00:00Mungkin di tapak unir, tercepat.
00:03Sementara itu banjir juga kembali melanda ke upaten Tapanuli Tengah.
00:07Hujan deras yang mengguyur sejak Senin sore,
00:09membuat air sungai naik hingga menyebabkan tanggul jebol.
00:13Akibatnya permukiman warga kembali terendam banjir.
00:16Bupati Tapanuli Tengah, Mas Sinton Pasaribu mengatakan,
00:19air naik dengan cepat hingga menggenang jalan dan permukiman,
00:23seperti di hutan Nabolon, Tuka.
00:26Sementara debit air, sungai mulai naik di Sibabangun, Lumut, dan Pinangsori.
00:33Tak hanya itu, jalan utama dan akses menuju perumahan di Aik Tolang,
00:37Pandan, kembali rusak dan tertutup lumpur.
00:40Kondisi serupa terjadi di Jalan Padang-Sidempuan.
00:50Untuk mengetahui situasi banjir di Tapanuli Tengah,
00:53kita sudah terhubung dengan Bupati Tapanuli Tengah, Mas Sinton Pasaribu.
00:57Pak Mas Sinton, selamat siang.
00:59Ya, selamat siang, Bung Dian.
01:01Pak Mas Sinton, mungkin bisa digambarkan bagaimana situasi di sejumlah permukiman
01:05yang tergenang banjir sejak Senin sore, apakah sudah mulai surut, Pak Mas Sinton?
01:10Ya, jadi kondisinya begini, Bung Dipo.
01:12Sejak tanggal 25 November 2025 lalu,
01:17banjir bandang dan longsor yang pertama,
01:20kemudian tanggal 11 Februari kemarin ada banjir susulan,
01:26dan kemudian selang 5 hari kemudian,
01:28tanggal 16 kemarin, persisnya 16 Februari,
01:32itu kemudian terjadi banjir dan longsoran.
01:36Nah, banjir ini juga diikuti dengan adanya gelondongan kayu.
01:41Gelondongan kayu ini juga masuk ke area pemukiman warga dan jalan-jalan raya.
01:46Nah, kemudian terjadi longsor susulan itu di daerah Sitahuis,
01:52yang memang daerahnya rawan longsoran.
01:55Nah, kemarin warga sudah dievakuasi,
01:57dan tadi malam juga warga di berbagai desa,
02:03di hampir seluruh kecamatan di Tapalo Tengah juga kita lakukan proses evakuasi,
02:07dan sekarang warga kembali melihat kondisi rumahnya,
02:13dan sekarang cuaca juga masih mendung,
02:15dan info dari BMKG juga diinformasikan agar tetap siaga dan waspada.
02:22Nah, kemudian kondisinya,
02:25karena kondisi kami masih dalam statusnya transisi darurat ke pemulihan,
02:31jadi kami ini masih dalam situasi yang sangat darurat terus.
02:35Karena apa?
02:35Karena potensi banjir susulan, longsor susulan,
02:41itu masih mengancam di Tapalo Tengah.
02:44Dan kemudian sungai-sungai juga sedimentasi dari sungai,
02:50ya di dalam sungai itu yang sebelumnya juga belum sempat dipulihkan sepenuhnya,
02:54sekarang itu mengalami sedimentasi yang cukup tinggi dan sudah rata dengan permukaan jalan dan pemukiman warga.
03:02Jadi sehingga ketika dalam posisi hujan sedikit saja,
03:06dia langsung airnya membentuk alur sendiri dan masuk ke pemukiman warga.
03:12Nah, kemudian di pemukiman juga terjadi sedimentasi,
03:18tanah, lumpur, pasir, begitu.
03:20Jadi kondisinya, baik itu di area sungai, pemukiman,
03:26dan juga area-area ladang pertanian masyarakat juga itu terimbas semua.
03:33Jadi ini sekarang kondisi psikologi masyarakat juga kondisinya sudah sangat jenuh sebenarnya.
03:42Kita juga kasihan melihat kondisi masyarakat,
03:44karena mereka berhadapan dalam situasi alam yang selalu menjadi ancaman,
03:50dan kemudian penanganan yang belum optimal dan maksimal kami lakukan.
03:57Nah, tentu dalam hal ini, Bung Dipo,
04:00kabupaten memiliki berbagai keterbatasan ya,
04:03karena beberapa, terutama aliran-aliran sungai itu,
04:07yang menjadi domen dari tingkat pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi,
04:12seperti itu. Namun kan ini harus dikolaborasikan intensif.
04:15Kita nggak bisa jelaskan ke masyarakat persoalan ini domen siapa,
04:19domen siapa, bahwa prinsip kami adalah bagaimana menghadirkan negara,
04:23seperti perintah Pak Presiden Prabowo,
04:25hadir di tengah-tengah masyarakat, dan membantu masyarakat tadi, seperti itu.
04:29Betul, betul bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat untuk menangani bencana ini sangat penting untuk dilakukan.
04:34Saya ingin konfirmasi, Pak Masington, bagaimana dengan akses jalan yang ada di sana?
04:39Apakah masih putus total, tertutup lumpur, atau bahkan mungkin tertutup gelondongan kayu?
04:44Ya, tadi malam beberapa akses jalan itu tertutup dengan sedimen tanah dan juga gelondongan kayu.
04:51Dan itu sudah kami lakukan pembersihan tadi malam,
04:54terutama di area jalan yang menghubungkan Tapanuli Tengah dengan Tapanuli Selatan.
04:59Begitupun akses jalan yang tertutup timbunan longsor,
05:04tanah, itu akses dari Tapanuli Utara ke arah Tapanuli Tengah,
05:10itu juga sedang kita lakukan pembersihan.
05:12Dan sekarang, akses dari Kabupaten Humbang Hasundutan ke arah Tapanuli Tengah,
05:18itu juga kondisi badan jalan, itu sudah banyak yang amblas.
05:22Artinya belum bisa dilewati oleh kendaraan, Pak Masinton?
05:26Ya, untuk saat ini sudah bisa dilalui kendaraan,
05:29tapi kondisinya masih darurat, seperti itu.
05:32Jadi, potensi ancaman bencananya juga masih potensi tinggi,
05:38karena juga sunganya belum dilakukan proses normalisasi.
05:42Dan kemudian, di daerah-daerah yang perbukitan,
05:47seperti daerah Sitawis yang berbatasan dengan Tapanuli Tara,
05:50kemudian di daerah Andam Dewi yang berbatasan dengan Kabupaten Humbang Hasundutan,
05:55dan badan-badan jalan tersebut juga sebagian pada amblas separoh.
06:00Jadi, itu juga sangat mengkhawatirkan.
06:02Kalau kemudian terjadi hujan kembali,
06:05potensi amblas dan longsornya juga sangat tinggi,
06:08dan nanti aksesnya bisa terputus.
06:09Baik, saya ingin dalami penyebab dari banjir yang ada di Tapteng saat ini, Pak Masinton.
06:14Apakah betul ini hanya karena faktor cuaca?
06:16Atau mungkin ada faktor-faktor lain,
06:18seperti misalnya Alif Fungsilahan,
06:19karena kita tahu juga tadi disebutkan ada gelondongan kayu yang terjadi pada banjir saat ini.
06:25Ya, selain faktor cuaca,
06:28tentu kita kan nggak bisa memusuhi alam.
06:32Alam ini harus disahabatin.
06:34Maka perilaku manusia itu yang harus bisa bersahabat dengan alam.
06:39Kita punya kearifan lokal, sungguh yang kemudian kita tinggalkan.
06:42Bagaimana menjaga lingkungan hidup kita,
06:45menjaga perbukitan, dan lain sebagainya.
06:48Nah, di Tapteng, selain faktor alam tadi,
06:52itu adalah juga alipungsi di daerah perbukitannya.
06:56Banyak area perbukitan itu yang kemudian beralih menjadi,
07:00ditanami masyarakat itu menjadi sawit.
07:02Dan juga ada pelaku usaha perkebunan juga,
07:06itu mengalihkan menjadi ditanami sawit.
07:11Nah, jadi ini yang sedang juga problem di hulu,
07:14yang sebenarnya harus ditata kembali.
07:18Tentu ini membutuhkan waktu,
07:20namun ini harus dilakukan proses rehabilitasi di hulunya.
07:23Karena apapun,
07:25Tapanuli Tengah ini,
07:27kalau terjadi hujan di hulu,
07:29terjadi hujan deras di wilayah perbatasan dengan Tapanuli Utara,
07:32kumbang hasundutan,
07:34maka dampak airnya adalah ke arah muara,
07:38di bawahnya itu adalah wilayah Tapanuli Tengah.
07:41Jadi, proses rehabilitasi di hulu itu menjadi sangat penting,
07:47untuk memitigasi potensi ancaman bencananya ke depan.
07:51Dan yang tadi kami garis bawahi adalah,
07:53tentu kolaborasi antara pemerintah daerah dan Jawa Pusat,
07:55ini sangat penting untuk kemudian menangani banjir yang ada di Tapanuli Tengah.
08:00Terima kasih Bapak Masinton Pasaribu Bupati Tapanuli Tengah
08:03telah bergabung di Kompas Petang.
08:05Terima kasih Bung Dipo, terima kasih Kompas TV.
Komentar