Storyline of a film
#onlytheriverflows
#film
#movie
#entertainment
#onlytheriverflows
#film
#movie
#entertainment
Category
š„
Short filmTranscript
00:00Hello guys, kembali lagi bersama gue Nandi.
00:03Pada video kali ini, gue akan membahas sebuah film berjudul Only Driver Flows tahun 2023.
00:09Tidak pernah lupa, gue selalu mendoakan agar kalian dan keluarga bahagia serta sehat selalu ya.
00:17Berlatar pada tahun 1995 di Tiongkok.
00:22Film dimulai dengan menampilkan seorang anak kecil yang sedang bermain polisi-polisian bersama teman-temannya
00:27di sebuah apartemen terbengkala yang hampir dihancurkan.
00:32Dari lantai atas bangunan tersebut, anak itu dapat melihat sebagian besar wilayah tempat tinggalnya.
00:38Di tempat lain, di sebuah kantor polisi, kepala kepolisian mengumpulkan seluruh anggotanya
00:43dan menegaskan agar mereka bekerja lebih giat serta menyerahkan laporan kinerja mereka secepat mungkin.
00:49Setelah para anggota keluar, ia meminta seorang detektif bernama Mazze untuk tinggal sebentar.
00:55Kepala polisi kemudian menjelaskan terdapat sebuah bioskop tua di kota mereka yang akan segera ditutup
01:02karena sudah tidak lagi dikunjungi.
01:05Gedung bioskop itu rencananya akan dialih fungsikan menjadi kantor polisi yang baru.
01:10Tidak lama kemudian, para anggota polisi mulai memindahkan barang-barang mereka ke gedung tersebut.
01:14Di sana, Mazze diberikan sebuah ruangan khusus agar ia memiliki privasi saat melakukan penyelidikan.
01:22Namun, ketika Mazze memasuki ruangan yang belum dibersihkan itu,
01:25terlihat bahwa hampir seluruh bagiannya telah rusak.
01:30Mulai dari jendela yang pecah, pintu lapuk, dan suasananya yang terasa menyeramkan.
01:41Sementara itu, di sisi lain kota, terlihat seorang nenek tua sedang berusaha menarik angsanya agar keluar dari sungai.
01:48Tiba-tiba, seseorang yang misterius muncul dari belakang sambil mengenggam sebuah golok.
01:53Malam harinya, Mazze kembali ke rumah dan mendapati istrinya yang bernama Mbaije tertidur karena menunggunya pulang terlalu malam.
02:01Mazze pun kemudian segera menuju ke dapur untuk mengambil makan malam.
02:06Namun, ia belum sempat menghabiskan makanan itu karena tiba-tiba telpon dari kantor kembali berdering dan memintanya kembali bekerja.
02:14Malam itu juga, Mazze segera pergi menuju sungai tempat nenek tadi yang ternyata sudah ditemukan tewas dengan bekas luka di belakang lehernya.
02:22Dari sini, penyelidikan pun dimulai.
02:26Di lokasi kejadian, Mazze dan timnya berusaha mengumpulkan bukti di sekitar sungai.
02:31Sayangnya, mereka hampir tidak menemukan petunjuk apapun.
02:36Anjing pelacak bahkan tidak dapat mencium bau yang mencurigakan dan jejak kaki di sekitar sungai telah rusak oleh air beserta lumpur.
02:43Korban diketahui bernama Wang Feishya, seorang perempuan tua yang tidak memiliki keluarga dan hidup bersama ODGJ yang ia adopsi.
02:53Namun, keberadaan ODGJ tersebut tidak diketahui karena ia sering keluar masuk desa tanpa tujuan yang jelas.
03:00Di tempat kejadian, polisi juga menemukan sebuah tas berisi kaset dan juga bedak.
03:05Padahal sebelumnya, Feng Xia diketahui tidak membawa tas apapun.
03:09Temuan ini menimbulkan dugaan bahwa tas tersebut berkaitan langsung dengan pembunuhan itu.
03:14Di saat yang sama, polisi membawa anak yang muncul di awal film.
03:18Ia adalah orang pertama yang melihat jasad Feng Xia saat bermain bersama teman-temannya.
03:24Awalnya, sang ayah tidak percaya pada cerita anak itu.
03:28Namun, anak tersebut membawa teman-temannya untuk membuktikan ucapannya.
03:32Ketika Mazze bertanya apakah kamu melihat orang lain di sekitar sungai,
03:36anak itu mengaku tidak melihat siapapun, sehingga Mazze pun meminta agar anak itu segera dibawa pulang ke rumahnya.
03:44Mazze dan timnya kembali menyusuri sungai untuk mencari barang bukti lain.
03:48Tetapi hasilnya nihil.
03:50Ia kemudian bertanya kepada warga sekitar tentang nenek Feng Xia.
03:54Mereka menjelaskan bahwa desa itu hanya dihuni sekitar 50 keluarga,
03:59sebuah komunitas kecil di mana hampir semua orang saling mengenal.
04:02Feng Xia dikenal sebagai sosok yang ramah dan tidak pernah memiliki musuh.
04:07Sehari-hari, ia hanya mengurus angsanya dan sering berjalan-jalan, bahkan hingga ke pegunungan.
04:13Ketika Mazze menanyakan tentang ODGJ yang dirawat oleh Feng Xia,
04:16warga mengaku tidak mengetahui nama maupun asal-usulnya.
04:20Mereka hanya tahu bahwa ODGJ itu adalah seorang pria dan tidak pernah bersikap agresif,
04:26baik itu ketika diejek ataupun disakiti oleh anak-anak.
04:29Pria itu hanya tersenyum tanpa melawan,
04:32sesuatu yang membuat penelidikan semakin sulit pada akhirnya.
04:36Di kantor, para polisi mencoba berbagai jenis pisau dan parang pada sebuah daging
04:41untuk mengetahui jenis senjata yang digunakan pelaku.
04:45Namun dari sekian banyak alat tajam yang diuji,
04:47tidak ada satupun yang benar-benar cocok dan sesuai dengan bekas luka di leher korban.
04:52Mereka juga memeriksa isi tas yang ditemukan di sungai,
04:56tetapi tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan.
04:59Kaset di dalam tas pun terdengar hanya berisi lagu-lagu biasa.
05:03Tidak lama kemudian, ODGJ yang dirawat Feng Xia akhirnya ditemukan.
05:08Ia duduk di tepi sungai,
05:09membuka jaket kulitnya lalu menyusun beberapa batu kecil di atasnya.
05:13Mazze mendekat dan meniru tindakannya itu.
05:16Sepanjang waktu tersebut,
05:23pria itu tidak mengucapkan sepatah katapun.
05:26Merasa tidak mendapat apa-apa,
05:28Mazze pun pergi dan meminta anak buahnya untuk sekedar mengawasi.
05:32Kembali ke kantor,
05:34Mazze dan timnya memutar ulang kaset yang sempat ditemukan.
05:37Awalnya, kaset itu hanya berisi lagu biasa.
05:41Namun ketika salah satu anak buahnya bernama Xie
05:43memutar kaset dari sisi yang lain,
05:45terdengar rekaman dari seorang wanita.
05:48Dalam rekaman tersebut,
05:49wanita itu menyebut nama Hong
05:51dan seolah-olah sedang mencurahkan perasannya
05:53kepada orang bernama Hong itu.
05:56Ia berbicara tentang berbagai hal,
05:58mulai dari pengakuan pernah menyelinap ke kantor Hong
06:01hingga pertengkarannya dengan sang ibu.
06:03Di sini kita tahu,
06:04kalau wanita dan pria bernama Hong tersebut,
06:07kemungkinan besar sedang menjalin hubungan.
06:09Di bagian akhir,
06:10ia menyadari bahwa wanita dalam rekaman tersebut
06:13seolah ingin mengungkap sebuah rahasia penting
06:15sebelum suara alarm kereta api meredam suaranya.
06:18Mereka pun mencoba mencari asal suara tersebut
06:21dan mendapati asalnya dari area persimpangan tiga provinsi
06:24dengan populasi lebih dari 50 ribu jiwa.
06:28Temuan ini membuat cakupan penyelidikan
06:30menjadi jauh lebih luas dan juga rumit.
06:33Malam itu,
06:34Mazze pulang sambil berulang kali mendengarkan rekaman tersebut.
06:37Dalam perjalanan,
06:38ia tiba-tiba melihat seseorang melintas
06:40dan dengan cepat menabraknya.
06:43Namun ketika ia berhenti dan memeriksa,
06:45tidak ada siapapun di sana.
06:47Mazze akhirnya kembali ke mobil,
06:49menyalakan rokok,
06:50dan memutar rekaman itu sekali lagi.
07:01Kesokan harinya,
07:02Mazze mendatangi kereta api
07:03dan masuk ke ruangan Mas Sinis.
07:05Ia bertanya apakah pernah terjadi insiden
07:08dalam beberapa waktu terakhir.
07:09Mas Sinis itu menjawab,
07:11hanya ada satu insiden
07:12dan itu pun terjadi 6 bulan yang lalu.
07:15Dari petunjuk suara dalam rekaman,
07:17Mazze dan timnya akhirnya mengetahui
07:19bahwa pemilik suara tersebut
07:20adalah seorang akuntan pabrik
07:22bernama Qian Ling.
07:24Qian Ling kemudian diinterogasi.
07:26Ia tinggal cukup jauh dari lokasi
07:28ditemukannya Tas.
07:29Sekitar 1,5 jam perjalanan
07:31yang membuat ia semakin disurigai
07:33kenapa ia berada di sana di hari itu juga.
07:36Namun Qian Ling mengaku
07:37sering datang ke daerah itu
07:39karena udaranya lebih segar
07:40dibandingkan tempat lain.
07:42Alasan yang terdengar
07:43kurang masuk akal sebenarnya.
07:44Ling akhirnya mengaku
07:46bahwa ia melihat mayat Feng Xia
07:48lebih dulu.
07:49Tetapi karena ketakutan,
07:50ia memilih pergi
07:51dan tanpa sadar
07:52meninggalkan Tasnya di sana.
07:54Ketika ditanya tentang sosok Hong
07:56dalam rekaman,
07:57Ling menolak menjawab
07:58dan bersikeras
07:59bahwa itu adalah urusan pribadinya.
08:01Karena sikapnya yang tidak kooperatif,
08:04polisi memutuskan
08:05untuk mencari dan memanggil pria
08:06bernama Hong tersebut.
08:08Wang Hong kemudian datang
08:09dan menjelaskan
08:10bahwa pada hari kejadian,
08:11ia bersama Ling
08:12berjanji bertemu
08:13di pinggir sungai.
08:14Namun karena ia datang terlambat
08:16dan tidak melihat Ling di sana,
08:18ia memilih pergi begitu saja.
08:20Kesokan harinya,
08:21Ling sempat mengatakan
08:22secara langsung kepada Hong
08:23kalau ia melihat sesuatu
08:24yang mengerikan di sungai
08:25dan Tasnya tertinggal di sana.
08:28Mazze kemudian menanyakan
08:29apa yang Hong lakukan
08:30antara jam 3 hingga 6 sore,
08:32waktu yang diduga sebagai
08:34waktu terjadinya pembunuhan.
08:37Hong mengaku saat itu
08:38ia sedang bermain kartu
08:39di pabrik
08:39sampai jam 7 malam
08:41dan menjamin teman-temannya
08:42dapat membenarkan hal tersebut.
08:45Ia meminta agar kasus ini
08:46tidak sampai diketahui keluarganya
08:48karena hubungan
08:49antara dirinya dan Ling
08:50tidak boleh terungkap.
08:53Sebelum pergi,
08:53Hong menambahkan
08:54bahwa ia sempat melihat
08:55seorang wanita di dekat sungai.
08:57Wanita itu mengenakan
08:58seragam pabrik tekstil
08:59dan berlari dengan sangat cepat.
09:01Wanita itu bertubuh tinggi
09:03dengan rambut panjang bergelombang
09:05namun wajahnya
09:06tidak terlihat jelas
09:07karena jarak yang cukup jauh.
09:10Mazze dan para anggotanya
09:11akhirnya kembali
09:12melanjutkan penyelidikan.
09:14Hasilnya memastikan
09:15bahwa Ali Bi Hong benar.
09:17Ia memang benar-benar
09:18bermain kartu
09:18pada waktu pembunuhan terjadi.
09:21Mereka pun kemudian
09:21memeriksa pabrik tekstil
09:23yang disebutkan oleh Hong sebelumnya.
09:25Namun pada hari kejadian,
09:26pabrik tersebut justru
09:28sedang lembur
09:28dan para karyawan
09:29tidak diperbolehkan
09:30untuk keluar pada jam kerja.
09:32Dalam rentang waktu itu,
09:34hanya satu orang
09:34yang tercatat keluar area pabrik
09:36yakni
09:37Suliang,
09:38seorang penata rambut
09:39yang bekerja di area
09:40yang berdekatan dengan pabrik.
09:42Meskipun demikian,
09:44Suliang tercatat keluar
09:45sekitar pukul
09:457.10 malam
09:46sementara waktu pembunuhan
09:48diperkirakan terjadi
09:49antara pukul
09:503 hingga
09:516 sore.
09:52Begitu melihat
09:53kehadiran polisi
09:53dan detektif,
09:54Suliang tampak tenang
09:56seolah ia sudah siap
09:57menghadapi situasi ini
09:58dan bahkan
09:59seperti telah menunggu
10:00kedatangan mereka semua.
10:01Ia mengaku
10:02bahwa pada hari kejadian
10:03dirinya melihat mayat
10:04dan merasa yakin
10:05akan terseret
10:06ke dalam kasus ini.
10:08Pada malam pembunuhan,
10:09Suliang mengaku
10:10bahwa ia sedang
10:11berada sendirian
10:11dan memancing ikan
10:13di sekitar sungai.
10:14Ketika Mazze bertanya
10:15apakah Suliang
10:16sempat melihat
10:17seorang wanita
10:17mengenakan seragam
10:18pabrik tekstil,
10:19Suliang menjawab
10:20bahwa ia sama sekali
10:21tidak melihat
10:22siapapun di sana.
10:23Sikap Suliang
10:24menunjukkan bahwa
10:25ia sangat memahami
10:26prosedur hukum
10:27dan tampak pasrah
10:28dengan kemungkinan
10:29terburuk
10:29yaitu dirinya
10:30akan ditangkap
10:31dan dipenjara.
10:32Hal ini bukan
10:33tanpa alasan.
10:34Bertahun-tahun sebelumnya,
10:35Suliang pernah terjebak
10:37dalam sebuah kasus kriminal
10:38setelah seseorang
10:39memfitnahnya.
10:40Akibatnya,
10:41ia harus menjalani
10:42hukuman 8 tahun penjara.
10:44Ironisnya,
10:45setelah 7 tahun
10:46menjalani hukuman,
10:47Suliang pun dinyatakan
10:48tidak bersalah
10:49dan dibebaskan.
10:50Pengalaman pahit itulah
10:51yang membuat Suliang
10:52tampak hafal
10:53dengan alur penyelidikan
10:54dan konsekuensi hukum
10:55yang mungkin
10:56kembali menimpanya.
10:58Mazze kembali ke kantor
10:59dan berbicara
11:00dengan kepala polisi.
11:02Ali-ali menemukan
11:02titik terang,
11:03kasus ini justru
11:04semakin rumit.
11:05Tidak ada satupun tersangka
11:07yang benar-benar
11:07diduga kuat.
11:09Suliang
11:09tidak bisa dituduh
11:10karena memiliki alibi
11:11yang jelas.
11:12Di sisi lain,
11:13Hong sebelumnya mengaku
11:14sudah melihat seorang wanita
11:16berambut panjang
11:17di tepi sungai
11:17dengan menggunakan
11:18seragam pabrik tekstil
11:20dan sosok itu
11:21hingga kini
11:22belum teridentifikasi
11:23oleh para polisi.
11:25Kesokan harinya,
11:26Hong terlihat berdiri
11:27di pinggir sungai
11:28sembari merokok,
11:29larut dalam pikirannya sendiri.
11:31Namun,
11:32pada malam harinya,
11:33ia justru ditemukan
11:34tewas
11:34di tempat yang sama.
11:36Polisi pun
11:37segera mendatangi lokasi
11:38dan menangani
11:39kasus pembunuhan
11:39yang baru ini.
11:41Di sakunya,
11:41Hong ditemukan
11:42sepucuk surat
11:43yang ditunjukkan
11:44kepada Ling.
11:45Yang membuat situasi
11:46semakin rumit,
11:47Hong dibunuh
11:47dengan cara yang
11:48sama persis
11:49seperti Feng Xia.
11:50Pola pembunuhan
11:51yang identik ini
11:52memunculkan pertanyaan besar
11:53tentang siapa
11:54sebenarnya pelaku
11:55dibalik semua
11:56kejahatan tersebut.
11:58Mazze dan timnya
11:58segera menemui Ling
11:59untuk memberitahukan
12:00kematian Hong
12:01sekaligus menanyakan
12:02apakah mereka
12:03sempat bertemu
12:03sebelum pembunuhan itu terjadi.
12:06Namun,
12:06setibanya di rumah Ling,
12:07mereka menemukan suasana
12:08yang sangat kacau.
12:10Pecahan kaca berserakan
12:11dan Ling terlihat
12:12tengah bertengkar hebat
12:13dengan ibunya.
12:15Ia diketahui
12:15tidak keluar rumah
12:16sepanjang hari itu.
12:18Sang ibu juga dengan tegas
12:19mengancam Ling
12:19agar tidak kembali
12:21jika ia memutuskan pergi.
12:23Polisi kemudian
12:23menunjukkan surat
12:24yang ditemukan
12:25di sakunya Hong.
12:26Tetapi Ling
12:27tidak diizinkan memilikinya
12:28karena surat tersebut
12:30harus disimpan
12:30sebagai barang bukti.
12:32Serangkaian peristiwa
12:33yang semakin ruwet ini
12:34membuat Xie,
12:36yakni asisten Mazze,
12:37merasa kepalanya penuh
12:38dan frustasi.
12:40Karena di sisi lain,
12:41kasus ini
12:41terasa semakin
12:42tidak masuk akal.
12:44Namun,
12:44Mazze berusaha
12:45menenangkan anak buahnya
12:46dan meyakinkan
12:47bahwa mereka
12:47tidak boleh menyerah.
12:49Hong sempat menyebutkan
12:50tentang wanita
12:51berambut panjang
12:52bergelombang
12:52dan kini penyelidikan
12:54difokuskan kepada
12:55pencarian sosok wanita itu.
12:57Di tengah waktu makan,
12:58Mazze dan timnya
12:59kembali melihat
13:00ODGJ yang pernah dirawat
13:01oleh Feng Xia.
13:02Mereka pun segera mengejarnya.
13:04Tetapi pria itu
13:05tiba-tiba menghilang.
13:07Tak lama kemudian,
13:07ia kembali muncul
13:08sembari memakan
13:09sesuatu berwarna merah
13:10dan membawa
13:11sebilah parang
13:12yang bentuknya
13:12sangat mirip
13:13dengan senjata
13:14yang digunakan
13:14untuk membunuh Feng Xia.
13:16Kemunculan pria itu pun
13:17semakin menguatkan
13:18kecurigaan pihak kepolisian
13:19bahwa ia adalah
13:21tersangka utama
13:22dibalik kasus
13:23pembunuhan.
13:25Keesokan harinya,
13:26kepala polisi
13:26mulai menekan Mazze
13:28agar segera
13:28menyelesaikan kasus ini.
13:30Penyelidikan ini
13:31dianggap sudah terlalu lama
13:32dan bertele-tele.
13:34Selain itu,
13:34mereka juga berada
13:35di bawah pengawasan atasan.
13:37Kepala polisi
13:38juga menegaskan
13:39bahwa ODGJ tersebut
13:40harus segera dikirim
13:41ke rumah sakit jiwa.
13:43Di tengah kasus
13:44yang belum terselesaikan,
13:45Mazze dikejutkan
13:46oleh sebuah kabar
13:47bahwa istrinya
13:48yang bernama Baije
13:49tengah mengandung
13:50anak pertama mereka.
13:52Perasaan Mazze
13:52bercampur aduk
13:53antara bahagia
13:54dan juga cemas.
13:55Ia terlihat
13:56semakin murung
13:57dan sulit
13:57berkonsentrasi.
13:59Dokter pun menyatakan
14:00bahwa kondisi janin
14:01tampak normal,
14:03tetapi mereka
14:03masih perlu
14:04melakukan pemeriksaan darah
14:05untuk memastikan
14:06semuanya baik-baik saja.
14:08Pada hari berikutnya,
14:09Mazze menyampaikan
14:10laporan resmi
14:11terkait rangkaian
14:12pembunuhan yang terjadi
14:13dan menyimpulkan
14:14bahwa ODGJ itu
14:15adalah pelaku utamanya.
14:18Namun,
14:18Mazze menolak
14:19menutup kasus
14:19begitu saja
14:20dan meminta
14:21agar penyelidikan
14:22segera diperpanjang.
14:24Ia masih merasa
14:24terlalu banyak kejanggalan
14:26seperti kenapa
14:26Hong harus dibunuh
14:27karena mereka
14:28sama sekali
14:29tidak mengenal
14:30satu sama lain
14:30dan siapa
14:31sebenarnya wanita
14:32yang dilihat
14:33Hong di sungai
14:34dan mengapa
14:35ODGJ itu
14:35tiba-tiba muncul
14:36membawa senjata
14:37yang identik
14:38dengan senjata
14:38pembunuhan.
14:40Jika pria tersebut
14:40benar pelakunya,
14:42apa motifnya
14:42membunuh Hong?
14:44Namun,
14:44kepala kepolisian
14:45menolak permintaan tersebut.
14:47Menurutnya,
14:47bukti yang ada
14:48seperti sidik jari,
14:49senjata,
14:50dan pola kejadian
14:51sudah cukup kuat.
14:52Ketika Mazze
14:53mencoba meyakinkan
14:54bahwa kasus ini
14:55tidak sesederhana itu,
14:57kepala polisi
14:57justru marah
14:58dan menuduh Mazze
14:59hanya membuang-buang waktu.
15:01Kesokan harinya,
15:02Mazze mendatangi
15:03pabrik tekstil
15:04untuk mencari pekerja
15:05dengan ciri rambut panjang
15:06bergelombang.
15:07Namun,
15:08pencarian itu
15:08tidak membuahkan hasil.
15:10Tidak satupun karyawan
15:11sesuai dengan
15:12deskripsi tersebut.
15:13Kemudian,
15:14Mazze menemui
15:15Sulyang
15:15dan bertanya
15:16apakah Sulyang
15:17memiliki klien
15:17dengan ciri-ciri yang sama.
15:19Di luar dugaan,
15:20Sulyang
15:20justru meminta Mazze
15:22agar segera
15:23menangkapnya saja
15:24agar kasus ini
15:25bisa segera ditutup.
15:27Mazze pun menolak
15:28karena bukti terhadap Sulyang
15:29sama sekali
15:30tidak cukup kuat.
15:32Tak disangka,
15:33Sulyang malah mencoba
15:33melakukan percobaan
15:35penyelesaian hidupnya sendiri
15:36yang membuatnya
15:37berakhir sekarat
15:38di rumah sakit.
15:39Saat Mazze
15:40dan Xie
15:40memeriksa tempat tinggal Sulyang,
15:42mereka menemukan
15:43pakaian wanita
15:44dan sebuah wig
15:45berambut panjang bergelombang
15:46yang disembunyikan
15:47di bawah tempat tidur.
15:49Dari apa yang mereka temukan,
15:50kemungkinan besar
15:51Sulyang adalah
15:52wanita yang Hong liat
15:53ketika berada
15:54di pinggir sungai.
15:55Namun,
15:56tidak jelas
15:56apakah Sulyang
15:57pelakunya
15:58ataukah tidak.
16:00Ataukah Sulyang
16:00hanya sekedar
16:01seorang pria
16:02yang mengalami penyimpangan
16:03yang suka berdandan
16:04ala perempuan
16:05dan bertepatan
16:06berada di sana
16:07setelah kejadian tersebut.
16:09Sejak saat itulah,
16:10kasus tersebut
16:11resmi ditutup
16:11dan Mazze pun
16:12mengesampingkan penyelidikan
16:14yang selama ini
16:15menguras pikirannya.
16:16Namun,
16:23masalah lain
16:23justru muncul
16:24dalam kehidupan
16:25pribadinya.
16:26Dokter menyampaikan
16:27kemungkinan bahwa
16:28anak yang dikandung
16:29istrinya
16:29berisiko mengalami
16:30cacat fisik.
16:31Kabar itu
16:32menghantam mereka berdua
16:33dengan sangat keras.
16:35Setibanya di rumah,
16:36Mazze dengan ragu
16:37menyarankan
16:38agar bayi itu
16:39digugurkan saja.
16:40Ia takut
16:41tidak sanggup
16:41menghadapi masa depan
16:43yang penuh
16:43ketidakpastian.
16:44Namun,
16:45istrinya Mazze
16:46menolak tegas.
16:47Istrinya tersebut
16:48sudah terlanjur
16:49mencintai anak itu
16:50dan merasakan
16:51detak jantungnya.
16:53Belum selesai
16:53persoalan rumah tangga,
16:55Mazze kembali
16:55dihadapkan pada
16:56bayang-bayang
16:57kasus
16:57yang belum
16:58terselesaikan.
16:59Kali ini,
17:00anak yang menjadi
17:01saksi pertama
17:02justru
17:02ditemukan tewas.
17:04Seorang saksi mata
17:05mengaku bahwa
17:06ia melihat seorang
17:06ODGJ
17:07dan ODGJ itu
17:08adalah pelakunya.
17:10Saksi
17:10melihat dengan
17:11mata kepalanya sendiri
17:12bahwa ODGJ itu
17:14menghantam anak tersebut
17:15dengan batu.
17:16Awalnya,
17:17Mazze tidak percaya
17:18karena pria itu
17:19seharusnya berada
17:20di rumah sakit jiwa.
17:21Namun,
17:22detik itu juga
17:22mereka menerima kabar
17:24bahwa pria tersebut
17:25melarikan diri.
17:27Seluruh aparat
17:28kepolisian dikerahkan
17:29malam itu
17:29untuk melakukan pencarian.
17:31Tetapi,
17:32hasilnya nihil.
17:33Mazze kemudian
17:34mendatangi rumah
17:35dari seorang nenek
17:35tempat pria itu
17:36pernah tinggal.
17:38Rumah tersebut
17:38kosong dan juga sunyi.
17:40Ketika berbaring
17:41di atas tempat tidur,
17:42Mazze menyadari
17:43ada sesuatu yang janggal.
17:45Ia menemukan
17:46sebuah cambuk
17:47serta bekas cambukan
17:48di berbagai sudut ruangan
17:49seolah rumah itu
17:51menyimpan kekerasan
17:52yang selama ini
17:52tersembunyi.
17:54Di kantor polisi,
17:55Mazze dan timnya
17:55dimarahi
17:56habis-habisan oleh
17:57kepala polisi.
17:58Kasus yang sudah ditutup
18:00kini kembali
18:00memakan korban
18:01dan Mazze dianggap
18:03terlalu lambat
18:04menangani
18:04pelarian ODGJ tersebut.
18:06Di rumah,
18:13konflik dengan istrinya
18:14pun memuncak.
18:15Sang istri bersikeras
18:16mempertahankan
18:17bayi mereka
18:17sementara Mazze
18:18diliputi kecemasan
18:20jika anak itu
18:20lahir dengan cacat.
18:22Istrinya meyakinkan
18:23bahwa kemungkinan tersebut
18:25hanya 10%
18:26dan tidak seharusnya
18:27menjadi alasan
18:27untuk menyerah.
18:29Perbedaan pandangan itu
18:30membuat pertengkaran hebat
18:31tak terhindarkan
18:32pada malam itu juga.
18:34Keesokan harinya,
18:34Suliang yang telah pulih
18:36memutuskan menemui Mazze.
18:38Ia mengucapkan terima kasih
18:39karena telah mengurus
18:40pengobatannya
18:41selama di rumah sakit
18:42dan Suliang menyerahkan
18:43sebuah hadiah kecil.
18:45Mazze menolak dengan sopan
18:47meminta Suliang
18:48untuk tidak merepotkan dirinya.
18:50Namun sebelum Mazze
18:51sempat masuk ke dalam mobil,
18:53Suliang tiba-tiba kembali
18:54mencoba untuk
18:55menyelesaikan hidupnya
18:56dengan melompat
18:57dari ketinggian.
18:59Dan Suliang akhirnya
19:00jatuh tepat
19:01di dekat mobilnya Mazze.
19:03Peristiwa itu
19:04benar-benar
19:05mengguncang batin
19:05dari Mazze.
19:07Di kantor polisi
19:08yang dulunya adalah gedung bioskop,
19:10Mazze seolah melihat kembali
19:11seluruh korban,
19:12bukti-bukti,
19:13dan rangkaian kejadian
19:14yang saling bertabrakan.
19:16Dalam benaknya,
19:17para korban
19:17seakan menatap
19:18dan mentertawakannya
19:19karena Mazze gagal
19:20memahami kebenaran
19:21yang sebenarnya.
19:23Ia tak lagi mampu
19:24membedakan
19:24mana fakta,
19:25mana ilusi,
19:26dan mana kesalahan
19:27yang diciptakan
19:27oleh tekanan batinnya sendiri.
19:30Tak sanggup menahan
19:30semua itu,
19:31Mazze akhirnya
19:32memutuskan untuk mengundurkan diri
19:34dari kepolisian.
19:36Kepala polisi awalnya
19:37mengira
19:37keputusan itu
19:38berkaitan dengan
19:39kematian suliang
19:39dan kekacauan
19:40yang ditimbulkan
19:41oleh kasus demi kasus.
19:43Namun,
19:44Mazze menjelaskan
19:44bahwa alasannya adalah
19:46kehamilan istrinya
19:47dan keinginannya
19:48untuk fokus
19:48pada keluarganya sendiri.
19:50Kepala polisi
19:51menolak pengunduran diri itu,
19:53menegaskan bahwa
19:53tanggung jawab Mazze
19:54sebagai suami
19:55tidak berarti
19:56ia harus lari dari tugas
19:57sebagai pendagang hukum.
19:58Kepala polisi itu
20:00juga meyakinkan Mazze
20:01jikalau ODGJ
20:02berhasil ditangkap,
20:04maka semua
20:04akan selesai.
20:06Karena tidak
20:06diizinkan mundur,
20:08Mazze akhirnya
20:08menyerahkan tanggung jawab
20:09penanganan terkait
20:10laporan pria ODGJ
20:12kepada SIE.
20:13Mazze menegaskan
20:14bahwa dirinya
20:15tidak ingin lagi terlibat
20:16atau mendengar
20:17apapun terkait
20:18kasus itu.
20:19Di sisi lain,
20:20hubungan Mazze
20:20dengan istrinya
20:21perlahan membaik.
20:23Ia mulai hadir
20:23sebagai suami
20:24yang lebih perhatian,
20:25mulai dari
20:26menjemput istrinya
20:26pulang kerja,
20:27memasak makanan
20:28sederhana
20:29dan berusaha
20:29menghiburnya di rumah.
20:39Suatu hari,
20:40Mazze dan istrinya
20:41pergi melakukan
20:42foto studio.
20:43Saat menunggu
20:44hasil foto dicetak,
20:45tanpa sengaja,
20:46Mazze melihat
20:47sebuah foto keluarga
20:48yang sudah dicetak.
20:49Di foto itu,
20:50ia merasa
20:51melihat ODGJ tersebut
20:52melintas
20:53sembari tertawa.
20:54Bayangan itu pun
20:55kembali menghantuinya.
20:57Ia kemudian pergi
20:58ke sebuah restoran
20:59untuk menenangkan diri.
21:00Tetapi di sana pun,
21:01ia melihat pria tersebut
21:03sedang mentertawakannya.
21:05Tidak ingin terlibat lagi,
21:06Mazze
21:07memilih pergi.
21:08Namun,
21:09ketika melintasi
21:09area perumahan,
21:11pria itu
21:11tiba-tiba
21:12menghadangnya.
21:13Mazze
21:14berbalik arah,
21:15tetapi sosok itu
21:16terus mengikutinya.
21:17Kesabaran Mazze
21:18akhirnya habis.
21:20Ia mengeluarkan pistolnya
21:21dan memburu pria itu
21:22di tengah kegelapan malam.
21:23Pada malam itulah,
21:32ia merasa
21:32telah menembak pria tersebut
21:34dan menghabisinya
21:35saat itu juga.
21:37Kesokan harinya,
21:38kepala polisi
21:39memanggil Mazze
21:40setelah mengetahui
21:41adanya tembakan
21:42di area pemukiman.
21:43Mazze menjelaskan
21:44bahwa ia yakin
21:45ODGJ itu
21:46telah merencanakan segalanya
21:47dan sengaja memancingnya
21:48untuk membunuh
21:49ODGJ tersebut.
21:51Mazze bersikeras
21:52bahwa pria itu
21:53telah mati
21:53dan meminta
21:54agar dirinya
21:55ditangkap
21:55demi menutup
21:56kasus ini.
21:57Kepala polisi
21:58menolak alasan itu
21:59dan menyatakan
22:00bahwa tidak ada
22:01jasad maupun
22:02tanda-tanda kematian.
22:03Ketika diminta
22:04membuka pistolnya,
22:05terungkap
22:06bahwa tidak
22:07satu pun peluru
22:08telah digunakan.
22:09Fakta itu
22:10justru membuat
22:11Mazze sendiri
22:11meragukan
22:12apa yang sebenarnya
22:13terjadi pada malam itu
22:14dan ia diduga
22:15mengalami
22:16halusinasi berat.
22:18Dalam keadaan frustasi,
22:19Mazze pergi ke sungai
22:20tempat pembunuhan
22:21pertama kali terjadi.
22:23Tak lama kemudian,
22:24ODGJ itu
22:24kembali muncul.
22:26Kali ini,
22:26Mazze menyerangnya
22:27hingga pria tersebut
22:28tidaklah sadarkan diri.
22:37Setelah kejadian itu,
22:38kasus akhirnya
22:39benar-benar
22:40dinyatakan selesai.
22:42Mazze menerima
22:43penghargaan
22:43atas dedikasi
22:44dan keberaniannya
22:45menghadapi pelaku.
22:47Dijadikan contoh
22:47sebagai aparat
22:48yang tidak mengenal
22:49rasa takut.
22:50ODGJ tersebut
22:51akhirnya ditangani
22:52dan dirawat
22:53di rumah sakit jiwa.
22:55Satu tahun kemudian,
22:56anak dari pasangan
22:57Mazze dan Bayje
22:58lahir dengan
22:59kondisi sehat,
23:00tanpa cacat,
23:01sedikitpun.
23:02Kecemasan
23:03dan ketakutan
23:03yang selama ini
23:04menghantui mereka
23:05ternyata
23:06tidak benar-benar
23:07terjadi
23:08dan kini
23:09kehidupan mereka
23:10akhirnya berjalan
23:11dengan tenang.
23:12Sedikit penjelasan
23:13dari gue,
23:14karena alur film ini
23:15memang sangat rumit
23:16dan tidak disampaikan
23:17secara gamblang.
23:18Pelaku utama
23:19pembunuhan terutama
23:20dalam kasus
23:20Nenek Wang Fengxia
23:21dan anak kecil
23:22yang menjadi saksi pertama,
23:24kemungkinan besar
23:24adalah pria
23:25dengan gangguan jiwa
23:26yang selama ini
23:27dirawat oleh
23:28Sang Nenek.
23:29Dugaan ini
23:29diperkuat oleh
23:30temuan di dalam
23:31rumah Nenek Fengxia
23:32berupa cambuk
23:33dan bekas cambukan
23:33di berbagai sudut rumah
23:35yang mengindikasikan
23:36bahwa Sang Nenek
23:37kemungkinan pernah
23:38bersikap kasar
23:39terhadap ODGJ itu.
23:40Selain alasan tersebut,
23:42dari pengakuan
23:42warga sekitar
23:43diketahui bahwa
23:44anak-anak di desa
23:45sering melakukan
23:46perundungan terhadap
23:47ODGJ itu,
23:48yang tentulah
23:49itu menjadi
23:49pemicu dendam
23:50dan ledakan
23:51kekerasan.
23:53Sementara di sisi lain,
23:54Su Liang diakini
23:55mengalami depresi berat
23:56akibat konflik batin
23:57dan juga penyimpangan
23:58identitas yang ia
23:59pendam selama bertahun-tahun.
24:01Yang dimana
24:02semua itu dibuktikan
24:03dengan Hong yang melihat
24:04Su Liang mengenakan
24:04pakaian wanita.
24:06Tekanan psikologis
24:07ditambah trauma
24:07masa lalu
24:08yang pernah dipenjara
24:09secara tidak adil
24:10akhirnya mendorong
24:11Su Liang untuk
24:12mengakhiri
24:13hidupnya sendiri.
24:14Terakhir,
24:15ada Wang Hong
24:16yang kemungkinan besar
24:17menyelesaikan hidupnya sendiri
24:19akibat hubungannya
24:20yang dilarang
24:20bersama Ling.
24:22Dalam surat yang ditemukan
24:23di sakunya,
24:24Hong dengan sengaja
24:25membuku surat tersebut
24:26menggunakan plastik
24:27agar tidak dirusak
24:28oleh air.
24:29Isi surat itu
24:30mengarah pada
24:31perpisahan
24:31dimana Hong menyampaikan
24:33bahwa mereka
24:33tidak akan pernah bertemu lagi
24:35dan hanya kematianlah
24:36yang dapat
24:37memisahkan mereka
24:38sepenuhnya.
24:40Oke deh guys,
24:40mungkin segini dulu aja
24:41penjabaran alur cerita
24:43dari film
24:43Only Driver Flows
24:44tahun 2023.
24:46Kita bertemu lagi ya
24:47di video-video baru berikutnya
24:49dan gue Nandi cabut dulu.
24:52Dadah!
24:52Dadah!
24:52Dadah!
24:53Dadah!
24:53Dadah!
24:54Dadah!
24:54Dadah!
24:54Dadah!
24:55Dadah!
24:55Dadah!
24:55Dadah!
24:55Dadah!
24:56Dadah!
24:56Dadah!
24:56Dadah!
24:56Dadah!
24:56Dadah!
24:56Dadah!
24:57Dadah!
24:57Dadah!
24:58Dadah!
24:58Dadah!
24:58Dadah!
24:58Dadah!
24:58Dadah!
24:58Dadah!
24:59Dadah!
24:59Dadah!
24:59Dadah!
25:00Dadah!
25:00Dadah!
25:00Dadah!
25:01Dadah!
25:02Dadah!
25:02Dadah!
25:02Dadah!
25:02Dadah!
25:03Dadah!
25:03Dadah!
25:04Dadah!
25:04Dadah!
25:05Dadah!
25:06Dadah!
25:06Dadah!
25:07Dadah!
Comments