Skip to playerSkip to main content
Gerhana bulan selalu berhasil mencuri perhatian. Tak heran, di banyak tempat di dunia, momen ini melahirkan mitos, pertanda, dan cerita-cerita kosmis yang diwariskan dari generasi ke generasi.Secara ilmiah, gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi satelit alaminya.
#gerhana
#maknagerhana
#jangkauanluas
#maknagerhanabulan
Transcript
00:00Gerhana bulan selalu berhasil mencuri perhatian.
00:03Tak heran, di banyak tempat di dunia,
00:05momen ini melahirkan mitos, pertanda,
00:08dan cerita-cerita kosmis yang diwariskan dari generasi ke generasi.
00:12Secara ilmiah, gerhana bulan terjadi ketika bumi berada tepat di antara matahari dan bulan,
00:17sehingga bayangan bumi menutupi satelit alaminya.
00:20Warna kemerahan yang muncul berasal dari pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi.
00:25Fenomena yang sama yang membuat langit tampak merah saat matahari terbit dan terbenam.
00:30Namun bagi banyak peradaban kuno,
00:32warna merah itu bukan sekadar efek optik,
00:34melainkan isyarat dari dunia gaib.
00:37Berikut enam tafsiran dari berbagai kepercayaan.
00:40Yang pertama, di peradaban Inca,
00:43misalnya, bulan yang memerah diakini sedang diserang jaguar langit.
00:47Hewan buas itu dianggap mencoba memakan bulan,
00:50dan jika tidak diusir, ia akan turun memangsa manusia.
00:54Untuk menghalaunya, orang-orang berteriak,
00:56mengguncang senjata, dan membuat anjing melolong agar kebisingan tersebut menakuti sang jaguar.
01:02Yang kedua, di Mesopotamia kuno,
01:05gerhana dipandang sebagai ancaman langsung terhadap raja.
01:08Karena para ahli astronomi kala itu mampu memprediksi waktu gerhana,
01:12sebuah ritual unik pun dilakukan.
01:15Raja asli bersembunyi,
01:16sementara seorang, raja pengganti,
01:19ditunjuk untuk menerima nasib buruk yang mungkin menyertai peristiwa tersebut.
01:23Setelah gerhana usai, raja sejati kembali naik tafta.
01:27Yang ketiga,
01:29dalam tradisi Hindu, gerhana bulan dikaitkan dengan sosok iblis rahu yang berhasil meminum ramuan keabadian.
01:35Matahari dan bulan yang mengetahui hal itu segera memenggal kepalanya.
01:39Namun karena sudah meneguk ramuan tersebut,
01:42kepala rahu tetap hidup dan abadi.
01:45Didorong dendam,
01:46ia terus memburu matahari dan bulan untuk menelannya.
01:49Ketika ia berhasil menangkap bulan,
01:52terjadilah gerhana.
01:53Bulan seolah tertelan,
01:55lalu muncul kembali dari leher rahu yang telah terpenggal.
01:58Di banyak wilayah India,
02:00gerhana bulan juga dipercaya sebagai pertanda kurang baik.
02:03Makanan dan air biasanya ditutup rapat,
02:06sementara berbagai ritual pembersihan dilakukan.
02:09Perempuan hamil secara khusus dianjurkan untuk tidak makan
02:12atau mengerjakan pekerjaan rumah selama gerhana,
02:15sebagai bentuk perlindungan bagi janin yang dikandungnya.
02:19Meski demikian,
02:20tak semua kisah gerhana dipenuhi bayangan ancaman atau keburukan.
02:24Yang keempat ada,
02:26suku Hupa dan Luiseno asli Amerika dari California percaya bahwa bulan terluka atau sakit.
02:32Setelah gerhana,
02:33bulan kemudian perlu disembuhkan,
02:35baik oleh istri-istri bulan atau oleh anggota suku.
02:39Suku Luiseno,
02:40misalnya,
02:41akan menyanyikan dan melantunkan lagu-lagu penyembuhan ke arah bulan yang gelap.
02:46Yang kelima,
02:47Batam Maliba di Togo dan Benin,
02:49Afrika,
02:50gerhana bulan digambarkan sebagai sesuatu yang mengembirakan mereka memandang gerhana bulan sebagai pertikaian antara matahari dan bulan.
02:58Konflik itu diakini perlu didamaikan oleh manusia.
03:02Karena itu, momen gerhana dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk mengakhiri perselisihan dan memperbaiki hubungan,
03:09sebuah tradisi yang masih dijaga hingga kini.
03:12Dan yang terhir,
03:14dalam budaya Islam,
03:16gerhana cenderung ditafsirkan tanpa tahayul.
03:19Dalam Islam,
03:20matahari dan bulan melambangkan rasa hormat yang mendalam kepada Allah,
03:24sehingga selama gerhana,
03:26doa-doa khusus dilantunkan termasuk salat al-khusuf,
03:29doa pada gerhana bulan.
03:30Doa ini memohon ampunan Allah dan menegaskan kembali kebesaran Allah.
03:35Kini, ketika sains sudah mampu menjelaskan gerhana bulan hingga hitungan detik,
03:40pesonanya tetap tak memudar.
03:42Saat bulan memerah,
03:44orang-orang masih berhenti sejenak dan merasakan takjub,
03:47persis seperti leluhur dahulu.
03:49Di antara sains dan cerita-cerita lama yang diwariskan turun-temurun,
03:53gerhana bulan menunjukkan bahwa manusia selalu berusaha memahami langit dengan bahasa zamannya.
03:59Mitos-mitos itu pun menjadi cermin cara peradaban membaca.
Comments

Recommended