Saltar al reproductorSaltar al contenido principal
Kaisar Pulang ke Desa (Sulih Suara)
#EnglishMovie #cdrama #drama #engsub #chinesedramaengsub #movieshortfull
Transcripción
00:00:00Kaisar Baru Bertahta!
00:00:10Berlutut!
00:00:12Kaisar Panjang Umur!
00:00:15Panjang Umur!
00:00:17Seluruh Menteri berdiri.
00:00:20Aku berasal dari latar belakang sederhana.
00:00:23Pernah hidup miskin di kampung halaman, tidak ada cukup makanan.
00:00:26Untungnya seorang wanita merawatku,
00:00:29dan pernah menolongku dengan baganan.
00:00:31Juga memiliki janji pernikahan denganku.
00:00:34Pamail, hamba di sini.
00:00:36Aku menunjukmu sebagai utusan khusus.
00:00:38Ikut aku ke kampung sebagai rakyat biasa.
00:00:40Hamba menerima perintah.
00:00:46Paduka, di depan kampung anda, Kabupaten Jidung.
00:00:49Benar anda tidak mau kami mengikuti lagi?
00:00:51Aku melakukan kunjungan rahasia.
00:00:53Untuk apa kalian mengikutiku?
00:00:55Perdana Menteri akan segera tiba.
00:00:57Setelah dia tiba, kalian masuklah ke kota.
00:00:59Bagaimana kalau anda mendapatkan bahaya?
00:01:02Itu adalah kampung halamanku. Bahaya apa?
00:01:05Sinyal bahaya ini, anda bawa saja.
00:01:07Lepaskan kalau dalam bahaya.
00:01:08Hamba akan segera bawa orang.
00:01:13Ingat, Paduka!
00:01:14Lepaskan sinyal kalau ada bahaya!
00:01:18Siap!
00:01:19Luantamaya!
00:01:20Hamba tidak berani!
00:01:29Rinjani, aku sudah kembali.
00:01:37Saka, untuk apa kita bergegas ke pintu gerbang?
00:01:40Ayahku dapat kabar kalau ada orang penting.
00:01:42Tiba di Kabupaten Jido dan Sino.
00:01:44Kebetulan, ayahku ada urusan.
00:01:46Suruh aku untuk menyambutnya.
00:01:49Jika bisa mendapatkan perhatiannya,
00:01:50jadi sukses dan terkenal bukanlah hal yang sulit.
00:01:54Oh ya, Saka.
00:01:56Paman Zidan,
00:01:58sepertinya tidak terlalu menyukaiku.
00:02:02Itu karena kamu masih ada janji nikah.
00:02:06Orang tidak berguna itu,
00:02:07mungkin sudah lama meninggal di luar sana.
00:02:09Memangnya siapa ya dia?
00:02:10Mana pantas jadi suamiku?
00:02:13Dulu saat dia pergi,
00:02:14bukankah masih bilang,
00:02:15setelah dia jadi kaisar,
00:02:17dia akan mengangkatmu jadi permasyuri.
00:02:20Kalau dia bisa jadi kaisar,
00:02:22kamu adalah kaisar purnet.
00:02:27Cepat!
00:02:30Berhenti!
00:02:31Bayar biaya masuk!
00:02:36Kak, kenapa masuk ke kota pengantri sepanjang ini?
00:02:39Masuk kota harus bayar biaya masuk,
00:02:41tidak bayar tidak boleh masuk.
00:02:43Masuk kota harus bayar biaya masuk?
00:02:45Aturan apa ini?
00:02:46Ini aturan kebupaten Jido.
00:02:49Tapi aku di tempat lain tidak pernah dengar tentang aturan ini.
00:02:54Putra Bupati mau menikah,
00:02:55jadi ada perintah penghutan paksa di pintu masuk.
00:03:01Tuan, aku tidak mampu membayar.
00:03:03Anda tolong biarkan aku masuk.
00:03:05Apa isi tasmu?
00:03:07Oh, ini bahan obat yang ku petik di gunung.
00:03:11Tidak ada uang ya?
00:03:12Bayar dengan bahan obat saja.
00:03:13Tidak bisa!
00:03:14Itu mau ku tukar dengan uang,
00:03:15untuk biaya berobat ibuku.
00:03:16Ibuku masih menungguku.
00:03:18Tuan, tolonglah.
00:03:20Jangan pungut biaya masukku.
00:03:22Biarkan aku masuk.
00:03:26Mau masuk gratis, berdiri.
00:03:28Masih tidak mau bayar?
00:03:34Hah?
00:03:35Hentikan!
00:03:36Di siang bolong,
00:03:37kamu berani menindas dan memeras.
00:03:40Masih tidak mau bayar?
00:03:41Hah?
00:03:43Hentikan!
00:03:45Di siang bolong,
00:03:46berani menindas dan memeras.
00:03:48Putra Bupati mau menikah.
00:03:52Sebagai rakyat,
00:03:53kenapa kalau kasih sedikit uang?
00:03:55Hah?
00:03:56Siapa yang tidak bayar?
00:03:57Berarti pengkhianat!
00:04:01Tidak bayar berarti pengkhianat.
00:04:04Tidak bayar dipukul oleh kalian!
00:04:07Benar!
00:04:08Itulah nasib akhir pengkhianat.
00:04:10Prajurit!
00:04:11Seret dia ke penjara!
00:04:15Tuan!
00:04:16Tuan!
00:04:19Hari ini aku baru tahu.
00:04:21Ternyata pengkhianat dan rakyat baik dibedakan seperti ini.
00:04:24Jangan banyak omong.
00:04:26Cepat bayar satu tahil.
00:04:27Kalau tidak, kamu juga tidak bisa pergi.
00:04:32Kamu terang-terangan merampok.
00:04:34Kalian di sini makan enak.
00:04:36Masih merampas hasil jerifaya rakyat.
00:04:38Apa gaji dari pemerintah untuk membiayai kalian?
00:04:42Sekumpulan perampok!
00:04:45Kamu benar-benar sudah bosan hidup.
00:04:47Kalian yang sudah bosan hidup.
00:04:49Hukum Kerajaan Kano mengatur
00:04:50yang menyedas rakyat harus dipenggal sebagai peringatan.
00:04:54Maksudmu kami pantas mati?
00:04:55Sangat pantas.
00:04:58Hari ini aku akan mengajarmu!
00:05:02Kamu berani menggulku!
00:05:08Kamu bilang aku tidak berani memukulmu.
00:05:10Hari ini aku mau memukulmu!
00:05:13Hari ini aku mau memukulmu!
00:05:15Kenapa semuanya berkumpul di sini?
00:05:17Aduh...
00:05:19Tuan Muda Saka, kenapa anda datang?
00:05:21Kalian sedang apa?
00:05:22Kenapa ribut-ribut begini?
00:05:24Aduh, ada seorang pengkhianat.
00:05:25Dia tidak mau bayar masuk dan mengatakan kami perampok.
00:05:28Oh, di mana pengkhianat itu?
00:05:29Ini?
00:05:30Dia orangnya!
00:05:38Kamu...
00:05:42Rinjani?
00:05:44Kenapa kamu kembali?
00:05:46Aku kembali!
00:05:47Apa dia tunanganmu yang pecundang itu?
00:05:52Dulu bukankah dia bilang,
00:05:54setelah jadi kaisar akan kembali mengangkatmu jadi permaisuri?
00:05:58Kelihatannya...
00:05:59Dia tidak seperti kaisar.
00:06:00Hah?
00:06:02Jangan katakan lagi!
00:06:04Biaya masuk lima sen saja tidak bisa bayar!
00:06:06Mana mungkin dia kaisar?
00:06:08Hah?
00:06:09Mungkin dia benar-benar seorang kaisar.
00:06:11Kaisar mana yang pergi masih membawa uang?
00:06:13Hah?
00:06:17Siapa kamu?
00:06:19Aku orang yang kamu mendongakpun.
00:06:21Sulit untuk melihatnya dengan jelas.
00:06:22Hm.
00:06:24Di dunia ini,
00:06:25belum ada yang bisa membuatku mendongak.
00:06:27Oh.
00:06:29Mendengar nada bicaramu,
00:06:30kamu adalah orang paling tinggi di dunia ini.
00:06:32Apa mungkin kamu adalah kaisar?
00:06:36Benar.
00:06:38Aku adalah...
00:06:41Benar.
00:06:42Aku adalah...
00:06:43Diam!
00:06:45Saka itu putra bupati,
00:06:46tidak bisa dibandingkan dengan pecuna sepertimu.
00:06:48Oh ya.
00:06:50Sekarang dia juga...
00:06:54Tunanganku.
00:06:57Kamu mau menikah?
00:06:59Ucapanmu ini,
00:07:00aku tidak menikah.
00:07:02Apa aku harus menunggu pecundang sepertimu?
00:07:06Mana bisa kamu menikah?
00:07:09Kamu bilang mau menungguku pulang.
00:07:10Tunggu kamu apa?
00:07:12Tunggu kamu pulang mengangkatku jadi permaisuri.
00:07:14Dulu sebelum pergi,
00:07:15aku pernah berjanji padamu.
00:07:16Setelah aku sukses,
00:07:18aku akan kembali menikahimu.
00:07:21Apa sekarang kamu sudah sukses?
00:07:26Kali ini aku pulang.
00:07:28Untuk menepati janjiku.
00:07:31Dulu kamu bilang,
00:07:32setelah jadi kaisar,
00:07:33akan kembali menikahiku.
00:07:35Apa sekarang kamu sudah jadi kaisar?
00:07:37Kaisar memakai jubah naga,
00:07:38tapi kamu seperti pengemis.
00:07:39Di mana jubah kebesaranmu?
00:07:40Ketika kaisar berpergian,
00:07:41pasti dengan kereta megah,
00:07:42dipandu oleh para pejabat tinggi,
00:07:43dikawal oleh jenderal serta pasukan berkuda dan 81 kereta megah,
00:07:45serta ribuan pasukan berkuda.
00:07:46Tapi di mana kereta megahmu?
00:07:47Rincani.
00:08:01Kaisar kaisar bertah tata tinggi,
00:08:02wibawanya sekuat neraka.
00:08:04Lalu di mana wibawamu?
00:08:05Kamu tidak punya apa-apa,
00:08:06tapi berani berkata semena-mena.
00:08:08Sudah merantau lama,
00:08:10tapi tetap tidak berguna.
00:08:11Kamu bahkan tidak sebanding dengan satu ruas jari sakar.
00:08:14prus dari sake
00:08:18baik
00:08:20although, I don't have to do anything
00:08:22but
00:08:25we still have a date
00:08:26date?
00:08:28I'ma what rude you are
00:08:30If you are wrong,
00:08:32I'm gonna become my wife
00:08:36I don't have enough money
00:08:39you was imprisoning,
00:08:40and I won't jolly
00:08:41what's wrong?
00:08:42what are you doing?
00:08:44Adalah adikku, Arista.
00:08:48Menjagamu juga dia.
00:08:50Sementara aku, dari awal sampai akhir, sekalipun tidak pernah menatap.
00:09:00Ini tidak mungkin.
00:09:03Kamu lihat penampilanmu sekarang?
00:09:05Seperti seekor anjing. Ah, tidak.
00:09:08Anjing saja lebih baik.
00:09:10Dan kamu, apa pantas menjadi suamiku?
00:09:14Aku tidak pantas.
00:09:19Apa kamu tahu siapa identitasku yang sebenarnya?
00:09:23Apa kamu tahu siapa identitasku yang sebenarnya?
00:09:27Memangnya siapa kamu sebenarnya? Coba katakan.
00:09:30Benar. Aku mau lihat apa identitasmu lebih kuat dari posisi bupati ayahku.
00:09:35Tadi petugas nyerbang bilang mereka memungut biaya masuk karena putra bupati akan menikah.
00:09:40Ternyata orang yang akan dinikahi adalah kamu.
00:09:44Benar. Aku akan menikah dengan Saka dan menjadi menantu bupati.
00:09:50Memangnya kamu siapa?
00:09:52Apa kamu bisa menarik perhatianku?
00:09:54Cuma seorang putra bupati bisa membuatmu kehilangan jatuh giri.
00:09:58Orang yang berhati sempit, sulit menghargai hal besar.
00:10:01Kamu sama sekali tidak tahu apa yang sudah kamu korbankan.
00:10:06Diam!
00:10:07Memangnya kamu itu siapa? Berani bicara seperti itu?
00:10:14Kamu memukulku.
00:10:16Kamu berani memukulku?
00:10:19Kamu itu cuma seorang pengemis.
00:10:21Kalau aku memukulmu, kamu bisa apa?
00:10:24Sepertinya kamu sudah bertekad nikah dengannya.
00:10:27Ayahku adalah bupati kabupaten Jido.
00:10:30Rinjani tidak menikah denganku.
00:10:32Apa mungkin menikahi pecundang sepertimu?
00:10:34Demi sebuah pesta pernikahan, rakyat dipaksa membayar pajak.
00:10:40Tidak bisa dibayangkan berapa banyak kejahatan yang kamu lakukan.
00:10:45Apakah kamu masih memiliki hukum?
00:10:47Hmm, hukum?
00:10:49Bahkan kabupaten Jido saja milik keluarga Pratama.
00:10:51Ucapanku adalah hukum.
00:10:53Hmm.
00:10:55Benar-benar sebenar-benar.
00:10:57Apa kamu tidak takut?
00:10:59Ayahmu kehilangan jabatannya?
00:11:00Kamu!
00:11:01Saka,
00:11:02bukankah kamu tadi bilang,
00:11:04Utusan kerajaan mau datang ke kabupaten Jido.
00:11:07Bagaimana kalau pecundang ini,
00:11:09bicara sembarangan di depan utusan kerajaan nanti jadi masalah?
00:11:12Kamu tidak bilang aku hampir lupa.
00:11:14Menurutmu bagaimana mengurusnya?
00:11:16Ini mudah.
00:11:18Buat dia tidak bisa bicara saja.
00:11:21Ini mudah.
00:11:23Buat dia tidak bisa bicara saja.
00:11:26Kamu memang banyak ide.
00:11:29Rinjani!
00:11:32Aku tidak menyangka.
00:11:34Ternyata kamu begitu kejang.
00:11:38Aku benar-benar buta masih berpikir.
00:11:42Aku cuma berharap,
00:11:44kamu tidak akan menyesal.
00:11:46Hal yang paling kusesali,
00:11:47memiliki janji nikah denganmu.
00:11:50Membuat Paman Zidane tidak menyukaiku.
00:11:55Kafka!
00:11:56Tuhan muda,
00:11:57kamu tahu apa yang harus dilakukan.
00:11:59Tuhan muda,
00:12:00Anda lihat saja.
00:12:03Maju!
00:12:07Pukul yang keras!
00:12:08Kalian akan mati!
00:12:09Rasakan kalian tidak makan,
00:12:11pukul yang keras!
00:12:12Kalian akan menanggung akibatnya!
00:12:13Masih keras kepala,
00:12:14aku akan membentukmu sampai mati!
00:12:15Saka,
00:12:28kamu lihat dia seperti seekor anjing.
00:12:35Rinjani,
00:12:36kamu akan menyesal.
00:12:39Menyesal kenapa?
00:12:40Menyesal karena tidak jadi permaisuri.
00:12:42Hentikan!
00:12:46Sekarang kamu tahu,
00:12:48akibatnya menyinggungku.
00:12:50Jangankan kamu,
00:12:52bahkan kaisar datang pun,
00:12:55akan diperlakukan dengan buruk.
00:13:09Kalian akan menanggung akibatnya.
00:13:12Tuhan?
00:13:15Sinyal bahaya.
00:13:16Paduka dalam bahaya.
00:13:17Cepat pergi ke titik lokasi.
00:13:19Tunggu!
00:13:20Kaisar ada perintah.
00:13:21Jangan mengganggu rakyat.
00:13:22Empat anggota ikut denganku.
00:13:24Yang lain tunggu Perdana Menteri di sini.
00:13:28Apa ini?
00:13:30Aku juga tidak tahu.
00:13:32Katakan,
00:13:33kamu melepaskan apa?
00:13:35Kamu takut.
00:13:37Saka,
00:13:38pecundang ini sampai sekarang
00:13:40masih berani menggertak.
00:13:41Sekarang aku beri kamu kesempatan.
00:13:44Berlutut dan bersujud padaku tiga kali.
00:13:47Mungkin aku masih bisa mengampunimu.
00:13:49Memangnya kamu siapa?
00:13:51Sialan!
00:13:52Berlutut!
00:13:53Kamu tidak pantas.
00:13:59Saka,
00:14:00pecundang ini sangat keras kepala.
00:14:02Tidak cukup dipukul saja.
00:14:03Ucapanmu benar.
00:14:04Prajurit!
00:14:05Ikat dia!
00:14:08Lepaskan aku!
00:14:09Lepaskan aku!
00:14:10Sekarang aku buat kamu tahu
00:14:11apa akibatnya menyinggungku.
00:14:13Aku buat kamu tahu kehebatanku.
00:14:28Tidak menyinggung orang lain,
00:14:30malah menyinggung Tuan Mudah Saka.
00:14:31Benar-benar tragis.
00:14:32Hanya dengan menyingkir kamu,
00:14:34aku baru bisa nikahi Saka dengan lancar
00:14:36dan jadi menantu bupati.
00:14:38Kamu seharusnya
00:14:39tidak kembali.
00:14:41Nasib orang ini
00:14:47benar-benar beruntung.
00:14:49Ternyata masih belum mati.
00:14:51Kalian pantas mati.
00:14:57Yang pantas mati adalah kamu!
00:15:00Tuan Utusan tiba!
00:15:03Apa?
00:15:04Tuan Utusan?
00:15:05Saka,
00:15:06kalau Tuan Utusan datang
00:15:07dan melihat pemandangan ini
00:15:09akan jadi masalah.
00:15:10Cepat!
00:15:11Bubarkan rakyat!
00:15:12Sampaikan kabar pada ayahku!
00:15:13Cepat!
00:15:14Suruh mereka bubar!
00:15:15Cepat!
00:15:15S-Y-Bubar!
00:15:16Bubar!
00:15:17Tuan Muda, bagaimana dengan orang ini?
00:15:18Cepat!
00:15:19Seret dia ke penjara!
00:15:20Jangan lepaskan dia!
00:15:22Kalau sampai bertemu Utusan
00:15:23dan asal bicara
00:15:24akan jadi masalah.
00:15:25Baik!
00:15:25Prajurit!
00:15:26Cepat!
00:15:26Bawa dia!
00:15:31Tuan Utusan?
00:15:32Aku tidak tahu nama Tuan!
00:15:37Tuan!
00:15:37Tuan!
00:15:37Tuan!
00:15:38Tuan!
00:15:38Siapa kamu?
00:15:39Aku adalah Saka Pratama,
00:15:41Putra Bupati Kabupaten Jido.
00:15:42Aku di sini untuk menyambut Anda.
00:15:45Putra Bupati?
00:15:46Di mana ayahmu?
00:15:48Tuan,
00:15:49ayahku sedang ada tugas.
00:15:51Suruh aku menyambut Anda di sini.
00:15:52Dia akan datang sebentar lagi.
00:15:54Siapa nama Tuan?
00:15:56Kamu cukup tahu
00:15:57aku datang dari ibu kota.
00:16:01Ada urusan apa, Tuan?
00:16:03Datang ke Kabupaten Jido.
00:16:08Tuan,
00:16:09Anda sedang mencari orang.
00:16:11Apa kamu melihat orang
00:16:13yang memakai pakaian linen?
00:16:15Usianya sepantaran denganmu.
00:16:18Usia sepantaran denganku?
00:16:19Benar.
00:16:20Usianya sepantaran denganmu.
00:16:22Sedikit lebih kurus.
00:16:25Bukankah?
00:16:29Kamu melihatnya?
00:16:32Tuan,
00:16:33ada apa Anda mencarinya?
00:16:39Apa yang terjadi di sini?
00:16:41Katakan!
00:16:43Tadi ada yang buat masalah
00:16:44di gerbang
00:16:44dan tidak mau taat aturan.
00:16:46Jadi aku...
00:16:48Jadi kamu memukulnya?
00:16:51Iya.
00:16:52Nyalimu besar sekali!
00:16:53Tuan!
00:16:55Sebenarnya siapa dia?
00:16:57Dia adalah!
00:16:59Dia adalah!
00:17:04Dimana dia?
00:17:05Katakan.
00:17:09Katakan tidak!
00:17:12Tuan,
00:17:13dia dikurung di penjara.
00:17:15Berani mengurungnya di penjara?
00:17:17Nyalimu besar sekali!
00:17:18Nyali kalian besar sekali!
00:17:19Siapa dia sebenarnya?
00:17:22Bawa aku ke penjara kabupaten.
00:17:23Kalau sampai terjadi sesuatu,
00:17:25jangankan kalian.
00:17:26Bahkan ayah kalian juga harus dipenggal.
00:17:28Cepat bawa jalan!
00:17:35Tuan Muda Saka memberi perintah.
00:17:37Awasi dia.
00:17:38Jangan sampai terjadi kesalahan.
00:17:40Baik, Tuan.
00:17:40Yang patuh!
00:17:41Yang patuh!
00:17:44Tunggu.
00:17:45Tunggu.
00:17:46Jangan pergi.
00:17:48Aku adalah
00:17:50Kaisar Kerajaan Kano
00:17:52yang baru.
00:17:54Panggil utusan Kerajaan.
00:17:58Cepat tolong aku.
00:18:00Siapa kamu?
00:18:01Aku adalah Kaisar.
00:18:04Kaisar Kerajaan Kano.
00:18:07Cepat tolong aku.
00:18:09Kalau kamu Kaisar Kerajaan Kano,
00:18:11aku adalah Kaisar Purna.
00:18:12Kau mau apa?
00:18:16Apa kamu jadi bodoh
00:18:17karena dipukul?
00:18:18Hah?
00:18:20Dasar.
00:18:31Tuan, aku dipitah!
00:18:33Tuan, aku dipitah!
00:18:35Penjara kabupaten ini gelap dan nyoklat.
00:18:37Mana bisa datang ke tempat begini?
00:18:38Jangan banyak ngomong.
00:18:39Di kurung di mana?
00:18:40Di depan.
00:18:41Ya, di depan.
00:18:42Kalau terjadi sesuatu padanya,
00:18:43kalian semua akan dipenggal.
00:18:45Sebelah sini, Tuan.
00:18:48Buka!
00:19:01Dia bukan Kaisar.
00:19:13Benar juga.
00:19:14Kaisar mana mungkin dipukul sampai babak belur.
00:19:18Tuan.
00:19:20Dia adalah orang yang kamu bilang.
00:19:22Benar.
00:19:24Tuan, siapa sebenarnya dia?
00:19:26Dia bukan orang yang mau kucari.
00:19:31Apa boleh tahu siapa yang Tuan cari?
00:19:34Hamba dengan senang hati membantu Tuan.
00:19:36Tidak butuh.
00:19:39Tuan.
00:19:42Tuan.
00:19:43Tuan.
00:19:44Anda juga sudah lihat.
00:19:46Penjara ini gelap dan lembab.
00:19:48Lebih baik kita pergi.
00:19:49Pasti ayahku sudah tiba.
00:19:52Hanya karena dia berisik,
00:19:53kalian memukulnya sampai babak belur
00:19:55dan mengurungnya di penjara.
00:19:57Ini.
00:19:58Kamu putra bupati cukup angku juga ya.
00:20:01Tuan.
00:20:02Ini karena aku takut menyinggung Anda.
00:20:04Menindas rakyat tanpa alasan.
00:20:06Begini cara kalian bertindak.
00:20:07Tuan.
00:20:08Semua ada alasannya.
00:20:09Aku mohon Tuan selidik.
00:20:11Cepat lepaskan dia.
00:20:12Baik.
00:20:12Tuan.
00:20:13Lepaskan mereka.
00:20:15Semua orang ini mau dilepaskan?
00:20:17Kamu tidak dengan ucapan Tuan.
00:20:20Lepaskan mereka.
00:20:20Silahkan.
00:20:22Lepaskan mereka.
00:20:22Tuan.
00:20:38Tuan.
00:20:39Tuan.
00:20:39Why are you listening to the sound?
00:20:51There is no sound.
00:20:54It's probably a tiger.
00:20:56People with a high status like you,
00:20:58how can they be here?
00:21:00How can we go first?
00:21:02Please.
00:21:09Cepat!
00:21:19Hey! Kaisar itu!
00:21:21Sudah boleh pergi.
00:21:23Apa dia orang yang membela aku di depan pintu gerbang tadi?
00:21:27Tuan, aku bawa dia.
00:21:30Cepat!
00:21:31Hei!
00:21:33Kakak!
00:21:35Bapak!
00:21:40Tamaya!
00:21:42Tuan, hamba adalah Zidan Bupati Kabupaten Zido,
00:21:58memberi hormat pada Tuan Utusan.
00:22:01Bagaimana kamu tahu aku adalah Tuan Utusan?
00:22:05Kabar angin.
00:22:07Informasi kalian cepat juga.
00:22:11Katanya Tuan mencari orang.
00:22:13Kalau boleh tahu siapa yang dicari.
00:22:15Urus-urusanmu sendiri.
00:22:17Baik.
00:22:18Hambat terlalu banyak bicara.
00:22:20Ada apa Tuan datang ke Kabupaten Zido?
00:22:23Apakah ada yang bisa kulakukan untuk Tuan?
00:22:26Setelah beberapa hari kamu akan tahu.
00:22:29Baik, Tuan.
00:22:31Kabupaten Zido tempat yang diberkati.
00:22:33Kamu Bupati Kabupaten Zido juga pemimpin di Kabupaten Zido.
00:22:36Masa depan tidak terbatas.
00:22:38Sebagai pejabat haruslah bertindak dengan terang-terangan.
00:22:41Jangan sampai membuat kesalahan.
00:22:43Apa yang hamba dengar bukan kabar bohong.
00:22:46Memang ada tokoh penting ke Kabupaten Zido?
00:22:49Hamba mohon petunjuk agar hamba bisa membuat persiapan.
00:22:53Hahaha.
00:22:55Kamu tahu dari mana?
00:22:57Hmm, aku...
00:23:00Katakan!
00:23:01Tuan, hamba dengar dari Kabupaten Zido.
00:23:06Mengenai detailnya hamba tidak terlalu jelas.
00:23:14Paduka?
00:23:15Apa mungkin Kaisar ke Kabupaten Zido?
00:23:24Apa berita ini benar?
00:23:26Hanya kabar angin.
00:23:28Hamba tidak terlalu jelas.
00:23:30Tidak ada peristiwa tanpa sebab.
00:23:32Mungkin Kaisar sudah ke Kabupaten Zido.
00:23:34Aku harus segera bawa orang ke sana.
00:23:36Kalau Tuan ada urusan, silahkan Tuan perintahkan hamba.
00:23:42Simpan semua hal yang kamu tahu.
00:23:44Kalau sampai tersebar, kamu harus bertanggung jawab.
00:23:48Hamba mengerti.
00:23:53Urus juga anakmu.
00:23:54Kalau sampai menyinggung orang penting, seluruh keluarga kalian akan dipanggang.
00:23:59Hamba mengerti.
00:24:01Aku ingin ke Kabupaten Zido.
00:24:03Lindo, kalau kamu ada kabar, segera beritahu aku.
00:24:06Baik, Tuan.
00:24:07Tuan, hati-hati.
00:24:09Selamat jalan, Tuan.
00:24:14Ah, ayah.
00:24:15Orang penting yang kalian bicarakan sebenarnya siapa?
00:24:18Bahkan Tuan Utusan juga tidak berani bicara.
00:24:21Bisa membuat Tuan Utusan menjaga bicaranya.
00:24:25Tebakanmu siapa?
00:24:28Apa mungkin Kaisar sekarang?
00:24:31Sudah pasti.
00:24:32Kaisar menyamar jadi rakyat untuk inspeksi.
00:24:35Mau datang ke Kabupaten Zido.
00:24:37Dan Kabupaten Sino.
00:24:39Tadi ayah mengatakan Kabupaten Sino.
00:24:41Haduh.
00:24:42Tadi Tuan Utusan membuat ayah panik.
00:24:44Jadi ayah asal bicara.
00:24:46Kaisar sendiri yang datang.
00:24:48Kesempatan seperti ini jarang ada.
00:24:51Kalau ayah tidak alihkan perhatiannya, bagaimana kita dapat kesempatan?
00:24:54Hahaha, benar juga.
00:24:56Tadi Tuan Utusan juga bilang, masa depan ayah tidak terbatas.
00:25:00Tadi Tuan Utusan memberitahu ayah agar ayah mengawasimu.
00:25:04Katakan, belakangan ini apa yang sudah kamu lakukan sampai membuat Tuan marah.
00:25:10Ada seorang pengkhianat tidak mau bayar biaya masuk.
00:25:12Jadi aku memukulnya dan mengurungnya di penjara.
00:25:15Ayah, tapi Tuan Utusan sepertinya sangat panik.
00:25:19Kamu bilang apa?
00:25:21Kenapa ayah?
00:25:22Bisa membuat Tuan Utusan begitu panik.
00:25:28Pasti Kaisar.
00:25:29Apa orang yang kamu pukul adalah Kaisar?
00:25:33Apa orang yang kamu pukul adalah Kaisar?
00:25:36Oh bukan, tentu saja bukan.
00:25:38Orang yang aku pukul adalah Tunangan Rinjani.
00:25:41Dia adalah pecundang.
00:25:42Mana mungkin Kaisar sekarang?
00:25:44Tuan Utusan sudah lihat?
00:25:45Sudah verifikasi?
00:25:46Tuan Utusan sudah lihat orang ini.
00:25:48Dan bilang mungkin orang yang dia cari.
00:25:50Dia juga menyuruhku melepaskannya.
00:25:53Ayah, aku kasih tahu beberapa hari ke depan kamu harus menjaga sikap.
00:25:56Jangan menimbulkan masalah.
00:25:58Kalau sampai menyinggung perasaan Kaisar, kita semua akan mendapatkan masalah.
00:26:02Baik ayah.
00:26:03Ayah, Kabupaten Jido itu miskin sekali.
00:26:07Sekarang Kaisar akan datang berkunjung.
00:26:09Kita harus membangun istana sementara untuknya.
00:26:12Membangun istana?
00:26:14Ayah, sekarang baru bangun sudah tidak sempat.
00:26:18Cari tempat yang baik untuk direnovasi ulang.
00:26:20Buru-buru selesaikan pekerjaan masih sempat.
00:26:22Kalau bisa melayani Kaisar dengan baik,
00:26:24Jangankan Bupati.
00:26:26Bahkan posisi gubernur pun bukan masalah.
00:26:30Tapi ayah, dari mana uang ini akan didapatkan?
00:26:33Mengingat Kaisar sedang menyamar.
00:26:35Kami tidak berani lagi memungut biaya masuk.
00:26:37Tidak berani mengambil terang-terangan?
00:26:39Apa tidak bisa ambil secara diam-diam, ha?
00:26:42Aku mengerti.
00:26:45Baiklah, hal ini ayah serahkan padamu.
00:26:47Kamu harus lakukan dengan benar.
00:26:49Tenang saja, ayah.
00:26:50Aku pasti akan melakukannya dengan baik.
00:26:53Eh, ayah.
00:26:54Ada satu hal.
00:26:55Katakan.
00:26:56Orang yang kupukul di pintu gerbang itu.
00:26:58Tadinya aku takut dia melihat utusan dan bicara sembarangan.
00:27:01Jadi aku mengurungnya di penjara.
00:27:03Tapi Tuan Utusan memberi perintah agar aku melepaskannya.
00:27:06Sementara Kaisar sekarang mau datang ke Kabupaten Jido dan Shino.
00:27:10Aku takut dia akan mengadu.
00:27:13Cepat cari orang ini dan segera bereskan.
00:27:15Baik, ayah.
00:27:17Hehehe.
00:27:25Ayo bertahanlah.
00:27:26Sebentar lagi kita tiba.
00:27:31Kenapa bisa babak pelur?
00:27:33Tidak.
00:27:34Tidak.
00:27:35Tidak.
00:27:36Tidak.
00:27:37Tidak.
00:27:38Tidak.
00:27:39I don't think I'm going to die.
00:28:09Tamahel... Tamahel...
00:28:14Who is Tamahel?
00:28:15Who is Tamahel?
00:28:26Ibu! I'm going to leave!
00:28:29Oh, nak.
00:28:31Who is you?
00:28:33Why are you sick?
00:28:34Why are you sick?
00:28:35Jika aku melatih masuk kota, penjaga kumpulkan uang.
00:28:38Orang ini tidak memberikannya. Lalu dipukul sampai begini.
00:28:41Nah, kenapa kamu juga terluka?
00:28:46Tidak.
00:28:47Aku juga dipukul saat masuk kota.
00:28:50Cuma bahan obat yang dipetik susah payah, direbut oleh mereka.
00:28:53Orang-orang ini makin lapang, makin keterlaluan.
00:28:57Kenapa tidak ada yang mengurus mereka?
00:28:59Di Kabupaten Jido, keluarga pertama adalah kaisar setempat.
00:29:03Siapa yang bisa mengurus mereka?
00:29:04Pak Kaisar juga tidak mengurus mereka.
00:29:06Kaisar itu...
00:29:08Eh, nak.
00:29:11Kamu sudah sadar?
00:29:12Bagaimana?
00:29:14Kamu tidak apa-apa?
00:29:16Kamu...
00:29:17Aku di mana?
00:29:22Di rumahku.
00:29:24Kamu pisan karena dipukul.
00:29:26Jadi aku membawamu pulang.
00:29:29Terima kasih.
00:29:30Hati-hati.
00:29:31Awas.
00:29:31Aduh...
00:29:33Keluarga Pratama semakin kelewatan.
00:29:37Kenapa bisa bertindak begitu kejam?
00:29:41Apa kamu bisa membantuku?
00:29:43Bantu apa?
00:29:45Bantu aku cari orang.
00:29:46Aku ingin para perampok itu menerima hukumannya.
00:29:54Sudahlah.
00:29:55Keluarga Pratama adalah Kaisar di tempat ini.
00:29:58Tidak ada yang bisa melawan mereka.
00:30:00Nak.
00:30:01Sebaiknya kamu sembuhkan lukamu.
00:30:04Kita rakyat biasa.
00:30:06Tidak bisa mengalahkan mereka.
00:30:08Benar.
00:30:09Aku bisa menghukum mereka.
00:30:12Kamu kira kamu Kaisar?
00:30:13Kamu bisa menghukum mereka?
00:30:14Aku memang.
00:30:17Kamu...
00:30:18Kamu adalah Kaisar?
00:30:22Kamu adalah Kaisar?
00:30:25Aku...
00:30:26Tidak bisa.
00:30:27Sebelum bertemu dengan Tamael,
00:30:29masih belum bisa mengungkapkan identitasku.
00:30:31Maksudku...
00:30:33Mengadu kepada Kaisar.
00:30:37Mengadu?
00:30:38Benar.
00:30:40Begini.
00:30:41Sejak dulu raya tidak bisa mengadu pada Kaisar.
00:30:44Pejabat daerah punya kekuasaan besar.
00:30:45Kamu mau mengadu kemana?
00:30:47Benar.
00:30:48Lebih baik kamu tinggal di sini dengan tenang.
00:30:50Kita ini rakyat biasa.
00:30:52Tidak akan bisa melawan mereka.
00:30:54Tidak.
00:30:56Tolong saudara beritahu namamu,
00:30:58agar aku bisa balas budi.
00:31:00Hari ini kalau kamu tidak menolongku,
00:31:01mungkin aku sudah bernasib buruk.
00:31:03Itu karena keberuntunganmu bagus.
00:31:05Kita kebetulan dikurung di penjara yang sama.
00:31:07Kebetulan ada orang penting yang datang.
00:31:09Bahkan Tuhan Saka bersikap sangat hormat padanya.
00:31:12Dia yang memberi perintah untuk melepaskan kita.
00:31:14Pasti Tamael.
00:31:16Dia ke penjara mencariku.
00:31:17Karena tidak menduga, jadi tidak bertemu.
00:31:19Arkana Najendra.
00:31:21Panggil aku Arkana.
00:31:22Saudara Arkana.
00:31:24Ini ibuku.
00:31:26Panggil saja dia Bibi Dewi.
00:31:28Oh, Bibi Dewi.
00:31:29Oh, iya.
00:31:31Eh, kalian hanya berdua?
00:31:34Benar.
00:31:36Ayahku meninggal muda saat di medan perang.
00:31:39Kami hidup saling bergantung sekarang.
00:31:40Meninggal di medan perang?
00:31:42Jadi, kalian anak dan istri dari pahlawan?
00:31:46Benar.
00:31:47Kerajaan Kanu memberikan santunan besar pada prajurit yang gugur.
00:31:50Kenapa kalian hidup begitu susah?
00:31:54Santunan.
00:31:56Santunan.
00:31:56Kami bahkan tidak pernah lihat sepeserpun.
00:32:00Bagaimana bisa?
00:32:01Tentu saja sudah dicuri orang lain.
00:32:03Siapa?
00:32:05Siapa lagi kalau bukan keluarga Pratama?
00:32:08Mereka lagi?
00:32:10Ini bukanlah apa-apa.
00:32:11Mereka tahu ayahku meninggal saat di medan perang.
00:32:13Mereka segera mengambil alih rumah kami.
00:32:15Aku dan ibuku hanya bisa tinggal di gugur terami.
00:32:20Di mana hukum yang adil?
00:32:21Kemana keadilan sejati?
00:32:23Di Kabupat Tejido, keluarga Pratama adalah keadilan.
00:32:26Keluarga Pratama adalah hukum.
00:32:27Melawan mereka tidak akan berakhir baik.
00:32:32Sungguh kecil.
00:32:34Oh iya.
00:32:35Saat kamu tadi pingsan, kamu terus menyebut nama Tamayel.
00:32:39Kamu bertemu dengannya?
00:32:41Kamu bertemu dengannya?
00:32:43Aku tidak tahu siapa, Tamayel.
00:32:44Orang yang pergi ke penjara.
00:32:46Ah.
00:32:48Tuhan itu.
00:32:49Dia ke mana?
00:32:51Dia sepertinya sudah keluar kota.
00:32:55Kenapa Tuhan berhenti?
00:32:57Tidak benar.
00:32:58Kenapa?
00:32:59Jaraknya 60 mil dari Kabupaten Sino ke Sino.
00:33:02Rumah Kaisar di Kabupaten Jido.
00:33:03Mana mungkin ke Kabupaten Sino?
00:33:05Benar.
00:33:06Aku juga aneh.
00:33:07Kenapa Anda ke Kabupaten Sino?
00:33:09Kawan, kita sudah ditipu oleh Bupati.
00:33:14Aku ingat.
00:33:16Tadi di penjara masih ada satu orang.
00:33:18Kemungkinan orang itu Kaisar.
00:33:20Cepat.
00:33:20Cepat kembali.
00:33:21Cari Kaisar.
00:33:23Keluar kota.
00:33:24Oh iya.
00:33:25Bagaimana Anda bisa mengenal orang penting seperti itu?
00:33:27Bahkan aku lihat,
00:33:28Tuhan Muda Saka sangat hormat padanya.
00:33:35Aku.
00:33:36Gawat, Garkana.
00:33:37Gawat, Garkana.
00:33:38Gawat, Garkana.
00:33:39Ada yang mau menghancurkan kuil pahlawan.
00:33:40Apa yang terjadi?
00:33:41Bapak.
00:33:42Siapa begitu berani?
00:33:43Menghancurkan kuil pahlawan.
00:33:44Siapa lagi?
00:33:46Keluarga Pratama.
00:33:48Tuhan Muda Saka membawa orang.
00:33:49Banyak orang sudah menghalangi.
00:33:51Aku juga takut tidak bisa.
00:33:52Aku bantu dulu.
00:33:55Beraninya dia.
00:33:56Beraninya dia.
00:33:57Di kuil pahlawan itu,
00:33:58yang disembah adalah pahlawan yang gugur demi negara.
00:34:02Ibu,
00:34:03aku akan membantu.
00:34:05Saudara Garkana,
00:34:06aku ikut denganmu.
00:34:07Kamu masih terluka.
00:34:09Kamu jangan pergi.
00:34:10Aku harus pergi.
00:34:11Kuil pahlawan saja berani dihancurkan.
00:34:13Orang-orang ini,
00:34:14pantas mati.
00:34:26Kuil pahlawan ini,
00:34:28dulu dibangun atas perintah Kaisar.
00:34:30Semua bahan kayu yang digunakan adalah,
00:34:32kualitas terbaik.
00:34:33Maka sangat tepat jika bangunan ini dibongkar,
00:34:35untuk membangun istana sementara bagi Kaisar.
00:34:37Saka memang banyak ide.
00:34:39Tentu saja.
00:34:43Tidak bisa.
00:34:44Kuil pahlawan ini,
00:34:45mengabadikan pahlawan yang gugur demi negara.
00:34:48Mana bisa dihancurkan?
00:34:49Diam.
00:34:51Kamu tidak berhak bicara di sini.
00:34:53Tapi...
00:34:54Kalau kamu berani banyak bicara,
00:34:57cepat pulang.
00:35:00Tapi Saka,
00:35:02di sini banyak orang yang menghalangi.
00:35:03Takutnya tidak mudah dihancurkan.
00:35:05Hal yang ingin ku lakukan,
00:35:08belum pernah ada yang bisa menghalanginya.
00:35:10Pengawal!
00:35:12Hancurkan kuil pahlawan ini!
00:35:14Ayo ajarkan!
00:35:15Jangan!
00:35:16Jangan!
00:35:17Jangan!
00:35:17Jangan!
00:35:17Jangan!
00:35:17Jangan!
00:35:17Jangan!
00:35:18Kalian apa?
00:35:18Besar sekali nyali kalian!
00:35:20Kuil pahlawan saja,
00:35:22berani kalian hancurkan!
00:35:24Apa tidak ada hukum?
00:35:26Tidak ada hukum.
00:35:28Di Kabupaten Jido,
00:35:30keluarga peratama adalah hukum.
00:35:32Keluarga peratama adalah langit.
00:35:34Kalian sekelompok pengkhianan.
00:35:36Cepat pergi dari sini!
00:35:37Berhenti!
00:35:38Apa kalian tahu?
00:35:40Semua yang ada di kuil pahlawan ini,
00:35:42dibangun oleh kaisar.
00:35:44Kalian berani menghancurkannya?
00:35:45Kaisar?
00:35:46Di Kabupaten Jido,
00:35:47keluarga peratama adalah kaisar setempat.
00:35:49Kuil pahlawan ini mengamadikan
00:35:51para pahlawan yang sedang gugur demi negara.
00:35:55Kalian berani menghancurkannya,
00:35:58di mana pahlawan bisa istirahatikan tendang.
00:36:00Aku tidak peduli kemana mereka beristirahat.
00:36:02Saka,
00:36:03untuk apa banyak bicara dengan pengkhianat ini,
00:36:05langsung saja hancurkan.
00:36:07Kita mengejar waktu
00:36:08membangun istana sementara untuk kaisar.
00:36:12Kak,
00:36:13kenapa kamu bisa bicara begitu?
00:36:15Aku sudah tahu,
00:36:16kamu tidak punya niat baik.
00:36:18Apa yang kami lakukan,
00:36:19kamu tidak berhak memberi komentar.
00:36:20Tuhan Saka,
00:36:27aku mohon pada Anda.
00:36:29Kuil pahlawan ini tidak boleh dihancurkan.
00:36:32Adikmu ini tidak pengertian.
00:36:35Arista,
00:36:36pergi kamu.
00:36:38Tuhan Saka,
00:36:39aku mohon pada Anda.
00:36:40Kami juga berlutut pada Anda.
00:36:44Aku mohon Anda bermurah hati.
00:36:46Tolong berikan kelas kasihan Anda.
00:36:48Benar,
00:36:49Tuhan Budesaka.
00:36:50Kuil pahlawan ini tidak boleh dihancurkan.
00:36:53Mereka semua diolak pelarga kami.
00:36:56Kalau dihancurkan,
00:36:57mereka tidak bisa tenang.
00:36:59Aku mohon Tuhan Budesaka.
00:37:00Aku mohon Tuhan.
00:37:02Aku mohon.
00:37:03Kalian sekolah membanggianat.
00:37:06Kalian.
00:37:07Kalian sekolah membanggianat.
00:37:09Putraku,
00:37:10demi melindungi keluarga dan negara,
00:37:12mati di bedan perang.
00:37:13Dia meninggal tanpa penyesalan.
00:37:16Aku tidak meminta yang lain.
00:37:17Aku cuma meminta.
00:37:19Setelah putraku meninggal,
00:37:20ada tempat untuk beristirahat dengan tenang.
00:37:22Anda berbelas kasihanlah.
00:37:24Kami bersujud pada Anda.
00:37:26Cepat bersujud pada Tuhan.
00:37:28Kami mohon pada Anda.
00:37:29Kami bersujud pada Anda,
00:37:30Tuhan Saka.
00:37:31Tuhan Saka,
00:37:32aku bersujud pada Anda.
00:37:33Aku mohon pada Anda.
00:37:34Aku mohon pada Anda.
00:37:36Aku mohon Tuhan Saka.
00:37:38Tuhan Budesaka,
00:37:40semua ini adalah keluarga para pahlawan.
00:37:42Mereka sudah bersujud pada Anda.
00:37:44Aku mohon padamu,
00:37:44tolong.
00:37:45Jangan hancurkan kuil pahlawan.
00:37:47Aku mohon padamu.
00:37:48Kalian sekolah membanggianat.
00:37:50Hari ini aku harus menghancurkan.
00:37:52Kuil pahlawan ini.
00:37:54Lakukan.
00:37:55Jangan pukul.
00:37:56Tidak boleh dihancurkan.
00:37:57Jangan pukul.
00:37:59Tidak boleh.
00:38:03Hari ini siapa yang berani menghalangi?
00:38:09Bunuh mereka.
00:38:10Lakukan.
00:38:11Jangan pukul.
00:38:12Jangan pukul.
00:38:14Ya, kalian lakukan ini.
00:38:16Tidak takut karma.
00:38:18Karma?
00:38:20Kalian tidak mendengar ucapanku baru namanya karma.
00:38:22Semuanya.
00:38:24Kita hadapi saja sekelompok bajingan ini.
00:38:26Ibu, ayah meninggal di medan perang.
00:38:47Kenapa mereka melakukan ini?
00:38:50Mereka sebuah orang jahat.
00:38:51Orang jahat.
00:38:52Apa tidak ada yang bisa menangani mereka?
00:38:54Pasti ada yang bisa.
00:38:58Aku bisa melakukan yang kuinginkan.
00:39:01Tidak ada yang bisa menangani aku.
00:39:03Ayo cepat.
00:39:05Semuanya hentikan!
00:39:06Tidak ada yang bisa menangani mereka.
00:39:08Tidak ada yang bisa menangani mereka.
00:39:09Tidak ada yang bisa menangani mereka.
00:39:10Tidak ada yang bisa menangani mereka.
00:39:11Semuanya hentikan!
00:39:16Saka.
00:39:18Besar sekali nyalimu.
00:39:20Kak Aga.
00:39:34Arista?
00:39:35Kak Aga, kamu benar-benar kembali.
00:39:37Arista, kamu baik-baik saja.
00:39:39Aku...
00:39:40Kakakku.
00:39:42Aku sudah tahu.
00:39:45Aku sedang berpikir untuk mencarimu.
00:39:48Tidak disangka, kamu malah datang sendiri.
00:39:51Saka.
00:39:52Kamu melakukan banyak kejahatan.
00:39:53Apa kamu tidak pikir akibatnya?
00:39:55Akibat?
00:39:56Aku bisa melakukan apapun.
00:39:59Siapa yang bisa menanganiku?
00:40:00Ayahmu cuma seorang bupati.
00:40:02Di atas bupati ada gubernur.
00:40:04Di atas gubernur ada pengasa provinsi.
00:40:06Apa?
00:40:07Tidak ada yang bisa menangani kamu.
00:40:08Kamu pasti belum tahu.
00:40:10Ada orang penting yang menghargai ayahku.
00:40:12Ayahku sekarang bupati.
00:40:14Tidak lama lagi.
00:40:15Akan menjadi gubernur dan penguasa provinsi.
00:40:17Baik.
00:40:19Walaupun pejabat tidak bisa menangani.
00:40:21Bagaimana dengan kaisar?
00:40:22Kaisar pasti bisa menanganimu.
00:40:24Heh.
00:40:25Heh.
00:40:25Kamu tidak mengerti apapun, ya?
00:40:27Rakyat dalam masalah.
00:40:29Hanya bisa menerimanya.
00:40:31Pantas bernasib malah.
00:40:33Trik apapun tidak berguna.
00:40:35Karena pemerintah yang mengatur rakyat.
00:40:38Kaisar tanggung jawab atas pejabat.
00:40:39Kaisar begitu jauh.
00:40:40Apa bisa mengendaikan sampai sini?
00:40:41Tuhan melihat segalanya.
00:40:44Bagaimana kamu yakin?
00:40:45Kaisar tidak tahu.
00:40:45Kamu jangan banyak omong.
00:40:47Hari ini kuil pahlawan akan kuhancurkan.
00:40:49Pada aku.
00:40:50Kamu tidak bisa menghancurkannya.
00:40:52Kamu itu hanya pecundak.
00:40:53Apa bisa menghalangiku?
00:40:56Penduduk desa.
00:40:58Kita sama-sama lindungi kuil pahlawan.
00:40:59Siapa berani merusak kuil itu?
00:41:01Dia harus melewati mayat kami.
00:41:02Percabatmu benar.
00:41:03Kami bersama-sama melindungi di sini.
00:41:05Benar.
00:41:05Hari ini, walaupun mati.
00:41:07Jangan biarkan mereka hancurkan gelpa lawan.
00:41:10Kita lawan sampai di tegara pahlawan.
00:41:12Sampai di tegara pahlawan.
00:41:13Aka, kamu bisa semenang-menang.
00:41:16Tapi kamu tidak bisa melawan keinginan rakyat.
00:41:18Siapa yang menghalangi jalanku?
00:41:20Aku akan mencabut nyawanya.
00:41:21Kamu menghalangi jalanku.
00:41:23Hari ini aku akan mencabut nyawamu.
00:41:25Kamu menghalangi jalanku.
00:41:26Hari ini aku akan mencabut nyawamu.
00:41:28Semua ambil senjata saat bertindak.
00:41:30Tidak perlu berbelas kasihan.
00:41:32Serang!
00:41:37Kak Arkana, apakah kamu percaya padaku?
00:41:40Di gerbang kota kau melindungiku.
00:41:41Sekarang melindungi kuil pahlawan.
00:41:43Aku menghormatimu.
00:41:44Aku percaya padamu.
00:41:45Sepuluh mil dari sebelah utara ada sekolampok pengawal.
00:41:48Kamu bawa pelakat ini pada mereka.
00:41:50Pelakat apa ini?
00:41:51Begitu mereka melihat pelakat ini,
00:41:52akan segera datang menolong.
00:41:54Cepat pergi!
00:41:55Kalau tidak, semuanya akan terlambat.
00:41:57Apa pelakat ini berguna?
00:41:59Percayalah padaku.
00:42:00Aku percaya.
00:42:02Cepat, pergi!
00:42:03Baiklah.
00:42:04Pergilah!
00:42:11Bukankah sebelumnya ada yang dikurung di sini?
00:42:13Benar.
00:42:14Kemana orangnya?
00:42:15Dibawa pergi oleh orang yang dikurung di sini.
00:42:16Katakan, kemana orangnya?
00:42:18Dia berasal dari desa Lingah.
00:42:20Apa mungkin dia ke desa Lingah?
00:42:22Ayo, kita ke desa Lingah.
00:42:24Baginda, Anda harus menungguku.
00:42:28Cepat pukul!
00:42:30Pukul sampai mati!
00:42:32Aku akan memberi hadiah besar!
00:42:33Aku akan mendapat hadiah besar!
00:42:35Hiya!
00:42:37Aku akan mendapat hadiah besar!
00:42:41Hiya!
00:42:41Saka!
00:42:43Saka!
00:42:44Cepat curu mereka hentikan!
00:42:46Bukankah kamu ingin menghalangiku menghancurkan kuil pahlawan?
00:42:49Apa kamu bisa?
00:42:50Memangnya kamu siapa?
00:42:51Aku akan lawan habis-habisan!
00:42:55Kagak!
00:43:03Putra kugugur demi negara.
00:43:06Setelah meninggal, bahkan tidak dikasih tempat untuk beristirahat.
00:43:10Jenajah suamiku bahkan tidak ditemukan.
00:43:13Hanya ada sebuah papan aruah.
00:43:15Sekarang kalian bahkan mau menghancurkan papan aruah.
00:43:17Kalian melakukan hal jahat.
00:43:18Tidak takut pada karma.
00:43:20Mau salahkan?
00:43:22Salahkan orang tidak tahu diri ini!
00:43:25Saka, aku rasa kita seharusnya tangkap pecundang ini dulu.
00:43:30Kalau dia ditangkap, bukankah yang lain akan patuh?
00:43:33Benar juga ucapanmu.
00:43:34Pecundang ini memang penghalang.
00:43:37Abekan yang lain.
00:43:39Pukul dia sampai mati.
00:43:42Kak Aga!
00:43:44Kak Aga!
00:43:45Sekarang berlutut dan bersujud tiga kali pada aku.
00:43:48Aku akan mengampuni nyawamu.
00:43:49Kak Aga!
00:43:53Kamu pantas!
00:43:55Cepat angkat dia!
00:43:57Cepat angkat dia!
00:44:00Berdiri!
00:44:00Kamu bilang aku pantas!
00:44:07Kamu tidak pantas!
00:44:11Kamu bilang aku tidak pantas!
00:44:12Kamu bilang aku tidak pantas!
00:44:14Aku mohon pada kalian, jalan pukul lagi!
00:44:17Jalan pukul lagi!
00:44:18Kamu juga mau ikuti pukul ya?
00:44:20Kak Aga!
00:44:21Kak Aga!
00:44:22Bukankah dia pernah menjadi tunanganku?
00:44:25Memangnya siapa dia?
00:44:27Apa pantas jadi tunanganku?
00:44:28Rinjane!
00:44:30Aku ingin melihat ekspresi musat menyesal!
00:44:33Menyesal?
00:44:34Menyesal tidak menjadi permaisuri.
00:44:36Dia benar-benar menganggap dirinya sebagai kaisar.
00:44:38Hah?
00:44:40Hei!
00:44:42Apa kamu adalah kaisar?
00:44:44Memaksa rakyat membayar pajak tinggi.
00:44:46Menindas rakyat.
00:44:46Mengabaikan nyawa manusia.
00:44:48Menghancurkan kuil pahlawan.
00:44:49Setiap kejahatan ini cukup untuk membuat seluruh keluarga mu dihukum mati.
00:44:54Kamu...
00:44:54Sepertinya kamu belum cukup dipukul.
00:45:00Ketundang sepertimu juga berani melawanku, ha?
00:45:04Ketaga!
00:45:05Bawa Arista pergi dari sini.
00:45:07Aku mau caranya jangan pukul lagi!
00:45:09Jangan pukul lagi!
00:45:11Apa kamu terima?
00:45:14Masih keras kepala.
00:45:16Pengawal!
00:45:18Hancurkan kuil pahlawan ini!
00:45:20Jangan!
00:45:21Jangan!
00:45:22Tidak boleh dihancurkan!
00:45:23Tidak boleh dihancurkan!
00:45:26Aku harus cari Tamahil kemana.
00:45:34Tamahil!
00:45:36Tamahil!
00:45:38Siapa kamu?
00:45:41Ada orang menitipkan ini untukmu.
00:45:46Dimana orang yang memberimu pelakat ini?
00:45:49Dimana orang yang memberimu pelakat ini?
00:45:51Ada di kuil pahlawan di depan.
00:45:52Untuk apa dia di sana?
00:45:55Apa ada bahaya?
00:45:56Ada bahaya!
00:45:57Ada bahaya!
00:45:58Cepat!
00:45:59Ikuti aku!
00:46:01Ayo!
00:46:02Baginda!
00:46:02Kamu harus baik-baik saja!
00:46:07Terus saja!
00:46:09Kenapa?
00:46:10Mereka sama dengan kalian!
00:46:12Sama-sama tentara!
00:46:13Kalian tidak boleh begini!
00:46:15Tidak boleh!
00:46:15Tidak boleh dihancurkan!
00:46:19Tidak boleh dihancurkan!
00:46:23Kalian berdosa!
00:46:26Sakal!
00:46:27Cepat nantikan mereka!
00:46:29Bukankah kamu mau menghalangiku?
00:46:32Apa kamu bisa?
00:46:33Kamu itu pecunda.
00:46:35Bukan siapa-siapa.
00:46:37Pantas mati!
00:46:38Kalian semua pantas mati!
00:46:40Siapa yang kamu bilang pantas mati?
00:46:41Kamu!
00:46:43Sekarang,
00:46:44aku yang menginjakmu!
00:46:52Saka!
00:46:58Hari ini,
00:46:59aku akan memukulmu sampai mati!
00:47:00Matilah!
00:47:01Arista!
00:47:10Arista!
00:47:11Arista!
00:47:12Cepat pergi!
00:47:13Arista!
00:47:14Arista!
00:47:15Nasibku sungguh beruntung!
00:47:16Hah?
00:47:18Selanjutnya,
00:47:19aku mau lihat siapa yang bisa menghalangiku.
00:47:21Matilah!
00:47:25Tuan Utusan Tiba!
00:47:31Matilah!
00:47:38Tuan Utusan Tiba!
00:47:43Kenapa Tuan Utusan Tiba?
00:47:45Saka,
00:47:45kalau Tuan Utusan melihat kita menghancurkan kuil pahlawan,
00:47:48kita akan disalahkan.
00:47:49Cepat pergi!
00:47:50Pergi!
00:47:51Baik!
00:47:51Ayo!
00:47:51Ayo pergi!
00:47:52Cepat!
00:47:54Arista!
00:47:57Arista!
00:48:01Cepat!
00:48:03Cepat bawa Arista ke klinik!
00:48:05Cepat!
00:48:06Bawa Nona Arista ke klinik!
00:48:07Baik!
00:48:11Hamba telat datang!
00:48:13Hamba pantas mati!
00:48:15Akhirnya kamu datang!
00:48:17Baginda,
00:48:18siapa yang melukaimu sampai seperti ini?
00:48:20Hamba akan suruh orang untuk menggeledah rumah mereka!
00:48:23Bantu aku berdiri!
00:48:28Baginda,
00:48:30ini...
00:48:30Siapa yang melakukannya?
00:48:32Hamba pantas mati!
00:48:34Pengawal!
00:48:35Ikut aku!
00:48:36Tunggu!
00:48:39Mereka akan menanggung akibatnya.
00:48:42Tapi sekarang yang harus dilakukan,
00:48:44mengembalikan roh pahlawan ke tempatnya.
00:48:52Aku membangun kuil pahlawan ini
00:48:55sebagai penghormatan pada prajurit yang gugur di medan perang.
00:49:00Agar semangat kepahlawanan mereka abadi.
00:49:03Agar semua jasa mereka dikenang.
00:49:07Agar nama baik mereka terukir dalam sejarah.
00:49:11Mereka seharusnya dikenang dan dihormati oleh dunia.
00:49:15Tapi hari ini roh-roh mereka terganggu dan nama baik mereka dicemarkan.
00:49:21Di sini, aku bersumpah keluarga Pratama akan menerima hukuman yang setimpal dan membayar dengan darah.
00:49:33Baginda, hamba akan menggeledah keluarga Pratama dan menghukum mati mereka.
00:49:51Aku baru pergi dari ibu kota.
00:49:53Mereka sudah mendapat informasi.
00:49:55Aku belum tiba.
00:49:56Mereka sudah membuat persiapan.
00:49:58Cuma seorang bupati, mana mungkin bisa tahu semua ini?
00:50:02Maksud Anda adalah ada yang mendukung mereka dari belakang?
00:50:06Seorang putra bupati berani begitu semena-mena.
00:50:10Mana mungkin di belakang tidak ada pendukung?
00:50:13Nyali mereka besar sekali.
00:50:15Beraninya melawan Anda.
00:50:16Kali ini menyamar, aku baru tahu.
00:50:18Ternyata para rakyat berada dalam situasi sulit.
00:50:22Hukulan ini tidak sia-sia.
00:50:25Baginda, upacara penombatan Permesuli masih dilakukan?
00:50:28Tetap.
00:50:29Harus diadakan besar-besaran.
00:50:30Turunkan perintah.
00:50:31Aku akan adakan pesta kepulanganku tiga hari lagi.
00:50:34Suruh para pejabat untuk hadir.
00:50:37Baik.
00:50:39Bagaimana dengan keluarga Pratama?
00:50:41Sekarang mereka masih belum tahu identitasku.
00:50:44Kita manfaatkan pesta kepulanganku untuk mengungkap satu pesan.
00:50:48Tokoh besar yang mendukungnya.
00:50:52Semalam kalian, melakukan apa?
00:50:55Ayah, apa terjadi masalah?
00:51:00Cepat katakan.
00:51:02Semalam, aku membawa orang ke kuil palawan,
00:51:04mengambil papan kayu untuk membangun istana buat Kaisar.
00:51:07Lalu?
00:51:08Ah, ada yang menghalangi.
00:51:11Tidak berhasil.
00:51:12Lalu...
00:51:14Lalu bagaimana?
00:51:17Tuhan utusan datang.
00:51:18Apa Tuhan utusan menangkap basah?
00:51:23Tidak, ayah.
00:51:24Tapi di sana ada banyak orang.
00:51:26Dia pasti mengadu pada Tuhan utusan.
00:51:29Ayah, apa akan jadi masalah?
00:51:32Ah, tidak tertangkap basah oleh Tuhan utusan tidak masalah.
00:51:36Kalau dia menuntut, cari beberapa orang untuk kejadikan kaming hitam.
00:51:42Ayah memang banyak cara.
00:51:44Tapi hal ini tidak bisa kita lakukan lagi.
00:51:47Sebentar, ayah.
00:51:48Lalu bagaimana membangun istana untuk Kaisar?
00:51:50Apa harus pakai uang kita?
00:51:51Ah, tidak sempat lagi.
00:51:55Tidak sempat lagi?
00:51:56Apa maksudnya?
00:51:57Ayah baru menerima Tita.
00:51:59Tiga hari lagi, Kaisar, adakan pesta kepulangan di Kabupaten Jidu.
00:52:04Pesta kepulangan?
00:52:05Kaisar orang Kabupaten Jidu?
00:52:07Tidak disangkakan.
00:52:08Kaisar ternyata satu kampung dengan kita.
00:52:11Jadi Kaisar orang Kabupaten Jidu?
00:52:15Rinjani, kamu tunggu aku.
00:52:17Setelah aku jadi Kaisar, aku akan kembali dan menikahimu.
00:52:22Tidak mungkin.
00:52:23Tidak mungkin.
00:52:24Tidak mungkin pecundang jadi Kaisar.
00:52:26Kaisar adakan pesta kepulangan di Kabupaten Jidu.
00:52:29Akan ada jamuan untuk para pejabat.
00:52:31Bahkan Perdana Menteri akan datang.
00:52:32Katanya, di pesta ini Kaisar akan menembatkan permaisuri.
00:52:35Ha, ha, ha.
00:52:37Ah, Kabupaten Jidu memang tempat melahirkan orang hebat.
00:52:42Apa? Mengangkat permaisuri?
00:52:44Pulang kampung dan mengangkat permaisuri.
00:52:46Apa pecundang itu benar-benar Kaisar?
00:52:49Tidak mungkin.
00:52:51Dia itu pecundang.
00:52:52Mana mungkin dia Kaisar?
00:52:55Benar juga.
00:52:56Aku sudah tidak berpikir jenih.
00:52:58Siapa orang yang kalian bicarakan?
00:53:00Ayah, Rinjani dulu ada tunangan.
00:53:03Sebelum pergi, bilang setelah jadi Kaisar,
00:53:05akan pulang dan angkat Rinjani jadi permaisuri.
00:53:08Hari itu di pintu gerbang.
00:53:10Orang yang dipukul adalah dia.
00:53:11Benar.
00:53:12Tapi saat itu dia memakai pakaian linen kasar.
00:53:14Dan tidak ada pengawal yang menemani.
00:53:16Bahkan tidak ada wibawa seorang Kaisar.
00:53:18Mana mungkin dia adalah Kaisar?
00:53:20Katanya Kaisar pulang kampung dengan menyamar.
00:53:23Ayah, kalau dia Kaisar,
00:53:25mana mungkin terima dipukul?
00:53:27Selain itu, Tuan Utusan sudah melihat sendiri.
00:53:30Dia bilang bukan Kaisar.
00:53:32Mana mungkin ada kebetulan seperti itu?
00:53:33Benar.
00:53:35Selain itu, semalam aku memukulnya sampai Bapak belur.
00:53:37Kalau dia Kaisar,
00:53:39sekarang keluarga kita mungkin sudah dihukum mati.
00:53:42Kalau begitu, abaikan saja.
00:53:44Sekarang yang penting kita harus adakan pesta kepulangan.
00:53:47Tapi ingat, jangan sampai terjadi kesalahan.
00:53:49Kaisar adalah orang Kabupaten Jido.
00:53:51Ayah adalah pejabat induk Kabupaten Jido.
00:53:53Masa depan ayah tidak terbatas.
00:53:57Keluarga pertama kita akan sukses.
00:54:00Sukses.
00:54:02Ayah, aku dan Rinjani akan segera menikah.
00:54:06Apa ayah bisa minta titan nikah pada Kaisar di pesta kepulangannya?
00:54:10Apakah bisa?
00:54:12Kalau bisa mendapat titan nikah Kaisar, akan sangat bagus.
00:54:15Keluarga pertama kita akan segera menjadi sukses.
00:54:19Menjadi pejabat tinggi bukannya tidak mungkin.
00:54:22Kamu yakin di saat seperti ini,
00:54:25akan menikahi putri biasa dari keluarga Setian?
00:54:29Paman Zidan,
00:54:31aku tahu Paman tidak menyukaiku karena aku sudah memiliki janji nikah.
00:54:36Tapi itu tidak benar.
00:54:38Benar?
00:54:39Kamu pernah bertunangan,
00:54:40sekarang mau menikah dengan Saka.
00:54:43Tentunya ini akan membuat keluarga kami dikritik.
00:54:47Bukankah kamu bilang dia sudah kembali?
00:54:49Ayah, tenang saja.
00:54:51Aku akan menanganinya secepat mungkin.
00:54:53Benar, Paman Zidan.
00:54:54Aku sudah mengakui Saka sebagai suamiku di hati.
00:54:57Aku tidak akan berubah hati.
00:54:59Tunanganmu itu dari mana asalnya?
00:55:02Aku tidak tahu.
00:55:04Apa nama keluarganya?
00:55:05Nama keluarganya Pradipta.
00:55:08Nama keluarga Kaisar juga Pradipta.
00:55:09Ah, ini?
00:55:11Pradipta?
00:55:13Apa dia benar-benar Kaisar?
00:55:16Siapa namanya?
00:55:18Namanya Alinga.
00:55:21Dulu keluarganya miskin,
00:55:22jadi ibunya memberi nama itu.
00:55:24Nama Kaisar baru adalah Alinga.
00:55:26Yang artinya menguasai seluruh dunia.
00:55:28Ayah, ayah sudah berpikir berlebihan.
00:55:30Mana ada Kaisar bernama Agah?
00:55:32Mungkin ayah sudah berpikir berlebihan.
00:55:34Ayah memang sudah berpikir berlebihan.
00:55:35Kalau dia Kaisar,
00:55:36aku adalah Kaisar Purna.
00:55:38Itu cuma kebetulan saja.
00:55:41Ayah,
00:55:41masalah meminta Titanika pada Kaisar.
00:55:45Baiklah.
00:55:46Kalau begitu,
00:55:47ayah akan mencari Tuhan Otusan
00:55:48untuk mencari tahu informasi
00:55:50demi kalian berdua
00:55:51untuk mendapatkan Titanika.
00:55:54Tapi ayah ada satu syarat.
00:55:56Hah?
00:55:57Ayah katakan saja.
00:55:58Harus menyingkirkan tunangan ini.
00:56:00Keluarga pertama tidak bisa dibuat malu.
00:56:02Tenang saja, ayah.
00:56:03Ayah tidak bilang.
00:56:04Aku juga akan menyikirkannya.
00:56:06Paman Zidan tenang saja.
00:56:08Kita tunggu saja Pesta Kepulangan
00:56:10tiga hari lagi dengan sabar.
00:56:12Untung saja tidak melukai bagian vitalnya.
00:56:24Seharusnya akan segera sadar.
00:56:29Pergilah.
00:56:29Arista,
00:56:41aku minta maaf.
00:56:42Aku tidak menyangka
00:56:44kamu yang menjagaku,
00:56:47menampungku,
00:56:48dan memberiku makan
00:56:50yang selalu menungguku pulang.
00:56:54Ternyata adalah kamu.
00:56:55Kamu sudah menolongku.
00:57:00Kamu setia kepadaku.
00:57:02Aku akan memberimu kemakmuran seumur hidup.
00:57:05Arista,
00:57:07aku akan menobat kamu jadi permaisuri
00:57:09di Pesta Kepulangan.
00:57:12Aku cuma meminta
00:57:13kamu segera sadar.
00:57:15Baginda,
00:57:21Pesta Kepulangan sudah siap.
00:57:23Pejabat setempat
00:57:24dan keluarga berpengaruh akan hadir.
00:57:26Perdana Menteri dalam perjalanan.
00:57:29Masih ada satu hal lagi.
00:57:31Katakan,
00:57:32Zidan Pratama Bupati Jidu
00:57:33ingin meminta Tita Nikah
00:57:35untuk putranya.
00:57:37Apa dengan Rinjani?
00:57:40Benar.
00:57:41Berikan.
00:57:42Baginda,
00:57:44Rinjani sudah bersikap kasar pada Anda.
00:57:47Kalau memancing,
00:57:48maka harus memakai umpan.
00:57:51Aku
00:57:51akan perlahan-lahan
00:57:53membalas mereka.
00:57:57Aku
00:57:57akan perlahan-lahan
00:58:00membalas mereka.
00:58:02Baginda bijaksana.
00:58:04Kapan Perdana Menteri tiba?
00:58:06Sudah dalam perjalanan kemari.
00:58:08Bagaimana Tita yang diantar ke Raja Bimu?
00:58:10Sudah diantar.
00:58:11Raja Bimu datang bersama
00:58:12keempat panglima perang.
00:58:13Para pejabat daerah ini berkolusi.
00:58:15Aku tidak percaya pada mereka.
00:58:17Suruh Raja Bimu
00:58:17bawa pasukan ke sini.
00:58:19Kita akan menangkap mereka
00:58:19semua sekaligus.
00:58:21Baginda,
00:58:22Anda masih mau menutupi identitas?
00:58:24Wajah Kaisar
00:58:25tidak dikenal oleh banyak orang.
00:58:26Sekalipun aku yang mengatakan pada mereka,
00:58:28aku adalah Kaisar.
00:58:30Menurutmu,
00:58:31mereka akan percaya.
00:58:34Tapi...
00:58:35Begini juga bagus.
00:58:36Kalau aku
00:58:37mengungkapkan identitasku,
00:58:38mungkin aku tidak akan tahu
00:58:40wajah asli mereka.
00:58:44Hamba bersedia mengikuti Baginda?
00:58:46Tidak perlu.
00:58:47Kamu tunggu Arista sadar di sini,
00:58:50lalu bawa dia ke pesta.
00:58:52Anda mau ke pesta sendirian?
00:58:54Aku bawa dua pengawal saja.
00:58:56Jangan.
00:58:57Tidak boleh.
00:58:58Bagaimana kalau Anda bertemu bahaya lagi?
00:59:00Pesta belum dimulai,
00:59:02jadi mungkin tidak ada banyak orang sekarang.
00:59:04Tamaya,
00:59:06kamu harus melindungi Arista.
00:59:08Dia hampir kehilangan nyawa karena aku.
00:59:11Jangan sampai terjadi kesalahan lagi.
00:59:12Tapi...
00:59:13Turunkan kita.
00:59:16Baik.
00:59:18Pengawal?
00:59:19Ya.
00:59:21Kalian berdua lindungi Kaisar.
00:59:22Kalau sampai Baginda terluka,
00:59:25aku akan menghukum mati kalian.
00:59:27Baik.
00:59:27Kami akan melindungi Baginda dengan nyawa kami.
00:59:30Ayo.
00:59:32Ke pesta.
00:59:34Pesta Kepulangan hari ini,
00:59:36kerajaan Kanoi yang besar,
00:59:37banyak tokoh berpengaruh,
00:59:38dan pejabat kerajaan semuanya hadir dalam jamuan.
00:59:41Jika bukan karena satu kampung dengan Kaisar,
00:59:43mana mungkin ada kesempatan bertemu banyak orang besar?
00:59:45Benar.
00:59:46Kalau bukan satu kampung dengan Kaisar,
00:59:49pesta seperti ini,
00:59:50ayah yang hanya serang bupati,
00:59:52mana berhak menghadirinya?
00:59:54Apalagi membawa kalian.
00:59:56Paman Zidan,
00:59:57katanya Kaisar yang menunjuk
00:59:59agar aku dan Zaka menghadiri pesta kepulangannya.
01:00:02Benar.
01:00:03Kaisar akan memberi titah nikah pada kalian.
01:00:06Bisa mendapat titah nikah Kaisar.
01:00:09Ini adalah kehormatan besar.
01:00:10Hah?
01:00:11Ayahku satu kampung dengan Kaisar.
01:00:13Tentu saja akan disukai Kaisar.
01:00:15Meskipun hanya bupati,
01:00:18mungkin tidak ada yang berani menemakannya.
01:00:20Keluarga Pratama bisa berdiri teguh di Kabupaten Zidong.
01:00:24Karena ada pendukung.
01:00:26Gubernur Tuan Arja inilah yang menjadi sandaran ayah.
01:00:30Tapi beliau bukan satu-satunya yang kita andalkan.
01:00:33Masih ada satu orang lagi yang menjadi sandaran terbesar.
01:00:36Bagi keluarga Pratama kita.
01:00:39Maksud ayah adalah Paman Galen.
01:00:41Benar.
01:00:42Paman ketigamu adalah salah satu dari empat panglima di bawah Raja Bimu.
01:00:46Ayah sudah mendapat kabar.
01:00:48Dia juga akan datang.
01:00:49Paman Galen juga akan datang.
01:00:51Bukan hanya Paman ketigamu.
01:00:53Raja Bimu juga akan ikut datang.
01:00:57Apa? Raja Bimu juga akan datang?
01:00:59Mungkinkah dia Raja Bimu yang memiliki 300 ribu pasukan Bimu
01:01:03yang ada langsung di bawah Kaisar dan di atas puluhan ribu orang?
01:01:06Benar.
01:01:07Tidak disangka keluarga Pratama punya pendukung seperti itu.
01:01:10Paman ketigaku baru saja diangkat menjadi panglima setelah membuktikan
01:01:13keberaniannya di medan perang.
01:01:16Paman ketigamu sudah sampai di luar kota.
01:01:18Setelah Raja Bimu tiba, akan datang bersama ke pesta.
01:01:22Pendukung ini selalu ayah sembunyikan.
01:01:26Hari ini adalah saatnya dia muncul.
01:01:30Hah?
01:01:30Pengaruh keluarga Pratama tidak dapat dibenduk oleh siapapun.
01:01:33Jadi, di pesta hari ini tidak boleh ada kesalahan apapun.
01:01:39Semua tindakan kita beberapa hari ini juga tidak boleh terbongkar.
01:01:43Apa semua ini sudah kamu atur?
01:01:46Ah, yang lain aku tidak cemas.
01:01:50Tapi agak masih belum ketemu.
01:01:52Apa?
01:01:54Apa?
01:01:56Kaisar akan memberi titah nikah pada kalian di pesta.
01:02:00Di saat seperti ini tunangamu datang.
01:02:02Apa?
01:02:03Apa yang akan terjadi?
01:02:05Dia seharusnya disembunyikan adikku.
01:02:08Tapi akan segera ditemukan.
01:02:10Jangan cemas.
01:02:11Aku sudah atur.
01:02:12Cepat temukan dia dan sikirkan.
01:02:14Kalau dia dengar Kaisar pulang kampung dan mengadu akan jadi masalah.
01:02:20Aku sudah suruh orang cari.
01:02:22Pasti akan segera ada hasil.
01:02:25Paman Zidane jangan cemas.
01:02:27Dia itu hanya seorang pecundang.
01:02:28Pasti tidak ada nyali untuk datang mengadu.
01:02:31Benar, ayah.
01:02:32Berdasarkan pengaturan Tuhan Utusan,
01:02:34hanya orang-orang yang memiliki undangan khusus bisa masuk ke pesta tersebut.
01:02:38Dia bahkan tidak bisa bertemu dengan Kaisar.
01:02:40Jadi mustahil dia bisa mengadu.
01:02:42Pokoknya jangan sampai terjadi kesalahan.
01:02:44Tenang saja, ayah.
01:02:47Aku memberi hormat pada Tuhan Bupati.
01:02:49Aku memberi hormat pada Tuhan Bupati.
01:02:50Selamat, selamat.
01:02:51Tidak disangka.
01:02:52Ternyata Kaisar adalah orang Kabupaten Jido.
01:02:56Kaisar bernama keluarga Pradipta.
01:02:58Tidak tahu dari keluarga Pradipta yang mana.
01:03:00Tolong Tuhan Bupati beritahu kami.
01:03:02Agar kami bisa menjalin hubungan lebih dulu.
01:03:06Benar.
01:03:07Di Kabupaten Jido ada beberapa keluarga Pradipta.
01:03:11Coba aku tidak tahu keluarga yang mana.
01:03:13Tolong Tuhan Bupati.
01:03:14Memberi petunjuk.
01:03:15Iya.
01:03:16Aduh.
01:03:17Aku memang tidak tahu.
01:03:20Sekarang aku belum dapatkan berita.
01:03:25Katanya Kaisar akan memberikan titah nikah pada Tuhan Muda Saka dan Nona Rinjani.
01:03:30Benar.
01:03:31Tuhan Zidan beruntung dapat anugerah dari Kaisar.
01:03:34Mendapat titah nikah dari Kaisar.
01:03:36Perikan Tuhan Muda Saka dan Nona Rinjani.
01:03:38Pasti akan menjadi kisah yang indah.
01:03:41Benar.
01:03:42Aku juga dengar.
01:03:44Kaisar akan menobatkan permaisuri di pesta ini.
01:03:47Apakah semua hal itu benar?
01:03:50Memang ada kabar anak itu.
01:03:52Tidak tahu wanita dari keluarga mana yang begitu beruntung.
01:03:57Permaisuri sebagai ibu negara adalah teladan bagi semua wanita di dunia.
01:04:02Nama keluarga Pradipta dan pulang untuk mengangkat permaisuri.
01:04:05Mana ada kebetulan seperti ini?
01:04:07Agak Pradipta tiba!
01:04:16Kenapa dia datang?
01:04:18Apa dia adalah Kaisar?
01:04:22Pecundang itu?
01:04:24Bagaimana dia bisa masuk?
01:04:28Siapa?
01:04:30Ayah.
01:04:31Dia adalah orang yang mau kita cari.
01:04:34Agak.
01:04:35Bagaimana kamu bisa masuk?
01:04:37Aku tidak boleh datang.
01:04:39Besar sekali nyalimu.
01:04:41Apa kamu tahu tempat apa ini?
01:04:43Ini pesta kepulangan Kaisar.
01:04:45Rakyat rendahan sepertimu apa pantas untuk hadir?
01:04:48Cepat katakan bagaimana kamu masuk.
01:04:50Aku tidak pantas.
01:04:51Lalu apa statusmu?
01:04:52Aku adalah menantu bupati.
01:04:55Statusku terhormat tidak bisa dibandingkan.
01:04:57Apa kamu sudah dengar kabar kesuksesanku lalu kamu ingin ikut menempel?
01:05:02Sepertinya memang begitu.
01:05:04Terakhir kali kamu berhasil kabur dariku.
01:05:08Tidak menyangka kamu malah datang sendiri.
01:05:10Kamu belum tahu banyak hal.
01:05:12Ini adalah pesta kepulangan Kaisar.
01:05:13Banyak sekali orang penting di sini.
01:05:15Apakah kamu ingin bertindak sembarangan lagi?
01:05:19Menerobos pesta kepulangan.
01:05:20Kamu sudah melakukan kesalahan berat.
01:05:23Katakan, bagaimana kamu bisa masuk?
01:05:27Aku masuk secara terang-terangan.
01:05:29Memangnya kamu siapa?
01:05:30Kamu pantas datang ke tempat ini.
01:05:32Bagaimana dengan kamu?
01:05:33Apa kamu tahu bagaimana kamu bisa datang kemarin?
01:05:37Aku dan Saka memang sangat beruntung ditunjuk oleh Kaisar untuk menghadiri jamuan.
01:05:43Apa kamu bisa mengkritik?
01:05:45Besar sekali, Nyalimu.
01:05:47Kamu masih tidak tahu kan?
01:05:48Hari ini Kaisar di pesta akan memberiku dan Saka titah nikah.
01:05:52Jadi mulai hari ini akan ada jurang pemisah yang besar di antara kita.
01:05:59Selamat.
01:06:00Sudah menemukan suami yang sangat baik.
01:06:03Tapi kamu sama sekali tidak sadar apa yang sudah kamu lewatkan.
01:06:06Diang, memangnya kamu itu siapa?
01:06:08Berani bicara begitu padaku.
01:06:09Saka, bagaimana kamu melakukan tugasmu?
01:06:12Kenapa siapa saja bisa masuk?
01:06:13Teguran ayah benar.
01:06:14Aku yang tidak bekerja dengan benar.
01:06:16Pengawal, usil orang ini.
01:06:19Pengawal, usil orang ini.
01:06:21Tunggu.
01:06:23Kenapa?
01:06:24Masih ada pesan terakhir.
01:06:26Kamu adalah Zidan Bupati Kabupaten Jido?
01:06:29Lancat!
01:06:30Berani menyebut nama ayahku.
01:06:32Zidan?
01:06:34Apa aku tidak boleh sebut?
01:06:35Diang!
01:06:36Paman Zidan adalah Bupati.
01:06:39Kamu rakyat rendahan berani sekali menyebut namanya.
01:06:41Ayah cepat berlutut.
01:06:42Kamu pejabat tidak berlutut.
01:06:44Besar sekali, Nyalimu.
01:06:45Cuma seorang Bupati.
01:06:47Pejabat tingkat tujuh.
01:06:49Katanya kamu menyebut dirimu Kaisar lokal.
01:06:51Ini adalah Pesta Kepulangan Kaisar.
01:06:53Nanti Kaisar asli datang.
01:06:55Apa kamu tidak takut dihukum mati?
01:06:58Pengawal!
01:06:59Masukkan orang gila ini ke penjara!
01:07:01Zidan!
01:07:02Bagaimana kalau kamu lihat ini dulu?
01:07:06Pelakat identitas.
01:07:07Kenapa kamu punya pelakat identitas?
01:07:09Pelakat identitas adalah tanda memasuki pesta.
01:07:11Dikirim oleh Tuan Utusan.
01:07:13Kenapa kamu bisa memilikinya?
01:07:15Kalian ada pendukung.
01:07:16Apa aku tidak bisa mengenal orang terhormat?
01:07:19Pesta Kepulangan hari ini dihadiri oleh orang terkemuka di Kerajaan Kano.
01:07:22Semuanya adalah orang besar yang tidak bisa kamu bayangkan.
01:07:25Kamu itu cuma rakyat rendah.
01:07:27Mana mungkin Kaisar bisa mengundangmu?
01:07:29Mungkinkah kamu mencuri pelakat identitas ini?
01:07:32Benar.
01:07:32Dia pasti mencurinya.
01:07:34Nyalimu besar sekali.
01:07:35Bahkan berani mencuri pelakat identitas.
01:07:37Kamu mau apa?
01:07:38Sudah-sudah.
01:07:39Sebentar lagi Tuan Arzah datang.
01:07:41Kalau sampai Tuan Arzah melihat situasi gaduh ini, dia pasti akan marah.
01:07:45Sebelum Tuan Arzah datang, cepat bawa pergi orang-orang.
01:07:47Baik.
01:07:47Maksudmu adalah Arzah Dipla Gubernur Jina?
01:07:52Hmm, kedatangannya tepat waktu.
01:07:53Aku mau tanya padanya.
01:07:55Bupati sekarang begitu semena-mena, apa dia tahu hal ini?
01:07:59Atau dia sama sekali tidak peduli dan berkolusi dengan kalian?
01:08:05Dan...
01:08:06Gila.
01:08:07Kamu sudah gila.
01:08:09Kamu berani kurang ajar pada Tuan Gubernur.
01:08:10Hari ini kamu pasti mati.
01:08:12Tidak ada yang bisa menolongmu.
01:08:14Siapa yang berani kurang ajar padaku?
01:08:21Kenapa masih belum sadar?
01:08:23Entah bagaimana kondisi Kaisar?
01:08:26Pengawal!
01:08:27Tuan.
01:08:28Mereka bertindak semena-mena.
01:08:30Aku mengkhawatirkan Kaisar.
01:08:31Bawa tanda pengenalku, pergilah sekarang juga.
01:08:33Pastikan Kaisar tetap aman.
01:08:35Aku akan menyusul.
01:08:39Siapa berani kurang ajar padaku?
01:08:44Hamba memberi hormat pada Tuan Arzah.
01:08:46Hamba memberi hormat pada Tuan Arzah.
01:08:48Tadi aku dengar, sepertinya ada orang yang kurang ajar padaku.
01:08:51Siapa yang begitu berani, ha?
01:08:53Tuan, ini orangnya.
01:09:01Zidane.
01:09:01Bagaimana kamu bertugas, ha?
01:09:05Ini adalah pesta kepulangan Kaisar.
01:09:08Apa semua orang bisa masuk?
01:09:10Jika sampai menyikung Kaisar, kamu punya berapa kepala untuk dipenggal?
01:09:13Tuan, Anda tidak tahu, orang ini punya pelakat identitas untuk masuk tanpa perintah dari Tuan Utusan.
01:09:20Hamba tidak berani bertindak sembarangan.
01:09:22Pelakat pengenal masuk pesta?
01:09:24Yang dikirim tidak sampai 10 orang yang bisa mendapat pelakat pengenal.
01:09:29Kalau bukan pejabat, ya orang kaya.
01:09:31Apa mungkin orang ini memiliki identitas istimewa?
01:09:33Eh, Tuan Arzah, dia mana ada identitas?
01:09:37Dia cuma rakyat rendahan.
01:09:38Pelakat pengenalnya, entah dia curi dari mana.
01:09:41Benar, pasti dia mencurinya.
01:09:43Kalau begitu tunggu apa lagi?
01:09:45Pukul dia sampai lepas kikinya, patahkan kakinya, pukul sampai patah rusuknya, lalu memenjarakannya.
01:09:50Arzah.
01:09:52Nyalimu besar sekali.
01:09:54Lancang, berani menyebut nama Tuan Arzah.
01:09:56Zidane, kamu berbuat semana-mana di Kabupaten Zidu.
01:09:59Pasti ada yang melindungimu, kan?
01:10:01Kamu berani bicara begitu.
01:10:02Apa ucapanku salah?
01:10:04Jika tidak ada Arzah yang mendukungmu, apa kamu berani begitu lancang?
01:10:08Aku tahu dia mau apa datang ke sini.
01:10:09Apa?
01:10:10Pasti ingin menerobos pesta dan mengadu pada Kaisar.
01:10:14Kalau begitu tunggu apa lagi?
01:10:16Cepat usir pengkhianat ini.
01:10:18Cepat usir pengkhianat ini.
01:10:20Mau mengusirku?
01:10:22Kalau aku tidak di sini, takutnya pesta kepulangan ini tidak perlu diadakan.
01:10:27Astaga, besar sekali nyalimu berani berkata begitu.
01:10:30Hanya dengan ucapanmu ini, tidak bisa mengampuni dosamu.
01:10:33Plakat identitas tidak bisa melindungimu.
01:10:35Kamu jangan pikir kami tidak tahu apa niatmu.
01:10:37Kamu berusaha menyelinap masuk untuk mengadukan dan ingin melihat kami dalam bencana.
01:10:42Kalau kalian tidak bersalah dan jujur, kenapa harus takut?
01:10:50Ayah.
01:10:51Orang ini tahu masalah kita terlalu banyak.
01:10:53Tidak bisa dibiarkan.
01:10:54Kaisar pulang kampung.
01:10:56Tidak boleh ada kesalahan.
01:10:57Cepat bereskan hal ini.
01:10:59Baik, Tuan.
01:11:00Ada ucapan Anda, hamba sudah bisa tenang.
01:11:03Pengawal!
01:11:09Baik.
01:11:11Masih bawa orang kemari.
01:11:12Kalian sudah melakukan kesalahan besar.
01:11:14Walaupun sekarang bertobat.
01:11:16Mungkin sudah tidak sempat.
01:11:17Mungkin sudah tidak sempat.
01:11:19Siapa sebenarnya kamu?
01:11:20Orang yang tidak bisa kamu singgung.
01:11:22Orang yang tidak bisa aku singgung.
01:11:25Di kantor pemerintahan Jina tidak ada yang tidak bisa aku singgung.
01:11:28Berani bersikap sombong di depan Tuan Arsa.
01:11:30Kamu benar-benar sudah bosan hidup.
01:11:32Badut yang so hemat.
01:11:34Benar-benar konyol.
01:11:35Baik.
01:11:36Sejak aku menjadi bupati, belum pernah melihat orang sombong seperti dirimu.
01:11:41Bukankah cuma mencari dua kaki tangan di luar?
01:11:43Lihat sikap sombongmu.
01:11:44Bocah.
01:11:45Hari ini kamu pasti mati.
01:11:47Oh?
01:11:49Yang pantas mati?
01:11:50Bukankah seharusnya kalian?
01:11:52Membuat ulah di pesta Kepulangan Kaisar.
01:11:54Cuma berdasarkan hal ini, kamu bisa dihukum mati.
01:11:57Tidak peduli siapa di belakangmu.
01:11:59Tidak akan bisa melindungimu.
01:12:00Bukati tidak bisa menghukum.
01:12:01Apa aku gubernur tidak bisa menghukummu?
01:12:04Pengawal!
01:12:05Tangkap orang sombong ini!
01:12:06Aku mau lihat siapa yang berani!
01:12:13Aku mau lihat siapa yang berani!
01:12:24Siapa kau?
01:12:27Siapa aku?
01:12:29Pelakat utusan ada di sini.
01:12:32Siapa berani bertindak kegapah?
01:12:35Pelakat utusan?
01:12:35Apa ini pelakat utusan yang diberikan langsung oleh Kaisar?
01:12:38Dengan memegang tanda pengenal ini, memiliki ulahan penuh sebagai utusan khusus.
01:12:42Bahkan bisa menghukum dulu baru melaporkan.
01:12:44Aku adalah Ajudan Utusan Khusus.
01:12:48Membawa tanda pengenal langsung dari Kaisar.
01:12:50Siapa diantar kalian yang berani melawan?
01:12:53Ayah.
01:12:53Ini.
01:12:55Ada hal apa?
01:12:56Tuan datang kemari.
01:13:02Kalian berani sekali!
01:13:04Bahkan orang yang ingin dilindungi Tuan Utusan juga berani kalian sentuh!
01:13:08Apa mungkin dia orang yang ingin dilindungi Tuan Utusan?
01:13:10Tuan Utusan kenapa mau melindunginya?
01:13:12Dia cuma seorang pecundang.
01:13:14Apa mungkin dia orang yang dicari Tuan Utusan?
01:13:18Mana mungkin orang yang bisa dilindungi Tuan Utusan cuma Kaisar?
01:13:23Apa dia adalah Kaisar?
01:13:25Apa mungkin dia?
01:13:26Tidak mungkin.
01:13:29Tidak mungkin.
01:13:30Kenapa?
01:13:31Aku sudah tahu, malam itu di kuil pahlawan, dia sudah mengadu pada Tuan Utusan.
01:13:36Jadi Tuan Utusan melindunginya dan mereka sedang menunggu Kaisar datang.
01:13:41Sekarang sulit ditangani.
01:13:43Sebenarnya apa yang terjadi?
01:13:45Tuan, silakan kembali.
01:13:48Tuan tidak tahu.
01:13:49Orang ini tahu banyak tentang kita.
01:13:51Kemungkinan sudah mengadu pada Tuan Utusan.
01:13:54Jadi Tuan Utusan melindunginya.
01:13:57Kamu bilang Tuan Utusan melindunginya untuk menunggu Kaisar datang dan mengadu.
01:14:03Benar.
01:14:04Kalau Kaisar tahu masalah di antara kita, kita pasti akan dihukum mati.
01:14:09Berarti makin tidak boleh dia menemui Kaisar, kalau tidak kita akan mati.
01:14:12Lalu bagaimana rencana?
01:14:14Pesta belum dimulai.
01:14:17Kaisar belum tiba.
01:14:20Tapi, orang ini sekarang dilindungi Tuan Utusan.
01:14:24Kenapa kamu panik?
01:14:26Sekarang yang datang cuma ajudan Utusan khusus, bukan Tuan Utusan sendiri.
01:14:32Menurutku, tanda pengenal miliknya palsu.
01:14:35Jadi maksud Anda?
01:14:36Kamu jangan bertele-tele.
01:14:38Sebelum Kaisar datang, harus menyingkirkannya.
01:14:41Kalau dia sampai mengadu, kepala kita akan berpindah tempat.
01:14:44Jadi kita...
01:14:46...singkirkan dia.
Sé la primera persona en añadir un comentario
Añade tu comentario

Recomendada