00:00Intro
00:01Kami lanjutkan informasi di Kompas Petang Saudara
00:05Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan
00:08Presiden Donald Trump lebih memilih menyelesaikan masalah dengan Iran
00:11melalui negosiasi dibandingkan perang
00:15Negosiasi itu termasuk bila pemimpin tertinggi Iran
00:18Ayatullah Ali Khamenei ingin menemui Trump
00:24Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan yang masih memanas
00:28menyusul pengerahan kapal induk kedua Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah Saudara
00:34Menurut Rubio, Donald Trump lebih memilih menyelesaikan masalah
00:38menggunakan jalur diplomatik dengan Iran
00:41Menanggapi pernyataan tentang pengerahan kapal induk Amerika Serikat kedua ke Timur Tengah
00:47Rubio menegaskan Amerika Serikat tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir
00:54yang menurutnya merupakan ancaman bagi Amerika Serikat, Eropa dan juga keamanan global
01:25Presiden Iran menegaskan kembali bahwa negaranya
01:30tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir Saudara
01:33Namun ia menegaskan negaranya tidak akan menyerah pada tuntutan berlebihan terkait dengan program nuklirnya
01:40Presiden Iran juga mengatakan negaranya siap untuk verifikasi apapun dari program nuklirnya
01:45dan menegaskan bahwa Teheran tidak berupaya memperoleh senjata nuklir
02:00Terima kasih telah menonton!
02:04Terima kasih telah menonton!
02:07Terima kasih telah menonton!
02:29Sementara itu saudara Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menyatakan
02:32setiap kesepakatan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran
02:35harus memastikan bahwa seluruh fasilitas nuklir Iran dibongkar
02:41termasuk pembatasan program balistik Iran
02:43Pernyataan ini muncul saat Menteri Luar Negeri Iran bertolak ke Swiss
02:47untuk putaran kedua perundingan nuklir dengan Amerika Serikat
02:51Perundingan ini diharapkan dapat mencari jalan keluar dari kebuntuhan yang telah berlangsung lama
03:25Sementara itu saudara
03:28Donald Trump mengancam akan mengirimkan kapal induk kedua ke timur tengah saudara
03:33Dikirimnya kapal induk ini sebagai peringatan terhadap Iran
03:37jika gagal mencapai kesepakatan tentang program nuklirnya
03:41Trump menyebut USS Gerald Ford segera meninggalkan wilayah Karibia menuju ke timur tengah
03:47USS Gerald Ford akan bergabung dengan kelompok tempur USS Abraham Lincoln
03:52yang sudah mengepung Iran sejak Januari lalu
03:58iceps나 17しょ
03:59seksa miles dealt ng Identif
04:00kami harusnya
04:00seksan
04:01kamu harusnya
04:03seksan
04:03kita boleh
04:03kita terus
04:05itu berlaku很
04:07dengan saat
04:07ses ada
04:07flaskan kita
04:09sudah oke pas
04:10sudah bagaimana
04:11morbid luar
04:12bergerak
04:12based kembali
04:17jest Tani
04:17I think they'll be successful, and if they're not, it's gonna be a bad day for Iran, very bad.
04:47Konflik kedua negara. Kami membahasnya bersama dengan dosen ilmu politik Universitas Udayana,
04:53Aifatah Filomeno Boromew, yang telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
04:59Selamat petang, Mas Fata.
05:01Terima kasih, selamat petang, Mas.
05:03Ini kan kalau kita lihat putaran pertama negosiasinya ini nampaknya, ya bisa dikatakan menemui jalan buntu, begitu kan.
05:09Nah, besok akan ada negosiasi putaran kedua di Jenewa Swiss.
05:12Menurut Anda ini kesepakatannya akan ada nggak sih antara Amerika Serikat dan juga Iran terkait dengan nuklir ini?
05:22Baik, tentu ini adalah satu pertanyaan yang sangat fundamental ya untuk melihat dan juga membaca eskalasi hari ini terkait dengan
05:31situasi Iran.
05:32Kita mesti melihat format yang dikirimkan Amerika Serikat untuk nanti mengikuti diplomasi bersama Menteri Pertahanan dari Iran itu sendiri.
05:42Yaitu adalah Jared Kushner dan juga Steve Witkoff yang notabene bukanlah diplomat murni.
05:48Harapannya agar nanti ada pendekatan secara transaksional ya, yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
05:56Dan sebenarnya inilah yang diharapkan oleh Trump terjadi begitu.
06:01Tetapi ini tidak diharapkan begitu sangat baik oleh Israel itu sendiri.
06:04Mereka menganggap bahwa penghapusan senjata nuklir atau pengayaan nuklir mirip Iran ini adalah sesuatu yang sangat eksistensial.
06:12Saya mohon maaf tadi terkait dengan Menteri Negeri ya, yang dikirim oleh Iran ke sana.
06:19Ya ini kalau di sisi lain kan kalau kita lihat kan Donald Trump sendiri sempat mengatakan bahwa lebih mengedepankan menggunakan
06:28diplomatik begitu.
06:29Meskipun ada sejumlah kapal perang yang sudah dikirim.
06:33Anda melihat ini diplomatik negosiasi yang diingin ditampaikan ala Donald Trump ini seperti apa dengan Iran?
06:44Baik, untuk mengahami Donald Trump kita harus sedikit banyak melihat bagaimana Donald Trump berpikir ya.
06:50Dan kalau kita membaca buku dari The Art of Deal Donald Trump dan juga hari ini yang menerapkan satu doktrin
06:58dalam diplomasi madman teori ya.
07:00Jadi mereka memaksa secara maksimum untuk tunduk pada hegemoni yang dilakukan atau diplomasi yang dilakukan atau keinginan diharapkan oleh Amerika
07:09Serikat.
07:10Ya memang ini ibaratnya diplomasi tapi dengan senjata yang terkokang di atas kepala.
07:14Ini yang menyebabkan Iran juga sulit untuk mengatakan kesepakatan dengan Iran itu sendiri.
07:19Karena didesak oleh Israel dan juga didesak oleh koalisi-koalisi yang berharap agar harus ada strategic victory dan kemenangan secara
07:26penuh di wilayah Mediterranean.
07:28Dan ini adalah satu tanda-tanda yang mungkin sulit untuk terwujud tetapi kita bisa melihat nanti apa yang terjadi ke
07:34depannya esok.
07:35Karena kalau kita lihat secara kacamata awam begitu kan ini diplomasi tapi di bawah tekanan kita lihat ini Trump mengancam
07:43dengan mengirimkan kapal induk lagi.
07:44Begitu di sisi lain Iran sendiri berulang kali menegaskan bahwa sebenarnya negarnya tidak memiliki program nuklir.
07:50Ini menurut Anda arahnya akan kemana?
07:54Ya arah yang paling utama adalah bagaimana nanti ke depannya semoga eskalasi terkait dengan jalan buntu ini tidak muncul ya
08:04nanti dalam opsi-opsi yang ada dan tidak ada opsi militer yang digunakan.
08:08Tetapi Iran sendiri itu sudah mempersiapkan diri untuk melakukan pertahanan secara penuh dan mempersiapkan strategi perang regional apabila situasi cukup
08:16buruk.
08:16Dan penebalan yang dilakukan ini juga sebagai langkah untuk melindungi kawasan dari situasi perang dan terutama untuk melindungi Israel itu
08:25sendiri.
08:26Tetapi harapan besarnya adalah nanti ketika kedua belah pihak sudah bertemu ada win-win solution.
08:32Tetapi mungkin yang akan sangat realisis terjadi adalah win-lose solution begitu.
08:36Iran mungkin karena dipaksa untuk melakukan regime change dan kita bisa melihat bahwa sudah ada kedatangan pangeran Pak Levy ya
08:45waktu pertemuan di Munich ini kan sebagai tanda bahwa seolah-olah sudah ada satu dukungan besar dari dunia bahwa Iran
08:52memang harus berubah dan eskalasi konflik bisa ditekan.
08:56Oke ini masih dalam negosiasi begitu kan nanti dilaksanakan besok terakhir.
09:01Menurut Anda ini akan seperti apa? Apakah nanti akan ada adu militer atau nanti akan ada perang lain seperti perang
09:08narasi atau perang cyber?
09:11Ya perang cyber sudah terjadi terus menerus.
09:14Kita bisa melihat bagaimana angkatan cyber dari Iran sendiri juga bahkan mereka sudah memiliki teknologi-teknologi baru.
09:20Cina juga sudah mengirimkan berapa radar-radar balu yang bisa melacak pesawat F-35.
09:27Terus juga kita bisa melihat bagaimana Amerika melakukan intercept untuk mencegah pembelian minyak yang dilakukan oleh Cina.
09:34Secara politik juga masih naik turun.
09:37Tetapi kita bisa melihat bahwa sebenarnya tujuan utama dari ini semua untuk show of force.
09:44Amerika juga ingin menunjukkan bahwa kami memiliki segalanya dan kami akan sangat siap.
09:49Dan opsi terburuknya adalah menggunakan militer dan acceptation strike seperti yang dilakukan terhadap Venezuela.
09:54Kita nantikan ya bagaimana negosiasi kedua yang akan dilaksanakan esok di Genewa Swiss.
09:58Terima kasih.
09:59Mas Aifata Fulemeno Bromew 2 RT selaku dosen ilmu politik Universitas Udayana telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
10:07Salam sehat.
10:08Salam sehat. Terima kasih.
10:10Usai jeda sodara Kompas Petang akan hadir dengan informasi Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan...
Komentar