Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono membeberkan sikap Indonesia atas ambisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menguasai Greenland.

Menurut Sugiono, Indonesia tetap berada dalam posisi non-align atau tidak memihak dan mengedepankan kepentingan nasional.

"Kita sadar bahwa dunia sekarang sangat dinamis situasinya. Namun kita juga harus ingat bahwa ada kepentingan nasional yang harus kita jaga. Oleh karena itu kita selalu berpandangan bahwa apa pun yang kita lakukan kita harus berpijak pada kepentingan nasional kita," tutur Sugiono, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga Menlu Sugiono Pastikan Dewan Perdamaian Besutan Trump Tidak Gantikan PBB di https://www.kompas.tv/nasional/646132/menlu-sugiono-pastikan-dewan-perdamaian-besutan-trump-tidak-gantikan-pbb



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/646226/menlu-sugiono-ungkap-sikap-indonesia-soal-trump-ingin-akuisisi-greenland
Transkrip
00:00Saya kira ini membuat posisi Indonesia saat ini di dunia internasional
00:06berada di dalam satu tingkat yang saya kira jauh lebih tinggi.
00:14Kita ada bersama-sama dengan negara-negara lain yang
00:17dan menjadi negara yang diperhitungkan dalam percaturan politik internasional.
00:26Saya kira itu saja.
00:27Saya kira iya, itu salah satu alasan juga kita masuk ke dalam
00:44untuk bisa mempengaruhi, untuk bisa memberikan masukan saran pertimbangan
00:48dan seperti yang saya sampaikan tadi, memastikan semua arahnya itu
00:53tercapai, kemerdekaan Palestina tercapai, kemudian solusi dua negara ini benar-benar bisa terwujud.
01:02Dan kemarin juga kita saksikan bahwa sesuai dengan apa yang menjadi proposal,
01:08peace proposal dari Presiden Trump, bahwa akan ada satu badan teknokratik ya,
01:14sifatnya teknokratik dari pihak Palestina, kemarin juga sudah disampaikan juga, sudah ada.
01:22Jadi kita akan terus melakukan upaya-upaya.
01:29Seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden, kita harus memberikan perdamaian satu kesempatan.
01:34Dan ini adalah sebuah kesempatan yang realistis, karena tidak ada alternatif lain.
01:44Kalau selama ini banyak negara menyampaikan kecaman, menyampaikan statement,
01:51tetapi saya kira kehadiran Board of Peace ini dan langkah-langkah yang akan dilakukan ke depan,
01:58dan kita merupakan sesuatu yang tangible sifatnya dalam rangka mencapai kemerdekaan Palestina.
02:05Jadi kalau agenda Bapak yang setelah ini, Pak Residen, akan terbuka nggak terbuka?
02:10Itu nggak terbuka.
02:12Oh nggak terbuka.
02:13Kalau menanyakan soal...
02:15Beliau memenuhi undangan Presiden Macron.
02:18Pembicaraan terkait Bapak?
02:19Tidak.
02:21Kalau sikap Indonesia soal ini, boleh nggak masukkan Pak Uli,
02:25Amerika Serikat yang mau invasi Greenland juga ke Indonesia?
02:31Intinya kita adalah, kita ada dalam posisi non-aligned.
02:39Kita sadar bahwa dunia sekarang sangat dinamis situasinya.
02:44Namun kita juga harus ingat bahwa ada kepentingan nasional yang harus kita jaga.
02:50Oleh karena itu, kita selalu berpandangan bahwa
02:54walaupun yang kita lakukan, kita harus berpijak pada kepentingan nasional kita.
02:59Kita mengharapkan perdamaian, kita mengharapkan stabilitas,
03:03seperti yang disampaikan juga kemarin oleh Bapak Presiden,
03:06bahwa tanpa stabilitas, tanpa perdamaian,
03:10tidak mungkin mencapai suatu keadaan yang...
03:14di mana dunia ini makmur, di mana masyarakatnya makmur.
03:18Jadi saya kira itu yang menjadi posisi kita.
03:24Oke, makasih.
Komentar

Dianjurkan