- 2 hari yang lalu
- #fefey27
#fefey27
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:00Supermarket sebulan minimal untung 20 miliar.
00:02Kalau aku tutup supermarket 3 bulan, sudah kurang untung 60 miliar.
00:06Supermarket tutup karena naik biaya sewa.
00:08Alasan sebagus ini, sistem nggak akan bilang aku curang.
00:12Dava.
00:13Aduh, anak muda.
00:15Kau terlalu impulsif.
00:18Lihatlah, bos kalian.
00:20Saking marahnya, nggak bisa bicara.
00:24Dava, tadi aku hilang.
00:26Aku nggak bermaksud begitu.
00:28Pak Aryo, kami terima kenaikan harga.
00:30Tapi biaya sewamu, kenaikannya terlalu besar.
00:34Besar?
00:36Awalnya aku kasih 1 miliar buat berteman sama kalian.
00:40Tapi sekarang, aku kesal.
00:44Harga pas 1,2 miliar transfer uang atau pergi.
00:49Oke, aku suka gaya Pak Aryo.
00:52Dava, aku sudah tahu salah.
00:54Aku pergi ke bank untuk ambil uang.
00:56Ambil uang apaan?
00:58Supermarket kami bangkrut.
01:00Hah?
01:02Hah?
01:03Bos, jangan gegabah.
01:05Aku jadi bos.
01:06Biar nggak usah tunduk sama orang lain.
01:08Sahabatku nggak tahan hadapi kau.
01:10Apalagi aku.
01:12Bukan.
01:13Kau harus pikirkan baik-baik.
01:14Keuntungannya 20 miliar per bulan.
01:1620 miliar lho.
01:1780 miliar pun nggak mau.
01:19Aduh.
01:20Begini deh.
01:22800 juta.
01:23800 juta gimana?
01:24Nggak mau.
01:24Kenapa masih diam?
01:26Cepat tutup toko.
01:28Supermarket kita sudah bangkrut.
01:31Jangan bangkrut.
01:33Aku nggak jadi naik harga, oke?
01:35Dimas, antar tamu.
01:36Eh, ini.
01:41Pak Dafa.
01:42Pak Dafa.
01:43Pak Aryo, hati-hati di jalan.
01:46Sobat.
01:48Bantu aku bicara sama Pak Dafa.
01:50Biaya sewa bisa dibicarakan.
01:52Gimana kalau turun harga?
01:54Turun harga juga boleh.
01:55Astaga, dia memang jago cari uang.
01:58Hah?
01:58Teknik tarik ulur ini.
02:00Belajar seumur hidup pun aku nggak akan pandai.
02:03Aduh.
02:04Bos kami agak emosional.
02:06Benar-benar.
02:06Masalah sudah diputuskan.
02:08Aku nggak bisa ganggu-gugat.
02:10Aduh.
02:11Sobat, puji aku di depan bosmu.
02:13Bantulah aku.
02:15Oke.
02:16Nanti aku bantu.
02:17Tunggu aku di depan.
02:19Jangan lupa ya.
02:20Jangan lupa ya.
02:22Yes.
02:25Dafa, kau hebat.
02:26Tadi aku hampir tertipu.
02:28Bajingan itu.
02:29Sekarang nggak cuma nggak naik harga.
02:31Malah turun harga.
02:32Bos memang hebat.
02:33Ayo kita perpanjang sewanya.
02:35Sewa apaan?
02:37Aku nggak mau ditindas.
02:39Supermarket ini.
02:39Hari ini harus tutup.
02:41Aku mau habis-habisah.
02:42Sama orang seperti ini.
02:44Dafa, kau serius?
02:47Bos, tapi supermarket kita...
02:49Sudah, supermarket akan tutup.
02:51Kita buka supermarket di tempat lain.
02:52Masalah beres.
02:56Sobat, sobat.
03:00Bosmu bilang apa?
03:02Nggak berguna.
03:04Bos kami bilang mau tutup.
03:06Apa?
03:07Aku nggak percaya.
03:08Aku nggak percaya.
03:09Setiap bulan untung 20 miliar,
03:11kalian mau tutup begitu saja.
03:13Terserah kau percaya atau tidak.
03:14Pergi sana.
03:15Aku ini...
03:17Pemberitahuan tutup toko.
03:22Karena biaya sewa naik,
03:23modal operasional meningkat
03:24nggak sanggup bayar biaya sewa,
03:25supermarket nggak bisa beroperasi lagi bangkrut.
03:28Mana mungkin?
03:32Nggak mungkin.
03:34Apa ini?
03:36Supermarket Anta bangkrut.
03:38Sudah ku bilang,
03:39barangnya dijual terlalu murah.
03:41Pasti rugi.
03:42Siapa bilang supermarket sebulan untung 20 miliar?
03:44Supermarket yang untung 20 miliar?
03:47Mana mungkin bangkrut?
03:49Tadi aku sudah dengar kabar.
03:50Biaya sewa yang semula 300 juta.
03:51Pemilik toko mau naikkan jadi 1,2 miliar.
03:54Dasar nggak tahu malu.
03:55Aku kenal pemilik toko ini.
03:56Ryo kan?
03:57Bajingan ini.
03:58Cuma tahu manfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
04:01Menyebabkan sekali.
04:02Ku dengar di sekitar sini
04:03banyak yang sewa rumah sama dia.
04:04Kedepannya aku nggak mau beli barang
04:06di toko-toko itu lagi.
04:07Bukan.
04:08Apa hubungannya sama orang lain?
04:10Kau yang namanya Ryo?
04:13Salah orang.
04:14Salah orang.
04:14Berhenti.
04:15Kembalikan supermarket yang ancakku.
04:21Dava sialan itu.
04:23Sebulan 20 miliar dia relakan begitu saja.
04:29Halo?
04:30Pak Aryo,
04:31aku nggak jadi sewa toko yang kupesan.
04:33Jangan, jangan.
04:34Pak Morris,
04:34jangan, jangan buru-buru.
04:36Kuturunkan biaya sewanya.
04:37Turun jadi harga semula.
04:38Pak Morris.
04:39Turun apaan?
04:40Kuliat di sini banyak pembucuk.
04:41Pembucuk sudah hilang.
04:43Dikasih gratis pun.
04:44Aku nggak...
04:44Halo, Pak.
04:47Aduh.
04:49Hah?
04:51Halo?
04:52Aryo, aku minta pengembalian dana.
04:54Hah?
04:54Jangan.
04:55Aku...
04:56Aduh.
05:07Aryo, Aryo.
05:08Dasar bodoh.
05:10Kau ngapain aja?
05:11Hmm, semuanya.
05:17Meski supermarket Anta akan segera tutup.
05:20Akanku buka supermarket baru.
05:21Aku nggak akan tinggalkan kalian.
05:24Aku juga janji.
05:25Gaji bulanan.
05:26Setiap orang naik 2 juta.
05:29Sehari kerja 6 jam.
05:30Seminggu kerja 5 hari.
05:31Bos,
05:32lokasi supermarket baru belum ditentukan kau sudah naikkan gaji kami.
05:35Ini kurang baik.
05:36Benar, Bos.
05:37Meski kami datang buat cari uang,
05:39Bos terlalu baik sama kami.
05:41Kami nggak boleh terima uang ini.
05:43Benar, benar.
05:43Nggak boleh terima.
05:45Eh, semuanya.
05:46Soal supermarket baru.
05:48Aku sangat optimis.
05:49Kalian sudah bekerja keras.
05:50Pulanglah buat istirahat.
05:51Tunggu supermarket baru mulai beroperasi.
05:53Oh, iya.
05:54Tetap digaji.
05:55Bos, aku seumur hidup kerja sama kau.
05:57Eh, sudah-sudah.
05:58Pulanglah buat istirahat.
05:59Bos, kau beneran optimis sama supermarket baru.
06:06Tentu saja.
06:08Aku yakin 100%.
06:09Yakin rugi.
06:12Oh, iya.
06:13Lokasi barunya sudah kutemukan.
06:16Di sini.
06:17Ini di seberang supermarket Sentosa.
06:19Memangnya kenapa?
06:20Supermarket Sentosa itu pusat bisnis berskala besar.
06:23Dulu supermarket kita rugi karena orang-orang borong di sana.
06:27Sekarang kita buka di seberang mereka.
06:29Bukankah ini?
06:30Aku dafah.
06:31Kalau mau buka supermarket, harus jadi satu-satunya.
06:34Supermarket terbaik di Kota Harba.
06:36Supermarket Sentosa bukan apa-apa.
06:39Sahabatku memang hebat.
06:41Mau berbisnis harus jadi yang terbaik.
06:43Kalau begitu, masalah sewa toko.
06:46Kau saja yang urus semuanya.
06:48Mana boleh.
06:49Aku nggak pernah buka supermarket.
06:52Itu lebih bagus.
06:53Aduh, efisiensi kerja Pak Dimas memang tinggi.
07:01Tentu saja.
07:02Dafa, kau lihat kontrak dulu.
07:06Hah?
07:08Biaya sewa sebulan 500 juta.
07:09Kau turunkan harganya.
07:11Sudah aku bilang berapa kali?
07:12Jangan turun harga.
07:14Aku nggak turun harga.
07:15Bos, mereka bilang supermarket antai itu supermarket terakhir nurani.
07:18Diskon 50% buat kita.
07:19Nggak boleh.
07:21Aku dafah nggak pernah ambil keuntungan dari orang lain.
07:23Harus bayar sesuai harganya.
07:24Satu miliar ini nggak boleh kurang.
07:26Ada apa ini?
07:28Bos, memang seperti ini.
07:29Integritasnya tinggi.
07:31Kalau gitu, waktu kuliah kenapa kau curi makananku?
07:36Selah, kau masih ingat ketiga peraturan yang dibilang Pak Benny?
07:39Ingat, dekorasi bagus, karyawan nggak boleh terlalu banyak, harga nggak boleh terlalu murah.
07:44Lalu bos suruh aku catat sebaliknya.
07:45Lakukan sesuai instruksinya.
07:47Sesuai instruksi?
07:48Benar.
07:49Dekorasi bagus, aku mau habiskan 50 miliar buat renovasi.
07:5250 miliar?
07:53Kenapa?
07:54Bos, renovasi supermarket paling butuh 2 miliar.
07:57Kalau 50 miliar, bisa beli toko ini.
07:5950 miliar?
08:00Hah?
08:01Nggak boleh kurang spesial pun.
08:06Kalau gitu, karyawan nggak boleh terlalu banyak.
08:09Karyawan harus banyak.
08:11Kalau nggak waktu aku bayar pesangun.
08:12Pesangun?
08:13Hmm?
08:14Ah, maksudku.
08:15Kita habiskan banyak uang buat renovasi.
08:16Soal karyawan, nggak usah hemat lagi.
08:18Gandahkan jumlah karyawan.
08:19Biar nggak dibilang aku nggak bisa bayar pesangun.
08:21Oh, ya?
08:22Soal harga.
08:23Bos, kusarankan harga kita nggak berubah.
08:26Biar ada banyak pelanggan lama yang datang.
08:28Nanti supermarket kita pasti ramai.
08:31Nggak boleh.
08:32Harga barang di kita harus sama dengan supermarket sentosa.
08:35Hah?
08:37Sudah diputuskan.
08:38Sela, kau urus dekorasi.
08:40Dimas, rekrut orang.
08:42Hmm.
08:43Baik.
08:44Visi bos nggak bisa ditebak.
08:46Dia pasti punya tujuan sendiri.
08:49Sudah begini, aku pasti rugi.
08:52Hmm?
08:53Kenapa masih di sini?
08:54Aku nggak pernah rekrut orang.
08:56Shh.
08:57Justru karena itu.
09:00Wah.
09:02Dava, sebenarnya aku punya ide kecil.
09:04Ide apa?
09:05Ah, begini.
09:06Pemilik toko kasih kita gudang seluas 500 meter di samping supermarket.
09:09Menurutku, kalau dijadikan gudang, bolak-balik agak merepotkan.
09:13Lalu?
09:13Aku mau buka restoran hotpot di sana.
09:15Restoran hotpot?
09:17Cuaca panas buka restoran hotpot kurang bagus.
09:19Itu bagus.
09:22Hah?
09:22Cita-citamu.
09:24Aku investasi.
09:29Sekarang aku cuma punya 1 juta lebih.
09:31Buka restoran hotpot bukan cuma bisa rugi.
09:34Juga bisa makan gratis.
09:35Setiap hari makan di sana.
09:36Dengan begitu aku nggak usah khawatir kelaparan.
09:38Eh, bos, ini kurang cocok.
09:40Apaan yang nggak cocok?
09:42Dimas, sudah kuduga.
09:44Kau itu jenius bisnis.
09:46Aku memang nggak salah nilai kau.
09:47Serius?
09:48Tentu saja.
09:49Kita buka restoran hotpot terbaik di Kota Harbah.
09:52Dekorasi, pelayanan, rasa, semuanya harus yang terbaik.
09:54Dava, kalau begini modal kita terlalu besar.
09:57Sebenarnya aku melakukan ini karena merasa bersalah sama ayahku.
10:00Sama sekali nggak benar.
10:01Dimas, coba ceritakan.
10:03Dulu gimana caranya kau bangkrutkan restoran hotpot ayahmu?
10:05Dulu aku manajer umum di restoran ayahku.
10:09Aku buat beberapa hidangan khas.
10:12Hidangan apa?
10:13Babat kacang merah.
10:14Hah? Babat bisa isi kacang merah?
10:16Bukan enak.
10:17Cuma waktu kacang merah direndam di kekuah hotpot, rasa manisnya hilang.
10:20Pelanggan bersih keras bilang isinya tai.
10:22Nggak dicuci sampai bersih, bohongkar papan nama restoranku.
10:29Dimas, kau memang orang jenius.
10:33Dikasih sepuluh otak pun, aku nggak bisa kepikiran.
10:36Tidak bisnis sebagus ini.
10:39Ya sudah, cita-citamu yang kau raih demi ayahmu.
10:41Kita wujudkan di tempat ayah angkatmu.
10:43Aku lola restoran hotpot.
10:45Kuserahkan ke kau.
10:45Ayah angkat.
10:46Aku tenang.
10:48Anak baik.
10:49Bos, gawat.
11:02Ternyata supermarket Anta itu...
11:03Ada apa?
11:04Supermarket Anta, bukannya sebulan lalu, sudah bangkrut.
11:07Memang bangkrut.
11:08Tapi bos mereka, buka yang baru di sebelah kita.
11:10Bahkan habiskan 50 miliar buat renovasi.
11:12Katanya mau bersaing sama kita.
11:13Jadi supermarket terbaik di kota Harba.
11:14Apa?
11:21Berani-beraninya dia.
11:23Bos, sekarang kita harus bagaimana?
11:26Nggak boleh.
11:27Dengan kemampuan supermarket Anta dulu, pasti bisa timbulkan masalah buat kita.
11:32Pak Dodit, kau siapkan sedikit hadiah.
11:35Kita datangi saja, bos supermarket Anta.
11:38Baik.
11:38Eh, lihat, Pak.
11:41Lihat ini.
11:43Renovasi 50 miliar memang berbeda.
11:45Supermarket ini macam hotel bintang lima.
11:49Eh, di mana, Dimas?
11:52Pak Dimas, mungkin di restoran hotpot.
11:55Ada apa?
11:57Bos, kau nggak merasa sekarang ada yang aneh?
12:00Ibu, biar aku bantu.
12:01Eh, mungkin Pak Dimas terlalu sibuk.
12:14Waktu rekrut karyawan, dia suruh karyawan cari sendiri.
12:17Makanya semua orang panggil kerabat mereka.
12:19Bahkan ada yang sekeluarga 20 orang datang ke sini.
12:23Paman pertama kedua pindahkan beras.
12:25Bibi ikut ke gudang.
12:26Kakak dan Paman ke garasi.
12:27Ada mas sebarang.
12:28Baik.
12:29Sudah kubilang.
12:39Dimas itu orang jenius.
12:43Bos, rekrut keluarga itu pantangan besar.
12:47Pantangan apa?
12:48Keluarga sendiri.
12:50Memangnya salah kalau bantu.
12:52Bos, kalau ada hubungan darah,
12:54supermarket bisa kacau balang.
12:55Susah diurus.
12:56Bahkan, bisa ada situasi mereka saling melindungi.
12:59Keluarga sendiri.
13:01Memangnya salah kalau dilindungi.
13:02Hah?
13:03Selama ada Dimas, supermarket masih bangkut.
13:06Oh iya, Bos.
13:07Karena Anda gandakan jumlah karyawan.
13:09Supermarket belum buka,
13:11karyawan banyak yang nganggur.
13:12Mereka bantu renovasi.
13:13Makanya, renovasi bisa cepat selesai.
13:16Bahkan, hemat biaya tukang.
13:18Sekitar 5 miliar.
13:20Hemat 5 miliar?
13:21Iya.
13:23Siapa yang suruh kau beremak?
13:25Kau harus pikirkan cara buat apa uang ini?
13:27Bos.
13:28Hmm.
13:29Sela-sela.
13:31Hah?
13:31Kapan kau bisa seperti Dimas,
13:33pikul tanggung jawab?
13:34Gimanapun kau itu karyawan lama.
13:37Aku sangat gak puas sama kinerjamu.
13:39Sekarang kau sebulan.
13:4120 juta kan?
13:42Benar, Bos.
13:45Mulai sekarang.
13:47Kau sebulan.
13:48Naik 10 juta.
13:49Gak boleh kurang sepeser pun.
13:50Bos,
13:51bukannya kau marah?
13:54Aku sangat marah.
13:55Jadi,
13:56aku mau pakai 10 juta ini
13:58buat bikin kau merasa bersalah.
14:01Bos,
14:01ada yang cari kau.
14:03Tapi supermarket belum resmi beroperasi.
14:05Paman buyutku halangi mereka.
14:09Apa pekerjaan paman buyutmu?
14:11Satpam.
14:13Berapa umurnya?
14:1580-an.
14:16Hahaha.
14:20Bawa jalan.
14:21Oke.
14:26Kau datang untuk apa?
14:28Benar.
14:28Supermarket belum buka.
14:30Buat apa kalian datang?
14:31Aku sudah jelaskan.
14:32Aku datang cari bos kalian.
14:34Jangan asal bicara.
14:35Bos kami mana kenal orang asing.
14:37Biar aku kasih tahu ya.
14:38Aku Ali bila diri.
14:39Kalau bukan karena kalian sudah tua,
14:40aku,
14:41aku masih sudah hajak Alia.
14:42Eh?
14:43Masih mau melawan?
14:43Sakit, sakit.
14:45Lepaskan, lepaskan.
14:49Ada apa ini?
14:50Bos.
14:51Supermarket belum buka.
14:52Kedua orang ini.
14:55Entah mau ngapain.
14:56Aku bahas supermarket,
14:57Sentosa.
14:58Tak mati.
15:00Cepat suruh dia lepaskan aku.
15:02Paman buyut.
15:03Gak boleh main tangan.
15:04Cepat lepaskan.
15:06Lepaskan.
15:06Pak Dava.
15:12Dari mana aku cari orang-orang tua ini?
15:14Pak Dava.
15:15Aku jujur saja.
15:16Karyawanmu begitu kasar.
15:18Supermarketmu gak akan bisa bertahan.
15:20Serius?
15:22Semoga begitu.
15:26Semoga benar begitu.
15:29Maaf, bos.
15:30Aku sudah kasih tahu paman buyutku.
15:33Mereka gak mengerti.
15:35Aku suruh mereka pulang saja.
15:36Jangan bilang begitu.
15:37Kerja dimanapun sama saja.
15:39Selain itu, mereka lindungi supermarket.
15:41Harus dikasih bonus.
15:42Sela.
15:43Setiap orang dapat bonus 10 juta.
15:45Gak usah, gak usah.
15:47Kami di gaji 3,5 juta sudah puas.
15:50Cuma 3,5 juta.
15:52Memangnya kalian pengemis.
15:54Karyawan supermarket gajinya 8 juta.
15:56Hah?
15:57Sebagai saat, Pam,
15:58keselamatan kalian terancam.
16:00Gaji naik jadi 10 juta.
16:01Harus 10 juta.
16:02Hah?
16:03Bos?
16:0310 juta?
16:04Aduh, aku seumur hidup gak pernah lihat uang sebanyak itu.
16:08Gak boleh, gak boleh.
16:09Eh, kalian sudah tua.
16:11Masih begitu berdedikasi.
16:14Kedepannya.
16:17Perusahaan tanggung masa tua kalian.
16:19Hah?
16:19Dia mau tanggung masa tua kita.
16:21Puter aku pun gak harus aku, gak biayai aku.
16:25Bos, jauh aku milikmu.
16:31Tim keamanan supermarket Anta, regu ketiga.
16:34Wono, ucapkan terima kasih pada bos.
16:37Mereka sedang akting di depan kita.
16:41Pak Dava.
16:44Licik sekali.
16:45Kelihatan seperti bagi bonus ke karyawan.
16:47Sebenarnya itu lagi ancam kami.
16:50Masa dia gak sadar kita datang dengan niat buruk?
16:53Sekarang masih harus berhati-hati.
16:55Potamaki ya?
16:57Hah?
16:58Silahkan masuk.
16:59Baik.
16:59Kalian mau datang, datang saja.
17:08Buat apa bawa hadiah?
17:09Berapa harga rokok ini?
17:12Satu juta per batang.
17:13Satu juta per batang?
17:14Aku sungkan terima.
17:19Orang baik.
17:20Orang baik.
17:20Aku sudah hampir gak punya uang buat makan.
17:22Berencana pergi kerja.
17:25Nanti jual rokok ini.
17:26Uangnya ditransfer ke rekening pribadiku.
17:28Ingat.
17:28Rekening pribadi.
17:33Lain kali sering datang.
17:34Ingat, harus bawa hadiah yang lebih mahal.
17:37Sifat Pak Dava ini luka sekali.
17:39Aku orangnya terus terang.
17:41Sama sekali gak licik.
17:43Dia gak licik?
17:45Aneh sekali.
17:47Kalau begitu, aku terus terang saja.
17:50Ya.
17:51Kalau boleh tahu,
17:52kenapa Pak Dava buka supermarket ini diseberang kami?
17:56Patamaki gak usah khawatir.
17:58Kami buka supermarket di sini.
17:59Buat tetanggaan sama kalian.
18:02Kedepannya, supermarket Sentosa di mana?
18:05Kita buka di sana.
18:07Padahal sekarang lagi tantang kami.
18:10Kalian merasa supermarket Sentosa mudah ditindas?
18:12Aku...
18:13Bukan, aku salah bicara.
18:17Kenapa jadi tantang dia?
18:19Karena kami buka supermarket di sini,
18:21kita adalah kompetitor bisnis.
18:23Kuharap kalian gak keberatan.
18:25Kalau boleh tahu,
18:26kalian mau pakai cara apa
18:27buat saingi supermarket Sentosa?
18:30Patamaki,
18:31ini rahasia bisnis.
18:32Kalau aku kasih tahu kalian,
18:34supermarket Anta bisa kalian jatuhkan dengan mudah.
18:37Benar.
18:38Selah,
18:39ku nyatakan kau memang cerdas.
18:41Sudah seharusnya.
18:43Keluarkan kontrak sewa,
18:45kontrak renovasi,
18:46proposal harga barang,
18:47dan daftar barang.
18:48Tunjukkan itu semua kepada mereka.
18:50Karena kalian sudah kasih aku hadiah.
18:54Masa biarkan kalian pergi dengan tangan kosong?
18:56Bos,
18:57gak boleh seperti ini.
18:58Kenapa gak boleh?
18:59Mulai sekarang supermarket kita gak punya rahasia.
19:01Semua ucapanku.
19:02Dan strategi perusahaan harus diumumkan.
19:05Hah?
19:06Gak ada yang disembunyikan.
19:13Hmm.
19:14Hmm.
19:16Dia bukan cuma
19:17kasih kita lihat strategi perusahaan.
19:19Bahkan,
19:20dia kasih salinanya juga.
19:23Bos,
19:24aku merasa
19:25Pak Dava itu orang.
19:26Yang sulit diprediksi.
19:28Pak.
19:29Hah?
19:30Ada waktu sering-sering datang.
19:32Baik.
19:33Jalan.
19:37Bos.
19:38Eh?
19:39Ini deh bagus.
19:40Sangat bagus.
19:42Masalah supermarket.
19:43Gak usah kuhawatirkan lagi.
19:45Ayo,
19:45bawa aku pergi ke restoran hotbar.
19:47Hmm.
19:49Bumbu ini enak.
19:59Enak kan?
20:00Ya.
20:00Aku cari banyak ahli buat racik bumbu ini.
20:02Habiskan 300 juta.
20:04Cuma 300 juta?
20:06Dava,
20:07300 juta sudah banyak.
20:09Menurutku bumbu ini
20:10setidaknya 3 miliar.
20:12Kau tahu.
20:12Terus persisanya ke ahli yang bikin itu.
20:14Hmm.
20:15Di pasar gak ada racikan bumbu seharga 3 miliar.
20:18Kalau begitu beli hak patentnya.
20:20Kedepannya bumbu ini
20:21cuma bisa dipakai di restoran kita.
20:23Hmm.
20:25Visi kita harus lebih luas.
20:26Hmm.
20:28Dava,
20:28aku sudah mengerti.
20:30Hmm.
20:34Bagus.
20:34Habiskan 3 miliar lagi.
20:36Aku merasa restoran ini
20:38kekurangan sesuatu yang gratis.
20:40Sekarang di pasar apa yang paling mahal?
20:42Daging sapi.
20:43Oke.
20:44Kedepannya tambahkah.
20:45Daging sapi ke dalam bumbu gratis.
20:48Hmm.
20:48Apa?
20:49Ini?
20:50Selain itu karyawan,
20:51terlalu sedikit.
20:51Setidaknya harus tambah 2 kali lipat.
20:53Dava,
20:54dulu keluarga ku buka restoran hotpot.
20:56Karyawan ini sudah cukup.
20:58Hmm.
21:00Hmm.
21:00Sudah ku bilang.
21:05Harus kasih pelayanan terbaik buat pelanggan.
21:08Pelayan harus antarkan makanan
21:11dan isi penuh air di dalam gelas.
21:14Kalau enggak,
21:14mana bisa disebut terbaik.
21:16Aku rasa kita bisa kasih sedikit hadiah ke pelanggan.
21:19Aturkan manicure.
21:20Pelanggan wanita paling suka manicure.
21:22Dava,
21:23kita buka restoran hotpot.
21:25Bukannya yasan aman.
21:26Kami kasih mereka sedikit keuntungan.
21:27Memangnya salah.
21:28Lebih baik kasih keuntungan ke karyawan sendiri.
21:30Benar.
21:33Kedepannya,
21:34karyawan supermarket kita
21:35dan karyawan restoran hotpot
21:36makan hotpot di sini.
21:37Semuanya gratis.
21:38Enggak ada batas.
21:39Enggak boleh, bos.
21:40Tata karyawan kita lebih dari seribu orang.
21:42Kalau begini,
21:43kita bisa bangkrut.
21:44Iya, iya.
21:44Memang kenapa kalau bangkrut?
21:46Aku lebih baik bangkrut
21:47daripada rugikan karyawanku.
21:51Restoran hotpot sudah dinamai.
21:53Belum.
21:56Hmm.
21:57Namanya
21:57Hario.
22:00Hario.
22:07Ayo,
22:08semoga tiga hari lagi
22:09bisnis kita berjalan lancar.
22:11Hmm.
22:12Gimana?
22:23Bos,
22:24kondisi supermarket
22:25kurang baik.
22:27Cepat katakan.
22:28Seburuk apa?
22:29Sepertinya bos sangat semangat.
22:32Semangat?
22:32Hah?
22:34Aku sama sekali gak semangat.
22:35Bos,
22:36hari ini banyak pelanggan lama datang.
22:38Tapi begitu lihat harganya,
22:40mereka langsung pergi.
22:41Kita gak bisa
22:41pertahankan pelanggan lama.
22:43Penjualan kita hari ini
22:44cuma seperlima dari sebelumnya.
22:46Kalau terus seperti ini.
22:48Rugi atau untung?
22:48Cuma untung sedikit.
22:51Aduh.
22:52Gak boleh.
22:53Harus lebih berusaha.
22:55Hmm.
22:55Gimana restoran?
22:57Hari ini terjual 100 meja.
22:59Kok bisa?
23:01Restoran hotpot kita gak ada promosi.
23:02Hari pertama 100 meja.
23:04Kau membual ya?
23:0599 meja diantaranya adalah
23:07karyawan supermarket.
23:09Kalau dari penjualan,
23:12sehari cuma terjual satu meja.
23:14Hasilan 800 ribu.
23:17Apa kau bilang?
23:21Apa kau bilang?
23:25Apa kau serius?
23:27Dava,
23:28aku merasa bersalah sama kau.
23:31Kau salah apa?
23:32Kau sama sekali gak salah.
23:33Kerja kerasmu selama ini.
23:35Aku lihat semuanya.
23:36Sekarang,
23:36kinerjamu melampaui ekspektasiku.
23:39Sudah.
23:40Sekarang aku sudah tahu.
23:41Aku memang gak berguna.
23:43Apapun yang kulakukan akan terbuang cuma-cuma.
23:46Aku.
23:48Aku.
23:50Aku berencana undurkan diri.
23:52Bukan.
23:53Dava, kau dengarkan aku.
23:55Kau pergi cari orang yang lebih hebat.
23:57Aku gak pantas buat kau.
23:58Dimas!
23:59Hah?
23:59Gak boleh katai diri sendiri seperti itu.
24:02Gak ada kau.
24:02Aku lakukan apapun gak akan berhasil.
24:04Tapi aku.
24:05Gimana rasa hotpot kita?
24:06Bisa dibilang,
24:08sangat enak.
24:09Dekorasi?
24:10Punya ciri khas.
24:12Pelayanan kita,
24:13dan camilan gratis.
24:14Aku merasa gak bisa disaingi restoran hotpot lain.
24:16Benar.
24:17Dengan kondisi sebagus ini,
24:20aku malah buat kau rugi besar.
24:25Dimas,
24:27kau salah.
24:28Kau harus mengerti.
24:30Berapa keuntungannya?
24:31Gak penting bagiku.
24:33Berapa besar nilai
24:34yang bisa kau ciptakan di pasar ini
24:36adalah yang terpenting bagiku?
24:40Dava bilang apa?
24:41Gak tahu.
24:46Dava, kau baik-baik saja.
24:48Kalau kau gila,
24:49aku bisa merasa bersalah seumur hidup.
24:52Gak bisa mengerang lagi.
24:53Pokoknya, kau tenang saja.
24:55Restoran hotpot gak akan bangkrut.
24:57Berapapun kerugian,
24:58aku yang tanggung.
24:58Aku percaya kemampuanmu.
25:00Dan juga restoran hotpot kita.
25:04Dava.
25:06Begini deh,
25:07kita ubah strategi bisnis.
25:08Misalnya,
25:09lakukan promosi.
25:11Adakan acara pembukaan,
25:12kasih diskon.
25:13Kalaupun dalam waktu dekat gak untung,
25:14pasti bisa meminimalkan kerugian.
25:16Gak boleh.
25:16Situasi sekarang gak boleh berubah.
25:18Restoran hotpot beroperasi
25:19seperti sekarang.
25:20Ini.
25:21Kau harus mengerti satu hal.
25:23Produk berkualitas
25:24akan menarik pembeli.
25:25Kau juga.
25:27Jangan terus pikirin
25:28bisnis rampanya atau enggak.
25:29Yang penting sudah berusaha.
25:30Yang lainnya,
25:31gak usah peduli.
25:32Aduh.
25:33Pokok kita punya kalian berdua.
25:34Dua orang hebat.
25:35Aku sudah tenang.
25:36Aku pergi beberapa waktu.
25:37kuserahkan urusan toko ke kalian.
25:39Hah?
25:40Eh,
25:41keadaan genting seperti ini
25:42kau mau kemana?
25:44Ada urusan yang lebih penting.
25:55Beberapa waktu ini,
25:56semuanya bekerja dengan baik.
25:57Semuanya hebat.
25:59Masing-masing,
25:59gaji,
26:00naik satu juta.
26:01Makasih.
26:02Makasih, bos.
26:08Kita sudah rugi besar.
26:10Kenapa aku rasa
26:11bos semakin senang?
26:13Benar.
26:14Sudah seperti ini,
26:15masih ada yang lebih penting.
26:16Aku harus cepat cari kerja.
26:26Kalau enggak aku bisa mati kelaparan.
26:28Sela,
26:33sekarang harus bagaimana?
26:35Danfak begitu percaya sama kita.
26:37Menurutku,
26:38bos sudah antisipasi.
26:39Lakukan persiapan penuh.
26:41Sebelumnya dia bilang,
26:42mau pergi beberapa waktu.
26:43Waktu dia kembali,
26:44supermarket ramai.
26:45Tapi sekarang,
26:46supermarket atau restoran hotpot,
26:48semuanya tunjukkan tada-tada bangkrut.
26:51Aku sama sekali gak lihat harapan hidup.
26:52Aku juga.
26:56Tapi visi bos lebih jauh.
26:58Aku cuma bisa ikuti jejaknya.
27:00Kita cuma perlu
27:01lakukan sesuai
27:02perintahnya.
27:03Kau serius?
27:05Kita ikuti.
27:07Arus saja.
27:10Bos,
27:11aku sudah selidiki.
27:12Mereka bilang
27:13renovasi supermarket ANTA
27:14beneran habiskan 50 miliar.
27:15Gak kurang spesial pun.
27:16Gimana survei pelanggan?
27:18Sudah survei.
27:19Kami survei
27:19beberapa pelanggan supermarket ANTA.
27:21Mereka bilang
27:22itu supermarket paling bagus
27:23yang pernah mereka lihat.
27:24Selain itu,
27:25barang di dalam
27:26gak semahal yang kita duga.
27:28Sama seberang...
27:29Sama seberang kenapa?
27:32Sama seberang,
27:33supermarket sentosa
27:34yang kelihatannya biasa
27:34harganya sebanding.
27:36Biasa?
27:36Biasa dari mana?
27:38Supermarketku
27:38dibuat berdasarkan
27:40standar terbaik negara kita.
27:41Biasa dari mana?
27:42Gak biasa, gak biasa.
27:44Tapi,
27:45kalau dibandingkan
27:45sama supermarket ANTA,
27:46masih sangat kurang.
27:48Memanfaatkan dekorasi?
27:50Jangan harap.
27:5050 miliar
27:52buat renovasi.
27:53Bos?
27:54Dengan begitu,
27:55supermarket ANTA
27:56dibandingkan sama kita.
27:57Gak ada keunggulan apapun.
28:03Sudah tiga hari.
28:05Penjualan supermarket
28:06setiap hari
28:07sama sekali gak bertambah.
28:09Sebenarnya kenapa?
28:10Jangan-jangan
28:12mungkin penilaian bos salah.
28:14Gak benar.
28:16Kecerdasan bos itu
28:17seluas samudera.
28:19Aku gak boleh
28:19meragukannya.
28:23Busela,
28:24kau di sini.
28:25Banyak barang
28:25yang perlu dari stok.
28:26Cepat hubungi pemasok.
28:27Stok barang?
28:28Stok barang apa?
28:29Berbagai jenis barang.
28:31Beras,
28:31mie,
28:31dan sebagainya.
28:32Perlu stok lagi.
28:33Gak mungkin.
28:34Belakangan ini
28:35supermarket sepi.
28:36Selain itu,
28:36barang-barang
28:37cukup untuk setengah bulan.
28:38Aku pun gak tahu kenapa
28:39mulai pagi ini
28:40supermarket jadi ramai.
28:42Untung tenaga kerja kita cukup.
28:44Kalau enggak,
28:44kita kewalahan.
28:45Ramai katamu.
28:49Lihat ini.
28:51Ini bagus.
28:52Gak mungkin.
28:53Aku tahu
28:54supermarket ini
28:55sudah direnovasi.
28:56Gak sangka
28:56renovasinya sebagus ini.
28:57Benar,
28:58harganya juga gak termasuk mahal.
28:59Hmm.
29:00Eh,
29:01halo.
29:02Aku tim survei
29:03supermarket Anta.
29:04Aku mau tanya kalian.
29:05Kenapa pilih
29:06supermarket kami?
29:07Kenapa?
29:08Ah,
29:08supermarket Sentosa
29:09lagi direnovasi.
29:11Jadi aku datang ke sini.
29:12Gak sangka
29:13dekorasinya begitu bagus.
29:14Benar.
29:15Sehabis direnovasi
29:16rasanya seperti
29:16hotel bintang lima.
29:18Barang di sini juga
29:18gak terlalu mahal.
29:19Kami akan datang lagi.
29:24Supermarket Sentosa
29:25lagi direnovasi.
29:30Direnovasi?
29:32Tunjukkan kontrak sewa,
29:33renovasi,
29:34proposal,
29:35penetapan harga,
29:35dan daftar barah.
29:36biarkan mereka
29:37melihat itu semua.
29:39Ternyata begitu.
29:45Kak Sela,
29:46ada apa ini?
29:47Kenapa ramai sekali?
29:49Aku mengerti.
29:50bos lakukan ini.
29:52Bos lakukan ini.
29:52Biar supermarket Sentosa
29:53merasa terancam.
29:54Mereka terpaksa renovasi.
29:56Lalu sebagian besar pelanggan
29:57mereka datang ke sini.
29:59Apa?
30:00Dapat lakukan apa?
30:02Bos itu memang visioner
30:04dan pandai baca pikiran orang.
30:07Pak Dimas,
30:09kau gak usah khawatir.
30:11Restoran hotpot akan membaik
30:12dan juga akan viral.
30:14Eh, serius?
30:16Kenapa?
30:17Aku pun gak tahu.
30:18Isi hati bos itu
30:19memang sulit untuk ditebak.
30:22Sayang,
30:23nanti kita makan apa?
30:24Hari ini mau ikan bakar?
30:26Gak mau.
30:27Aku mau makan yang pedas.
30:29Sudah lama gak makan cabai.
30:30Makan hotpot?
30:31Banyak bahan makanan
30:32yang gak segar.
30:33Takut sakit perut.
30:35Kalau gitu makan ikan.
30:36Kau itu pria.
30:37Bisa lebih bependirian?
30:38Aku.
30:38Gimana kalau makan hotpot?
30:40Supermarket Anta
30:41kebetulan buka
30:42restoran hotpot baru.
30:43Bahan makanan
30:44dijamin bersih dan higienis.
30:45Terima kasih.
Jadilah yang pertama berkomentar