Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sahabat KompasTV, saksikan Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa Ramadan 2026 di link ini https://www.youtube.com/watch?v=WB6aEb8gsb4

KOMPAS.TV - Berdasarkan pantauan kami sejak pagi tadi (17/02/2026) di Wihara Ekayana Duri Kepa, Jakarta terlihat umat sudah mulai berdatangan untuk beribadah.

Saat ini, sudah ada ratusan orang yang hadir.

Menurut catatan pihak pengelola, untuk hari ini jumlah umat yang hadir diperkirakan bisa mencapai 3.000 hingga 5.000 orang.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Hilal Belum Terlihat, LFNU Prediksi Awal Puasa Jatuh Tanggal 19 Februari 2026 di https://www.kompas.tv/nasional/651265/hilal-belum-terlihat-lfnu-prediksi-awal-puasa-jatuh-tanggal-19-februari-2026

#imlek #tahunbaruimlek #jakarta

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/651267/live-suasana-ibadah-imlek-di-wihara-ekayana-jakarta-berlangsung-khidmat
Transkrip
00:00Bayang di vihara Ekayana ada Jurnalus Kompas TV Edwin Chan dan Alva Farid di sana.
00:08Edwin, apakah umat masih terus berdatangan di vihara Ekayana ini?
00:18Betul sekali, umat masih terus berdatangan, tidak ada berhentinya.
00:22Dari tadi pagi kami pantau, memang juga tadi pada pukul 10
00:25ada sembah yang imlek yang dilakukan secara bersama-sama seperti itu
00:29yang dipimpin oleh para bante dan juga seluruh suku yang ada di vihara Ekayana Arama
00:34di Durikepa, Jakarta Barat.
00:35Untuk tahu seperti apa, keceriaan, lalu juga kebersamaan pun khusyuknya ibadah dan juga doa imlek
00:44pada hari ini, di hari Selasa 17 Februari 2026, sekarang kita sudah bergabung dengan salah satu umat.
00:51Halo, Koko Cici.
00:52Halo.
00:53Oke, ini dengan Koko sama Cici siapa dan dari mana nih tinggalnya?
00:57Oh iya, nama saya Mega.
00:59Ini suami Richard, dari Jakarta Barat sini lah kita.
01:02Oke, dari Jakarta Barat ya, berarti memang dekat, nggak jauh.
01:06Nah, hari ini datang dalam rangka pernaikan imlek gitu ya, untuk sembahyang.
01:10Nah, kira-kira sama siapa aja dan apa yang sudah dilakukan di vihara Ekayana?
01:14Ya, kita setiap tahun sih sebenarnya datang ke vihara Ekayana, itu barang keluarga besar.
01:19Jadi kita memang sekeluarga itu tiap minggu juga datang ke Ekayana, kayak gitu.
01:24Nah, kebetulan hari ini imlek, jadi kita mau pai-pai sebentar di vihara Ekayana,
01:30terus ada sembahyang leluhur juga, kayak gitu.
01:34Oke, kalau Koko Richard sendiri, hari ini datang bersama keluarga, bersama Cici juga,
01:37dan anak-anak di sini, kira-kira apa yang dirasakan kok dan makna imlek di tahun kuda api ini,
01:44bagaimana sih Koko melihat?
01:45Oke, jadi ini sebenarnya selalu senang datang ya, karena kan ramai gitu ya di Ekayana kan ya.
01:52Terus jadi ngumpul juga sama keluarga yang lain, datang pai-pai sama-sama.
01:56Terus kalau misalkan tadi ditanya makna, ya kita berharap lah gitu ya, berdoa.
02:01Semoga di tahun kuda api ini juga banyak rezeki, semua diberikan kemudahan, kesehatan.
02:07Dan ya, semua yang kita rencanakan segera tercapai lah gitu.
02:12Oke, yang terakhir nih mungkin, di sini ada nggak yang ingin disampaikan mungkin untuk keluarga juga,
02:18dari segi doa, dan juga tadi harapan udah disebut sedikit, cuman mungkin melengkapi Koko, Cik?
02:24Oh, paling sih semoga kita selalu harmonis, rukun-rukun terus, kayak gitu.
02:30Ya, kayak di wihara lah, kita semua satu keluarga lah, kayak gitu.
02:35Abis ini mau kemana?
02:37Abis ini mau kemana?
02:38Mau kemana?
02:39Mau foto ya?
02:41Mau ke rumah amat.
02:42Mau ke rumah amat.
02:45Kongsi-kongsi dulu dong ke kamera, kongsi-kongsi.
02:47Kongsi dulu, kongsi.
02:49Oke, terima kasih banyak, Cimeka, Ko Richard.
02:52Selamat beraktifitas kembali.
02:54Nah, itu tadi yang memang jadi momen kehangatan keluarga, tadi Cimeka dan Ko Richard menjadi salah satu dari banyaknya keluarga
03:04yang hadir.
03:04Kalau tadi kami pantau, dari pagi memang ribuan umat telah hadir, dan memang dari pengelola Vihara Ekayana Arama ini sendiri
03:12juga menyatakan hari ini diprediksi ada 3.000 sampai 5.000 umat.
03:16Yang kemudian di sini kalau kita bisa lihat, juga saudara, lilin-lilin dinyalakan dan ada juga persembahan yang dibawa oleh
03:23para umat kepada para dewa.
03:25Nah, di yang hadapan kita sekarang ada totalnya 24 dewa.
03:29Jadi ini memang disebut altar 24 dewa yang kemudian menjadi tempat berdoa.
03:35Nah, tapi di sebelah sisi yang sebelah sini juga tadi digunakan untuk menjadi altar utama, saudara, nanti untuk digunakan sampai
03:43bahkan esok.
03:44Karena di esok hari, lalu di hari Sabtu nanti, dan hari Minggu itu juga masih akan ada rangkaian keseluruhan dari
03:51doa Imlek yang memang dilantunkan oleh umat Buddha di Vihara Ekayana.
03:57Nah, kalau tadi kita berbicara kepada salah satu umat, memang menyatakan bahwa harapannya satu yang pasti adalah seperti tahun kuda
04:05api yang melambangkan keberanian dan juga kecepatan.
04:08Tapi tidak serta-merta berbicara soal rezeki gitu, yang datang cepat atau datang secara bersemangat gitu.
04:14Tapi juga bagaimana manusia secara pribadi dapat terus-menerus memberikan hal-hal yang baik bagi sesama.
04:21Nah, itu yang harapannya dapat kemudian diteruskan sampai setahun ke depan, karena tahun kuda api baru dimulai pada hari ini.
04:29Nah, itu kurang lebih, dan tadi saudara kami juga telah berbicara dengan salah satu bante, Bante Gupta, yang memang merupakan
04:35pengurus dari Vihara Ekayana.
04:37Nantinya untuk seluruh rangkaian doa Imlek ini bisa diikuti oleh umat sampai nanti bahkan di bulan depan, itu tanggal 3
04:47Maret 2026.
04:49Dan selama dari hari ini sampai 3 Maret nanti, ada pelita Imlek yang dinyalakan, lilin-lilin Imlek yang dinyalakan,
04:56yang menandakan harapan selalu ada dan akan senantiasa menyala sepanjang tahun.
05:01Kembali ke studio.
05:02Ya, umat masih terus datang melakukan ibadah di Vihara Ekayana, memohon doa begitu ya, doa keselamatan, kesehatan, dan keharmonisan di
05:12tahun kuda api ini.
05:13Terima kasih banyak jurnalis Kompas TV, Edwin Chan, dan juru kamera Alfa Farid, melaporkan langsung dari Duri ke Pak Jakarta.
05:20Selamat bertugas kembali.
05:21Dan saudara jurnalis breaking news Kompas TV, maksud kami, akan kami hadirkan.
Komentar

Dianjurkan