00:00Apakah ini akan menggantikan PBB? Tentu saja tidak.
00:03Kemarin juga disampaikan bahwa badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB.
00:08Terima kasih teman-teman sudah membersamai sampai hari ini.
00:14Hari terakhir kita di Swiss.
00:17Jadi kemarin seperti kita ketahui bersama,
00:22Bapak Presiden hadir di Davos untuk menghadiri dua event yang kami kira cukup strategis.
00:33Yang pertama adalah penandatanganan charter dari Board of Peace atau Dewan Perdamaian
00:43yang merupakan bagian dari proses yang selama ini sudah kita lakukan
00:50dalam rangka menyelesaikan konflik,
00:55mencapai perdamaian dan menyelesaikan konflik
00:58serta rehabilitasi pasca konflik di Palestina, Gaza pada khususnya.
01:05Seperti yang sudah saya sampaikan bahwa ini merupakan bagian
01:09dari pertemuan-pertemuan antara beberapa negara Islam
01:16dan beberapa negara yang penduduknya mayoritas Islam.
01:20Tentang situasi yang terjadi di Palestina
01:26dan waktu itu kita mencapai suatu kesepakatan
01:30untuk juga melibatkan dunia internasional dalam proses ini
01:38untuk benar-benar bisa mencapai suatu perdamaian yang sifatnya permanen di Gaza.
01:49Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di Mesir, di Sharm el-Sheikh
01:55yang kemudian kemarin di tanda tanganilah charter dari apa yang disebut dengan Board of Peace.
02:10Sebenarnya Board of Peace ini merupakan suatu badan internasional,
02:14yang sekarang resmi jadi badan internasional
02:16yang bertugas untuk memonitor administrasi, stabilisasi,
02:25dan juga upaya-upaya rehabilitasi di Gaza pada khususnya dan di Palestina.
02:30Indonesia memandang bahwa karena kita juga merupakan bagian dari negara-negara
02:36yang sejak awal ikut dalam proses ini,
02:40memandang bahwa Indonesia perlu untuk ikut bergabung
02:45dan terus terang saja perlu disampaikan bahwa prosesnya ini juga agak cepat.
02:54Dalam beberapa hari yang lalu,
02:58penanda tanganan piagamanya dilakukan dan Bapak Presiden memutuskan Indonesia
03:02untuk bergabung dengan berbagai pertimbangan.
03:05Yang pertama, tentu saja kita sejak awal merupakan negara yang peduli pada perdamaian,
03:20pada stabilitas internasional,
03:23dan khususnya pada situasi yang terjadi di Palestina.
03:28Karena Board of Peace ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai perdamaian tersebut,
03:32maka kita harus ada di dalamnya.
03:35Dan ini juga kita lakukan konsultasi dengan negara-negara yang kita sebut dengan Group of New York.
03:43Ada beberapa kali pertemuan sebenarnya,
03:46banyak percakapan, kemudian dialog yang terjadi,
03:51kemudian pertimbangan-pertimbangan,
03:53dan dua hari sebelum penandatangan kemarin,
03:57semuanya bersepakat untuk ikut bergabung
03:58bersama Board of Peace.
04:05Negara-negara tersebut antara lain adalah Saudi Arabia,
04:08kemudian Persatuan Emirat Arab,
04:10Qatar,
04:12kemudian Jordan,
04:14Turkiye,
04:16Pakistan,
04:17dan Indonesia tentu saja.
04:20Mesir juga ada di situ.
04:22Jadi semuanya bersepakat.
04:23kemudian kita meyakini bahwa Board of Peace ini adalah sebuah langkah yang konkret setelah sekian lama
04:36untuk bisa mencapai apa yang kita harapkan di Palestina.
04:41Tentu saja kehadiran semua negara-negara ini di dalam Board of Peace tersebut
04:46untuk bisa terus mengawal,
04:50kemudian memastikan bahwa upaya yang dilakukan oleh Board of Peace ini
04:56tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina
04:59dan tetap tercapainya solusi luar negara.
05:04dan
05:06karena ada pertanyaan saya juga harus jawab
05:11apakah ini akan menggantikan PBB?
05:15Tentu saja tidak.
05:16Kemarin juga disampaikan bahwa badan ini
05:18tidak ditujukan untuk menggantikan PBB.
05:21ini adalah suatu badan internasional
05:24yang merupakan,
05:27yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas khususnya di Gaza.
05:32Oleh karena itu upaya-upaya ini
05:34kita harus ikut
05:37Indonesia memutuskan untuk bergabung.
05:41Dan acara yang berikutnya adalah
05:44special address oleh Presiden Prabowo Subianto
05:50kemarin sudah kita saksikan juga sama-sama
05:54yang pada intinya beliau menyampaikan
05:56memaparkan arah kebijakan ekonomi Indonesia
05:59hal-hal yang sudah dilakukan oleh pemerintah
06:02selama kurang lebih 15 bulan
06:06disampaikan bahwa
06:09upaya-upaya yang kita lakukan meliputi
06:11reformasi struktural
06:13kemudian perbaikan-perbaikan governance
06:17termasuk penertiban-penertiban
06:20hal-hal yang
06:21irreguler selama ini
06:24dan ilegal
06:26kemudian meningkatkan efisiensi
06:30dari pemerintahan itu sendiri
06:31dan beliau juga menyampaikan
06:34program-program yang dilakukan pemerintah
06:37di bidang investasi sumber daya manusia
06:40karena tanpa sumber daya manusia yang berkualitas
06:46apa yang kita inginkan dan kita cita-citakan bagi bangsa kita
06:50itu tidak akan terwujud
06:52dan dari beberapa respon yang kami dapatkan
06:57dunia internasional menyambut baik
07:00datuk tersebut
07:03kemudian juga
07:04saya kira
07:06ini membuat posisi Indonesia saat ini
07:10di dunia internasional
07:12berada di dalam
07:13satu tingkat yang
07:16saya kira jauh lebih tinggi
07:18kita ada bersama-sama dengan negara-negara lain yang
07:22dan menjadi negara yang diperhitungkan
07:26di dalam
07:28percaturan politik internasional
07:30saya kira itu saja
07:32pertanyaan?
07:34saya kira iya
07:45itu salah satu alasan juga
07:47kita masuk ke dalam
07:49untuk bisa mempengaruhi
07:51untuk bisa memberikan
07:52masukan saran pertimbangan
07:54dan seperti yang saya sampaikan tadi
07:56memastikan semua arahnya itu
07:58tercapai
08:00kemerdekaan Palestina tercapai
08:03kemudian solusi dua negara ini
08:05benar-benar bisa terwujud
08:06dan kemarin juga kita saksikan bahwa
08:09sesuai dengan apa yang menjadi
08:12proposal
08:13peace proposal dari
08:14Presiden Trump
08:16bahwa akan ada satu badan
08:17teknokratik ya
08:19sifatnya teknokratik dari
08:21pihak Palestina
08:22kemarin juga sudah
08:24disampaikan juga
08:26sudah ada
08:27jadi
08:28kita akan terus
08:30melakukan upaya-upaya
08:33seperti yang disampaikan oleh
08:36Bapak Presiden
08:36kita harus memberikan
08:37perdamaian
08:38satu kesempatan
08:39dan ini adalah
08:41sebuah kesempatan yang
08:42realistis
08:44karena tidak ada alternatif
08:48lain
08:48kalau selama ini
08:50banyak negara
08:51menyampaikan kecaman
08:54menyampaikan statement
08:55tetapi saya kira
08:58kehadiran board of peace ini
09:01dan langkah-langkah yang akan
09:02dilakukan ke depan
09:03itu merupakan sesuatu yang
09:05tangible sifatnya
09:06dalam rangka mencapai
09:08kemerdekaan Palestina
09:09itu tidak terbuka
09:17beliau memenuhi undangan
09:21Presiden Macron
09:22pembicaraan terkait Bapak
09:25kalau sikap Indonesia
09:28soal ini
09:28boleh gak masuk
09:29Pak Kulit
09:30Amerika Serikat yang
09:31mau aktivasi
09:32Greenland
09:33sikap Indonesia
09:34intinya kita adalah
09:38kita ada dalam posisi
09:39non-line
09:42kita sadar bahwa dunia sekarang
09:47sangat dinamis situasinya
09:49namun kita juga harus ingat
09:51bahwa
09:52ada kepentingan nasional
09:53yang harus kita jaga
09:55oleh karena itu
09:57kita selalu berpandangan
09:59bahwa
09:59walaupun yang kita lakukan
10:01kita harus berpijak
10:02pada kepentingan nasional kita
10:03kita mengharapkan perdamaian
10:06kita mengharapkan stabilitas
10:08seperti yang disampaikan juga
10:10kemarin oleh Bapak Presiden
10:11bahwa
10:12tanpa
10:12stabilitas
10:14tanpa perdamaian
10:15tidak mungkin mencapai
10:17suatu
10:17keadaan yang
10:19dimana dunia ini makmur
10:21dimana masyarakatnya makmur
10:22jadi saya kira
10:24itu yang
10:26menjadi posisi kita
10:29kalau ini lebih ke penasaran sih
10:40kayak di Indonesia kan
10:41kalau nggak salah di only
10:44Southeast Asian country yang masuk
10:46World of Peace kan
10:47ada Vietnam
10:47Vietnam ikut tapi nggak ikut
10:50jadi kita itu sebagai
10:53founding members
10:54yang kemarin 20
10:55tanda tangan itu founding members
10:56kita kan tapi maksudnya di
10:58Southeast Asia
11:00dan Malaysia juga yang
11:01dia vocal
11:02dalam
11:03artis gitu
11:04kalau itu memang
11:05tidak ada invitation ke Malaysia
11:06atau
11:07dari informasi yang
11:09saya dapat
11:10ada 60
11:12undangan
11:14yang disampaikan oleh
11:15Presiden Trump
11:17tapi tidak diberi detail
11:19siapa-siapa saja
11:20dan dari 60 tersebut
11:24yang 20 kemarin
11:26yang
11:26sebagai
11:29early responder
11:31dianggap sebagai
11:32founding members
11:34yang kita untuk
11:34tanda tangan
11:35memang ada dua undangan
11:36satu undangan untuk
11:37join board of peace
11:38dan ada juga undangan
11:39untuk ikut penanda tangan
11:41dan yang dipersyaratkan
11:44kemarin itu sebenarnya
11:45yang ikut
11:45penanda tangan
11:46adalah orang yang
11:47adalah negara yang
11:48setuju
11:50untuk bergabung
11:51tapi sebenarnya
11:53listnya cukup
11:54banyak kemarin
11:56cuma karena
11:56tidak semuanya bisa hadir
11:58pada saat
11:59penanda tangan
12:00jadi yang 20 ini lah
12:01yang
12:01founding members
12:04saya Triska Klarissa
12:11saksikan program-program
12:12Kompas TV
12:13melalui siaran digital
12:15Pay TV
12:16dan media streaming
12:17lainnya
12:18Kompas TV
12:19independent
12:20terpercaya
12:21selamat menikmati
Komentar