasaan kemarin lo disumpah pocong.
25:38Pasti berani aja ngegodain-godain ayah.
25:40Jangan kata sumpah pocong.
25:42Sumpah gendroo aja gue masih berani.
25:50Sumpah.
25:51Waduh.
25:52Sampai.
25:54Halo, Mami.
25:56Iya, Mami.
25:58Ini lagi ngobrolin tanes petak nih.
26:01Iya, Mami. Iya, Mami.
26:03Nih, Papi otw pulang nih.
26:05Iya, Mami. Iya, Mami.
26:10Eh, pulang.
26:12Pulang deh.
26:14Salam buat mpok rogaye.
26:22Ada aja.
26:23So-soan lagu-laguannya sumpah gendroo.
26:27Ditelepon sama bininya mengkret.
26:30Min.
26:31Eh, Bang. Udah dapet duitnya?
26:34Ya.
26:42Halo, Kak Geni.
26:50Wumpung sih Lolo masih di salon.
26:54Dikasih banget.
26:56Koncinya masih ada di situ.
27:07Itu.
27:08Ya.
27:09Lo kagak usah perlu tau itu duit dari mana.
27:11Pokoknya itu duit buat beli seragami serara.
27:14Atau buat pegangan lo.
27:16Mudah-mudahan cukup dah.
27:25Bang, Kak.
27:31Sebenernya Aie masih sayang sama lo, Bang.
27:35Tapi Pan, Abang udah tak lakiin Aie.
27:41Mantap.
27:43Mantap apa-apa, Nye?
27:44Motor lo tuh merah bener kayak bibir janda baru.
27:47Eh.
27:48Ngomongin janda.
27:49Ada anak kecil itu, Combro.
27:50Tau.
27:51Sensor.
27:53Cepet gede, Pli.
27:54Wede.
27:56Motor baru nih, Wit.
27:58Iya, Bang.
27:59Ini beli second.
28:00Baru banget diambil tadi pagi.
28:01Belinya sama Bang Abdul.
28:03Yah.
28:04Lo hati-hati kalo beli barang sama dia, Wit.
28:06Dia kan maling.
28:07Takutnya ini barang curian.
28:09Nah, lo nye gak tau apa-apa.
28:12Kalo dikasusin, lo kena.
28:15Woy.
28:15Di cerita penadah.
28:16Woy, woy.
28:17Mengelamat.
28:18Selujun aja lo sama Rezeki Janda.
28:20Suratnya aman gak kok?
28:21Surat-suratnya ada kok.
28:23BPKB, STNK, fakturnya juga ada.
28:26Ya cuman memang dikasihnya tahun besok.
28:29Yah.
28:30Hah, kenapa sih?
28:31Akal-akalannya si Bang Abdul itu mah.
28:34Hmm.
28:34Eh, tapi boleh cobain gak Wit?
28:37Boleh, tapi disewa ya.
28:39Wah, sewa?
28:41Yaudah, gue sewa sejam.
28:43Eh, Wit ikut ya bang.
28:44Kalo lo ikut, Len, ceritanya tuh.
28:47Jadinya gratis ini.
28:48Hah, tutup dah bayar buat beli bensin.
28:50Gua isiin bensin.
28:52Ini warung gue yang jaga ya, pokoknya aman dah.
28:54Hah, kagak-kagak.
28:54Jangan lo doang.
28:55Pli, temenin ya si Combro, ya.
28:57Iya, mpok.
28:58Ngeri soalnya kalo sama Bang Combro.
29:00Aman pokoknya.
29:01Ada gue nitip dulu ya.
29:03Yuk.
29:05Wah, oke nih Wit?
29:07Oke.
29:08Berarti Bang.
29:09Nah, yuk.
29:09Soi.
29:11Jagain ya.
29:18Nah, cukur Maria.
29:21Hmm, nih buktinya gue bisa boncengin si Wit.
29:25Tauan muda.
29:27Waduh.
29:28Iya, Bang.
29:30Iya.
29:31Kenapa sih Bang?
29:33Iya.
29:34Tuh, tuh.
29:34Apa ya?
29:35Kenapa berhenti?
29:36Tuh.
29:37Si Hasan.
29:38Bahaya kalo diliat.
29:41Aduh, untung.
29:42Untung, untung.
29:43Hati-hati, Bang.
29:43Tunggu hati-hati.
29:48Tunggu!
29:59Turun seleranya si Wit.
30:00Kok mau dia digonceng si Mamat ya?
30:03Eh, tapi ga papa lah Mak, Bang Mamat kan dudanya.
30:06Kak Wiwit enggak ada pasangannya.
30:08Kosong, kosong.
30:10Cocok lah itu.
30:11Tapi si Mamat Bota itu ketibaan durian runtuh itu.
30:16Durian runtuh pun ada duanya.
30:18Durian runtuh manis sama yang busuk.
30:21Kedua-duanya lah dapet si Mamat itu.
30:24Yang busuk sama yang kulitnya tajam.
30:29Kasih sekali ya.
30:32Wiwit, Wiwit.
30:33Pak Wiwit selera kau.
30:36Bentar ya Wiwit.
30:38Ini kayaknya mesinnya ada yang enggak bener deh.
30:45Abang, apa?
30:48Berisik.
30:49Gak apa-apa.
30:49Taduh-taduh, Wiwit turun aja deh.
30:51Ini ngetes aja.
30:54Abang ngapain sih, Bang?
30:56Ngapain? Berisik ini.
30:58Nge-gembreng-gembrengin.
30:59Ngetes mesin. Sekarang ngetes kupinya si Maria tuh.
31:02Kok nggak nongol-nongol dia?
31:05Bang, berisik ih.
31:06Kau Maria gak ada kali di dalam rumah.
31:09Kau kalau lagi tidur hidunya ngeganggu.
31:12Bentar deh. Bentar ya.
31:19Mar!
31:21Maria!
31:22Mar!
31:24Ah, Wiwit.
31:25Coba deh, Wiwit.
31:25Stater dulu, terus gasnya digeber.
31:28Oke.
31:28Buat ngetes mesin.
31:30Nah, geber.
31:31Geber nih.
31:32Ya.
31:34Mar!
31:35Ini kagak apa-apa, Bang? Ngegeber-geber ini.
31:38Gak apa-apa. Orang ini kan rumah gue juga.
31:41Iya sih.
31:45Maria!
31:47Kau rupanya.
31:48Bising kali kau ya, Bang?
31:50Apa sih?
31:51Kau bising kali ngapain geber-geber itu, ha?
31:53Kenapa emang nih?
31:55Ya kan rumah gue juga.
31:56Lagi ngetes motor nih.
31:58Motornya si Wiwit.
32:00Ngetes motor, ngetes motor, ngetes surat malu kali kau ya.
32:03Ngapain pula kesini sama si Wiwit?
32:06Oh Maria.
32:07Bang, ntar dulu deh.
32:08Ini ngapa ya motor? Kok bau anus sih?
32:12Gak apa-apa, Wiwit.
32:14Ini cuman agak kebakar aja.
32:17Kebakar api cemburu.
32:21Api cemburu di bagian mana nih?
32:23Ini bagian ini nih.
32:27Bu, udah nih Bang. Ayo kita balik aja yuk.
32:31Ayo. Gue juga udah puas.
32:36Ayo, Wiwit.
32:38Kita let's go.
32:42Nah, biar safety pegangan sini, Wiwit.
32:45Pegangan mana nih?
32:46Ini, perut.
32:47Oh.
32:50Bukan mau rib.
32:51Yaelah, udah gak apa-apa, Wiwit.
32:53Orang dia mantan bini gua kok.
33:00Bikin apa kawannya itu?
33:02Kurang setengah kali ya dia.
33:12Si Mahmat itu sama Wiwit.
33:15Muter-muter begitu.
33:23Kayak kasih ngaja.
33:25Dari tadi itu bolak balik kayak gitu.
33:27Cari perhatian warga dia.
33:29Ya biarin lah, Mak.
33:30Namanya juga usaha.
33:31Suka-suka orang itulah.
33:32Usaha sih usaha.
33:34Tapi gak usah lah pamer-pamer kayak gitu.
33:37Yuk, hati-hati kau sama si Mahmat itu.
33:40Kayaknya dia itu pamer kedua.
33:42Iya.
33:43Aku takut nih si Mahria balik sama dia loh.
33:46Astagfirullahaladzim.
33:47Jangan.
33:48Jangan sampai.
33:49Wah, ini.
33:51Patut dicurikain.
33:54Patut diselidiki nih.
34:01Oke.
34:07Gimana nih, Bang? Bagus kan?
34:08Aman kok mesinnya.
34:10Nah cuman itu tuit.
34:12Masalah surat-surat.
34:14Lu harus beneran minta.
34:15Sama Bang Abdul kalo ketemu.
34:18Iya, Bang.
34:18Nanti Wiwit minta deh ya.
34:21Belum untung tadi ada lu.
34:24Nih, uang sewanya.
34:26Uang sewa apaan, Bang?
34:28Emang Wiwit perempuan bayaran?
34:30Astagfirullah.
34:31Si Mahmat ternyata sekarang mainnya sewa-sewaan.
34:35Parah nih, parah.
34:36Tadi kan gua bilang.
34:38Gua sewa motor 100 ribu.
34:42Lu kan udah setuju.
34:43Ya ini duitnya.
34:44Wiwit ikhlas kok.
34:46Minjemin abang.
34:47Agak apa-apa.
34:47Wiwit kan juga ikut tadi.
34:49Bener nih.
34:50Gak mau cepek.
34:52Tapi kalo abang ikhlas sih ya.
34:54Gak apa-apa buat Wiwit.
34:56Wiwit.
34:57Eh gua cubit loh.
34:58Oh.
35:00Makasih ya, Bang.
35:01Iya.
35:02Mayan kan.
35:04Wiwit.
35:05Lu segar banget.
35:06Kayak buah-buahan abis cuci.
35:09Soalnya sih ya, Bang.
35:11Lu juga segar.
35:12Bener.
35:13Kayak api.
35:14Kayak api.
35:17Bingung.
35:18Ya udah, Wiwit.
35:19Ya udah.
35:22Ya udah.
35:23Ya udah.
35:23Ya udah gua cabut tuh ya.
35:24Ya.
35:24Waalaikumsalam.
35:26Waalaikumsalam.
35:31Eh.
35:32Lah.
35:34Tomro sama Kipri mana nih?
35:36Bukannya dia.
35:44Wih.
35:45Paten kali masakan mama, Bah.
35:48Banggi kali, Mak.
35:50Iya lah.
35:51Tapi aku buat masak untuk kelan.
35:53Ya.
35:53Jadi untuk siapa, Mak?
35:56Untuk Bang Ali.
35:57Bang Ali bapaknya Azizah?
35:59Iya.
36:00Alamak.
36:02Tadi ketemu Azizah.
36:03Ini untuk bapaknya lagi.
36:05Bawain makanan lagi.
36:08Udah lah, kau tenang aja.
36:09Mama ada bisnis akhirat ini.
36:11Hah?
36:12Bisnis akhirat apa, Mak?
36:14Udah, kau gak usah banyak nanya.
36:16Pokoknya kau doain aja semua biar lancar.
36:19Ya udah.
36:20Semoga ya, Mak.
36:22Amin.
36:23Tapi enak kali itu.
36:25Psst.
36:26Tidak, tengok aja.
36:29Bang Mamat.
36:31Ya Allah.
36:32Surga bocor.
36:34Hah?
36:35Kenapa ya Bang?
36:36Kok surga bocor?
36:37Nih, video darinya ada di depan gue.
36:39Iya, bisa aja Bang Mamat.
36:41Bang Mamat mau kemana sih?
36:43Tumpen bener siang-siang begini.
36:45Udah mau ditutup.
36:46Gue malam ini ada jatah ngeronda, Wid.
36:48Lo tau sendiri kan?
36:49Kalo ngeronda itu butuh tenaga ekstra.
36:51Karena angin malam itu jahat.
36:54Ah, bentar Bang.
36:56Ah.
36:57Nih Bang.
36:59Diminum Bang.
37:00Jangan cuma diliatin.
37:01Ya tapi ini kedeketan, Wid.
37:04Maaf, diminum deh.
37:06Makasih ya.
37:07Sama-sama.
37:15Enak kan?
37:21Maaf, enak apa-apa Bang.
37:23Enak.
37:24Anget lagi, Wid.
37:25Satu saset ini bentuk perhatian miwit buat abang.
37:28Ya Allah, Wid.
37:29Mudah-mudahan Allah beneran jodohin buat gue ya.
37:32Seneng gue diurusin gini raganya sama lu.
37:34Kalo ngurusin diri sendiri mah masing-masing Bang.
37:38Ya udah kalo gitu, Wid.
37:40Ke warung dulu ya.
37:41Makasih ya Wid.
37:41Sama-sama abisin.
37:42Iya.
37:44Assalamualaikum.
37:44Assalamualaikum.
37:48Jadi semangat nih gue ngeronda.
37:52Kau pun tau apa aja.
37:58Bang Lolo kenapa?
38:00Masa cakep-cakep nangis.
38:03Gini aja ya.
38:04Wiwit bikinin teh manis gratis.
38:06Betul ya Wid.
38:07Iya bentar ya.
38:08Ya dua Wid.
38:13Udah lah.
38:16Udah, udah, udah.
38:17Jangan nangis dulu.
38:18Nih Bang.
38:19Satu buat Bang Oki.
38:21Satu buat Bang Oki.
38:22Ini ada gulanya ini.
38:23Pakai dong.
38:24Yaudah nih.
38:24Nikmatin ya.
38:25Masih ya Wid.
38:26Sama-sama Bang.
38:27Ya.
38:27Ah, hmm.
38:29Aku siram teh kau.
38:30Udah, minum itu dulu.
38:33Kau kayak orang dihipnotis turun dari bus kau, nangis-nangis kau.
38:36Kau tau sendiri kan, itu motor kesana aku.
38:40Ya kan?
38:41Terus?
38:42Itu untuk gue pakai kesana kemarin mencari alamat teng teng.
38:47Kau jangan gitu.
38:49Untuk nyari kerja pakai itu juga.
38:50Kalau tidak Raja Kimu, hilang.
38:53Tapi kalau Raja Kimu balik itu nanti, apa terus mau kau tangis sih?
38:58Oh, betul aku siram teh kau nanti, ya?
39:01Ya, udah lah.
39:03Jangan nangis!
39:04Kalau aku sedih, aku sedih.
39:06Ya, udah, aku berhenti.
39:11Kau diam, ku sepak kepala kami.
39:14Sebab kayak udah diam kau.
39:15Saya dulu, Ki.
39:21Ini kayak motorku lagi.
39:23Itulah, orang kalau kehilangan motor, semua motor orang kau bilang motor kau.
39:28Jadi, jadi Bang Mamat, betul virusnya Wiwit, ya?
39:32Iya, demi nih, Pipi denger sendiri ngeliat dengan mata kepala sendiri.
39:39Sampai-sampai nih, si Mamat bilang, untung gue sewa elu.
39:43Sambil ngasih duit seratus ribuan.
39:46Wih, si Wiwit bilang apa?
39:48Ih, emang aku perempuan bayaran.
39:54Seru banget, Ki.
39:56Ini panjang umur, Koya.
39:59Oh, lagi ngabulin gue.
40:02Ih, yang habis jalan sama tewek bayaran.
40:07Kewek bayaran?
40:11Mar, jangan sembarangan kalau ngomong.
40:14Wiwit itu bukan perempuan bayaran.
40:16Gila-gilanya, lu.
40:20Bang Lolok.
40:22Ini motorku ini.
40:25Motorku, Nikit.
40:26Eh, eh, eh, Bang Lolok, Bang Lolok.
40:28Sembarangan aja.
40:29Ini motor Wiwit.
40:30Wiwit baru banget beli.
40:32Ini motorku, ini aku surat-suratnya.
40:34Ini suratnya.
40:36Coba, tuh, sama nggak?
40:38Dah, ini sama ini.
40:39Mana surat motormu?
40:41Mana, kok mana?
40:41Mana surat?
40:42Ih, ntar dulu ye, pelan-pelan.
40:44Wiwit belinya kontan.
40:46Tapi emang si ye, nggak ada surat-suratnya.
40:50Ntar dulu, kok bila sama siapa?
40:51Sama Bang Abdul.
40:53Oh, Abdul?
40:54Abdul maling, kok percaya?
40:56Ini motor dicuri Abdul ini.
40:57Motor Loto ini.
40:58Ini kok beda warna ini?
41:01Ih, lo, langsung ditempelinya, lo.
41:03Oh, ala Abdul, Abdul kau.
41:06Ini, kita bawa ke polisi aja kalau nggak.
41:11Oh, kok berada?
41:13Eh, eh, eh!
41:13Dada, dada bebas, ma.
41:16Aturan joloso dipake lapas.
41:20Mampi giden, dada, dada, da, da, da, da, da, da.
41:24Pamit morale.
41:25Eh, eh, eh, eh, eh, eh, eh, eh.
41:28Eh, eh, eh, eh.
41:29Ego dona dipamer, masak ngasi dibambu sambil debat Tuhan kamu.
41:34Nilai jolo ditinggal, hon gaya, dan mana dipangiduhan.
42:02Sampai jumpa di video selanjutnya
42:19Selanjutnya
43:02Sampai jumpa di video selanjutnya
43:10Sampai jumpa di video selanjutnya
43:13Sampai jumpa di video selanjutnya
Komentar