Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Putaran kedua perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan pada Selasa (19/2/2026) di Jenewa, Swiss.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat mengancam akan mengerahkan kapal induk USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah, sementara Iran menolak setiap bentuk tekanan dari mana pun.

Apakah kondisi ini akan mengarah pada konflik kedua negara? Simak bahasannya bersama dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu Duarte.

#donaldtrump #iran #amerika #perang

Baca Juga Warga Muhammadiyah Gelar Tarawih Perdana pada Selasa Malam, Begini Suasanya di Sejumlah Daerah di https://www.kompas.tv/nasional/651308/warga-muhammadiyah-gelar-tarawih-perdana-pada-selasa-malam-begini-suasanya-di-sejumlah-daerah



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/651310/full-analisis-ahli-as-ancam-kerahkan-kapal-induk-akankah-konflik-dengan-iran-meletup

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Intro
00:01Kami lanjutkan informasi di Kompas Petang Saudara
00:05Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan
00:08Presiden Donald Trump lebih memilih menyelesaikan masalah dengan Iran
00:11melalui negosiasi dibandingkan perang
00:15Negosiasi itu termasuk bila pemimpin tertinggi Iran
00:18Ayatullah Ali Khamenei ingin menemui Trump
00:24Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan yang masih memanas
00:28menyusul pengerahan kapal induk kedua Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah Saudara
00:34Menurut Rubio, Donald Trump lebih memilih menyelesaikan masalah
00:38menggunakan jalur diplomatik dengan Iran
00:41Menanggapi pernyataan tentang pengerahan kapal induk Amerika Serikat kedua ke Timur Tengah
00:47Rubio menegaskan Amerika Serikat tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir
00:54yang menurutnya merupakan ancaman bagi Amerika Serikat, Eropa dan juga keamanan global
01:25Presiden Iran menegaskan kembali bahwa negaranya
01:30tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir Saudara
01:33Namun ia menegaskan negaranya tidak akan menyerah pada tuntutan berlebihan terkait dengan program nuklirnya
01:40Presiden Iran juga mengatakan negaranya siap untuk verifikasi apapun dari program nuklirnya
01:45dan menegaskan bahwa Teheran tidak berupaya memperoleh senjata nuklir
02:00Terima kasih telah menonton!
02:04Terima kasih telah menonton!
02:07Terima kasih telah menonton!
02:29Sementara itu saudara Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menyatakan
02:32setiap kesepakatan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran
02:35harus memastikan bahwa seluruh fasilitas nuklir Iran dibongkar
02:41termasuk pembatasan program balistik Iran
02:43Pernyataan ini muncul saat Menteri Luar Negeri Iran bertolak ke Swiss
02:47untuk putaran kedua perundingan nuklir dengan Amerika Serikat
02:51Perundingan ini diharapkan dapat mencari jalan keluar dari kebuntuhan yang telah berlangsung lama
03:25Sementara itu saudara
03:28Donald Trump mengancam akan mengirimkan kapal induk kedua ke timur tengah saudara
03:33Dikirimnya kapal induk ini sebagai peringatan terhadap Iran
03:37jika gagal mencapai kesepakatan tentang program nuklirnya
03:41Trump menyebut USS Gerald Ford segera meninggalkan wilayah Karibia menuju ke timur tengah
03:47USS Gerald Ford akan bergabung dengan kelompok tempur USS Abraham Lincoln
03:52yang sudah mengepung Iran sejak Januari lalu
03:58iceps나 17しょ
03:59seksa miles dealt ng Identif
04:00kami harusnya
04:00seksan
04:01kamu harusnya
04:03seksan
04:03kita boleh
04:03kita terus
04:05itu berlaku很
04:07dengan saat
04:07ses ada
04:07flaskan kita
04:09sudah oke pas
04:10sudah bagaimana
04:11morbid luar
04:12bergerak
04:12based kembali
04:17jest Tani
04:17I think they'll be successful, and if they're not, it's gonna be a bad day for Iran, very bad.
04:47Konflik kedua negara. Kami membahasnya bersama dengan dosen ilmu politik Universitas Udayana,
04:53Aifatah Filomeno Boromew, yang telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
04:59Selamat petang, Mas Fata.
05:01Terima kasih, selamat petang, Mas.
05:03Ini kan kalau kita lihat putaran pertama negosiasinya ini nampaknya, ya bisa dikatakan menemui jalan buntu, begitu kan.
05:09Nah, besok akan ada negosiasi putaran kedua di Jenewa Swiss.
05:12Menurut Anda ini kesepakatannya akan ada nggak sih antara Amerika Serikat dan juga Iran terkait dengan nuklir ini?
05:22Baik, tentu ini adalah satu pertanyaan yang sangat fundamental ya untuk melihat dan juga membaca eskalasi hari ini terkait dengan
05:31situasi Iran.
05:32Kita mesti melihat format yang dikirimkan Amerika Serikat untuk nanti mengikuti diplomasi bersama Menteri Pertahanan dari Iran itu sendiri.
05:42Yaitu adalah Jared Kushner dan juga Steve Witkoff yang notabene bukanlah diplomat murni.
05:48Harapannya agar nanti ada pendekatan secara transaksional ya, yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
05:56Dan sebenarnya inilah yang diharapkan oleh Trump terjadi begitu.
06:01Tetapi ini tidak diharapkan begitu sangat baik oleh Israel itu sendiri.
06:04Mereka menganggap bahwa penghapusan senjata nuklir atau pengayaan nuklir mirip Iran ini adalah sesuatu yang sangat eksistensial.
06:12Saya mohon maaf tadi terkait dengan Menteri Negeri ya, yang dikirim oleh Iran ke sana.
06:19Ya ini kalau di sisi lain kan kalau kita lihat kan Donald Trump sendiri sempat mengatakan bahwa lebih mengedepankan menggunakan
06:28diplomatik begitu.
06:29Meskipun ada sejumlah kapal perang yang sudah dikirim.
06:33Anda melihat ini diplomatik negosiasi yang diingin ditampaikan ala Donald Trump ini seperti apa dengan Iran?
06:44Baik, untuk mengahami Donald Trump kita harus sedikit banyak melihat bagaimana Donald Trump berpikir ya.
06:50Dan kalau kita membaca buku dari The Art of Deal Donald Trump dan juga hari ini yang menerapkan satu doktrin
06:58dalam diplomasi madman teori ya.
07:00Jadi mereka memaksa secara maksimum untuk tunduk pada hegemoni yang dilakukan atau diplomasi yang dilakukan atau keinginan diharapkan oleh Amerika
07:09Serikat.
07:10Ya memang ini ibaratnya diplomasi tapi dengan senjata yang terkokang di atas kepala.
07:14Ini yang menyebabkan Iran juga sulit untuk mengatakan kesepakatan dengan Iran itu sendiri.
07:19Karena didesak oleh Israel dan juga didesak oleh koalisi-koalisi yang berharap agar harus ada strategic victory dan kemenangan secara
07:26penuh di wilayah Mediterranean.
07:28Dan ini adalah satu tanda-tanda yang mungkin sulit untuk terwujud tetapi kita bisa melihat nanti apa yang terjadi ke
07:34depannya esok.
07:35Karena kalau kita lihat secara kacamata awam begitu kan ini diplomasi tapi di bawah tekanan kita lihat ini Trump mengancam
07:43dengan mengirimkan kapal induk lagi.
07:44Begitu di sisi lain Iran sendiri berulang kali menegaskan bahwa sebenarnya negarnya tidak memiliki program nuklir.
07:50Ini menurut Anda arahnya akan kemana?
07:54Ya arah yang paling utama adalah bagaimana nanti ke depannya semoga eskalasi terkait dengan jalan buntu ini tidak muncul ya
08:04nanti dalam opsi-opsi yang ada dan tidak ada opsi militer yang digunakan.
08:08Tetapi Iran sendiri itu sudah mempersiapkan diri untuk melakukan pertahanan secara penuh dan mempersiapkan strategi perang regional apabila situasi cukup
08:16buruk.
08:16Dan penebalan yang dilakukan ini juga sebagai langkah untuk melindungi kawasan dari situasi perang dan terutama untuk melindungi Israel itu
08:25sendiri.
08:26Tetapi harapan besarnya adalah nanti ketika kedua belah pihak sudah bertemu ada win-win solution.
08:32Tetapi mungkin yang akan sangat realisis terjadi adalah win-lose solution begitu.
08:36Iran mungkin karena dipaksa untuk melakukan regime change dan kita bisa melihat bahwa sudah ada kedatangan pangeran Pak Levy ya
08:45waktu pertemuan di Munich ini kan sebagai tanda bahwa seolah-olah sudah ada satu dukungan besar dari dunia bahwa Iran
08:52memang harus berubah dan eskalasi konflik bisa ditekan.
08:56Oke ini masih dalam negosiasi begitu kan nanti dilaksanakan besok terakhir.
09:01Menurut Anda ini akan seperti apa? Apakah nanti akan ada adu militer atau nanti akan ada perang lain seperti perang
09:08narasi atau perang cyber?
09:11Ya perang cyber sudah terjadi terus menerus.
09:14Kita bisa melihat bagaimana angkatan cyber dari Iran sendiri juga bahkan mereka sudah memiliki teknologi-teknologi baru.
09:20Cina juga sudah mengirimkan berapa radar-radar balu yang bisa melacak pesawat F-35.
09:27Terus juga kita bisa melihat bagaimana Amerika melakukan intercept untuk mencegah pembelian minyak yang dilakukan oleh Cina.
09:34Secara politik juga masih naik turun.
09:37Tetapi kita bisa melihat bahwa sebenarnya tujuan utama dari ini semua untuk show of force.
09:44Amerika juga ingin menunjukkan bahwa kami memiliki segalanya dan kami akan sangat siap.
09:49Dan opsi terburuknya adalah menggunakan militer dan acceptation strike seperti yang dilakukan terhadap Venezuela.
09:54Kita nantikan ya bagaimana negosiasi kedua yang akan dilaksanakan esok di Genewa Swiss.
09:58Terima kasih.
09:59Mas Aifata Fulemeno Bromew 2 RT selaku dosen ilmu politik Universitas Udayana telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
10:07Salam sehat.
10:08Salam sehat. Terima kasih.
10:10Usai jeda sodara Kompas Petang akan hadir dengan informasi Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan...
Komentar

Dianjurkan