00:00Media sosial dalam beberapa hari terakhir ramai oleh sebuah video yang mengundang perhatian publik.
00:06Dalam tayangan itu terlihat seorang perempuan berhijab mengenakan seragam loreng militer Amerika Serikat lengkap dengan bendera AS di lengannya.
00:15Sebuah pemandangan yang tidak biasa sekaligus memunculkan banyak pertanyaan.
00:20Siapa perempuan tersebut? Bagaimana ia bisa tetap berhijab di lingkungan militer Amerika Serikat?
00:26Dan apa sebenarnya latar belakang kisah di balik video viral ini?
00:31Hai, kembali lagi bersama saya Miss Bahol Monir di MTV Online segmen Belanda Nasional.
00:38Kali ini kita mengulas fakta di balik video yang ramai diperbincangkan di ruang digital.
00:44Video tersebut pertama kali diunggah akun Instagram at bunda underscore kesida.
00:51Isinya menampilkan momen perpisahan keluarga di salah satu bandara di Amerika Serikat.
00:58Terlihat suasana haru saat seorang ibu menyampaikan doa dan pesan.
01:03Sementara sang anak bernama Syifa berdiri rapi mengenakan seragam militer.
01:09Perhatian publik tertuju pada satu hal.
01:11Syifa tetap mengenakan hijab menyatu dengan atribut militer Amerika Serikat.
01:16Perpaduan identitas keagamaan dan institusi militer inilah yang kemudian menarik rasa penasaran dan diskusi luas di media sosial.
01:26Berdasarkan penelusuran, Syifa diketahui bergabung dengan National Guard atau Garda Nasional Angkatan Darat Amerika Serikat.
01:34National Guard merupakan komponen cadangan militer yang berada di bawah kewenangan negara bandia.
01:41Perannya penting mulai dari pertahanan wilayah hingga penanganan dan kondisi darurat.
01:47Menariknya, Syifa tidak bertugas sebagai personel tempur di garis depan.
01:52Ia menjalankan peran di bidang administrasi dan perkantoran.
01:57Sebuah pengingat bahwa kontribusi dalam militer tidak selalu identik dengan senjata dan perkumpulan.
02:02Tapi juga kerja strategis yang menumpang sistem dari dalam.
02:07Lalu bagaimana dengan hijab?
02:09Mengacu pada laporan VOE Indonesia, militer Amerika Serikat menerapkan kebijakan yang relatif inklusif.
02:18Personel dipebolehkan mengenakan atribut keagamaan termasuk hijab selama tidak mengganggu keselamatan dan pelaksanaan tugas.
02:26Di titik inilah, kisah Syifa menjadi potret menarik.
02:29Tentang bagaimana identitas keagamaan, profesionalisme, dan pengabdian kepada negara bisa berjalan teriringan di institusi militer modern.
02:37Tentu, kebijakan inklusif ini tidak lepas dari dinamika dan perdebatan.
02:44Namun, setidaknya ia membuka ruang refleksi lebih luas tentang toleransi dan keberagaman dalam sistem pertahanan global.
02:52Pertanyaannya kemudian, apakah pendekatan seperti ini bisa menjadi cermin bagi institusi militer di negara lain?
02:59Bahwa kekuatan pertahanan tidak hanya diukur dari senjata, tetapi juga dari kemampuan merangkul keberagaman warganya.
03:07Sampai di sini, saya Misbahul Munir.
03:09Sampai jumpa di Beranda Nasional MTV & Lens berikutnya.
03:13Terima kasih telah menonton!
Komentar