Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Sumba Barat Daya — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti tidak sekadar memberikan asupan nutrisi bagi siswa, namun juga menjadi motor penggerak ekonomi baru di tingkat desa.

Hal itu dirasakan oleh dapur MBG dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Kadiwano, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berkat keberadaan dapur MBG, rantai ekonomi lokal menjadi hidup. Tercipta lapangan kerja bagi masyarakat lokal, terutama ibu rumah tangga, hingga berdayanya petani lokal.


Kepala SPPG Kadiwano, Edwin Putra Kadege, mengatakan saat ini dapur MBG yang dia kelola melayani sekitar 2.000 penerima manfaat yang tersebar di 15 sekolah mulai dari jenjang taman kanak-kanan (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Tentu saja kebutuhan akan bahan baku menjadi besar. Dan ini bisa dipenuhi melalui kerja sama dengan petani lokal. SPPG Kadiwano membutuhkan puluhan bahkan ratusan kilogram sayur-sayuran seperti kacang-kacangan, wortel, atau sawi.

#SPPG#mbg#dapur#ntt#sumbabaratdaya

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:27Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini
00:33Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini
01:28Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini
01:37Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini
Komentar

Dianjurkan