Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
#fefey27
Transkrip
00:00KERANJANG
00:30Seperti nenek yang bilang, anak perempuan cuma beban, cuma cocok di rumah, dan tidak pantas keluar cari uang.
00:34Duh, kapan ayah bilang kamu itu beban?
00:38Hanya saja kamu sudah masuk umur menikah, nanti gimana mau masuk keluarga suamimu?
00:44Ayah dan ibu juga tidak bisa berbuat banyak, tapi sekarang kamu masih di samping ayah.
00:49Tentu saja ayah tidak tega melihat kamu susah.
00:51Ayah, aku sudah dewasa, tidak perlu kalian jaga terus.
00:55Lagi pula, soal pernikahan, aku sama sekali tidak mau menikah.
01:01Omong kosong apa itu? Mana ada perempuan yang tidak mau menikah?
01:05Kenapa hidupku harus ikut orang lain? Apa bagusnya menikah?
01:08Jelas-jelas aku bisa jaga diriku sendiri dengan baik.
01:11Bisa makan sesukanya, bisa beraktifitas sesuka hati, daripada layan yang mertua, mending aku jaga diriku sendiri.
01:17Aku punya tangan dan kaki, kenapa harus bergantung sama orang lain?
01:22Siapa bilang wanita wajib menikah?
01:23Kalau bisa memilih, aku mau jadi diriku sendiri.
01:27Hidup bebas dan santai.
01:29Aduh, tunggu aku.
01:31Siapa kamu sebenarnya?
01:52Juno, ini aku.
02:02Oh, ini...
02:04Keren.
02:07Jarum perak ini lebih tipis dari jarum emasku dari istana garik.
02:10Cepat, aku periksa bagaimana ilmu menisnya.
02:14Juno, gadis ini keren sekali.
02:17Kalian nelempar jarumnya di atas rata-rata.
02:18Cuma butuh sekejap buat tahan racun di tubuhmu.
02:21Pasti bakatnya luar biasa.
02:22Kakek pasti akan serah melihatnya.
02:24Dia cuma jago tipe orang.
02:25Katanya dokter pada tibaik.
02:27Tapi dia tidak seperti itu.
02:28Itu namanya dia pintar.
02:30Siapa suruh kalian rebut peliharaannya?
02:32Malah larang dia balas.
02:33Eh, kamu sebenarnya di pihak siapa?
02:35Juno, sepertinya ini pertama kalinya kamu kalah sama wanita ya?
02:40Pergi.
02:40Jangan marah.
02:42Kamu belum bilang apa rasanya.
02:44Setidaknya seperti pengantin baru.
02:46Yang pertama kali naik pandu.
02:48Oh.
02:50Minta ditonjok kan?
02:56Soal toko perak busti, kamu yang urus.
02:58Iya, baik.
03:06Terima kasih.
03:08Hari ini antaranmu agak sedikit.
03:11Nona, apa kamu tahu?
03:12Kebanyakan pelangganku datang khusus karena barang ini.
03:16Ini semua terjual habis selama satu pagi.
03:20Nona, besok bisa kirimkan satu kotak lagi?
03:24Atau biar orangku yang ambil?
03:28Sayangnya hari ini ayah ikut.
03:30Aku tidak bisa keluarkan beberapa keranjang dari ruanganmu.
03:32Baiklah, besok suruh orangmu ambil di rumahku.
03:35Ya, bagus kalau begitu.
03:37Nanti setiap hari aku suruh orangku ambil.
03:39Dengan begini, kamu tidak usah repot-repot lagi.
03:41Iya.
03:42Terima kasih, bos.
03:45Baiklah.
03:48Sebanyak ini?
03:49Ayo kita beli beras.
03:50Hai, terima kasih.
03:52Rania, kita beli biji-bijian yang murah saja.
04:08Beras dan tepung halus ini terlalu mahal.
04:12Kita makan lebih sedikit saja.
04:13Ayah, ikuti aku saja.
04:16Hai...
04:17Oh iya, kalau kita langsung bawa barang sebanyak ini, pulang ke desa, kalau dilihat orang sirik, pasti cibir kita lagi.
04:25Bagaimana kalau ayah pulang duluan, aku susul setengah jam lagi.
04:29Oke.
04:29Bocah, tempat ini tidak pantas kamu datangi.
04:43Pergi, pergi.
04:43Memangnya bos kami bisa kamu temui susuka hatimu.
04:55Toko perak ini ramai.
04:57Minggir.
05:03Sekarang toko perak ini bisa biarkan sembarang orang masuk.
05:06Jelas-jelas terlalu tidak mampu beli.
05:08Jadi buat tempat ini kelihatan kubuh.
05:10Bahwa apa ini?
05:10Nona, tentu saja itu baru orang miskin.
05:17Nona Lastri, sudah lama sekali Anda tidak mampir ke toko perak kami.
05:20Kamu yang tadi ngobrol sama buca miskin ini?
05:24Iya, itu aku.
05:27Minggir jauh-jauh.
05:29Kalau habis ngobrol sama orang kampung,
05:31biasanya akan tertentel siap.
05:33Jangan sampai menular ke Nona kampung.
05:38Kenapa masih bengong?
05:39Cepat, bawa keranjangmu dan pergi.
05:41Dasar pembawa sial.
05:52Bos lagi tunggu.
05:53Tamu penting di atas.
05:55Kenapa kamu ribut-ribut di bawah?
05:56Tuan Yono, bukan aku.
05:58Ada bocah kampung baru.
06:00Bukannya ngemis ke tempat lain malah datang ke toko perak kita.
06:02Diusir juga tidak mau pergi.
06:03Malah buat pelanggan lain juga tidak posong pelayanan kita.
06:06Nona Lastri ini putri Tuan Osmo.
06:10Berengsek!
06:11Siapa yang ingin disini kamu bicara begitu?
06:13Toko perak kita ini terbuka untuk semua orang.
06:15Berani-berani ya pilih-pilih pelanggan.
06:17Eh, Nona.
06:20Maaf.
06:24Nona, maaf ya.
06:26Tidak disangka.
06:28Pengurus toko perak ini terlihat butuh mata dan hati.
06:30Nona Lastri itu tamu kehormatan kami.
06:35Tentu saja kami tidak berani sembarakan layani.
06:38Tidak berani tapi dilakukan juga.
06:40Sampai aku harus satu toko untuk sabar air telatang ini.
06:44Aku sampai merasa sesak mafas.
06:46Bahwa meskipun itu benar-benar buatmu.
06:48Kakak, kamu hamil ya?
06:56Wanita rendah.
06:57Apa katamu?
06:58Mana mungkin Nona kami hamil?
07:01Bukan ya.
07:02Tadi aku lihat dia terus-terusan mau muntah.
07:05Aku kira dia sudah hamil beberapa bulan.
07:11Kakak, perkataanmu barusan tidak enak ku dengar.
07:15Memangnya kenapa?
07:18Dasar muka tebal.
07:21Tampar kamu saja tanganku jadi sakit.
07:23Kamu?
07:24Kamu?
07:25Kamu berani tampar aku?
07:27Tinggal pukul saja.
07:28Haruskan waktu tertentu.
07:30Kamu?
07:30Dasar wanita rendah.
07:31Berani gak pukul daya pribadiku.
07:34Maaf pukul anjing.
07:34Lihat siapa tuannya.
07:35Apa kamu tahu siapa aku?
07:37Siapa kamu?
07:38Apa urusannya sama aku?
07:40Kamu berani kurang ajar sama aku?
07:42Aku akan tunjukkan.
07:43Apa akibat cari masalah sama aku?
07:46Penawal.
07:50Hajar.
07:52Pukul wanita ini sampai mampus.
07:59Kamu?
08:01Kamu pakai trik apa?
08:04Toko perak Gusti.
08:05Diam saja.
08:06Lihat dia ganggu tanpa penting.
08:08Toko perak kami punya aturan sendiri.
08:10Kalau kalian buat honor disini,
08:13Toko kami tidak akan layani kalian.
08:15Kedua nona, silahkan pergi.
08:18Hari ini aku datang memang tidak berniat bantu bisnis kalian.
08:22Eh, Tuan Yono.
08:24Ada dengar dia bilang apa?
08:26Dia memang datang buat berluar di toko.
08:28Masalah ini dia yang salah.
08:29Tanganku.
08:30Aku paling benci ditunjuk-tunjuk orang.
08:36Aku kesini mau ketemu pemilik toko kalian.
08:37Mau tukar barang.
08:38Oh iya, setaga.
08:45Ini tanda pengenal yang mulia.
08:47Hampir saja aku singgung orang penting.
08:50Nona, mohon ikuti aku.
08:53Tadi aku kurang sopan.
08:55Mohon, jangan dimasukkan hati.
08:58Eh, mari.
08:59Pengurus macam apa ini?
09:01Cuma wanita rendahan begitu?
09:03Kamu malah layanin dia seperti tak menghormatan.
09:04Dan malah beliarkan aku disini.
09:06Sepertinya toko perak kalian ini mau bangkut.
09:08Tamu penting yang ditunggu, pemilik toko kami sudah datang.
09:12Pengawol!
09:15Usir semua orang.
09:16Yang tidak berkepentingan.
09:19Silakan.
09:21Berani senggung aku.
09:23Tunggu saja.
09:23Nona, kenapa tetap aku seperti itu?
09:46Tidak apa-apa.
09:49Hanya saja aku kira pemilik toko perak ini orang yang sudah tua.
09:54Tidak disangka.
09:57Nona kecewa ya?
09:58Kalau aku lahir lebih cepat beberapa puluh tahun, mungkin saja bisa buat Nona puas.
10:04Oh iya.
10:05Ada yang bilang, kalau aku kesini dan serahkan ini padamu, aku bisa tukar sepuluh ribu utahil.
10:13Pangeran Juno bisa-bisanya kasih tanda pengenal ke orang lain.
10:16Seorang wanita pula.
10:20Mukanya memang cantik.
10:21Tapi tetap saja cuma gadis kampung.
10:23Kenapa pangeran Juno sampai suruh orang sampaikan ke aku?
10:27Jangan ambil kembali tanda ini.
10:31Giyoknya tidak ada masalah.
10:42Nona, coba cek.
10:43Kalau tidak ada masalah, kamu boleh bawa semua ini.
10:49Mas?
10:51Sepuluh ribu tahil emas.
10:53Sesuai.
10:55Aku tidak mau emas.
10:57Yang aku mau itu sepuluh ribu tahil perak.
11:00Apa masalahnya?
11:02Dengan Giyok ini, kamu bisa ambil perak sebanyak apapun.
11:05Lagipula, pemilik Giyok ini tidak peduli dengan jumlah segitu.
11:09Barang-barang ini, kembalikan saja ke tempat asalnya.
11:26Nona, apa maksudnya?
11:29Tidak ada orang yang tidak suka emas.
11:32Tapi, tidak semua hal bisa ditukar pakai emas.
11:37Meski aku bukan dari keluarga terpandang, aku tetap punya prinsipku sendiri.
11:42Aku tidak akan ambil sesuatu yang bukan milikku.
11:45Aku dan pemilik Giyok ini sudah sepakat.
11:47Sepuluh ribu tahil perak.
11:48Berarti sepuluh ribu tahil perak.
11:50Aku tidak mau ambil lebih sedikit pun.
11:51Sepertinya aku terlalu picik.
11:56Sampai Nona tersinggung.
11:58Baiklah, sesuai permintaan Nona.
12:00Turunkan dan siapkan sepuluh ribu tahil perak.
12:03Tunggu!
12:05Aku masih mau minta satu bantuan.
12:07Apa itu?
12:09Perak ini terlalu banyak.
12:12Aku tidak punya tempat buat simpan.
12:13Boleh kasih aku 200 tahil dulu.
12:15Sisanya tolong buatkan notas saja.
12:18Aku kurang berpikir jauh.
12:21Tuan Yono, turun dan siapkan.
12:22Baik.
12:23Terima kasih.
12:28Boleh tanya, siapa nama Nona?
12:31Tinggal di mana?
12:32Berapa usia Nona?
12:34Kenapa Tuan tanya soal ini?
12:37Ini data pribadi wanita.
12:39Kalau Tuan tanya begini,
12:41sepertinya kurang sopan.
12:49Terima kasih, Tuan Yono.
12:51Terima kasih bantuannya.
12:54Aku pergi dulu.
12:55Tunggu.
13:00Giyok ini bawa saja sekalian.
13:03Tolong kembalikan ke pemiliknya.
13:07Dimana kau harus jadi pria itu?
13:09Sudahlah.
13:19Kalau sudah ketemu, baru pikirkan.
13:21Tuan yung tatu siap.
13:21Tuan yung tatu.
13:22Tuan yung tatu.
13:22Tuan yung tatu.
13:22Tuan yung tatu.
13:40Kamu bisa kalau kemana?
13:40Serbuk mikat
13:47Bukannya kamu hebat sekali
13:53Coba rasakan, bagaimana hebatnya serbuk mikat ini
13:56Wanita ini jatah kalian
13:59Aku mau dia hidup tidak bisa
14:01Mati pun tidak bisa
14:03Nona, tenang saja
14:06Kami pasti buat kamu puas
14:09Tidak disangka
14:12Gadis yang belum menikah sepertimu
14:15Hatinya bisa sekejam ini
14:18Sekejam?
14:20Dengan statusmu itu
14:22Sepertinya Clark tidak akan bisa menikah sama pria sekelas ini
14:25Ini demi kebaikanmu
14:26Sebelum mati, senang-senang dulu
14:29Senang-senang biar hidupmu tidak sia-sia
14:31Begitu ya?
14:34Kalau gitu, ada hal sebagus itu
14:36Baik Nona saja yang nikmati sendiri
14:39Kamu sedang apa?
14:50Selama orang tidak ganggu aku
14:51Kamu sudah lihat
14:52Aku juga tidak ganggu balik
14:53Kalau ada yang ganggu aku, pasti akan aku balas
14:55Memang tidak bisa nilai dari penampilan
15:03Pakai cara orang itu sendiri buat membalasan
15:05Balasan begini benar-benar mantap
15:08Gadis itu pendendam juga
15:10Wajar saja dia begitu
15:13Kalau ada orang yang begitu sama aku
15:16Sepertinya aku akan balas lebih kejar
15:17Eh?
15:19Kamu ini kenapa?
15:20Dari semalam, terus-terus belain dia?
15:22Tidak seperti biasanya?
15:24Jangan-jangan kamu ada perasaan
15:26Sama gadis itu?
15:27Eh, tidak ada
15:29Aku tidak berani
15:30Dia itu wanitanya Juno
15:32Eh, oh salah-salah
15:35Mulut si Allah
15:36Seingatku
15:39Toko perak hilangkan satu tusukan giok
15:41Di gang sekitar sini
15:42Mereka umumkan
15:44Kalau ada yang temukan
15:45Toko perak itu mau kasih 200 tile perak
15:47Sebagai imbalan
15:48Hancurkan orang sampai tuntas
15:50Benar-benar ciri khas pangeran Juno
15:52Suruh Tuan Osmo
15:53Pilih salah satu dari pria itu
15:55Buat jadi calon suami putrinya
15:56Ide yang bagus juga
15:57Tapi
15:59Juno
16:00Kenapa kamu perhatian sekali
16:03Sama wanita itu?
16:04Jangan-jangan kamu suka sama dia
16:05Hah?
16:23Mangi sekali
16:24Kalau bisa beli sedikit
16:25Boteh susu di rumah
16:26Ini pasti suka
16:27Eh, Donna juga suka minum teh
16:31Silahkan duduk
16:32Hmm, tehnya enak sekali
16:50Kakek, apa nama teh ini?
16:53Ada sisa tidak?
16:55Aku mau beli sedikit
16:55Hah, aku ini cuma orang kampung biasa
16:59Mana bisa kasih nama bagus begitu?
17:01Teh ini
17:02Aku tanam sendiri
17:03Kalau kamu suka
17:04Ambil saja
17:05Tidak bisa begitu
17:08Aku
17:09Aku beli saja
17:10Harganya tidak seberapa
17:17Kalau suka ambil saja
17:19Kakek ini
17:20Kakek ini sudah tidak kuat tanam lagi
17:22Terima kasih
17:29Kakek
17:31Ini ramuan obat yang aku racik sendiri
17:33Bagus buat kesehatan dan buat badan kuat
17:35Semoga kakek tidak keberatan
17:37Sepertinya penyakit lama dan susah sembuh
17:40Semoga ramuan ini bisa dibantu dia
17:41Terima kasih
17:42Kalau gitu aku pamit dulu
17:46Apa yang bisa diharap?
18:06Cuma seorang gadis
18:07Mana bisa buat semacam obat mujarab begitu?
18:10Jangan-jangan lukaku kamu lagi
18:20Tidak salah lagi
18:28Rasa panasnya selalu buat aku tersiksa
18:31Sudah hilang
18:32Mana mungkin?
18:35Hari ini aku tidak makan sesuatu yang aneh
18:38Kalaupun ada
18:40Apa ini penyebabnya?
18:47Kakek Ipar
18:48Kamu juga tahu
18:49Ibu lebih sayang cucu laki-laki
18:51Cuma perhatian sama cucu dari istri kedua
18:52Dia tidak kasih spesial pun
18:54Ngas kawin buat rosa
18:54Aku mohon
18:56Kasih aku beberapa gulungan kain saja
18:58Aku tidak akan cerita ke siapapun
19:00Bagaimanapun
19:02Rosa itu kebenaran kalian
19:03Kalian juga tidak mau
19:04Dia susah dapat lain
19:05Tapi
19:13Semua kain ini
19:14Milik Rania
19:15Aku dan ibunya
19:17Tidak bisa ambil keputusan
19:18Kak
19:19Rania juga belum nikah
19:20Bukannya kalian masih urus rumah
19:22Menurutku
19:23Nanti kalau dia beran menikah
19:25Kalian berdua
19:26Masih dapat apa?
19:27Kalian-kalian ini
19:28Ujung-ujungnya jadi punya kalian kan?
19:32Tadi Ipar
19:32Tidak bisa
19:34Dibilang begitu juga
19:35Waktu kami pisah keluar
19:37Dari keluarga chakra
19:39Kami tidak punya apa-apa
19:40Sekarang Rania juga sudah masuk umur menikah
19:43Masih ada Iani juga
19:45Itu semua butuh biaya
19:47Kalau kain sutera ini kamu bawa semua
19:50Nanti mereka bagaimana?
19:52Benar
19:52Kakak Ipar
19:55Rania itu hebat
19:56Kalian tidak perlu khawatir
19:58Iani juga masih kecil
20:00Masih bisa kumpulangan
20:00Pelan-pelan
20:01Tapi Rosa
20:02Tidak bisa menunggu lagi
20:04Dia juga bukannya sekarat
20:05Kenapa tidak bisa menunggu?
20:08Kamu
20:08Kenapa cara-bicaramu begitu?
20:12Aku memang belak-bakan
20:13Kalau kamu tidak suka dengar
20:15Silahkan pergi
20:15Kenapa aku harus pergi?
20:18Karena ini rumahku
20:18Lantai yang aku mau pijak
20:21Juga punya aku
20:21Kenapa?
20:23Apa aku perlu
20:24Keluarkan surat tanah dan tujukan ke kamu?
20:26Lagi pula
20:27Kita sudah pisah rumah
20:28Lebih baik kamu jangan sering kesini
20:30Kalau tidak
20:32Orang-orang pikir
20:34Kamu sengaja datang ke rumahku
20:35Buat minta-minta
20:35Siapa?
20:37Siapa yang minta-minta?
20:40Jadi bukan mau minta-minta
20:42Lalu kenapa kamu kesini?
20:45Aku datang cuma mau kasih tau
20:46Ayah sudah sekarang
20:47Ayah?
20:49Ayah kenapa?
20:51Kenapa lagi?
20:52Semua udah mau mati
20:53Sayang
20:55Ibu
20:55Kamu di rumah saja
20:57Aku pergi lihat
20:58Bibi
21:03Kamu terus-terusan bilang
21:05Kakek sudah sekarat
21:07Kenapa kamu masih disini?
21:09Kenapa?
21:09Apa mau sekalian makan malam disini?
21:11Kurang aja
21:12Tunggu saja kamu
21:14Dimana ayah taruh barang itu?
21:20Tidak tau
21:20Pakai kalian berdua pulang kesini
21:26Wah
21:26Waktu dia masih saat
21:28Kali tidur bakti
21:29Sekarang sudah sekarat
21:30Kalian mau pulang
21:32Mau berbundu arisan
21:33Dengar ya
21:34Jangan harap
21:35Aku mau ketemu ayah
21:40Anak tidak tau diri
21:42Kalau kamu ketemu ayahmu
21:45Kamu cuma buat dia stress sampai mati
21:47Pergi
21:47Coba pergi
21:48Aku cuma mau lihat sebentar
21:51Tidak ada yang perlu dilihat
21:52Cepat pergi
21:53Ayah lagi sakit
21:55Kamu bukan cuma tidak urusi dia
21:57Bahkan sampai bilang pisah rumah
21:58Sekarang ayah sudah sekarat
22:00Kamu baru datang pura-pura sedih
22:01Kamu mau ketemu ayah
22:03Bukannya karena mau cari barang yang disembunyikan
22:05Mbak
22:06Mana ada barang yang disembunyikan
22:08Aku kira mereka jaga kakek
22:10Karena masih punya hati nurani
22:11Tidak sangka
22:12Ternyata demi harta
22:13Kalian cepat pergi
22:14Tidak mau pergi
22:16Cepat lagi
22:20Ibu
22:26Melawan
22:28Kamu melawan
22:30Beraninya lempar banget di depanku
22:32Oke
22:33Kamu merondakan
22:35Aku cuma mau ketemu ayah
22:37Buat akhir kalinya
22:37Kenapa kalian halangi aku
22:39Siapapun yang berani halangi aku lagi
22:42Jangan salahkan kalau aku ngamuk
22:43Kamu
22:43Ibu
22:44Ayah sadar
22:45Ayah sudah sadar
22:46Cepat tanya ayah dimana barangnya
22:47Ayah sudah sadar
22:49Sudah sadar
22:51Pak Tua
22:55Kamu simpan dimana barang itu
22:56Ayah
22:58Aku lagi tanya
22:59Barang-barang itu
23:01Kamu simpan dimana
23:02Barangnya kamu mau kasih ke anak sialan itu
23:05Kamu semua nyikat dimana
23:07Dasar sialan
23:11Kalau aku tidak tahu
23:13Kalian mau makan begini
23:14Harusnya dulu biarkan kau mati kelembaran
23:16Jangan pokok ayahku
23:18Jangan pokok ayahku
23:20Coba saja pokok ayahku lagi
23:22Ayah
23:26Aku datang
23:28Kakek
23:35Kamu mau bilang apa?
23:37Aku tidak denger jelas
23:38Waktu terakhir kali aku cek nadi kakek setelah itu
23:42Aku langsung cari cara buat sembuhkan kakek
23:44Pas sekali
23:44Aku baru selesai buat obat ini
23:45Sekarang langsung terpakai
23:47Ayah
23:51Ayah
23:52Atop
23:56Balok atap
23:57Balok atap
24:00Cepet-cepet
24:01Ayah
24:04Pelan-pelan
24:05Aduh tidak
24:08Eh
24:09Ada
24:10Ketemu
24:11Cepat buka
24:16Cepat buka
24:17Wah
24:18Mas disini
24:19Mas
24:19Cepat buka
24:20Berubahnya
24:23Berbedaknya
24:24Berbedaknya
24:25Berbedaknya
24:26Berbedaknya
24:26Berbedaknya
24:27Berbedaknya
24:27Berbedaknya
24:28Berbedaknya
24:28Berbedaknya
24:28Berbedaknya
24:28Terima kasih
24:31Kamu tiba
24:33Aku bisa bisa
24:34Ayah
24:44Ini
24:45Oh iya
24:50Ini ibu
24:52Minyip
24:57Dasar anak
24:58Bang aja
24:59Nenek tua
25:00Kamu belum
25:01Kapok juga
25:01Sepertinya
25:04Waktu itu
25:04Aku kurang
25:06Keras sama kamu
25:06Sini
25:16Sini kakek
25:17Ruangan naik tingkat
25:26Ruangannya naik tingkat dua kali
25:27Semuanya waktu aku selamatkan orang
25:29Semuanya yang sudah sekarat
25:30Apa mungkin Cep aku ubah nasib orang yang sekarat ruanganku naik tingkat
25:33Ayah
25:34Jaga kesehatan
25:36Besok aku datang lagi
25:38Kamu
25:40Kamu
25:40Kamu
25:41Kamu masih mau biarkan orang
25:42Pobo utara ini tinggal disini
25:44Jangan memimpin
25:45Apa maksudmu
25:47Dia sudah sekarat begitu
25:50Tentang tahun ini
25:51Aku saja cukup baik
25:52Tidak usir dia
25:54Sekarang kamu masih mau
25:56Aku
25:57Tetap menurut dia
25:58Terserah kamu bawa dia atau tidak
26:01Kau tidak di bawah
26:02Biar akan saja dimati kelaparan
26:04Kamu
26:06Kenapa kamu sekejam itu
26:08Aku kejam
26:10Harusnya bunuh aku
26:13Bunuh kamu
26:14Mau bunuh ayahku
26:17Selama ini
26:19Kalau bukan karena ayahku kerja
26:21Kalian semua sudah mati kelaparan dan kedinginan
26:24Kalian yakin
26:28Tidak mau rawat kakek lagi
26:29Tidak mau
26:30Cepat lagi
26:32Cepat lagi
26:33Ngarai rumah ini
26:34Terang
26:35Oke
26:36Karena kalian tidak mau
26:38Biar orang tuaku yang rawat
26:40Tapi ada satu hal
26:41Yang harus kalian tahu
26:42Karena kalian tidak mau urus
26:43Berarti kita
26:44Putus hubungan total
26:46Buat surat pernyataan yang ditanda tangan
26:48Nyatakan kalau kalian tidak mau urus
26:50Jangan nanti bilang
26:51Kami yang rebut
26:51Sekarang suratnya sudah ditangga tangani
27:01Mulai hari ini
27:03Keluarga kita
27:04Tidak ada hubungan lagi
27:07Lihat
27:10Sekarang
27:18Bisa hemat satu porsi makanan
27:20Tidak perlu pikirkan
27:21Peti mati buat ayah lagi
27:22Orang jahat pasti kena imbasnya
27:26Bukan tidak dibalas
27:27Cuma belum saatnya saja
27:28Mati saja kamu
27:31Sayang
27:38Kenapa kamu bawa
27:39Ayah pulang
27:40Ibu
27:41Tolong siapkan satu kamar
27:43Buat kakek
27:45Mereka siksa ayah
27:50Tidak apa-apa sayang
27:52Cuma tinggal tambah satu set piring yang sumpit
27:54Kita hirit saja
27:56Pasti bisa sisikan porsi buat makan ayah
27:58Sayang
27:59Nanti kamu dan anak kita
28:01Jadi lebih repot
28:02Tapi badanku sudah lebih kuat
28:04Besok aku mau naik gunung
28:06Tebang lebih banyak kayu
28:07Dan cari lebih banyak jamur
28:08Kita pasti bisa
28:10Hidup lebih baik
28:11Ayah dan ibu memang orang yang berhati baik
28:13Kalau dipikir-pikir
28:15Meski aku tiba-tiba pindah ke dunia ini
28:16Selain hidup lebih susah
28:17Sebenarnya tidak ada yang terlalu pusing
28:19Kakek
28:23Ibu sudah masak bubur buat kakek
28:26Kakek tidak sadar berapa lama
28:28Tidak sangka sekarang
28:29Kamu sudah sebesar ini
28:31Orang dilukisan itu
28:35Nenek ya
28:35Iya
28:38Aku yang gambar waktu masih muda
28:41Wanita ini pake konde berbentuk Phoenix
28:44Wanita biasa seperti kita
28:46Kalo berani pake konde bentuk Phoenix
28:48Itu namanya kurang ajar
28:49Bisa dihukumati
28:49Meski cuma dilukisan
28:51Tetap tidak boleh
28:52Lagipula kalo ini stukisan suami istri
28:54Bagian tanda tangan
28:55Cuma tulis nama saja
28:55Kenapa tertulis pulih ke sekolah
28:57Gak Cakra
28:58Kakek sudah tua
29:00Makan bubur rencer saja sudah cukup
29:03Tidak usah semelah ini
29:04Hari ini makan bubur ini
29:07Besok kalian makan apa?
29:10Makan angin
29:11Kakek tenang saja
29:11Hari ini ayah beli 50 kilo beras dan tepung
29:14Cukup lama buat
29:15Kami sekolah makan
29:16Mana mungkin
29:19Kakek
29:22Tinggal nikmati saja
29:25Perbuatan jahat sebaik itu
29:40Mana bisa tidak dikasih psiki pelajaran
29:42Menarik juga
29:56Terus awasi dia
29:58Yang mulia
30:01Aku mau bilang sesuatu
30:02Tapi tidak tau boleh atau tidak
30:04Kalau begitu jangan bilang
30:05Seistimewa apapun gadis itu
30:08Statusnya tetap saja jauh berbeda dibanding yang mulia
30:11Kamu
30:11Seperti yang nanti kamu saja
30:12Yang duduk di posisi ini
30:14Yang mulia maaf aku salah
30:15Keluar
30:18Hukum dirimu sendiri
30:19Baik
30:19Duh seperti bentar lagi
30:21Aku punya nyonya baru
30:23Kenapa?
30:26Sampai semara itu
30:27Kenapa kamu kesini?
30:28Tuan Yuda sudah ditemukan
30:29Kamu ini tidak sopan sekali
30:31Sama sekali tidak ada basa-basi
30:32Langsung minta info soal kakekku
30:33Ah ini surat dari istana
30:41Kakekku juga ada disitu
30:42Kakekmu di Yoma
30:51Oh awalnya bilang mau ke distrik tali
30:53Entah kenapa malah kesesan kesini
30:55Kalau kamu mau pil es buat yang terang racun
30:57Mungkin ini satu surat kesempatanmu
30:58Aduh kruku sakit sekali
31:01Siapa yang pake toilet?
31:05Aduh cepet keluar
31:07Keluarga jakra kenapa Ride?
31:12Coba nih ledak ya
31:13Busuk sekali
31:14Busuk sekali
31:15Pagi-pagi begini
31:17Mau bunuh orang pake baunya
31:19Kruku keluarga itu kena karma
31:20Nah aku liat sendiri
31:21Mereka usir kakeknya dari rumah
31:23Rasakan itu
31:25Orang macam apa itu
31:26Ayo pergi
31:27Ayo
31:28Terima kasih atas dukunganmu
31:29Terima kasih atas dukunganmu
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda