Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Saham adalah kepemilikan sebagian bisnis, bukan sekedar angka naik turun. Harga saham tidak selalu mencerminkan nilai bisnis karena mempengaruhi harapan dan ekspektasi pasar. Investor fundamental menilai bisnis, tidak menebak harga, lalu menunggu kesempatan ketika harga di pasar salah. Intinya, fokuslah pada nilai bisnis, bukan hanya label harga, agar keputusan investasi lebih bijak.
Transkrip
00:00Gue tuh sering banget denger orang ngomongin saham, tapi kadang suka bingung, saham itu sebenernya apa sih? Kok kayaknya ribet
00:08banget, ada grafik naik turun segala.
00:10Gue juga dulu sempet mikir gitu, padahal kalau pakai bahasa gampangnya, saham itu kayak kamu patungan buka warung kopi.
00:18Misal modal buka warung 100 juta, kamu ikutan 10 juta berarti kamu punya 10% dari warung itu.
00:24Oh, jadi saham itu kayak punya bagian dari usaha beneran ya? Bukan cuma angka di layar doang?
00:34Iya, persis. Banyak yang ngira saham itu cuma kertas atau grafik, padahal itu bukti kamu punya sebagian bisnis.
00:42Kalau warungnya untung, kamu dapat bagian. Rugi ya? Ikut rugi juga.
00:47Menarik juga ya. Jadi kalau warungnya bangkrut, uang kita juga bisa hilang?
00:53Betul. Risiko bisnis nyata memang kayak gitu. Makanya ngerti cara kerjanya penting banget sebelum main saham beneran.
01:02Ngomong-ngomong, gue sering lihat orang heboh banget soal harga saham naik turun, tapi jarang ada yang ngomongin bisnis di
01:11baliknya.
01:12Nah, itu dia masalahnya. Mayoritas orang cuma lihat harga. Wah, naik, turun, break out, padahal mereka sama sekali nggak tahu
01:22bisnisnya ngapain, uangnya dari mana, utangnya berapa.
01:26Jadi itu kayak beli warung tanpa tahu dia jual kopi atau malah dagang ikan asin ya?
01:32Ya, bener banget. Cuma lihat label harga di depan toko, tapi nggak pernah cek dalemnya jual apa, untung atau rugi.
01:40Padahal itu kunci biar nggak salah pilih investasi.
01:43Tapi, gue pernah lihat saham perusahaan yang lagi rugi besar malah harganya naik. Itu gimana ceritanya? Nggak nyambung banget nggak
01:53sih?
01:54Sering kejadian tuh. Soalnya, harga saham itu nggak selalu sama dengan kondisi bisnis hari ini. Kadang harga dipengaruhi ekspektasi, cerita,
02:03bahkan rumor. Orang-orang suka beli karena mimpi, bukan realitas.
02:08Kayak anak kecil bilang besok jadi juara dunia, terus semua orang langsung percaya dan kasih modal, padahal hasilnya belum pasti
02:16gitu ya?
02:17Iya banget. Itulah kenapa saham perusahaan rugi bisa naik, dan sebaliknya, perusahaan untung kadang malah harga sahamnya turun, karena pasar
02:25sering lebih seneng sama harapan daripada fakta.
02:28Jadi, kalau main saham itu bukan soal nebak harga besok, lantas tugas investor fundamental itu apa sih sebenarnya?
02:37Investor fundamental itu fokusnya beda. Mereka tuh ngebedah bisnisnya dulu. Bisnisnya apa? Uangnya dari mana?
02:46Prospek ke depan gimana? Terus, baru deh, cek harga sahamnya. Mereka sabar nunggu, sampai pasar lagi salah kasih harga.
02:57Eh, itu kayak nunggu toko salah tempel label harga ya? Permen yang biasanya 5 ribu, tiba-tiba dijual seribu langsung
03:06borong.
03:07Pas banget analoginya. Investor fundamental, bukan karena mereka jenius, tapi karena sabar dan ngerti nilai toko yang sebenarnya.
03:16Jadi, nggak gampang terjebak sama harga doang.
03:20Ngomong-ngomong soal label harga tadi, sering banget orang cuma terpaku sama harga, padahal isi tokonya sendiri malah nggak diperhatiin.
03:28Bener. Saham itu kayak toko, harga itu cuma label di depannya. Bisa aja toko bagus, rame, untung besar, tapi label
03:37harganya lagi diskon.
03:38Atau malah toko sepi, tapi label harga mahal banget.
03:42Jadi, keputusan investasinya harus masuk ke dalam toko dulu ya? Lihat dapur, cek pembukuan, baru mutusin beli atau nggak?
03:52Persis. Mayoritas orang cuma lihat label. Investor sejati masuk lebih dalam, lihat detail, dan baru ambil keputusan.
04:00Oke. Dari semua obrolan ini, kayaknya ada beberapa poin penting banget yang harus diingat biar nggak salah langkah.
04:10Setuju. Yang pertama, saham itu artinya punya sebagian bisnis.
04:15Kedua, harga saham belum tentu sama dengan nilai bisnis.
04:19Ketiga, pasar bisa sering banget salah harga.
04:23Dan yang paling penting, tugas kita tuh bukan nebak harga, tapi menilai bisnis dan sabar nunggu momen harga salah.
04:32Kalau udah paham konsep ini, belajar saham bakal lebih masuk akal sih.
04:38Sepakat. Daripada sibuk cari mimpi, mending pelajari dasarnya dulu.
Komentar

Dianjurkan