- 42 menit yang lalu
Drama serial tv Terbaru tahun 2026
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:16Terima kasih.
00:30Terima kasih.
01:08Terima kasih.
01:31Terima kasih.
01:53Terima kasih.
02:16Terima kasih.
02:55Terima kasih.
02:58Terima kasih.
03:03Terima kasih.
03:06Terima kasih.
03:06Terima kasih.
03:14Akhirnya setelah semua usahaku selama ini aku akan mendapatkan hasilnya.
03:29Zara!
03:31Zara!
03:32Zara!
03:34Zara!
03:34Zara!
03:35Zara!
03:36Zara!
03:47Zara!
03:47Zara!
04:05Zara!
04:05Zara!
04:06Zara!
04:13Zara!
04:17Zara!
04:20Zara!
04:21Ini sih.
04:39Zara.
04:41Mas Firza.
04:46Mau ngapain aku cari mas?
04:47Aku datang ke sini, mau tanyain di mana rumahnya Torik.
04:51Aku nggak tahu mas.
04:52Mendingnya mas Firza pergi daripada bikin keributan di sini ya.
04:56Mas!
04:57Makanya!
04:58Aku belum selesai ngomong.
05:00Sakit, lepas Sita.
05:00Kamu cuma punya hak ya buat nolak permintaan aku.
05:03Udah jawab aja di mana rumah nyata lagi.
05:04Aku nggak tahu.
05:06Jawab!
05:07Mas, lepas Sita.
05:08Makanya jawab!
05:09Aku nggak bisa diperintah ya sama kamu ya mas.
05:11Lepasin nggak?
05:12Lepas Sita.
05:12Makanya jawab!
05:14Susah!
05:14Mas!
05:14Mas!
05:15Mas!
05:19Apain anda?
05:20Loh seku campur ya.
05:21Ini urusan keluarga.
05:22Tapi anda itu nggak berhak melakukan kekerasan sama anda sendiri.
05:29Ini urusan keluarga.
05:29Hei!
05:29Jawab dulu.
05:30Apa itu?
05:31Zara!
05:32Saya belum susah ini.
05:33Zara!
05:35Zara!
05:35Zara!
05:36Zara!
05:36Awas dibungi ya!
05:45Zara!
05:46Zara!
05:46Awas dibungi ya!
05:47Zara!
05:48Zara!
05:48Awas dibungi ya!
05:48Zara!
05:49Zara, tunggu sebentar!
05:49Tunggu, Udara!
05:49Tunggu, Udara!
05:50Ini apa, Pak Ancik?
05:52Apa, Pak Ancik?
05:53Ya udah, silahkan, Gor.
05:56Saya bisa sendiri.
06:13Pak.
06:15Yakin kamu datang ke apartunangannya enggak, Angga?
06:21Yakin dong, Pak.
06:23Soalnya kan Mbak Misalku udah baik banget sama Zara.
06:26Dia udah ngasih Zara kerjaan di pabrik.
06:28Terus juga Angga,
06:31Angga kan teman baiknya Zara.
06:34Yakin?
06:36Angga itu cuma teman baik?
06:45Ya, iya, Pak.
06:47Teman baik.
06:48Emang teman apa?
06:50Udah, Zara berangkat dulu, ya?
06:54Assalamualaikum.
06:55Selamat tinggal.
06:56Yakin, Pak.
07:27Selamat tinggal!
07:29Terima kasih.
07:45Sarah
07:47Ibu
07:50Ya ampun
07:52Makasih ya kamu udah dateng
07:54Saya seneng banget
07:57Iya ibu sama-sama
08:00Pasti Zara akan dateng apalagi kan
08:02Diundang langsung sama Mbak Michelle
08:06Ya udah
08:07Kamu selamat menikmati hidangan
08:10Yang udah kami sajikan ya
08:11Terima kasih
08:11Dan Mbak aja
08:13Enggak perlu mas sendiri
08:22Perempuan yang ngobrol sama Sarah itu siapa ya
08:29Sepertinya saya baru pernah ngeliat dia deh
08:31Itu Zara
08:33Bisa dibilang
08:35Dia adalah salah satu orang yang paling berjasa
08:38Untuk hubungan Angga dan Michelle
08:41Bisa sampai di titik ini
08:49Saya bersunggu sekali
08:50Bertemu dengan Zara
08:55Dia adalah
08:56Gadis yang cantik
08:58Dan juga
08:59Mempunyai hati yang malaikat
09:06Dia
09:06Sangat berjuang untuk orang tuanya
09:09Walaupun dia anak angkat
09:13Tapi karena rasa sayangnya
09:18Dia lakukan semuanya dengan tulus
09:39Bagaimana nunggah?
09:42Sudah siap?
09:47Kayaknya siap
10:03Mbak Michelle
10:05Mbak Michelle
10:06Selamat ya atas pertunangannya
10:07Akhirnya kamu dateng juga
10:09Makasih ya
10:10Udah nyipetin kesini
10:11Ya gak mungkin dong Mbak
10:13Saya gak dateng ke acara sepenting ini
10:15Soalnya aku pengen banget kamu ada disini
10:18Jadi saksi perjalanan hidup aku sama Angga
10:24Karena berkat kamu
10:26Kamu bisa ada disini sekarang
10:29Iya
10:31Saya turut bahagia untuk Mbak Michelle dan Angga
10:34Makasih ya
10:42Mbak Michelle
10:44Acaranya udah mau dimulai
10:45Oh iya
10:46Aku duluan ya
10:48Kamu enjoy
10:49Iya
10:49Ayo Mbak
10:51Mbak Michelle
10:53Ayo
10:53Ayo
10:53Ayo
10:53Ayo
10:54Ayo
10:55Ayo
11:02Ayo
11:04Ayo
11:06Ayo
11:07Ayo
11:09Ayo
11:22Terima kasih.
11:58Terima kasih.
12:32Terima kasih.
12:34Terima kasih.
12:36Terima kasih.
12:36Terima kasih.
13:24Terima kasih.
13:52Terima kasih.
14:19Terima kasih.
14:21Terima kasih.
14:45Terima kasih.
14:47Terima kasih.
14:51Terima kasih.
14:57Terima kasih.
15:00Terima kasih.
15:00Terima kasih.
15:02Terima kasih.
15:03Terima kasih.
15:21Terima kasih.
15:24Terima kasih.
15:25Terima kasih.
15:26Terima kasih.
15:27Terima kasih.
15:28Terima kasih.
15:28Terima kasih.
15:32Terima kasih.
15:42Terima kasih.
15:53Terima kasih.
16:05Terima kasih.
16:08Terima kasih.
16:10Terima kasih.
16:12Terima kasih.
16:13Terima kasih.
16:13Terima kasih.
16:15Terima kasih.
16:23Terima kasih.
16:30Terima kasih.
16:40Terima kasih.
16:43Terima kasih.
16:44Terima kasih.
16:50Terima kasih.
16:53Terima kasih.
16:54Terima kasih.
16:57Terima kasih.
16:58Terima kasih.
17:17Terima kasih.
17:43Terima kasih.
17:59Tak ada yang bertahan di saat kau terlukan, hanya ada satu hati yang tetap menjaga.
18:13Tenang, ku tetap untukmu, walau semua menjauh dan tak menaruh rindu.
18:26Saat kau kehilangan tempat untuk dituju, izinkanku cari yang menemuimu.
18:40Tapi ada yang masih berdiri, tanpa diminta, menguatkanmu meski dirinya terluka.
18:55Tenang, ku tetap untukmu.
18:59Wow, semua menjauh dan tak menaruh rindu.
19:08Saat kau kehilangan tempat untuk dituju, izinkanku cari yang menemuimu.
19:21Biar waktu sembuhkan yang hilang darimu.
19:29Ku kan tetap bertahan di sisimu.
19:36Ku tetap untukmu.
19:48Angga.
19:50Angga.
19:50Mama, Mama, Mama.
19:53Udahlah.
19:55Biarkan dia sendiri dulu, ya.
19:58Tapi ada apa sih pas sama anak itu?
20:02Bukankah Angga udah mencintai Michelle sejak SMA?
20:06Lagipula kan hari ini tuh hari yang paling penting untuk mereka berdua, Pak.
20:11Tapi Angga kelihatan aneh kayak gitu.
20:13Sampai sempit tadi salah sebut nama, kan?
20:16Malah nama Zara yang dia sebut.
20:18Kenapa sih pas anak itu?
20:20Udah, Mama.
20:21Kita jangan terlalu menekan dia, ya.
20:23Yang ada nanti tambah buruk.
20:26Pasti dia ada alasannya kenapa dia sampe melakukan seperti itu.
20:30Nanti kita bicara sama dia, ya.
20:33Kalau keadaannya sudah tenang.
20:34Papa tahu, Mama terlalu khawatir sama Angga.
20:39Tapi yang penting sekarang adalah kebahagiaan Angga.
20:43Dengan siapapun dia kelak, kita harus tetap mendukung dia, ya.
20:50Iya.
20:54An, pakai soal sebut...
20:57Amat lagi.
21:08Aku juga senyum banget bisa membangun bahasa depan bersama kamu, Zara.
21:33Biar papa yang akan bicara sama Angga, ya, sayang.
21:37Jangan, Pak.
21:39Ini gak bisa dibiarkan, sayang.
21:42Jangan, Pak.
21:44Please, jangan.
21:46Kenapa, sayang?
21:48Angga sudah keterlalu, Pak.
21:51Dia sudah bikin kamu sedih seperti ini.
21:53Di hari seharusnya dia bikin kamu bahagia.
21:56Papa gak akan mendiamkan begini aja.
22:02Ini, Pak.
22:04Angga udah kasih cincin ini ke jari aku.
22:07Dan Angga pasti akan nikahin aku.
22:11Jadi, semua akan baik-baik aja, Pak.
22:13Please, Papa percaya sama Angga.
22:15Kayak aku percaya sama Angga, Pak.
22:17Aku mohon, Pak.
22:18Please.
22:22Papa cuma khawatir, sayang.
22:25Papa gak mau kamu ngerasa sedih seperti ini.
22:30Cuma itu aja.
22:54Aku happy banget, sayang.
22:57Karena setelah ini, kita akan selalu bersama.
23:00Kita akan membangun masa depan berdua.
23:11Eh, kau belum tidur?
23:15Besok kan kerja pagi?
23:19Iya.
23:21Iya, bentar lagi, Jara tidur.
23:24Jara,
23:26kamu bisa bohong sama orang lain.
23:28Tapi, kamu gak bisa bohong sama bapakmu ini.
23:33Bapak tahu kamu baru patah hati, kan?
23:39Kamu cinta sama Angga.
23:53Zara.
23:54Zara.
23:57Zara gak punya apa buat cinta sama dia.
24:02Dia karena juga udah dimiliki sama orang lain.
24:06Zara gak bisa egois, Pak.
24:12Kalau aja bapak bisa menggantikanmu untuk merasakan sakit hatinya,
24:19bapak akan dengan senang hati melakukannya.
24:34Bapak.
24:35Bapak.
24:37Bapak.
24:38Bapak.
24:38Sebentar, Bapak.
24:38Ada yang harus aku ngomongin.
24:40Dan ini soal Bu Farida.
24:42Soal Bu Farida?
24:43Bapak.
24:44Bu Farida bilang sama aku semalam.
24:46Dia udah mutusin dia mau pulang ke rumah suaminya, Bi.
24:51Kenapa ya Bu Farida melakukan hal ini?
25:00Bi?
25:04Bu Farida?
25:06Ya, Pak.
25:08Apa benar, Bu?
25:10Ibu ingin tinggal bersama suaminya.
25:22Ya, Pak.
25:24Bahkan saya gak sabar untuk bersama-sama suami saya mati.
25:29Jadi suami ibu sekarang itu tinggal sama anak ibu yang duraka itu?
25:42Ya, tapi...
25:44Mohon maaf, Bu Farida.
25:46Maksud saya seperti ini.
25:47Saya mohon maaf kalau saya terkesan terlalu mengatur hidupnya Bu Farida.
25:53Tapi jika Bu Farida ingin pulang ke rumah suami Bu Farida,
25:58saya tidak bisa melarani.
26:02Tapi sebelum Bu Farida keluar dari rumah saya,
26:06saya ingin mengajukan satu syarat untuk Bu Farida.
26:25Saya ingin anaknya Bu Farida yang duraka itu...
26:36datang ke rumah saya,
26:39meminta maaf langsung dengan Bu Farida,
26:41langsung di hadapan saya, Bu Farida.
26:50Saya hanya ingin berbicara dengan anaknya Bu Farida yang duraka itu...
26:55sekaligus saya harus memastikan tidak duraka lagi di hadapan kedua orang tuanya.
27:00Eh...
27:01Bi...
27:02kalau menurut aku ya, Bi ya.
27:05Ini tapi gak seharusnya repot-repot sampai harus ketemu anaknya Bu Farida sih.
27:09Anaknya Bu Farida aja dia itu bisa duraka sama orang tuanya.
27:13Gimana sama Papu? Maksudnya dia mungkin bisa aja kasar sama Papi, kan?
27:19Kamu...
27:20kamu bicara apa sih Torik seperti ini?
27:22Papi gak ngerti.
27:23Papi hanya ingin bicara baik-baik dengan anaknya Bu Farida yang duraka itu.
27:28Iya, aku ngerti, Bi.
27:30Cuman kita nih kan sama-sama gak tahu sifat sebenarnya anaknya Bu Farida itu seperti apa.
27:36Aku gak mau aja kalau Papi itu sampai direndahin sama dia.
27:39Padahal Papi itu udah baik udah nolongin ibunya.
27:43Papi tidak akan membiarkan jika ada seorang anak yang berani menelantarkan bahkan duraka kepada orang tuanya.
27:51Papi gak akan biarkan itu. Papi harus tegur anaknya Bu Farida yang duraka itu.
28:02iya, Bi.
28:04Kalo gak gini aja, Bi.
28:05Gimana kalo aku aja yang ngewakilin Papi?
28:08Jadi aku yang membawa Bu Farida ketemu sama anaknya.
28:11Kamu gak usah report-report, Bi.
28:13Keputusan Papi sudah bulat.
28:15Biarkan anaknya Bu Farida sendiri yang datang ke rumah Papi.
28:40Tunggu sebentar ya, nanti Papi ambilin tasnya dulu.
28:43Sebentar.
28:50Pagi, Pak.
28:51Selamat pagi.
28:52Pagi.
28:58Pagi, Pak.
28:59Pagi.
29:01Tasnya?
29:02Jangan lupa pakai.
29:05Oh, pintar anak Papi.
29:07Dengerin, Papa ya.
29:09Belajar yang rajin.
29:10Dengerin apa kata gurunya.
29:12Ya?
29:12Oke.
29:13Kalip lo.
29:14Dada, Papa.
29:14Dada, sayang.
29:31Halo, Torik.
29:33Torik, Torik, Torik, adikku sayang.
29:36Setelah kamu menghindar aku, selama ini nolak-nolakin telepon aku.
29:41Ada angin apa kamu telepon aku, ha?
29:43Udah sadar sekarang?
29:44Iya.
29:46Sekarang Mas dengerin aku dulu.
29:48Woi, woi, woi.
29:49Santai, santai, santai.
29:50Santai.
29:51Gak lupa kan kalau aku ini Mas Mo, masih kakak kandung kamu.
29:55Jadi gak usah pakai marah-marah, baru hidup enak sebentar ya.
29:59Udah gak punya sopan santun.
30:01Torik, Torik.
30:02Terserah dia.
30:02Mas mau nganggepnya nanggepnya seperti apa terserah.
30:05Tapi sekarang coba Mas dengerin aku dulu.
30:09Ada apa sih?
30:10Hah?
30:11Gini Mas.
30:12Aku udah punya cara.
30:14Gimana caranya supaya kita bisa terbebas dari Ibu sama Papa.
30:19Maksud kamu apa sih?
30:20Udah langsung tuh the point aja sama intinya apa.
30:22Oke, oke.
30:24Gantian dong.
30:24Sabar dong.
30:25Jadi gini aja, simple aja ya Mas ya.
30:28Mas tinggal datang kesini.
30:30Ke rumahku.
30:32Lalu Mas minta maaf sama Ibu.
30:35Abis itu Mas bisa bawa Ibu pergi dari sini.
30:37Mas tinggal kasih Ibu deh.
30:39Biar bisa tinggal sama Bapak dan juga Zara.
30:42Eh, eh.
30:44Pak.
30:47Aku kemarin banyak pikiran Pak di kantor.
30:51Pikiranku lagi kacau, Pak.
30:54Aku sebenernya aku salah.
30:57Aku banyak salah sama Bapak.
30:59Tolong maafin aku.
31:02Jadi aku minta sama Bapak.
31:05Ayo, Pak.
31:07Ayo kita pulang, Pak.
31:10Enggak, enggak, enggak, enggak.
31:11Enggak.
31:12Aku enggak akan pernah minta maaf sama siapapun.
31:15Dan inget ya, Torik.
31:16Jangan pernah suruh-suruh aku seenaknya lagi.
31:18Nanti.
31:20Mas.
31:21Halo.
31:22Mas.
31:24Is.
31:25Saat banget dia.
31:29Waalaikumsalam.
31:31Waalaikumsalam.
31:37Mas.
31:37Dinda gak telat, kan?
31:41Mas, kamu kenapa?
31:42Torik tuh baru telepon aku.
31:44Torik? Ada apa?
31:46Ya, biasalah.
31:47Apalagi kalau bukan buat bujuk aku bawa Ibu dari sana.
31:49Dan lebih parahnya lagi,
31:50dia minta aku supaya pura-pura minta maaf sama Ibu.
31:54Masa iya Torik cuma telepon kamu dan bilang kayak gitu doang?
31:58Oh, enggak. Bukan itu doang.
32:00Dia juga minta aku supaya bawa Ibu,
32:02bawa ke Bapak, terus tinggal sama Zahra juga.
32:04Yang gak mungkin aku lakuin lah. Gila kali ya?
32:08Tapi kalau dipikir-pikir,
32:11idenya Torik gak jelek-jelek amat loh.
32:13Itu bagus loh, Mas.
32:14Gak jelek-jelek gimana? Bagus gimana?
32:16Kamu tahu sendiri kan Pak Erwin?
32:17Pak Erwin itu kalau tiba-tiba datang ke sini gimana?
32:20Coba terus ngeliat Bapak gak ada di sini.
32:22Kamu pikir itu gak akan mempengaruhi karir aku apa?
32:24Ya justru itu jadi kesempatan bagus kamu dong, sayang.
32:28Maksudnya gimana sih?
32:29Kamu bayangin ya,
32:31kalau kamu berhasil bawa Ibu dari rumahnya Torik,
32:34dan kamu biarin Ibu, Bapak dan Zahra itu tinggal bersama,
32:39ya itu bisa jadi alasan kamu ke Pak Erwin dong.
32:42Kalau misal Pak Erwin nanya nih,
32:43Bapak kamu mana?
32:45Ya kamu bisa jawab,
32:46Bapak, Ibu sekarang udah tinggal sama anak bongsunya.
32:49Udah pindah ke rumah anak bongsunya.
32:51Bers kan?
32:56Kamu bener juga sayang.
32:57Dengan kayak gitu,
32:59aku gak usah mikirin lagi Pak Erwin bakal curiga atau semacamnya.
33:03Mas,
33:04kamu ngerasa gak sih,
33:06kalau Torik itu butuh bantuan?
33:09Atau enggak dia lagi punya masalah?
33:12Gini ya mas,
33:14sebelum kamu nurutin apa mau dia,
33:17kamu harus bisa nuntut apa yang kamu mau ke Torik.
33:22Dengan kondisi kamu yang kayak gini,
33:24ternyata kamu buka orang miskin,
33:26harusnya kamu bisa bawa Ibu sama Bapak tinggal sama kamu.
33:29Jadi aku gak usah rekot-rekot lagi urus Bapak.
33:31Iya dong? Lihat dong.
33:32Ya gak mungkin lah mas.
33:34Ibu aja itu udah bikin rekot.
33:37Gua doanya.
33:38Gak bisa lagi pula.
33:40Mertua aku gak tau,
33:41kalau aku tuh masih punya orang tua.
33:43Ngerti gak sih?
33:48Bisa kapan aja bongkar semua rahasia kamu,
33:51sama istri,
33:53dan juga keluarga istri kamu tempat sumber tua.
34:00Udah dong, gak usah banyak mikir.
34:03Mendingan sekarang kamu telepon Torik,
34:04ajak dia ketemuan besok,
34:06dan sisanya aku yang pikirin.
34:32Ini dia yang ditemui-temui.
34:34Silahkan duduk, silahkan.
34:37Soal baik, Pak.
34:41Oke, gini.
34:44Kita to the point aja ya.
34:46Jadi,
34:47kamu minta aku dateng ke rumah mertua kamu,
34:50terus aku pura-pura minta maaf sama Ibu,
34:53dan aku pura-pura menyesali semua perbuatanku.
34:57Hmm.
34:58Itu kan intinya?
34:59Betul.
35:00Aman aja sih.
35:02Tapi,
35:04kayak ada sesuatu yang ganjel gitu.
35:06Kenapa
35:07adik aku yang satu ini
35:10tiba-tiba
35:11minta aku jemput Ibu,
35:15lalu buang ke Zara sama seperti yang kita lakukan ke Bapak.
35:22Gampang sih sebenernya.
35:24Aku bisa lakuin semua itu.
35:25kamu.
35:26Tapi,
35:27untuk bisa menjalankan skenario itu,
35:29ada satu pertanyaan.
35:30Apakah,
35:32aku harus pura-pura gak kenal sama kamu?
35:36Atau nanti,
35:38di saat semua skenario itu berjalan,
35:41aku harus panggil kamu?
35:43Adikku?
35:52ini dia yang aku tunggu-tunggu.
35:55Ada kaca gak sih?
35:56Ada cermin gak sih?
35:57Tarik.
35:58Kamu harus lihat tadi.
36:01Ekspresi kamu
36:02pas aku ngomong kayak gitu.
36:05Ada ketakutan,
36:07terus juga di situ ada kegelisahan,
36:09ada panik.
36:10Aku jadi makin penasaran kira-kira
36:12kenapa sih?
36:13Adik aku yang ganteng ini,
36:15yang biasanya tenang, ceria,
36:18itu kaget.
36:19Waktu aku ngomong kayak gitu,
36:21ada apa sih sebenernya?
36:22Cerita dong.
36:23Pengen tahu apa pun.
36:27Please deh sayang.
36:29Kamu kira adik Iparaku ini bodoh?
36:32Dia itu lebih pintar dari kita.
36:36Begitu kamu minta maaf sama ibu,
36:38tanpa kamu mengakui kalau dia ini adik kandung kamu,
36:42itu artinya,
36:44kamu kehilangan pegangan satu-satunya.
36:52Karena begitu kamu pura-pura gak kenal
36:54sama anak yang pura-pura jadi
36:56yatim piatu ini,
36:58biar dia bisa hidup mewah
37:00di rumah mertuanya,
37:03kamu akan kehilangan kesempatan besar, Mas.
37:09Udah, sekarang gini deh gak usah basa-basi ya.
37:12Jadi intinya kalian mau apa enggak?
37:17Tarik, Tarik.
37:20Kamu pikir aku ini bodoh?
37:24Maksudnya apa?
37:26Sabar.
37:30Silahkan dibuka dan dibaca.
37:32Dan dipaham.
37:46Aku minta 100 juta per bulan selama 2 tahun.
37:502,4 miliar.
37:52Ya.
37:542,4 miliar?
37:58Ini benar ajalah.
38:00Maksudnya apaan?
38:02Itu anggap aja sebagai asuransi,
38:06jaga-jaga loh kalau misalnya nanti
38:07aku harus jagain ibu sama bapak.
38:12Itu murah loh.
38:142,4 miliar.
38:16Dan kamu bisa bayar per bulan
38:19atau mau sekalian.
38:21Eh.
38:22Tahu gak sih?
38:242,4 miliar ini bukan uang yang ketak.
38:27Aduh, Tarik.
38:29Angka segini,
38:31itu gak ada apa-apanya dibandingkan kekayaan mertua kamu.
38:35Tapi kita gak ada yang maksa kok.
38:37Kalau misalnya berat di kamu yang gak apa-apa, it's fine.
38:41Paling ini aja sayang, kita aturin jadwal kapan kita mampir ke rumah mertuanya Tori.
38:46Kita buat ngobrol-ngobrol, ngopi-ngopi sama adik kita tercinta ini.
39:02Mas, kamu pasti belum pernah ngeliat kan?
39:05Di hadapan kamu langsung pake mata kepala kamu sendiri.
39:09Uang 2,4 miliar itu sebanyak apa?
39:17Aku juga belum pernah ngeliat tuh uang 2,4 miliar.
39:20Tapi aku pastikan,
39:22untuk pertama kalinya aku ngeliat 2,4 miliar ada di rekening aku,
39:27itu dari adikku.
39:34Wah, kaya raya.
39:38Yes.
39:38Kaya raya.
39:42Mas Firza, Mas Firza.
39:46Gak berubah ya dari kecil.
39:47Mas Firza tuh dari kecil sama aja.
39:51Tukang mimpi yang mau dapetin semuanya dengan cara yang mudah.
39:57Iya dong, konsisten.
39:58Hidup itu semua berawa dari mimpi, Tori.
40:00Betul.
40:01Dan aku yakin,
40:03pasti semua kebusukannya Mas Firza ini,
40:07ide istri tercinta kan?
40:12Ambil rumah bapak,
40:14nuker perhiasan ibu,
40:20Mas,
40:22lebih baik
40:24Mas pulang.
40:26Ngobrol lagi, Gi.
40:28Berdua.
40:31Dan kalo udah ketemu nominal yang realitis,
40:37baru kita ketemu lagi.
40:39Ya.
40:50Oke.
40:54Oke.
40:55Berapa yang kamu sanggup untuk bayar?
40:57Bukan sanggup.
40:59Tapi yang realistis.
41:0250 juta.
41:08Oke.
41:09Eh.
41:11Mas kok oke-oke aja.
41:14Transfer sekarang.
41:18Eh bentar dulu, itu gak ada seperempatnya dari yang aku minta ya?
41:21Udah lah Mas.
41:24Adik kamu ini ternyata gak sekaya yang kita pikir.
41:33Udah capek nipu,
41:35malah gak dapet apa-apa.
41:37Kan kasian.
41:45kirim alamat ke rumah kamu sekarang.
41:48Dan besok kita akan datang kesana sesuai skenario yang kamu mau.
42:02Tapi,
42:04kalo sisa uang yang aku mau belum masuk juga ke transferku.
42:10Kamu sudah bisa pastikan kan?
42:12Apa yang akan terjadi.
42:14Dan Mas kamu ini akan seneng banget
42:18untuk bertemu mertua kamu dan istri kamu.
42:27Masa pungkam deh Cik.
42:29Terima kasih atas pujiannya.
42:34Sudah tau kan?
42:36Aku seperti apa?
42:38Jadi jangan macem-macem sama kakak kamu.
42:42Karena kami tidak bodoh.
42:50Oke.
42:51Kayaknya udah cukup ya.
42:53Untuk pertemuan kita hari ini.
42:56Jadi aku tunggu kabar baiknya ya adikku.
43:00Oke sayang.
43:28Tadi aku tunggu kabar baiknya ya.
43:30Ada adikku.
43:34Masar!
43:36Ada penjilat.
43:38Bisa-bisanya mereka berdua ngancam aku.
43:40Meras aku kayak gitu.
43:45Mereka itu bikin aku susah terus.
44:01Sinta sama keluarganya gak boleh tau soalnya nih.
44:08Akhirnya saya bisa ngerasain mobil baru.
44:12Sayang.
44:13Aku pengen beli mobil ini dong.
44:17Iya sayang.
44:19Apa aja yang kamu mau.
44:21Lagian juga kan Torik ini yang bayar.
44:24Ya juga ya.
44:25Aku sih gak peduli ya.
44:27Dia dapet uangnya dari mana.
44:30Yang jelas dia harus dapetin apa yang kita minta.
44:36Eh.
44:37Aku ada ide bagus banget nih.
44:39Gimana.
44:41Kalau kita kasih kunjungan kecil-kecilan ke Torik.
44:44Biar kayak surprise dan dia lebih termotivasi.
44:48Setiap.
44:50Mana sih ini handphone kamu?
44:51Biar aku cek makasih.
44:52Yang bagus.
45:02Ya ampun mas.
45:03Ini beneran enak banget loh.
45:05Kamu tau gak sih.
45:06Ini tuh Bu Farida loh.
45:07Yang rekomendasiin tempatnya.
45:08Jadi di tempat bubur ini katanya.
45:11Bu Farida tuh.
45:12Dulu pas ambil anak kedua.
45:13Itu sering dibeliin sama suaminya.
45:15Tempat bubur dari sini.
45:23Enak.
45:33Berusik banget mas.
45:34Siapa ya?
45:35Enggak biar Dina Azim.
45:54Siapa mas?
45:56Entar aku cek dulu ya.
46:02Enak.
46:03Maaf Pak, Bu.
46:04Tolong berhenti.
46:05Shhh.
46:06Udah ya Pak.
46:06Tenang aja Pak.
46:07Ini mobil bakal kita beli.
46:10Jadi Bapak gak usah khawatir.
46:11Tenang aja.
46:12Gak bakal rusak.
46:13Kalau rusak juga jadi milik kita.
46:14Ya.
46:30Masa penjilat.
46:37Kasih gas lagi.
46:38Kasih gas lagi.
46:39Kasih gas lagi.
46:39Maaf Pak, Bu.
46:40Tenang nanti.
46:41Udah cukup Pak.
46:42Ini mobil kan bakal jadi milik kita.
46:43Udah tenang aja, kita bakal bayar
46:46Wow, udah
46:48Yaudah-yaudah, kita balik lagi ke showroom
46:50Kita bayar DP-nya, ayo let's go
46:53Siapa mas?
46:57Siapa-siapa, orang gak jelas banget
47:00Kok gitu? Kenapa?
47:02Kamu kok jadi bete?
47:04Ini loh ya, aku tuh
47:06Gak tau ya, ini mungkin perasaan aku aja
47:09Tapi semenjak kita tinggal di Jakarta tuh
47:12Kok kita berurusan terus sama orang-orang aneh ya?
47:16Beda banget kayak di sengah orang
47:19Disini kok aneh-aneh semua pada nyebelin
47:21Mas, yang namanya juga ibu kota
47:24Kan makin banyak macem orangnya disini
47:26Tapi kan sebenernya dimana-mana juga sama aja mas
47:29Pasti ada aja yang nyebelin
47:31Kamu jangan kesulut emosi ya
47:34Dariin ajalah mereka
47:36Kak Awat
47:38Mas Firza bisa dateng kapan aja dong
47:40Kau harus menghentikannya sebelum dia
47:42Hancurin semua yang udah aku bangun ini
47:52Yang kamu masih menghantumi
47:57Di setiap langkah kau pilih jalan sendiri
48:06Meninggalkanku di dalam sepi
48:10Dan seni yang menyelimuti hati
48:17Kau hancurkan semua haram
48:24Tak pernah ku sangka kau bisa begitu kejam
48:30Sejauh apa kau lupa
48:34Hingga tangan aku dalam doamu
48:43Kau melukai hati
48:46Dan hancurkan mimpi-mimpi
48:50Sisakan lu ketak terabati
48:54Tapi ku tetap disini
49:03Kamu jangan pernah lugu di hadapan saya
49:05Kamu masuk ke dalam kehidupan mereka
49:07Hubungan mereka jadi rusak
49:09Gak nyangka ya
49:10Padahal bukanya polos
49:12Kayak orang bener
49:13Itu dia
49:14Pak Herwin apa kabar?
49:16Udah ketemu sama bapak bang sih?
49:18Kamu dan kakakmu Firza itu lagi
49:19Merencanakan apa buat ibu dan bapak?
49:22Apa sih yang kalian cari?
49:23Kenapa kalian berdua selalu menzolimin ibu juga bapak?
49:27Apalagi Zahra?
49:29Halo Tori
49:31Anak bapak yang durhaka
49:35Saya akan kesana
49:37Dan saya akan bongkar
49:39Semua kedok kamu disana
49:41Kepada mertua kamu
49:43Dan kepada istrimu yang sedang hamil
49:45Betul?
50:02Terima kasih
50:02Terima kasih
50:02Terima kasih
Komentar