- 2 hari yang lalu
Drama series romantis terbaru tahun 2025
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00Terima kasih.
00:30Aku mau itu kesini, buat ngelamatin kamu.
00:33Lu datang kesini cuma pengen buat dinikot dari sekolah, kan?
00:36Enggi.
00:36Oke.
00:38Kalau kita berada, kau mempres sedikit.
00:41Tak apa.
00:43Tapi, tunggu dulu.
00:46Tidak terlalu?
00:48Tidak terlalu baik.
00:49Tak apa-apa.
00:51Terima kasih, ya.
00:57Tidak berada, kan?
00:58Tidak, Kak.
01:00Antara bayangmu dan dirinya yang hadir tiba-tiba
01:07Atap matanya menedukkan luka
01:15Namun senyum...
01:17Luka, loh.
01:17Tidak.
01:19Saya tidak apa-apa.
01:21Tadi juga jalan-jalan pergi, kau.
01:22Haruskah ku memilih cinta yang membakar jiwa
01:29Atau empati yang menahan air mata
01:35Kau jahaya yang selalu ku damba
01:42Dia pelibur di kalah jiwa merana
01:48Kamu bagai mimpi yang ku inginkan
01:56Namun dia hadir bagai takdir yang menuntun
01:58Antara ego dan kasih sayang
02:02Hatiku terikat pada dua jalan
02:09Tak ada yang ku inginkan selain jujur
02:16Tapi jujur pun bisa jadi luka yang mengiris
02:20Jika cinta adalah sebuah pilihan
02:23Pilihan izinkan aku temukan satu
02:27Makasih buat yang tadi
02:29Makasih doang
02:30Makasih doang
02:31Maksudnya?
02:32Ya, gak ngopi-ngopi gitu
02:34Sejam aja
02:35Kayaknya enak
02:36Kalau misalkan cara makasihnya itu ngopi-ngopi
02:39Ngopi-ngopi?
02:43Kok jadi minta yang balan?
02:47Ya, gak minta yang lain kok
02:49Cuma minta itu aja
02:50Gak aneh-aneh kan?
02:52Sekarang cuma sejam kok
02:54Bener cuma sejam
02:56Gak lebih
02:57Iya, gak lama
02:58Cuma sejam aja
03:10Dimakan kuenya
03:12Kamu suka kan keluar orang hebatnya?
03:17Tentukan dulu
03:22Selera orang itu bisa berubah
03:26Perasaan juga
03:27Aku ajak kamu ke sini untuk ngomongin soal masalah jiwaan
03:33Gue gak mau bahas itu
03:37Itu ada coklat
03:42Semoga cinta tetap jadi cahaya
03:47Tentukan cinta tetap jadi cahaya
03:51Cahaya
03:53Iya
04:07Jawab
04:15Gawah.
04:16Ini aku ketenang dulu ya.
04:27Eww.
04:31Masih ngejar sesuatu yang jelas-jelas bukan kelasnya.
04:37Ini resort di Bali.
04:38Semuanya private.
04:40Udah gitu full package.
04:42Aku bisa kasih kamu semuanya.
04:45Kalau kamu itu cerdas, kamu bakal ambil tawaran itu.
04:50Ini bukan cuma liburan, Nini.
04:52Ini exit plan.
04:54Buat kamu dan bayi dalam kandungan kamu.
05:13Simpen aja.
05:14Kalau aku lagi ngomong, jangan pernah sekalipun kamu berani untuk mengunggungin aku.
05:25Lepas.
05:28Sakit kejuan.
05:30Jangan pernah kamu mengharap.
05:32Buat jadi bagian keluarga aku.
05:34Kamu itu kotor, Nini.
05:36Ngerti arti kotor.
05:37Ngerti arti kotor.
05:40Sama kayak kopi itu.
05:42Hitam dan buteg.
05:44Itu masa depan kamu.
05:46Aduh, kasihan.
05:56Jadinya basah, penuh noda kayak gini.
06:00Tapi pantas banget buat kamu.
06:02Jangan lupa ya.
06:04Dipajang di rumah.
06:06Biar kamu inget.
06:08Ini mirip banget sama kamu.
06:10Kota kopi.
06:18Dini.
06:22Lu apa yang Dini?
06:24Wow.
06:25Ternyata kamu bawa bodi guard ya?
06:30Kamu dibayar berapa sama Dini?
06:32Pakai uang atau...
06:34Aduh.
06:41Jangan pernah berbicara dengan aku seperti itu.
06:43Jangan pernah berbicara dengan aku.
06:49Aduh.
06:51Ingat, Dini.
06:52Kopi itu cuma permulaan.
06:54Aku bisa bikin hidup kamu lebih hitam dari kopi itu.
07:04Tertau cinta belum saatnya.
07:07Setiap halau nafas yang berbesar.
07:11Hanyalah cinta.
07:15Pernikahan Dini.
07:18Bukan cintanya yang terlarang.
07:22Hanya waktu saja belum tepat.
07:26Merasakan semua.
07:31Pernikahan Dini.
07:34Sebaiknya janganlah terjadi.
07:38Namun putih cinta membuktikan.
07:42Dua insan tak dapat dipisahkan.
08:01Ini dia.
08:02Ini dia.
08:05Andai.
08:06Oh, Hai Rangga.
08:14Di di mana?
08:15Pergi.
08:16Diserat sama pacar barunya.
08:24Kamu siram dia.
08:25Aku cuma kasih dia pelajaran.
08:27Pelajaran sopan santan.
08:30Gue lagi mau nyelesain masalah sama dia.
08:33Gue pengen hubungan kita baik-baik aja.
08:38Tangga! Tangga!
08:40Halo! Tangga, wake up!
08:43Kamu sadar gak sih? Dini itu cuma manfaatin kamu.
08:48Kamu itu terbuah sama cewek gampangan yang hamil di luar nikah.
08:59Dini bukan cewek gampangan.
09:04Kalau dia bukan cewek gampangan, kamu mau aku sebut dia apa?
09:08Cewek terhormat. Gitu kamu maunya.
09:12Dia ibu dari anak gue.
09:14I don't care, Tangga.
09:17Lu minta maaf sekarang sama dia.
09:19Aku minta maaf sama Dini.
09:22Tangga, buka mata kamu lebar-lebar, pake otak kamu.
09:26Dini itu cuma jadiin kamu atau yang berjalan.
09:31Dan anak di kandungannya dia, itu cuma buat ngeruk hartanya papi.
09:36Kamu mau ninggalin sama besar Prasetyo cuma demi cewek gampangan itu?
09:42Diam loh!
09:43Kamu itu harusnya sadar, Angga.
09:45Dini itu cewek toksik.
09:48Dia refleks.
09:50Dia ngancurin hidup kamu.
09:52Angga, kamu apaan sih?
09:56Angga, sakit!
09:58Angga, lepapin!
10:00Angga, kamu tuh gila eh.
10:02Kamu tuh bisa bikin patah tulang aku.
10:05Dan aku akan terus ulang kata-kata ini sampai kamu sadar.
10:13Mulai sekarang, jangan anggap gue adil.
10:18Iya, lo.
10:31Tristan?
10:32Iya, kak.
10:40Setahu papa sekolah kamu pulang jam tiga.
10:42Saya pulang jam tiga. Sekarang sudah jam delapan.
10:46Semenjak kapan anak kesayangan Papa jadi berantakan seperti ini?
10:52Pak, saya minta maaf. Tadi di sekolah ada insiden.
10:55Dan aku harus bantu Dini.
10:58Dan aku harus pastikan dia di rumah okey, Pak.
11:00Makanya aku agak terlambat.
11:02Ini dia lagi, dan Dini lagi, ya?
11:05Tristan.
11:13Kamu tahu?
11:14Papa beri kamu fasilitas kebebasan, ya?
11:17Karena Papa percaya kamu punya selera yang tinggi.
11:20Harusnya kamu bisa bedakan yang mana berlian, yang mana pasir, Tristan.
11:26Papa, tunggu. Apa maksud kamu?
11:28Kenapa Papa harus sama-sama diri dengan pasir?
11:31Papa enggak ada maksud untuk marah, ya?
11:35Papa enggak merendahkan keluarganya, Dini.
11:38Tapi Papa kecewa sama kamu.
11:41Karena kamu bohong.
11:43Kamu rela korbanin nama baik keluarga.
11:46Untuk jadi pahlawan kesiangan, dan nutupin aib orang lain, Tristan.
11:50Oke, Paulo.
11:52Tristan enggak bermaksud untuk berbohong ke Papa.
11:55Aku cuma mau lindungi Dini, Pak.
11:57Aku cuma sayang banget sama Dina. Aku mau selalu ada di samping dia, Pak.
12:00Tristan.
12:02Aminmu sangat naif, ya?
12:05Kamu tahu, kamu anak yang kecil.
12:06Kamu sudah biasa mendapatkan apapun yang kamu mau dari kamu kecil, Tristan.
12:13Tapi kamu lupa satu hal.
12:16Kondisi perempuan seperti ini itu sangat rapuh.
12:19Siapapun yang menjadi sandarannya, dia akan bersandar.
12:22Dan kebetulan ada kamu. Kamu yang enggak ngerti apa-apa.
12:26Dan kamu bersedia.
12:28Pak.
12:29Bukan begitu, Pak.
12:31Kamu, Papa itu salah paham.
12:33Cinta aku sama Dini itu tulus.
12:36Tulus?
12:37Tristan, Tristan.
12:43Kamu tahu, Tristan.
12:49Papa dengar, dia masih sering jalan sama laki-laki yang menghamilinya.
12:53Kamu harusnya mikir loh, Tristan.
12:59Kamu tuh dianggap Dini sebagai apa?
13:03Sebagai bahan serep.
13:05Kamu tuh cuma pelarian, Tristan.
13:08Pelarian sampai bapak aslinya benar-benar siap menikahi.
13:12Habis itu kamu akan dibuang.
13:15Pak, aku rasain sendiri kok, Pak.
13:17Jangan-jangan kamu cuma dimanfaatin.
13:20Baiklah.
13:22Baiklah.
13:23Kamu ingin saya menunjukkan kepada kamu?
13:25Papa mau aku buktikan kalau Dini itu orang yang tulus dan baik.
13:29Tahu aku.
13:31Baiklah.
13:32Nih, biar aku telpon Dini.
13:34Dan Papa bakal dengar sendiri nada lembutnya Dini.
13:37Dan cinta tulusnya dia.
13:39Satu sebentar.
13:44Dini sayang.
13:46Kau.
13:49Tunggu.
13:52Halo, Tristan.
13:53Kamu udah sampai rumah?
13:55Udah Dini.
13:57Aku udah sampai rumah.
13:59Tristan.
14:00Aku mau bilang terima kasih.
14:02Kamu seharian ingin udah nolongin aku.
14:04Maaf ya.
14:06Jadi nge-repotin kamu.
14:08Enggak kok Dini.
14:09Sama sekali gak nge-repotin.
14:11Itu kan tugas aku sebagai laki-laki kamu tuh.
14:15Aku harus selalu jagain kamu.
14:16Kan kita saling mencintai.
14:19Tristan.
14:20Jangan ngomong kayak gitu.
14:22Nanti kedengeran sama Papa kamu aku malu.
14:27Oh Dini.
14:28Justru.
14:30Ini kebetulan Papa aku.
14:31Di samping aku dan dia.
14:33Sebenernya dengar juga percakapan kita ini.
14:36Hah?
14:38Oh ya?
14:40Aduh.
14:41Yang bener.
14:42Aduh aku malu banget.
14:43Kamu pasti bimarahin sama Papa kamu ya.
14:46Gara-gara aku ya.
14:47Aku minta maaf ya.
14:48Tolong.
14:49Sampaikan maaf aku ke Om Bram.
14:52Karena kamu jadi pulang telat.
14:53Dan bimarahin.
14:55Enggak kok Dini.
14:56Enggak apa-apa.
14:57Semuanya oke kok.
14:58Aku cuma lagi ngobrol lagi sama Papa.
15:00Ya you know.
15:01A little father and son bonding time.
15:03Soalnya kita udah lama nih.
15:04Enggak.
15:05Ada yang lucu cincat.
15:07Ya udah.
15:08Pokoknya sekarang udah malam Dini.
15:10Aku mau kamu istirahat ya.
15:12And please.
15:13Kamu jangan lupa minum obat kamu.
15:14Dan vitamin kamu.
15:15Oke?
15:16Iya.
15:17Have a good night.
15:18Kamu juga ya.
15:25Saling mencintai.
15:29Nesibatai.
15:36Tangan Johan benar-benar sakit banget, Pi.
15:46Ini semua gara-gara perbuatan rangga.
15:51Iya, Pi.
15:53Anak kesayangan Papi itu benar-benar terlaluan.
15:56Papi.
15:58Papi udah gak bisa diemin dia lagi.
16:00Mungkin sekarang Johan ini sakitin sama dia.
16:03Tapi nanti.
16:06Jangan-jangan itu bisa Papi.
16:08Rangga itu.
16:09Butuh rehab mental, Pi.
16:12Sebelum semuanya terlambat.
16:16Rangga.
16:18Minta maaf sama kakak kamu.
16:25Minta maaf sama kakak kamu.
16:27Enggak.
16:30Papi bilang minta maaf.
16:32Mak.
16:34Laki-laki macam apa kamu?
16:36Kasar sama perempuan.
16:38Johan ini kakak kamu.
16:45Rangga akan minta maaf sama kak Johan.
16:49Rangga akan mengaku salah.
16:52Dan Rangga akan bilang,
16:53Rangga Hilaf udah kasar sama kak Johan.
16:56Asalkan kak Johan sendiri juga bilang ke Papi untuk minta maaf ke Dini karena udah neror dia.
17:06Dan udah jahat sama dia.
17:08Baru aku minta maaf.
17:19Aku neror.
17:22Aku cuma kasih dia solusi.
17:25Biar dia menghilang dari hidup kamu.
17:27Dia itu gak pantas buat kamu Rangga.
17:32Gak pantas jadi menantu Papi.
17:34Dan dia gak pantas jadi bagian dari keluarga ini.
17:38Dini itu ibu dari anak kue.
17:42Jadi gimana pun.
17:44Gua harus dekat sama Dini.
17:47Ih gemes banget itu.
17:49Hidungnya udah mau keliatan.
17:50Wah mancung.
17:52Kalau mancung itu udah pasti dari neneknya bukan dari ibunya.
17:56Wah maksud mama Dini pesek.
17:59Yang udah lama ini mirip sama hidungnya Dini.
18:02Dini kan mancung.
18:03Mancungan neneknya dong.
18:06Mama tuh penasaran deh.
18:09Mestinya udah harus keliatan ya.
18:11Kira-kira cucunya mama tuh bakal jadi jaguan atau prinses?
18:15Kalau Dini sih mau jagoan ataupun prinses gak masalah.
18:21Yang penting dia sehat.
18:23Aku lah.
18:26Tapi feeling mama sih cowok.
18:29Soalnya kamu malas dandan.
18:31Pucel.
18:33Jadi maksudnya mama ngatain Dini the kill and the kumal.
18:37Emang pucel kamu tuh.
18:39Mama iya.
18:40Ya beneran gak pernah dandan.
18:43Tapi ya.
18:45Kalau bener nih cowok.
18:47Ya mukanya jangan kamu borong semua masa.
18:50Cucu mama cowok tapi cantik.
18:52Harus tetep ada sentuhan gagah dari bapaknya.
18:55Hmm.
18:57Ya juga ya ma.
18:59Ya kalau matanya mirip apanya.
19:02Terus.
19:03Hidungnya mirip Dini boleh lah.
19:07Ya asal gak nurun aja sifat keras kepalanya.
19:15Baby.
19:16Kamu lagi apa di dalam.
19:20Sehat-sehat ya.
19:22Membu jadi anak yang pintar.
19:25Nanti kita berjuang bareng-bareng.
19:28Aku janji.
19:30Bakal selalu ngejagain kamu.
19:35Mama sayang sama kalian berdua.
19:37Mbak.
19:40Yakin banget kamu.
19:42Kalau bayi yang di dalam perutnya.
19:45Itu anak kamu.
19:48Atau jangan-jangan.
19:50Itu anak dari laki-laki.
19:53Johan.
19:54Bangga.
20:01Di rumah ini cuma papi yang bisa meninggikan suara.
20:04Papi yang berkuasa di sini.
20:06Bukan kamu.
20:10Johan ini kakak kamu Rangga.
20:12Dia selalu fight buat kamu.
20:14Dia pasang badan buat kamu.
20:16Pakai otak kamu.
20:18Dini itu penyakit.
20:21Dia yang bikin hidup kamu itu jadi berantakan.
20:24Dan dia memanfaatkan anak yang ada dalam kandungannya itu untuk mengikat kamu.
20:28Kamu sadar gak sih?
20:29Dini gak jahat sama Rangga.
20:31Rangga yang jahat sama Dini.
20:34Rangga yang hamilin Dini.
20:37Rangga yang bikin dia jadi sengsara.
20:40Dia jadi hancur kayak sekarang.
20:41Tutup mulut kamu ya.
20:44Papi gak akan pernah sudi punya cucu haram seperti itu.
20:52Dan papi ngebesarin kamu.
20:54Bukan cuma jadi laki-laki yang lemah dan gagal karena perempuan.
20:58Jadi mulai sekarang kamu pilih.
21:02Kamu pilih perempuan itu.
21:04Atau kamu akan kehilangan segalanya dari rumah ini.
21:06Udah gimana kalau sekarang kamu istirahat?
21:07Tidur.
21:08Tuan Putri besok padat jadwalnya.
21:12Pagi bangun sekolah pulang dari sekolah langsung ke rumah sakit.
21:14Udah gimana kalau sekarang kamu istirahat?
21:15Tidur.
21:16Tidur.
21:17Tidur.
21:26Tidur.
21:27Tuan Putri besok padat jadwalnya.
21:28Pagi bangun sekolah pulang dari sekolah langsung ke rumah sakit.
21:31Padat jadwalnya, pagi, bangun, sekolah, pulang dari sekolah, langsung ke rumah sakit.
21:37Tapi, Ma, Dini penasaran deh.
21:41Dia di dalam nih, ngapain ya?
21:44Semoga aja dia gak malu-malu waktu diperiksa sama dokter.
21:52Bibi, besok waktu dicek sama dokter, kamu yang pinter ya, jangan malu-malu.
22:01Mama seneng banget, kamu udah bisa senyum lagi.
22:07Nah, ya sekarang taruh bukunya, istirahat ya.
22:12Ini.
22:27Istirahat yang enak ya.
22:31Kenapa? Kok gak diangkat?
22:56Udah ngantuk, Ma.
23:00Besok kan sekolah, Dini mau langsung tidur.
23:03Good night.
23:16Angkatin.
23:17Kenapa, Rangga?
23:20Kamu masih usaha buat nelfon.
23:23Udah, mendingan ikut aku, yuk.
23:25Kita ke labbing.
23:25Have fun.
23:26Oh ya, aku juga bisa kenalin kamu ke teman-teman aku.
23:32Mereka cantik, classy, tajir.
23:37Yang penting, beda level sama Dini.
23:40Lu kenapa sih gak pernah ngasih bersama?
23:45Lu gak punya empati ya?
23:47Rangga?
23:48Kata-kata itu kayaknya pantasnya buat kamu sama Dini, Dini.
23:53Yang buat dosa kan kalian.
23:56Bukan aku.
23:57Dan evidence-nya ada di perut cewek itu.
24:02Anak.
24:03Haram.
24:04Lu emang gak punya hati ya?
24:10Lu harus minta maaf sama Dini.
24:12Karena lu bikin dia gangguan mental.
24:15Ikut gue sekarang.
24:16Enggak.
24:16Enggak.
24:16Gue sekarang.
24:17Enggak.
24:17Apa sih?
24:22Sakit, Pak.
24:23Ya lu minta maaf sama Dini.
24:24Gue gak bisa.
24:25Lu kayak gini terus sama Dini.
24:26Enggak.
24:27Aku gak bakal minta maaf sama cewek rendahan itu.
24:31No!
24:34Dini.
25:01Dini.
25:01Dini.
25:03Dini.
25:04Dini.
25:14Dini.
25:19Enggak.
25:21Lu ngapain kesini?
25:24Udah malam.
25:25Aku pengen ngobrol sama kamu.
25:27Ini udah malam banget.
25:29Nanti kalau Papa kebaun dia gimana?
25:30Aku gak bisa.
25:31Aku harus jelasin soal Kak John ke kamu.
25:33Aku gak tenang, Dini.
25:35Bisa besok di sekolah.
25:37Udah lu pulang sekarang.
25:39Enggak bisa.
25:42Aduh.
25:43Aku ngapain sih.
25:46Aduh.
25:46Aku pengen ngomong sama kamu.
25:51Aku pengen ngomong sama kamu.
25:51Bisa besok.
25:52Bisa besok.
25:52Bisa besok.
25:52Bahaya eh.
25:54Bahaya.
25:55Aku harus jelasin ini ke kamu.
25:57Enggak main.
25:58Enggak main.
25:58Enggak mau.
25:58Aku mau ke lu pergi.
26:05Cepatkan lu pergi sekarang.
26:06Bang.
26:12Papa.
26:12Papa.
26:14Turun kamu.
26:21Om.
26:23Papa.
26:23Masih berani kamu.
26:25Hah?
26:26Masih berani kamu ginji kaki kamu di rumah saya.
26:29Om.
26:29Saya minta maaf om.
26:30Saya pengen jelasin soal Kakak saya.
26:32Saya pengen jelasin soal apa yang Kak John lakuin ke om.
26:34Saya enggak butuh penjelasan kamu.
26:39Pergi kamu.
26:40Udah Pak Istifar, Pa.
26:41Laki-laki ini kurang ngajar tau enggak?
26:44Hah?
26:44Udah dibilang jangan deketin dengan saya.
26:46Sekarang tetap balap-balap mau jadi balik kamu.
26:48Enggak om.
26:49Saya sama sekali enggak ada niat untuk itu.
26:51Pergi kamu atau saya bayang keluarga tunggu siapa.
26:53Pa.
26:53Cepat.
26:54Pa.
27:04Maafin aku, Din.
27:20Masuk.
27:20Papi, jadi ini surat kontrak untuk proyek selanjutnya.
27:33Coba pilih-pilih.
27:34Kamu sudah baca semua?
27:36Udah sih, Pi.
27:37Dua kali.
27:37Tapi di pasal yang kedua ini...
27:40Rangga, dari mana kamu?
27:59Kamu dari mana lagi, Pi?
28:01Udah pasti dia rumah di ini.
28:04Iya kan, Rangga?
28:10Wajah kamu kenapa?
28:28Nabrak pintu, Pi.
28:29Itu bekas tangan, Rangga.
28:32Siapa yang nampar kamu?
28:36Papanya Nini kan?
28:38Naku aja, Rangga.
28:40Kamu akan lihat
28:52apa yang akan Papi lakukan untuk keluarga mereka.
28:56Dini, sayang.
29:08Mama sudah siapkan susu dengan vitamin kamu.
29:10Dini, sayang.
29:20Ini Mama sudah siapkan susu dengan vitamin kamu.
29:23Iya, Mama.
29:25Minum dulu ya, Kak.
29:42Din.
29:43Apa kamu udah kayak mata panda?
29:46Kamu nggak?
29:49Kamu nggak nyenyak tidurnya.
29:51Iya, Ma.
29:54Didi kepikiran soal semalam.
29:59Ya udah, yang pentingnya sekarang suasananya udah tenang, ya?
30:04Ya udah, diminum susunya, ya?
30:07Didi?
30:08Iya, Pak.
30:09Iya, Pak.
30:17Di bawah, Teng.
30:18Aku turun lu.
30:26Minta sekolahnya, ya?
30:39Apa?
30:40Apa?
30:41Apa sih ya belajarnya?
30:43Iya, Ma.
30:44Aku jalan ya.
30:45Dadah.
30:46atas.
30:52Sin.
30:54selamat menikmati
31:24hebat ya kamu
31:27ringan sekali tangan kamu untuk menampar anak saya
31:31anak bapak yang ganggu saya malam-malam
31:34saya cuma melindungi anak saya di ini
31:38kamu sudah membangunkan macan tidur
31:51jadi mulai hari ini
31:54kamu siapkan mata kamu
31:57untuk selalu ada di belakang kepala kamu
32:01tapi saya gak perlu mengotorin tangan saya sendiri
32:06karena di luar sana
32:08banyak tangan yang siap mengajarkan sopan santun untuk kamu
32:13dan juga keluarga kamu
32:16jangan ancam saya
32:17kalau sampai anak
32:20terima kasih
32:50pak itu siapa pak
32:55pak
32:58udah kamu tenang aja ma
33:00cepat pak
33:01cepat pak
33:02masih ngikutin lagi dia
33:07siapa sini
33:08pak hati hati pak
33:10ma
33:19ayo turun udah sampai
33:34pak
33:36pak mama takut
33:37tadi tuh bukan sekadar orang iseng pak
33:39udah gak usah dipikirin
33:41paling tuh cuma anak motor aja yang ugal-ugalan
33:44aduh udah gak usah parno gitu mak
33:47gimana gak parno pak
33:48kamu sudah membangunkan macan tidur
33:51jadi mulai hari ini
33:53kamu siapkan mata kamu
33:56untuk selalu ada di belakang kepala kamu
33:59ini bukan kebetulan pak
34:11keluarga kita dalam bahaya
34:13ayo
34:24Terima kasih.
34:54Aduh, Boim.
34:56Ini pori-pori mil, lama-kelah kebuka nih gara-gara mobil Boim bogok.
35:00Panas lagi di dalam.
35:01Ya maaf, Mil.
35:03Udah deh cepet pesen ojek online.
35:05Tenang, tenang.
35:06Mil lagi deh.
35:06Ya enggak, Kak. Tenang, tenang.
35:08Boim udah pesenin layanan VVVIP.
35:13Pesan apa sama Boim?
35:15Benar.
35:16Boim, VVVIP ini tuh very, very, very irit dan pelit ya.
35:22Kok cuma satu, Seh?
35:24Mil itu punya harga diri yang harus dijaga.
35:26Nanti kalau bisa ada infotainment sekolah lewat gimana?
35:29Daripada mikirin harga diri, mendingan naik ini.
35:33Nanti mau lari tuh lapangan seratus kali muter-muter.
35:37Ya udah deh, sekali ini aja.
35:40Eh, mau nanya.
35:44Eh, stop. Bentar, Bang.
35:46Apa lagi sih, Im?
35:48Stop.
35:49Ayo, Bang, Pak Cuman.
35:50Eh, eh, apaan?
35:51Enggak, enggak, enggak.
35:52Enggak ada di belakang.
35:53Emang yang Mil mau digencet sama kalian jadi serus di depan lelah.
35:57Muteran, muteran lagi.
35:58Muteran dikit.
35:59Din, boleh enggak Milih pinjem pe Eradini?
36:19Nanti janji Milih bakal remix kok, supaya enggak ketahuan.
36:22Enggak ada di depan lelah.
36:24Tolong, Milih lupa.
36:30Ya udah, nih.
36:35Terima kasih, ya.
36:36Beneran ya, bakal di remix.
36:37Iya beneran, kok pasti di remix.
36:39Oh, Lala, buku apa itu bagus banget?
36:52Warnanya pink.
36:55Ucud tau, Din, warnanya pink.
37:00Ini bukan buku perajaran, ini punya nyokap gue.
37:05Tunggu, tunggu, tunggu.
37:06Kenapa pas buku itu jatuh, muka lo langsung buca.
37:15Ada yang ditutup-tutupin, ya.
37:18Eh, punya nyokap lo.
37:21Gue enggak percaya.
37:23Wala-wala, coba sini, lihat sini.
37:24Sudah, sudah.
37:25Iya, wala, wala.
37:26Iya, wala, wala.
37:27Sudah, sudah.
37:28Sudah, sudah.
37:32Indonesia negara hukum.
37:34Assalamualaikum.
37:35Selamat malam.
37:37Ya ampun, kenapa masih pada di sini sih?
37:40Ayo ke lapangan.
37:41Yang lain juga pada di lapangan tuh.
37:43Ganti baju cepetan.
37:44Lima menit.
37:45Kalau sampai lima menit nggak selesai,
37:48Bapak suruh kalian push up pakai alis.
37:51Dan satu lagi, keliling lapangan sampai lulus.
37:54Aduh, mistik.
37:55Let's go, let's go, let's go, let's go.
37:56Sekarang waktunya kita latihan free throw.
37:57Siapa yang mau coba duluan?
37:58Mili.
37:59Mili mau cobain.
38:00Mili mau cobain.
38:01Serius?
38:02Oke, silahkan.
38:03Astaga.
38:04Eh, udah, udah, udah.
38:05Dorong, udah, udah.
38:06Dorong, udah, dorong.
38:07Dan pada ketawa, itu tuh prinses.
38:09Padahal ya, tolong kasih kesempatan mas buat Mili.
38:11Karena bahagianya Mili tuh adalah oksigen buat Boim.
38:14Wow, so sweet banget kamu, Boim.
38:18Tapi ngomong-ngomong, kamu kan beda kelas.
38:20Kenapa di sini?
38:21Kan, dimana ada Mili, ada Boim, Pak.
38:23Aduh, genit banget sih lu.
38:24Iya, genit.
38:25Udah, udah, udah.
38:26Oke, Mili.
38:27Ayo, Mili, kamu bisa.
38:28Ih, hampir, Mili.
38:29Ayo, Mili.
38:30Ayo, Mili.
38:31Wow, so sweet banget kamu, Boim.
38:35Stapsi, ngomong-ngomong.
38:37Kamu kan beda kelas. Kenapa di sini?
38:39Kan, di mana ada Milly, ada Boimpa.
38:42Aduh, genit banget, Milu.
38:45Iya, genit.
38:47Udah, udah, udah. Oke, Milly.
38:48Ayo, Milly, kamu bisa.
38:55Ih, hampir Mil.
38:57Ayo, Boimpa karena dia.
38:59Iya, Milly tuh jadi gugup. Tahu enggak?
39:04Ayo, Mil.
39:05Ayo, Mil.
39:08Aduh.
39:09Pak!
39:12Ya ampun, Pak. Jadi kenapa udah ayam?
39:14Aduh.
39:22Aduh, Bapak.
39:24Bapak belum sarapan.
39:26Tolong, tolong, Bapak. Tolong, Bapak.
39:28Aduh.
39:29Tolong, tolong.
39:30Tolong.
39:31Maaf.
39:36Burangan kayak mumpu, mereka masih olahra, Kak.
39:38Bapak.
39:57Tuh, kan bener.
39:58Boim, ngapain sih ikuti milik?
40:00Emang ini milik magnet?
40:01Ini adalah prosedur pengawalan Tuan Putri.
40:04Boim harus memastikan Tuan Putri selamat sampai tujuan.
40:07Apaan sih gak jelas selamat sampai tujuan.
40:11Nanti orang-orang malah mikir Mili pacaran sama Boim.
40:15Alhamdulillah ya Allah akhirnya diakui.
40:18Enggak bukan kayak gitu.
40:20Maksud Mili, Mili gak mau orang lain tuh mikir kalau misalkan Boim pacaran sama Mili.
40:25Nanti image Mili jatuh kayak milen matematika Mili.
40:30Mili.
40:32Mili.
40:33Ih ditinggang.
40:38Oh my god.
40:40Ini dia.
40:41Ini tiket VIP untuk ngebalikin nama baik gue.
40:45Goodbye Dini.
40:47Say hello to Queen Vina.
40:50Oke Nina udah beres kan?
40:52Cepet ya.
40:53Eh terhadung lu.
40:55Jangan ninggalin jejak dulu dong kita harus beresin ini.
40:57Ah seri banget.
40:59Tapi prinses gak boleh kerja keras.
41:01Lagian gue juga baru main nikur nanti.
41:03Pak!
41:04Cepat karen!
41:05Hah?
41:06Cepat karen?
41:07Iya tuh.
41:08Eh salah.
41:09Mali!
41:10Pencurian, pencurian, pencurian!
41:11Oh Mili!
41:13Ah!
41:14Cepat aja!
41:15Gini kejar!
41:16Gini kejar!
41:17Kejar Mili.
41:18Jangan dikasih kendor!
41:19Oke?
41:20Ikutlah.
41:21Cepat!
41:22Cepat!
41:23Cepat!
41:24Cepat!
41:25Cepat!
41:26Cepat!
41:27Cepat!
41:28Cepat!
41:29Cepat!
41:30Cepat!
41:31Cepat!
41:32Itu aneh Mali barang!
41:33Gue ngapain sih?
41:34Lu!
41:35Lu ada barang dari tas!
41:36Tasnya Dini!
41:37Dini!
41:38Sini Nadine!
41:40Itu lu!
41:42Apa?
41:43Apa?
41:44Itu Nina, oprek-oprek tas Dini terus ambil buku!
41:48Buku?
41:49Bukunya warna pengen yang katanya Dini punya mamanya Dini!
41:56Tenang Din!
41:57Dini gak usah panik!
41:58Semuanya bakalan Boim beresin!
42:00Boim tuh paling gak suka ngeliat cewe cantik disakitin!
42:03Oke?
42:04Yaudah ayo ayo!
42:05Jangan sampai Sina tuh semana-mana!
42:07Aduh ayo ayo!
42:08Aduh ayo ayo!
42:09Woi ikut!
42:11Dini!
42:12Kenapa?
42:13Keisha itu buku pink!
42:15Itu buku...
42:16Buku apaan sih?
42:17Buku cakap kehamilan gue!
42:19Aduh ayo!
42:21Aduh ayo!
42:22Aduh ayo!
42:25Gue mau ngomong sama Allah soal Dini.
42:29Kenapa lagi?
42:30Tadi pagi gue dapat kabar kalau mobil bokap Dini itu diteror.
42:37Dan gue rasa ini kelakuan takal.
42:39Juhan.
42:40Juhan.
42:43Lo sih gak salahnya bu.
42:44Oh enggak, gue gak salah dulu.
42:46Kemarin gue liat sendiri.
42:47Juhan siram kopi ke bajunya Dini.
42:50Habis itu dia ngancam Dini.
42:52Ingat Dini.
42:53Kopi itu cuma permulaan.
42:55Aku bisa bikin hidup kamu lebih hitam dari kopi itu.
42:58Apa itu?
42:59Gue minta.
43:01Lo jangan pernah mendekati Dini lagi.
43:04Karena kalau lo semakin dekat sama Dini, pakal lo jauh.
43:07Semakin nekat.
43:09Keluarga lo itu bahaya buat Dini.
43:12Dan gue gak mau Dini kenapa-napa gar-garamu.
43:16Terus lo pikir semua udah itu?
43:18Gue bisa jauhkan Dini?
43:20Gak akan bisa Tristan.
43:21Gue gak akan bisa jauh dari Dini sama sekali.
43:25Terus lo pikir kalau misalnya gue menjauhin Dini,
43:28Juhan akan berhenti?
43:31Enggak.
43:34Tapi gue dengan dekat sama Dini,
43:37gue bisa ngantiin Juhan.
43:39Gue yang bakal pastiin kalau misalnya Dini aman.
43:41Lo gak sadar ya?
43:44Lo itu sumber masalahnya.
43:47Lo gak akan bisa membantu Dini.
43:50Lo cuma orang luar Tristan.
43:52Kalau misalkan lo minta untuk gue ngejauhin Dini,
43:55Lo salah besar.
43:57Makin lo membuat gue jauh dari Dini,
43:59Gue akan makin dekat sama Dini.
44:02Karena Dini adalah tanggung jawab gue.
44:04Selamat siam besti-bestiku.
44:12Ada yang mau dengerin hot news gak?
44:17Apa?
44:19Udah beri dulu, jangan banyak nanya.
44:21Beri, beri, beri.
44:28Jadi gue hari ini punya hot news buat kalian.
44:32Bahkan lebih hot daripada minyak goreng ibu kantin.
44:40Mau tau gak?
44:43Gak kedengeran.
44:44Mau tau gak?
44:45Mau.
44:47Mau tau gak satu kali lagi?
44:49Mau.
44:53Ini dia pemeran utama cerita gue.
44:58Say hi.
44:59Hai.
45:01Hai.
45:03Gue hari ini mau bikin setedeja, tederak.
45:07Sejarah.
45:09Gue mau perbaikin nama baik gue yang sudah dihancur oleh dia.
45:15Dan gue mau buktiin ke besti-besti gue disini siapa pembohong sebenarnya.
45:20Sebenarnya.
45:21It's definitely not me.
45:31Kailah.
45:32Mana buktinya?
45:33Iya.
45:34Oke Nien siap.
45:48Tadaaa.
45:50Ini buku apa?
45:51You guys might ask.
45:52Ini bukan buku romans.
45:55Walaupun memang warnanya tuh pink.
45:58Tapi ini reka medis yang memegang aib orang.
46:05Kalian pada kepo gak sih?
46:08Kita baca aja kali ya biar seru.
46:10Baca!
46:11Baca!
46:12Baca!
46:13Baca!
46:14Baca!
46:15Baca!
46:16Baca!
46:17Bulan pertama.
46:18Keluhan.
46:19Mual muntah setiap pagi.
46:25Diagnosis dokter.
46:26Hamil empat minggu.
46:30Bulan ketiga.
46:32Lingkar perut menambah.
46:35Berat badan naik.
46:37Catatan.
46:38Janin berkembang pesat di dalam rahim.
46:42Wuuu.
46:43Kepok kan?
46:44Kepok kan?
46:46Dan jackpotnya.
46:49Mau tau gak?
46:51Mau dong.
46:52Oh!
46:53Ada jantung ilegal yang berdetak di belakang seragam ini.
47:00Siapa sih yang punya buku itu?
47:13Andini Carmelia!
47:22Tian.
47:25Jadi selama ini dini atau apa ya?
47:29Pamboha!
47:30Pamboha!
47:32Pamboha!
47:35Pamboha!
47:38Pemboha!
47:40Pemboha!
47:41Pemboha!
47:44Pemboha!
47:45Pemboha!
47:47Pemboha!
47:49Pemboha!
47:50Kailang, where is the book?
47:54Udah pada gak sabar, kak?
47:59Memangnya ini buku apa sih, kak?
48:01Dini mukanya kayak orang mau pingsan gitu, tegang banget.
48:05Gak tau.
48:11Lo dengarkan?
48:13Nasibnya Dini disemur di tangannya Nina.
48:16Ya terus kita sebelum buat apa?
48:20Pokoknya lu jangan ikut campur.
48:22Kalau lu ikut campur, lu bakal gak apa-apa.
48:25Ayo dong, bacaan bukunya.
48:31Kalau sampai semenit tersebut, hidupku akan selesai hari ini.
48:36Pernikahan Dini
48:44Bukan cintanya yang terlarang
48:48Hanya waktu saja belum tepat
48:52Merasakan semua
48:57Pernikahan Dini
49:00Sebaiknya janganlah terjadi
49:04Namun putih cinta membuktikan
49:08Dua insan tak dapat dipisahkan
49:13Rangga itu aset.
49:26Dia punya bakat bisnis.
49:28Sedangkan kamu...
49:29Kenapa sama aku, Pi?
49:31Aku bisa lebih dari daripada Rangga?
49:33Kamu buktiin sama Papi.
49:35Mau menjelas!
49:36Kalau kamu berhasil bikin mereka hancur
49:44Dan Rangga bisa menurut lagi sama Papi
49:47Papi akan siapkan posisi CEO buat kamu
49:54Semuanya okey?
49:55Aku tidak tahu
49:56Suara papa aku aneh banget
49:57Astaga
49:58Astaga
49:59Hati-hati, Pak
50:00Aduh
50:01Aduh
50:02Aduh
50:03Aduh
50:04Memang serangan mental itu
50:06Gak akan yang namanya mempan
50:07Buat orang miskin
50:08Yang gak punya apa-apa
50:09Selain harga diri
Komentar