Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Di tengah memanasnya tensi geopolitik Arktik, Greenland akhirnya angkat suara dengan sikap yang jelas dan tegas.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan wilayah otonom Denmark tersebut tidak berminat bergabung dengan Amerika Serikat, meskipun Presiden AS Donald Trump terus melontarkan ambisi untuk mengambil alih pulau strategis itu.

Berbicara dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen di Kopenhagen, Nielsen menyatakan bahwa Greenland lebih memilih tetap berada dalam Kerajaan Denmark.

“Kami sedang menghadapi krisis geopolitik. Jika harus memilih sekarang antara Amerika Serikat dan Denmark, maka pilihan kami adalah Denmark,” ujar Nielsen melansir The Guardian.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons keras atas tekanan Washington yang kian agresif.

———

Baca berita terpercaya lainnya di www.suaramerdeka.com dan unduh aplikasi Suaramerdeka.com di App Store & Play Store.

#suaramerdeka #suaramerdekacom #suaramerdekanetwork #Greenland #DonaldTrump #konfilkGeopolitik

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Di tengah memanasnya tensi geopolitik artik,
00:03Greenland akhirnya angkat suara dengan sikap yang jelas dan tegas.
00:06Perdana Menteri Greenland James Patrick Nielsen menegaskan
00:10wilayah otonom Denmark tersebut tidak berminat bergabung dengan Amerika Serikat.
00:16Meskipun Presiden Donald Trump terus melontarkan ambisi
00:20untuk mengambil alih pola strategis itu.
00:22Kalau kita tidak mengambil Greenland,
00:24Rusia atau China akan mengambil Greenland.
00:26Dan saya tidak akan memperlukan itu.
00:28Berbicara dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Denmark,
00:33Matt Fredriksen di Copenhagen,
00:35Nielsen menyatakan bahwa Greenland lebih memilih tetap berada dalam kerajaan Denmark.
00:40Sekarang kita berada di krisis geopolitik,
00:43dan jika kita harus memilih antara USA dan Denmark,
00:45di sini dan sekarang,
00:46kita memilih Denmark,
00:48kita memilih NATO,
00:49kita memilih Kedua Danmark,
00:51kita memilih EU.
00:52Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respon keras atas tekanan Washington yang kian agresif.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan