Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA,KOMPAS.TV - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin jelaskan soal ramai peserta BPJS PBI di Komisi IX DPR RI pada Rabu (11/2/2026).

Dalam momen rapat tersebut, Menkes diinterupsi sejumlah pertanyaan oleh para anggota DPR.

Menkes juga menjelaskan kriteria desil peserta PBI BPJS.

#breakingnews #dpr #menkes #bpjs

Produser: Theo Reza
Video Editor: Joshua

______________________________________________

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650036/full-banjir-interupsi-dpr-menkes-budi-jelaskan-soal-gaduh-peserta-bpjs-pbi-nonaktif-di-komisi-ix
Transkrip
00:00Kami persilakan.
00:30Dan dikaruniai kebahagiaan.
00:33Terima kasih.
00:35Terima kasih Pak Menteri.
00:36Untuk pimpinan-pimpinan ini ada banyak di sini.
00:38Jadi kan bisa saja.
00:40Jadi tadi saya mengharapkan ada apa.
00:43Sajian yang berbeda ternyata belum keluar mungkin saja.
00:46Jadi pasti Ibu pimpinan kami akan kembali lagi.
00:50Untuk menikmati sajian yang berbeda nanti.
00:53Bapak Ibu mungkin ada tiga hal yang diminta oleh Komisi 9.
01:03Yang kedua mungkin khusus ke DGSN.
01:05Yang pertama topik pertama mana penghapusan.
01:08Sebenarnya inisiatifnya lebih banyak dipegang oleh Menteri Koordinator dan BPJS.
01:14Saya hanya menyampaikan sedikit saja perspektif dari kami.
01:18Kami lebih ke agenda ketiga.
01:19Tapi tadi Ibu pimpinan memang menyampaikan isu yang paling hangat sebenarnya bukan yang tiga ini.
01:25Isu yang paling hangat adalah mengenai PBI yang direalokasi desilnya.
01:34Sehingga saya rasa atas izin Ibu pimpinan kalau boleh saya menjelaskan dulu hasil meetingnya kemarin.
01:41Agar seluruh anggota Komisi 9 tidak hadir semua pada saat meetingnya kemarin.
01:48Dan juga publik di atas bisa memahami keputusan yang dibikin bersama antara DPR dan pemerintah.
01:58Yang pertama Bapak Ibu, keputusan bagusnya adalah pemerintah dan DPR ingin benar-benar melayani masyarakat.
02:08Agar layanan kesehatannya tidak berhenti khususnya untuk penyakit katastrofik.
02:15Walaupun yang rame kemarin adalah cuci darah, sebenarnya banyak layanan-layanan lain yang sifatnya katastrofik.
02:23Katastrofik ini artinya kalau kita hentikan saja, bisa sehari, seminggu, atau sebulan, itu konsekuensinya nyawa.
02:35Nah, kita sudah mengidentifikasi Kementerian Kesehatan dan BPJS yang datanya mudah-mudahan direkonsiliasi cepat dengan Kemensos ya Pak Ligufron ya.
02:45Ada 120 ribu, hasil catatan saya dengan BPJS, orang-orang yang mengalami penyakit katastrofik yang berubah desil PBI-nya sehingga keluar dari status PBI.
03:00Salah satunya sekitar 20 ribuan ini adalah pasien cuci darah.
03:06Tapi ada juga puluhan ribu yang pasien strok dan jantung.
03:10Ini kan yang setiap hari harus minum obat, kemudian ada treatment-treatment yang tidak boleh berhenti.
03:17Ada juga puluhan ribu pasien kanker.
03:20Karena kita pahami kemoterapi itu kalau jalan juga kan jangka panjang dan seminggu pasti ada sekali atau dua kali mesti dilakukan.
03:28Itu juga tidak boleh berhenti.
03:30Pasien kanker yang sedang menjalani radioterapi, yang kadang-kadang harus setiap hari jalan, tergantung dari siklusnya, siklnya.
03:39Itu juga tidak boleh berhenti.
03:42Anak-anak kita yang terkena talasemia, yang harus selalu ditransfusi darah, itu kalau berhenti juga bisa mengakibatkan fatalitas.
03:53Nah, 120 ribu pasien-pasien katastrofis ini sudah disetujui oleh pemerintah dan DPR akan segera direaktifasi kembali PBI-nya melalui SK Kementerian Sosial.
04:12Sehingga dengan demikian mereka akan langsung tetap bisa datang ke seluruh fasilitas kesehatan dan bisa menerima layanannya dan fasilitas kesehatannya dibayari oleh pemerintah.
04:28Di Kemenkes sendiri, kita sudah bertindak cepat, hari ini kita sudah mengeluarkan surat ke seluruh rumah sakit.
04:40Bahwa untuk layanan-layanan katastrofis yang BPJS keluarkan 120 ribu, bagi peserta PBI yang kemudian pindah keluar dari PBI, itu harus dilayani.
04:52Jadi kita keluarkan suratnya hari ini, sekarang saya pribadi akan sudah minta Pak Sekjennya saya juga sekarang sedang meeting agar Kemensos kalau bisa mengeluarkan juga SK Kemensos agar orang-orang yang 120 ribu pasien katastrofis ini rumah sakit tidak usah khawatir bahwa tidak akan diganti pembayarannya.
05:15Karena dia tetap iuran BPJS-nya akan dibayarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial.
05:22Jadi itu adalah keputusan yang menurut saya paling penting berdampak langsung ke masyarakat dan sifatnya bisa segera berjalan.
05:30Karena kami di Kementerian Kesehatan saya rasa sama seperti Komisi 9, fokus kita, kita tidak mau layanan kesehatan terutama bagi masyarakat kita yang beresiko wafat ini berhenti seharipun.
05:42Itu kita sama.
05:46Memang ada keputusan lain yang saya perlu jelaskan bahwa BPS dan Kementerian Sosial melihat bahwa ada data-data PBI yang masih kurang tepat.
05:58Yang sebenarnya masuk di desil 10, 9 dan itu saya bisa kalau boleh ditampilkan presentasi saya halaman 8.
06:11Halaman 8 coba Bapak Ibu.
06:13Next slide aja.
06:15Halaman 8 coba.
06:16Nah jadi memang dari data yang sudah di clean up kemarin Bapak Ibu lihat, ada juga orang kaya, paling kaya desil 10 yang masuk PBI.
06:26Nah data ini masih ada.
06:28Nah kalau orang kaya yang 10 itu masuk PBI, misalnya disitu ada datanya berapa?
06:331.824 orang desil terkaya mendapatkan PBI.
06:41Akibatnya ada orang yang harusnya masuk PBI tidak bisa masuk.
06:45Karena PBI itu kan ada kuotanya.
06:47Sekitar 96,8 juta.
06:50Itu sebabnya kenapa dalam 3 bulan ke depan keputusannya kedua adalah BPJS, BPS, Biro Pusat Statistik, Kementerian Sosial, dan Pemerintah Daerah
07:04harus melakukan rekonsiliasi data dari 11 juta data PBI yang berpindah.
07:13Karena total yang berpindah itu ada 11 juta.
07:15Yang pindah dari PBI menjadi tidak PBI.
07:18Supaya desil-desil yang tinggi ini jangan masuk ke sana.
07:24Karena masih ada lagi desil 1-5 yang belum bisa masuk ke PBI.
07:30Nah itu kita akan rapikan.
07:32Tapi itu 3 bulan ke depan saja.
07:34Supaya tidak mengganggu khususnya pasien-pasien yang kritis tadi, yang katastropik tadi.
07:43Jadi kalau toh pun ada pasien katastropik, dia masih di desil 10, desil 9,
07:4830 bulan ke depan dia tetap akan jalan.
07:51Tapi dalam 3 bulan ini akan direview dan disosialisasikan oleh BPJS dan Pemba bahwa
07:57Hey, Anda kan sebenarnya desil 10, sangat mampu.
08:02Ayo, bayarlah BPJS kan 42 ribu ya Pak.
08:05Masa sih sebulan nggak, 42 ribu ya.
08:107 ribu negara.
08:12Itu kan yang PBI kelas 3.
08:14Tapi kalau dia mau bayar desil 10 kan harusnya dia juga tidak masuk ke PBI kelas 3 kan.
08:18Dia harus bayar full.
08:19Masa nggak bisa bayar 42 ribu orang desil 10?
08:22Supaya apa?
08:24Supaya korsinya dia bisa diisi oleh teman-teman yang benar-benar tidak mampu.
08:30Nah ini akan dilakukan dalam 3 bulan ke depan dan ini adalah salah satu keputusan dari rapat kemarin.
08:38Buat Bapak Ibu dari Komisi 9 yang juga ada duduk di badan anggaran,
08:44sebenarnya nggak usah terlalu khawatir.
08:46Dari 120 ribu yang penyakit katastropis tadi,
08:49kalau direaktifasi kan sebulannya pemerintah hanya keluarkan uang 42 ribu kali 120 ribu,
08:57sekitar 5 miliaran lah.
08:59Jadi additional biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kemensos, Kemenskes ke BPJS,
09:06itu kira-kira kalau 3 bulan kan 15 miliar.
09:08Jadi nggak terlalu besar demi dibandingkan dengan 120 ribu masyarakat yang kalau berhenti seminggu aja resikonya udah kematian.
09:18Itu landasan keputusan kemarin ya.
09:21Jadi keputusan pertama, langsung reaktifasi otomatis dari kantor pusat,
09:27nggak usah datang kemana-mana untuk yang penyakit katastropis 120 ribu.
09:32Yang kedua, sambil itu ada waktu 3 bulan, kita review kembali.
09:37Sehingga kita bisa menghimbau teman-teman yang dimasuk di PBI,
09:42tapi sebenarnya desilnya desil 10, kita akan jelaskan.
09:45Yuk, teman-teman, Bapak kan bisalah keluarin 42 ribu sebulan supaya korsinya itu bisa diisi dengan orang-orang yang benar tidak mampu.
09:55Dan keputusannya ketiga adalah kita setuju BPJS diberi waktu,
09:58karena kadang-kadang itu SK Kemenkos keluarnya itu 25 Januari, berlaku 1 Februari.
10:05BPJS nggak punya waktu untuk menjelaskan.
10:08Nah kita minta kalau bisa dikasih waktu 1 bulan.
10:11Kalau SK-nya keluar 25 Januari, berlakunya ya 1 Maret lah.
10:15Jadi teman-teman BPJS bisa tahu, oh ini ada orang yang pindah desil.
10:21Orang yang pindah desil ini perlu dikomunikasi, perlu disosialisasi,
10:25mungkin juga bisa salah, ya kitanya atau pemerintah daerah Kemenkos bisa salah melihat,
10:31nah itu bisa kita reaktifasi kembali.
10:34Jadi punya waktu yang cukup untuk melakukan itu.
10:37Memang saya memberikan background juga ke Bapak Ibu,
10:41dulunya memang 3 bulan.
10:42Kenapa dirubah jadi sebulan?
10:43Karena ada temuan dari BPK.
10:46Waktu dilihat, Pak ini surat 25 Januari,
10:51yang orang ini harusnya keluar dari PBI.
10:54Kalau Bapak baru reaktifasi Maret,
10:57artinya Februari ini Bapak bayarnya salah.
10:59Karena orang ini bisa aja meninggal,
11:02bisa aja di DC10, kok masih dibayarin.
11:04Nah itu biasanya nanti Kemenkes disuruh narik uangnya kembali dari BPJS tuh.
11:09BPJS narik uangnya kembali dari rumah sakit sehingga akibatnya rame.
11:13Nah itu yang nanti kita akan bicarakan dengan BPK,
11:15kalau boleh yang masa transisi ini jangan melihat ini sebagai suatu kesalahan administratif,
11:21karena ini diperlukan untuk melakukan komunikasi sosialisasi ke masyarakat.
11:25Nah itu adalah tiga keputusan penting Bapak Ibu yang saya rasa kami perlu update ke Komisi 9,
11:33karena Komisi 9 kan mesti menghadapi masyarakat.
11:37Ini mumpung masih di tema ini dan masih ditampilkan grafik atau angka-angka ini.
11:45Pak Menteri ada datanya tidak dari 120 ribu pasien penyakit katastrofik?
11:50Katastrofik itu setelah direalokasi masuk di desil berapa rata-rata?
11:59Data itu ada di BPJS Pak Wakil Ketua, nanti BPJS nanti bisa menjelaskan.
12:05Ada di BPJS.
12:06Saya yang saya dapat adalah 120 ribu data itu penyakitnya apa saja,
12:11tapi data itu memang ada di BPJS.
12:12Sebelum melanjut, dari Kepala Badan, kami mungkin minta ya,
12:21bukan mungkin, kami minta data yang 120 ribu itu ada di mana saja mereka.
12:29Dan karena kami ingin tahu di rumah sakit-rumah sakit kementerian
12:33ada berapa banyak rumah sakit daerah dan lain sebagainya.
12:35Apakah sesuai atau bahkan tidak sesuai Pak?
12:40Jadi ini kami biar saling membantu.
12:42Karena kami di lapangan, kami melihat langsung bagaimana mereka bahkan
12:47dengan kejadian ada yang harus diteruskan, cuci darahnya Pak Menteri,
12:53mereka ambil alih untuk bayar sendiri dengan jual aset yang ada.
12:59Jadi ini juga menjadi penting bagi kami untuk meminta data 120 ribu itu
13:04ada di kabupaten kota mana, di 514 kabupaten.
13:09Mungkin itu yang menjadi penting bagi kami.
13:12Mungkin sebentar.
13:13Ibu Ketua, ijin tambahan.
13:14Silakan.
13:15Ya, memang bukan renahnya Pak Menkes ya, tapi karena mewakili pemerintah
13:22mungkin bisa sekaligus dijelaskan.
13:25Ini supaya masyarakat juga lebih paham.
13:27Desil 1-10 itu definisinya apa sih Pak?
13:31Artinya penghasilan berapa, masyarakat itu penghasilan berapa yang dikategorikan desil 5, desil 6,
13:39sehingga tidak lagi mendapatkan bantuan dari pemerintah.
13:42Ya Pak Menteri, ini perlu dijelaskan supaya juga masyarakat tahu.
13:45Karena ini live, jadi mereka tahu mereka ada di golongan yang mana.
13:49Kami persilakan Pak Menteri bisa menjelaskan desil 1-10 dengan apa yang disampaikan oleh Pak Wakil Ketua.
13:55Kami persilakan.
13:57Jadi memang saya mohon maaf, saya kasih kualifikasi dulu di depannya Bapak Ibu ya.
14:03Ini pemahaman saya pribadi, karena saya kebetulan kerja di perbankan.
14:07Jadi pernah belajar sedikit mengenai Gini, Koefisien, dan angka-angka.
14:13Otomatis apa informasi saya ini memang perlu direkonformasi kembali oleh teman-teman yang paling tepat Biro Pusat Statistik.
14:21Jadi Bapak Ibu kan bisa mengundang antar lembaga juga untuk dengar pendapat kan.
14:26Yang paling tahu tepat adalah Biro Pusat Statistik.
14:29Tapi kira-kira gini Bapak Ibu, ya.
14:31Itu ada dua chart, satu adalah pendapatan, satu adalah jumlah penduduknya.
14:37Desil ini adalah jumlah penduduk dibagi rata.
14:44Jadi desil satu ya harusnya 28 juta, desil dua 28 juta, desil tiga 28 juta, sampai ke 280 juta.
14:56Nah kemudian itu income-nya dibagi.
15:00Jadi bisa jadi nih Bapak Ibu, sepemahaman saya, desil satu misalnya,
15:06yang penting ditanya adalah, which is saya tidak tahu informasinya, rata-rata income desil satu berapa?
15:11Pertahun kan Pak?
15:14Pertahun, ini per kapitanya.
15:16Bisa jadi rata-rata income per kapita desil satu misalnya ya, 500 ribu.
15:22Desil dua bisa jadi 750 ribu, Bu.
15:27Aku terus hidul ya Pak Ida.
15:29Ini paman saya ya, desil tiga bisa 900 ribu, terus naik even desil sepuluh, Bu.
15:37Karena ini kalau memang ternyata gini koefisien kita tinggi sekali,
15:43itu bisa jadi desil sepuluh itu yang 28 juta teratas,
15:47itu rata-rata income-nya bisa jadi 5 juta, bisa jadi 8 juta,
15:53belum tentu 100 juta.
15:54tergantung berapa besar gap antara pendapatan terendah di desil sepuluh
16:05dengan pendapatan tertinggi di desil sepuluh.
16:08Jadi kalau menjawab Pak Charles, Pak Charles,
16:13saya mengerti arah pertanyaan Bapak kemana.
16:17Kemungkinan memang yang harus kita kasih,
16:21mungkin nantinya bukan desil lima itu selesai,
16:25mungkin ada orang di desil enam, desil tujuh yang masih pendapatannya rendah.
16:30Tapi sekali lagi saya tutup dengan kualifikasi Bapak Ibu,
16:33tadi Pak Charles yang sudah bilang kan,
16:36ini bukan tuh foksinya saya, bukan dini saya,
16:39tapi mungkin lebih tepat dipanggil ke BPS.
16:44Karena angka itu memang perlu kita pahami bersama.
16:50Izin, Bu Ketua.
16:51Jadi kenapa saya tanyakan di sini,
16:54masa sebagai perwakilan pemerintah,
16:57Pak Menkes tidak punya gambaran
16:59masyarakat dengan penghasilan berapa saat ini
17:03yang dikategorikan sudah di desil enam
17:06dan tidak lagi mendapatkan bantuan.
17:08Ini supaya jelas nih Pak,
17:09supaya ini kan sekarang 270 juta rakyat Indonesia sedang menunggu.
17:15Ada yang mungkin sudah lama tidak berobat,
17:18mau berobat, tapi deg-degan juga,
17:19ini jangan-jangan gue kena non-aktif juga gitu.
17:23Jadi supaya clear lah,
17:24masa nggak ada bayangan yang termasuk desil enam itu
17:27kira-kira pendapatannya berapa.
17:28Saya mencoba mencari beberapa literatur,
17:31tapi nggak ketemu.
17:32Ya mungkin ada yang mengatakan bahwa
17:34sekitar dua jutaan sudah dianggap desil enam,
17:37per bulan ya.
17:38Kalau dua jutaan sudah dianggap desil enam,
17:41berarti itu sejauh di bawah UMR di Jakarta misalnya gitu kan.
17:44Apakah dengan penghasilan dua juta sampai tiga juta
17:47bisa dianggap bisa hidup layak di Indonesia
17:49dan tidak lagi mendapatkan bantuan dari pemerintah?
17:54Jadi kalau bisa di,
17:56ya mungkin tidak bisa spesifik,
17:58tapi gambarannya Pak Menteri,
18:00ini kan ditonton nih sama publik,
18:03sama rakyat Indonesia,
18:04supaya masyarakat bisa jelas,
18:06ya tahu,
18:07kalau misalnya saya kira-kira penghasilan di atas tiga juta,
18:10berarti kemungkinan saya sudah dinon-aktifkan.
18:12Sehingga, ya sudah,
18:14kita harus memikirkan yang lain gitu kan.
18:16Terima kasih.
18:17Pak Menteri, sebelum menjawab ya,
18:19ini banyak nih kaitannya Pak.
18:21Apa yang disampaikan tadi,
18:23itu dengan gaji misalkan,
18:25let's say tiga juta per bulan,
18:27atau empat setengah juta deh.
18:29Ini kan bukan sendiri Pak.
18:31Dia ada keluarga,
18:32ada istri,
18:32ada anak-anak.
18:33Nah anak-anak ini,
18:35ada yang dua,
18:35ada yang satu,
18:36mungkin ada yang lima.
18:37Nah,
18:38melihat dari mana,
18:40atau ukurannya apa,
18:41kan jadi memang perlu digambarkan,
18:43supaya masyarakat Indonesia sudah siap-siap Pak.
18:45Jadi perlu digambarkan seperti apa,
18:47karena kan selama ini,
18:49kami menuntut ya,
18:51karena ada yang bilang,
18:52tergantung rumahnya,
18:54lantainya,
18:54dan lain sebagainya.
18:55Nah, bisa lihat juga begitu Pak,
18:57ada yang tinggal bukan rumah dia.
18:59Jadi ini kan perlu ya,
19:00jadi dasarnya apa,
19:02mau ambil dari sisi mana,
19:03supaya mereka juga siap-siap.
19:05Karena sekarang tiga bulan ke depan,
19:07yang ditanggung,
19:08seratus dua puluh sekian juta,
19:12tapi setelah tiga bulan ini seperti apa,
19:15tapi kan tidak menunggu setelah tiga bulan,
19:17tapi dari sekarang sudah harus siapkan.
19:19Jadi ini mungkin apa yang ditanyakan oleh Pak Wakil tadi,
19:22boleh Pak dikasih,
19:24karena kalau kita sendiri masih ragu,
19:28bagaimana masyarakat itu sendiri.
19:30Jadi mereka biar ada gambaran,
19:32mereka ada di mana,
19:34dan mereka sudah bisa siap-siap.
19:35Silahkan Pak Mantri.
19:36Jadi terima kasih Ibu,
19:38kami memahami sekali,
19:40karena secara pribadi,
19:42saya memiliki pertanyaannya sama.
19:45Jadi itu yang pertanyaannya,
19:46yang Pak Charles ini kan,
19:48pertanyaan yang ada di kepala saya,
19:50mohon maaf saya belum dapat juga,
19:52jawabannya saya belum dapat,
19:53saya belum dapat jawabannya.
19:54Tapi ini bagus untuk kita sama-sama,
19:57mereview kembali,
20:00berbasis informasi ini kan memang,
20:03maksud saya gini,
20:05pemerintah,
20:06dulu Bapak Ibu yang lebih parahnya,
20:09definisi desil-desilnya ini,
20:10berbeda-beda tergantung institusi.
20:12Dulu itu begitu Pemerintah,
20:15ada yang versi BPS,
20:16ada yang versi dinas sosial,
20:19dan lain-lain lain.
20:19Yang bagus sekarang Bapak Ibu,
20:21pemerintah sudah menyatukan,
20:23bahwa ini masuk ke DTSet.
20:26Jadi semuanya,
20:27definisi untuk subsidi pupuk,
20:29subsidi energi,
20:32semuanya sudah memakai,
20:34kalau saya boleh selesaikan dulu ya.
20:35Pak Menteri izin,
20:37belum menjanjutkan.
20:39Ya, bentar,
20:40karena ini penting,
20:41mohon maaf,
20:41mohon penting,
20:42apa yang dikatakan.
20:43Jadi injun saya Pak Menteri,
20:45desil 1 sampai desil 10,
20:48itu harusnya BPS dan Kementerian Sosial.
20:54Jadi itu ada standarnya,
20:57termasuk Kementerian PUPR.
21:01Jadi Bapak tidak bisa menyampaikan ini
21:04dengan kira-kira.
21:08Lebih baik,
21:09tidak usah dijawab Pak Menteri.
21:10Karena pokoknya nanti di penjaringan.
21:13Nanti lihat saja,
21:14nanti keliru.
21:16Setelah penjaringan,
21:17nanti yang penjaringan sampaikan tadi,
21:18saya juga baca,
21:20tidak pas begitu.
21:21Oleh sebab itu,
21:22ini kewenangan Kementerian Sosial dan BPS.
21:28Karena apa?
21:29BPS pun juga begitu.
21:30mengambil data di lapangan juga begitu.
21:33Ada hal-hal yang memang
21:34tidak sama dengan Pemerintah Daerah.
21:39Oleh sebab itu Pak Menteri,
21:40lebih baiknya tidak usah dijawab.
21:41Nanti daripada kita ke Pak Menteri semua.
21:43Terima kasih.
21:45Baik, berarti ini kita tinggal mungkin
21:47ke depan kita menyurat
21:48ke Komisi 8
21:51untuk minta izin
21:52mengundang Menteri Sosial
21:55dan BPS
21:57dan yang terkait
21:59untuk bisa menjelaskan secara detail.
22:02Kalau begini ini,
22:03nanti tanggung jawabnya
22:04lari ke mana ini?
22:05Kan ini penting
22:06bagi masyarakat.
22:08Jadi kami akan mengundang.
22:09Mudah-mudahan rapat ini
22:11sudah dilihat oleh teman-teman
22:12Komisi 8
22:13supaya mereka juga
22:14silakan buat
22:15jadwal untuk mengundang
22:17mitra kerjanya
22:18dan ini perlu
22:19sesegerah mungkin Pak Menteri
22:20agar kami berharap
22:22seluruh Kabinet ini
22:23paham.
22:25Supaya ketika ada pertanyaan
22:27seperti ini,
22:28masyarakat Indonesia ini
22:29tidak ragu-ragu.
22:30Kalau di internal kita
22:30tidak ragu-ragu ini
22:31membuat cemas
22:33Pak Menteri.
22:35Baik, lanjut Pak Menteri.
22:36Kami persahakan.
22:41Yang bisa saya sepeksi ini
22:43sebagai wakil pemerintah
22:44adalah Bapak Ibu
22:45dulu data ini
22:47berbeda-beda
22:50tergantung dari
22:51Kementerian Lembaga nya.
22:53Nah yang sudah dilakukan
22:53pemerintah saat ini
22:54jamannya Pak Prabowo adalah
22:56kita menyatukan ini semua
22:58di BPS.
23:01Sehingga semua data
23:02menggunakan data BPS
23:04yang namanya DTSN.
23:06Ini menurut saya adalah
23:07pencapaian luar biasa.
23:09Bapak Presiden sudah
23:10menyatukan ini
23:11dan mendisiplinkan
23:12seluruh Kementerian Lembaga
23:13nggak boleh pakai datanya
23:14sendiri-sendiri.
23:15Ini data.
23:16Dan ini satu.
23:16Bahwa kemudian datanya
23:18seperti apa
23:19kemudian masing-masing
23:20punya informasi yang
23:21masih agak berbeda
23:22rekonsiliasinya
23:23seperti apa
23:24itu memang
23:24terima kasih diingatkan
23:26itu ada di
23:27BPS.
23:29Nah BPS nanti
23:30Kementerian Sosial ambil,
23:31Kementerian Pertanian ambil,
23:33Kementerian SDM
23:34untuk subsidi energi ambil
23:36memang lebih tepatnya
23:37ada di
23:38BPS.
23:39Jadi terima kasih
23:40untuk ingatkan
23:41mohon maaf
23:41Pak Charles,
23:43Ibu Feli
23:44kalau ada yang kurang
23:44pendapatnya
23:45karena lebih benar
23:46begitu.
23:46Nanti saya takutnya
23:47juga salah saya jawab
23:49lebih tepat
23:49diundang BPS
23:50seperti yang tadi
23:51Ibu Ketua sampaikan.
23:53Terima kasih.
23:54Baik, selanjut Pak.
23:55Kalau saya boleh
23:56kemudian ke halaman pertama
23:57jadi ini yang tadi
23:59adalah agenda
24:00tambahan
24:01yang saya perlu
24:02jelaskan
24:02atas permintaan
24:03Ibu Ketua
24:04karena memang itu
24:04topik yang paling penting
24:06yang sedang hangat
24:08di masyarakat.
24:09Nah selanjutnya
24:09kita akan bicarakan
24:10agenda pertama
24:11mengenai penghapusan
24:13tunggakan Iuran.
24:14Bapak Ibu memang
24:15di sini
24:15Kemenkes
24:16partisipasi.
24:19Leadnya ada
24:20di kantor Menko
24:21nanti kalau saya boleh
24:23BPJS bisa menjelaskan
24:25dengan lebih lengkap
24:26dibandingkan dengan
24:27Kemenkes.
24:28Tapi saya kasih gambaran
24:29sedikit
24:29halaman selanjutnya.
24:32Next slide.
24:34Nah Bapak Ibu
24:35ini adalah total
24:37peserta
24:38yang
24:39tidak aktif.
24:40Ini adalah
24:41total peserta
24:43yang
24:44tidak aktif.
24:45Jumlahnya sekarang
24:46per
24:472026
24:48hitung saya
24:49ada 63 jutaan.
24:50Ini mungkin masih
24:51yang tahun
24:522025
24:53sekitar
24:5349 jutaan.
24:56Nah tidak aktif itu
24:57ada dibagi
24:58dua kategori.
25:00Dia tidak aktif
25:00karena menunggak
25:01Iuran
25:02dia tidak
25:04yang kedua adalah
25:05dia tidak aktif
25:06karena mutasi.
25:08Mutasinya itu
25:08mutasi keluar.
25:09Jadi misalnya yang
25:10PBI
25:1016,9
25:13itu tidak aktif
25:15kenapa?
25:15Karena dia
25:16dimutasi
25:16keluar dari
25:17PBI
25:18bisa ke
25:19kategori-kategori
25:21PBPU
25:21mungkin yang dia
25:23pindahnya ke
25:24PBPU
25:24Mandiri
25:25atau yang lain
25:26sehingga dia
25:27tidak bayar Iuran
25:28itu perbedaannya
25:30antara yang
25:30tidak aktif
25:31menunggak
25:31kalau tidak aktif
25:32menunggak
25:33itu benar-benar
25:34misalnya PBPU
25:35Mandiri
25:3613,8 juta
25:37itu memang
25:38statusnya dia
25:39dari dulu disitu
25:40kemudian dia berhenti
25:42bayar saja.
25:43Tapi kalau
25:44PBPU
25:45Mandiri
25:45yang 1,7
25:46nah artinya
25:48dia pindah keluar
25:49dari
25:50kategori itu
25:51sehingga dia
25:52berhenti
25:53membayar.
25:54Nah total
25:55piutangnya
25:56kalau diperbankan
25:58kita
25:58ini bilangnya
25:59utang yang tidak
26:00tertagih
26:01itu ada
26:0126,47
26:04triliun
26:05nah kalau kita
26:06lihat
26:07menarik
26:07kalau
26:08PB yang menunggak
26:09paling banyak kan
26:10di kategori
26:10PBI
26:1116,9 juta
26:13itu dari sisi
26:15jumlah orang
26:15tapi dari sisi
26:17jumlah rupiah
26:18ternyata
26:19yang besar
26:19yang
26:20PBPU
26:21Mandiri
26:22sebesar
26:2322,2
26:25triliun
26:25jadi
26:26kalau yang
26:28sering melihat
26:29angka
26:29itu bisa melihat
26:30pasti yang
26:30enggak bayar
26:31itu banyak
26:31yang
26:32kelas-kelasnya
26:33tinggi
26:33yang kelas-kelasnya
26:35tinggi
26:35ini kembali
26:38pertanyaan yang
26:39tadi Pak
26:39kita lihat
26:40tunggakannya
26:41besar
26:42dari sisi jumlah
26:43maupun
26:43nilai
26:44intrupsi pimpinan
26:46saya usul
26:52berikan kesempatan
26:53dulu
26:54yang
26:54diundang
26:56presentasi
26:56kan ada
26:57beberapa narasumber
26:58nih
26:59baru
26:59kita
27:00ke pertanyaan
27:01kalau dipotong-potong
27:02ini
27:02enggak selesai
27:04jadi
27:05kembali
27:06saya usul
27:07berikan
27:08kesempatan
27:09pada
27:09yang diundang
27:10untuk menyampaikan
27:10baru nanti ada
27:11forum diskusinya
27:12terima kasih
27:13baik
27:14udah mau pergi
27:16Pak Menterinya
27:16gimana
27:17selesai
27:18selesai
27:19selesai
27:19kalau Pak Menterinya
27:21mau pergi
27:21berarti
27:22sesi Pak Menteri
27:23selesai
27:23baru kita dialog
27:24begitu
27:25baik
27:27kami persilakan
27:29kembali ke Pak Menteri
27:30untuk
27:30di halaman selanjutnya
27:32jadi ini
27:33ini ada
27:33pengamatan
27:34nah ini prosesnya Pak
27:35ini prosesnya ada
27:37sekarang sudah
27:38ada di Seknek
27:39sudah selesai
27:40harmonisasi
27:41tinggal di tanda tangan
27:42nah mengenai detail
27:44isinya seperti apa
27:45mungkin nanti lebih tepat
27:46teman-teman BPJS
27:47nanti yang akan
27:48bisa menceritakan
27:49nah kemudian
27:51saya langsung
27:52loncak ke agenda
27:53ketiga
27:53ini adalah review
27:54mengenai JKN
27:55ya Bapak Ibu
27:56nah
27:57JKN ini
27:58dari perspekti
28:00Kemenkes
28:00kita melihat
28:01bagus dari sisi
28:03coverage-nya
28:03jadi sudah
28:04287 juta
28:06ya per Februari
28:072026
28:08tapi memang
28:09dari 280-an ini
28:11peserta
28:12non-aktifnya
28:13naik tinggi sekali
28:14jadi ini juga
28:16berkaitan dengan
28:17wacana adanya
28:18penghapusan
28:19ini sama
28:20kalau di perbankan
28:20kalau kita begitu
28:21ada wacana penghapusan
28:23orang yang tadi aktif
28:24malah jadi non-aktif
28:25karena dia berharap
28:26itu nanti
28:26di
28:27hapus
28:28nah ini juga
28:29moral hazard
28:31yang harus kita
28:32antisipasi
28:33karena saya melihat
28:33ada kenaikan signifikan
28:35dari 49 juta
28:37ke
28:3763, juta
28:39peserta
28:40yang non-aktif
28:42tapi dari sesi jumlah
28:43total bagus
28:45cuma dari
28:46peserta
28:47aktifnya
28:49terjadi penurunan
28:50yang agak signifikan
28:51dalam 2 bulan saja
28:53sudah turun
28:5312 juta
28:54dari 2025 Desember
28:57ke Februari
28:582026
29:00di halaman selanjutnya
29:02ini juga disampaikan
29:05karena
29:05memberikan gambaran
29:07yang lengkap
29:08bahwa
29:0955% lebih
29:11penduduk kita
29:12sebenarnya
29:13disubsidi oleh pemerintah
29:14jadi
29:16pemerintah
29:16mengeluarkan
29:17subsidi
29:1896 juta
29:20itu melalui
29:21PBI
29:22yang disubsidi
29:23oleh APBN
29:24yang itu ada
29:25di Komisi
29:269
29:2847 juta
29:31masyarakat
29:32itu disubsidi
29:33oleh
29:34PEMDA
29:35oleh pemerintah daerah
29:37bukan oleh
29:38pemerintah
29:39pusat
29:39dan ada
29:41sekitar
29:4212,9 juta
29:44yang
29:46disubsidi
29:47sebagian
29:47jadi kalau
29:48yang 96,5 juta
29:50disubsidi penuh
29:51oleh pemerintah pusat
29:5242 ribu
29:53yang 47,4 juta
29:55disubsidi penuh
29:56oleh pemerintah daerah
29:5742 ribu
29:59yang 12,9
30:00disubsidi
30:01sebagian
30:027 ribu rupiah
30:04oleh pemerintah
30:06pusatnya
30:074 ribuan
30:08oleh pemerintah daerahnya
30:102 ribuan
30:11jadi ini menggambarkan
30:12bahwa
30:12pertama kesimpulannya
30:13lebih dari
30:1450%
30:15dari penduduk kita
30:16sebenarnya sudah menerima
30:17subsidi dari
30:19pemerintah
30:20baik pemerintah pusat
30:22maupun pemerintah daerah
30:23dengan
30:24komposisi
30:25sumbernya
30:26berbeda
30:26ada yang anggaranya
30:27masuk lewat pemerintah pusat
30:28ada anggaranya
30:29masuk pemerintah daerah
30:31dan juga
30:32ada yang
30:32penuh
30:33100%
30:34ada yang sebagian
30:36yang hanya
30:377 ribu
30:38jadi 35 ribu
30:39tetap dia bayar sendiri
30:40di halaman selanjutnya
30:42ini menjelaskan
30:44mengenai
30:45perbaikan DTSN itu
30:47memberikan gambaran
30:49yang lebih lengkap
30:50dan baik
30:51pertama dia
30:52mengkonsolidasikan
30:53semua data
30:54di seluruh
30:55kementerian lembaga
30:56sehingga menjadi satu
30:57dari situ
30:58kita bisa lihat
30:59ternyata
31:00masih ada
31:01perbaikan
31:02yang harus dilakukan
31:03oleh pemerintah
31:04untuk benar-benar
31:05mengkonsentrasikan
31:07subsidi itu
31:07ke rakyat miskin
31:08karena dari catatan
31:11sesudah DTSN
31:12digabung
31:12masih ada
31:1446,8 juta
31:17Bapak Ibu
31:17yang harusnya
31:19masuk
31:19desil 1-5
31:20yang belum bisa masuk
31:21karena ada
31:23keterbasasan
31:23kuota yang
31:2496,8
31:25nah ini
31:27masih
31:27terisi
31:29oleh
31:29masyarakat
31:31yang di desil
31:326-10
31:32nah perbaikan
31:35ini
31:35bisa pemerintah
31:37lakukan
31:37setelah
31:38Bapak Presiden
31:38memaksa
31:39bahwa
31:40seluarnya
31:40harus masuk
31:41ke
31:42single database
31:43DTSN
31:44tadi
31:44nah
31:45ini
31:46untuk topik yang pertama ini
31:49perspektif
31:49kepesertaan
31:50halaman selanjutnya
31:51jadi kesimpulannya
31:52kami
31:53next slide
31:54bahwa cakupannya
31:56bagus Pak
31:56naik
31:57cuma kami memberikan
31:58catatan
31:59peserta non-aktifnya
32:00juga naik tinggi sekali
32:01dari 284
32:0263 juta
32:03dan itu terjadi
32:04kenaikan yang luar biasa
32:05dari Desember
32:06ke sekarang
32:06ini belum
32:08kita urus
32:09dengan baik
32:10ini
32:10untuk kepesertaan
32:11yang
32:12non-aktif ini
32:13kemudian
32:15kita melihat
32:16dengan adanya
32:16DTSN
32:17bagus
32:17implementasi
32:18tahun ini
32:19kita bisa melihat
32:19bahwa
32:20perlu dilakukan
32:21review kembali
32:22dan realokasi
32:24agar pembelian
32:24subsidi ini
32:25lebih tepat
32:26sasaran
32:27untuk
32:27kepesertaan
32:28nah dari perspektif
32:30layanan
32:30kealaman selanjutnya
32:31ini kita
32:33melihat bahwa
32:34memang
32:35naik
32:37jadi
32:37di satu sisi
32:38bagus
32:39lebih banyak
32:40masyarakat
32:41yang mendapatkan
32:42akses
32:43layanan
32:44JKN
32:45kita memberikan
32:48catatan
32:48bahwa
32:49masih konsentrasinya
32:51ke FKTP
32:52FKFTL
32:55which is
32:55oke
32:56menurut saya
32:56cuma
32:57kita ingin
32:58ada peningkatan
32:59terutama dengan
33:00cekasihatan gratis
33:01kalau bisa
33:02yang
33:03FKTP-nya
33:04peningkatannya
33:05tinggi
33:06sehingga
33:07fokusnya yang tadinya
33:08kuratif
33:09kita geser ke
33:10promotif
33:11preventif
33:12itu yang
33:12poin yang paling penting
33:14disini
33:14kita menginginkan
33:15sebagai pemerintah
33:16untuk mengurangi
33:17beban kesehatan
33:18ke depan
33:19untuk memperbaiki
33:20kualitas hidup masyarakat
33:22kami
33:22pemerintah
33:23dan BPJS
33:24harus lebih mendorong
33:25agar orang
33:26cek kesehatan gratis
33:27kalau darah tinggi
33:28ya minum obat
33:29terkendali
33:29sehingga gak usah
33:30masuk
33:31stroke
33:32atau serangan jantung
33:33di ujung
33:33nah itu yang
33:34sekarang dengan
33:35cek kesehatan gratis
33:36tahun ini
33:36kita akan fokus
33:38ke tata laksana
33:38bukan hanya
33:39ceknya saja
33:40tapi kita akan fokus
33:41ke tata laksana
33:42agar benar-benar
33:43masyarakatnya
33:43jadi sehat
33:44kita juga melihat
33:46beban penyakit
33:46kronisnya
33:47seperti apa
33:48ini sudah cocok
33:49dengan beban kematian
33:50tinggal kita lihat
33:51kenapa stroke
33:52bebannya rendah
33:53itu nanti akan kita
33:54lakukan analisa
33:55tapi kelihatan sekali
33:57bahwa
33:58tinggi
33:59growthnya disini
34:01dan ini
34:01kita akan
34:02jantung
34:03ginjal
34:04stroke
34:05itu adalah
34:05disebabkan oleh
34:07darah tinggi
34:08gula darah
34:09dan kolesterol
34:09yang tidak terkendali
34:11itu sebabnya
34:11kita pengen benar-benar
34:12fokus ke
34:14promotif preventif
34:16untuk ketiga hal tersebut
34:17sehingga
34:18kenaikan jantung
34:19ginjal
34:19stroke itu
34:19tidak terus
34:20seperti ini
34:21ke depannya
34:22kemudian
34:24halaman selanjutnya
34:25itu sebabnya
34:25Bapak Ibu
34:26untuk pelayanan
34:27di halaman selanjutnya
34:28kita akan fokus
34:29besar-besaran
34:30ke promotif preventif
34:32tahun ini
34:33semua data
34:34CKG
34:35yang baru kita
34:36follow up
34:37karena tahun pertama
34:38jalan ini masih
34:38sekitar 8%an
34:39kita akan paksa
34:41untuk semuanya
34:41bisa di follow up
34:42jadi orang darah tinggi
34:43akan kita kejar
34:44kita paksa
34:45supaya minum obat
34:46amlodipin
34:47gitu tiap hari
34:48orang yang kena gula
34:49kita kejar
34:50untuk benar-benar
34:50minum obat
34:51metformid
34:52supaya apa
34:53supaya itu tadi
34:54kita melihat
34:55kenaikan biaya
34:55yang sangat tinggi
34:56yang jadi beban BPJS
34:58di jantung
34:59stroke sama ginjal
35:00itu kita bisa tekan
35:02dan juga itu
35:03sekaligus memperbaiki
35:04kualitas hidup masyarakat
35:06melalui program
35:07promotif preventif
35:08CKG ini
35:09di halaman selanjutnya
35:11dari sisi pelayanan
35:12kami melihat juga bahwa
35:13tempatnya Pak Gokfront
35:15itu sudah bagus
35:15dalam hal dari sisi
35:17demand side-nya
35:19nah sekarang kita lihat
35:21masih terjadi
35:21ketimpangan
35:22dari sisi supply side-nya
35:24karena ini adalah
35:25tugas pemerintah
35:26untuk memastikan
35:27fasilitas layanannya
35:28siap
35:28karena kalau BPJS-nya
35:30semua sudah bayar
35:31tapi dia ke pusat 11
35:32pusatnya tidak ada
35:33atau pusatnya
35:34tidak lengkap
35:35alat-tadnya
35:35sama saja
35:36klaimnya tidak terjadi
35:37bukan karena
35:38klaimnya tidak terjadi
35:39karena memang
35:39fasilitasnya kurang lengkap
35:41itu sebabnya
35:42KMNK dalam 3 tahun ke depan
35:44akan sangat agresif
35:46untuk meningkatkan
35:47kualitas layanan ini
35:48kalau ada kenaikan
35:49bukan berarti
35:50banyak yang sakit
35:51orang yang tadinya
35:52sakit
35:53tidak terlayani
35:54sekarang akan menjadi
35:55terlayani
35:56dan kita harapkan
35:57halaman 12
35:58tadi
35:58halaman 12
36:00ini akan lebih merata
36:02ini adalah
36:03dari sisi
36:04layanan FKTP
36:06layanan primar
36:07kita lihat
36:08Kalimantan Selatan
36:09Maluku
36:10Nusa Tenggara
36:10Papua itu masih
36:11reda sekali
36:12kita akan fokus ke sana
36:13untuk memperkuat
36:15layanan primar
36:17kemudian layanan sekundernya
36:18ini lebih timpang lagi
36:20Bapak Ibu
36:20halaman selanjutnya
36:21jadi kalau ke rumah sakit
36:23next slide
36:24bisa next slide
36:26next slide
36:28nah ini ya
36:31nah kita bisa lihat
36:32bahwa
36:32layanan rumah sakitnya
36:35itu jauh
36:36tertinggal sekali
36:37gapnya itu masih
36:39sangat tinggi
36:40antara Jogja
36:41Bali
36:41dengan even
36:42Sumatera Selatan
36:42Kalimantan
36:44Sulawesi Tenggara
36:45itu tertinggal sekali
36:46nah itu yang sekarang
36:47nanti akan kita tingkatkan
36:48dengan
36:49distribusi
36:50mamografi
36:51CT scan
36:52cat lab
36:53kemudian
36:54kemoterapi
36:55hemodialisa
36:56ke seluruh daerah
36:57agar ketimpangan ini
36:58bisa kita kurangi
36:59jadi di halaman selanjutnya
37:01dari sisi pelayanan
37:04kita melihat
37:05bahwa pelayanannya
37:06naik terus
37:06dari sisi bagus
37:07tapi kita ingin
37:08peningkatan pelayanan
37:10di pusus bas
37:11kenapa?
37:12karena itu akan bisa
37:13mengurangi
37:13pertama
37:14mengurangi beban
37:14ke depan
37:16untuk penyakit-penyakit
37:17katastropik
37:17yang kedua
37:18meningkatkan
37:19kualitas hidup masyarakat
37:21agar jangan sakit dulu
37:22kita jaga
37:23agar mereka tetap sehat
37:24kemudian
37:25yang terakhir
37:26ini aku rasa
37:27yang terakhir
37:28menaik perspektif keuangan
37:29next slide
37:31dari perspektif
37:36keuangan
37:37yang saya rasakan
37:38memang
37:39BPJS ini
37:40bebannya akan naik terus
37:41nanti
37:41kalau bisa
37:42ke halaman selanjutnya dulu deh
37:43halaman 16 dulu
37:44ini yang kita
37:46mesti menjadikan
37:46perhatian bersama
37:47karena kita tidak mau
37:48terulang lagi
37:49seperti dulu
37:50walaupun ini merupakan
37:51keputusan
37:52ada faktor politisnya juga
37:54bahwa
37:55beban jikaan itu
37:56gapnya makin besar
37:57dengan income-nya mereka
37:58tahun lalu
38:00itu sudah sampai
38:00hampir 20 triliun
38:02gapnya
38:03dan ini
38:04kalau semakin besar
38:05itu akan
38:06mempersulit
38:07sustainability
38:08dari BPJS
38:09sehingga perlu
38:11kita mengadres ini
38:12secara fundamental
38:13memang
38:14tahun ini
38:15kita putuskan
38:16kita memberikan
38:17subsidi
38:1720 triliun
38:18tapi kita memang
38:19mesti membahas
38:20dengan lebih rinci
38:22bagaimana
38:23mekanisme
38:24subsidi yang
38:25sifatnya
38:25temporer ini
38:26bisa kita rapikan
38:28secara
38:29fundamental
38:29secara
38:31fundamental
38:31karena tetap
38:32kita lihat
38:33iuran BPJS
38:34yang 42 ribu
38:35ini
38:36per orang
38:37per bulan
38:38ini adalah
38:39harga yang
38:40luar biasa
38:41sangat baik
38:42even dibandingkan
38:43di negara-negara lain
38:45di seluruh
38:46dunia
38:47kita masih
38:48mempertimbang sekali
38:49karena
38:49JEP ini
38:50makin lama
38:50akan makin besar
38:51sejalan dengan
38:52menuanya
38:53populasi kita
38:54dan sejalan dengan
38:56makin tersedianya
38:57fasilitas kesehatan
38:58di seluruh Indonesia
38:59secara merata
39:00nah kalau boleh
39:01mundur ke halaman 15
39:02nah apa yang
39:04Kemenkes sudah
39:04lakukan
39:05bersama-sama dengan BPJS
39:06untuk memastikan
39:07ini bisa kita kurangi
39:08yang pertama
39:09kita lakukan
39:10sistem tunjukan
39:11berbasis kompetensi
39:12ini nanti
39:13belum final
39:13datanya Bapak Ibu
39:14tapi kita sudah
39:16melihat
39:16pilot project
39:17kalau ini
39:18berbasis kompetensi
39:19itu sebenarnya
39:20meredus biaya
39:21selain itu
39:22lebih baik
39:23buat pasien
39:24ini meredus biaya
39:25dari BPJS
39:25karena dia
39:26tadinya harus
39:27lakukan
39:28pemeriksaan
39:29dan treatment
39:30di empat tempat
39:31bisa direndus
39:32jadi dua tempat
39:33jadi buat pasien
39:35itu lebih enak
39:36lebih nyaman
39:36karena gak usah
39:37terlalu pindah-pindah
39:38tapi dari sisi BPJS
39:40ternyata kita
39:41buktikan bisa
39:41jauh lebih murah
39:42karena dia langsung
39:44masuk ke
39:45titik dimana
39:46dia bisa selesai
39:47perawatan
39:47tidak harus
39:49lompat-lompat
39:50karena mengikuti
39:51jalur
39:52rujukan
39:53keras rawat
39:54inap sandat
39:55kita harapkan
39:56juga bisa jalan
39:57selain memperbaiki
39:58kualitas layanan
40:00mensandarisasi harga
40:01tarif layanan
40:02IDRD juga
40:03seperti itu
40:04coordination benefit
40:05dengan asuransi
40:06suasana juga
40:07kita akan
40:08sudah jalan
40:08kita akan galakan
40:09agar itu tadi
40:10yang di desil-desil atas
40:12789
40:13itu kalau bisa
40:15mereka bisa
40:17terlayani
40:18dengan BPJS plus
40:19ya dengan BPJS plus
40:22sehingga
40:23porsi-porsi yang
40:24PBI yang di bawah
40:25benar-benar kita bisa
40:26berikan
40:26ke desil 1 sampai 5
40:28masyarakat kita
40:29yang tadi masih ada
40:3040 juta yang gak bisa masuk
40:32ke desil 1 sampai 5
40:34dan kita akan terus
40:36melakukan nomor 5
40:37dan 6
40:37untuk memastikan
40:39review harga obat
40:41harga layanan
40:42harga
40:44alat kesehatannya
40:48itu benar-benar
40:49bisa terkenali
40:50di halaman 17
40:52kalau saya boleh
40:53kesimpulannya
40:54jadi
40:55ini yang terakhir
40:58dari sisi
40:59keuangan
41:00kita melihat bahwa
41:01begitu aksesnya
41:03dibuka
41:04masyarakat
41:05bisa mengakses layanan
41:06terutama di daerah timur
41:08yang sebelumnya
41:08tidak ada
41:09itu nanti
41:10pasti akan meningkatkan
41:11biaya
41:12nah biaya itu
41:13kita sudah lihat
41:14gapnya semakin besar
41:16nah itu yang
41:17harus segera
41:18kita address
41:19tahun ini
41:20sudah di address
41:21dengan pemberian
41:2210 triliun
41:2320 triliun
41:25tambahan
41:26injeksi
41:2710 triliun
41:28lewat Kemenkes
41:2910 triliun
41:30langsung ke BPJS
41:31tapi kita tahu
41:32harus ada yang lebih
41:33struktural yang kita lakukan
41:34karena kalau tidak
41:35itu akan
41:36membuat gapnya
41:38nanti semakin lama
41:39semakin besar
41:41dari kami mungkin demikian
41:42Bapak Ibu
41:43terima kasih
41:44Wassalamualaikum Wr. Wb
41:45alaikum warahmatullahi wabarakatuh
41:47terima kasih
Komentar

Dianjurkan