- 16 jam yang lalu
Drama series romantis terbaru tahun 2025
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00Terima kasih.
00:30Terima kasih.
01:00Kamu yang bikin aku gak akan apa-apa.
01:05Makasih udah selamatin aku.
01:09Sampai kamu yang jadi begini.
01:14Aku gak tahu ini cinta atau cur.
01:18Sampai aku bisa sedalam ini.
01:20Menudukan luka, namun senyummu selalu ku rindukan.
01:29Aku sering bertanya sama diriku sendiri.
01:32Gak usah apa yang pernah aku perbuatinya.
01:36Aku baru ada di kedalaman ini.
01:40Aku selama sekali gak bisa ngelupain kamu, Dindi.
01:43Ujah mau terus ada di pikiran aku.
01:49Walau...
01:53Aku tahu.
01:57Aku cuma selalu hati hidup kamu.
01:58Kamu bagai mimpi yang ku inginkan.
02:03Namun dia hadir bagai takdir yang menuntun.
02:08Bahkan kamu tidak bisa melihat itu.
02:11Namun entahlah.
02:13Aku tidak bisa berpaling dari hal itu.
02:16Aku tidak bisa menjauh.
02:18Jujurlah hal itu membuat aku makin dekat sama kamu.
02:23Cinta ini menjelma.
02:25Menjadi kelombang tinggi.
02:39Enggak aku masuk ke dalam arus yang begitu.
02:46Sayang sama kamu lebih dari yang kamu kira.
02:48Ini bagus gak?
02:54Kau beli cincin.
02:57Kita gak usah mikirin hal-hal aneh.
03:02Minah sekarang kita fokus sama pernikahan kita.
03:05Ada rasa yang gak bisa diungkap dengan kata.
03:08Bahkan ada kelihatan.
03:17Bahkan ada kelihatan.
03:18Karena ia terlalu indah untuk hanya diungkap pakai kata.
03:36Kamu dan aku?
03:41Sama-sama.
03:42Sama-sama.
03:43Bila suatu hari nanti semesta mengizinkan aku untuk bersama kamu.
03:52Aku mau mencintai kamu dengan tulus.
03:56Aku mau mencintai kamu dengan cara yang paling indah.
04:00Dengan tenang.
04:10Aku balik ya.
04:12Kamu istirahat yang banyak.
04:13Cinta ini dipersimpan.
04:17Cinta ini dipersimpan.
04:18Dini pamit pulang.
04:37Semoga ini jadi pertemuan kamu yang terakhir ya dengan Rangga.
04:40Pak, Dini.
04:47Makasih ya.
04:49Udah nih ngomongin Rangga.
05:01Dulu, Kak.
05:02Agen, Dini.
05:06Dini.
05:08Kamu gak usah nemuin Rangga lagi.
05:10Papanya tuh gak menghargain orang, tau gak?
05:13Kamu yang sabar, Pak.
05:15Namanya orang kena musibah, jadi sensitif.
05:19Tapi Pak Pras itu gak menghargain kita sangat sekali, Mak.
05:22Seolah-olah kejadian itu kita yang salah.
05:24Ya kan emang udah sifatnya kayak gitu, Pak.
05:26Kamu juga harus ngertiin.
05:28Lagian faktanya adalah apa yang terjadi sama Rangga itu karena Rangga nyelamatin Dini.
05:33Eh, tapi dia gak bisa seenak jidatnya aja.
05:36Pakai ngelabrak orang, gak tahu tempat, rumah sakit marah-marah.
05:39Ya, kayak gak ada adabnya aja.
05:43Dalam kondisi seperti ini aja, kamu masih berpikir untuk menikah sama Dini.
05:49Aku sudah bertaruh nyawa untuk Dini.
05:53Dan apa yang sekarang aku lakuin itu punya alasan.
05:56Karena cinta?
05:57Atau karena anak yang ada dalam kandungan Dini, kamu ini selalu aja membantah Papi.
06:05Lihat kan? Akibatnya kamu jadi kayak begini.
06:10Rangga.
06:13Rangga, mau kemana kamu? Rangga!
06:16Rangga, Rangga!
06:19Rangga, bangun, bangun.
06:21Johan!
06:21Johan, sini!
06:24Bantu Papi!
06:25Rangga, Rangga!
06:26Eh, ayo.
06:27Bantu angkat, bantu angkat, Rangga.
06:29Ah, enggak bangun.
06:30Pak.
06:31Lepiarin Rangga.
06:31Enggak, Pak.
06:32Dini mau ngecek keadaan Rangga, Pak.
06:34Dini kamu hati Rangga, kenapa-napa.
06:36Please.
06:37Dini mau tau polis, Rangga.
06:38Udah, udah, udah.
06:39Udah kamu sini aja.
06:40Biar Papa yang ke dalam, ya?
06:42Papa gak mau kamu direndahkan dan dihina lagi sama Papanya.
06:46Tunggu di sini, ya, Ma'am?
06:47Tunggu di sini, ya.
06:54Gimana?
06:55Perubah bantu.
06:58Sebentar, sebentar.
06:59Ma'am.
07:00Tunggu, Tunggu, Tunggu, Tunggu, Tunggu.
07:01Kenapa, Rangga? Mau kemana?
07:07Ma, kita ikut masuk, yuk.
07:17Udah cukup.
07:24Lebih baik kalian semua pulang dari sini.
07:27Saya bisa urus anak saya sendiri.
07:30Rangga begini gara-gara kalian, kan?
07:32Jadi gak usah sok peduli.
07:39Kamu juga, Rangga.
07:41Kamu itu keras kepala.
07:44Belai-belain datang ke kampung ini cuma untuk jadi seperti ini.
07:46Buat apa kau mati-mati yang memperjuangkan Dini?
07:53Kayaknya gak ada perempuan yang lebih pantas saja kau memperjuangkan.
08:05Belok.
08:07Belok.
08:09Terima kasih.
08:09Baik, kita pulang saja.
08:16Tunggu.
08:22Saya masih perlu bicara.
08:28Dini,
08:29om minta sama kamu, ya?
08:31Kamu tutup hati kamu untuk Rangga.
08:34Dan jangan kasih dia kesempatan lagi.
08:36Sebenarnya saya juga sudah menutup hati saya kok.
08:40Semenjak Rangga pergi.
08:42Jadi mulai sekarang,
08:44Kamu jangan temuin dia lagi.
08:46Dan untuk menembus semua kesalahan kamu,
08:48Saya akan memenuhi semua kebutuhan kamu dan anak kamu.
08:53Sampai dia dewasa.
08:54Kalau cuma untuk menghidupi Dini dan anaknya,
08:58Saya masih lebih dari kamu.
09:03Tapi ini satu hal.
09:05Saya gak pernah jual anak saya.
09:07Yang Dini butuhkan.
09:09Cuma laki-laki yang bertanggung jawab,
09:11Yang sudah memahami dia.
09:14Terserah kalau kamu menolak niat baik,
09:16Jadi untuk sekarang ini,
09:18Saya gak akan pernah mengizinkan Rangga untuk menikah.
09:21Bapak memang orang kaya.
09:29Tapi Bapak gak punya cipran.
09:32Saya macam apa?
09:33Yang membiarkan anaknya dari tanggung jawab.
09:40Kamu pikir kamu sudah berhasil jadi orang tua?
09:51Bapak akan carikan kamu perempuan yang lebih cantik dan lebih terhormat.
09:56Kalau kamu memang kebelet untuk nikah.
10:00Bih,
10:01Jangan samain Dini sama wanita lain.
10:05Masih berbeda.
10:08Sekarang apa yang terjadi sama Dini,
10:10Itu karena aku, Bih.
10:12Aku yang buat ini semua.
10:14Aku yang buat dia jadi gak terhormat.
10:17Aku yang buat dia rendah di mata papi.
10:23Harusnya papi nyalain aku.
10:25Bukan Dini.
10:26Aku yang salah.
10:28Aku yang salah.
10:30Stop.
10:31Papi, Rangga udah cukup ya?
10:33Kok jadi kalian sih yang meribut di sini?
10:36Pokoknya papi gak akan pernah lagi membiarkan kamu berhubungan sama Dini.
10:39Atau kamu pergi, Daruk.
10:42Kalau kamu masih membela Dini dan keluarganya.
10:44Papi, udah.
10:45Tolong berhenti.
10:46Angga kamu juga.
10:47Diam sekarang.
10:53Lihat, sayang.
10:56Pelan-pelan.
10:59Pelan-pelan.
11:03Apa?
11:07Kenapa?
11:09Apa?
11:14Apa?
11:14Apa?
11:28Gak usah diambil hati, sikap papah kamu.
11:31Kamu ngertiin juga.
11:33Papah tuh pasti kaget, terpukul sama ucapannya Papah Prasetyo.
11:37Iya, Ma.
11:42Dini juga benar-benar sedih.
11:45Udah buat papah sama Mama kecewa.
11:49Sekarang bukan saatnya kita nengok ke belakang lagi.
11:52Yang penting kamu sekarang sadar.
11:55Sikap kamu, tindakan kamu.
11:59Itu bisa bikin kita semua repot.
12:01Kalian gak pernah kepikiran kan?
12:06Kalau akhirnya bisa seberantakan ini.
12:09Iya.
12:14Istirahat.
12:16Ibu hamil itu harus manage stress.
12:20Tanggung jawabnya ke janin yang dikandungan.
12:22Istirahat ya.
12:25Dini beliau semua.
12:32Terpaut cinta belum satunya.
12:36Setiap hal nafas yang berbesar.
12:40Hanyalah cinta.
12:41Pernikahan ini bukan cintanya yang terlarang.
12:50Hanya waktu saja belum tempat merasakan semua.
13:00Pernikahan ini sebaiknya janganlah terjadi.
13:06Namun putih cinta membuktikan.
13:11Doa yang sangka datang tipis akan.
13:14Janganlah cinta membuktikan.
13:44Tidak aktif atau berada di luar jangkauan.
13:46Cobalah bergabar saat lagi.
13:54Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.
13:58Cobalah bergabar saat lagi.
14:00Kamu itu keras kepala.
14:14Buat apa kau mati-mati yang memperjuangkan Dini?
14:17Kayaknya enggak ada perempuan yang lebih pantas saja kamu perjuangkan.
14:19Terima kasih telah menonton.
14:49Maafin Dini.
14:52Jangan hukum Dini dengan diamu.
14:56Aku yakin apa yang terjadi hari ini pasti jadi pelajaran berharga buat dia.
15:03Aku lagi enggak hukum Dini.
15:21Aku cuma lagi sedih.
15:24Sebagai orang tua.
15:26Aku sudah gagal.
15:30Aku sudah gagal.
15:30Tidak usah diambil hati omongannya Prasetyo, Pak.
15:46Aku yakin benar dia sengaja ucapin itu semua.
15:50Dia mau kamu teruka.
15:52Mau kamu murka.
15:53Sampai kamu benar-benar enggak mau punya hubungan keluarga sama dia.
15:59Dan kalau itu terjadi...
16:02Artinya dia berhasil.
16:04Arangga dan Dini enggak akan pernah nikah.
16:27Aku enggak mau kamu sedih lagi.
16:30Dini butuh kita sebagai orang tua.
16:43Dini butuh kamu.
16:45Kau mau kemana, sayang?
17:03Dini mau ke rumah sakit.
17:06Buat nganterin makanan.
17:08Kerangga.
17:09Dini, apa kamu lupa pengihinaan papanya Rangga sama kita?
17:16Sekarang kamu malah mau ke sana.
17:18Pakai nganter makanan segala-ala buat Rangga.
17:21Tapi, Pak.
17:22Kan bisa aja Dini kasih makanannya ke Kaljauan.
17:25Dini enggak harus ketemu sama Rangga.
17:27Kamu tuh enggak ada kapok-kapoknya yang dihina sama Pak Pras.
17:31Pak.
17:32Mau gimana pun, Rangga juga dini amati nyawa Dini.
17:35Apa Dini salah kalau kasih Rangga perhatian?
17:40Kalau menurut Mama sih, kamu enggak usah nyari masalah.
17:43Please.
17:45Pak, Ma.
17:46Sekali ini aja Dini cuma mau kasih makanan doang.
17:49Ya udah, Dini pamit ya, Pak.
17:58Iya.
17:59Langsung pulang ya.
18:01Oke.
18:06Emang bener ya, Mbak ya?
18:08Orang yang susah dikasih tahu itu adalah orang yang saling jatuh cinta.
18:13Ya, sekarang kan anaknya lagi ngelakuin apa yang menurut dia benar.
18:18Kita sebagai orang tua ya, kita pantau.
18:20Kita awasin.
18:26Papi.
18:27Papi udah lihat kan?
18:29Gimana Rangga nekatnya kalau udah urusan Dini?
18:32Papi mau dia lebih nekat lagi?
18:35Itu karena Rangga sama Dini masih sering ketemu.
18:39Papi yakin?
18:41Dini pasti akan datang ke sini.
18:43Jadi semakin sering Rangga ketemu sama perempuan itu, semakin susah dia untuk mukon dari Dini.
18:49Oke.
18:50Jangan tanya sama Papi.
18:52Papi punya ide apa?
18:54Ya Rangga gak terus-terusan ngejar Dini.
18:56Ya, ya Rangga juga gak usahin pikiran Papi terus.
19:05Papi jadi kepikiran untuk menjodohkan Rangga dengan anak teman Papi.
19:08Paling gak yang pantas buat Rangga.
19:11Dan sederajat juga sama keluarga kita.
19:14Dan gak malu-maluin.
19:15Papi, jangan bercanda.
19:17Papi tahu Rangga.
19:19Rangga gak mungkin mau dijodohin.
19:21Dia pasti lebih pilih dia gak nikah sama sekali daripada dia gak sama Dini.
19:28Bodoh kalau Rangga gak mau nikah sama gadis lain.
19:31Cuma gara-gara Dini.
19:34Papi.
19:35Papi kan tahu.
19:36Bu, Rangga tuh kayak gimana?
19:38Pikirannya dia itu sekali.
19:40Ayah harus A.
19:50Sekarang juga Papi harus balik ke Jakarta.
19:53Kamu awasiin adik kamu.
19:55Kalau dokter bilang dia sudah boleh pulang.
19:57Kamu segera bawa Rangga pulang.
19:59Gak perlu lama-lama di rumah sakit ini.
20:02Iya, Pi.
20:06Kalau cuma untuk menghidupi Dini dan anaknya.
20:11Saya masih lebih dari mamu.
20:15Yang Dini butuhkan.
20:17Cuma laki-laki yang bertanggung jawab.
20:19Yang sudah memilih dia.
20:20Kalau menurut aku, kamu mendingan sekalian jemput Dini, Pak, di rumah sakit.
20:29Jadi biar anaknya gak kelamaan juga ketemu Rangga.
20:32Ya nanti aku jemput Dini dulu di rumah sakit.
20:34Setelah itu aku ajak Dini ke kafe ya.
20:36Buat bantu-bantu aku, Ma.
20:38Iya.
20:38Aku berangkat dulu ya.
20:39Hati-hati ya, Pak.
20:40Bersama, Raman, Rai.
20:44Bersama, Rai.
20:44Bersama, Rai.
21:14Kamu masih ingat gak?
21:41Cerita Romeo dan Juliet
21:45Waktu ulang tahun yang lain
21:48Walau bagaimana dengan orang tua kau ke Romeo
21:51Mereka pasti tidak setuju sama kumpulan kita
21:55Kamu tenang saja, Juliet
21:57Apapun yang terjadi
21:59Aku akan tercinta dan sayang dengan kamu
22:03Dan aku akan meningkahi kamu
22:07Romeo gak akan pernah mundur walaupun punya seribu ayah
22:11Yang menantang hubungan dia dengan Juliet
22:14Aku yakin
22:25Setiap apapun rintangan yang akan kita hadapin
22:29Aku gak akan pernah mundur
22:31Sekuat apapun temboknya
22:34Aku yakin setiap kita berdua bisa ngalahin itu semua
22:38Nanti hujan turun dari langis
22:42Kau masih percaya kan sama aku?
22:59Aku tak pernah pulang
23:02Tinggalkan cecaf
23:04Lalu pergi menghilang
23:09Aku mau bersara dengan anak kita
23:19Sama-sama
23:22Ini bagaimana sama papi kamu?
23:32Gue rela kehilangan mereka semua
23:34Demi lo
23:35Tapi hidup kamu Muhammad dan Rita
23:43Kalau papi tahu
23:45Justru aku ketika sama mereka
23:52Aku akan menderita
23:53Aku mencintainya
23:58Yang pasti tak bisa kumiliki
24:02Menanti hujan turun dari langis
24:07Yang lama mengerim dan memudah
24:12Kau beri harapan
24:15Dengan sisa senyum lalu pergi
24:19Semua lah kau tak pernah mengenalku
24:23Kau hanya singgah tak pernah pulang
24:27Tinggalkan cecaf
24:29Kayaknya aku bosan lama-lama disini
24:30Kau pengen keluar
24:34Kau tak pernah pulang
25:04Ini gimana sih?
25:34Mau dijemput teleponnya kok gak diangkat-angkat?
25:42Eh, Aish. Aduh.
25:46Ada apa nih?
25:53Mati lagi. Ada aja ya.
25:56Gak biasa-biasanya mogok begini.
26:04Aduh. Apanya sih?
26:10Hah?
26:18Aduh.
26:20Kabel aki kayaknya nih.
26:22Aduh.
26:26Aduh.
26:28Aduh.
26:30Aduh.
26:32Aduh.
26:34Aduh.
26:38Aduh.
26:41Aduh.
26:42Hei!
26:43Aduh.
26:44Aduh.
26:45Aduh.
26:46Hei.
26:47Agus!
26:50Hei!
26:57Papi jadi kepikiran untuk menjodohkan Rangga dengan anak teman Papi.
27:01Yang pantas buat Rangga.
27:02Dan sederajat juga sama keluarga kita.
27:04Dan gak malu-maluin.
27:08Kenapa?
27:12Kok diem?
27:14Seandainya...
27:17Kita gak jodoh.
27:21Kamu bakal mau gak...
27:23Dijodohin sama Papa kamu?
27:31Kamu ngomong apa, Su?
27:33Ya kan seandainya.
27:35Siapa tau aja Papa kamu udah...
27:37Nyediain gadis yang...
27:39Baik-baik.
27:41Yang nyabal air kayak aku.
27:45Ini gak ada.
27:47Gak mungkin...
27:49Gak mungkin mau.
27:50Udah gak?
27:51Aku bilang seandainya...
27:53Seandainya juga...
27:56Itu terjadi...
27:58Aku juga gak akan mau.
28:01Aku cuma maunya sama kamu.
28:04Tapi...
28:05Papa aku emang ngomong kayak gitu.
28:09Kamu denger.
28:14Ini...
28:17Gue lebih baik harus berpisah sama tubuh gue sendiri...
28:19Di belan negos berpisah sama kamu.
28:33Hei!
28:35Tuan!
28:36Beri kasih apa sih?
28:41Ada apa ini, Pak?
28:42Udah, udah.
28:43Tunggu, tunggu.
28:44Tunggu, Pak.
28:45Tunggu, Pak.
28:46Tunggu, Pak.
28:47Tunggu, Pak.
28:48Ada apa?
28:49Ada apa?
28:50Tunggu, Pak.
28:58Ma.
28:59Iyan ya.
29:00Pesat, Iyanak.
29:01Tidak, Tidak.
29:09Tidak, Tidak.
29:17Tidak.
29:31Tidak, Tidak.
29:49Tidak!
29:51Tidak, Tidak!
29:53Tidak!
29:55Tidak!
29:57Tidak, Tidak!
29:59Tidak, Tidak!
30:01Tidak!
30:03Bapak, Ibu. Terima kasih banyak.
30:05Atau menohon. Ya, ya. Makasih.
30:07Pak Pres.
30:09Pak Pres. Ayo, Pak. Bangun, Pak.
30:11Kita ke dokter, Pak, sekarang, Pak.
30:13Bangun, Pak. Pelan-pelan, Pak.
30:15Tahan dulu, Pak.
30:17Ayo, Pak Pres. Ayo.
30:19Tahan, Pak. Tahan sebentar lagi, Pak.
30:21Kita keluar sakit sekarang, Pak.
30:23Tahan, tahan. Sebentar, Pak. Sebentar, Pak.
30:27Tahan.
30:29Pelan-pelan kepalanya, Pak.
30:31Tahan.
30:54Mau jalan-jalan, or mau balik ke kamarnya?
30:57Jalan-jalan, apa mau balik ke Ramad?
31:09Mas, bat, tolong dong.
31:11Papa.
31:15Tolong, tolong, tolong.
31:23Itu papa kamu.
31:26Ayo.
31:27Kakinya, kakinya, kakinya.
31:28Papa.
31:29Awas, awas.
31:30Kepalanya, kepalanya.
31:31Ayo.
31:32Hati-hati.
31:33Pelan-pelan.
31:36Papa.
31:37Ampers, kenapa?
31:38Tapi kenapa?
31:39Nanti papa jelasin ceritanya.
31:40Panjang banget sayang.
31:41Kamu temenin aja yang papers di dalam ya.
31:43Di IGD ya.
31:55Papa.
31:56Bagaimana keadaannya, Pak Prasetyo?
31:57Pak Prasetyo udah ditangani di IGD.
31:59Kita ke dalam aja, Mak.
32:00Ayo.
32:01Ayo.
32:02Ayo.
32:03Ayo.
32:04Ayo.
32:05Ayo.
32:06Ayo.
32:07Ayo.
32:08Ayo.
32:09Didi, gimana keadaannya, Pak Prasetyo?
32:10Pak Prasetyo udah ditangani di IGD.
32:11Kita ke dalam aja, Mak.
32:12Ayo.
32:13Ayo.
32:14Ayo.
32:20Ah, Didi.
32:21Gimana keadaannya, Pak Pras?
32:23Belum tau, Pak.
32:31Papa gimana tadi bisa ketemu sama Om Pras?
32:33Mobil papa tadi mogok di jalan.
32:35Papa lagi kutakatik mobil.
32:37Tiba-tiba papa denger suara orang rame-rame.
32:40Gak taunya, Pak Pras lagi dibegal.
32:44Makasih, Pak Fajar.
32:49Cuma kebetulan aja tadi ada di sana.
32:51Semoga, Pak Prasetyo gak ada apa-apa yang serius, ya.
32:57Om Fajar?
32:58Angga?
32:59Ini ada apa ya?
33:00Kok ada di sini?
33:01Angga?
33:02Ini kenapa sih?
33:06Tapi baru aja bisa dibegal.
33:07Tapi ada Pak Fajar yang dibalik patuh.
33:10Dibegal di mana?
33:13Tadi, Papi, kamu dibegal di jalan menuju ke Jakarta.
33:19Dini, aku balik ke kamar dulu.
33:21Kamu kabarnya aku ya kalau misalkan tetap hidup baik.
33:40Tidak.
33:41Tidak.
33:42Tidak.
33:43Tidak.
33:44Tidak.
33:45Tidak.
33:46Tidak.
33:47Tidak.
33:54Gue gak butuh bantuan lu.
33:55Gue bisa sendiri.
33:56Gue bisa sendiri.
34:14Udah lu sana.
34:15Lu urusin Papi sana.
34:16Jangan di sini.
34:19Jadi kamu masih peduli sama Papi?
34:21Aku pikir kamu senang kalau Papi kena apa-apa.
34:24Maksud lu?
34:26Kan kalau Papi kena apa-apa, kamu bisa nikah sama Nini.
34:29Gue gak kaya lu yang suka Papi kena apa-apa.
34:32Yang lu tunggu cuma hartanya Papi, kan?
34:34Luarga Pak Sen atas nama Prasetyo Hadi Kusumo.
34:49Ya, gimana kabarnya Pak Prasetyo, Pak?
34:53Bapak dengan siapanya?
34:54Maaf.
34:55Permisi, dok.
34:56Saya anak dari Papa Setyo.
34:58Gimana keadaan Papi saya?
35:00Lukanya tidak seberapa.
35:02Tapi, Pak Sen mengalami serangan jantung.
35:08Yang sabar ya, Johan.
35:13Tante.
35:14Dini.
35:15Om Fajar.
35:16Makasih ya.
35:17Kalau gak ada om, pasti Papi udah kenapa-napa.
35:21Sam-sam.
35:23Dini.
35:25Boleh minta tolong sebentar.
35:27Kamu bisa kan ke ruangannya Rangga dan temenin dia.
35:30Soalnya...
35:32Kak Johan mau nemenin Papi.
35:53Semoga Papa kamu baik-baik aja ya.
36:09Makasih.
36:11Kamu jangan kepikiran apa-apa dulu.
36:15Kamu juga butuh istirahat.
36:23Pembeli.
36:34Papi?
36:38Papi belum melun.
36:47Johan.
36:50Papi ada di mana?
36:54Papi, Papi lagi di rumah sakit.
36:57Tadi Papi dibegal.
37:01Tapi, untung ada Om Fajar.
37:04Dia nolongin Papi.
37:07Jadi, Papi cepat dibawa ke rumah sakit.
37:14Fajar, ayahnya Dini.
37:17Iya, Bi.
37:19Mereka masih ada kok. Mereka ngomong di luar.
37:23Gimana kondisi Papi kamu?
37:35Udah sadar, Om.
37:37Papi bilang terima kasih dan tip salam buat Om.
37:42Sama-sama. Semoga tak akan sembuh Papi kamu, ya?
37:46Iya, Om.
37:48Om, sekali lagi terima kasih banget ya.
37:51Oke.
37:52Jun nggak tahu kayak gimana kalau seandainya...
37:55Om Fajar nggak nolongin Papi.
37:57Allah udah atur semuanya.
37:59Insya Allah Papi kamu panjang membuka.
38:01Tidak.
38:02Tidak.
38:03Tidak.
38:04Gimana keadaan Papi?
38:06Tidak.
38:07Tidak.
38:08Tidak.
38:09Tidak.
38:10Tidak.
38:11Tidak.
38:12Tidak.
38:13Tidak.
38:14Tidak.
38:15Tidak.
38:16Tidak.
38:17Tidak.
38:18Tidak.
38:19Tidak.
38:20Tidak.
38:21Tidak.
38:22Tidak.
38:23Tidak.
38:24Tidak.
38:25Tidak.
38:26Tidak.
38:27Tidak.
38:28Tidak.
38:29Tidak.
38:30Tidak.
38:31Tidak.
38:32perihal jadwal besok.
38:34Pak Pras harus meeting
38:36dengan klien dari Jepang.
38:38Ini sifatnya urgen Bu Juan, karena menyangkut
38:40investasi perusahaan kita.
38:41Saya tadi mencoba menghubungi Pak Pras,
38:44namun tidak ada respon dari Pak Pras, Bu Juan.
38:46Untuk urusan meeting besok,
38:48saya akan gantiin Pak Pras.
38:49Karena Pak Pras lagi dalam musuh dah.
38:51Baik, Bu Juan.
38:57Apa kau dulu ya?
38:59Saya tahu kalian lagi mau ngobrol.
39:02Terima kasih, Rini.
39:10Kamu lihatkan kerja aku.
39:13Sebentar lagi,
39:14kamu bisa nikah sama Dini.
39:16Dan Pak Pras pasti restuin kalian.
39:19Tapi kamu harus ingat, Rangga.
39:22Perjanjian kita.
39:29Jangan-jangan lo lagi penyebab Pak Pras di Begal.
39:32Kamu kalau ngomong itu pakai otak.
39:36Jangan lo di sembarangan.
39:42Tapi memang iya kan?
39:43Terus apa lagi yang lo bisa selain jeliat Pak Pras?
39:45Pernah nggak kamu pikir?
39:48Aku tuh kayak kamu.
39:49Hah?
39:51Yang nggak pernah mau nurut kata Papi sedikitpun.
39:54Lo pikir gue nggak tahu rencana lo?
39:56Hah?
39:57Gue tahu lo itu siapa, Juan.
39:59Gue tahu apa yang lo mau lakukan.
40:01Sobaik depan Papi.
40:04Kamu sakit aja tuh masih berisik, ya?
40:06Mas, tunggu.
40:21Baik.
40:21Pak Pajar, terima kasih ya.
40:30Karena sudah nyelamati nyawa saya.
40:33Sama-sama, Pak Pras.
40:35Allah maha baik.
40:37Insya Allah Pak Pras panjang umur.
40:40Terima kasih.
40:42Sama-sama.
40:44Sudah, Pak.
40:46Sudah.
40:46Tidak.
40:46Tidak.
40:47Tidak.
41:06Omurash.
41:16Nih, ini tadi ada obat dari suster. Sekarang diminumnya, Bas.
41:39Terima kasih ya.
41:46Terima kasih.
42:16Terima kasih.
42:46Bapak, kamu minta tolong untuk bawa kamu ke kamarnya.
42:57Bapak, kamu minta tolong untuk bawa kamu ke kamarnya?
42:59Ya.
43:00Ya.
43:04Bapak, kamu minta tolong.
43:05Ya, kita canggih ya.
43:09Ya.
43:11Ya.
43:13Ya.
43:15Ya.
43:17Sampai jumpa.
43:47Sampai jumpa.
44:17Sampai jumpa.
44:19Sekarang Papi sudah melihat sendiri, kan?
44:21Kalau keluarganya Dini, itu orang-orang yang baik.
44:27Kalau bukan karena Pak Fajar, mungkin Papi tidak selamat.
44:33Aku cuma maunya sama kamu.
44:51Gue lebih baik harus berpisah sama tubuh gue sendiri, dibanding gue harus berpisah sama kamu.
44:57Ada yang berbunga-bunga nih kayaknya nih.
45:17Apaan sih, Mama?
45:19Emangnya...
45:21...menurut Mama...
45:23...Papa bakalan setuju.
45:27Mama yakin...
45:29...Papa bakal nerima keluarga rangga.
45:33Manusia itu hatinya akan bisa berubah.
45:37Allah itu maha pembolak balik perasaan manusia.
45:45Baik di mana, Ma?
45:47Boleh nggak kalau Keisha spending time liburannya di sini?
45:55Keisha, teman kamu yang dari Jakarta?
45:57Emang kamu yakin dia 100% bisa dipercaya?
46:01Kamu yakin dia nggak akan bocorin apapun ke Nina?
46:05Ya...
46:07Ya syukur deh kalau kayak gitu.
46:09Boleh, Ma.
46:11Thank you, Ma.
46:17Oh...
46:18Mama di sini.
46:20Papa cariin dari tadi kemana-mana.
46:23Rapi banget, Pak. Mau kemana?
46:26Papa mau ketemu Prasetyo.
46:28Hah?
46:29Mau ngapain, Pak?
46:30Ketemu?
46:32Tadi dia telepon Papa.
46:34Kata yang dibawa bicara sama Papa empat mata.
46:43Ya udah, buru dari sana pergi.
46:48Ya udah, bawa jalan dulu ya.
46:49Dadah.
46:58Pak Wajar.
46:59Saya bukannya benci sama Dini.
47:03Atau saya bukannya nggak mau kalau Rangga menikah sama Dini.
47:11Saya cuma kecewa.
47:15Saya marah.
47:19Rangga itu masih kecil.
47:20Mau jadi apa rumah tangga mereka?
47:26Kalau menikah hanya berdasarkan cinta.
47:33Rangga itu anak laki-laki saya satu-satunya.
47:37Dia harapan saya.
47:39Saya kecewa.
47:43Saya kecewa.
47:46Karena dia sudah melakukan perbuatan yang sangat memalukan.
47:57Kalau Rangga sudah dewasa.
47:59Dan dia sudah mapan.
48:01Saya pasti akan menerima.
48:03Siapapun calon pendamping hidup dia.
48:09Asalkan.
48:10Perempuan itu berasal dari keluarga baik-baik.
48:22Jadi kalau selama ini saya menentang hubungan Rangga dan Dini.
48:26Itu cuma karena saya ingin memberikan pelajaran terhadap anak saya.
48:29Bahwa setiap perbuatan.
48:32Apalagi perbuatan yang buruk.
48:35Harus ada konsekuensinya, Pak.
48:40Saya tahu anak kita saling mencintai.
48:46Tapi sebelum kita merestui hubungan mereka berdua.
48:51Saya minta Pak Fajar harus sepakat sama saya.
48:55Kita harus mendidik mereka untuk mandiri.
48:57Supaya mereka tahu.
49:02Pernikahan itu tidak mudah.
49:04Pernikahan itu butuh tanggung jawab.
49:07Pernikahan itu butuh materi.
49:09Dan finansial yang baik.
49:11Karena nantinya.
49:13Mereka yang akan membesarkan anak-anak mereka sendiri.
49:27Tidak.
49:31Selama ini saya sudah salah menilai Pak Fajar dan keluarga.
49:38Saya mohon maaf, Pak.
49:40Maaf atas kekeliruan saya.
49:42Sama-sama, Pak Fajar.
49:48Sama-sama, Pak Fajar.
49:53Maaf atas saya, Pak.
49:55Sama-sama, Pak.
49:56Sama-sama, Pak.
49:57Sama-sama, Pak.
49:58Sama-sama, Pak.
50:00Sama-sama, Pak.
50:03Terima kasih.
50:33Terima kasih.
51:03Terima kasih.
51:33Terima kasih.
Komentar