00:00KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI
00:06Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar operasi tangkap tangan di Jakarta dan Lampung.
00:10Dalam OTT tersebut KPK menangkap belasan orang,
00:12diantaranya mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bia dan Cukai berinisial RZ,
00:18serta menyita uang miliaran rupiah dan emas berat 3 kg.
00:22Bayangkan seginap, di hadapan mata tergeletak emas batangan seberat 3 kg
00:27bersanding dengan uang tunai bernilai miliaran rupiah.
00:32Bukan hadiah, bukan pula rezeki yang jatuh dan lami,
00:36melainkan barang bukti hasil operasi tangkap tangan dari KPK.
00:40Sebuah jejak sunyi dari sebuah drama penangkapan yang beruncang institusi Bia dan Cukai.
00:47Hai Sobat MCP NLine, kembali lagi bersama saya,
00:51Isbahul Munir di segmen Beranda Nasional.
00:54Rabu 4 Februari 2026,
00:57Komisi Pemberantasan Korupsi kembali bergerak dalam senyap.
01:01Operasi dilakukan tanpa gaduh,
01:03namun dampaknya menggema hingga Jakarta dan Lampu.
01:07Satu demi satu diamankan,
01:09dan publik pun bertanya,
01:10apa yang sebenarnya sedang dipongkar?
01:13Juru bicara KPK, Budi Parsetio,
01:15mengonfirmasi bahwa sejumlah pihak telah diamankan,
01:19terutama dari kantor pusat Bia Cukai,
01:21yang membuat publik terperanjat,
01:24salah satu sosok yang ikut terjaring adalah
01:26mantan direktur penyidikan dan penindakan
01:29Direkturat Jenderal Bia dan Cukai,
01:32Kementerian Keuangan.
01:34Jika penyambat setingkat direktur ikut terseret,
01:38ini bukan perkara kecil,
01:39ini bukan kisah receh,
01:41ini sinyal bahwa persoalan sudah menjalar hingga ke penyusuk struktur.
01:46Lebih jauh, penyidik menemukan sesuatu yang membuat alis publik terangkat,
01:50yaitu sebuah uang tunai dalam rupiah,
01:53dan mata uang asing jumlahnya mencapai miliaran rupiah.
01:57Dan bukan hanya itu,
01:58ada juga emas batangan yang beratnya diperkirakan 3 kg,
02:01dingin, padat,
02:03dan diduga menjadi simbol dari upeti yang mengalir diam-diam.
02:07Menurut KPK,
02:08harta ini berkaitan dengan praktik rasuah dalam urusan importasi.
02:12Skemanya terdengar klasik,
02:14namun dampaknya tak pernah usah main mata,
02:17demi izin masuk barang perlakuan khusus,
02:21dan kelancaran yang dibayar mahal.
02:24Soal detail jenis barang import,
02:27KPK masih memilih menutup rapat informasinya.
02:30Semua disimpan untuk kepentingan penyidikan.
02:34Saat ini,
02:35waktu terus berjalan.
02:361x24 jam akan menentukan siapa yang resmi menyandang rompi oranya,
02:42lantas siapa berikutnya,
02:44dan sejauh apa praktik ini menjalar.
02:47Tinggal kita tunggu bab selanjutnya dari KPK.
02:51Saya, Miss Bohol Munir,
02:53sampai jumpa di Branda Nasional MTV Online berikutnya,
02:57hanya di metrotvnews.com.
02:59Terima kasih telah menonton!
Komentar