Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SWISS, KOMPAS.TV - Indonesia secara resmi bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian besutan Presiden AS, Donald Trump.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan keikutsertaan Indonesia sebagai komitmen mewujudkan perdamaian Palestina, khususnya stabilisasi dan rehabilitasi pascakonflik di Gaza.

Namun, ia memastikan bahwa Dewan Perdamaian besutan Trump tidak dapat menggantikan PBB.

"Badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB. Ini adalah suatu badan internasional yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas khususnya di Gaza. Oleh karena itu upaya-upaya ini kita harus ikut, Indonesia memutuskan untuk bergabung," ujar Sugiono dalam keterangan persnya, Bad Ragaz, Swiss, Juma (23/1/2026).

Baca Juga Menlu Tegaskan Dewan Perdamaian Tak Gantikan PBB, Fokus Kawal Konflik Gaza di https://www.kompas.tv/internasional/645998/menlu-tegaskan-dewan-perdamaian-tak-gantikan-pbb-fokus-kawal-konflik-gaza

#menlu #dewanperdamaian #indonesia

Video Editor: Vila Randita

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/646132/menlu-sugiono-pastikan-dewan-perdamaian-besutan-trump-tidak-gantikan-pbb
Transkrip
00:00Apakah ini akan menggantikan PBB? Tentu saja tidak.
00:03Kemarin juga disampaikan bahwa badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB.
00:08Terima kasih teman-teman sudah membersamai sampai hari ini.
00:14Hari terakhir kita di Swiss.
00:17Jadi kemarin seperti kita ketahui bersama,
00:22Bapak Presiden hadir di Davos untuk menghadiri dua event yang kami kira cukup strategis.
00:33Yang pertama adalah penandatanganan charter dari Board of Peace atau Dewan Perdamaian
00:43yang merupakan bagian dari proses yang selama ini sudah kita lakukan
00:50dalam rangka menyelesaikan konflik,
00:55mencapai perdamaian dan menyelesaikan konflik
00:58serta rehabilitasi pasca konflik di Palestina, Gaza pada khususnya.
01:05Seperti yang sudah saya sampaikan bahwa ini merupakan bagian
01:09dari pertemuan-pertemuan antara beberapa negara Islam
01:16dan beberapa negara yang penduduknya mayoritas Islam.
01:20Tentang situasi yang terjadi di Palestina
01:26dan waktu itu kita mencapai suatu kesepakatan
01:30untuk juga melibatkan dunia internasional dalam proses ini
01:38untuk benar-benar bisa mencapai suatu perdamaian yang sifatnya permanen di Gaza.
01:49Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di Mesir, di Sharm el-Sheikh
01:55yang kemudian kemarin di tanda tanganilah charter dari apa yang disebut dengan Board of Peace.
02:10Sebenarnya Board of Peace ini merupakan suatu badan internasional,
02:14yang sekarang resmi jadi badan internasional
02:16yang bertugas untuk memonitor administrasi, stabilisasi,
02:25dan juga upaya-upaya rehabilitasi di Gaza pada khususnya dan di Palestina.
02:30Indonesia memandang bahwa karena kita juga merupakan bagian dari negara-negara
02:36yang sejak awal ikut dalam proses ini,
02:40memandang bahwa Indonesia perlu untuk ikut bergabung
02:45dan terus terang saja perlu disampaikan bahwa prosesnya ini juga agak cepat.
02:54Dalam beberapa hari yang lalu,
02:58penanda tanganan piagamanya dilakukan dan Bapak Presiden memutuskan Indonesia
03:02untuk bergabung dengan berbagai pertimbangan.
03:05Yang pertama, tentu saja kita sejak awal merupakan negara yang peduli pada perdamaian,
03:20pada stabilitas internasional,
03:23dan khususnya pada situasi yang terjadi di Palestina.
03:28Karena Board of Peace ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai perdamaian tersebut,
03:32maka kita harus ada di dalamnya.
03:35Dan ini juga kita lakukan konsultasi dengan negara-negara yang kita sebut dengan Group of New York.
03:43Ada beberapa kali pertemuan sebenarnya,
03:46banyak percakapan, kemudian dialog yang terjadi,
03:51kemudian pertimbangan-pertimbangan,
03:53dan dua hari sebelum penandatangan kemarin,
03:57semuanya bersepakat untuk ikut bergabung
03:58bersama Board of Peace.
04:05Negara-negara tersebut antara lain adalah Saudi Arabia,
04:08kemudian Persatuan Emirat Arab,
04:10Qatar,
04:12kemudian Jordan,
04:14Turkiye,
04:16Pakistan,
04:17dan Indonesia tentu saja.
04:20Mesir juga ada di situ.
04:22Jadi semuanya bersepakat.
04:23kemudian kita meyakini bahwa Board of Peace ini adalah sebuah langkah yang konkret setelah sekian lama
04:36untuk bisa mencapai apa yang kita harapkan di Palestina.
04:41Tentu saja kehadiran semua negara-negara ini di dalam Board of Peace tersebut
04:46untuk bisa terus mengawal,
04:50kemudian memastikan bahwa upaya yang dilakukan oleh Board of Peace ini
04:56tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina
04:59dan tetap tercapainya solusi luar negara.
05:04dan
05:06karena ada pertanyaan saya juga harus jawab
05:11apakah ini akan menggantikan PBB?
05:15Tentu saja tidak.
05:16Kemarin juga disampaikan bahwa badan ini
05:18tidak ditujukan untuk menggantikan PBB.
05:21ini adalah suatu badan internasional
05:24yang merupakan,
05:27yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas khususnya di Gaza.
05:32Oleh karena itu upaya-upaya ini
05:34kita harus ikut
05:37Indonesia memutuskan untuk bergabung.
05:41Dan acara yang berikutnya adalah
05:44special address oleh Presiden Prabowo Subianto
05:50kemarin sudah kita saksikan juga sama-sama
05:54yang pada intinya beliau menyampaikan
05:56memaparkan arah kebijakan ekonomi Indonesia
05:59hal-hal yang sudah dilakukan oleh pemerintah
06:02selama kurang lebih 15 bulan
06:06disampaikan bahwa
06:09upaya-upaya yang kita lakukan meliputi
06:11reformasi struktural
06:13kemudian perbaikan-perbaikan governance
06:17termasuk penertiban-penertiban
06:20hal-hal yang
06:21irreguler selama ini
06:24dan ilegal
06:26kemudian meningkatkan efisiensi
06:30dari pemerintahan itu sendiri
06:31dan beliau juga menyampaikan
06:34program-program yang dilakukan pemerintah
06:37di bidang investasi sumber daya manusia
06:40karena tanpa sumber daya manusia yang berkualitas
06:46apa yang kita inginkan dan kita cita-citakan bagi bangsa kita
06:50itu tidak akan terwujud
06:52dan dari beberapa respon yang kami dapatkan
06:57dunia internasional menyambut baik
07:00datuk tersebut
07:03kemudian juga
07:04saya kira
07:06ini membuat posisi Indonesia saat ini
07:10di dunia internasional
07:12berada di dalam
07:13satu tingkat yang
07:16saya kira jauh lebih tinggi
07:18kita ada bersama-sama dengan negara-negara lain yang
07:22dan menjadi negara yang diperhitungkan
07:26di dalam
07:28percaturan politik internasional
07:30saya kira itu saja
07:32pertanyaan?
07:34saya kira iya
07:45itu salah satu alasan juga
07:47kita masuk ke dalam
07:49untuk bisa mempengaruhi
07:51untuk bisa memberikan
07:52masukan saran pertimbangan
07:54dan seperti yang saya sampaikan tadi
07:56memastikan semua arahnya itu
07:58tercapai
08:00kemerdekaan Palestina tercapai
08:03kemudian solusi dua negara ini
08:05benar-benar bisa terwujud
08:06dan kemarin juga kita saksikan bahwa
08:09sesuai dengan apa yang menjadi
08:12proposal
08:13peace proposal dari
08:14Presiden Trump
08:16bahwa akan ada satu badan
08:17teknokratik ya
08:19sifatnya teknokratik dari
08:21pihak Palestina
08:22kemarin juga sudah
08:24disampaikan juga
08:26sudah ada
08:27jadi
08:28kita akan terus
08:30melakukan upaya-upaya
08:33seperti yang disampaikan oleh
08:36Bapak Presiden
08:36kita harus memberikan
08:37perdamaian
08:38satu kesempatan
08:39dan ini adalah
08:41sebuah kesempatan yang
08:42realistis
08:44karena tidak ada alternatif
08:48lain
08:48kalau selama ini
08:50banyak negara
08:51menyampaikan kecaman
08:54menyampaikan statement
08:55tetapi saya kira
08:58kehadiran board of peace ini
09:01dan langkah-langkah yang akan
09:02dilakukan ke depan
09:03itu merupakan sesuatu yang
09:05tangible sifatnya
09:06dalam rangka mencapai
09:08kemerdekaan Palestina
09:09itu tidak terbuka
09:17beliau memenuhi undangan
09:21Presiden Macron
09:22pembicaraan terkait Bapak
09:25kalau sikap Indonesia
09:28soal ini
09:28boleh gak masuk
09:29Pak Kulit
09:30Amerika Serikat yang
09:31mau aktivasi
09:32Greenland
09:33sikap Indonesia
09:34intinya kita adalah
09:38kita ada dalam posisi
09:39non-line
09:42kita sadar bahwa dunia sekarang
09:47sangat dinamis situasinya
09:49namun kita juga harus ingat
09:51bahwa
09:52ada kepentingan nasional
09:53yang harus kita jaga
09:55oleh karena itu
09:57kita selalu berpandangan
09:59bahwa
09:59walaupun yang kita lakukan
10:01kita harus berpijak
10:02pada kepentingan nasional kita
10:03kita mengharapkan perdamaian
10:06kita mengharapkan stabilitas
10:08seperti yang disampaikan juga
10:10kemarin oleh Bapak Presiden
10:11bahwa
10:12tanpa
10:12stabilitas
10:14tanpa perdamaian
10:15tidak mungkin mencapai
10:17suatu
10:17keadaan yang
10:19dimana dunia ini makmur
10:21dimana masyarakatnya makmur
10:22jadi saya kira
10:24itu yang
10:26menjadi posisi kita
10:29kalau ini lebih ke penasaran sih
10:40kayak di Indonesia kan
10:41kalau nggak salah di only
10:44Southeast Asian country yang masuk
10:46World of Peace kan
10:47ada Vietnam
10:47Vietnam ikut tapi nggak ikut
10:50jadi kita itu sebagai
10:53founding members
10:54yang kemarin 20
10:55tanda tangan itu founding members
10:56kita kan tapi maksudnya di
10:58Southeast Asia
11:00dan Malaysia juga yang
11:01dia vocal
11:02dalam
11:03artis gitu
11:04kalau itu memang
11:05tidak ada invitation ke Malaysia
11:06atau
11:07dari informasi yang
11:09saya dapat
11:10ada 60
11:12undangan
11:14yang disampaikan oleh
11:15Presiden Trump
11:17tapi tidak diberi detail
11:19siapa-siapa saja
11:20dan dari 60 tersebut
11:24yang 20 kemarin
11:26yang
11:26sebagai
11:29early responder
11:31dianggap sebagai
11:32founding members
11:34yang kita untuk
11:34tanda tangan
11:35memang ada dua undangan
11:36satu undangan untuk
11:37join board of peace
11:38dan ada juga undangan
11:39untuk ikut penanda tangan
11:41dan yang dipersyaratkan
11:44kemarin itu sebenarnya
11:45yang ikut
11:45penanda tangan
11:46adalah orang yang
11:47adalah negara yang
11:48setuju
11:50untuk bergabung
11:51tapi sebenarnya
11:53listnya cukup
11:54banyak kemarin
11:56cuma karena
11:56tidak semuanya bisa hadir
11:58pada saat
11:59penanda tangan
12:00jadi yang 20 ini lah
12:01yang
12:01founding members
12:04saya Triska Klarissa
12:11saksikan program-program
12:12Kompas TV
12:13melalui siaran digital
12:15Pay TV
12:16dan media streaming
12:17lainnya
12:18Kompas TV
12:19independent
12:20terpercaya
12:21selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan