00:00Gerhana bulan total terjadi di bulan Ramadan 3 Maret 2026 berwarna merah darah.
00:05Ini sebabnya gerhana bulan total yang terjadi pada 3 Maret 2026 akan menyuguhkan pemandangan langit yang spektakuler.
00:13Pada momen ini, bulan akan tampak berwarna merah, sehingga fenomena tersebut dikenal sebagai blood moon atau bulan berdarah.
00:21Warna merah yang terlihat saat gerhana bukan karena bulan benar-benar berubah warna.
00:26Fenomena ini terjadi akibat cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi sebelum akhirnya mencapai permukaan bulan.
00:34Gerhana bulan total terjadi ketika bumi berada tepat di antara matahari dan bulan,
00:38sehingga seluruh permukaan bulan masuk ke dalam bayangan inti bumi, umbra.
00:43Dalam kondisi ini, cahaya matahari tidak lagi menginari bulan secara langsung, tetapi masih bisa menjangkaunya melalui atmosfer bumi.
00:52Saat cahaya matahari melewati atmosfer bumi, gelombang cahaya dengan panjang lebih pendek seperti biru dan ungu akan tersebar lebih kuat.
01:01Sebaliknya, gelombang cahaya dengan panjang lebih besar, seperti merah, justru lebih banyak lolos dan diteruskan.
01:09Cahaya merah inilah yang kemudian dibelokkan, refraktet, oleh atmosfer bumi dan mencapai bulan yang berada di dalam bayangan umbra.
01:17Proses ini dikenal sebagai hamburan dry lake, dry lake scattering.
01:22Akibatnya, meskipun bulan berada dalam bayangan gelap, cahaya merah dari seluruh tepi bumi dari wilayah matahari terbit dan terbenam tetap
01:30menginari bulan,
01:31menghasilkan warna merah atau tembaga khas blood moon.
01:35Dikutip dari BBC, efek ini serupa dengan langit berwarna merah saat matahari terbit atau terbenam,
01:41yang juga disebabkan oleh hamburan dry lake di atmosfer bumi.
01:45Warna merah ini bisa berbeda-beda, tergantung intensitas warna merah saat gerhana bulan total tidak selalu sama.
01:52Tingkat kegelapan dan rona merah yang terlihat dapat bervariasi antar peristiwa, tergantung pada kondisi atmosfer bumi saat itu.
02:00Faktor seperti debu, abu vulkanik, awan, atau polutan di atmosfer memengaruhi seberapa banyak cahaya matahari yang tersebar atau tertahan sebelum
02:10mencapai bulan.
02:11Semakin banyak partikel di atmosfer, semakin kuat hamburan cahaya biru, dan semakin dalam warna merah atau tembaga yang tampak saat
02:19fase totalitas.
02:21Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan aman diamati langsung dengan mata telanjang karena tidak menimbulkan risiko paparan radiasi berbahaya.
02:30Pengamat cukup melihat ke arah bulan saat fase totalitas untuk menikmati perubahan warna yang menakjubkan ini.
Komentar