Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna berbicara pembongkaran tiang monorel oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

Diketahui, Gubernur Jakarta, Pramono Anung didampingi Sutiyoso, Gubernur Jakarta 1997-2007 menyaksikan pembongkaran tiang monorel yang mangkrak sekitar 21 tahun.

Dalam kesempatan itu, Sutiyoso mengaku lega dengan pembongkaran ini.

Video Editor: Vila Randita

Produser: Theo Reza

#pramonoanung #monorel #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/643778/full-pengamat-perkotaan-soal-tiang-monorel-dibongkar-gubernur-pramono-kenapa-tak-dilanjutkan
Transkrip
00:00terkait dengan pemokaran tiang monorel di wilayah kawasan Kuningan, Jakarta.
00:05Dan saat ini kita sudah bersama pengamat perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriyatna.
00:10Pak Yat, selamat pagi.
00:12Selamat pagi, Bas Mario.
00:13Terima kasih Pak Yat, sudah bergabung di Dialog Breaking News pada pagi hari ini
00:17terkait dengan pemokaran tiang monorel.
00:19Tadi kita sudah dengar pernyataan dari Gubernur Pram dan juga mantan Gubernur Jakarta, Sutyoso,
00:25dimana ini adalah sebuah solusi yang kala itu tahun 2003 untuk mengatasi kemacetan kalau kata Pak Sutyoso.
00:36Kalau dari pengamatan Anda, monorel tahun 2003 waktu itu Sutyoso menjabarkan terkait dengan solusi ini.
00:44Dan hingga saat ini pada akhirnya dibongkar oleh Gubernur Pram.
00:48Apa sebenarnya permasalahan yang pada akhirnya ini sebuah solusi yang bagus kalau menurut saya
00:52dari pernyataan dari mantan Gubernur Sutyoso itu.
00:57Tapi kenapa pada akhirnya tidak dilanjutkan dan pada akhirnya dibongkar pada hari ini?
01:01Ya, ini menarik ya.
01:03Sebetulnya tahun 2003 atau tahun awal 2000-an itu ada kajian yang mengatakan Jakarta tahun 2014
01:10akan gridlock mengunci macet total di mana-mana.
01:14Nah, akibat kajian yang mengatakan ada potensi gridlock Jakarta lumpuh trafiknya,
01:21maka dibuatlah PTM.
01:23PTM itu pola transportasi makro.
01:26Itu seperti kajian rencana induk transportasi Jakarta.
01:30Nah, apa yang di dalam kajian itu?
01:31Kajian itu merekomendasikan beberapa tindakan yang harus dilakukan
01:35dan pengembangan jaringan publik transport.
01:38Satu, BRT yang kita kenal dengan Transjakarta.
01:41Itu dulu isunya busway.
01:42Kedua, pengembangan enam jaringan jalan tol yang waktu itu juga menimbulkan perdebatan.
01:49At least tidak membangun enam ruas tol di dalam kota.
01:52Baru yang masuk ketiga, angkutan yang berbasis rel.
01:56Salah satu itu monorel.
01:57Memang pada inisiatif ini di awal untuk digagas oleh Jakarta,
02:02itu memang menjadi perdebatan secara kebijakan.
02:04Pertama, satu, Undang-Undang Perkeretapian waktu itu tidak memberikan rekomendasi
02:10pemerintah daerah boleh membangun angkutan berbasis rel.
02:14Autoritasnya masih dari pusat.
02:16Tapi kedua, yang menarik adalah Pak Sutyoso Bang Yos mengatakan
02:20kalau tidak dilakukan tindakan ini, kita terancam oleh kelumpuhan.
02:24Itu menariknya ya.
02:25Beliau menyatakan kalau tidak melakukan tiga tindakan ini,
02:29misalnya BRT, tol, dan angkutan berbasis rel ini,
02:33otomatis Jakarta lumpuh.
02:34Nah, ketika sukses BRT, Transjakarta di-launching tahun 2004,
02:40itu kan gemahnya itu luar biasa ya, betapa efeknya.
02:45Nah, saat yang bersamaan, ada langkah percepatan yang dibuat oleh Bang Yos.
02:51Kita ingin membuat monorel.
02:53Tetapi yang menjadi masalah, seperti saya katakan tadi,
02:55ada perdebatan.
02:58Siapa sebetulnya punya keundangan?
03:00Kedua, bagaimana aspek pembiayaan?
03:02Nah, itu kan jadi, apakah boleh loan, bantuan, dan luar negeri?
03:05Nah, di sini ada diskresi, sehingga langkahnya dipercepat.
03:10Nah, yang menjadi masalah adalah,
03:12pada konteks pembiayaannya yang sempat menjadi perdebatan dan permasalahannya.
03:17Nah, akhirnya, karena waktu itu tidak berlanjut,
03:22dan Bang Yos diganti oleh Bang Foke,
03:24Bang Foke resmi menyatakan proyek monorel berhenti.
03:28Nah, ini kan menarik ya kan?
03:30Kalau sudah berhenti, bagaimana tindak lanjutnya?
03:32Itu ada sengketa hukum,
03:34antara adik karya dengan Pemprov DKI,
03:36bagaimana penggantian dan proses tindak lanjutnya.
03:39Nah, ini kan menggantung cukup lama dari 2011 sampai 2026,
03:44hampir 15 tahun.
03:46Nah, apa yang menarik dari pembelajaran ini?
03:50Memang, sebuah konsep dan gagasan itu memerlukan proses.
03:55Didukung dengan kajian yang matang,
03:57dan yang paling penting adalah dukungan pembiayaan.
04:00Nah, sekarang, ketika katakanlah monorelnya jadi,
04:05ada isu diganti dengan LRT,
04:07kemudian ada percepatan di jamannya Pak Jokowi
04:10untuk membangun MRT.
04:12Jadi, kelihatan dengan sangat terpaksa,
04:14monorel ditinggalkan,
04:16karena sudah ada pijakan lain yang tindak lanjutnya di 2019.
04:19Oke, Pak Yai, tapi kalau pengamatan Anda,
04:21sebenarnya di tahun 2003,
04:24dengan terobosan monorel ini yang disampaikan oleh Bang Yos,
04:29satu situ Yos,
04:30ini sesuatu terobosan yang mutakhir
04:33atau terobosan yang bagus
04:34atau sebenarnya bagaimana?
04:35Kalau kita melihat terlepas dari perencanaannya
04:37atau pembiayanya.
04:39Bang Yos itu bisa dikatakan sebagai,
04:43dalam persepsi saya,
04:45Bapak Angkutan Umum Jakarta.
04:49Beliau lah yang mengambil inisiatif besar
04:52dengan pola transportasi makro.
04:54Bahkan waktu itu,
04:55pemaham Pak Taufi Kemas,
04:57waktu Presiden Pak Megawati mengatakan,
05:00ini tipe gubernur seperti ini yang dicari.
05:03Ya, ya, ya.
05:03Itu menarik-menarik.
05:05Karena beliau berani melawan resistensi penolakan
05:08yang demikian tinggi.
05:10Seperti contoh,
05:11ketika Basui masuk,
05:12yang paling protes kan para pengguna kendaraan pribadi.
05:16Ketika Basui sukses,
05:18dari tujuh koridor,
05:19kemudian sekarang udah empat belas koridor,
05:21apa yang diinisiasi oleh Bang Yos
05:24dengan keberaniannya untuk memulai langkah itu,
05:28itu menjadi terobosan yang menarik.
05:29Dan orang melihat,
05:30wah, ternyata public transport,
05:33khususnya Basui itu,
05:34menjadi alat transformasi perubahan Jakarta.
05:38Jadi orang menyaksikan bahwa ternyata,
05:40kita mampu membangun satu ekosistem layanan,
05:44yang bisa menggantikan pola anggutan sebelumnya.
05:47Tidak terbayangkan sama kita sekarang,
05:50dulu Metro Mini Kopaja masuk ke tengah kota.
05:54Dengan cara sendiri-sendiri.
05:57Sekarang hilang semuanya.
05:59Dan tergantikan dengan satu manajemen di bawah Transjakarta,
06:04yang mengelola empat belas koridor,
06:06kemudian ditambah dengan Jack Linko
06:08untuk membackup di dalamnya.
06:10Dan satu hal yang menarik,
06:11mengapa monorail ini,
06:13atau angkutan berbasis rail ini,
06:16menjadi angkutan utama,
06:18karena untuk metropolitan Jakarta,
06:20dan kota-kota besar lainnya,
06:22angkutan rail adalah tulang punggungnya.
06:25Itu yang paling kita belajar dari Jepang,
06:28dari Singapura, dari kota-kota lain.
06:30Angkutan masalah berbasis rail,
06:32itu yang paling optimal.
06:34Kenapa?
06:34Jumlah yang diangkut banyak,
06:36ketepatan waktunya,
06:37pasti keamanan, kenyamanan,
06:40keselamatan lebih terjamin dibandingkan
06:42dengan angkutan yang berbasis jalan raya.
06:44Itu menjadi hal menarik ya.
06:46Maka monorail itu ditindaklanjuti.
06:49Jadi saya berani mengatakan,
06:50Bang Yos adalah,
06:52katakanlah,
06:53proper perubahan layanan
06:55anggutan umum di Jakarta.
06:57Oke, Pak Yat,
06:58tapi kalau misalkan memang ini bagus,
06:59sebenarnya buat,
07:01mengatasi kemacetan Jakarta,
07:04tapi pada akhirnya kenapa
07:05terkait dengan pembiayaan,
07:07atau kebijakan itu,
07:08tidak dilanjutkan di zaman Bang Fokil,
07:09kalau dari pengamatan Anda.
07:10Tapi sebelum Pak Yat menjawab,
07:12kita saksikan jadwal berikut.
07:15Saudara kita,
07:16kembali bersama pengamat perkotaan,
07:18Universitas Terusakti,
07:19Yayat Supriyata,
07:20untuk membahas lebih jauh
07:22terkait dengan
07:23pemokaran tiang monorail tersebut.
07:25Pak Yayat,
07:26saya lanjutkan pertanyaan saya tadi.
07:28Kenapa pada akhirnya,
07:29menurut Pak Yayat,
07:29bahwa ini bagus,
07:30sebuah solusi yang,
07:33terobosan yang bagus lah,
07:35untuk mengatasi kemacetan
07:37di tahun 2004-2005.
07:39Tapi pada akhirnya,
07:40kenapa tidak dilanjutkan
07:41di masa pemerintahan berikutnya?
07:44Ini masalahnya menarik.
07:46Pertama,
07:46satu,
07:48ada konflik hukum,
07:50ketika masa transisi
07:52ke Bang Yos,
07:53ke Pak Fokil.
07:55Satu,
07:56ada persoalan,
07:58ketika kebijakan ini,
07:59karena tidak di-backup,
08:01oleh pusat pada waktu itu,
08:02terkait pinjaman,
08:03pembiayaan dari luar,
08:05karena harus melalui pemerintah pusat,
08:08dan otoritasnya juga,
08:10pembangunan ini berbasis real,
08:12undang-undangnya waktu itu,
08:13tanggung jawab pusat,
08:14maka ini berhenti.
08:16Dan ketika berhenti,
08:17ada persoalan hukum,
08:20yaitu tutupan dari kontraktor,
08:22adik karya,
08:23sebesar,
08:25apakah 60 miliar,
08:26atau lebih lah.
08:27Nah,
08:27ini menjadi sengketa,
08:28antara Pemprov DKI,
08:30dengan adik karya,
08:32karena apa?
08:33Hasil kajian,
08:34dan permintaan,
08:35yang diminta oleh kontraktor,
08:37pada waktu itu,
08:38terlalu tinggi lah.
08:40Sementara,
08:40apresial ini kan,
08:42akan mempertanyakan,
08:43apakah benar,
08:44tuntutan itu,
08:44plus kerugian lain-lain.
08:46Nah,
08:46sengketa ini kan panjang.
08:48Nah,
08:48ketika sengketa ini,
08:49tidak terselesaikan,
08:51maka,
08:51pada masa Bank Foke,
08:53Bank Foke,
08:54resmi mengatakan,
08:55dihentikan.
08:56Tapi,
08:56masalah hukum kan,
08:57yang tidak selesai.
08:58Nah,
08:59kemarin mungkin,
08:59sudah ada keputusan,
09:00jalan keluarnya,
09:02sehingga,
09:02terjadi,
09:03katakanlah,
09:04sepakatan,
09:05antara Pemprov DKI,
09:06dengan adik karya,
09:07untuk melakukan penataan ulang,
09:10dari tiang-tiang monorail yang ada.
09:12Tadi,
09:12memang diakui,
09:13dulu ada aspek kebijakan pembiayaan,
09:15kedua,
09:16ada persoalan sengketa hukum,
09:17terkait,
09:18masalah ganti rugi yang diminta oleh adik karya.
09:21Oke,
09:22Pak Yayat,
09:23itu tadi kita bahas soal masa lalu,
09:25tapi ke depan,
09:26terkait dengan apa yang bisa kita jari dari Bang Yos sebenarnya.
09:29Dalam arti,
09:30tadi Anda sudah bilang soal,
09:32kajiannya harus lebih fasil,
09:33lebih mantap,
09:35terus juga pembiayaannya.
09:36Tapi,
09:37bagaimana dengan,
09:39untuk mengatasi kemacetan di Jakarta,
09:41perluka monorail,
09:42ataupun alat transportasi,
09:43yang bisa nantinya,
09:45menjadi terobosan,
09:46agar Jakarta tidak menjadi kota yang deadlock tadi,
09:49seperti katana?
09:51Pertama,
09:52begini,
09:53kita mengapresiasi inisiatif Bang Yos.
09:56Dia bertindak,
09:57karena ada kajian,
09:58yang menunjukkan,
10:00rentannya Jakarta di masa depan.
10:03Jakarta gridlock.
10:04Dia mengambil terobosan,
10:06buatlah Transjakarta,
10:07atau Basri yang dulu kita,
10:10bahasanya seperti itu.
10:11Kemudian yang kedua,
10:12kita juga mendengar tindak lanjutnya,
10:15dalam bentuk kebijakan,
10:16yang sudah disusun.
10:17Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan,
10:19apakah pembangunan,
10:21dari public transport ini,
10:23akan mengatasi,
10:24masalah kemacetan di Jakarta?
10:27Ada dua skenario,
10:28yang harus dilakukan.
10:29Pertama,
10:30dengan pendekatan pool.
10:32Pool itu,
10:33menarik ya,
10:34apa mendorong gitu ya.
10:35Apa itu?
10:36Ternyata hasil kajian,
10:38yang dilakukan,
10:39itu menunjukkan,
10:39kalau kita memperbanyak,
10:41jaringan,
10:42angkutan umum,
10:43menambah monorail,
10:45menambah LRT,
10:47menambah Transjakarta,
10:48dan memperbaik itu,
10:50ternyata,
10:50minat pemindahan itu rendah.
10:52kecuali dengan pendekatan PUS.
10:55PUS ini adalah,
10:56tekanan,
10:57antara lain apa,
10:58supaya terjadi perubahan.
10:59Misalnya contoh,
11:01minat naik anggota umum,
11:02itu akan bertambah,
11:03jika,
11:04ada pembatasan kendaraan.
11:06Misalnya contoh,
11:07dengan IRP.
11:08Jadi,
11:08jalan-jalan utama Jakarta,
11:11akan menjadi lancar,
11:12jika ada tekanan,
11:14jalan berbayar,
11:15sebagai cara orang,
11:17untuk mengajak berpindah.
11:18Kedua,
11:19dengan parkir tarif yang mahal.
11:21Ya kan?
11:22Kemudian,
11:22pembatasan-pembatasan yang lain.
11:24Nah,
11:25Jakarta sebetulnya,
11:26untuk mengarah ke sana,
11:27itu sudah ada,
11:28misalnya sekarang,
11:29yaitu,
11:30ganjil genap.
11:32Tapi,
11:32lemahnya satu.
11:34Tidak jelas datanya.
11:36Kita nggak tahu,
11:37hari ganjil,
11:38hari genap,
11:38kok sama-sama macet.
11:40Gitu kan?
11:41Jadi,
11:41kita,
11:42kita ada faktor tekanan,
11:44kendaraan juga,
11:45dari luar Jakarta,
11:46yang masuk ke Jakarta.
11:49Jadi,
11:49masalah sekarang,
11:50bagaimana sinergi kebijakan,
11:53di dalam Jakarta,
11:54dan di luar Jakarta,
11:55itu bisa disinergikan.
11:56Salah satu,
11:57misalnya,
11:57inisiatif,
11:58Mas Pramono,
11:59untuk membuka jaringan,
12:01Transjakarta,
12:02sampai Bekasi,
12:02Bogor,
12:03Alam Sutra,
12:04PIK,
12:04dan sebagainya.
12:05Itu,
12:05itu skenario.
12:06Oke,
12:07Pak Jayat,
12:07singkat saja terakhir,
12:09apa yang mesti difungsikan,
12:11setelah pembongkaran,
12:13monorail ini?
12:13yang berada di lahan-lahan,
12:16yang sudah dibongkar itu?
12:17Apa yang perlu difungsikan?
12:18Pertama satu,
12:19harus sabar,
12:21selama,
12:21sembilan bulan,
12:23sampai bulan September.
12:25Ya.
12:25Karena bukan membongkar,
12:27tapi menata median,
12:28itu juga,
12:29berimplikasi kepada kemacetan.
12:31Ya.
12:31Buat Rekasi,
12:32yang selalu lintas,
12:33yang ketiga,
12:34semua mengantisipasi,
12:36kepadatan,
12:36salah satunya,
12:37bisa berpindah,
12:38dengan menggunakan,
12:39LRT,
12:40yang melintas,
12:41di atas,
12:41Jalan Rasuna Said,
12:42sebagai pilihan,
12:44untuk tidak terjebak,
12:44pada kemacetan.
12:46Oke.
12:46Oke.
12:47Terima kasih,
12:48Yayat Supriyata,
12:48pengamat perkotaan,
12:49Universitas Terusakti,
12:50atas apa yang disampaikan.
12:51Semoga ini bisa memberikan,
12:52masukan kepada,
12:53PM Prof. DKI Jakarta,
12:55bagaimana mengintegrasikan,
12:57moda transportasi,
12:59untuk nantinya,
13:00bisa mengatasi kemacetan,
13:01yang memberikan manfaat positif,
13:03bagi masyarakat Jakarta.
13:04Sekali lagi,
13:05terima kasih Pak Yayat.
13:06Saya tetap selalu.
13:07Sama-sama,
13:07saya terima kasih.
13:08Sedangkan Anda bisa menyaksikan,
13:12informasi terkait dengan,
13:14pembongkaran tiang monorail,
13:15di Jakarta,
13:16di program Kompas TV lainnya.
13:18Saya Mara Sarong,
13:19menutup,
13:19Breaking News Kompas TV kali ini.
13:21Tetap di Kompas TV.
13:22Terima kasih,
13:23sampai jumpa.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan