Saltar al reproductorSaltar al contenido principal
  • hace 17 minutos
Cermin Dosa (Sulih Suara)
#EnglishMovie #cdrama #drama #engsub #chinesedramaengsub #movieshortfull
Transcripción
00:00I'm already on the bus, I'm already on the bus, I'm already on the bus
00:04I already told you I'm going to get on the bus
00:06Today I'm going to get on the bus
00:08There are a lot of things you need to get on
00:10Get on the bus, I don't want to get on the bus
00:12Wait a minute, I'll get on the bus
00:16I'm already on the bus, I'll stop
00:18Eh eh
00:20Ibu, Kak Hector sudah mau turangan
00:28Akhirnya aku bisa mewakili Ibu
00:30Kasih rentin bioplinik serombang jenek warga Gomez ini ke kakak Isha
00:34Aduh Bu, aku mau kirim mobil jemput Ibu
00:37Kenapa tetap naik bis jelek itu?
00:39Ngapain kirim mobil?
00:41Lebih baik hemat keluarkan uang seperlunya
00:43Gak ada ruginya pake yang gratis
00:45Sayang, bisnya datang
00:47Aduh, bisnya sudah datang
00:49Ibu naik dulu ya
00:50Eh, Ibu?
00:52Minggir semua
00:53Minggir, minggir
00:54Kalian tuli ya?
00:55Apa kalian gak diajarkan di sekolah?
00:57Hah? Buat menghormati orang tua?
00:59Ilmu kalian sia-sia
01:00Memang kalian siapa?
01:01Minggir
01:03Transaksi berhasil
01:10Minggir, berdiri di tengah jalan
01:12Uh, penuh banget
01:14Sampai gak ada tempat duduk
01:16Sayang, cepat kesini
01:17Ada wanita muda disini
01:18Oh, ada tempat ya
01:19Oh, ada tempat ya
01:25Nona, pura-pura tuli ya?
01:27Bukannya seharusnya kasih tempat duduk buat orang tua
01:31Maaf, Paman, Bibi
01:33Hari ini aku kurang enak badan
01:35Bisa cari orang lain saja
01:38Bilang aja gak mau ngasih
01:40Pakai pura-pura sakit
01:42Aku gak pura-pura
01:43Aku
01:45Aduh, aduh, aduh, aduh
01:46Makin berani aja
01:47Kenapa?
01:48Semalam habis macem-macem ya?
01:51Lihatannya saja polos
01:53Gak sangka
01:54Ternyata mainnya liar juga
01:57Kalian ngomong apa?
01:59Kenapa?
02:00Gak suka cara kami ngomong
02:01Kalo gak suka kasih tempatmu
02:02Awas
02:03Hei, Bibi
02:04Jangan bersulit nona itu
02:05Duduk tempat kami saja
02:07Terima kasih
02:08Bukan urusan kalian
02:09Aku mau duduk di tempat ini
02:11Kenapa? Gak usah aku campur
02:13Bibi, aku lagi datang bulan
02:15Sakit banget
02:16Cih, kukira masalah apa
02:18Semua orang juga datang bulan
02:20Gak usah pake drama-drama
02:21Minggir!
02:22Para penumpang
02:23Tolong jago sopan santun
02:24Jangan buat onar di dalam bis
02:26Siapa yang gak sopan?
02:28Sopir sialan
02:29Ini bukan urusanmu
02:32Gak mau kasih kan?
02:34Jangan menyesal ya
02:38Kau sedang apa?
02:40Hah
02:44Aku kasih, aku kasih
02:45Sudah kan?
02:48Kalo kau kasih dari awal
02:49Gak bakal begini kan?
02:51Makanya
02:52Gak usah pake drama
02:54Ayo, duduk
03:01Sayang
03:02Kau gak apa-apa
03:04Bibi, Bibi gak apa-apa
03:08Kenapa kau dorong aku?
03:09Kau yang dorong kan?
03:11Kenapa menyalahkanku?
03:15Diam kau
03:16Dengar ya
03:18Hari ini
03:19Kau harus ganti rugi biaya pengobatan istriku
03:22Sayang
03:23Kepalaku sakit
03:25Aku mau periksa ke rumah sakit
03:27Sakit sekali
03:29Aduh
03:30Jangan panik sayang
03:31Tahan sebentar
03:32Sopir
03:33Berhenti
03:34Maaf penumpang
03:36Bisnya belum sampai halte
03:37Dan kami punya aturan gak boleh berhenti
03:39Dasar sopir sialan
03:43Istriku
03:44Mau ke rumah sakit
03:45Sekarang
03:46Cepat putar balik ke rumah sakit
03:48Kukatakan sekali lagi
03:49Aturan kami
03:50Bis gak boleh berhenti sebelum halte
03:52Kalian bisa turun di halte berikutnya
03:55Oke
03:56Aku tahu
03:58Kau sengaja
03:59Karena tadi aku
04:00Sudah maki kau sopir sialan
04:02Jadi kau mau balet dendam
04:03Dan sengaja injak rem
04:04Buat celakai istriku
04:06Biaya pengobatannya
04:07Kau juga harus bayar separuh
04:09Sudah cukup belum
04:11Tadi aku injak rem
04:12Itu karena
04:13Jangan banyak omong
04:14Putar balik gak
04:15Cepat putar balik
04:16Putar balik
04:17Sudah cukup belum
04:18Bagaimana keselamatan pendupang bis ini
04:20Untuk apa kau debat sama dia
04:21Biarkan aku saja
04:22Berhenti gak
04:23Gau gila
04:24Gau gila
04:28Gau gila
04:29Gau gila
04:30Polang
04:32Polang
04:33Polang
04:34Polang
04:35Polang
04:36Polang
04:41Aduh
04:42Sakit
04:43Aduh
04:45Aduh kepalaku
04:46Aduh
04:47Aduh
04:48Pinggangku sakit sekali
04:49Tolong bantu aku
04:51Aku sampai tersedap
04:52That's the two of them, you're going to make me die!
04:55Because of them, all of them are wrong!
04:58Look at them, now look at you!
05:01We're going to make you celaka!
05:03If you heard of me and went back from the beginning, this will not happen!
05:07That's the two of them!
05:09You're going to kill everyone in this place!
05:11You're going to have me!
05:13You're going to go to the CCTV!
05:20Hello?
05:21I'm going to report!
05:22Ada yang telah merebut kamu di bis!
05:24Dia lapor polisi!
05:25Gimana sayang?
05:26Tenang, tenang!
05:29Sialan!
05:30Ini salahmu!
05:31Nanti waktu petugas datang, akui saja kesalahanmu!
05:35Kenapa jadi salahku?
05:37Kenapa bukan salahmu?
05:39Kalau tadi kau dari awal kasih tempat duduk itu, ini gak bakal terjadi!
05:42Karena kau lah yang menjadi Bian Kerok semua ini!
05:45Cukup!
05:46Masih berani salahkan nona ini!
05:49Tua bangka!
05:50Gak tau malu!
05:51Kalau bukan karena ada hukum, kalian berdua sudah kubunuh sekarang!
05:56Ayo!
05:57Maju!
05:58Kau jangan takut nona!
05:59Nanti kalau petugas datang, kami jadi saksi buatmu!
06:01Biar mereka berdua masuk penjara!
06:02Masuk penjara!
06:03Masuk penjara!
06:04Masuk penjara!
06:05Masuk penjara!
06:06Masuk penjara!
06:07Masuk penjara!
06:08Kalian!
06:09Tunggu saja!
06:10Aku akan telepon putriku!
06:11Biar dia akan mengurus kalian semua disini!
06:13Iya!
06:14Waktu putriku datang nanti, kalian siap-siap saja!
06:16Nanti kalian akan dihajar!
06:17Halo!
06:18Sinta!
06:19Kau di mana?
06:20Ada orang yang tindak di ibu dan ayahmu!
06:23Cepat ke sini!
06:24Cepat datang bela kami!
06:26Apa?
06:27Berani sekali mereka!
06:29Ibu!
06:30Jangan panik!
06:31Aku kesana sekarang!
06:32Hana harusnya sudah sampaikan?
06:35Baru saja ada bus tabrakan di jalan nomor 6 selatan kota Rohings.
06:43Kabarnya, sepasang orang tua yang merebut kemudi...
06:46Heh!
06:47Zaman sekarang, ada-ada saja.
06:51Hah!
06:55Hana!
06:56Pengawal!
06:58Siapkan mobil!
06:59Siapkan mobil!
07:02Kurang ajar!
07:04Kenapa kau menangis?
07:05Ingat ya!
07:06Ingat omonganku tadi!
07:07Nanti kalau petugas datang, aku semua kesalahanmu!
07:10Jangan bawa-bawa kami!
07:12Aku bicara padamu!
07:14Mengerti nggak?
07:15Heh!
07:16Sampai sekarang, masih saja buat ulah, hah?
07:19Sekarang malah salahkan Nona itu!
07:20Bukan urusanmu!
07:21Percaya atau nggak, aku bisa habisi kalian semua!
07:24Aku sudah sangat sabar padamu!
07:26Dengan badan tuamu itu kamu pukul siapa?
07:28Kau kira kami semua takut padamu!
07:29Kebiasaan buruk karena dimanja!
07:30Kau!
07:35Kau, kau!
07:36Kalian semua mau apa?
07:37Sayang!
07:38Gimana sayang?
07:39Gimana dong?
07:40Tenang, sayang!
07:41Hentikan!
07:42Beraninya tindak saya dan ibuku!
07:56Cari mati ya!
07:58Sayang!
07:59Akhirnya kau datang!
08:01Hei!
08:02Mau ngapain?
08:03Hei!
08:04Jangan gerak!
08:05Coba saja!
08:06Dengar ya!
08:07Kalau kau berani sentuh aku sedikit saja, aku jamin kau, kau, kau, kau, seluruh keluarga kalian bakal lenyap dari kota Rohiks!
08:22Siapa lagi yang tindas ayah dan ibuku?
08:23Cepat mengaku!
08:24Aku tanya sekali lagi, siapa orangnya?
08:25Aku tanya sekali lagi, siapa orangnya?
08:26Dia!
08:27Kau!
08:28Kau!
08:29Kau!
08:30Seluruh keluarga kalian bakal lenyap dari kota Rohiks!
08:42Siapa lagi yang tindas ayah dan ibuku?
08:44Cepat mengaku!
08:49Aku tanya sekali lagi, siapa orangnya?
08:52Dia!
08:55Dia!
08:56Dia juga!
08:57Anak ini kurang ajar!
08:58Dia gak mau ngasih tempat duduk sama ibu!
09:00Dia!
09:01Dia biang keroknya!
09:06Ternyata kau!
09:09Kau kenal dia!
09:13Dia ini pelakor yang menggoda pacarku!
09:19Apa?
09:20Hah!
09:21Sudah kuduga begitu naik bis, aku lihat kau seperti orang yang gak beres!
09:24Berani kau ganggu calon menantuku!
09:27Hekto?
09:28Hekto orang hebat!
09:29Entah berapa wanita licik yang mengincar dia di belakang!
09:32Aku harus waspada!
09:33Hekto orang hebat!
09:34Entah berapa wanita licik yang mengincar dia di belakang!
09:36Aku harus waspada!
09:39Huh?
09:41Ternyata memang Adek!
09:42Hekto orang hebat!
09:44Hekto orang hebat!
09:46Entah berapa wanita licik yang mengincar dia di belakang!
09:48Aku harus waspada!
09:50Ternyata memang Adek!
09:53Ternyata memang adek.
10:01Kau lagi ngapain?
10:04Enggak, gak apa-apa.
10:07Sekian lama aku cari kau, gak sangka hari ini ketemu di sini.
10:11Tuhan memang baik.
10:14Yang bener saja, Nona ini kelihatan polos sekali.
10:17Gak nyangka ternyata pelakor.
10:18Gayanya gak kelihatan pelakor, benar.
10:22Diam!
10:23Gak percaya.
10:30Buka mata kalian lebar-lebar dan lihat baik-baik.
10:33Orang di foto ini adalah pacarku.
10:36Wanita di sebelahnya adalah wanita penggoda ini.
10:40Gak nyangka, ternyata beneran.
10:43Ternyata dia itu pelakor.
10:45Padahal tadi aku sempat kasihan sama dia.
10:48Orang seperti ini dulu bakal ditenggelamkan ke air.
10:51Dunia sudah berubah.
10:53Dunia sudah kacau.
10:54Sembarangan!
10:55Biar aku lihat siapa pacarmu.
10:57Ngapain kau lihat?
10:58Beraninya lebar ponselku.
11:05Kau gila ya?
11:06Aku, aku gak sengaja.
11:10Berani sekali berdali.
11:11Apa kau tahu?
11:12Ini ponsel edisi terbatas di seluruh dunia yang dikasih pacarku.
11:16Berani-beraninya kau!
11:17Jangan pukul aku.
11:22Aku ganti, aku ganti, oke?
11:24Kau ganti?
11:26Seorang pelakor sepertimu.
11:28Mau ganti pakai apa?
11:29Aku tahu.
11:31Kau pikir dengan begini bisa hilangkan bukti?
11:36Enggak.
11:37Aku cuma mau lihat siapa pacarmu sebenarnya.
11:39Aku mau lihat ada apa sama foto itu.
11:41Oh, sesaja berdali.
11:43Kau sendiri gak tahu siapa yang sudah kau goda.
11:45Hah?
11:46Aku tahu.
11:47Jangan-jangan kau goda terlalu banyak pria.
11:50Sampai lupa pacarku yang mana.
11:53Puh, dasar murahan.
11:56Pelakor gak tahu malu.
11:58Menggoda orang lain yang kuat.
11:59Menggoda kaum nantuku.
12:00Memang kau pantas.
12:04Aku beneran bukan pelakor.
12:06Aku beneran bukan pelakor.
12:08Masih mau berdali.
12:11Kau, kau mau ngapain?
12:18Mau ngapain?
12:20Kau andalkan wajahmu ini?
12:22Buat goda pria di mana-mana, kan?
12:24Kalau begitu, aku rusak saja wajahmu.
12:27Biar nanti gak bisa goda pria lagi.
12:33Jangan, jangan, jangan.
12:38Kau mau ngapain, jangan.
12:41Sekarang baru takut.
12:44Terlambat.
12:45Sejak pertama kau jadi pelakor,
12:48harusnya kau sudah pikirkan akibatnya.
12:51Aku beneran gak goda pacarmu.
12:55Serius.
12:57Diam!
12:58Simpan saja ucapanmu buat kehidupan selanjutnya.
13:01Hentikan!
13:13Hentikan!
13:18Kalian ngapain?
13:23Petugas, akhirnya ku datang juga.
13:26Mereka berdua, merebut kubudiku.
13:28Kau bohong!
13:31Petugas, kami gak ngelakuin salah apa-apa.
13:33Ini salah pelakor itu.
13:35Dia gak mau kasih aku tempat duduk.
13:37Benar.
13:38Dia diam-diam jadi pelakor.
13:39Yang sudah menggoda penantuku.
13:41Cepat, sekarang tangkap dia.
13:43Enggak, bukan.
13:44Aku bukan pelakor.
13:46Bukan aku.
13:47Oh, pelakor bukan urusan kami.
13:48Tapi merebut kemudi itu,
13:50langgar hukum.
13:51Ada rekaman CCTV sebagai bukti.
13:52Ikut kami.
13:54Hah?
13:54Kalian punya otak gak?
13:56Hah?
13:56Jelas-jelas ini salah wanita.
13:57Cukup!
13:58Masih saja salahkan orang lain.
13:59Bawa mereka.
14:01Coba saja kalau berani.
14:05Nona, kau dicurigai lakukan penganiayaan.
14:08Kau juga ikut kami.
14:09Aku juga ikut.
14:10Benar.
14:12Kau yakin?
14:12Sangat yakin.
14:17Jangan kira,
14:19cuma karena pakai seragam ini,
14:21bisa membuat aku takut.
14:23Halo?
14:24Pak Jack?
14:26Aku ada sedikit masalah di sini.
14:31Pak Jack mau bicara dengannya.
14:34Ini...
14:39Baik, baik.
14:40Pak Jack?
14:43Bu Sinta?
14:45Ini Puan Selana.
14:54Petugas?
14:55Apa maksudnya ini?
14:56Masalah ini gak diurus?
14:58Gak diurus?
14:59Mana bisa begitu?
15:00Wanita ini bukan cuma goda pacarku.
15:05Tapi dia juga penyebab semua masalah ini.
15:07Menurutku, bukannya harus tangkap dia dulu.
15:10Selain itu, semua orang yang sudah menindas orangtuaku minta maaf sekarang.
15:15Apa?
15:17Minta maaf.
15:18Kenapa bengong?
15:20Kenapa bengong?
15:20Cepat gerak!
15:28Lepaskan aku!
15:30Lepaskan aku!
15:31Kenapa kalian begini?
15:35Kami hanya menjalankan perintah.
15:37Kenapa kalian begini?
15:40Mana keadilannya?
15:42Keadilan?
15:42Ngomongnya terdengar mulia.
15:46Jangan-jangan cuma mau uang.
15:59Mau keadilan kan?
16:02Lihatlah.
16:03Cukup adil gak?
16:05Gak cukup.
16:06Aku masih punya lagi.
16:07Cukup.
16:10Dasar pelakor busuk.
16:11Tiap hari cari cara goda pria lain cuma demi uang kan?
16:15Aku kasih semua uang ini untukmu.
16:17Biar kau pelan-pelan pakai di penjara.
16:21Bawa dia!
16:24Lepaskan aku!
16:25Aku gak terima!
16:26Siapa dia sebenarnya?
16:28Kenapa bisa melangkai hukum?
16:30Kenapa bisa membalikan kebenaran?
16:32Kau bisa langgar hukum semaunya
16:33dan gak ada yang berani menindah!
16:36Langkahi hukum?
16:39Jangan ngomong begitu.
16:42Langkahi hukum itu rasanya enak sekali.
16:46Soal siapa aku?
16:47Karena kau bakal masuk penjara,
16:49aku bakal berbaik hati.
16:52Kasih tahu dia.
16:54Siapa aku sebenarnya?
16:55Siapa Sinta Utama sebenarnya?
17:00Dia wakil CEO grup nomor satu di kota Rohiks,
17:03yaitu grup Gomas.
17:04Sinta Utama,
17:06Ibu Sinta.
17:07Ternyata dia wakil CEO grup Gomas,
17:10pantas saja sombong.
17:11Grup Gomas adalah penguasa ekonomi kota Rohiks.
17:13Bisnis mereka mencanggung segala bidang
17:14dari makanan sampai properti.
17:15Mereka kendalkan ekonomi seluruh kota Rohiks.
17:17Sepatah dari mereka,
17:18bisa tentukan masa depan setengah penduduk kota Rohiks.
17:21Pak Hekto adalah toko berpengaruh di Jayarta.
17:24Walaikota sekalipun harus hormati dia.
17:26Pantas saja.
17:28Petugas pun gak bisa berbuat banyak.
17:30Hmm, sekarang kalian sudah sadar betapa hebatnya putriku.
17:36Hmm, dasar.
17:37Ronsokkan sampah.
17:39Berani macam-macam padaku.
17:40Wih, mimpi saja.
17:45Sekarang,
17:46masalah pelakor sudah beres.
17:49Giliran kalian.
17:50Semua yang ada di sini,
17:53sujud dan minta maaf ke orangtuaku.
18:01Kau benar wakil CEO Grup Gomas?
18:05Tentu saja.
18:07Bukan cuma itu.
18:08Aku bukan cuma wakil CEO Grup Gomas.
18:11Hari ini,
18:12aku bakal tunangan sama CEO Grup Gomas,
18:16Hekto Gomas,
18:17jadi nyonya besar di Grup Gomas.
18:20Sekarang kau tahu siapa pasanganku?
18:24Orang sepertimu berharap bisa dekat sama Hekto.
18:27Mimpi saja.
18:31Nomor yang ada tuju tidak dapat diumuni.
18:34Ada apa ini?
18:35Kok Hana gak ngat telepon?
18:37Berapa lama lagi kita sampai?
18:38Sebentar lagi, Pak Hekto.
18:39Setelah lewat persimpangan.
18:45Mustahil.
18:46Kenapa bisa begini?
18:49Apanya yang mustahil?
18:51Aku ini orang hebat.
18:52Kau kira?
18:53Hekto bakal tinggalkan aku,
18:55lalu memilihmu.
18:57Kau itu cuma pelakor murahan.
18:59Mimpi.
19:00Maksudku adalah kenapa pasangan kakakku adalah wanita jahat sepertimu.
19:12Kakakmu?
19:13Apa maksudmu?
19:16Foto itu adalah fotoku dan kakakku.
19:21Aku adik kandungnya.
19:22Hana Gomas.
19:25Apa?
19:27Kau?
19:29Hana Gomas?
19:30Dia benaran.
19:31Adik kan lupa Hekto.
19:33Gimana ini?
19:34Gimana?
19:34Tidak.
19:49Itu...
19:50Maksudnya Abil dari grup Gomas.
19:53Pak Hekto datang.
19:55Sudah kubilang, wanita sepolos ini mana mungkin jadi pelakor.
19:58Ternyata adik kandung Pak Hekto.
20:00Menindas adik kandung Pak Hekto.
20:01Memangnya Pak Hekto masih mau sama dia.
20:03Biarin aja.
20:04Rasakan akibatnya.
20:05Oh, Hana sayang.
20:07Tadi itu cuma salah paham.
20:09Mulai sekarang kita ini keluarga.
20:12Kau jangan dimasukkan ke hati ya.
20:17Hana.
20:19Barusan kakak Ipar gak mengenalimu.
20:22Lepaskan.
20:23Aku gak bakal api wanita jahat sepertimu.
20:25Jadi kakak Iparku.
20:28Kak, ada apa ini?
20:45Siapa yang berani tindas orang tua kita?
20:48Cakra?
20:52Pak Hekto, di depan ada pengalihan jalan.
20:55Gak bisa lewat, harus putar jalan.
20:56Cepat cari jalan lain.
20:57Cepat!
20:58Baiklah.
21:00Kok kau bisa pakai mobil Hekto ke sini?
21:02Mana Hekto?
21:05Enggak kok.
21:06Aku pinjam mobil kak Hekto buat jalan-jalan.
21:09Oh, iya.
21:10Kak Hekto bilang dia mau jemput Hana di sekolah.
21:13Kenapa dia bisa ke sini?
21:14Apa katamu?
21:16Hekto pergi ke sekolah buat jemput Hana?
21:20Iya.
21:21Kenapa?
21:23Pak Hekto?
21:24Bicarakan nanti saja.
21:25Kau ikut denganku.
21:27Jemput Hana di sekolah.
21:28Baik, Pak Hekto.
21:29Hebat kau, pelakor.
21:35Beraninya bohong kalau kau adiknya Hekto.
21:37Aku hampir tertipu olehmu.
21:39Apa?
21:41Pelakor?
21:42Iya.
21:43Dia?
21:44Pelakor yang goda Hekto.
21:46Sialnya hari ini tertangkap olehku.
21:49Beraninya ngaku-ngaku jadi adik Hekto?
21:51Sial!
21:55Berani sekali kau.
21:57Beraninya goda ke Hekto.
21:58Enggak.
21:59Aku benar-benar Hana.
22:00Masih saja berdali.
22:03Hebat juga kau.
22:05Demi goda Hekto, sampai cari tahu nama adiknya segala.
22:08Benar-benar pakai segala cara.
22:10Siapa suruh kau berdali?
22:13Jangan-jangan wanita itu benar-benar menyamar.
22:16Kayaknya enggak.
22:18Aku enggak berdali.
22:19Aku...
22:19Diam!
22:20Aku dengar sendiri Kak Hekto bilang mau jemput Hana di sekolah.
22:23Kalau kau memang Hana, kenapa kau di sini?
22:26Kakakku mau tunangan.
22:28Aku enggak mau buat repot.
22:29Makanya aku naik bis sendiri.
22:33Pura-pura!
22:34Terus saja pura-pura!
22:35Siapa suruh pura-pura?
22:36Orang seperti Kak Hekto.
22:38Cuma wanita luar biasa seperti Kakaku yang pantas buatnya.
22:42Memangnya kau kira kau ini siapa?
22:44Beraninya mimpi.
22:45Enggak.
22:46Cukup!
22:47Jangan pukul dia lagi.
22:48Kelihatannya...
22:49Dia enggak pura-pura.
22:51Bisa jadi dia memang adiknya Pak Hekto.
22:53Benar.
22:53Gimana kau salah orang?
22:54Semuanya diam!
22:57Nona.
22:58Kau bilang kau adiknya Pak Hekto.
23:00Bisa buktikan?
23:01Aku...
23:01Geledah saja tasnya.
23:05Lihat identitasnya.
23:05Beres kan?
23:06Kok enggak pahit?
23:07Kembalikan tasku!
23:09Kenapa panik?
23:10Di dalam ada barang yang mencurigakan.
23:14Ada KTP-nya.
23:15Keluarkan dan tunjukkan saja.
23:17Kita lihat siapa kau sebenarnya.
23:18Ini kok...
23:29Ini KTP Hekto?
23:31Dasar wanita penggoda.
23:33Beraninya curi KTP Hekto?
23:35Katakan.
23:36Apa momo sebenarnya?
23:37Hah?
23:38Aku tahu.
23:39Kau curi KTP Hekto
23:41buat pindahkan hartanya diam-diam kan?
23:44Cepat mengaku.
23:46Berapa banyak uang yang sudah kau ambil di belakang Hekto?
23:49Aku enggak melakukannya.
23:50KTP kakakku enggak sengaja ketinggalan di rumah lama.
23:52Aku cuma mau...
23:54Masih saja berdalih.
23:55Cepat.
23:56Kembalikan uang yang kau curi.
23:57Kembalikan kemenang toko.
23:59Kembalikan uang keluarga kami.
24:01Enggak.
24:02Sudah aku bilang aku enggak melakukannya.
24:04Kenapa kalian enggak percaya?
24:06Diam!
24:07Chakra.
24:08Lanjut geledah.
24:09Hari ini kita harus buktikan kalau dia itu pelakor.
24:13Kembalikan padaku!
24:15Eh?
24:17Linggir!
24:27Kak, lihat.
24:32Ini?
24:43Aku sempat pikir kenapa Hekto punya Gyo.
24:53Ternyata kau yang kasih.
24:54Punya dia ada ukiran naga, sedangkan punyamu ukiran Phoenix.
24:58Apa tiap hari kau menghayal bisa jadi pasangan sempurna sama Hekto?
25:03Mimpi saja terus!
25:04Jangan!
25:05Jangan!
25:06Itu pusah ke keluarga Gomas.
25:09Ukiran naga lambang kepala keluarga Gomas.
25:11Phoenix untuk nyonya keluarga Gomas.
25:13Waktu ibuku meninggal, kakakku belum menikah.
25:15Jadi Gyo Phoenix itu dititipkan padaku buat disimpan.
25:19Awalnya, aku mau mewakili orangtuaku berikan itu padamu.
25:23Enggak disangka.
25:25Ternyata kau sejahat ini!
25:29Apa katamu?
25:30Diam!
25:32Gyo pusah ke apanya?
25:33Hah?
25:34Menurutku kau bohong!
25:36Enggak!
25:36Jangan!
25:42Kakakku!
25:43Kakakku telepon!
25:45Kalau gak percaya, tanya saja sendiri.
25:47Dia sendiri aku bohong atau enggak?
25:48Benar.
25:49Kalau teleponnya diangkat, bakal tahu dia ini beneran adik Pak Hekto atau bukan.
25:52Dia seyakin itu sepertinya beneran adik Pak Hekto.
25:55Iya.
25:56Pasti dia beneran adiknya Pak Hekto.
26:04Kakak, wanita murahan.
26:06Panggilannya menggoda banget ya?
26:09Kau itu cuma mau tekan biar Hekto datang menolongmu, kan?
26:15Mimpi saja!
26:16Kak, kau benar.
26:19Gimana kalau Kak Hekto malah bela pelakor ini?
26:21Jangan angkat teleponnya, Kak.
26:22Wanita murahan.
26:23Benar-benar murahan.
26:24Sampai saat ini pun masih berharap menantuku menolongmu.
26:27Pintar sekali kau cari akar.
26:29Iya.
26:30Cepat hancurkan Giyok jelek ini.
26:32Biar dia berhenti pikirkan Pak Hekto.
26:34Hancurkan!
26:35Aku!
26:36Jangan!
26:38Aku!
26:39Jangan!
26:40Jangan!
26:40Liantin Giyok ini sungguh warisan keluarga Gomas.
26:45Kalau kau menghancurkannya, kakakku pasti gak bakal memaafkanmu.
26:48Hebat banget aktingnya.
26:49Masih saja pura-pura akan kau hancurkan.
26:52Enggak!
26:52Jangan!
26:54Aku mohon.
26:55Ini sungguh Liantin Giyok warisan keluarga Gomas.
26:57Peninggalan mendiang ibuku.
26:59Gak boleh dihancurkan.
27:02Peninggalan ibumu?
27:05Demi selamatkan Giyok ini kau bisa berbohong apapun.
27:09Oke.
27:11Karena kau sampai bawa-bawa ibumu, akan kupertahankan Giyoknya.
27:15Tapi, kau harus sujud dan minta maaf mengaku kalau kau itu pelakor.
27:22Dengan begitu bakal kupertimbangkan buat pertahankan Giyok ini.
27:26Kau...
27:27Ada apa?
27:30Kenapa lagi?
27:32Pak Hector, pria di depan sepertinya lagi menipu.
27:37Hana, angkat teleponnya.
27:41Kenapa gak diangkat?
27:43Jangan-jangan asmai kambuh.
27:45Pak Hector, sepertinya Bu Sinta juga lagi di jalan selatan kota Rohiks.
27:48Gimana kalau suruh dia cek?
27:50Serius?
27:52Sepertinya kau gak niat.
27:56Kalau begitu, aku gak perlu pertahankan Giyok ini.
28:00Jangan!
28:10Hector?
28:13Wanita burahan, diam kau!
28:16Halo Hector?
28:17Sinta, kau di mana?
28:20Aku di...
28:21Enggak.
28:21Jangan sampai Hector tahu soal orang tua kerugut kemudi.
28:24Dia pasti bakal keberatan sama orang tua.
28:26Aku di jalan menuju tempat pesta.
28:29Aku mau cek gimana dekorasinya.
28:34Kenapa?
28:35Oke.
28:35Gak apa-apa.
28:36Oh iya.
28:38Kalau sudah gak sibuk, kau kesini saja.
28:40Aku tunggu.
28:40Oh iya.
28:44Cakra?
28:53Wanita murahan, tadi kau kesini berharap Hector bakal menolongmu, kek?
28:58Mimpi saja!
29:02Aku hancurkan dulu Giyokmu ini.
29:05Begitu pulang nanti, ku hancurkan sekalian Giyok Hector.
29:09Jangan!
29:13Ibu udah gak kuat.
29:16Ibu gak bisa lihat.
29:17Kakakmu menikah.
29:22Ini adalah lambang nyonya, keluarga gomas.
29:27Kau yang harus kasih ke calon istrinya.
29:30Kau harus bantu ibu jaga baik-baik.
29:37Ibu.
29:37Aku minta maaf.
29:54Aku minta maaf.
29:56Puas.
29:58Aku minta maaf.
30:01Puas.
30:02Aku mengaku.
30:04Aku adalah pelakor.
30:06Aku minta maaf.
30:07Bisa kembalikan Giyokya sekarang.
30:15Aku gak dengar.
30:19Aku mengaku.
30:21Aku adalah pelakor.
30:24Maaf.
30:25Semuanya dengar, kan?
30:30Dia sendiri yang mengaku.
30:32Dia adalah pelakor yang menjijikan.
30:35Wih.
30:36Sekarang, bisa kembalikan Giyokya padaku.
30:42Tentu.
30:43Aku harus kembalikan.
30:45Nih.
30:46Aku kembalikan sekarang.
30:48Aku kembalikan sekarang.
30:56Nggak.
31:01Ibu.
31:02Aku anak nurhaka.
31:04Aku gak bisa jaga kian keluarga gomas.
31:06Masih saja pura-pura.
31:12Kenapa?
31:14Aku sudah ikuti semua kemauanmu.
31:17Kenapa kau begitu?
31:18Kenapa?
31:21Kenapa?
31:23Coba kau pikir.
31:24Orang sepertimu pantas minta syarat padaku.
31:28Terus terang saja ya.
31:30Aku cuma pengen lihat pelakor busuk sepertimu sujud minta maaf padaku.
31:36Ngertinya?
31:36Dasar bodoh.
31:37Aku bukan pelakor.
31:44Pinggir.
31:46Wanita murahan, beraninya main tangan.
31:49Benda itu bukan cuma pusaka keluarga gomas,
31:52tapi juga peninggalan ibuku.
31:54Aku benci kalian.
31:58Kau benci aku.
31:59Benci saja seumur hidupmu.
32:02Ingat wajahku ini selamanya.
32:04Kalau enggak, setiap aku lihat kau.
32:06Bakalku pukul satu kali.
32:13Kalian sekeluarga.
32:15Kenapa bisa sekejam ini?
32:18Wanita jahat sepertimu?
32:20Sama sekali enggak pantas menikah sama kakakku.
32:23Selama aku masih hidup.
32:25Jangan harap,
32:26aku bakal biarkan kau masuk ke keluarga gomas.
32:31Tutup, bolak-bol.
32:34Mau mati, kan?
32:35Biar aku kabul, Pak.
32:37Pegamol!
32:38Pukul wanita ini sampai mati!
32:39Siapa yang berani?
32:42Aku sungguh adik kandung hekto gomas.
32:45Diam!
32:47Dia sama sekali bukan adik Pak Hekto.
32:49Pukul dia!
32:50Siapa yang berani menyentuh aku?
32:51Kakakku enggak bakal memaafkan kalian.
32:54Ayo!
32:55Sudah, hentikan!
33:14Semuanya, hentikan!
33:17Sepertinya dia sudah enggak sanggup.
33:19Baru dipukul sedikit saja, sudah ngos-ngosan begitu.
33:24Pura-pura ya?
33:25Sepertinya dia kena asma.
33:28Beneran asma!
33:31Asma ya?
33:33Pura-pura saja.
33:34Tolong aku.
33:39Jangan main-main sama asma.
33:42Bu Sinta, aku enggak bakal ikut campur urusan kalian berdua.
33:46Nyawa lebih penting dari segalanya.
33:49Dia itu cuma pelakor busuk.
33:51Orang rendahan.
33:52Biarkan saja dia mati, aku bisa ganti rugi.
33:55Apa yang kau takutkan?
33:56Sebagai petugas hukum, aku enggak bisa lihat orang sekarat.
34:00Lepaskan dia!
34:01Percaya atau enggak, bakal kulaporkan ke pajek.
34:06Meski pajek datang, aku tetap harus selamatkan orang ini.
34:10Kenapa?
34:11Perintah grup gomas pun enggak didengarkan lagi.
34:14Aku peringatkan terakhir kali.
34:16Kalau kau berani tolong dia, habislah kau!
34:20Meski pajek datang, aku tetap harus selamatkan orang ini.
34:24Mikir kalian!
34:27Ini Nona.
34:31Tolonglah!
34:32Kau!
34:34Jangan.
34:35Dengar ya!
34:38Enggak ada yang boleh tolong dia.
34:40Ini perintah!
34:41Kenapa kalian diam saja?
34:43Coba telepon ambulan!
34:44Berani, coba-coba!
34:50Pikirkan baik-baik.
34:53Sekalipun aku harus kehilangan jabatanku hari ini,
34:55aku tetap harus selamatkan orang ini.
34:58Halo, ambulan.
34:59Oke.
35:01Mau tolong dia, kan?
35:03Mau tolong dia, kan?
35:05Nih, tolong!
35:06Tolong saja!
35:07Tolong!
35:08Nih!
35:09Hentikan!
35:11Hentikan!
35:11Tahan dia!
35:14Kalau kalian berdua enggak bisa tahan dia,
35:16aku pastikan kalian dipecat bareng dia.
35:19Lepaskan aku!
35:19Lepaskan aku!
35:20Pak, kalau bukan demi saudaramu ini,
35:22setidaknya pikirkan istri dan anakmu.
35:23Lepaskan aku!
35:24Kita enggak bisa lawan wanita ini.
35:25Katanya kena asma.
35:27Kok belum mati juga?
35:29Biar ku bantu kau pergi!
35:31Mati kau!
35:33Mati kau!
35:34Mati!
35:35Aspanya pasti palsu.
35:44Jelaslah, pasti cuma acting.
35:46Pengawal!
35:48Hajar dia terus!
35:50Enggak dengar perintah kakakku!
35:52Hajar!
35:55Hentikan!
35:56Benny!
36:02Nona besar!
36:07Jangan-jangan,
36:09dia benar adik Pak Hekto.
36:14Ternyata dia benaran adik Pak Hekto.
36:17Habislah kita.
36:18Suamiku, gimana ini?
36:19Tenang, tenang, tenang.
36:22Kau adiknya Pak Hekto,
36:23Hana Gomas kan?
36:24Aku sopirnya Pak Hekto,
36:24Benny Wongso.
36:26Benny enggak kenal dia.
36:29Wanita murahan ini,
36:30belum tentu adiknya Pak Hekto.
36:32Benar.
36:34Mana tataku?
36:35Tadi kena macet.
36:37Pak Hekto buru-buru turun mencarimu.
36:39Sepertinya tersesat.
36:40Enggak bisa.
36:42Aku enggak tenang sama asmanya Ana.
36:44Kau tunggu di sini.
36:45Aku pergi cek dulu.
36:47Pak Hekto!
36:48Tolong.
36:52Tolong aku.
36:53Baik, di mobil Pak Hekto selalu ada obat asma.
36:56Aku ambilkan untuk...
36:56Berhenti!
36:59Dia itu cuma pelakor.
37:01Seorang penipu.
37:02Jangan sampai kau tertipu.
37:06Dia itu cuma pelakor.
37:08Seorang penipu.
37:09Jangan sampai tertipu, Benny.
37:11Pelakor?
37:12Benar.
37:13Dia sama sekali bukan adiknya Pak Hekto.
37:15Dia itu pelakor yang goda, Pak Hekto.
37:18Enggak mungkin.
37:19Bukan.
37:20Bukan.
37:21Aku bukan penipu.
37:23Pak Hekto bila.
37:24Nona besar ada di sini.
37:25Dia juga punya asma.
37:26Pasti dia orangnya.
37:29Jangan-jangan benar.
37:36Kau gila.
37:37Mau mati ya?
37:39Ke jalan nomor enam bagian selatan.
37:41Ini semua buatmu.
37:42Ini buatmu.
37:43Naiklah.
37:43Ini, Nona Hana.
37:57Nggak boleh.
37:59Aku tanya padamu.
38:00Pak Hekto bukannya pergi ke sekolah buat jemput Hana.
38:03Mana mungkin Hana di sini?
38:04Nona Hana nggak mau merepotkan Pak Hekto.
38:06Jadi dia naik bus sendiri.
38:07Sebarangan.
38:08Mana mungkin kebetulan begitu.
38:11Iya.
38:12Tadi pagi aku dengar kau dan Pak Hekto mau ke sekolah untuk jemput Hana.
38:15Businta, berikan obatnya padaku.
38:17Cepat selamakan dia.
38:18Nggak mungkin.
38:22Aku tahu.
38:24Kau sopirnya Hekto, kau pasti tahu kalau dia pelihara pelakor ini di luar sana.
38:29Sekarang kau mau melindungi dia, iya kan?
38:30Ya, aku tahu.
38:34Kau sopirnya Pak Hekto, kan?
38:36Kau pasti kenal sama pelakor ini.
38:38Makanya mau bantu dia, iya kan?
38:40Benar.
38:41Orang seperti dia harusnya dipecat.
38:44Iya.
38:44Hm.
38:45Businta, ini terkait nyawa orang.
38:48Nggak ada waktu buat jelaskan padamu.
38:49Tolong berikan obatnya.
38:50Kau nggak ngerti.
38:53Dengar ya.
38:54Mulai besok, aku bakal jadi nyonya besar keluarga Gomas.
38:58Kalau kau masih berani bantu pelakor ini, meski Hekto bela kau pun, aku tetap bisa tendang kau keluar.
39:04Kalau Nona Hana sampai celaka, kau bakal gagal.
39:08Jadi nyonya besar.
39:09Diam!
39:11Apa katamu?
39:13Dia itu memang pelakor.
39:14Biarkan saja dia mati.
39:15Paling Pak Hekto sedikit marah, aku tinggal manja dan rayu sedikit, sudah beres.
39:19Kasih obatnya.
39:21Kalau nggak, kau bakal menyesal.
39:23Kasih aku obatnya.
39:24Kalau nggak, kau bakal menyesal.
39:26Dasar brengsek!
39:28Beraninya sumpahi kakakku.
39:29Hah?
39:30Kalau kakakku suruh berhenti, berhenti saja.
39:32Nggak mengerti bahasa manusia.
39:33Kau mau apa?
39:35Lepaskan aku!
39:36Persetan!
39:42Dengarkan aku.
39:43Kau itu cuma seorang sopir.
39:46Beraninya kau berlagak di depan kakakku.
39:48Aku?
39:49Aku cuma mau tolong dia.
39:50Dia.
39:51Dia beneran adik kandung Pak Hekto.
39:52Masih saja bela pelakor busuk ini.
39:55Kalau kakakku bilang dia pelakor, berarti dia memang pelakor!
39:59Kau itu cuma seekor anjing penjaga di sisi Pak Hekto.
40:08Kau harus ingat posisimu.
40:10Mengerti tidak?
40:12Mengerti tidak?
40:13Mengerti tidak?
40:13Sudah aku bilang, bentar lagi Pak Hekto datang.
40:19Kalau terjadi sesuatu pada Hana, kalian, habislah kalian.
40:25Kau masih berani melawan, ha?
40:30Hana!
40:31Hana!
40:32Hana!
40:32Hana!
40:32Hana!
40:34Kak!
40:35Kak!
40:36Tolong aku!
40:40Kak!
40:41Tolong aku!
40:41Eh, itu suara Kak Hekto.
40:46Apa yang dia teriakan?
40:47Biarkan saja.
40:48Pergilah.
40:48Seret dua orang jahat ini pergi dulu cepat.
40:51Jangan sampai Hekto lihat.
40:52Acara tunangan jadi terganggu.
40:53Iya, iya, iya.
40:53Ayo, iya.
40:54Seret mereka pergi.
40:54Ayo.
40:55Ayo, iya.
41:00Dengar ya.
41:03Siapapun yang berani buka mulut,
41:06aku pastikan,
41:08bakal kubuat seluruh keluarganya lenyap dari kota Rohiks.
41:11Hana, Hana!
41:14Hekto, kenapa kau datang ke sini?
41:18Sinta, kenapa kau di sini?
41:22Bukannya kau di hotel.
41:25Kenapa kau datang ke sini?
41:27Sinta, kenapa kau di sini?
41:30Bukannya kau di hotel.
41:31Aku, orangtuaku kebetulan ada di bis ini,
41:34jadi aku datang buat cek.
41:36Pak Hekto, aku ibunya Sinta.
41:40Kelak aku titipkan Sinta padamu.
41:42Iya, Sinta ini anak yang baik.
41:44Kau nggak boleh kecelkan dia, ya?
41:46Halo, Paman.
41:47Bibi.
41:48Hekto, waktunya hampir tiba.
41:51Ayo kita ke hotel.
41:52Ayo.
41:52Tunggu.
41:53Apa kalian pernah lihat gadis ini?
42:00Dia adikku.
42:01Dia punya asma yang parah.
42:03Aku sangat mencemaskannya.
42:08Gadis kecil itu beneran Hana.
42:11Kalau gitu, habislah kita.
42:12Haduh.
42:13Kenapa?
42:15Apa fotonya kurang jelas?
42:17Lihat, ini orangnya.
42:18Eh, eh, eh, Pak Hekto.
42:29Diam!
42:31Kau nggak berhak bicara.
42:33Kau ngapain?
42:36Pak polisi, Anda lihat adikku.
42:38Dimana dia?
42:42Hekto, sebelum aku datang,
42:45Hana sudah pergi.
42:46Mungkin dia pergi ke hotel duluan.
42:47Dimana kalau kita kesana juga?
42:49Ayo.
42:52Kita kesana juga, ayo.
42:54Kau ngapain?
42:57Apa maksudnya ini?
43:00Kenapa kau halangi aku?
43:04Benny bilang dia datang duluan.
43:05Mana dia?
43:10Dia.
43:12Dia.
43:13Minggir!
43:14Eh, Hekto, dengar dulu.
43:15Aku juga nggak tahu dia ada di mana.
43:19Kita ke hotel saja dulu ya.
43:21Aku sudah siapkan sebuah kejutan.
43:28Pak Hekto!
43:37Pak Hekto!
43:38Asma nona hanakambo.
43:41Obat!
43:42Obat!
43:43Obat!
43:45Kau nggak apa-apa.
43:46Jangan buat aku takut.
43:49Obat!
43:50Obat!
43:50Obat!
44:04Bawa dia pergi.
44:05Cepat.
44:06Cepat selamatkan dia.
44:06Ini ulahmu.
44:21Jawab.
44:26Jawab.
44:28Ini kejutan yang kau siapkan buatku.
44:30Hekto.
44:32Hekto.
44:33Ini...
44:34Ini cuma kesalahpahamu.
44:36Jawab!
44:38Aku dengarkan.
44:40Pak Hekto.
44:41Ini rekaman dari kamera petugas dan rekaman bis.
44:44Lihatlah.
44:45Diam kau!
44:46Kau yang diam!
44:50Hekto.
44:53Aku mohon.
44:54Demi hubungan kita selama ini, bisakah...
44:56...kau jangan lihat.
44:58Iya.
44:58Aku mohon.
44:59Awas.
45:05Hekto.
45:06Aku beneran nggak tahu kalau dia itu Hana.
45:08Aku bener-bener nggak tahu.
45:11Hana sudah berkali-kali bilang kalau dia itu adalah adikku.
45:15Kau lihat sendiri.
45:15Bukan begitu, Hekto.
45:21Dengarkan penjelasanku.
45:22Aku cuma kira dia itu pelakor yang menggodamu.
45:24Lagi-lagi kau kira.
45:26Nggak masalah kalau biasanya kau curigaan sendiri.
45:29Tapi kali ini kau hampir buat adikku mati.
45:33Hekto.
45:34Dengarkan penjelasanku.
45:35Ini cuma salah paham.
45:35Selama ini kukira kau orang yang baik.
45:41Ternyata kau cuma pura-pura.
45:43Wanita berhati ular yang nggak menghargai nyawa orang.
45:45Ini semua karena ulamu.
45:48Bukan.
45:49Hekto.
45:52Kumohon.
45:53Aku tahu aku salah.
45:54Hari ini adalah hari bahagia kita.
45:56Puni aku kali ini saja ya.
45:57Hari bahagia.
46:02Kau hampir membunuh adik kandungku.
46:05Bisa-bisanya berharap hari bahagia.
46:07Mimpi!
46:08Pertunangan ini batal.
46:11Apa?
46:12Pak Hekto.
46:13Kau susah payah bisa bersama Sinta.
46:16Minggir!
46:17Aku dan dia.
46:19Nggak mungkin bersama lagi.
46:27Hana, kau nggak apa-apa.
46:32Sinta, gadis itu polos sekali.
46:35Coba minta maaf padanya.
46:36Iya, benar kak.
46:37Mahasiswa hatinya sangat lembut.
46:40Cepat minta maaf.
46:43Hana, aku salah.
46:46Aku beneran nggak tahu kalau itu kau.
46:49Bujuklah kakamu untuk memaafkan aku ya.
46:54Kak, maaf aku nggak berguna.
46:58Aku nggak bisa jaga Giyok Phoenix peninggalan ibu.
47:04Giyok Phoenix.
47:05Iya, Giyok Phoenix.
47:09Mana Giyoknya?
47:10Giyok Phoenix!
47:14Hana.
47:16Aku sudah temukan.
47:18Aku janji.
47:19Aku pasti cari alih terbaik di dunia.
47:22Buat perbaiki.
47:23Lalu aku simpan.
47:24Maafkan aku.
47:25Ginggir kau!
47:28Sudah aku bilang.
47:30Aku nggak bakal sudi punya kakak ibu orang yang jahat seperti imu.
47:36Nikahi kau.
47:38Keluarga Gomas nggak butuh orang sepertimu.
47:40Tanpa keluarga Gomas, dia mana bisa berlagu lagi?
47:42Hei, hei, hei.
47:44Rasakan.
47:45Hana, semua ini salahku.
47:47Aku yang salah.
47:48Nggak harusnya aku menindas anak muda.
47:50Aku pantas mati.
47:52Pak Hekto, aku mohon.
47:54Asal jangan batalkan pertunangannya.
47:56Kau suruh aku mati pun aku sanggup.
47:58Benar, Pak Hekto.
47:59Asal jangan batalkan pertunangannya.
48:01Kami berdua rela,
48:03tembus dosa pakai nyawa.
48:04Kalau begitu mati sajalah.
48:06Kalau kalian mati,
48:08aku bakal tundangan sama dia.
48:10Pak Hekto.
48:11Sana!
48:12Kenapa bengong?
48:14Pak Hekto,
48:15kau sedang bercanda, kan?
48:17Apa aku terlihat seperti bercanda?
48:20Paksa Hana kasih kalian tempat duduk,
48:22rebut kemudi,
48:23lalu kambing hitamkan Hana.
48:26Kalian ini,
48:28bajingan egois yang pura-pura bermoral.
48:33Menjijikan.
48:35Menjijikan.
48:38Penggangku.
48:38Ibu.
48:40Dengar Hekto.
48:42Dia itu ibuku.
48:43Kenapa kau bersikap begitu pada ibuku?
48:44Kau lihat sendiri,
48:45gimana mereka perlakukan Hana.
48:47Bukannya kami sudah minta maaf.
48:49Mau bagaimana lagi?
48:50Belum cukup juga.
48:52Kau benar.
48:53Masalah ini belum selesai.
48:55Pak Polisi.
48:57Mereka berniat untuk mempunuh adikku.
48:59Buktinya sudah jelas.
49:00Aku mohon agar mereka ditangkap
49:02dan dihukum dengan berat.
49:04Pak Hekto,
49:05mereka bukan cuma pukul adikmu,
49:06tapi juga rebut kemudi.
49:08Sudah pasti.
49:09Masuk penjara.
49:10Apa?
49:12Sinta.
49:14Ibu gak boleh mati.
49:15Cepat cari cara.
49:16Cari cara!
49:17Iya.
49:18Orang berumur sepertiku
49:19takal mati kalau masuk penjara.
49:24Dengar Hekto.
49:27Awalnya aku mau kasih kau sebuah kejutan.
49:30Tapi kau malah
49:31mau membuat kami mati.
49:34Kejutan?
49:35Aku sudah hamil.
49:37Aku sudah hamil.
49:41Selain itu,
49:43ini anak laki-laki.
49:45Ini putra keluarga Gomas.
49:47Apa kau mau lihat?
49:48Begitu anak ini lahir,
49:50ibunya,
49:51pamannya,
49:52neneknya,
49:53kakeknya jadi narapidana?
49:55Jawab!
49:56Kau mau itu terjadi?
49:57Iya,
49:57Pak Hekto.
49:59Kalau kami masuk penjara,
50:01putramu akan jadi keluarga narapidana.
50:04Iya.
50:04Apa kau tega?
50:06Apa mungkin?
50:07Mereka dilepaskan begitu saja.
50:08Gimana lagi?
50:09Siapa yang tega lihat ibu dari anaknya di penjara?
50:12Kalau keluarga ini gak di penjara,
50:14aku gak bakal puas.
50:15Hekto,
50:17kalau kau bantu keluarga aku
50:18biar kami gak di penjara,
50:20aku gak keberatan
50:21pernikahannya dibatalkan.
50:23Mana bisa dibatalkan?
50:25Pak Hekto,
50:26Sinta lagi mengandung putra sulung
50:28dari keluarga Gomas.
50:30Iya.
50:30Apa kau tega?
50:31Biarkan dia terlantar di luar.
50:35Apa kau tega?
50:36Biarkan dia terlantar di luar.
50:38Pak Hekto,
50:39menurutku,
50:40lebih baik kau maafkan kami sekeluarga.
50:43Lalu,
50:44tunangan sama Sinta.
50:46Keluarga kalian bisa hidup bahagia,
50:48itu bagus kan?
50:49Benar.
50:50Kalau datang bulan,
50:52apa masih bisa hamil?
50:56Memalukan!
51:01Mana ada ibu hamil masih menstruasi?
51:05Sinta,
51:09sudah diujuk tanduk pun kau masih ngotot.
51:12Benar-benar gak ada obatnya.
51:15Sinta,
51:16ayo jawab!
51:18Demi lepas dari hukuman kau perapura hamil.
51:21Sinta,
51:21kau gak tau malu.
51:28Renungkan saja kesalahan kalian di dalam penjara.
51:30Hekto,
51:32apa kau harus begitu kejam?
51:35Itu salah kalian sendiri.
51:39Kau yang paksa aku.
51:41Kalau kau gak berperasaan,
51:43jangan salahkan aku gak punya hati.
51:45Mau apa kau?
51:47Chakra?
51:47Chakra?
51:49Kalian sudah main tangan,
51:51ya kan?
51:51Kalian semua,
51:53sudah pasti masuk penjara.
51:55Kalian tahu harus bagaimana kan?
51:57Mengerti!
51:59Kalian telah melanggar hukum.
52:01Hentikan!
52:01Kalian semua anak buah keluarga Gomas,
52:05kenapa kalian begini?
52:08Kalian semua anak buah keluarga Gomas,
52:10kenapa kalian begini?
52:11Hahaha.
52:14Kau kira selama ini aku jadi manajer keamanan cuma pajangan?
52:17Memang benar mereka anak buah Grup Gomas,
52:20itu benar.
52:21Tapi,
52:22mereka semua juga saudaraku.
52:24Aku yang bawa mereka masuk ke Grup Gomas.
52:27Mereka cuma patuhi perintahku.
52:34Patah saja.
52:35Belakangan ini sistem keamanan Grup Gomas terus bermasalah.
52:39Aku sepercaya itu pada kalian berdua.
52:41Ternyata kalian pengkhianat gak tahu balas budi.
52:44Kau jangan banyak omong!
52:45Lepaskan aku!
52:47Dan kasih kakakku 200 miliar sebagai biaya putus.
52:50Kalau enggak,
52:51kita mati bersama.
52:53Pilih saja sendiri.
52:54Bagus, Chakra.
52:56Kau masih punya rencana cadangan.
52:58Ternyata dia memang benar putraku.
53:00Pak Hekto,
53:01200 miliar itu cuma recehan bagimu.
53:04Masa demi uang segitu?
53:06Kau mau bertaruh nyawa?
53:08200 miliar
53:09memang gak seberapa.
53:13Tapi gak pantas
53:14kalian dapatkan.
53:17Kau beneran mau rusak hubungan?
53:23Dan perang habis-habisan begini?
53:25Kau lebih memilih kekerasan.
53:27Serang!
53:27Kalau enggak mau mati,
53:34berhenti sekarang juga!
53:36Pak Jack.
53:40Pak Jack,
53:41akhirnya Anda datang.
53:45Pak Jack,
53:46cepat datang.
53:47Ada masalah.
53:49Ya,
53:49cepatlah.
53:50Baik.
53:52Pak Hekto,
53:53aku enggak telatkan.
53:54Enggak.
53:58Tangkap mereka semua.
53:59Hukum sesuai aturan.
54:01Baik.
54:02Pengawal,
54:03bawa mereka pergi.
54:05Kalian juga.
54:06Jangan macam-macam.
54:07Kalian mau apa?
54:12Eh.
54:14Kak Hekto,
54:15aku cuma bercanda.
54:18Aku salah.
54:19Enggak bakal aku ulangi lagi.
54:20Pak Hekto,
54:22aku sudah tua.
54:23Aku beneran gak bisa dipenjara.
54:24Iya, Pak Hekto.
54:25Tolonglah.
54:26Ampuni kami.
54:28Pak Hekto,
54:28aku salah.
54:29Ini semua karena cakra dia yang suruh kami.
54:31Sinta.
54:35Ibu gak bisa dipenjara.
54:37Cepat pikirkan cara.
54:38Cepat cari cara.
54:39Iya.
54:43Gimana caranya?
54:46Sekian banyak orang di bis itu.
54:48Kenapa kalian malah ganggu dia?
54:52Hari ini harusnya hari bahagia aku.
54:55Sekarang,
54:56kalian sudah hancurkan semuanya.
54:58Hancur total.
54:58Tata.
55:01Pak Hekto,
55:05aku salah.
55:06Ini semua salahku.
55:09Aku gak seharusnya menindas gadis itu.
55:12Harusnya aku gak paksa dia kasih tempat duduk.
55:14Ini semua salahku.
55:16Dasar tua bangka,
55:18ini salahmu juga.
55:20Aku,
55:21aku juga gak sangka.
55:23Dulu gak pernah masalah,
55:25meski ganggu gadis muda.
55:27Dasar tua bangka,
55:28ternyata sudah sering.
55:29Bawa dia pergi.
55:31Ya, bagus, bagus, bagus.
55:36Siapa suruh belaku?
55:38Rasakan itu.
55:38Benar-benar memuaskan.
55:39Puas banget.
55:43Maaf ya.
55:46Ini salah kakak.
55:47Hampir saja kakak nikahi sinta,
55:48wanita kejam itu.
55:50Gak apa-apa kak.
55:52Bisa dibilang kita dapat berkah dari musibah.
55:55Ayo kita pulang.
55:57Oke.
55:59Kita pulang.
56:00Iya.
56:00Gak okey.
56:02Apa?
56:05Gak okey.
56:05Gak okey.
56:06You
Sé la primera persona en añadir un comentario
Añade tu comentario

Recomendada