Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
TAPANULI TENGAH, KOMPAS.TV - Banjir kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah. Hujan deras yang mengguyur sejak Senin (16/2/2026) sore membuat debit air sungai meningkat hingga menyebabkan tanggul jebol. Akibatnya, permukiman warga kembali terendam banjir.

Lalu, bagaimana situasi terbarunya?

Untuk mengetahui situasi terkini banjir di Tapanuli Tengah, simak dialognya bersama Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu.

#banjir #tapanulitengah #warga

Baca Juga Aktivis Soroti Dampak Giant Sea Wall, Kerusakan Ekologis hingga Beban Fiskal | DIPO INVESTIGASI di https://www.kompas.tv/video/651212/aktivis-soroti-dampak-giant-sea-wall-kerusakan-ekologis-hingga-beban-fiskal-dipo-investigasi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/651216/full-bupati-buka-suara-ungkap-kondisi-banjir-berulang-di-tapanuli-tengah-debit-sungai-naik
Transkrip
00:00Mungkin di tapak unir, tercepat.
00:03Sementara itu banjir juga kembali melanda ke upaten Tapanuli Tengah.
00:07Hujan deras yang mengguyur sejak Senin sore,
00:09membuat air sungai naik hingga menyebabkan tanggul jebol.
00:13Akibatnya permukiman warga kembali terendam banjir.
00:16Bupati Tapanuli Tengah, Mas Sinton Pasaribu mengatakan,
00:19air naik dengan cepat hingga menggenang jalan dan permukiman,
00:23seperti di hutan Nabolon, Tuka.
00:26Sementara debit air, sungai mulai naik di Sibabangun, Lumut, dan Pinangsori.
00:33Tak hanya itu, jalan utama dan akses menuju perumahan di Aik Tolang,
00:37Pandan, kembali rusak dan tertutup lumpur.
00:40Kondisi serupa terjadi di Jalan Padang-Sidempuan.
00:50Untuk mengetahui situasi banjir di Tapanuli Tengah,
00:53kita sudah terhubung dengan Bupati Tapanuli Tengah, Mas Sinton Pasaribu.
00:57Pak Mas Sinton, selamat siang.
00:59Ya, selamat siang, Bung Dian.
01:01Pak Mas Sinton, mungkin bisa digambarkan bagaimana situasi di sejumlah permukiman
01:05yang tergenang banjir sejak Senin sore, apakah sudah mulai surut, Pak Mas Sinton?
01:10Ya, jadi kondisinya begini, Bung Dipo.
01:12Sejak tanggal 25 November 2025 lalu,
01:17banjir bandang dan longsor yang pertama,
01:20kemudian tanggal 11 Februari kemarin ada banjir susulan,
01:26dan kemudian selang 5 hari kemudian,
01:28tanggal 16 kemarin, persisnya 16 Februari,
01:32itu kemudian terjadi banjir dan longsoran.
01:36Nah, banjir ini juga diikuti dengan adanya gelondongan kayu.
01:41Gelondongan kayu ini juga masuk ke area pemukiman warga dan jalan-jalan raya.
01:46Nah, kemudian terjadi longsor susulan itu di daerah Sitahuis,
01:52yang memang daerahnya rawan longsoran.
01:55Nah, kemarin warga sudah dievakuasi,
01:57dan tadi malam juga warga di berbagai desa,
02:03di hampir seluruh kecamatan di Tapalo Tengah juga kita lakukan proses evakuasi,
02:07dan sekarang warga kembali melihat kondisi rumahnya,
02:13dan sekarang cuaca juga masih mendung,
02:15dan info dari BMKG juga diinformasikan agar tetap siaga dan waspada.
02:22Nah, kemudian kondisinya,
02:25karena kondisi kami masih dalam statusnya transisi darurat ke pemulihan,
02:31jadi kami ini masih dalam situasi yang sangat darurat terus.
02:35Karena apa?
02:35Karena potensi banjir susulan, longsor susulan,
02:41itu masih mengancam di Tapalo Tengah.
02:44Dan kemudian sungai-sungai juga sedimentasi dari sungai,
02:50ya di dalam sungai itu yang sebelumnya juga belum sempat dipulihkan sepenuhnya,
02:54sekarang itu mengalami sedimentasi yang cukup tinggi dan sudah rata dengan permukaan jalan dan pemukiman warga.
03:02Jadi sehingga ketika dalam posisi hujan sedikit saja,
03:06dia langsung airnya membentuk alur sendiri dan masuk ke pemukiman warga.
03:12Nah, kemudian di pemukiman juga terjadi sedimentasi,
03:18tanah, lumpur, pasir, begitu.
03:20Jadi kondisinya, baik itu di area sungai, pemukiman,
03:26dan juga area-area ladang pertanian masyarakat juga itu terimbas semua.
03:33Jadi ini sekarang kondisi psikologi masyarakat juga kondisinya sudah sangat jenuh sebenarnya.
03:42Kita juga kasihan melihat kondisi masyarakat,
03:44karena mereka berhadapan dalam situasi alam yang selalu menjadi ancaman,
03:50dan kemudian penanganan yang belum optimal dan maksimal kami lakukan.
03:57Nah, tentu dalam hal ini, Bung Dipo,
04:00kabupaten memiliki berbagai keterbatasan ya,
04:03karena beberapa, terutama aliran-aliran sungai itu,
04:07yang menjadi domen dari tingkat pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi,
04:12seperti itu. Namun kan ini harus dikolaborasikan intensif.
04:15Kita nggak bisa jelaskan ke masyarakat persoalan ini domen siapa,
04:19domen siapa, bahwa prinsip kami adalah bagaimana menghadirkan negara,
04:23seperti perintah Pak Presiden Prabowo,
04:25hadir di tengah-tengah masyarakat, dan membantu masyarakat tadi, seperti itu.
04:29Betul, betul bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat untuk menangani bencana ini sangat penting untuk dilakukan.
04:34Saya ingin konfirmasi, Pak Masington, bagaimana dengan akses jalan yang ada di sana?
04:39Apakah masih putus total, tertutup lumpur, atau bahkan mungkin tertutup gelondongan kayu?
04:44Ya, tadi malam beberapa akses jalan itu tertutup dengan sedimen tanah dan juga gelondongan kayu.
04:51Dan itu sudah kami lakukan pembersihan tadi malam,
04:54terutama di area jalan yang menghubungkan Tapanuli Tengah dengan Tapanuli Selatan.
04:59Begitupun akses jalan yang tertutup timbunan longsor,
05:04tanah, itu akses dari Tapanuli Utara ke arah Tapanuli Tengah,
05:10itu juga sedang kita lakukan pembersihan.
05:12Dan sekarang, akses dari Kabupaten Humbang Hasundutan ke arah Tapanuli Tengah,
05:18itu juga kondisi badan jalan, itu sudah banyak yang amblas.
05:22Artinya belum bisa dilewati oleh kendaraan, Pak Masinton?
05:26Ya, untuk saat ini sudah bisa dilalui kendaraan,
05:29tapi kondisinya masih darurat, seperti itu.
05:32Jadi, potensi ancaman bencananya juga masih potensi tinggi,
05:38karena juga sunganya belum dilakukan proses normalisasi.
05:42Dan kemudian, di daerah-daerah yang perbukitan,
05:47seperti daerah Sitawis yang berbatasan dengan Tapanuli Tara,
05:50kemudian di daerah Andam Dewi yang berbatasan dengan Kabupaten Humbang Hasundutan,
05:55dan badan-badan jalan tersebut juga sebagian pada amblas separoh.
06:00Jadi, itu juga sangat mengkhawatirkan.
06:02Kalau kemudian terjadi hujan kembali,
06:05potensi amblas dan longsornya juga sangat tinggi,
06:08dan nanti aksesnya bisa terputus.
06:09Baik, saya ingin dalami penyebab dari banjir yang ada di Tapteng saat ini, Pak Masinton.
06:14Apakah betul ini hanya karena faktor cuaca?
06:16Atau mungkin ada faktor-faktor lain,
06:18seperti misalnya Alif Fungsilahan,
06:19karena kita tahu juga tadi disebutkan ada gelondongan kayu yang terjadi pada banjir saat ini.
06:25Ya, selain faktor cuaca,
06:28tentu kita kan nggak bisa memusuhi alam.
06:32Alam ini harus disahabatin.
06:34Maka perilaku manusia itu yang harus bisa bersahabat dengan alam.
06:39Kita punya kearifan lokal, sungguh yang kemudian kita tinggalkan.
06:42Bagaimana menjaga lingkungan hidup kita,
06:45menjaga perbukitan, dan lain sebagainya.
06:48Nah, di Tapteng, selain faktor alam tadi,
06:52itu adalah juga alipungsi di daerah perbukitannya.
06:56Banyak area perbukitan itu yang kemudian beralih menjadi,
07:00ditanami masyarakat itu menjadi sawit.
07:02Dan juga ada pelaku usaha perkebunan juga,
07:06itu mengalihkan menjadi ditanami sawit.
07:11Nah, jadi ini yang sedang juga problem di hulu,
07:14yang sebenarnya harus ditata kembali.
07:18Tentu ini membutuhkan waktu,
07:20namun ini harus dilakukan proses rehabilitasi di hulunya.
07:23Karena apapun,
07:25Tapanuli Tengah ini,
07:27kalau terjadi hujan di hulu,
07:29terjadi hujan deras di wilayah perbatasan dengan Tapanuli Utara,
07:32kumbang hasundutan,
07:34maka dampak airnya adalah ke arah muara,
07:38di bawahnya itu adalah wilayah Tapanuli Tengah.
07:41Jadi, proses rehabilitasi di hulu itu menjadi sangat penting,
07:47untuk memitigasi potensi ancaman bencananya ke depan.
07:51Dan yang tadi kami garis bawahi adalah,
07:53tentu kolaborasi antara pemerintah daerah dan Jawa Pusat,
07:55ini sangat penting untuk kemudian menangani banjir yang ada di Tapanuli Tengah.
08:00Terima kasih Bapak Masinton Pasaribu Bupati Tapanuli Tengah
08:03telah bergabung di Kompas Petang.
08:05Terima kasih Bung Dipo, terima kasih Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan