Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Pejabat Sementara (Pjs) Ketua dan Wakil Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan komitmennya untuk memperkuat pengawasan sekaligus penegakan hukum di pasar modal.

"Penguatan pengawasan dan penegakan hukum dilakukan dengan segera memulai penyelidikan terkait goreng-menggoreng saham atau manipulasi pasar," ujar Friderica Widyasari.

"Kemudian, set the tone dalam penanganan kasus besar melalui penegakan hukum yang memberikan efek jera, serta penguatan pengawasan pasar, termasuk terhadap para influencer," lanjutnya.

Baca Juga Kata Friderica Widyasari Dewi usai Ditetapkan Jadi Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK di https://www.kompas.tv/ekonomi/647682/kata-friderica-widyasari-dewi-usai-ditetapkan-jadi-pengganti-ketua-dan-wakil-ketua-ojk

#fridericawidyasari #danantara #ojk #breakingnews


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/647705/friderica-widyasari-wanti-wanti-influencer-usai-jadi-pengganti-ketua-wakil-ketua-ojk
Transkrip
00:00Terima kasih Pak Menko, saya hormati Pak Menko, Pak Mencesnek, Pak Menkyu, Pak Rosan, Pak Doni, Pak Hasan, dan rekan-rekan dari SRO, Pak Samsul dan Pak Jeffrey.
00:13Selamat malam, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:17Salam sejahtera untuk kita semua, terima kasih rekan-rekan.
00:21Ijinkan saya menyampaikan beberapa hal, yang pertama sebagaimana teman-teman media ketahui bahwa kemarin tiga anggota Dewan Komisioner OJK mengundurkan diri,
00:35yaitu Pak Mahindra Siregar sebagai Ketua Dewan Komisioner, Pak Mirsa Aditya Suara sebagai Wakil Ketua, dan juga Pak Inarno Jayadi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif, dan Karbon telah mengundurkan diri.
00:49Oleh karena itu, tadi pagi, tadi siang ya, sampai dengan sore tadi, anggota Dewan Komisioner telah melakukan rapat Dewan Komisioner,
01:01dan sesuai dengan ketentuan yang ada di Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011, dan juga dikuatkan dengan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan Nomor 4 Tahun 2023,
01:10kami telah memutuskan, yang pertama mengangkat saya, Friderika Widya Saridewi, sebagai Pejabat Sementara Ketua dan juga Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.
01:24Sementara tugas kami sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku-Pelaku Saja Sekungan Edukasi dan Pendidikan Konsumen,
01:30juga tetap kami imban.
01:32Selanjutnya, Pak Hasan Fauzi diputuskan di dalam RDK tersebut menjabat sebagai Pejabat Sementara,
01:41Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif, dan Bursa Karbon,
01:45dan juga tetap merangkap sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Aset Keuangan Digital dan Ketua.
01:50Jadi tidak ada kekosongan yang bisa kami sampaikan dan kami memastikan bahwa seluruh kebijakan, program kerja, tugas, OJK,
02:02terlaksana dengan baik sebagaimana mestinya dan kita tetap mengedepankan yang terbaik untuk kemajuan stabilitas di sektor jasa keuangan.
02:11Selanjutnya tadi menyambung dari yang disampaikan oleh Pak Menko,
02:15kami juga mempunyai komitmen untuk terus melakukan program reformasi pasar modal Indonesia.
02:23Dengan mencermati gejulak pasar yang teman-teman media juga amati berawal waktu ini,
02:28dan juga konsen dari berbagai pihak,
02:31kami OJK bersinergi dengan pemerintah dan juga seluruh stakeholder terkait
02:36akan mempercepat reformasi di pasar modal,
02:40melalui pendekatan yang lebih holistik,
02:42mulai dari perbaikan kualitas emiten dan saham yang diperdagangkan,
02:47peningkatan literasi dan juga perlindungan kepada investor,
02:50terutama investor retail,
02:51serta penegakan hukum yang tegas dan konsisten.
02:54Kami juga akan terus meningkatkan likuiditas dan pendalaman pasar
02:58melalui kebijakan peningkatan minimal free float 15%,
03:02optimalisasi peran liquidity provider,
03:05serta peningkatan peran investor institusional,
03:08khususnya asuransi dana pensiun yang dimiliki oleh pemerintah
03:12melalui peningkatan batas maksimal investasi di instrumen saham
03:18dengan tetap tentu saja memperhatikan prinsip-prinsip kehatian,
03:23tata kelola dan governance.
03:25Selain itu, aktivitas bang umum juga akan diperluas di pasar modal
03:28melalui revisi undang-undang P2S karantik.
03:31Kemudian peningkatan transparansi pemegang saham
03:34melalui kewajiban transparansi UBO-nya,
03:37ultimate beneficial ownership,
03:39affiliated party disclosure,
03:41serta penguatan due diligence dan KYC oleh perusahaan efek.
03:45Kemudian penguatan pengawasan dan penegakan hukum
03:48dengan segera memulai penyelidikan goreng-menggoreng saham
03:52atau memanipulasi pasar tadi yang disampaikan oleh Pak Menko
03:55secara masif, kemudian set the tone dalam penanganan kasus besar
03:59dengan penegakan hukum yang memberikan efek jera
04:02serta penguatan pengawasan market conduct
04:05termasuk kepada para influencer.
04:08Kemudian penguatan governance dan mengurangi konflik kepentingan
04:13diantaranya melalui demutualisasi bursa
04:16yang akan mengubah struktur kelembagaan dan perluasan kepemilikan
04:21serta diikuti reformasi governance process
04:24dan structure di self-regulatory organization
04:27yaitu di bursa, ke-P dan ke-C.
04:29Selanjutnya terakhir kami juga menyampaikan komitmen OJK
04:32untuk terus bersama-sama
04:34kita memberikan bersama-sama menjaga pertumbuhan ekonomi
04:39meningkatkan pertumbuhan ekonomi
04:41dan mendukung program prioritas pemerintah.
04:44Berapa yang bisa kami sampaikan?
04:46Yang pertama, perbankan terus menyediakan
04:49pembiayaan program pembangunan
04:50termasuk Koperasi Desa Merah Putih
04:52di mana telah disalurkan pembiayaan sebesar
04:54Rp148,6 triliun sampai dengan Desember 2025.
04:59Kemudian dalam rangka memberikan kemudahan
05:01bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah bencana
05:04kami telah menetapkan kebijakan pemberian pelakuan khusus
05:08atas kredit pembiayaan kepada debitur yang terkena dampak
05:11bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat
05:15berlaku selama 3 tahun
05:16sejak 10 Desember 2025.
05:20Kemudian OJK juga terus mendorong
05:22penyaluran kredit pembiayaan untuk program MBG
05:24termasuk melalui Securities Cloud Funding
05:26serta program penjaminan khusus kepada petani UMKM
05:30dan pengembangan produk asuransi parametrik.
05:32Dapat kami sampaikan bahwa angkanya per Desember 2025
05:35sebesar Rp1,17 triliun penyaluran kredit
05:38sudah disalurkan.
05:40Kemudian melengkapi kebijakan relaksasi
05:43terhadap pembiayaan sektor perumahan
05:44kami juga terus mendorong bank
05:46perumahan perusahaan pembiayaan
05:49perusahaan Medel Funtura
05:51BP Tapera, SMF, dan PNM
05:53untuk terus memperluas pembiayaan KPR
05:55bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
05:57Dan terakhir untuk meningkatkan
05:59kemudahan akses kredit pembiayaan kepada UMKM
06:02yang telah diatur melalui Kedentuan OJK
06:05yang mengatur skema pembiayaan khusus
06:07bagi UMKM dan petani.
06:09Kemudian juga terakhir Pak Menko
06:11pengembangan bursa karbon
06:13dalam rangka mendukung pengembangan nilai ekonomi karbon
06:16serta struk bersama kementerian terkait.
06:18Mungkin dari situ kami sampaikan
06:20kami terima kasih, mohon dukungan
06:22Bapak Ibu semua, seluruh stakeholder, pemerintah
06:25kita bekerja bersama-sama dan
06:26mohon dukungan media juga
06:28supaya kami bisa berhasil
06:30menjalankan proses reformasi
06:32dan juga menjaga stabilitas sistem keuangan
06:35dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
06:37Terima kasih kami kembalikan kepada Pak Menko.
Komentar

Dianjurkan