- 13 jam yang lalu
- #gaza
- #dewankeamanan
- #donaldtrump
- #palestina
- #breakingnews
KOMPAS.TV - Wacana pembentukan Dewan Perdamaian untuk Gaza yang diinisiasi oleh Donald Trump menimbulkan banyak pertanyaan. Wacana ini dipertanyakan, apakah benar-benar menjadi langkah kemanusiaan atau justru bagian dari kepentingan geopolitik Amerika Serikat dan sekutunya.
Untuk membahas hal tersebut, KompasTV akan berdialog bersama Respiratori Saddam Al Jihad, Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, akan memberikan pandangan pemerintah Indonesia terhadap dinamika global dan dampaknya bagi Palestina.
Sementara itu, Dinna Prapto Raharja, praktisi hubungan internasional sekaligus pendiri Synergy Policies, akan memberikan analisis kritis dari perspektif hubungan internasional dan tata kelola keamanan global.
Baca Juga Serba-Serbi Langkah Indonesia Gabung Dewan Perdamaian untuk Gaza Bentukan Donald Trump | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/646220/serba-serbi-langkah-indonesia-gabung-dewan-perdamaian-untuk-gaza-bentukan-donald-trump-sapa-malam
#gaza #dewankeamanan #donaldtrump #palestina #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/646224/blak-blakan-prabowo-masuk-dewan-perdamaian-gaza-inisiasi-trump-stafsus-ksp-praktisi-hi-soroti-ini
Untuk membahas hal tersebut, KompasTV akan berdialog bersama Respiratori Saddam Al Jihad, Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, akan memberikan pandangan pemerintah Indonesia terhadap dinamika global dan dampaknya bagi Palestina.
Sementara itu, Dinna Prapto Raharja, praktisi hubungan internasional sekaligus pendiri Synergy Policies, akan memberikan analisis kritis dari perspektif hubungan internasional dan tata kelola keamanan global.
Baca Juga Serba-Serbi Langkah Indonesia Gabung Dewan Perdamaian untuk Gaza Bentukan Donald Trump | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/646220/serba-serbi-langkah-indonesia-gabung-dewan-perdamaian-untuk-gaza-bentukan-donald-trump-sapa-malam
#gaza #dewankeamanan #donaldtrump #palestina #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/646224/blak-blakan-prabowo-masuk-dewan-perdamaian-gaza-inisiasi-trump-stafsus-ksp-praktisi-hi-soroti-ini
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Wacana pembentukan Dewan Pernamaian untuk Gaza yang diinisiasi oleh Donald Trump ini menimbulkan banyak pertanyaan.
00:05Apakah ini benar-benar langkah kemanusiaan atau justru bagian dari kepentingan geopolitik Amerika dan sekutunya?
00:11Untuk membahas hal ini kita akan berbincang dengan dua narasumber,
00:15Respiratori Saddam al-Jihad, staf khusus Kepala Staf Presidenan,
00:18yang akan memberikan pandangan pemerintah Indonesia terhadap dinamika global dan dampaknya bagi Palestina.
00:23Dan ada juga hadir di studio Dina Praptoraharja, praktisi hubungan internasional sekaligus pendiri Synergy Policy
00:29yang akan memberikan analisis kritis dari perspektif hubungan internasional dan tata kelola keamanan global.
00:35Selamat malam, Dina, Mas Jihad.
00:36Selamat malam.
00:37Saya ke Mas Jihad dulu dari pemerintah.
00:40Ini kan kita dari Mas Saddam, sorry ya.
00:43Saya panggilnya Mas Saddam.
00:44Saddam, sorry.
00:45Ini kan dari periode ke periode sebenarnya pemerintah Indonesia ini mengedepankan to-size solution ya untuk masalah Gaza ini.
00:52Nah kalau sekarang Donald Trump bentuk apa, badan perdamaian lah kalau boleh dibilang ya.
00:58Apakah Indonesia melihat inisiatif ini masih sejalan dengan to-size solution yang selalu kita canangkan atau justru bentuk tangan?
01:05Yang pertama adalah bahwa kalau kita mau berbicara soal perdamaian, maka kita harus melihat bagaimana amanah dari konstitusi kita.
01:14Bagaimana di alenia 1 terkait dengan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, kemudian di alenia 4 bagaimana ikut serta menjaga ketertiban dan juga perdamaian abadi.
01:24Nah dalam posisi ini, di bulan September kemarin, Pak Presiden dengan tegas dan lantang terkait dengan two-state solution.
01:33Nah setelah itu kemudian di 17 November kita bisa melihat bagaimana ada resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.
01:41Nah itulah yang kemudian menjadi fondasi awal ketika ada namanya board office.
01:46Nah ini yang kemudian keikut sertaan Indonesia di kancah perdamaian ini, ini adalah menjadi andil dalam peran utama untuk kemudian memperjuangkan dari kemerdekaan Palestine.
02:03Ataupun bagaimana menciptakan perdamaian Palestine.
02:07Nah disinilah yang kemudian board office ini menjadi sarana struggle from within.
02:13Artinya disitu kita berjuang dari dalam, pemerintahan Republik Indonesia berjuang dari dalam untuk apa?
02:19Untuk menjaga bagaimana hitoh perjuangan dari pemerintah Republik Indonesia tetap.
02:26Kemudian apa? Yaitu kemerdekaan Palestine.
02:30Oke, jadi mengedepankan two-state solution tetap menjadi garis utama ya dalam medan perdamaian.
02:36Tapi begini saya ke Mbak Nina deh, ketika Amerika Serikat ini kita ketahui ya siapa sih gak tau Amerika Serikat sekutunya Israel gitu.
02:43Membentuk badan perdamaian seperti ini.
02:45Objektif gak sih sebenarnya nanti cara kerja mereka ini nantinya?
02:50Gini, kalau kita bicara soal geopolitik kemudian board of peace ini kan juga salah satu perkembangan dari geopolitik.
02:56Nomor satu itu jeli. Supaya kita tidak jatuh dalam jebakan narasi.
03:02Jadi kalau kita coba disandingkan lah. Saya mengajak rekan-rekan sekalian menyandingkan antara board of peace yang dibentuk lewat resolusi PBB Dewan Keamanan 2803 di bulan November 2025.
03:16Dengan New York Declaration yang juga dilakukan di PBB bulan Juli 2025.
03:23Itu satu nafas sebenarnya ya. Dengan piagam board of peace yang kemarin dicanangkan di Davos oleh Trump.
03:30Anda bandingkan, apakah itu dua hal yang sama? Simpulan saya tidak.
03:34Jadi Trump itu sebenarnya membajak nama board of peace.
03:40Elemen-elemen dari board of peace yang ada di resolusi PBB.
03:46Untuk kepentingannya dia, coba perhatikan pengambilan keputusan dalam board of peace yang diumumkan.
03:53Kemudian juga dipertegas bahkan oleh, itu anaknya ya, Jared Cusher ya.
03:59Yang mengatakan bahwa fokusnya itu adalah, kalau saya berpikirnya itu akhirnya board of property.
04:06Board of property atau board of cosmetics?
04:08Jadi yang dibahas itu lebih soal kita membangun, bukan two state solution, tapi membangun tanah yang ada.
04:17Kemudian mendirikan real estate, mendirikan hotel, luxurious place.
04:22Jadi elemen yang di, tadi saya bilang nafas, satu nafas ya, dari New York Declaration.
04:26Which is pengakuan atas kedaulatan Palestina.
04:30Dimana Palestina disitu harus didorong, disupport.
04:35Lewat waktu itu Liga Arab.
04:37Disebutkan sekali Liga Arab akan mendukung kerja-kerja dari orang-orang Palestina, teknokrat yang ahli di bidangnya masing-masing.
04:44Untuk mempersiapkan dirinya governance ya, tata kelola pemerintahan.
04:49Bahkan urusan civil service.
04:50Oke, kalau gitu saya ke Mas Adam lagi.
04:54Gimana nanti istana atau dalam hal ini juga Presiden Prabowo Subianto, Pak Presiden ini,
05:00jangan sampai terjebak seperti yang Mbak Dina bilang tadi.
05:01Jangan sampai terjebak dengan narasi-narasi yang dibangun oleh Presiden Amerika Serikat.
05:06Donald Trump, jangan sampai tadi jadi board of property atau board of cosmetics kalau saya bilangnya.
05:10Karena ini kosmetik politik jadi arahnya kalau saya lihat.
05:13Kalau kita melihat seperti itu, bahwa kita harus memahami bahwa Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif.
05:22Artinya, kalau dalam komunitas ataupun ekosistem internasional, ini banyak sekali jebakan-jebakan Batman sebetulnya.
05:30Kalau misalkan kita melihat BRICS misalkan, apakah kemudian Indonesia terjebak dalam BRICS?
05:35Apakah Indonesia terjebak dalam OIC? Apakah Indonesia terjebak dalam G7 ataupun G20 dan sebagainya?
05:43Nah, kita harus bisa memandang bahwa ini adalah landasan yang paling dasar adalah amanah konstitusional.
05:50Nah, ini yang kemudian menjadi dasar kenapa pemerintahan Republik Indonesia ikut andil dalam sebuah perjuangan.
06:00Perjuangan yang tadi kita dasarnya adalah kemerdekaan rakyat Palestine.
06:04Oke, ikut andil. Nah, saya stop di situ sebentar.
06:06Dari awal pembentukan Board of Peace ini, Indonesia benar-benar involved sejak awal Pak Dalam Alini Presiden Prabowo?
06:12Betul. Tadi kita bisa melihat Pak Menteri Luar Negeri juga sudah menyampaikan bagaimana ada konsultasi ya terlebih dahulu dengan
06:20tadi ada negara-negara Arab ya, tadi yang disebutkan bagaimana ada Qatar, kemudian ada Uni Emirat Arab, ada Mesir, ada Turki,
06:29kemudian ada Mesir dan sebagainya. Ini yang kemudian menjadi, karena mereka dalam posisi geopolitik di situ yang paling dekat antara
06:39Palestine dan Israel adalah negara-negara tersebut. Nah, ini yang menjadi landasan kemudian dan mereka juga ada di dalam Dewan Keamanan PBB.
06:49Artinya dalam posisi Resolusi Dewan Keamanan PB 2803, ini yang kemudian kita, oh ini ada nafas yang memang kita harus perjuangkan.
07:00Nah, disitulah kemangkanya Indonesia mengambil peran utama. Nah, peran utama ini didasarkan apa?
07:06Didasarkan tadi, bagaimana Pak Presiden menegaskan two-state solution di bulan September.
07:11Nah, setelah itu kemudian ada rangkaian terkait dengan bot of peace. Nah, langkah inilah yang kemudian kita juga melihat bahwa akan ada namanya ya,
07:20National Committee for Administration of Gaza. Nah, disitu diketuai oleh Ali Asa'at.
07:27Dan disitulah yang kita bisa melihat bahwa akan ada rekonstruksi, akan ada apa namanya, perbaikan daripada Gaza itu sendiri.
07:36Bagaimana nanti kemudian suplai kemanusiaan bisa masuk dengan banyak dan sebagainya.
07:41Ini adalah bagian dari kebaikan untuk kemanusiaan itu sendiri.
07:46Itu yang menjadi inamal amaludbiniatnya Republik Indonesia.
07:50Nah, kalau begitu Mbak Dina punya optimisme yang sama dengan apa yang diungkapkan oleh Mas Jihad, Mas Sadam, sorry.
07:56Sekaligus juga apa ya, mengurangi risiko Dewan ini justru melegitimasi status quo pendudukan dengan bungkus perdamaian kalau saya lihat.
08:04Lihat baik-baik sekali lagi dengan jeli ya, bahwa two-state solution itu sejak awal baik Israel maupun Amerika yang ada di Board of Peace itu udah gak setuju.
08:16Bahkan hari ini sesudah diumumkan di Davos, Israel sudah berusaha mengambil langkah apapun untuk memblokir siapapun yang berusaha masuk ke Gaza.
08:24Dan Trump berusaha untuk bypass itu semua dengan cara mendesain bentuknya seperti korporasi nih, si Board of Peace ala Trump ya.
08:34Memang ujung-ujungnya duit kalau Donald Trump ini.
08:36Saya bilang sekali lagi ini bukan Board of Peace PBB ya, beda, ini totally different.
08:41Jadi Indonesia harusnya jangan bingung, bagi teman-teman yang di KSP tolong dicek ulang.
08:46Karena kalau saya ngeliat statementnya Menteri Luar Negeri Sugiono ya, tempoh hari dia bilang bahwa proses pembentukan badan ini berlangsung cukup cepat.
08:54Sehingga berakhir sebelum tanda tangan, lalu kemarin saya di Kompas TV kan jumpa dengan anggota parlemen ya, Komisi 1, terus dia bilang,
09:02waktu itu gak ada sih sebenarnya pembicaraan, saya tanya kan apakah ada pembicaraan dengan DPR soal join di Board of Peace?
09:10Enggak sih, kita ngomongnya cuma two-state solution, selebihnya kita serahkan pada Presiden.
09:14Itu sudah melanggar Undang-Undang Hubungan Luar Negeri.
09:17Karena secara spesifik di Undang-Undang Hubungan Luar Negeri, itu disebutkan bahwa kalau kita mengambil bagian dalam perjanjian internasional,
09:26juga termasuk untuk soal perdamaian, harus melalui approval dari DPR.
09:31Jadi menurut saya itu gak bisa diambil ringan ya, jadi kalau kita bilang kata-katanya pembentukan badan ini berlangsung cukup cepat,
09:37daripada kita terlambat kita masuk.
09:39Ini menegasikan yang disampaikan oleh Mas Saddam tadi, bahwa Indonesia itu terlibat dari awal,
09:43ini kayak orang kebablasan lagi, ya udah daripada ketinggalan, ini fenomena internasional disebut bandwagoning.
09:49Kalau gitu menarik juga kita bahas soal risiko, risk.
09:53Ketika Board of Peace ini kan dibentuk di luar atau dikelola oleh badan atau lembaga yang di luar Dewan Kamanan PBB.
10:02Ini juga pasti akan menimbulkan risiko ketika ada, one prestasi lah katakannya dengan perjanjian-perjanjian tadi,
10:09tapi tidak bisa dilindungi oleh negara-negara yang tergabung dalam Dewan Kamanan PBB.
10:12Saya akan tanyakan hal itu nanti setelah jadah di Sampai Indonesia Malam keadaan-kadaan, tetap bersama kami.
10:25Kita lanjutkan lagi perbincangan malam hari ini, Saudara.
10:28Tadi saya sempat bertanya kepada Mas Saddam.
10:31Kalau kita bicara risiko, ya ini ngeri-ngeri sedap juga sebenarnya.
10:36Karena Board of Peace yang dibentuk oleh Presiden Donald Trump ini kan di luar Dewan Kamanan PBB.
10:41Ketika ada one prestasi lah katakan, ada yang melenceng sedikit nih, ada yang tidak sesuai dengan komitmen bersama yang sudah dibangun oleh Board of Peace ini,
10:50tidak ada yang negara-negara lain yang bisa memback up lah kata lainnya.
10:55Kalau yang bisa memback up mungkin yang ada di dalam, tapi kalau saya lihat yang di dalam ini juga sebenarnya nurut-nurut juga kepada Amerika Serikat.
11:02Jadi bagaimana menengahi ataupun mengantisipasi jika ada risiko-siko yang saya sebutkan tadi muncul di tengah jalan?
11:10Iya, saya kira tadi ya bagaimana kajian dari pemerintah Indonesia itu kan dalam konsep ya, dalam fokus itu menjaga perdamaian dunia ya.
11:20Terutama terkait dengan memerdekakan Gaza.
11:22Itu ininya dulu, landasan utamanya di situ dulu.
11:25Nah kemudian kalau memang dalam konsepsi ini kemudian melenceng ya, dalam ini ini kemudian akan menjadi sebuah, karena itu kan public, apa namanya diplomatic spirit itu kan ruang yang terbuka ya.
11:39Artinya dalam posisi itu ya pemerintah Indonesia bisa melakukan apapun dengan ketegasannya.
11:45Nah dalam hal itu ya.
11:47Yang kedua, bagaimana tadi politik luar negeri bebas aktif tadi yang saya sampaikan ya, bahwa ketika Donald Trump membuat, apa namanya, board of peace, kemudian Indonesia kemudian masuk dan ini sudah dalam dialog yang tadi beberapa negara Timur Tengah juga hadir di dalam situ.
12:06Ini ada keterlibatan negara yang memang ada hadirnya Indonesia ini dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu.
12:18Bicara soal pertimbangan, ada syarat nggak sih sebenarnya yang dihususkan kepada board of peace ini, terutama Amerika Serikat?
12:24Oke, kita bergabung, tapi syarat ini-ini harus dipenuhi. Ada nggak kira-kira syarat-syarat itu?
12:28Ya kemarin kan kalau misalkan kita mendengar syaratnya, ada pendaftaran tadi itu ya, ada 1 miliar USD tadi itu kan.
12:35Kemudian itu yang memang kemarin juga, tadi saya izin untuk menyampaikan sedikit terkait dengan DPR misalkan, kemarin Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI juga sudah menyampaikan bahwa ini ada dukungan dari DPR,
12:49tapi ini akan dipanggil Kementerian Luar Negeri untuk mengklarifikasi kira-kira apa saja yang kemudian, terutama tadi dengan anggaran yang 17 triliun itu, itu apa saja yang kemudian dilakukan ketika memang itemnya itu apa saja.
13:05Apa saja yang dilakukan kemarin ketika sudah masuk di board of peace dan sebagainya. Nah, itu yang sudah dilakukan.
13:11Artinya dalam posisi ini, Kementerian Luar Negeri dan dari Komisi 1 DPR RI akan melakukan RDP.
13:18Nah, memang kemarin secara persetujuan dan sebagainya lebih cenderung kepada two-state solution, tapi dalam posisi itu, two-state solution itu kemudian ada ruang publik, ada diplomatic sphere yang memang ternyata disitu adalah cara kita untuk struggle from within.
13:35Artinya bagaimana berjuang dari dalam, kemudian mempertahankan argumentasi terkait dengan perjuangan bangsa Palestine untuk penghapusan penjajahan di atas dunia dan sebagainya.
13:47Nah, dalam posisi ini, ini kemudian akan ada dialektika kembali dengan DPR RI, yaitu melalui rapat dengan pendapat di sana.
13:56Nah, itu sudah disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi 1, Def Laksono.
14:00Nah, dari itulah kita bisa melihat bahwa tetap ada keseimbangan trias politika di dalam negeri.
14:07Bagaimana kebijakan luar negeri itu harus bagaimana komitmen dan komunikasi antara DPR RI dengan pemerintah itu berjalan.
14:16Oke, Mbak Dina, tadi sempat disinggung juga oleh Mas Adam soal peran kita yang punya posisi politik bebas aktif katanya.
14:24Saya bertanya juga nih, kita benar-benar bebas dan benar-benar aktif gak sebenarnya dalam konteks board of peace yang dikelola oleh Donald Trump sejauh ini?
14:32Saya bilang aktif, tapi kebebasan tanda tanya besar.
14:36Karena independensi itu tanda tanya besar.
14:38Karena gini, sekali lagi mohon teman-teman sekalian membandingkan antara dua dokumen PBB sebelumnya dengan charter yang dibuat oleh Donald Trump.
14:47Dari sisi kurun waktu mandatnya board of peace ala Donald Trump, itu dia bilang dengan satu miliar dolar itu, itu sampai tiga tahun.
14:58Sementara kalau dalam mandat PBB, itu cuma dua tahun sampai 2027.
15:04Artinya ini kan dia bikin sendiri tuh, extension.
15:07Terus ada format yang tadi saya bilang seperti korporasi, ada dia sebagai chairman yang baca deh dengan teliti, itu dia menjadi penentu akhir kan.
15:15Sementara kalau kita bilang, toh teman-teman kita negara-negara muslim lain join dan kita udah konsultasi.
15:21Perhatikan lagi dengan jeli, karena negara-negara muslim yang disebut tadi, katakanlah Turki, Qatar, Saudi Arabia.
15:28Mereka itu memang sudah dikenal dari dulu, punya kepentingan.
15:31Jadi buat mereka, bebas itu no problem.
15:34Memang itu sesuai dengan konstitusi mereka, berdekatan dengan Amerika.
15:38Sementara kalau kita, perjuangan kita nomor satu, kedaulatan Palestina.
15:42Dan bebas dari kolonialisme, caplokan, okupasi atas tanah Palestina.
15:47Karena ini kan konteksnya perdamaian Palestina ya.
15:50Tapi kalau ditarik lagi ujung-ujungnya adalah tadi soal bisnis atau segala macam, investasi.
15:56Dan sampai di tengah jalan, ada yang mengambil keuntungan kan gitu.
15:59Di tengah jalan, ada yang mengambil keuntungan.
15:59Tapi saya ingin tahu juga sebenarnya, Mas Adam, apa sih sebenarnya yang paling, apa ya, indikator yang paling terlihat Indonesia ini sangat bergantung dalam hal apapun kepada Amerika Serikat misalnya?
16:13Ya, enggak. Saya mau bilang begini dulu, Mbak.
16:16Bahwa politik luar negeri bebas aktif kita itu adalah bagaimana tadi yang disampaikan ya di alian yang empat.
16:24Bahwa ikut serta dalam ketertiban dunia.
16:27Nah, dalam posisi ini tadi yang saya sampaikan, ini jelas kok, kita bisa aktif di dalam BRICS.
16:32BRICS juga kalau misalkan, Amerika pun akan memandang Indonesia tidak bebas dalam BRICS.
16:38Oke.
16:38Begitu. Begitu juga.
16:39Karena itu, BRICS itu kan kontra dengan Amerika lah ya.
16:41Beda lagi lah, kalau BRICS agendanya belum jelas.
16:44Nah, dalam posisi itu, kita bisa melihat bahwa begitu juga ketika memang two-state solution ini, kita harus berjuang dari dalam.
16:54Dan ini amanah konstitusi kita.
16:56Sekarang saya mau bertanya, apakah jalan dari luar ataupun dari dalam ketika ini sudah ada diplomatic spare yang memang ada di depan mata, kemudian kita tinggalkan begitu saja?
17:07Nah, ini yang kita harus lakukan.
17:09Ikut sertaan Indonesia dalam diplomatic spare, ini yang kemudian menjadi langkah pemerintah Republik Indonesia untuk memperjuangkan dari dalam.
17:19Walaupun dalam konsep, kemudian ini menjadi, ini dalam posisi, ini apakah show off-nya, show power-nya Donald Trump, atau kemudian ini perjuangan bangsa Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestine.
17:31Nah, ini yang kemudian kita harus menjadi keseimbangan di dalam.
17:35Kalau misalkan kita tidak ada di dalam, bagaimana kemudian tadi yang misalkan diksi, kemudian narasi yang kemudian dibangun adalah ini hanya menjadi properti dan sebagainya.
17:44Itu kemudian kita tinggalkan begitu saja, padahal perjuangan bangsa Palestina membutuhkan mayoritas muslim, yaitu Indonesia misalkan.
17:53Nah, itu yang kemudian tadi pagi juga kita mendengar bahwa teman-teman relawan yang ada di Palestine itu berdialog dengan masyarakat Gaza, senang kok dengan hadirnya adanya bot of peace ini.
18:06Oke. Sebelum saya masuk kepada apa sebenarnya yang dibutuhkan rakyat Gaza atau rakyat Palestina saat ini dengan bentukannya Donald Trump ini, bot of peace saya tanya dulu ke Bapak Dina.
18:17Saya penasaran, kira-kira juga sama apa yang dipikirkan oleh European State ya, ketika Indonesia masuk berada di dalam barisan bot of peace bentukannya Donald Trump.
18:28Kayaknya kita diundang ke Prancis.
18:31Ketika European State juga sudah mulai jengah dengan kelakuannya Donald Trump ini.
18:34Enggak, saya mau garis bawahi poin beliau ya, Saddam bilang bahwa intinya adalah jangan sampai Indonesia ada di luar, Indonesia udah di dalam.
18:43Kita kan Presiden Dewan HAM di PBB, itu udah di dalam kita.
18:48Itu dia.
18:48Jadi justru dengan posisi kita ada di luar dari board of peace yang jelas-jelas cuma namanya aja, papan namanya aja board of peace, padahal isinya udah bukan, itu Indonesia jauh lebih kuat.
18:58Jadi kalau saya sebagai rakyat, saya mau bilang ke anggota DPR, kalau memang dipanggil Menteri Luar Negeri, tolonglah suarakan.
19:04Sebenarnya Indonesia itu sudah di dalam.
19:06Dan sebagai Presiden Dewan HAM PBB, harus dijaga itu suara dari New York Declaration yang mengatakan bahwa genosida itu harus diakui telah terjadi.
19:15Sehingga kalau hanya kita bicara rekonstruksi demi perdamaian, itu sebenarnya menurunkan marwah dari si board of peace itu sendiri.
19:24Karena ujungnya itu sebenarnya bukan cuma stabilitas semata, tapi perdamaian abadi.
19:29Ingat konstituasi kita ya.
19:30Itulah yang mau saya bilang bahwa keikut sertaan dalam ketertiban dunia, ini kita nggak bisa dalam konteks ya ketika bicara soal komunitas internasional, kemudian lantas kita memilih-milih.
19:42Ini nggak bisa juga dalam politik luar negeri bebas aktif kita.
19:45Kita tetap menjalankan bagaimana kita menjadi Presiden HAM dunia, tapi kita juga tetap menjalankan bagaimana kita ikut andil bagian dalam perdamaian dunia melalui board of peace.
19:55Dan juga kita tetap menjaga bagaimana ekonomi antara dunia barat dan dunia timur tetap berjalan.
20:01Nah dalam konsep itulah bahwa itulah yang dimaksud politik luar negeri bebas aktif.
20:06Justru posisinya gini, kalau kita sudah masuk ke board of peace, sementara tadi Eropa udah nggak ikut, kita tuh kehilangan momentum besar sekali mas.
20:14Momentum besar, karena Uni Eropa itu sekarang ibaratnya lagi ditendang-tendang sama Amerika Serikat, ditekan-tekan, dipaksa-paksa.
20:21Mereka itu momen terbesarnya, mitra untuk mereka bangkit dan independen tuh sama Indonesia.
20:26Jadi kalau Indonesia malah bandwagoning, malah ngikut kekuatan besar, kita hilang kebebasan.
20:31Indonesia dalam posisi ini bukan mengikuti kekuatan besar, tapi menjalankan amanah konstitusionalnya.
20:38Apalagi Alenia IV itu kan jelas bagaimana ikut serta dalam ketertipan dunia, perdamaian dunia.
20:47Nah inilah yang kemudian, kalau dalam nomenklatur dalam tata negara, ketika kita berbicara undang-undang dan undang-undang dasar,
20:53levelingnya itu lebih tinggi undang-undang dasar.
20:55Maka ketika kita berbicara anggaran Alenia IV menjaga ketertipan dunia, itulah yang kemudian dilakukan Pak Presiden melalui hak prigratif Pak Presiden berdasarkan undang-undang dasar pun Alenia IV.
21:08Meskipun dengan risiko tadi.
21:09Dan kemudian secara-secara ketanah negaraan, dengan DPR RI itu disampaikan komunikasinya dengan Komisi I dan akhirnya ada RDP.
21:18Nah itulah bahwa bagaimana visi membangun polisi itu di sana.
21:22Saya terakhir begini deh, apapun kepentingannya ini kan sebenarnya untuk warga Palestina, warga Gaza.
21:29Dan kita punya komitmen itu sejak pemerintahan periode-periode sebelumnya.
21:33Dan ini akan dicoba, ya ini terobosan, boleh dibilang ini juga terobosan.
21:37Meskipun agak banyak menuai kontroversi, ini kita harus akui ini juga sebagai terobosan baru dari Presiden Prabowo.
21:44Tapi yang ingin saya tanyakan, dari board of peace yang sudah dibentuk ini, saya ke Mbak Dina dulu, yang sudah dibentuk oleh Presiden Donald Trump dan kita include di dalamnya, Presiden Prabowo Subianto sudah mendatangkan itu.
21:54Apa sebenarnya yang bisa menjadi tolak ukur bahwa board of peace ini benar-benar memperhatikan rakyat Gaza dan memberikan perdamaian seutuhnya untuk warga Palestina?
22:02Lihat aja, benar-benar bisa masuk nggak humanitarian aid ke sana, kemudian juga betul-betul nggak itu yang tadi disuarakan di deklarasi bahwa kelompok teknokratik dari Palestina itu terlibat, didukung, untuk bisa punya pengakuan atas kedaulatan Palestina.
22:19Itu aja kalau saya, dan jangan sampai di whitewashing ya, atau dihapus genosida itu dari, ingat Israel itu masih tanggung jawab.
22:27Jadi kalau menurut saya, selama itu nggak dibahas, kita sebagai pemimpin moral dunia ya, soal HAM, itu punya PR sangat besar.
22:37Terakhir, Mas Adam, humanitarian aid tadi, bantuan kemanusiaan, benar-benar bisa dicamin oleh board of peace.
22:43Tadi Pak Presiden sudah sampaikan bahwa humanitarian aid atau bantuan kemanusiaan masuk terus-menerus sekarang ini dengan adanya ya, dengan adanya National Committee for Administration of Gaza, yang dipimpin oleh Ali Saad.
22:56Nah dari sinilah yang kemudian, dan itu adalah seorang teknokratik, bukan politik.
23:01Artinya dalam konsep ini kita bukan hanya melihat soal Palestine dan Israel, tapi bagaimana komposisi politik yang ada di Palestine, disitu ada Hamas dan Fatah.
23:10Dan disini bukan bagian dari Hamas dan Fatah, artinya disini orang teknokratik yang memang tujuannya adalah untuk membangun bagaimana Gaza dan juga Palestine itu dibukakan ruang sebebas-bebasnya untuk kemudian bantuan kemanusiaan itu hadir secepat-cepatnya.
23:26Baik, ini bagaimanapun nanti langkahnya kita akan lihat ke depan, yang pasti Indonesia, rakyat Indonesia juga berada dalam barisan rakyat Palestina.
23:36Jika memang Presiden Prabowo bisa membawa misi ini, board of peace ini untuk memberikan perdamaian di, apa, di Palestina terutama di Gaza.
23:44Kedaulatan Palestina, terlebih itu ya, yang lebih jauh lagi, tentu saja rakyat Indonesia akan happy, sangat-sangat happy, karena mereka berada di belakang barisan warga Palestina.
23:53Terima kasih, Mas Respiratoris Saddam Aljihad dan juga Mbak Dina Rapto sudah bergabung bersama kami di Sampai Indonesia Melaun.
24:00Kita jumpa lain waktu ya, kita bahas, ini masih panjang seperti ini.
24:02Makasih, selamat malam, sampai jumpa.
24:03Makasih, makasih, makasih, makasih banyak.
24:05Terima kasih, setelah.
Komentar