- 3 jam yang lalu
Drama serial tv Terbaru tahun 2026
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:05Terima kasih.
00:30Kapan kamu ceraikan aku?
00:32Eh, nantilah sabar dulu.
00:34Nggak mau aku ceraikan kau sekarang.
00:36Lu masih duit ke Maria, yuk?
00:38Iya, Mat.
00:39Iya.
00:39Kenapa rupanya?
00:41Seumur hidupku nggak pernah lah aku dikasih suamiku uang sebanyak itu.
00:45Kalau lu punya duit, lu kan bisa senang-senang.
00:48Lu cari bini baru.
00:50Di kampung ini banyak janda yang pajaknya mati.
00:52Mamat nggak mau cari perempuan lain.
00:54Mamat mau rujuk.
00:56Ini bukannya...
00:57Bapak, tunggu, Pak.
00:58Iya, Dek.
00:58Bapak, bukannya yang tadi ngewawancara kami di dalam, Pak?
01:02Iya, Dek.
01:04Jam segini kau udah pulang?
01:06Saya belum bekerja, Dek.
01:08Hah?
01:09Bukannya Bapak tadi di dalam kantor kerja, Pak?
01:13Iya.
01:13Saya sama juga kok kayak kalian.
01:15Saya juga mau lama kerja.
01:18Saya pulang, Dek.
01:20Makanya kau jangan langsung-langsung.
01:22Kau tanya dulu.
01:23Aduh, dia kayak mana?
01:25Aku tengok dia rapi tadi.
01:26Perkara rapi.
01:27Ahmad pun juga rapi.
01:29Masa?
01:32Kok balas dendam?
01:34Komedi kau pulang kayak ini.
01:36Balas dendam.
01:36Balas dendam nih, ceritanya.
01:40Ada terus petaka hidupku sama kau nih.
01:42Nyeri kerja gak dapat.
01:44Bensin habis.
01:47Semangat dong.
01:50Semangat dong, katanya.
01:52Bikin emosi ya, semangat.
01:55Udah, udah, udah.
01:56Udah, gak apa-apa, gak apa-apa.
01:57Udah memang ada sakitnya itu.
02:00Tapi capek lah hidup sama kau nih.
02:02Kayak gini terus aku.
02:03Ada aja.
02:04Tapi ada ceritanya kan?
02:05Senang kau kan?
02:06Senang kau kan?
02:07Nanti kalau udah punya anak kita.
02:09Bapak kau bodoh kali dulu.
02:13Sebenarnya kan.
02:15Ada yang mau abang sampaikan.
02:17Ini udah abang pertimbangkan matang-matang.
02:20Udah abang pikirkan baik-baik.
02:23Ngomong aja langsung.
02:24Kau blak-blik salus.
02:26Langsung.
02:28Bang, oke.
02:29Mau ngomong apa?
02:31Ini.
02:32Abang tuh sebenarnya kan.
02:34Ada hal penting yang mau abang sampaikan.
02:37Aku lempar pot bunga nih kok nanti.
02:39Abang mau minum laptop, mau wawancara.
02:42Alhamdulillah.
02:44Belum, belum diterima.
02:45Masih wawancara.
02:46Gak apa-apa dong.
02:47Kan itu bagus, Bang Lolok.
02:49Sama aja kayak IPR.
02:51Iya, abang mau wawancara online.
02:53Gak ada laptop abang.
02:53Boleh pinjem gak juga?
02:55Boleh.
02:56Jiza ambilin dulu ya laptopnya ke dalam.
02:58Bener kan?
02:59Bener.
02:59Sementara ya.
03:00Iya, Jiza.
03:01Dari tadi pinjem laptop.
03:03Tapi baru ada kepentingan.
03:05Malu, malu.
03:06Malu, malu gak?
03:06Eh, nanti kalau misalnya ini laptop udah dikasih, kita pulang gak?
03:10Ya, langsung pulang lah.
03:11Nanti kalau diterima keluar Bang Ali.
03:13Mau kok?
03:13Tangan dah kok.
03:16Bang Oky, ini ya laptopnya.
03:19Makasih ya, Jiza ya.
03:21Udah-udah aja, Jiza.
03:22Oh, iya.
03:24Udah kelar kan?
03:26Udah, Bang Ali.
03:27Udah, Bang Ali.
03:28Udah, Bang Ali ya.
03:29Udah, Bang Ali ya.
03:29Jiza, kamu pinjem dulu ya.
03:32Assalamualaikum.
03:32Waalaikumsalam.
03:35Ada-ada aja ya.
03:39Jangan kok pencet-pencet.
03:43Besok, kalau kamu wawancara, pakai aplikasi yang ini.
03:46Nih.
03:47So, pencet.
03:48Kok tekan laptop gak sih, Bang?
03:50Tahu.
03:51Pernah, aku buka gak.
03:52Pandya, aku mainnya.
03:52Coba lah.
03:53Arafkan.
03:53Bayar deskripsi.
03:55Nembak dia.
03:56Ini belutnya.
03:58Terus ini?
04:00Udah, aku buka.
04:01Kalau mau ngomong, kayak mana aku?
04:02Tekan aja ini.
04:03So, arahkan.
04:04Ini?
04:04Arahkan ke sini lho.
04:06Iya, ini.
04:07Misalnya mau ngomong tapi gak nampak mukanya kayak mana?
04:10Namanya wawancara, ya harus nampak lah mukanya.
04:14Kalau gak nampak, gak wawancara.
04:15Sama-sama.
04:16Kayak mana wawancara gak ada mukaku?
04:18Harus ada mukaku di sini.
04:20Wawancara sama siapa dia?
04:21Buka kameranya ini.
04:23Ki.
04:24Besok, rapi kok ya.
04:26Biar mantap di situ, nak.
04:28Tenang, Mama.
04:29Harus ku dapatkan kerjaan ini.
04:31Pokoknya wawancara aku.
04:32Kalian-kalian aku bisa, ya?
04:33Wawancara, ya?
04:34Si.
04:35Kan ada, Bang, tengok di TV-TV di belakang kalau orang ngomong apa itu?
04:39Bisa.
04:40Pake tema, ganti aja.
04:42Bisa pantai, pemandangan.
04:44Kalau misalnya fotoku ditaruh di sini, Ki.
04:47Bisa.
04:47Untuk apa?
04:48Ibir basah.
04:49Kerja kita berdua.
04:50Nanti bisa, Luang.
04:52Gak bisa.
04:52Gak mau aku.
04:56Maria ini gak pernah bersih-bersih dapur.
04:59Yuk.
05:00Ini gak bisa kayak begini, nih.
05:02Lu harusnya ngomong sama Maria.
05:04Kapan waktunya buat cerai?
05:07Mat, Mat.
05:09Aku ini udah berusaha, loh.
05:11Setiap hari, setiap waktu.
05:13Ya, aku minta Maria untuk cerai-kan.
05:15Ya, tapi dianya gak mau gitu, loh.
05:17Iya, Luang ngomong talak belum sama dia?
05:20Iya, belum, Mat.
05:21Ah, gimana bisa dia minta cerai kalau Lanjir belum ngomong talak?
05:26Ya, masa tiba-tiba gitu, loh.
05:27Gak ada masalah apa-apa.
05:29Aku nalak dia.
05:30Luang sedeng.
05:32Eh, terus gue perhatiin, ya.
05:34Lu kayak nyaman gitu sih, Lu.
05:36Sekarang sama si Maria.
05:37Ya, ya Allah, Mat.
05:40Bener, aku tuh serba salah.
05:42Lu, aku gak nyaman.
05:44Akal-akalan aja, Tumah, Lu.
05:46Beberapa hari ini kan gue perhatiin, Yok.
05:48Kalau si Maria tuh ndeng-ndengkan sama Lu.
05:50Lu nikmatin banget, tuh.
05:53Ya, Maria kan istri aku, Mat.
05:58Kalian diam semua, ya.
06:00Aku pentingin sama acara.
06:01Ya.
06:03Selamat siang, Saudara Oki.
06:06Bagaimana kabarnya?
06:22Saudara Oki, sekarang silakan ceritakan sedikit asal-usul Saudara Oki.
06:29Jadi, saya berasal dari mamak saya.
06:32Mamak saya jumpa sama bapak saya.
06:35Orang itu gak tau lenta jumpa di mana.
06:37Jatuh cinta.
06:39Acaran kayaknya, kan.
06:40Nikah.
06:41Nah, jadilah sayang.
06:46Baiklah.
06:48Coba ceritakan saudara Oki lahir di mana gitu.
06:52Di rumah sakit saya, Bu.
06:53Eh, iya.
06:55Di rumah sakit apa, di mana, Mbak?
06:56Dukun beranak.
06:57Dukun beranak.
06:58Dukun beranak, Bu.
07:00Baiklah, kalau gitu, coba sekarang ceritakan tentang latar belakang saudara Oki, ya.
07:06Latar belakang saya.
07:07Latar belakang saya.
07:09Lemari.
07:10Oh, pintu.
07:11Sama tembok putih.
07:12Pintu itu gak?
07:13Sama pintu, Bu.
07:14Mereka coklat.
07:15Hmm, pintu coklat.
07:17Ya, sudah.
07:18Kalau gitu, terima kasih untuk wawancaranya, ya.
07:20Saya sangat terhibur.
07:22Terima kasih, ya.
07:23Iya, Bu.
07:23Ibu.
07:24Saya...
07:25Ibu.
07:28Ibu.
07:28Makasih, ya, Bu, De.
07:29Mbak.
07:30Mbak.
07:31Kakak.
07:32Iya, Kak.
07:32Makasih, ya, Kak.
07:33Semua, Pak.
07:33Pak, jangan.
07:34Ibu, makasih, ya, Ibu.
07:37Kalian mengganggu.
07:39Aku lagi wawancara ini kerja.
07:41Yang dua ini.
07:42Sibuk makan, Kalian.
07:44Kayak gak ada tempat lain makan.
07:46Bu, udah marah.
07:46Udah mati, tuh.
07:48Assalamualaikum.
07:49Assalamualaikum.
07:50Maria sama Hasan udah datang.
07:52Aku mau menyambutnya dulu, ya.
07:55Waalaikumsalam.
07:56Besal, Bu.
07:58Kalau itu, gue kawinin sama si Lolo itu, si Maria.
08:02Halo.
08:03Maria udah pulang sama Hasan.
08:05Iya, Mimim pulang.
08:08Bawa apa nih?
08:10Bawa makanan, Mimim.
08:13Mas Karyo, mulai sekarang, kau panggil aku Mimim.
08:18Dan kau dipanggil Pipi.
08:21Jumim?
08:21Iya.
08:23Pipi.
08:24Bapak.
08:25Eh, disini aja.
08:27Aduh.
08:28Lupa pula aku ya.
08:30Cuma tiga bungkus.
08:32Seharusnya empat ya.
08:33Bapak gimana, Bapak Mimim?
08:35Bapak gak apa-apa, Chan.
08:37Bapak gak lapar.
08:40Achan makan aja di situ, ya.
08:42Bapak liatin.
08:44Bentar ya.
08:45Mimim ambilkan piring dulu.
08:47Pipi.
08:47Eh, Polem.
08:49Sejak kapan anak gue manggil lo Papi?
08:52Pipi.
08:54Bukan Papi.
08:55Kenapa rupanya?
08:56Hah?
08:57Mas Karyo kan sekarang suami seaku.
08:59Ya boleh-boleh ajalah, anakku panggil dia Pipi.
09:02Aduh, kita makan bertiga sama Pipi.
09:05Ayo, ayo, Chan.
09:07Ini makanan kesukaan anakku ini.
09:11Masya Allah.
09:12Enak kan, Pipi?
09:14Enak banget.
09:15Bapak makan sama Acana aja.
09:18Enggak, enggak apa-apa, Chan.
09:20Bapak liatin aja.
09:25Iya, Makasih ya udah dipinjemin laptop.
09:29Sama-sama.
09:30Gimana tadi wawancaranya?
09:31Berhasil?
09:32Gatot.
09:33Gagal total alias rusak.
09:36Wah, kenapa?
09:37Abang ditanya.
09:38Latar belakangnya apa?
09:40Abang tengok, nemari.
09:42Pipi sama dinding.
09:44Apanya salah.
09:45Abang kan enggak pernah wawancara gitu.
09:48Jadi bingung.
09:49Yaudah, enggak apa-apa, Bang Oki.
09:52Namanya kegagalan itu kan awal dari kesuksesan.
09:55Itu juga aku bilang.
09:56Apa aku bilang sama kamu?
09:57Enggak ada, aku ngomong apa-apa.
09:59Atau saya tahu enggak?
10:00Semua kegagalanku.
10:01Inilah nih, biangnya semua.
10:03Enggak.
10:04Enggak, dia nyalain aku.
10:05Jadi siapa lagi mau nyalain?
10:06Oh, mau nyalain Allah.
10:09Enggak ada.
10:10Enggak, enggak ada yang salah.
10:12Pokoknya gini aja, Bang Oki.
10:13Lain kali, pakai bismillah ya.
10:15Udah gitu kalau misalnya ada wawancara lagi,
10:18persiapannya harus lebih baik.
10:20Terus Bang Oki harus baca-baca dulu.
10:22Jadi wawancaranya enggak gagal lagi.
10:24Ya, pokoknya Bang Oki semangat ya.
10:26Yaudah, kalau gitu Zizah.
10:27Kedalam dulu ya, ke salon.
10:29Soalnya lagi banyak pelanggan.
10:31Iya, enggak apa-apa.
10:31Iya, enggak apa-apa.
10:32Assalamualaikum.
10:33Senyumin dulu, senyumin dia.
10:35Nah, udah.
10:36Terus, kan?
10:38Ayo.
10:38Makan kripik, masih banyak itu.
10:40Kau semua penyebab.
10:41Ayo, ayo.
10:42Ayo, ayo.
11:11Ayo, ayo.
11:13Ibu urus dunia, ibadahnya ditinggalin.
11:17Mau nak kau bebas, tapi hati enggak yakin.
11:21Akhirnya sadar hidup butuh yang ingatin.
11:29Astagfirullahaladzim.
11:30Walau ceritanya dunia tanpa Tuhan.
11:35Nyatanya mulut masih spontan.
11:38Hatimu masih nyari pegangan.
11:42Tanpa Tuhan, siapa yang ngawasin.
11:46Sibuk urus dunia, ibadahnya ditinggalin.
11:50Mau nak kau bebas, tapi hati enggak yakin.
11:54Akhirnya sadar hidup butuh yang ingatin.
12:23Lu jangan lama-lama di rumah ini, enggak baik.
12:28Abang, kapan dateng, nih?
12:31Ya, lagi lama, menurut gue dateng.
12:35Tadi Bang Aldi ngomong apa?
12:37Lu jangan lama-lama di sini.
12:40Bisa Mamat mau kemana lagi, Bang?
12:42Bisa Mamat mau numpang di masjid terus.
12:44Ini kan rumah peninggalan babet satu-satunya.
12:47Ya udah sementara, lo.
12:48Kerja yang benar.
12:50Duitnya buat nontrak.
12:52Ya itu yang lagi Mamat pikirin.
12:53Jangan di pikirin, dikerjain.
12:56Apa yang lo pikirin?
12:58Kenapa kejadiannya bisa kayak gini, Bang?
13:00Pahit banget buat Mamat.
13:02Ya makanya lo ingat nih, ini pelajaran buat lo.
13:05Setan itu selalu menggoda kita buat marah.
13:08Makanya hati kita harus sering deket-deket sama Allah.
13:11Iya, biar bisa ngalahin setan, iblis.
13:16Iya, Bang.
13:18Mamat tahu Mamat emosian.
13:22Makanya Mamat tuh.
13:27Bang Ali nih.
13:29Orang belum bisa ngomong, udah main pergi aja.
13:31Nggak kelihatan lagi perginya.
13:35Aduh, si Asan.
13:37Lo mau nyetor nyawe, Cang.
13:39Lo padahal Tuhan.
13:41Ya kalau nyawe lo melayang,
13:43ntar lo diterima sama Tuhan di sana.
13:45Berarti bayangin bikin nasi mati dong.
13:49Tapi kan lo yang salah, Cang.
13:51Lo tapi kan pajal yang nabrak, Cang.
13:54Padahal harus ganti rugi nih.
13:57Ganti rugi?
13:58Kalau nggak mau ganti rugi, aku tembak kamu, pajal.
14:01Oh, ya, ya, ya, ya.
14:01Ampun, ampun, ampun.
14:02Udah, pajal kasih nih.
14:05Nih.
14:07Lang kagetnya mana, pajal?
14:10Uang kaget.
14:14Nih.
14:17Alhamdulillah.
14:20Thank you, padahal.
14:21Oke deh, thank you juga.
14:23Bye-bye ya.
14:26Wah.
14:28Kan dia belum gue tabrak.
14:29Kok dia udah minta duit?
14:31Wah, ditipu gue sama curut.
14:35Apa sih, Bang?
14:36Iya, gue tinggutin Aemu lu dari kemarinan.
14:38Kenapa sih lu?
14:39Nggak mau banget liat gue.
14:40Yaelah, kagak mau.
14:42Pan, kita udah bukan laki-laki lagi.
14:43Iya, gue tau, abang tau.
14:45Tapi kan abang kangen, Rin.
14:47Ih, kagak boleh lah, Bang.
14:49Agak enak, tau nggak?
14:50Kalau diliatin orang.
14:52Itu bukan orang.
14:54Apa ya terusan?
14:56Eh, boneka santet.
14:58Ngapain lu ngikutin Rini?
14:59Dia kan udah bukan bini lu lagi.
15:01Terjatuh-jatuhnya fitnah.
15:03Pajal ngapain di situ?
15:04Mau godain bini saya?
15:06Mantan bini saya?
15:07Eh, wajar.
15:08Emang kenapa?
15:09Gue godain si Rini.
15:10Dia kan udah bukan bini lu lagi.
15:14Awas ya, Pak Jahal.
15:16Kalau Pak Jahal ngapa-ngapain mantan istri saya, tanggung akibatnya.
15:23Terima kasih, Bang.
15:24Dikit doang.
15:25Cok, dikit doang.
15:26Wakilnya oleh selamitan lu.
15:30Eh, mau kemana?
15:33Nih, ayo mau nyari kontrakan.
15:35Abiskan kalau di sini digangguin dulu sama Bang Abdul.
15:38Urusan kecil soal kontrakan.
15:40Gue bisa anterin lu sampai dapet itu kontrakan.
15:42Eh, kagak usah, Pak Jahal.
15:44Aduh, kagak enak kalau hampir diliatin sama titangnya.
15:47Cara ayo kan sekarang udah jadi jandek.
15:49Nggak apa-apa, titangnya lihat.
15:51Siapa juga lihat nggak apa-apa.
15:52Justru kalau dia pada lihat kita ditangkep sama Hansip, kita bisa buru-buru nike.
15:57Nah, bagaimana?
15:59Kagak enak, ntar ketawa nombor Pak Rogaye gimana.
16:02Rogaye jauh, dia nggak lihat.
16:04Emang matanya dia bisa ngelar.
16:06Ayo, ayo.
16:08Yaudah, ayo numpang ya, Pak Jahal.
16:10Iya, nggak apa-apa.
16:11Makasih banyak, Nih.
16:12Sama-sama, sedap nih urusan.
16:15Mencong aja ya.
16:16Mencong aja, tangannya mana?
16:18Tangan ini nih.
16:18Pegang pinggang, dong.
16:19Gak gampang, Pak Jahal.
16:20Gak gampang, ya.
16:22Iya, iya, iya.
16:23Asik.
16:24Mantap.
16:27Bang Ali barusan ngajarin tajwid.
16:30Tentang tajwid.
16:31Sekarang Bang Ali mau ngajarin soal sabar.
16:34Bagaimana tuh?
16:35Kita beli pelilaku sabar.
16:38Bang Ali, Bang Ali.
16:39Tentang ga saya namanya Pak Sabar, tapi sikapnya nggak sabaran.
16:43Sikap marah-marah terus.
16:45Itu sih namanya bukan Pak Sabar.
16:47Harus ditambah namanya depannya.
16:49Bapak nggak sabaran.
16:51Kita kudu sabar.
16:53Supaya pelajarannya masuk hati ke kepala kita.
16:57Begitu juga, kalau dikasih tau sama orang tua, dinasihatin orang tua, juga dengerin dengan baik.
17:04Supaya hati kita juga bisa jadi orang baik nantinya.
17:08Bang Ali, Pak Subur, orangnya sabar ga?
17:10Ya mana Bang Ali kenal.
17:12Tapi Bang Ali kayak tukang subur juga.
17:16Ya.
17:17Cikiplit tidur.
17:19Tidur.
17:20Kerjaannya bukan tidur.
17:22Kerjaannya ngaji.
17:27Bang Kiplit melur.
17:29Melur mulur.
17:32Ngaji, B.
17:33Ngaji.
17:34Oh.
17:36Ini kontrakannya udah cocok di sini.
17:38Aduh, cocok sih sebenarnya.
17:40Tapi kan ayah duitnya belum ada, jadi ayah lihat-lihat dulu deh.
17:44Rini kalau di depan Jahal, jangan bicara duit.
17:49Rini mau berapa? Ada.
17:51Ya bener, Pak Jahal.
17:52Ya bener, masak bohong sama perempuan cakep.
17:56Hubungin, hubungin tuh.
17:57Oh gitu ya?
17:58Iya.
17:58Bentar.
17:59Tanya aja berapa duit kontrakannya.
18:02Coba, tanya berapa.
18:11Kok di sana HPnya?
18:13Emang ini rumah kontrakan gue.
18:15Ya bunyinya di sini itu nomor gue, Sep ya?
18:21Aduh.
18:22Padahal ayah paling males nyimpen nomor HP lagi.
18:25HP lagi nisi bandet tuh, weh.
18:27Ya udah deh, ayah kagak bisa ngapa-ngapain juga kan ya?
18:32Ah, sampai deh.
18:38Makasih ya Pak Jahal.
18:39Nggak usah terima kasih.
18:41Nganterin jantai tuh ibadah.
18:43Nanti kalau lo mau cari kontrakan lagi, chat aja gue.
18:47Ada nomornya masih kan?
18:48Ada ya deh, masih ada kok.
18:49Yaudah ayah balik dulu ya.
18:51Yo, I love you.
18:51Aduh, iye.
18:53Aduh, nih dikletak tengahari enak banget nih.
18:56Gue mangemu deh.
18:59Iya, iya.
19:01Lo ngapain kayak bejal?
19:03Ngalingin jalan gue pinggir.
19:04Yang perlu Pak Jahal tau, nih.
19:07Tuh.
19:09Eh, kodok bulan.
19:11Lo ngapain mutu-mutuin gue sama mantan bini lo?
19:14Hapus gak tuh?
19:15Kalau Pak Jahal gak mau nih nyampe ke Ibu Rogaya.
19:19Nih, ada kompensasinya.
19:21Ah, dasar.
19:22Kalau maling tetep aja maling.
19:25Mana tuh?
19:27Nih sejuta nih buat lo nih.
19:28Gue tutup mulut.
19:30Kasih Pak.
19:32Eh, eh sini.
19:33Hapus dulu.
19:34Iya.
19:37Kalau begitu kan gue gak ada barang bukti.
19:39Yaudah, pinggir lo.
19:43Ya makan tuh.
19:50Dia kagak tau aja.
19:52Orang videonya udah disave, udah disimpan duluan.
19:55Ini cuman kopian.
19:58Kayak-kayak bodoh.
20:05Hei, Bopak.
20:07Ngapa lu, Pak?
20:09Hah, kagak gak ada tape.
20:12Gue cuman masih kagak percaya aja.
20:15Spek beda dari kayak lu.
20:17Bisa nikah sama dia tuh orang.
20:18Lu liat aja perhatiin.
20:20Palanya aja model-modelan meninjau mengkel.
20:23Udah gitu genit lagi.
20:24Enak aja sembarahan lu kalo ngomong.
20:27Biar kata meninjau mengkel.
20:28Dia itu setia sama gue, Pak.
20:31Awas aja kalo dia sampe berani macem-macem ya.
20:34Halo.
20:34Siapa namanya?
20:35Amel.
20:36Amel?
20:38Itu kan menurut lu.
20:40Coba sekarang lu liat arah jam tiga.
20:43Jam tiga?
20:44Jam tiga?
20:45Dia kagak ngerti jam kayaknya nih.
20:47Nih, jam tiga gue nih.
20:48Oh, jam tiga.
20:49Lu bilang dong.
20:51Minum jamu duduk di bangku.
20:53Cakep.
20:54Beli anting-anting banyaknya selusin.
20:56Kalo Amel mau sama aku,
20:58ayu ting-ting aku putusin.
21:01Papi!
21:03Eh, baru keluar bentar aja udah nyari mangsa.
21:06Sini lu!
21:07Iya, iya, iya.
21:11Tawain deh gue.
21:15Ketangkep tangan.
21:19Ngapain lu?
21:21Hah? Ngapain genit-genit sama perempuan?
21:24Papi nawarin ngojek kan lumayan buat tambahan duit dapur.
21:28Bisa aja alesannya semua terang-rang.
21:33Bang Jahal, gue balik dulu ya.
21:35Jangan lupa tuh, tatakan iler diberesin.
21:37Kasih.
21:38Kasih.
21:39Gak sekolah lu.
21:40Gak ada, Bang Jahal.
21:42Ledek kan janita.
21:48Ini tatakan ilernya nih.
21:50Sini lu, sini.
21:51Aduh!
21:52Ampun, Mi.
21:54Ampun.
21:54Aduh!
21:55Masuk!
21:59Masuk!
22:01Aduh!
22:02Capek juga ya.
22:03Habis ngiter-ngiterin kontrakannya, Pak Jahal.
22:09Ini akhirnya lapar lagi.
22:11Gak gara duit.
22:13Gimana ini?
22:16Kali ajar ada duit, Ali di sini.
22:31Kali ajar ada di sini, Kak Li.
22:42Aduh!
22:46Gimana ya?
22:50Makan pake apa dong?
22:54Oh, minjem duit di warung.
22:57Waalaikumsalam.
22:58Waalaikumsalam.
22:59Wah, Bang!
23:00Hah?
23:01Lu mau ngapain lagi ke sini?
23:02Kita kan udah cerai.
23:03Yalah, Rin.
23:05Biar kate kita udah cerai.
23:07Abang itu lelaki sejati.
23:08Gue masih tetep pengen ngasih lu duit.
23:10Tenang aja.
23:12Nih, pergi ke mana?
23:13Kakak mau.
23:14Ini pasti duit haram kan, Bang?
23:16Aik kagak mau terima duit haram dari abang lagi.
23:18Duit halal, Rin.
23:20Udah lu gak perlu tahu nih duit dari mana.
23:22Nih, pegang.
23:24Gue tahu lu butuh.
23:26Halal ya?
23:27Iya.
23:33Kenapa ya balik lagi?
23:36Bagi gue cepre, gue lapar.
23:39Nih.
23:50Papi selingkuh kan sama Rini, mantan bintinya Abdul?
23:53Iya.
23:55Waduh.
23:56Ada yang cari perkara ini sama gue.
23:59Siapa yang bocorin ya?
24:01Eh, diem.
24:03Bener kan berarti kan?
24:04Eh, Papi.
24:05Onono si Maria kalau kagak dikawinin sama Karyo.
24:09Gue rasa juga, Papi mbak.
24:11Curut dibedakin juga.
24:12Papi mbak.
24:13Demi Tuhan, Mi.
24:15Papi gak selingkuh sama Rini.
24:17Pake bawa-bawa nama Tuhan ya, Papi ya?
24:19Berani, Papi.
24:20Mana buktinya kalau Papi bener?
24:22Si Lolok itu pacarnya Rini, Mi.
24:26Bener ya.
24:27Kita buktiin ya.
24:29Mami pengen Papi sumpah pocong.
24:32Ha?
24:35Astagfirullahaladzim walau ceritanya dunia tanpa Tuhan.
24:40Tuan Ali.
24:42Ya?
24:42Ini ada yang mau aneh tanya sama ente,
24:45itu ngeganggu banget pikiran aneh.
24:47Sampai aneh tidur kebawa-bawa terus tuh.
24:50Ya tanya yang banyak.
24:52Hahaha, iya, iya, iya.
24:54Wah.
24:55Nih, silahkan diminum dulu.
24:57Terima kasih, cantik.
24:59Makasih ya, dapet juga gue.
25:02Dapet banget.
25:03Mestinya sih lo gak dapet.
25:04Kalo lo mau dapet, lo minum tuh air tutuban.
25:08Lo mau nanya apa?
25:10Gue pengen nanya soal sumpah pocong.
25:13Itu bagaimana kira-kira aturan dan segala macemnya?
25:16Nah, begini.
25:18Tolong jelasin soal sumpah pocong.
25:21Oh, iya.
25:21Sumpah pocong itu adalah sumpah yang dilakukan manusia
25:25yang dibalut oleh kain kafan
25:27selayaknya manusia yang sudah meninggal seperti pocong.
25:30Nah, tapi kalo secara hukum Islamnya gimana tuh, Jah?
25:33Sebenernya sih kalo di dalam hukum Islam itu
25:36gak ada yang namanya sumpah pocong.
25:38Jadi kalo sumpah pocong itu dilakukan kalo misalnya
25:41manusia itu ingin membuktikan sesuatu
25:43yang sebenernya gak ada bukti.
25:45Konsekuensinya bagaimana tuh, Jah?
25:47Biasanya nih manusia kalo sudah melakukan sumpah pocong
25:50terus dia melanggar atau tidak sesuai dengan yang dia bersumpah
25:55biasanya akan mendapatkan balasan yang laknat dari Allah SWT.
26:00Ah, serem banget ya?
26:02Oh iya loh, dilaknat sama Allah loh, Pajal.
26:04Siapa yang mau sumpah pocong?
26:06Kan Pajal tuh kan bohong.
26:07Gue orang kaya, gak percaya me gitu-gituan.
26:10Emang siapa sih yang mau disumpah pocong?
26:12Lu mau tau aja lu, model lu kayak Gasperis Inden.
26:18Eh, diminum, diminum. Kalo gak bungkus saya pula.
26:20Iya, silahkan diminum.
26:22Eh, terima kasih.
26:25Lu ngapa yang ikut minum loh?
26:33Halo, Ki? Ki?
26:35Halo, ada apa Pajal nelfon malam-malam?
26:38Kayak gak ada waktu lain nelfon lah.
26:40Eh, disitu ada lolok gak?
26:41Gue lagi perlu melolok, tolong sambungin.
26:43Biasanya juga ngomong sama aku.
26:44Kenapa sama lolok kali ini?
26:46Ah, ngapain gue ngomong melolok?
26:48Lok!
26:49Hah?
26:50Si Jahal nih.
26:53Halo, lolok speaking.
26:55I'm here today.
26:57You wanna say what?
26:59Ah, lagu lu sok ngomong bahasa Inggris lu.
27:02Bergaul lu sama tuyu, Lok.
27:04Eh, Lok.
27:05Gue ada bisnis sama lu.
27:07Kita ketemu ya sekarang juga ya.
27:08Depan gang.
27:10Tunggi.
27:11Ya.
27:12Jadi ini cuma pura-pura aja, Lok.
27:14Gak usah diambil hati.
27:16Ya kalo aku ternyata sampe ambil hati betul-betul suka kayak mana, Pak?
27:20Ya kalo lu ambil hati gue kehabisan dong tinggal ampelanya doang.
27:24Bagaimana sih lu?
27:26Kalo seandainya umpamenya lu demen, dia juga demen.
27:29Lu gua gak bayar.
27:37Ya udah deh.
27:38Tapi ditambahin ya, Pak Jahal?
27:39Ya udah deh.
27:40Gua lempengin jadi seratus juta.
27:43Seratus juta?
27:44Iya.
27:45Duit semua itu, Pak?
27:46Ya duit semua masa siampur kolor.
27:48Lu dari beranak ke begini hari kan belum pernah yang liat duit segitu.
27:51Bener kan?
27:53Iya, Pak.
27:54Nih.
27:55Nah.
27:56Sekarang lu gua DP dulu.
27:58Lima puluh juta.
28:00Ini satu bundelnya segini sepuluh juta.
28:03Jadi ini hanya lima bundel nih.
28:05Lu ngigil orang miskin.
28:07Lihat duit ngigil, lihat setan ngigil.
28:10Gimana ya?
28:11Iya.
28:12Ini sebetulnya ngeliat duit ngigil tremor apa ngeliat apa nih?
28:16Dua-dua pokoknya, Pak.
28:17Dua-duanya ya?
28:18Iya.
28:20Mantap kan?
28:21Ya udah.
28:23Caranya kayak mana, Pak?
28:24Nanti gua instruksiin.
28:25Tapi lewat WA.
28:27Oke.
28:27Siap?
28:28Ntar gua siapin mobil juga biar lu keren.
28:31Oke mobil, Pak?
28:31Iya dong.
28:33Oke, oke.
28:33Iya, iya.
28:38Biar aja lagu dimaki-maki sama dia.
28:40Yang penting sekarang seratus juta di tangan.
28:43Eping yang mengatur negara on.
28:45Eping yang mengatur dunia on.
28:48Hores mah.
28:56Ki.
28:59Si.
29:01Oke.
29:02Si.
29:04Si.
29:04Si.
29:04Si.
29:07Si.
29:11Si.
29:13Si.
29:13Si.
29:14Si.
29:15Selamat pagi, siang, sore, malam, halo Inang.
29:20Patan kali kau.
29:21Aku tengok-tengok celana sama baju kau ini mahal ini.
29:26Limpel.
29:27Cuma, kamu boleh minta?
29:30Ini saya beritahu. Jangan lihat dulu.
29:34Sabar kamu, ya?
29:37Nah, ini untuk makanan.
29:39Untuk belanja masak, belanja baju, terserah makanan.
29:43Terima kasih, Alok.
29:44Biar Sisi mahu juga?
29:45Maulah, Pak.
29:46Ini untuk Sisi, tapi tidak banyak yang.
29:48Tidak sebanyak makanan, ya?
29:50Dapat juga.
29:52Iyalah.
29:53Tidak usah kalau kamu. Nanti saja, ya?
29:59Laptop itu, Bang, lo?
30:00Ini?
30:01Iya.
30:01Eh, kenapa? Dek Sisi mahu?
30:03Maulah, siapa yang tidak mahu laptop?
30:04Iya, nanti abang kasih, ya?
30:06Terima kasih, ya?
30:07Iya, aman aja. Abang ada kerja dulu, ya.
30:10Yuk, semangat, semangat.
30:11Gitu terus ada semangat.
30:13Semangat kerja, semangat.
30:15Merah berduin.
30:17Eh, Mak, Bang Lolo kayak korupsi, kan?
30:20Cepat kali dia kaya.
30:21Yang kau pikirnya koruptor saja yang bisa cepat kaya.
30:25Tapi memang gitu kan kenyataannya.
30:26Bukan.
30:27Pesugihan pun bisa cepat kaya, Oki.
30:30Eh, Bang Lolok Pesugihan berarti, Mak?
30:32Nggak tahu, aku kok tanya ajalah dia.
30:38Bang, gue yakin Bang Lolok Pesugihan?
30:41Nggak mungkin dia pesugihan.
30:44Kayaknya, belajar ada bisnisnya.
30:46Nggak tahu, tapi aku tahu sama siapa.
30:48Bang, lu kalau dapat satu miliar, duitnya lu bakal apaan?
30:53Kalau gua dapat satu miliar, gua bakalan ngasih bini gua seratus juta.
30:59Gua kasih anak gua seratus juta.
31:02Terus gua beli rumah seharga lima ratus juta.
31:05Sisanya buat kebutuhan sampai setahun.
31:08Habis dong.
31:10Kalau lu?
31:13Kalau gua dapat satu miliar, gua sedekahin semuanya.
31:17Habis dong.
31:18Nggak apa-apa habis.
31:19Habis itu gua ngayal lagi.
31:21Lagian, kalau lu bakalan dapat satu miliar, gua kagak percaya lu mau sedekahin semuanya satu miliar.
31:27Ya elah, iya ini aja lah bang. Namanya juga orang ngayal.
31:31Iya juga.
31:32Lagian ya, mau kita kerja keras kayak apa juga.
31:35Pala jadi kaki, kaki jadi pala. Kayaknya susah banget tuh dapetin satu miliar.
31:39Iya sih, bener juga.
31:40Kecuali kita nemu duit satu tas.
31:43Tasnya orang kaya tuh, duit semua isinya.
31:46Oh enggak gua.
31:47Kenapa?
31:48Takut digebukin.
31:49Wajitak pala lu nyindir gua lu.
31:51Wah, gua nggak nyindir, ngomong kenyataan.
31:54Eh bang.
31:55Gimana lu bakalan dapat duit satu miliar?
31:58Kalau cara gunainnya aja lu nggak bisa.
32:00Lah, emang cara gunainnya gimana?
32:03Iya.
32:04Emang kalau mamat mah sedekah. Emang sedekah nggak bagus?
32:06Ya dua-duanya baik.
32:08Tapi porsinya yang salah.
32:10Sedekah itu bukan pajak yang cukup dua setengah persen.
32:13Bisa lebih.
32:15Masih makan buat orang tua, buat keluarga.
32:19Tapi jangan semuanya.
32:20Nah terus, baiknya gimana bang?
32:27Selamat malam.
32:29Selamat malam.
32:30Selamat malam.
32:35Selamat malam.
32:36Selamat malam.
32:37Selamat malam.
32:38Mat, sibuk nggak?
32:39Ya gini aja.
32:40Ngayal jadi CEO.
32:43Ikut gua yuk.
32:44Mana?
32:45Bisnis sama CEO.
32:47Bisnis apaan?
33:09Dutaram.
33:11Dutaram.
33:13Eh, pegang dulu.
33:16Wah nggak mau aku.
33:17Kau kan pengangguan.
33:18Tidak mau aku.
33:20Tidak mau aku.
33:20Tidak mau aku.
33:20Tidak mau aku, gak jelas duitmu dari mana.
33:22Gak jelas?
33:23Ya udah aku tambahin nih.
33:27Tidak mau juga?
33:29Tidak mau juga?
33:29Eh, tiga.
33:31Aku tahu.
33:31Tiga tumpuk dah.
33:33Yang satu, uang untuk kau lihat aku pas ngomong sekarang.
33:37Yang dua, kau senyum.
33:40Yang ketiga, uang untuk kau tidak mau tahu apa yang kulakukan sekarang dan nanti
33:51Gak mau kok nih?
33:53Gak, gak jelas
33:54Ya
33:55Ya udah, aku ambil ya
33:59Anda siapa?
34:01Bagus
34:01Ngapain Anda ada di gambar saya?
34:04Kenalkan, nama saya Lolo
34:05Saya oke
34:06Oke
34:06Ngapain Anda di sini?
34:08Oke
34:08Saya gak kenal Anda
34:09Mantap
34:11Gitu lah kawan-kawan
34:14He peng yang mengatur dunia on
34:17He peng yang mengatur kawan aku on
34:22Bang
34:22Ini kita sebenarnya mau kemana sih, Bang?
34:25Kalau tenang aja, ikut aja
34:26Entah juga lo tahu
34:27Di rumah orang ini
34:30Aku juga tahu di rumah
34:35Oh, ada orang di dalam
34:37Udah, pakai aja sendal ini
34:39Masuk aja orang ini
34:50Masuk aja orang ini
34:51Bagus TV-nya
34:59Aduzubillahiminasyaitanirrajim
35:12Bismillahirrahmanirrahim
35:14Allah
35:23Gak apa?
35:25Gue kalau
35:26Dengar orang ngaji begini
35:29Ingat dong
35:29Sama
35:30Sama, Bang
35:31Gue juga
35:33Masuk aja orang ini
35:34Masuk aja orang ini
35:34Masuk aja orang ini
35:35Siapa ya?
35:38Kalian maling ya?
35:39Maling?
35:40Kita maling, Dul?
35:42Jangan menceng-menceng
35:43Maling!
35:44Maling!
35:44Ah, gila lo!
35:45Maling!
35:46Kok begini ceritanya?
35:47Wey!
35:48Maling!
35:49Wey!
35:54Bang!
35:55Lo gak gila-gilanya lo, Bang?
35:56Kok lo mau maling tuh bilang dong?
35:58Lo kebanyakan nanya sih
35:59Lagian nih
36:00Kalau tadi kita berhasil nih, Mat
36:02Kita pasti masuk surga
36:03Surga apa ini?
36:05Hampir kita ketahuan debukin sama warga
36:07Masuk neraka gue
36:09Oh iya?
36:10Bodoh amat!
36:11Aduh salah nih gue bergolong sama lo nih
36:13Sambut gue
36:14Mau kemana lo?
36:15Masa gitu aja salah
36:17Mas ya?
36:18Oke
36:20Wih, nitip kok gue ya
36:21Gue mau kamar mandi
36:22Oh iya, iya, Pertek
36:26Gila lo, Bang
36:27Kacau!
36:28Apa jika?
36:28Ah, lo bilang-bilang dong
36:30Kalau mau ngerampok
36:33Gue bukan mau ngerampok
36:35Agak ngerampok
36:36Itu kan lo ngajak gue ngapain
36:38Ya kan gue pikir kosong
36:40Ngatainya ada orang
36:40Sama aja, Bang
36:44Untung kita selamat, Bang
36:45Kalau kagak
36:46Diarak masa kita
36:48Gue tolongin, Mas Aya
36:49Gue gak tolongin
36:50Gue tolongin, gue tolongin
36:51Mas kan bisa jadi yatim itu
36:53Ya berarti gue juga, dong
36:55Gak lagi, gak lagi
36:57Besok-besok mah gak begitu
36:58Besok-besok gue yakin
36:59Pasti orangnya kegada
37:00Bodo amat
37:01Eh, lo
37:02Siapa yang menung kopi gue nih?
37:04Hah?
37:04Nih?
37:05Lo tanya tunjuk lo
37:06Lo gak kenal gue
37:07Lo siapa, Bang?
37:10Gue Mat Doyong dari Kerangan
37:11RT Bandarayam
37:14Gini-gini gue lama di Banten
37:16Apain, Bang?
37:17Degang daun
37:18Gengengulah
37:19Gimana sih lo berani-baninya lo?
37:21Eh, Bang
37:22Gue gak mau tau ya
37:23Kopi gue gue tuh bayar
37:25Sekalinya, Witt ya
37:25Yang itu
37:27Eh...
37:27Iya, iya, Pak
37:29Wait
37:30Iya, Bang
37:34Itu ganda seturi kopinya berapa?
37:37Rp. 5.000, Bang, kopinya
37:41Utangnya Rp. 300.000
37:43Hati lo
37:46Kodok bener
37:47Gue suruh bayar Rp. 300.000
37:49Bayar dulu
37:50Yah, Witt
37:51Yang kemarin aja kan belum dibayar
37:52Ya, Bang
37:53Banyak banget utangnya deh
37:55Witt
37:56Gini nih, Witt
37:57Apain lagi mau nipul aja?
37:58Iya, Witt
37:59Bang Abel
38:06Eh, Manten kali kau pagi-pagi udah kerja lo
38:10Ya iyalah, Mak
38:11Sebagai dirut muda
38:13Aku tuh harus lebih cepat dari karyawannya
38:18Gitu enang
38:19Cimana enang?
38:20Hehehe
38:21Mana kantornya, Bang?
38:22Bisa lah
38:23Sisi buat lamaran ya kan?
38:25Si
38:25Baru lagi dia masuk kerja
38:27Terus sibuk kau nyusah-nyusahin dia
38:30Kan mumpung gak ada orang dalam
38:32Iya kan, Bang?
38:33Iya, gak apa-apa
38:34Ini
38:34Ini untuk Sisi nih
38:36Enak kali tuh ya
38:38Ini untuk Sisi 500 ribu
38:41Banyak kali tuh kau kasih jajannya
38:43Iya, gak apa-apa
38:44Untuk beli nasi goreng
38:45Terima kasih, Bang
38:46Lho
38:47Tapi untuk nasi goreng
38:48Lebih kali nih
38:50Gak apa-apa
38:52Yang penting
38:54Enang sama Sisi doain
38:55Nanti pas aku naik jabatan
38:57Ku kasih Sisi lebih banyak
38:59Kuangnya, Bang?
39:00Nasi goreng sama gerobak-gerobaknya
39:04Mau jualan lo
39:05Mau jualan aku
39:06Jualan aku
39:07Sama dia
39:08Dia ada nenang ya
39:09Ya, Sisi ya
39:10Selamat tinggalkan
39:11Assalamualaikum
39:15Assalamualaikum
39:17Aduh
39:18Enak kali kalau punya duit ini
39:21Sini dulu aku cepek
39:22Sama aku kok dikasih
39:24Boleh kali nak ini lho
39:25Kan sama aku dikasih
39:26Biar ada beli sayur
39:27Sudahlah sama aku saja
39:28Sini lah
39:43Selamat pagi.
39:44Assalamualaikum.
39:46Selamat pagi.
39:48Ayah menjawab.
39:51Hari ini...
39:52Abang lelok sendiri saja?
39:54Sendiri.
39:56Sama mobil berdua.
39:57Eh, sendiri, reng.
39:59Iya.
40:00Bang lelok, maksudnya pengen kerja apa gimana nih?
40:04Tadi niatnya mau kerja.
40:06Tapi pas di jalan, eh, teringat Rini.
40:09Udah lah mampir gitu.
40:11Bisa aja, Bang.
40:14Yaudah, Bang.
40:15Silahkan duduk. Ayo bikinin abang kopi dulu ya.
40:17Oh, iya. Eh, ini untuk Rini.
40:19Eh, apa nih?
40:20Ya ampun, abang jadi repot-repot.
40:22Ih, apa-apa lah.
40:23Makasih ya, Bang.
40:24Yaudah, silahkan duduk, Bang.
40:25Ayo bikin kopi dulu ya.
40:26Oke.
40:29Nanti, ya.
40:30Nanti, ya.
40:36Eh, apa?
40:39Ih, ngapain Lana itu?
40:42Ini, Bang, kopinya.
40:45Duh, Dede ini jangan repot-repot.
40:48Nanti, Bang, kopi doang sih.
40:50Kagak repot aja, Bang.
40:51Oh, iya.
40:52Ha, ha, ha, ha.
40:52Apa dia?
40:54Bae 24 jam.
40:55Hai dwa.
41:05Ah, ha, ha, ha.
41:08Met name arms.
41:21Muish Dale.
41:25Andai dunia tanpa Tuhan
41:30Hidup bebas tanpa aturan
41:33Hidup tanpa pegangan
41:37Lebih mentingin kekuasaan
41:42Andai dunia tanpa Tuhan
41:46Maunya bebas ngeluh seenak badan
41:50Maunya FYP
41:52Baca Al-Quran capek
41:55Doanya singkat
41:56Mugzizat mau kilat
41:58Tanpa Tuhan
42:00Siapa yang ngawasin
42:02Sibuk urus dunia ibadahnya
42:05Kak Wiwit
42:06Terah kali memang hari ini ya Kak Wiwit ya
42:08Yang gelap catatan hutang gue tuh
42:11Hutang itu menyambung silaturahmi
42:13Kalo gak dikasih
42:15Sombong dia berarti
42:16Mindblowing kali memang dalin mamak-mamak satu inilah
42:19Ini pake gula kan gak pake garam
42:21Abang mau darah tinggi
42:22Dia emang gak bisa darah tinggi
42:24Orang pendek
42:25Candok
42:28Emang bener kata hadis ya
42:29Aku tidak akan meninggalkan satu fitah pun yang membaikkan laki-laki
42:33Selain perempuan
42:39Andai dunia
42:41Tanpa Tuhan
42:43Maunya surga
42:45Tapi rajin bikin dosa
42:48Neraka
42:49Terima kasih telah menonton!
42:50Terima kasih telah menonton!
42:53Terima kasih telah menonton!
Komentar